Anda di halaman 1dari 50

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Makalah Sistem Komunikasi security Audio Video visual dan multimedia, dilatar
belakangi adanya tugas pada mata kuliah utilitas bangunan 2 di Jurusan Arsitektur Fakultas
Teknik Universitas Udayana, Sangat penting untuk mempelajari tentang audio visual dan
multimedia terutama penggunaanya sebagai Sistem Komunikasi dan Sekuritas atau
keamanan pada bangunan terlebih lagi bagi seorang calon arsitek saat ini, dimana seorang
arsitek nantinya akan merancang sebuah bangunan dan faktor kenyamanan dan Sekuritas
atau keamanan merupakan hal yang wajib di perhitungkan dalam setiap karya bangunan
yang dibuat.

Di era sekarang dengan perkembangan teknologi Audio Video Visual dan


multimedia yang sangat pesat dengan berbagai kecanggihanya sudah menjadi hal yang
lazim dalam bangunan yang bersifat pribadi dan bangunan public memiliki Sistem
Komunikasi security Audio Video visual atau yang biasa dikenal sebagai Smart building
guna menciptakan rasa nyaman dan aman bagi civitas di dalamnya, ini merupakan hal yang
amat penting dan harus diperhatikan dalam mendesain suatu bangunan, karena jika kondisi
suatu bangunan tidak menciptakan rasa aman dan nyaman bagi civitasnya maka suatu
bangunan dapat dinilai kurang memadai, dengan ini bangunan pun menjadi tidak fungsional
karena bertolak belakang dengan tujuan dari adanya arsitektur, yakni memberikan rasa aman
dan nyaman kepada penggunanya.

1
1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut:

1. Apa Pengertian media berbasis audio video visual dalam Utilitas Bangunan?
2. Bagaimana Manfaat penggunaan media berbasis audio video visual dalam Utilitas
Bangunan?
3. Apa saja jenis jenis media audio visual Utilitas dalam Bangunan?
4. Apa karakteristik media audio visual dalam Utilitas Bangunan ?
5. Apa saja perangkat dalam media audio visual dalam Utilitas Bangunan ?
6. Apa kelebihan dan kekurangan media audio visual dalam Utilitas Bangunan ?
7. Apa pengertian multimedia dalam dalam Utilitas Bangunan?
8. Bagaianan Manfaat penggunaan multimedia dalam Utilitas Bangunan ?
9. Apa saja perangkat perangkat multimedia dalam Utilitas Bangunan ?
10. Apa saja jenis jenis multimedia dalam Utilitas Bangunan ?
11. Apa kelebihan dan kekurangan multimedia dalam Utilitas Bangunan?
12. Bagaiman perbedaan multimedia dan media audio visual dalam Utilitas Bangunan ?
13. Bagaimanan Penerapan Multimedia dalam bangunan Smart Building ?

1.3 Tujuan
Tujuan dari tugas yang diberikan adalah agar mahasiwa mengetahui dan memahami
sains dan utilitas bangunan terutama pada penggunaan Sistem Komunikasi security Audio
Video visual dan multimedia dalam bangunan rancanganya.

1.4 Manfaat

Untuk Mahasiswa
a. Meningkatkan pengetahuan tentang sains dan utilitas khususnya Sistem
Komunikasi security Audio Video visual dan multimedia
b. Meningkatkan kemampuan dalam membuat makalah dan kerjasama kelompok.

2
Untuk Dosen
a. Memberikan tambahan wawasan kepada Bapak/Ibu dosen mengenai Sistem
Komunikasi security Audio Video visual dan multimedia
b. Membantu Bapak/Ibu dosen untuk mengetahui tingkat kemampuan mahasiswa
Mengenai utilitas bangunan khususnya Sistem Komunikasi security Audio Video
visual dan multimedia
c. Membantu Bapak/Ibu dosen untuk mengetahui tingkat kemampuan mahasiswa
dalam membuat makalah.

1.5 Metode Analisa

a. Jenis penulisan : Dibuat secara deskriptif kualitatif, yaitu menggunakan metode studi
pustaka dengan mengkaji lalu membandingkan sumber-sumber yang relevan sesuai
dengan materi yang dibahas.

b. Waktu dan tempat penulisan: Februari 2017 di Denpasar.

c. Teknik analisis data : Dengan mengumpulkan data berdasarkan kajian pustaka untuk
selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dengan mencari hubungan dan
pola sebab-akibat berdasarkan literature yang relevan.

3
BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 Pengertian Media Audio Visual

Secara bahasa, kata Media berasal dari bahasa Latin "Medius" yang berarti tengah,
perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media diartikan perantara atau pengantar
pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Dijabarkan juga oleh Djamarah (1995 : 136),
Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai
tujuan.
Berikut ini merupakan beberapa pengertian media audio visual secara umum menurut
para ahli.

1. Media Audio Menurut sadiman ( 2005:49 ) adalah media untuk menyampaikan


pesan yang akan disampaikan dalam bentuk lambang lambang auditif, baik
verbal ( ke dalam kata kata atau bahasa lisan ) maupun non verbal. Sedangkan
Media Visual adalah semua alat peraga yang digunakan dalam proses belajar yang
bisa dinikmati lewat panca-indera mata.(Daryanto, 1993:27)

4
2. Selain media audio dan media visual,ada juga media audio visual. Media audio
visual adalah media kombinasi antara audio dan visual yang diciptakan sendiri
seperti slide dikombinasikan dengan kaset audio (Ws Wingkel, 2009 :
321).Sedangkan menurut ( Wina Sanjaya, 2010:172) Media audio visual adalah
media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar bisa dilihat, misalnya
rekaman video, berbagai ukuran film, slide suara, dan sebagainya.

3. Menurut (Harmawan, 2007) mengemukakan bahwa Media Audio Visual adalah


Media instruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan
ilmu pengetahuan, dan teknologi) meliputi media yang dapat dilihat dan
didengar).

4. Audio visual merujuk kepada penggunaan komponen suara (audio) dan


komponen gambar (visual), dibutuhkan beberapa peralatan untuk dapat
menyajikan hal ini. Film dan program televisi adalah beberapa contoh dari
penyajian audio visual ini.

