Anda di halaman 1dari 10

KERANGKA ACUAN KERJA

PEKERJAAN :
PAKET : JASA PERENCANAAN DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED)
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) TERPUSAT
DESA MUGI RAHAYU KECAMATAN BATU AMPAR

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PTSP


KABUPATEN KUTAI TIMUR
TAHUN ANGGARAN 2017

KERANGKA ACUAN KERJA PERENCANAAN PLTS KOMUNAL - 1


Pekerjaan : Jasa Perencanaan Detail Engineering Design (Ded) Pembangkit Listrik
Tenaga Surya (Plts) Terpusat Desa Mugi Rahayu Kecamatan Batu
Ampar

Satuan : Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kab. Kutai Timur


Tahun : 2017

1. LATAR BELAKANG
Indonesia adalah negara tropis yang hanya mengalami dua musim, panas dan
hujan dan matahari akan bersinar sepanjang tahun, meskipun pada musim hujan
intensitasnya berkurang. Kondisi ini menyebabkan matahari dapat menjadi alternatif
sumber energi masa depan di Indonesia. Selain matahari, Indonesia juga mempunyai
cadangan minyak dan gas bumi yang relatif banyak. Fakta menunjukkan konsumsi
energi terus meningkat sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi dan pertambahan
penduduk. Terbatasnya sumber energi fosil menyebabkan perlunya pengembangan
energi terbarukan dan konservasi energi yang disebut pengembangan energi hijau.
Masalahnya minyak dan gas bumi adalah sumber energi yang tidak terbaharui. Tanpa
pemakaian yang bijaksana suatu saat sumber tersebut akan habis.Selain itu, efek
samping pembakaran minyak dan gas bumi menimbulkan polusi udara.

Ketika isu lingkungan makin keras disuarakan oleh kelompok hijau, sumber
energi yang ramah lingkungan dan terbarui menjadi aset berharga. Apalagi
penggunaan energy surya Indonesia saat ini masih kurang dari 5% total pemakaian
energi nasional. Kondisi bumi kita kian lama kian mengenaskan karena tercemarnya
lingkungan dari efek rumah kaca (green house effect) yang menyebabkan global
warming, hujan asam, rusaknya lapisan ozon hingga hilangnya hutan tropis. Semua
jenis polusi iturata-rata akibat dari penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi,
uranium, plutonium, batu bara dan lainnya yang tiada hentinya. Kita tahu bahwa bahan
bakar dari fosil tidak dapat diperbaharui, tidak seperti bahan bakar non-fosil.

Dengan kondisi yang sudah sedemikian memprihatinkan, gerakan hemat


energy sudah merupakan keharusan di seluruh dunia. Salah satunya dengan hemat
bahan bakar dan menggunakan bahan bakar dari non-fosil yang dapat diperbaharui
sepertitenaga angin, tenaga air, energi panas bumi, tenaga matahari, dan lainnya.
Dunia pun sudah mulai merubah tren produksi dan penggunaan bahan bakarnya, dari
bahan bakar fosil beralih ke bahan bakar non-fosil, terutama tenaga surya yang tidak
terbatas. Di Indonesia pemanfaatan energi terbarukan dapat digolongkan dalam tiga
kategori. Yang pertama adalah energi yang sudah dikembangkan secara komersial,

KERANGKA ACUAN KERJA PERENCANAAN PLTS KOMUNAL - 2


seperti biomassa, panas bumi dan tenaga air. Yang kedua adalah energi yang sudah
dikembangkan tetapi masih secara terbatas, yaitu energi surya dan energi angin. Dan
yang terakhir adalah energi yang sudah dikembangkan, tetapi baru sampai pada tahap
penelitian, misalnya energi pasang surut. Sumber energi surya (matahari) merupakan
salah satu potensi terbesar yang ada di bumi guna menggantikan peran bahan bakar
minyak di masa mendatang. Untuk memanfaatkan potensi energi surya ada dua
macam teknologi yang sudah diterapkan, yaitu energi matahari solar sel dan energi
surya termal.

