Anda di halaman 1dari 9

Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Paser

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kabupaten Paser dengan luas wilayah daratan 11.487,03 km2 dan luas wilayah lautan 1.105,59 km2
secara morfologis didominasi oleh daerah pegunungan dan perbukitan di bagian Barat yang membentang
dari Selatan ke Utara, kemudian dataran di bagian Timur Kabupaten yang merupakan daerah pesisir pantai.
Secara administrasi terbagi dalam 10 (sepuluh) wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Long Kali, Long Ikis,
Kuaro, Batu Sopang, Muara Komam, Muara Samu, Tanah Grogot, Pasir Belengkong, Batu Engau, dan
Tanjung Harapan.
Selama kurun waktu 2000-2010, jumlah penduduk Kabupaten Paser mengalami peningkatan
sebesar 8,23%. Pada tahun 2000 penduduk Kabupaten Paser berjumlah 159.022 jiwa dan pada tahun 2010
bertambah menjadi 230.136 jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata 19,85 jiwa/km2 (Kabupaten Paser
Dalam Angka Tahun 2011). Dilihat dari distribusi dan kepadatan penduduk per kecamatan, persebaran
penduduk di Kabupaten Paser masih belum merata. Kecamatan dengan kepadatan penduduk tertinggi
adalah Kecamatan Tanah Grogot dengan kepadatan penduduk 188,66 jiwa/km2. Sedangkan kecamatan
dengan kepadatan penduduk terendah adalah kecamatan Muara Samu dengan kepadatan penduduk 4,94
jiwa/km2.
Dengan jumlah penduduk tersebut, Kabupaten Paser memiliki berbagai permasalahan. Berdasarkan
data Dinas Kesehatan, pada tahun 2010 jumlah kasus penderita penyakit berbasis lingkungan masih cukup
tinggi, yaitu mencapai 71.982 kasus, Dari jumlah tersebut, nasofaringitis akuta (common cold) merupakan
jenis penyakit yang dominan, yaitu mencapai 43.509 kasus,diikuti diare dengan 8.589 kasus. Hal ini menjadi
indikator bahwa kualitas lingkungan Kabupaten Paser masih rendah. Kualitas lingkungan yang rendah ini
disebabkan karena kondisi sanitasi lingkungan yang tidak sehat.
Selain permasalahan tersebut, permasalahan lainnya yaitu sistem drainase yang terbuka dengan
beban air berasal dari air hujan dan buangan limbah rumah tangga serta belum meratanya sistem drainase
menyebabkan beberapa drainase tidak berfungsi secara maksimal akibat banyaknya sedimen yang
menumpuk pada saluran drainase sehingga menyebabkan sering terjadinya genangan air, terutama saat
turun hujan.
Permasalahan sanitasi lainnya di Kabupaten Paser yaitu belum menyeluruhnya pengelolaan air
limbah domestik. Berdasarkan hasil Studi EHRA Tahun 2011, sekitar 64,2% rumah tangga telah memiliki
jamban dengan jenis kloset jongkok leher angsa dan diperkirakan 2,9% rumah tangga belum memiliki jamban
pribadi dengan saluran pembuangan tinja pada tangki septik sekitar 45,9%, cubluk/lubang tanah sekitar