Presentasi bisnis, sekolah, perkuliahan, atau berbagai macam presentasi lainnya


seringkali disampaikan secara audiovisual. Dalam penyampaiannya penyampai
presentasi menyampaikan informasi melalui audio dengan berbicara, dan
memperjelas informasi dari pembicaraannya tersebut dengan menampilkan
berbagai macam gambar yang dimunculkan di dalam layar menggunakan
proyektor yang tersambung dengan perangkat komputer pribadi, atau bahkan
penyampai presentasi sering menampilkan video (audiovisual) di dalam
presentasinya.

Dapat disimpulkan bahwa media audio-visual adalah media yang mempunyai


unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih
baik, karena meliputi kedua jenis media auditif (mendengar) dan visual
(melihat). Media Audiovisual merupakan sebuah alat bantu audiovisual yang
berarti bahan atau alat yang dipergunakan dalam sistem keamanan pada gedung
merupakan standarisasi yang harus diterapkan sebagai fasilitas keamanan dan
kenyamanan pemakai gedung untuk menunjang utilitas bangunan gedung tersebut.

5
2.2 Manfaat Audio Visual dalam Utilitas Bangunan

Dari hasil penelitian media audiovisual sudah tidak diragukan lagi dapat membantu
dalam keamanan dan kenyamanan bangunan apabila dipilih secara bijaksana dan digunakan
dengan baik. Beberapa manfaat alat bantu audiovisual adalah:
Menambah variasi dalam keamanan bangunan;

Dapat digunakan sebagai alat penghubung antar ruang di dalam bangunan

Menghemat waktu dalam pemakaiannya untuk melihat seisi bangunan

Dapat memutar Film yang menggambarkan suatu proses, misalnya proses


kegiatan yang terjadi di dalam suatu ruang

Dapat melihat gambaran bersifat 3 dimensional.

Suara yang dihasilkan dapat menimbulkan realita pada gambar dalam bentuk
ekspresi murni.

Dapat menyampaikan suara seorang ahli sekaligus melihat penampilannya.

Kalau film dan video tersebut berwarna akan dapat menambah realita objek yang
diperagakan.

6
Dapat menggambarkan teori sain dan animasi.

Dapat dilakukan secara klasikal maupun individu.

Penyimpanannya mudah (praktis).

Mudah direvisi atau diperbaiki.

Relatif sederhana dan murah.

Program dibuat dalam waktu singkat.

2.3 Jenis-Jenis Media Audio Visual dalam Utilitas Bangunan

Media audio visual ini dapat dibagi menjadi dua jenis. Jenis pertama, dilengkapi
fungsi perlatan suara dan gambar dalam satu unit, dinamakan media audio-visual murni,
sepert film gerak (movie) bersuara, televisi dan video. Jenis kedua adalah media audio
visual tidak murni yakni apa yang kita kenal dengan slide, opaque, OHP, dan peralatan
visual lainnya bila diberi unsur suara dari rekaman kaset yang dimanfaatkan secara
bersamaan dalam satu waktu atau satu proses pembelajaran. Tetapi demikian itu tidak
mengubah hakikatnya sebagai peralatan media audio visual. Karena unsur gambar pada jenis
kedua ini berupa gambar yang diproyeksikan, maka tayangan gambar tersebut tetap gambar
dian (still picture), tidak bergerak dan termasuk media visual.
Adapun macam-macam media audio visual yang biasanya di gunakan di dalam
bangunan, yaitu:

1. Visitor Management System


2. CCTV ( Closed Circuit Television)
3. Access Control
4. Alarm Sytem
5. sistem tata suara (sound system)
6. Televisi (TV)
7. Sistem Telekomunikasi

7
1. Visitor Management System

Visitor Management System adalah sebuah system yang dipergunakan untuk


melakukan management tamu atau pengunjung, yang biasanya diterapkan pada high rise
building, perkantoran, instansi umum atau pemerintahan yang fungsi utamanya adalah
untuk mengurangi resiko yang tidak diiinginkan, baik berupa unsur kriminal, terorisme,
dan tindakan yang bersifat negatif lainya.

Visitor Management System merupakan sebuah cara terbaik untuk saat ini untuk
mencegah sesuatu yang tidak diinginkan, yang ditempatkan pada porsi membantu system
keamanan dan pengamanan sebuah instansi yang sudah ada sebelumnya, tetapi tidak
untuk menggantikan yang sudah ada.

Bentuk Visitor Management System ini, sangat fleksibel untuk disesuaikan dengan situasi
dan kondisi dengan instansi anda, mulai dengan hanya system tunggal mandiri, sampai
dengan system yang amat luas dan diintegrasikan dengan kemajuan teknologi saat ini,
baik berupa internet atau intranet, face recognition, biometrics, dan lain sebagainya.

2. CCTV (Closed Circuit Television)

8
CCTV (Closed Circuit Television) adalah penggunaan kamera video untuk
mentransmisikan signal video ke tempat spesifik, dalam beberapa set monitor. Berbeda
dengan siaran televisi, sinyal CCTV tidak secara terbuka ditransmisikan. CCTV paling
banyak digunakan untuk pengawasan pada area yang memerlukan monitoring seperti
bank, gudang, tempat umum, dan rumah yang ditinggal pemiliknya.

Sistem CCTV biasanya terdiri dari komunikasi fixed (dedicated) antara kamera
dan monitor. Teknologi CCTV modern terdiri dari sistem terkoneksi dengan kamera yang
bisa digerakkan (diputar, ditekuk, dan di-zoom) , dapat dioperasikan jarak jauh lewat
ruang kontrol, dan dapat dihubungkan dengan suatu jaringan baik LAN, Wireless-LAN
maupun Internet.

Sistem CCTV pertama dipasang oleh Siemens AG pada Test Stand VII di
Peenemnde , Jerman pada tahun 1942, untuk mengamati peluncuran V-2 roket. mencatat
insinyur Jerman Walter Bruch bertanggung jawab untuk desain dan instalasi sistem.

Sistem perekaman CCTV masih sering digunakan di tempat peluncuran modern


untuk merekam penerbangan roket, untuk menemukan kemungkinan penyebab
kerusakan, sementara roket yang lebih besar sering dilengkapi dengan CCTV yang
memungkinkan gambar-gambar menjadi tahap pemisahan ditransmisikan kembali ke
bumi dengan link radio.