Pada sistem termal, radiasi matahari digunakan untuk memanaskan fluida atau
zat tertentu yang selanjutnya fluida atau zat tersebut dimanfaatkan untuk
membangkitkan listrik. Sedangkan pada sistem solar sel, radiasi matahari yang
mengenai permukaan semikonduktor akan menyebabkan loncatan elektron yang
selanjutnya menimbulkan arus listrik. Karena tidak memerlukan instalasi yang rumit,
sistem solar sel lebih banyak digunakan.

Berdasarkan usulan dari Kepala Desa yang ada MUGI RAHAYU, Kabupaten
Kutai Timur serta hasil pemantauan langsung, Di desa tersebut belum dapat terjangkau
oleh daya listrik PLN.

Saat ini daya listrik PLN belum pernah menjangkau Desa tersebut diatas,
artinya kesempatan untuk melakukan pembangunan dan perluasan jaringan listrik di
Kabupaten tersebut masih terbuka. Tidak seluruh Desa-Desa dapat terjangkau listrik
PLN, terutama daerah-daerah yang pemukimannya berupa spot-spot dimana jarak
antara satu pemukiman dengan pemukiman lainnya relatif jauh dan aksesibilitasnya
sulit dijangkau melalui jalan darat sehingga secara ekonomis tidak menguntungkan bagi
pihak PLN.

Alternatif yang dapat ditempuh untuk memenuhi kebutuhan energi listrik bagi
daerah-daerah yang sulit dijangkau PLN adalah dengan menggunakan Pembangkit
Listrik Tenaga Surya (PLTS). Apabila PLTS Terpusat dapat dibangun pada daerah
tersebut maka masyarakat dapat memperoleh penerangan listrik yang dapat
dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dan tidak terbatas sumber energinya. Tentu saja
hal ini turut membantu perekonomian masyarakat dalam hal menghemat biaya
pengeluaran untuk penerangan mereka selama ini. Untuk model PLTS terdapat 2
macam, yaitu model tersebar atau yang dikenal dengan Solar Home System (SHS) dan
model terpusat atau yang dikenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terpusat.
Model SHS lebih cocok untuk pemukiman yang memiliki jarak antar rumah satu dengan
KERANGKA ACUAN KERJA PERENCANAAN PLTS KOMUNAL - 3
rumah lainnya relatif jauh. Sedangkan model PLTS Terpusat lebih cocok diterapkan
untuk pemukiman yang memiliki jarak antar rumah satu dengan rumah lainnya relatif
dekat (pemukiman rapat).
2. POTENSI ENERGI SURYA
Terkait dengan energi surya, sebagai negara tropis Indonesia mempunyai
potensi energi surya yang cukup besar. Berdasarkan data penyinaran matahari yang
dihimpun dari 18 lokasi di Indonesia, radiasi surya di Indonesia dapat diklasifikasikan
berturut-turut sebagai berikut: untuk kawasan barat dan timur Indonesia dengan
distribusi penyinaran di Kawasan Barat Indonesia (KBI) sekitar 4,5 kWh/m 2 /hari
dengan variasi bulanan sekitar 10%; dan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) sekitar 5,1
kWh/m 2 /hari dengan variasi bulanan sekitar 9%. Dengan demikian, potensi angin rata-
rata di Indonesia sekitar 4,8 kWh/m 2 /hari dengan variasi bulanan sekitar 9%1 .