Draft Memorandum Program Sektor Sanitasi (MPSS) Kabupaten Paser I-1


Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Paser

29,5%, dan tidak memiliki saluran akhir pembuangan tinja sekitar 4%. Namun masih ada masyarakat yang
pembuangannya langsung ke sungai/danau, kolam/sawah, kebun, dan saluran drainase walau dengan tingkat
persentase yang kecil.
Tentunya hal ini menjadi gambaran mengenai pembangunan sanitasi di Kabupaten Paser yang
belum merata dan belum menjadi prioritas sehingga lebih dari 74,6% penduduk masih buang air besar
sembarangan. Kondisi ini diperparah dengan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk membuang
sampah pada tempat yang telah disediakan. Bisa jadi fasilitas penampungan sampah masih belum tersedia
dan kurangnya sosialisasi tentang kesehatan lingkungan membuat masyarakat tidak peduli terhadap
lingkungan sekitarnya.
Pembangunan manusia Kabupaten Paser cukup positif yang ditunjukkan oleh meningkatnya Indeks
Pembangunan Manusia (IPM). Berdasarkan data BPS Provinsi Kalimantan Timur, perkembangan IPM
Kabupaten Paser pada tahun 2007 hingga 2010 terus mengalami peningkatan, yaitu pada tahun 2007 IPM
Kabupaten Paser sebesar 72,70, tahun 2008 sebesar 73,46, tahun 2009 sebesar 73,99, dan tahun 2010
sebesar 74,66. Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Timur, posisi IPM
Kabupaten Paser berada pada posisi 6.
Meningkatnya IPM Kabupaten Paser didorong oleh meningkatnya komponen perhitungan IPM, yaitu
Angka Harapan Hidup, Angka Melek Huruf, Rata-rata Lama Sekolah, dan Pengeluaran Per Kapita
Disesuaikan. Peningkatan IPM ini tidak terlepas dari upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Paser
dalam meningkatkan sarana dan prasarana yang berkesinambungan sehingga usia hidup penduduk semakin
bertambah. Angka Harapan Hidup pada tahun 2007 sebesar 72,06 meningkat pada tahun 2010 menjadi
73,09, Angka Melek Huruf pada tahun 2007 sebesar 94,61 meningkat pada tahun 2010 menjadi 96,00, Rata-
rata Lama Sekolah pada tahun 2007 sebesar 7,38 meningkat pada tahun 2010 menjadi 7,85, dan
Pengeluaran Per Kapita pada tahun 2007 sebesar 620,52 meningkat pada tahun 2010 menjadi 629,930.
Meningkatnya Angka Harapan Hidup menjadi salah satu indikator kesehatan lingkungan yang juga sangat
dipengaruhi sanitasi lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Paser bukan tidak melakukan tindakan apapun untuk memperbaiki kondisi
tersebut di atas. Berbagai program pembangunan sanitasi dilaksanakan namun masih bersifat sporadis
sebagai tindakan kuratif terhadap suatu permasalahan, tidak terintegrasi dan kurang memberdayakan
masyarakat. Banyaknya data-data sanitasi yang ada namun tidak terdokumentasi dengan baik menyebabkan
program-program pembangunan sanitasi kurang efektif, efisien, dan kurang tepat sasaran sehingga meskipun
banyak dilakukan pembenahan sanitasi namun belum mampu melayani masyarakat secara menyeluruh.
Masalah ego kelembagaan dan pendanaan menjadi salah satu kendala dalam pembangunan sanitasi selain
sanitasi belum menjadi program prioritas. Mekanisme dan perencanaan pembangunan sanitasi selama ini
dilaksanakan oleh masing-masing instansi tanpa adanya komunikasi dan koordinasi terpadu sehingga apa
yang telah dilakukan tidak mampu membenahi kondisi sanitasi secara menyeluruh.
Pembangunan Millenium atau yang dikenal Millenium Development Goals (MDGs) merupakan