9
Pada bulan September 1968, Olean, New York adalah kota pertama di Amerika
Serikat untuk menginstal kamera video sepanjang jalan bisnis utama dalam upaya untuk
memerangi kejahatan.Penggunaan kamera televisi sirkuit tertutup perpipaan gambar ke
Kepolisian Olean mendorong Departemen Olean ke teknologi terdepan melawan
kejahatan.

Penggunaan CCTV di kemudian hari menjadi sangat umum di bank dan toko
untuk mencegah pencurian, dengan merekam bukti kegiatan kriminal. Penggunaannya
lebih lanjut dipopulerkan konsep.

Bagian-bagian perangkat cctv :

Gambar. Kamera cctv

a. Kamera.( CCTV )
Kamera berfungsi menangkap atau mengambil gambar dan mengubah menjadi sinyal
listrik. yang terpasang di area-area/tempat-tempat yang akan diamati, Dalam fungsinya
kamera dapat di katagorikan sesuai kebutuhan dan keinginan seperti :
Standar, dome, pin hole. Secara teknologi jenis kamera didalam penggunaannya ada
yang secara wireless, outdoor atau indoor,dan juga secara fungsinya ada yang bisa
digerakkan (pan, tilt, zoom / PTZ). Dari kwalitasnya kamera dapat di tentukan oleh
beberapa hal seperti:
Image sensor

10
yaitu bagian yang berfungsi menangkap gambar, Semakin tinggi resolusi dan
kepekaannya (iluminasi) maka semakin baik kwalitasnya. Image sensor yang sering
digunakan berukuran 0.25, 1.3, 0.5 dan 1.

Kemampuan mengolah sinyal yang ada pada controllernya seperti kemampuan


automatic gain control, white balance dll.

Lensa
Lensa berfungsi mengarahkan bayangan ke image sensor, jangkauan dan luasan daerah
yang ingin diambil gambarnya disebut focus.

b. Monitor

Gambar. Monitor CCTV

Monitor berfungsi menampilkan gambar yang ditangkap oleh camera, Dengan system
kerja yang mengubah sinyal listrik menjadi gambar yang dapat dilihat.
Monitor untuk menampilkan kejadian secara live maupun playback, Dimana tampilan di
monitor diatur oleh controller.

Teknologi CCTV dengan menggunakan Digital Video Recorder adalah teknologi yang
sudah bisa diakses/dilihat dari berbagai tempat yang sudah memiliki jaringan computer

11
yang baik dan secara online memiliki kemampuan yang tinggi dalam mengaksesnya
serta sudah diset up sehingga memudahkan user untuk mampu meremote data gambar
yang dikirim.

c. Multiplexer

Gambar. Multiplexer

Fungsi dari multiplexer adalah mengatur tampilan dan perekaman gambar dari kamera
ke sebuah monitor dan VCR

d. Digital Video Recorder (DVR)

Gambar. Digital Video Recorder (DVR)

DVR Memiliki kemampuan sebagai multiplexer dan VCR, Dengan teknologi digital
Komputer saat ini seluruh data dirubah dan diolah dalam bentuk digital, Teknologi
DVR saat ini telah berbasis Personal Computer (PC) dengan spesifikasi dengan yang
ada dipasaran saat ini MPEG-4 DVR SYSTEM CONFIGURATION DIAGRAM

Digital Video Recorder terdiri dari 2 jenis

12
1. Stand alone,
2. DVR Card

Stand Alone
Stand alone berfungsi sebagai alat perekam dan alat untuk membagi tampilan di layer
monitor atau mengatur tampilan, Untuk keunggulannya, jika dibandingkan dengan
DVR Card maka penggunaaanya lebih praktis karena tidak memerlukan tambahan
PC, Instalasi Software, system ini memiliki beberapa kelemahan yaitu tidak di
rancang untuk dipakai sebagai WEB Based system, Futurenya masih terbatas jika
dibandingkan dengan DVR Card, Dan untuk kapasitasnya sangat terbatas karena
kendala dari system ini adalah pada slot harddisk sebagai penyimpanan data,

DVR Card
Sebagai penghubung antara PC dan CCTV dengan dilengkapi dengan Software yang
mana software nya memiliki fungsi sebagai alat perekam, alat pengatur tampilan, dan
alat penggerak camera PTZ, dan dapat juga difungsikan sebagai remote viewing
system melalui jaringan LAN, WAN, Internet, Dll. Mengacu dari software system ini
dapat dikembangkan untuk di pakai pada WEB Based
Media Pendukung DVR

Controller : alat untuk memilih kamera mana yang akan dilihat di monitor, atau
bisa juga mengatur semua kamera ditampilkan di monitor, mengatur
kondisi/kualitas gambar kamera tertentu seperti brightness, lama perekaman,
frame per second, model perekaman.
ii. Recorder : alat untuk merekam, menyimpan data, play back, menghapus data
lama, membackup data lama ke CD,DVD, atau harddisk lain.
Alat Card DVR:merubah data camera analog untuk dapat disimpan ke dalam
media digital seperti computer dan dapat dilihat hasilnya atau dipantau melalui
perangkat computer

13
e. CCTV with IP Based Kamera

Gambar. CCTV IP

IP Based Camera adalah kamera yang sudah memiliki IP Address sehingga dapat
berfungsi sebagai layaknya computer yang berada di jaringan LAN Kamera jenis ini
dapat berdiri sendiri tanpa Caed atau bantuan alat lain untuk terintegrasi dalam media
digital computer (HDD), Kamera jenis ini memiliki jenis penyimpanan yang lebih kecil
(MPEG4). Serta dapat diakses dimanapun asalkan jaringan LAN atau computer server
induknya sudah terkoneksi dengan Internet dan memiliki IP Public sehingga dapat
dilihat semua jenis Browser Internet yang ada.