Gambar Potensi energi surya global


Untuk memanfaatkan potensi energi surya tersebut, telah dikenal teknologi
energi surya termal dan energi surya photovoltaic. Energi surya termal pada umumnya
digunakan untuk memasak, mengeringkan hasil pertanian dan memanaskan air.
Sedangkan energi surya photovoltaic digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik,
pompa air, televisi, telekomunikasi, dan lemari pendingin dengan kapasitas total sekitar
6 MW.
Pengembangan energi surya photovoltaic di Indonesia terutama ditujukan bagi
penyediaan energi listrik di daerah perdesaan. Istilah tenaga surya mempunyai arti
mengubah sinar matahari secara langsung menjadi panas atau energi listrik untuk
kegunaan kita. dua tipe dasar tenaga matahari adalah sinar matahari dan
photovoltaic (photo- cahaya, voltaic=tegangan) Photovoltaic tenaga matahari:
melibatkan pembangkit listrik dari cahaya. Rahasia dari proses ini adalah penggunaan
bahan semi konduktor yang dapat disesuaikan untuk melepas elektron, pertikel
bermuatan negative yang membentuk dasar listrik. Kondisi geografis Indonesia yang
KERANGKA ACUAN KERJA PERENCANAAN PLTS KOMUNAL - 4
terdiri atas pulau-pulau yang kecil serta banyak yang terpencil menyebabkan sulit untuk
dijangkau oleh jaringan listrik terpusat.
Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) akan lebih diminati karena
dapat digunakan untuk keperluan apa saja dan dimana saja : bangunan besar, pabrik,
perumahan, dan lainnya. Selain persediaannya tanpa batas, tenaga surya nyaris
tanpamemiliki efek samping terhadap lingkungan dibandingkan bahan bakar lainnya. Di
negara-negara industri maju seperti Jepang, Amerika Serikat, dan beberapa negara di
Eropa dengan bantuan subsidi dari pemerintah telah diluncurkan program-program
untuk memasyarakatkan listrik tenaga surya ini. Tidak itu saja di negara-negara sedang
dan berkembang seperti India, Mongol promosi pemakaian sumber energi yang dapat
diperbaharui ini terus dilakukan. Dengan demikian, energi surya dapat dimanfaatkan
untuk penyedian listrik dalam rangka mempercepat rasio elektrifikasi desa.

3. Dasar Hukum
Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah yang mendasari kegiatan Penyusunan
Perencanaan Studi Kelayakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah sebagai
berikut:
UU No. 30 Tahun 2007 tentang Energi.
Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan energi
Nasional.
Peraturan Menteri ESDM No. 10 Tahun 2012 tentang pelaksanaan kegiatan
fisik
pemanfaatan energi baru terbarukan.
Peraturan Menteri ESDM No. 3 Tahun 2016 tentang petunjuk teknis
penggunaan dana alokasi khusus bidang energi skala kecil tahun anggaran
2016.

4. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud kegiatan ini adalah melakukan perencanaan Pembangkit listrik tenaga surya
komunal (PLTS komunal) di mugi rahayu.
Adapun tujuan adalah mengadakan dokumen perencanaan solar cell komunal mugi
rahayu yang akan digunakan sebagai pedoman untuk membangun fisik.

5. SUMBER PENDANAAN
Dana bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) satuan kerja
perangkat daerah Dinas Penanaman Modan dan PTSP tahun anggaran 2017 dalam
program Penyiapan Potensi Sumberdaya, Sarana, dan Prasarana Daerah sebesar
Rp.184.030.000,- ( Seratus delapan puluh empat juta tiga puluh ribu rupiah )
dengan rencana pembiayaaan terlampir.

KERANGKA ACUAN KERJA PERENCANAAN PLTS KOMUNAL - 5


6. WAKTU PELAKSANAAN
Waktu pelaksanaan yang direncanaakan untuk kegiatan konsultansi perencanaan solar
cell komunal mugi rahayu sesuai jadwal waktu (time schedule) sebagai berikut.

Tabel Jadwal waktu perencanaan solar cell komunal mugi rahayu.

WAKTU PELAKSANAAN
NO URAIAN KEGIATAN BULAN I BULAN II
1 2 3 4 1 2 3 4
1 Persiapan
2 Koordinasi dengan pihak-pihak terkait
3 Pengumpulan data/pengukuran lapangan
4 Pengolahan data lapangan
5 Pembuatan laporan
6 Penyempurnaan laporan
7 Laporan akhir/final

7. RUANG LINGKUP KEGIATAN


a. Lokasi
Desa mugi rahayu kecamatan batu ampar
b. Metode pelaksanaan
kegiatan ini di bagi menjadi 3 (tiga) tahap yaitu: persiapan, pelaksanaan dan
pelaporan yang di uraikan sebagai berikut :

