Anda di halaman 1dari 8

Nama : Dodi Hermanto

Nim : 1309055029

Prodi : S-1 Teknik Pertambangan

Mata Kuliah : Eksplorasi Tambang


Klasifikasi Sumberdaya dan Cadangan

Di dalam dunia pertambangan banyak istilah istilah yang harus dimengerti dan
dipahami secara gamblang, agar apa yang di ucpkan seorang mining enginer dapat
di mengerti secara tepat dan jelas, berikut coba saya jelaskan definisi dari
sumberdaya dan cadangan secara lebih dalam;

Dalam konteks ini suberdaya (Resource) baik itu mineral dan batubara, menurut
Standar Nasional Indonesia (SNI) sumberdaya adalah endapan mineral yang
diharapkan dapat dimanfaatkan secara nyata. Sumber daya mineral dengan
keyakinan geologi tertentu dapat berubah menjadi cadangan setelah dilakukan
pengkajian kelayakan tambang dan memenuhi kriteria layak tambang.

Suberdaya dibagi lagi kedalam beberapa kategori sebagai berikut;


Sumberdaya hipotetik (hypothetical resource) adalah jumlah bahan galian di
daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan yang dihitung
berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap
survei tinjau.

Sumberdaya tereka (inferred resource) adalah jumlah bahan galian di daerah


penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan yang dihitung
berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap
prospeksi.

Sumberdaya terunjuk (indicated resource) adalah jumlah bahan galian di


daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan yang dihitung
berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap
eksplorasi pendahuluan.

Sumberdaya terukur (measured resource) adalah jumlah bahan galian di


daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan yang dihitung
berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap
eksplorasi rinci.

Sedangkan Cadangan (Reserve) menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah


endapan mineral atau batubara yang telah diketahui ukuran, bentuk, sebaran,
kuantitas dan kualitasnya dan yang secara ekonomis, teknis, hukum, lingkungan
dan sosial dapat ditambang pada saat perhitungan dilakukan.

Cadangan juga dibagi kedalam beberapa kategori antara lain;

Cadangan terkira (probable reserve) adalah sumberdaya bahan galian


terunjuk dan sebagian sumberdaya bahan galian terukur, tetapi berdasarkan
kajian kelayakan semua faktor yang terkait telah terpenuhi sehingga
penambangan dapat dilakukan secara layak.

Cadangan terbukti (proven reserve) adalah sumberdaya bahan galian terukur


yang berdasarkan kajian kelayakan semua faktor yang terkait telah terpenuhi
sehingga penambangan dapat dilakukan secara layak.
Klasifikasi Sumberdaya dan Cadangan Batubara
Klasifikasi Sumberdaya dan Cadangan Batubara
1. Klasifikasi Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI)
Ada dua istilah utama yang digunakan dalam pengklasifikasian endapan,
yaitu sumberdaya (resources) dan cadangan (reserve). Sumberdaya adalah
bagian dari endapan batubara dalam bentuk dan kuantitas tertentu serta
mempunyai prospek beralasan yang memungkinkan untuk ditambang
secara ekonomis. Lokasi, kualitas, kuantitas, karakteristik geologi dan
kemenerusan dari lapisan batubara yang telah diketahui, diperkirakan
atau diinterpretasikan dari bukti geologi tertentu. Sumberdaya batubara
dibagi sesuai dengan tingkat kepercayaan geologi ke dalam kategori tereka.
tertunjuk, dan terukur. Sedangkan cadangan adalah bagian dari sumberdaya
batubara tertunjuk dan terukur yang dapat ditambang secara ekonomis.
Estimasi cadangan batubara harus memasukkan perhitungan dilution dan
losses yang muncul pada saat batubara ditambang. Penentuan cadangan
secara tepat t e l a h dilaksanakan yang mungkin termasuk studi kelayakan.
Penentuan tersebut harus telah mempertimbangkan semua faktor-faktor
yang berkaitan seperti metode penambangan, ekonomi, pemasaran, legal,
lingkungan, sosial dan peraturan pemerintah. Penentuan ini harus dapat
memperlihatkan bahwa pada saat laporan dibuat, penambangan ekonomis
dapat ditentukan secara memungkinkan. Cadangan batubara dibagi sesuai dengan
tingkat kepercayaannya ke dalam cadangan batubara terkira dan cadangan
batubara terbukti (lihat Gambar 2.8).
Klasifikasi sumberdaya dan cadangan batubara menurut Standar Nasional
Indosia (SNI) 5015:2011, adalah sebagai berikut :

a. Sumberdaya Batubara Tereka (inferred coal resource)

bagian dari total estimasi sumberdaya batubara yang kualitas dan


kuantitasnya hanya dapat diperkirakan dengan tingkat kepercayaan yang rendah.
Titik lnformasi yang mungkin didukung oleh data pendukung tidak cukup untuk
membuktikan kemenerusan lapisan batubara dan/atau kualitasnya. Estimasi dari
kategori kepercayaan ini dapat berubah secara berarti dengan eksplorasi lanjut.