Jenis-jenis Kamera CCTV

Adapun jenis-jenis kamera CCTV antara lain adalah sebagai berikut.


a. Box Kamera CCTV

14
Gambar. Box Kamera CCTV

Jenis kamera ini baik untuk digunakan untuk pengamatan jarak jauh dan
ditempatkan pada bidang vertikl. Untuk keadaan dimana cahaya yang minim
tidak terlalu menjadi pertimbangan. Bila kamera ini dipasang masih dalam
jangkauan tangan, lebih baik ditembahkan tempat untuk pelindung kamera
tersebut. Kamera jenis ini dapat digabungkan dengan alat tambahan yang
mendukung teknologi infra merah dengan (lensa kamera CCTV yang digunakan
juga harus sensitif terhadap sinar infra merah).

b. Dome Kamera CCTV

Gambar . Dome Kamera CCTV

Dome kamera ini lensa CCTVnya dilindungi oleh kubah, karenanya jenis kamera
ini sulit rusak. Pemasangan model dome relatif lebih mudah. Orang sulit menebak
arah dari kamera karena posisi kamera tertutupi kubah.

c. Infra Red Kamera CCTV

15
Gambar . Infra Red Kamaera CCTV

Infra red kamera ini baik untuk digunakan di tempat yang relatif gelap. Untuk
jauhnya jangkaun yang ditangkap tegntung dari kapasitas pencahayaan yang dimiliki,
yaitu LED yang dimiliki

d. Wireless CCTV Kamera

Gambar. Wireless CCTV Kamera

Dikenal dengan IP Kamera, terdiri dari berbagai macam dan ukuran. Ada yang
menggunakan baterai dan tidak. Terkoneksi secara langsung dengan internet,
sehingga anda dapat melihat secara realtime yang anda awasi. Dapat diakses melalui
HP yang mendukung untuk livestream CCTV tersebut.

e. Bullet Kamera CCTV

Gambar. Bullet Kamera CCTV

16
Kamera ini cocok digunakan untuk pengamatan CCTV jarak pendek dan menengah.
CCTV ini memiliki jenis kamera yang terbatas, sehingga mempengaruhi kualitas
gambar yang dihasilkan.

f. Convert CCTV Kamera

Gambar 9. Convert CCTV

Kamera CCTV ini dimaksudkan untuk penggunaan yng tersembunyi agar orang-
orang tidak menyadari dengan keberadaan kamera ini.

KEGUNAAN CCTV

CCTV sering digunakan untuk pengawasan (surveilans). Bisnis, kantor, sekolah,


dan bahkan tempat tinggal dapat menggunakan CCTV. Tempat yang paling sering
memanfaatkan CCTV adalah bank, bandara, kasino, instalasi militer, sekolah, toko-
toko, dan rumah sakit. Lebih terbuka tempatnya, semakin sering menggunakan
CCTV. Beberapa uraian manfaat CCTV berikut bisa dijadikan pertimbangan saat
Anda akan memilih CCTV.

Beberapa kegunaan CCTV adalah:

Upaya Preventif : Pelaku kejahatan biasanya menjadi ragu kalau


melihat sasarannya mempunyai CCTV. Banyak bangunan besar yang memiliki

17
beberapa ceruk pada eksterior menggunakan sistem CCTV ini. Hal ini disebabkan
oleh fakta bahwa ada beberapa wilayah di sekitar gedung tempat seseorang bisa
bersembunyi dan menyerang orang yang tidak curiga. Jika rumah memiliki
gerbang, CCTV bisa dimanfaatkan sehingga orang di dalam bangunan dapat
melihat siapa yang berusaha untuk masuk dan mencegah kemungkinan yang tidak
diinginkan.

Alat Pantau : Untuk memonitor keadaan dan aktivitas di dalam rumah atau
tempat usaha Anda dari mana saja.

Meningkatkan Kinerja : CCTV dapat meningkatkan kinerja karyawan dengan


signifikan. Karyawan akan sungkan untuk berleha-leha ketika jam kerja. Mungkin
juga karyawan Anda malah akan terpicu untuk semakin meningkatkan kinerjanya
karena ingin menunjukkan pada Anda bahwa dia bisa.

Membantu Penyelidikan : CCTV dapat menunjang penyelidikan tindak


kejahatan yang telah terjadi. Membantu pihak berwajib mengidentifikasi pelaku
kejahatan atau penyebab kecelakaan.

Barang Bukti : Hasil rekaman video dan foto dari CCTV dapat dijadikan barang
bukti. Ketika Anda melaporkan tentang pencurian atau kecelakaan, hasil rekaman
dan foto dari CCTV dapat menunjukkan siapa pelakunya.

3. Access Control

18
Gambar. Access Control

Sebuah sistem keamanan Access Control memungkinkan pemilik bangunan dan


property untuk melakukan lebih dari sekedar mengontrol masuk ke daerah yang
diproteksi. Sistem ini juga dapat membuat catatan history atau informasi secara elektronik
mengenai siapa saja yang masuk ke dalam ruangan yang sudah diproteksi. Dengan
adanya cacatan informasi tersebut membantu pemilik usaha mengidentifikasi siapa saja
yang masuk ke ruangan pada waktu-waktu tertentu. Ada beberapa metode verifikasi pada
sistem Access Control yang cocok digunakan, dan itu merupakan pilihan bagi anda yang
menginginkan sistem keamanan seperti apa yang anda perlukan sesuai dengan kebutuhan
serta budget yang anda miliki tentunya.

4. Alarm Sytem

Gambar. Alarm System

Alarm secara umum dapat didefinisikan sebagai bunyi peringatan atau


pemberitahuan. Dalam istilah jaringan, alarm dapat juga didefinisikan sebagai pesan
berisi pemberitahuan ketika terjadi penurunan atau kegagalan dalam penyampaian sinyal
komunikasi data ataupun ada peralatan yang mengalami kerusakan (penurunan kinerja).
Pesan ini digunakan untuk memperingatkan operator atau administrator mengenai adanya
masalah (bahaya) pada jaringan. Alarm memberikan tanda bahaya berupa sinyal, bunyi,
ataupun sinar.

19
untuk memberikan peringatan dini pada penghuni bangunan berkaitan dengan hal-
hal yang terjadi pada bangunan seperti kebakaran, getaran gempa (vulkanik atau
tektonik), bahaya tsunami, , keamanan dan kekuatan elemen struktur.

Sistem alarm ini dapat pula diintegrasikan atau dipisahkan dengan sistem alarm
yang menyangkut keamanan dan kenyamanan penghuninya, seperti ancaman pencurian
dan perampokan, teror dan aksi kejahatan lainnya, radiasi bahan berbahaya (nuklir), dan
emisi gas buang.