Draft Memorandum Program Sektor Sanitasi (MPSS) Kabupaten Paser I-2


Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Paser

deklarasi negara di dunia termasuk Indonesia untuk memenuhi hak-hak dasar kebutuhan manusia. Ada 8
(delapan) poin tujuan pembangunan yang harus dicapai sebelum 2015 yaitu penghapusan kemiskinan,
pendidikan untuk semua, persamaan gender, perlawanan terhadap penyakit, penurunan angka kematian
anak, peningkatan kesehatan ibu, pelestarian lingkungan hidup dan kerjasama global. Dalam rangka
mewujudkan tujuan MDGs serta pelayanan sanitasi yang menyeluruh, komprehensif dan integral diperlukan
perencanaan pembangunan sanitasi yang terintegrasi, terarah, efektif, efisien, dan tepat sasaran melalui
Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kabupaten Paser.
Daftar program dan kegiatan yang menjadi prioritas pembangunan sanitasi Kabupaten Paser Tahun
20122014 telah di konsolidasikan dari awal melalui perwakilan-perwakilan beberapa SKPD terkait yang
menjadi anggota Tim Teknis Pokja Sanitasi Kabupaten Paser. Beberapa kegiatan dalam program dimaksud
telah dipastikan adanya dukungan pendanaan, khusus untuk kegiatan dan program yang dananya
bersumber dari APBD Kabupaten Paser. Tetapi bagi kegiatan dan program yang dukungan pendanaannya itu
diharapkan dari dana APBD Provinsi, APBN, dukungan dana swasta ataupun dana-dana bantuan Internasioal
perlu dilakukan sebuah konsolidasi yang komprehensif untuk mendapatkan jaminan dukungan pendanaan
pada semua kegiatan dan program yang telah di susun dalam SSK Kabupaten Paser.
Tentu saja konsolidasi untuk memastikan dukungan pendanaan program-program sanitasi
Kabupaten Paser, memerlukan kerja-kerja ekstra dari Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Paser sebagai
leader untuk mendorong lahirnya komitmen dari semua pihak yang potensial untuk mendukung program
sanitasi Kabupaten Paser.
Dokumen Memorandum ProgramSektor Sanitasi (MPSS) ini disusun untuk memastikan program-
program sanitasi prioritas di Kabupaten Paser telah di konsolidasikan secara komprehensif dengan semua
stakeholder dan pihak-pihak terkait yang berkompeten telah menyatakan komitmen dukungan pendanaannya
secara jelas dalam dokumen ini.

1.2 Maksud dan Tujuan

Maksud dari Memorandum Program Sektor Sanitasi Kabupaten Paser adalah sebagai acuan strategi
Pemerintah Kabupaten Paser dalam pembangunan dan pengelolaan sanitasi mulai dari perencanaan,
pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program pembangunan sanitasi dasar meliputi air minum, air limbah,
drainase, dan sampah baik jangka pendek maupun jangka menengah, terutama dalam proses pendanaan.
Sedangkan tujuan dari Memorandum Program Sektor Sanitasi Kabupaten Paser Tahun 2012-2014 adalah :
1. Melakukan konsolidasi dan integrasi keluaran proses perencanaan, tidak hanya SSK tetapi juga rencana
investasi dalam RPIJM dan dokumen perencanaan lainnya dari berbagai kementerian ke dalam suatu
dokumen perencanaan yang regular dan legal.
2. Menyusun sebuah dokumen program dan kegiatan sanitasi yang meliputi komitmen pendanaan baik
dari pemerintah kota, provinsi maupun pusat dan dari lembaga lainnya untuk kegiatan yang telah di
identifikasi sebelumnya yang akan menjadi landasan bagi pemerintah Kabupaten Paser dalam

Draft Memorandum Program Sektor Sanitasi (MPSS) Kabupaten Paser I-3


Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Paser

melaksanakan kegiatan dan program sanitasi.

1.3 Landasan Hukum

Penyusunan Memorandum Program Sektor Sanitasi Kabupaten Paser didasarkan pada beberapa
peraturan perundangan, meliputi :

1.3.1 Undang-undang
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air;
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;
5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antar
Pemerintah Pusat dan Daerah;
6. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional 2005-2025;
7. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
8. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah;
9. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;
10. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup;
11. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

1.3.2 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia


1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1982 tentang Pengaturan Air;
2 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 1991 tentang Sungai.
3 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan;
4 Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan
Beracun;
5 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan
Pengendalian Pencemaran Air;
6 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem
Penyediaan Air Minum;
7 Peraturan Pemerintah No. 65 Tahun 2005 tentang Standar Pelayanan Minimum (SPM);
8 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014.

Draft Memorandum Program Sektor Sanitasi (MPSS) Kabupaten Paser I-4


Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Paser

1.3.3 Keputusan dan Peraturan Presiden Republik Indonesia


1 Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 123 Tahun 2001 tentang Tim Koordinasi Pengelolaan
Sumber Daya Air;
2 Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2002 tentang Perubahan atas Keputusan
Presiden Republik Indonesia Nomor 123 Tahun 2001 tentang Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya
Air;
3 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2005 Tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Menengah Nasional (RPJM) Tahun 2004-2009.