b. Sumberdaya Batubara Tertunjuk (indicated coal resource)

bagian dari total sumberdaya batubara yang kualitas dan kuantitasnya


dapat diperkirakan dengan tingkat kepercayaan yang masuk akal, didasarkan pada
informasi yang didapatkan dari titik-titik pengamatan yang mungkin didukung
oleh data pendukung. Titik lnformasi yang ada cukup untuk menginterpretasikan
kemenerusan lapisan batubara, tetapi tidak cukup untuk membuktikan
kemenerusan lapisan batubara dan/atau kualitasnya.

c. Sumberdaya Batubara Terukur (measured coal resource)

bagian dari total sumberdaya batubara yang kualitas dan kuantitasnya


dapat diperkirakan dengan tingkat kepercayaan tinggi, didasarkan pada
informasi yang didapat dari titik-titik pengamatan yang diperkuat dengan
data-data pendukung. Titik-titik pengamatan jaraknya cukup berdekatan untuk
membuktikan kemenerusan lapisan batubara dan/atau kualitasnya.

d. Cadangan Batubara Terkira (probable coal reserve)


bagian dari sumberdaya batubara tertunjuk yang dapai ditambang secara
ekonomis setelah faktor-faktor penyesuai terkait diterapkan, dapat juga sebagai
bagian dari sumberdaya batubara terukur yang dapat ditambang secara ekonomis,
tetapi ada ketidakpastian pada salah satu atau semua faktor penyesuai yang terkait
diterapkan.

e. Cadangan Batubara Terbukti (proved coal reserve)

Bagian yang dapat ditambang secara ekonomis dari sumberdaya


batubara terukur setelah faktor-faktor penyesuai yang terkait diterapkan.

Gambar Hubungan antara Sumberdaya Dan Cadangan Batubara (SNI 5015: 2011)

Klasifikasi sumberdaya dan cadangan batubara menurut Standar Nasional


Indonesia (SNI) didasarkan pada tingkat keyakinan geologi dan kajian kelayakan.
Pengelompokan tersebut mengandung dua aspek, yaitu aspek geologi dan aspek
ekonomi.
1. Aspek Geologi

Berdasarkan tingkat keyakinan geologi, sumberdaya terukur harus


mempunyai tingkat keyakinan yang lebih besar dibandingkan dengan sumberdaya
tertunjuk, begitu pula sumberdaya terunjuk harus mempunyai tingkat keyakinan
yang lebih tinggi dibandingkan dengan sumberdaya tereka, serta sumber tereka
harus memiliki tingkat keyakinan yang lebih besar dari sumberdaya hipotetik.
Sumberdaya terukur dan tertunjuk dapat ditingkatkan menjadi cadangan terkira
dan terbukti apabila telah memenuhi kriteria layak (Gambar 2.10). Tingkat
keyakinan geologi tersebut secara kuantitatif dicerminkan oleh jarak titik
informasi (singkapan, lubang bor).

Adapun persyaratan yang berhubungan dengan aspek geologi berdasarkan


Persyaratan jarak titik informasi untuk setiap kondisi geologi dan kelas
sumberdayanya adalah Jarak pengaruh / jarak dimana kemenerusan dimensi dan
kualitas batubara masih dapat terjadi dengan tingkat keyakinan tertentu yang
disesuaikan dengan kondisi geologi daerah penyelidikan, Titik informasi dapat
berupa singkapan, parit uji, sumur uji, dan titik pengeboran dangkal atau pun
pengeboran dalam, Penentuan titik-titik informasi disesuaikan dengan
penyebaran batubara (garis singkapan) dan jarak pengaruh

Tabel Jarak Titik Informasi Menurut Kondisi Geologi (SNI 5015: 2011)

Kondisi Sumberdaya
Kriteria
Geologi Tereka Terunjuk Terukur

Jarak Titik 1000 < x 500 < x


Sederhana x 500
Informasi (m) 1500 1000
Jarak Titik 500 < x
Moderat 250 < x 500 x 250
Informasi (m) 1000

Jarak Titik
Komplek 200 < x 400 100 < x 200 x 100
Informasi (m)

2. Aspek Kelayakan Ekonomi

Ketebalan minimal lapisan batubara yang dapat ditambang dan ketebalan


maksimal lapisan pengotor atau "dirt parting" yang tidak dapat dipisahkan pada
saat ditambang, yang menyebabkan kualitas batubaranya menurun karena
kandungan abunya meningkat, merupakan beberapa unsur yang terkait dengan
aspek ekonomi dan perlu diperhatikan dalam menggolongkan sumberdaya
batubara.