Penggunaan sistem alarm pada bangunan ini tentunya tidak terbatas hanya pada
bangunan gedung/rumah, tapi juga bangunan yang menyangkut infrastruktur transportasi
seperti jembatan, dan bangunaan infrastruktur keairan seperti dam, bendungan, tandon
dan sebagainya.

Secara umum, sistem alarm terdiri atas 3 unsur yaitu unsur detektor, unsur sinyal
tanda bahaya, dan unsur pengendali. Unsur detektor adalah piranti yang dapat mendeteksi
beberapa isyarat dan tanda yang berkaitan dengan fenomena yang dideteksi.

Sistem alarm pada bangunan gedung, terutama bangunan-bangunan publik seperti


perkantoran, mall/supermarket, hotel, apartemen, gedung sekolah/kuliah dan sebagainya,
umumnya memasang sistem alarm untuk kebakaran, sistem alarm keamanan. Sedangkan
sistem alaram untuk getaran gempa umumnya dipasang pada bangunan gedung bertingkat
tinggi, dan sistem alarm bahaya banjir biasanya dipasang pada bangunan-bangunan yang
rawan terjadinya genangan banjir.

Sedangkan detektor yang digunakan pada sistem alarm terhadap terjadinya bahaya
gempa adalah detektor perpindahan atau simpangan yang ditempatkan pada beberapa titik
sepanjang tinggi gedung. Apabila terjadi getaran gempa, maka bangunan akan ikut
bergetar. Getaran (simpangan) bangunan gedung ini akan bergantung pada besar kecilnya
getaran gempa. Getaran/simpangan bangunan ini pada setiap bangunan gedung sudah
dibatasi sesuai dengan persyaratan bangunan dan ketinggian bangunan. Bila
getaran/simpangan telah mencapai batas untuk evakuasi, maka alarm akan berbunyi dan
proses evakuasi harus segera dilakukan.

Pada sistem alarm untuk pengamanan dari bahaya kejahatan, detektor sistem
keamanan (security system) yang digunakan berupa detektor model sensor yaitu sensor

20
ultrasonik, sensor gelombang mikro, sensor infra merah dan sensor suara suara. Masing-
masing jenis sensor mempunyai keunggulan. Prinsipnya apabila ada benda bergerak,
maka akan terjadi perubahan panjang gelombang yang dipancarkan. Sensor ultrasonik
dan gelombang mikro termasuk dalam kategori sensor aktif, dibandingkan sensor infra
merah yang hanya menangkap gelombang infra merah yang dihasilkan oleh tubuh
manusia atau benda-benda panas yang mempunyai radiasi infra merah dan dapat dipasang
sampai jarak 30 m.

Untuk komponen utama sistem fire alarm terdiri dari :


1. MCFA ( Main Control Fire Alarm )
MCFA merupakan peralatan utama dari sistem protection. MCFA berfungsi menerima
sinyal masuk (input signal) dari detector dan komponen proteksi lainnya (fixed heat
detector, smoke detector, ROR heat detector, dll).

2. Alat Pendeteksi.
Alat pendeteksi atau detector adalah alat yang berfungsi sebagai alat penerima masukan yang
bekerja secara otomatis. Jenis detector kebakaran ini terbagi menjadi 4 macam yaitu:

Detektor Panas (Heat Detector).


Detektor Asap (Smoke Detector).
Detektor Api (Flame Detector).
Detektor Gas (Fore Gas Detector).

5. Sistem tata suara (sound system)

21
Gambar. Sistem tata suara (sound system)

Tata Suara adalah suatu teknik pengaturan peralatan suara atau bunyi pada suatu acara
pertunjukan, pertemuan, rapat dan lain lain. Tata Suara memainkan peranan penting
dalam suatu pertunjukan langsung dan menjadi satu bagian tak terpisahkan dari Tata
Panggung dan bahkan acara pertunjukan itu sendiri. Tata Suara erat kaitannya dengan
pengaturan penguatan suara agar bisa terdengar kencang tanpa mengabaikan kualitas dari
suara-suara yang dikuatkan. Pengaturan tersebut meliputi pengaturan mikropon-
mikropon,kabel-kabel,prosesor dan efek suara, pengaturan konsul mixer, kabel-kabel, dan
juga Audio Power amplifier dan Speaker-speakernya.
Pekerjaan sistem tata suara atau sound system diantaranya meliputi pemasangan
peralatan sentral sound system yang terdiri dari unit sinyal suara (program source) dan
penguat sinyal suara (audio amplifier), yang ditempatkan pada rak peralatan sentral
sistem tata suara
Peralatan Utama Sistem Tata Suara
Peralatan utama sistem tata suara diantaranya memenuhi back ground musik dan
pengumuman darurat / paging. Diantara pealatan utama dari sistem tata suara, adalah:

Micropone paging
Mixer
Power Amplifier
Ceiling speaker

22
Chyme microphone
Radio Tunner AM / FM
Caset dect
CD Player
Volume Control
Monitor unit

Tentu kita mengenal istilah sound system. Kita bisa temukan sound system di banyak tempat
yang memang membutuhkannya, baik di event tertentu, pesta, bioskop, sound system mobil,
home theater dan masih banyak lagi. Lalu sebenarnya, apa saja sih yang menjadi komponen
penyusun dari sound system ? Tentu kita ingin lebih mengenalnya kan untuk lebih
menambah wawasan yang kita miliki, jadi langsung saja kita bahas.

Power Amplifer

Gambar. Power Amplifer

Untuk komponen ini kebanyakan orang menyebut komponen ini dengan sebutan kata Power
saja, serta ada juga sebagian yang menyebutnya Ampli maupun Amplifier. Tugasnya tak lain
adalah untuk penguat suara yang akan dihasilkan speaker. Ada banyak macam model Power
yang beredar saat ini berdaya yang besar. Class daya nya juga sangat beragam. Dan untuk
sekarang ini yang paling pro ialah power Amplifier dengan class-H.

Microphone

23
Gambar. Microphone

Microphone terdiri dari dua buah sistim sambungan sinyal, Microphone kabel serta
Microphone dengan koneksi Wireless. Microphone jika digolongkan dari sisi jenis pun
bemacam macam yang meliputi, Microphone Dinamic, serta ada juga yang namanya
Microphone Condenser.