1.3.4 Peraturan Menteri dan Surat Edaran


1 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2006 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (KSNP-SPAM);
2 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21/PRT/M/2006 tentang Kebijakan Dan Strategi Nasional
Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahan (KSNP-SPP);
3 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan
Sistem Penyediaan Air Minum;
4 Surat Edaran Mendagri Nomor 050/2020/SJ tentang Petunjuk Penyusunan Dokumen Rencana
Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD).

1.3.5 Peraturan Daerah Propinsi, Kabupaten dan Perbup


1 Peraturan Daerah Tingkat I Kalimantan Timur Nomor 12 Tahun 1993 tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah Provinsi Kalimantan Timur;
2 Peraturan Daerah Kabupaten Paser Nomor 6 Tahun 2003 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan
dan Kebersihan dalam Wilayah Kabupaten Paser;
3 Peraturan Daerah Kabupaten Paser Nomor 17 Tahun 2008 tentang Retribusi Pelayanan Mobil Penyedot
Tinja;
4 Peraturan Bupati Paser Nomor 10 Tahun 2009 tentang Rincian Tugas dan Fungsi Dinas Cipta Karya,
Kabersihan dan Perumahan Kabupaten Paser;
5 Peraturan Daerah Kabupaten Paser Nomor 12 Tahun 2009 tentang Tata Cara Perijinan dan
Pengawasan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun;
6 Peraturan Daerah Kabupaten Paser Nomor 8 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Persampahan
Kabupaten Paser;
7 Peraturan Bupati Paser Nomor 10 Tahun 2009 tentang Rincian Tugas dan Fungsi Dinas Cipta Karya,
Kabersihan, dan Perumahan Kabupaten Paser.

Draft Memorandum Program Sektor Sanitasi (MPSS) Kabupaten Paser I-5


Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Paser

1.4 Kedudukan Memorandum Program Sektor Sanitasi Kabupaten Paser


1 Sebagai acuan bagi Pemerintah Kabupaten Paser dalam menjalankan program investasi sektor sanitasi
2 Sebagai dokumen yang legal dalam memberikan jaminan prosedur pendanaan atau dukungan stimulan
terhadap program-program sanitasi Kabupaten Paser terutama dana dari lingkungan eksternal
Pemerintahan Kabupaten Paser

1.5 Metode Penyusunan


1. Proses review dokumen secara menyeluruh (RKA-KL, RPIJM, SSK, RTRW, RPJMD, Renstra SKPD, Renja
SKPD, dan lain-lain). Proses ini dilakukan oleh Tim Teknis Pokja Sanitasi Kabupaten Paser dengan
melihat kembali kesesuaian dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) dengan beberapa dokumen
lainnya yang relevan.
2. Proses Konsolidasi dan Prioritas Program kegiatan
Kegiatan ini adalah melakukan review pada daftar panjang (long list) program yang kemudian
menghasilkan daftar pendek (short list) kegiatan 5 tahunan.
Kegiatan ini meliputi :
A. Konsultasi program dan anggaran pada tingkat kota
Eksekutif (konsolidasi internal Kabupaten, evaluasi pagu APBD, konsultasi program kegiatan,
konsultasi rencana pembiayaan).
Legislatif (presentasi program kegiatan, komitmen program dan kegiatan jangka menengah).
B. Konsultasi program dan anggaran pada tingkat Provinsi
Mengirim dokumen ke Pokja Provinsi / dinas terkait/satker.
Presentasi program yang diharapkan dapat di danai Provinsi.
Konsolidasi dengan dinas terkait.
Rangkaian kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan: komitmen program dan kegiatan jangka
menengah dari dinas terkait yang sepakat akan memasukkan program/kegiatan yang disetujui ke
dalam program tahunan.
C. Konsultasi program dan anggaran pada tingkat pusat
Pokja Provinsi akan mengkoordinir proses ini.
Presentasi program yang diharapkan dapat di danai Pusat (melalui satuan kerja / Kementerian /
Lembaga). Konsolidasi dengan kementerian/Lembaga (melalui Konggres regional, Rapat
Koordinasi, dan lain-lain).
Hasil proses ini adalah komitmen program dan kegiatan jangka menengah dari Kementerian/Lembaga
terkait yang sepakat akan memasukkan program/kegiatan yang disetujui kedalam program tahunan.
3. Proses identifikasi kebutuhan studi dan desain (Masterplan, Feasibility Study (FS/Studi Kelayakan),
Detailed Engineering Design (DED), Dokumen Lingkungan, dll).
4. Proses penulisan (kerangka kerja logis, rencana implementasi jangka menengah, tahunan, rencana

Draft Memorandum Program Sektor Sanitasi (MPSS) Kabupaten Paser I-6


Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Paser

pengelolaan program, lampiran-lampiran dll).