1. Tahap Persiapan
Pada tahap ini dilakukan pegumpulan data, pengukuran dan perhitungan mengenai
kondisi saat ini (existing) rumah tangga sasaran ini disekitar desa tersebut. Data yang
dikumpulkan adalah :
a. Gambaran umum
- Nama desa, kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi
- Koodinat geografis
- Aksebilitas personil dan barang ke lokasi dan dilengkapi peta arah lokasi
- Informasi jarak lokasi ke jaringan distribusi PLN terdekat (Jaringan Tegangan
Rendah)
- Jumlah rumah, jumlah fasilitas umum, jumlah lampu penerangan jalan
umum(PJU)
- Kerapatan rumah (jarak pembangkit ke titik beban terjauh maksimal 2 KM)

KERANGKA ACUAN KERJA PERENCANAAN PLTS KOMUNAL - 6


b. Aspek kelayakan
- Aspek legal (status lahan yang akan digunakan sebagai lokasi PLTS Komunal
atau tidak terjadi masalah atau sengketa setelah membangun).
- Aspek teknis (meliputi perhitungan jumlah energi beban perhitungan kapasitas
battery perhitungan kapasitas modul surya dan kebutuhan balance of system
yang harus di penuhi.

2. Tahap lapangan
Menentukan rancangan teknis dan kontruksi yang terdiri dari :
a. Modul surya ( jenis modul efisiensi, output modul surya/peak power output
karakteristik hasil tegangan tes produsen terbaca pada modul terbaca pada modul
seperti monufactur serial number, peak watt rating, peak current peak voltage open
circuit voltage dan short circuit current);
b. Inverter jenis inventer tegangan output AC tengangan input DC efisiensi total
harmonic distortion (THD) dan system proteksi);
c. Solar charge regulator (SRC) (control system algoritma /MPPT, efisiensi tegangan
input system proteksi dan ground fault protection);
d. Battery (jenis Battery life cycle kapasitas battery tegangan nominal umur teknis dan
tegangan nominal );
e. Pengkabelan pertanahan (grounding) dan manajemen pengkambelan;
f. Panel disteribusi (saklar utama/pemisah mini circuit breaker (MCB)earth leakage
circuit breaker (ELCB) saklar terminal dan busbar );
g. Penyangga PV array;
h. Rumah pembangkit (power house termasuk gambar layout di dalam rumah
penbangkit;
i. Peta sebaran konsumen jaringan disteribusi sambungan dan intanlasi rumah ( jarak
gawang jenis kabel tinggi lendutan jumlah PJU dan jenis lampu yang di gunakan
energy limiter dan pembantas arus pada rumah jenis kabel intalansii dan arde);
j. Penangkal petir (resistansi pembumian system pentanahan dan kontruksi menara).

KERANGKA ACUAN KERJA PERENCANAAN PLTS KOMUNAL - 7


3. Tahap pelaporan
a. laporan pendahuluan
- Laporan pendahuluan memuat metode serta rencana pelaksanaan pekerjaan;
- laporan harus di serahkan selambat lambat nya 1 (minggu) Setetah
penandatanganan kontrak;
- laporan pendahuluan di buat dalam rangkap 5

b. Gambar Rencana
- Memuat gambar hasil perencanaan pekerjaan yang nantinya menjadi acuan
pelaksanaan pekerjaan fisik;
- Gambar rencana di buat dalam rangkap 5

c. Rencana Anggaran Biaya


- Memuat perhitungan biaya pelaksanaan fisik;
- Rencana Anggaran Biaya di buat dalam rangkap 5

d. laporan akhir pekerjaan


- laporan akhir pekerjaan memuat hasil keseluruhan pekerjaan dan di lengkapi
dokumentasi hasil pekerjaan;
- laporan akhir di buat dalam rangkap 5;
- format laporan akhir berisikan data /informasi yang tertuang dalam ruang
lingkup kegiatan dengan daftar isi laporan sbb :
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
1.2. Maksut dan tujuan
1.3. Lingkup kegiatan
II. GAMBARAN UMUM
2.1. Gambaran umum lokasi
2.2. Komponen PLTS komunal
III. ASPEK KELAYAKAN
3.1. Aspek legal lokasi
3.2. Aspek teknis
IV. RANCANGAN TEKNIS
4.1. Rancangan system dan kontruksi
4.2. Rencana anggaran biaya pembangunan PLTS komunal
4.3. Gambar teknik
V. kesimpulan dan rekomendasi
Lampiran 1
Lampiran 2