Jika dilihat dari segi penggunaanya, maka kita bisa golongkan;

1. Microphone Vocal
2. Microphone Conference
3. Microphone Klip (clavier/ clip on)
4. Microphone Percussion

Speaker

24
Gambar. Speaker

Nah komponen ini kita pasti sangat mengenalnya. Komponen ini adalah bagian terakhir
yang bertugas untuk mengeluarkan output sound atau bunyinya. Jadi speaker adalah barang
atau komponen yang menghasilkan atau mengeluarkan suaranya dan merupakan bagian yang
terakhir dari proses sound system tersebut. Suara yang dikeluarkan speaker ini adalah hasil
dari proses antara komponen Power Amplifier yang bertugas penguat sinyal suara serta
komponen Loudspeaker sendiri yang menjadi media getaran.

Mixer Sound System

Mixer Sound System

Peralatan Mixer juga menjadi bagian utama dari komponen komponen sebuah sound
system. Mixer merupakan alat yang terdiri dari saluran saluran (channel) yang berfungsi
mencampur sumber suara dari peralatan input supaya menjadi satu bagian output suara
menuju ke perangkat perangkat dengar lain yang mungkin disatukan. Mixer audio juga
memiliki beragam merk dalam sisi pemanfaatan secara sederhana berkembang dengan
pemanfaatan mixer digital untuk sound system lapangan.

25
Kabel Konektor

Gambar. Kabel Konektor

Ini adalah komponen yang bertugas atau berfungsi untuk menghubungkan antara
komponen satu dengan komponen lainnya yang saling berhubungan. Sehingga setiap
komponen dapat bekerja sesuai dengan tugasnya dan memprosesnya ke komponen proses
berikutnya.

Tentu masih ada lagi komponen yang menjadi bagian dari sound system seperti Equalizer,
Crossover, Sound FX, Direct Inject dan teman temannya. Beberapa ada yang bersifat
opsional, tergantung kegunaannya untuk apa dan dimana. Kami akan menyambungnya di
artikel yang selanjutnya untuk komponen komponen yang belum dapat kami jelaskan saat ini.

6. Televisi (TV)

Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai


penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih)
maupun berwarna. Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele (, "jauh") dari
bahasa Yunani dan visio ("penglihatan") dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat
diartikan sebagai alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media
visual/penglihatan.
Penggunaan kata "Televisi" sendiri juga dapat merujuk kepada "kotak televisi", "acara
televisi", ataupun "transmisi televisi". Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan

26
roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi'
secara tidak formal sering disebut dengan TV (dibaca: tivi, teve ataupun tipi.)

Gambar. Televisi (TV)

Televisi adalah sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup
bersama suara melalui kabel dan ruang. Dewasa ini televisi yang dimanfaatkan untuk
keperluan dalam utilitas bangunan dengan mudah dapat dijangkau melalui siaran dari
udara ke udara dan dapat dihubungkan melalui satelit. Televisi dalam utilitas gedung
adalah penggunaan program video yang direncanakan untuk mencapai tujuan keamanan

Televisi mempunyai beberapa komponen-komponen yang memiliki fungsi dari


masing-masing komponen tersebut. Kita sudah mengetahui apa itu televisi. Yaitu sebuah
perangkat yang menampilkan gambar yang bergerak sebagai sarana informasi dan
hiburan bagi para pemirsanya. Dimana sebelum menampilkan gambar-gambar yang
bergerak pada layar televisi tersebut terlebih dahulu diperlukan alat lainnya untuk
menangkap sinyal agar bisa kita menikmati siaran-siaran bergambar yang akan
ditampilkan dan ditayangkan pada

layar televisi itu. Nah, pada beberapa pembahasan di bawah ini akan dibahas mengenai
beberapa Komponen-Komponen pada Televisi beserta Fungsinya. Karena beberapa
komponen tersebut merupakan sarana penting agar televisi di rumah Anda bisa bekerja
dengan baik sesuai dengan tugasnya masing-masing. Yang mana ada beberapa nama
komponen-komponennya yang terdapat pada televisi.

27
Adapun nama-nama komponen-komponen yang terdapat pada pesawat televisi
tersebut adalah sebagai mana pada penjelasannya berikut ini:

Flyback

Flyback yaitu sebuah komponen yang sangat penting pada sebuah televisi, hal ini
dikarenakan sarana untuk menyuplai tegangan yang tinggi yang ada pada CRT,
disamping itu juga berguna untuk menyuplai beberapa tegangan-tegangan lainnya. Tetapi
Flyback juga terkadang sering mengalami kerusakan yang bisa kita lihat dari segi
fisiknya, dan juga terkadang kerusakannya tersebut tidak dapat dilihat dari bentuknya,
karena bisa saja bentuknya tidak berubah, tetapi mengalami kerusakan, walaupun
komponen ini adalah jenis komponen high voltage transformer. Biasanya kerusakan ini
bisa dilihat dari jalur PCB-nya. Dan kerusakan tersebut bisa diatasi dengan mengganti
pin-pinnya.

Rangkaian Power Supply (Catu Daya)

28
Rangkaian ini memiliki fungsi sebagai pengubah arus AC menjadi arus DC dan
berikutnya akan mendistribusikan ke semua rangkaian-rangkaiannya. Adapun rangkaian
catu daya ini terdapat garis pembatas yang berwarna putih yang terdapat pada PCB serta
pada daerah yang ada pada kotak yang berwarna merah. Adapun daerah yang ada dalam
garis putih tersebut merupakan rangkaian input, yang mana alat ini adalah daerah yang
memiliki tegangan tinggi. Dan pada daerah yang terdapat di dalam kotak merah
merupakan output catu daya untuk mendistribusikan tegangan-tegangan DC ke seluruh
rangkaian-rangkaian televisi.

Rangkaian Tuner (Penala)

Gambar. Rangkaian Tuner (Penala)

Adapun rangkaian ini terdapat penguat frekuensi tinggi (penguat High

29
Frequency), rangkaian penala ini pula mempunyai fungsi sebagai penerima sinyal yang
masuk ke gelombang televisi, yang masuk melalui antena lalu mengubahnya ke bentuk
sinyal frekuensi IF.