1.6 Sistematika Dokumen


Pembahasan Memorandum Program Sektor Sanitasi Kabupaten Paser dalam dokumen ini terdiri
dari 8 (delapan) Bab, yaitu sebagai berikut :

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Maksud dan Tujuan
1.3 Landasan Hukum
1.4 Kedudukan Memorandum Program
1.5 Metode Penyusunan
1.6 Sistematika Dokumen

BAB 2 KERANGKA KERJA LOGIS PEMBANGUNAN SANITASI KABUPATEN PASER


2.1 Umum
2.2 Sub sektor Air Limbah
2.3 Sub sektor Persampahan
2.4 Sub sektor Drainase
2.5 Sub Sektor Air Bersih
2.5 Higiene

BAB 3 KONSOLIDASI PROGRAM DAN KEGIATAN


3.1 Metode konsolidasi
3.2 Proses dan Hasil Konsolidasi
3.3 Program Prioritas

BAB 4 KEBUTUHAN STUDI DAN DESAIN TEKNIS


4.1 Master Plan
4.2 Feasibility Study (FS/Studi Kelayakan)
4.3 Detailed Engineering Design (DED)
4.4 Perlindungan Sosial dan Lingkungan

BAB 5 RENCANA IMPLEMENTASI JANGKA MENENGAH


Uraian dan tabel-tabel mengenai Program/Kegiatan Jangka Menengah (5 tahunan) :
Nama Program dan Kegiatan (untuk setiap subsektor sanitasi)

Draft Memorandum Program Sektor Sanitasi (MPSS) Kabupaten Paser I-7


Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Paser

Lokasi kegiatan
Volume kegiatan
Jumlah Kebutuhan Biaya
Sumber Pembiayaan
Dinas/Instansi Pelaksana
Informasi dan keterangan lainnya
Dilengkapi dengan uraian mengenai
Rencana Jadual Perlaksanaan (Skedul)
Rencana Pendanaan dan Sumbernya
Manajemen dan 0rganisasi Pelaksana

BAB 6 RENCANA IMPLEMENTASI TAHUNAN


Uraian dan tabel-tabel mengenai Program/Kegiatan Tahunan (n+1, n+2 dst)
Nama Program dan Kegiatan (untuk setiap subsektor sanitasi)
Lokasi kegiatan
Volume kegiatan
Jumlah Kebutuhan Biaya
Sumber Pembiayaan
Dinas/Instansi Pelaksana
Informasi dan keterangan lainnya
Dilengkapi dengan uraian tentang kesiapan implementasi:
Ketersediaan Studi dan Disain Teknis
Ketersediaan dan komitmen Anggaran
Kesiapan lahan
Kesiapan masyarakat setempat

BAB 7 RENCANA PENGELOLAAN PROGRAM


7.1 Manajemen dan Organisasi
7.2 Rencana Pendanaan
7.3 Rencana Jadual Pelaksanaan
7.4 Rencana Pengadaan Barang dan Jasa (Procurement Plan)

BAB 8 REKOMENDASI DAN TINDAK LANJUT


8.1 Rekomendasi
8.2 Tindak lanjut

Draft Memorandum Program Sektor Sanitasi (MPSS) Kabupaten Paser I-8


Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Paser

LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Matriks Kerangka Logis Sektor Sanitasi.
2. Ruang Lingkup Pekerjaan Studi dan Desain Teknis.
3. Rincian Program dan Kegiatan Tahun 2012- 2014.
4. Rencana Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun 2012 2014.
5. Rincian Pendanaan Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahunan (2012 2014).

Draft Memorandum Program Sektor Sanitasi (MPSS) Kabupaten Paser I-9