KERANGKA ACUAN KERJA PERENCANAAN PLTS KOMUNAL - 8


8. PERSAYARATAN PENYEDIA JASA DAN PERSONIL YANG DI BUTUH KAN
Pemilihan penyedia jasa pelaksana pekerjaan akan di laksanakan dengan cara lelang
oleh ULP dengan berpedoman kepada ketentuan yang berlaku yaitu perpres nomor 54
tahun 2010 serta perubahanya.
Adapun persayaratan penyedia barang/jasa adalah sbb :
1. Perusahan yang memiliki sertifikat badan usaha (SBU): jasa desain rekayasa
mekanikal elekrikal dalam bangunan kode RE 105
2. Telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir (SPT/PPH) tahun 2015

1. KUALIFIKASI PERSONIL
a) Tenaga ahli/teknisi pelaksana di lapangan kualitas pekerjaan sangat di
pengaruhi oleh tenaga ahli denga kualifikasi masing-masing yang di tangani
pekerjaan ini agar pelaksanaan kegiatan konsultansi perencanaan
pembangkit listrik tenaga surya komunal (PLTS Komunal di MUGI RAHAYU
sesuai dengan yang di harap kan maka diperlukan beberapa tenaga ahli
dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Team Leader
- Pendidikan S1 tehnik elektro/teknik mesin/Teknik Listrik di butuh
kan 1 orang;
- Mempunyai SKA Ahli Madya Teknik Tenaga Litrik;
- Mempunyai NPWP dan KTP yang masih berlaku;
- Mempunyai pengalaman minimal 8 tahun di bidang kelistrikan
yang dibuktikan dengan referensi kerja dari pengguna jasa.
2. Ahli sipil
- Pendidikan S1 tehnik sipil di butuh kan 1 orang;
- Mempunyai SKA Ahli Muda Teknik bangunan gedung;
- Mempunyai NPWP dan KTP yang masih berlaku;
- Mempunyai pengalaman minimal 5 tahun di bidang kelistrikan
yang dibuktikan dengan referensi kerja dari pengguna jasa.
3. Ahli Elektro
- Pendidikan S1 tehnik elektro/teknik mesin/Teknik Listrik di butuh
kan 1 orang;
- Mempunyai SKA Ahli Muda Teknik Tenaga Litrik;
- Mempunyai NPWP dan KTP yang masih berlaku;
- Mempunyai pengalaman minimal 5 tahun di bidang kelistrikan
yang dibuktikan dengan referensi kerja dari pengguna jasa.
4. Surveyor
- Pendidikan minimal SMK/SMA semua jurusan dibutuhkan 1 orang;
- Mempunyai KTP yang masih berlaku;
- Mempunyai SKT Juru Ukur Survey Pemetaan;

KERANGKA ACUAN KERJA PERENCANAAN PLTS KOMUNAL - 9


- Mempunyai pengalaman minimal 2 tahun.
5. Drafter
- Pendidikan minimal SMK/SMA semua jurusan;
- Mempunyai KTP yang masih berlaku;
- Mempunyai SKT Juru gambar;
- Mempunyai pengalaman minimal 2 tahun.
6. Op. Komputer
- Pendidikan minimal SMA/SMK semua jurusan;
- Mempunyai KTP yang masih berlaku;
-
9. RENCANA ANGGARAN BIAYA
Rencana Anggaran Biaya (RAB) konsultansi perencanaan solar cell komunal mugi
rahayu sebesar : Rp.184.030.000,- ( Seratus delapan puluh empat juta tiga puluh
ribu rupiah )

10. PENUTUP
Demikian Kerangka Acua Kerja (KAK) ini disusun sebagai pedoman untuk pelaksanaan
kegiatan konsultansi perencanaan solar cell komunal MUGI RAHAYU.

Sangatta, Agustus 2017


Kuasa Pengguna Anggaran

Muhammad Yani.,S.Hut
NIP.19710503 199203 1 013

KERANGKA ACUAN KERJA PERENCANAAN PLTS KOMUNAL - 10