Rangkaian Intermediate Frequency (IF)

Rangkaian Intermediate Frequency ini berfungsi untuk menguatkan sinyal,


bahkan sampai 1000 kali, penala (tuner) yang menghasilkan sinyal output adalah sinyal
yang tergolong lemah, hal ini membuat sinyal tersebut sangat tergantung dengan sinyal
pemancar atau antena, keadaan alam, posisi letaknya, serta posisi penerima sinyal
tersebut. Jadi dengan rangkaian IF ini sangat berfungsi untuk mendapatkan sinyal yang
kuat. Disamping itu pula rangkaian IF tersebut juga berguna sebagai pembuang
gelombang-gelombang lain yang tidak berguna dan untuk meredam interferensi
pelayanan gelombang yang membawa suara yang bisa mengganggu gambar gambar yang
tampil pada layar televisi Anda.

Rangkaian Detektor Video

Rangkaian tersebut berfungsi untuk mendeteksi sinyal video komposit, yang


biasanya keluar melalui penguat IF yang menampilkan gambar, disamping itu juga
rangkaian detektor video ini juga berfungsi untuk meredam sinyal pengganggu secara
keseluruhan. Jadi jika ada sinyal asing yang akan masuk, bisa menyebabkan terganggu

30
dan menjadi buruknya kualitas gambar pada layar televisi, dan sinyal yang diredam
tersebut adalah salah satunya sinyal suara.

Rangkaian Defleksi Sinkron

Rangkaian Defleksi Sinkron atau Rangkaian Defleksi Sinkronisasi berfungsi


untuk pembangkit tegangan yang tinggi, dalam rangkaian ini terdapat empat blok
rangkaian, yakni rangkaian defleksi horizontal, defleksi vertical, sinkronisasi, serta
pembangkit tegangan tinggi.

Rangkaian Automatic Gain Control (AGC)

Yang mana rangkaian ini memiliki fungsi untuk menguatkan input yang
dilakukan secara otomatis. Pada rangkaian ini juga akan menstabilkan secara otomatis
input-input sinyal televisi yang terkadang berubah-ubah sehingga akan menghasilkan
output secara konstan.

Rangkaian untuk Menguatkan Video

Dalam hal ini jelas rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal video yang
luminan yang asalnya dari detektor video yang bisa menjalankan layar pada kaca televisi.
Dalam rangkaian ini ada juga rangkaian yang disebut dengan Automatic Brightness Level
(ABL), yaitu pengatur kuat cahaya secara otomatis yang mana fungsinya yaitu untuk
melindungi rangkaian-rangkaian yang bertegangan tinggi dari tegangan yang bermuatan
lebih, yang mana hal ini disebabkan oleh kuatnya cahaya yang terdapat pada layar televisi
Anda.

Rangkaian Audio

Rangkaian audio merupakan rangkaian yang menghasilkan suara, Mediator


Frequency (MF) yang terdapat pada rangkaian ini akan mendeteksi sinyal yang membawa
Intermediate Frequency (IF), dan sinyal ini akan dipisahkan dari sinyal yang membawa
gambar.

31
Jenis-Jenis Pesawat Televisi

1. Televisi Analog

Gambar. Televisi Analog

Televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase


dan/atau frekuensi dari sinyal. Seluruh sistem sebelum Televisi digital dapat dimasukan
ke analog.
Sistem yang dipergunakan dalam televisi analog adalah NTSC (National
Television System Committee), badan industri pembuat standar yang menciptakannya.
Sistem ini sebagian besar diterapkan di Amerika Serikat dan beberapa bagian Asia Timur,
seperti: China/Tiongkok, Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Taiwan, Mongolia.
Sementara, sistem PAL (Phase-Alternating Line, phase alternation by line atau untuk
phase alternation line). Dalam bahasa Indonesia: garis alternasi fase), adalah sebuah
encoding berwarna digunakan dalam sistem televisi broadcast di seluruh dunia. PAL
dikembangkan di Jerman oleh Walter Bruch yang bekerja di Telefunken, dan pertama
kali diperkenalkan pada 1967.

32
2. Televisi Digital

Gambar. Tv Digital vs Analog

Televisi digital (bahasa Inggris: Digital Television, DTV) adalah jenis TV yang
menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyebarluaskan video, audio,
dan signal data ke pesawat televisi. Televisi resolusi tinggi atau high-definition television
(HDTV), yaitu: standar televisi digital internasional yang disiarkan dalam format 16:9
(TV biasa 4:3) dan surround-sound 5.1 Dolby Digital. Ia memiliki resolusi yang jauh
lebih tinggi dari standar lama. Penonton melihat gambar berkontur jelas, dengan warna-
warna matang, dan depth-of-field yang lebih luas daripada biasanya. HDTV memiliki
jumlah pixel hingga 5 kali standar analog PAL yang digunakan di Indonesia.
Televisi kabel adalah sistem penyiaran acara televisi lewat frekuensi radio melalui serat
optik atau kabel coaxial dan bukan lewat udara seperti siaran televisi biasa yang harus
ditangkap antena. Selain acara televisi, acara radio FM, internet, dan telepon juga dapat
disampaikan lewat kabel.

Sistem ini banyak dijumpai di Amerika Utara, Eropa, Australia, Asia Timur, Amerika
Selatan, dan Timur Tengah. Televisi kabel kurang berhasil di Afrika karena kepadatan
penduduk yang rendah di berbagai daerah. Seperti halnya radio, frekuensi yang berbeda
digunakan untuk menyebarkan banyak saluran lewat satu kabel. Sebuah kotak penerima
digunakan untuk memilih satu saluran televisi. Sistem televisi kabel modern sekarang
menggunakan teknologi digital untuk menyiarkan lebih banyak saluran televisi daripada
sistem analog.

33
3. Televisi Satelit

Gambar. Televisi Satelit

Televisi satelit adalah televisi yang dipancarkan dengan cara yang mirip seperti
komunikasi satelit, serta bisa disamakan dengan televisi lokal dan televisi kabel. Di
banyak tempat di bumi ini, layanan televisi satelit menambah sinyal lokal yang kuno,
menghasilkan jangkauan saluran dan layanan yang lebih luas, termasuk untuk layanan
berbayar.
Sinyal televisi satelit pertama disiarkan dari benua Eropa ke satelit Telstar di atas
Amerika Utara pada tahun 1962. Satelit komunikasi geosynchronous pertama, Syncom 2
diluncurkan pada tahun 1963. Komunikasi satelit komersial pertama di dunia, disebut
Intelsat_I (disebut juga Early Bird), diluncurkan ke orbit pada tanggal 6 April 1965.
Satelit jaringan televisi nasional pertama, Orbita, dibuat di Uni Soviet pada tahun 1967.
Satelit domestik Amerika Utara pertama yang memuat siaran televisi adalah geostasiun
Anik 1 milik Kanada, yang diluncurkan pada tahun 1872.

7. System telekomunikasi Telephone

Perancangan telepon pada gedung harus mempertimbangkan kepada perencanaan


sistem komunikasi antara ruangan (intercom) dan perencanaan sistem komunikasi luar.
Perancangan ini juga harus memperhatikan sistem pengaturan pemasangan kabel dalam
bangunan sedemikian rupa sehingga tidak menggangu estetika pada bangunan serta

34
untuk memudahkan dalam perawatan. Perencanaan arus lemah telepon, sistem telepon
harus menggunakan sistem hubungan seperti saluran untuk daya pembangkit komputer,
yaitu aliran di dalam lantai (floor duct).

Dalam merancang suatu bangunan utamanya gedung yang berfungsi sebagai bangunan
sarana umum hal yang perlu di perhatikan adalah utilitasnya. Berikut salah satu utilitas
bangunan yang juga menjadi perencanaan adalah sistem telekomunikasi Gedung,
berikut ulasannya:

Ada dua macam Sistem telekomunikasi dalam gedung yang perlu kita perhatikan, yakni:
Sistem hubungan telepon

Gambar. Telepon.

Sistem network atau hubungan telepon dalam suatu gedung / bangunan, yaitu :

a) Hubungan eksternal
Berhubungan dengan nomor diluar yang tidak dalam ruang lingkup lingkunan
sistem PABX sebagai sentral telepon dalam gedung baik panggilan masuk
(incoming) atau panggilan keluar, seperti hubungan lokal, SLJJ, dan SLI.

b) Hubungan Internal.
Berhubungan masih dalam lingkungan sistem PABX sebagai sentral telepon
antar sambungan cabang/ nomor extension yang satu dengan sambungan cabang/
nomor extension yang lain.

35
Perangkat atau peralatan-peralatan yang digunakan dalam jaringan telepon
dalam gedung , yaitu :

1) Junction Box
Kotak pembagi jaringan telepon yang berfungsi sebagai terminal telepon
dari Telkom ke jaringan dalam gedung milik pribadi.

2) Panel incoming-outgoing
Titik input Kotak Terminal Batas (KTB) dari jaringan Telkom menuju
panel MDF.

3) MDF
Main Distribution Frame (MDF) yaitu panel atau kotak pembagi terminal
utama/ induk jaringan telepon dalam gedung baik dari SST telkom menuju
PABX atau pendistribusian jaringan extension ke ruangan-ruangan.

4) PABX
Private Automatic Branch Exchange (PABX) yaitu perangkat untuk
memperbanyak atau menambah nomor SST Telkom menjadi nomor
extension, sebagai sentral telepon dalam gedung yang mengatur lalu lintas
komunikasi suara.

5) UPS
Unit Power Supply (UPS) yaitu catu daya listrik cadangan apabila daya
listrik PLN mengalami pemadaman dan agar tegangan PABX tetap stabil 48
VDC.

6) Batere
Sumber listrik cadangan yang menggantikan sumber listrik PLN 48 VDC.

7) Arrester

36
Alat untuk melindungi peralatan telepon dari kerusakan akibat kejutan
tegangan berlebih, terkena petir, short circuit.

8) Operator Console
Alat operator telepon yang merupakan pintu gerbang dalam melakukan
komunikasi suara dapat mengatur lalu-lintas komunikasi suara,
menghubungkan ke nomor yang akan dituju baik telepon masuk (Incoming)
maupun telepon keluar (Outgoing) dan dalam lingkungan telepon intern.
Tipe operator console :

Telephone Based

Menggunakan pesawat telepon digital sebagai operator console, dengan


konsep yang praktis, common dan user friendly sehingga dapat
memberikan pelayanan dengan cepat dan lebih cocok digunakan oleh
perusahaan skala kecil dan menengah.

Computer Based

Operator console tipe ini menggunakan perangkat komputer yang dilengkapi


multimedia system dan peralatan khusus. Konsep ini memiliki features yang
lebih canggih dan diperuntukkan bagi perusahaan skala menengah dan
besar.

9) Jaringan/ instalasi
Merupakan rangkaian penghubung peralatan-peralatan telepon yang
membawa sinyal komunikasi seperti terminal-terminal, PABX, operator
console, pesawat telepon, dll. Berupa pair-kabel atau sepasang kabel (1 pair
berisi 2 kawat tembaga penghubung).

10) Roset

37
Adalah alat untuk menghubungkan jaringan/ instalasi telepon dengan kabel
pesawat telepon. Berupa terminal penghubung Out Bow (OB) yang tidak
ditanam di dinding dan terminal penghubung In Bow (IB) yang ditanam
didinding.

11) Pesawat telepon


Adalah alat yang digunakan untuk merubah suara menjadi sinyal
komunikasi.

12) Billing System


Billing system digunakan untuk memonitor biaya pemakaian telepon
sehingga dapat mengontrol, menganalisa dan merencanakan biaya
operasional khususnya pemakaian telepon. Dengan cara ini dapat
melakukan efisiensi yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan,
misalnya seperti di hotel. Berikut ini adalah keperluan atau pencatatan yang
dapat diperoleh dengan adanya billing system, yaitu :

Tanggal dan waktu panggilan terjadi


Nomor yang dipanggil
Nomor saluran cabang yang memanggil
Lama pembicaraan
Authorization code
Code account yang dibebankan
Dapat merekam semua pembicaraan lokal, nasional atau internasional

2.4 Karakteristik media audio visual dalam Utilitas Bangunan

a) Media Audio Visual mampu menghadirkan informasi atau pesan dalam wujud
gambar/visual dan suara secara riil, nyata.

b) Media Audio Visual lebih mengutamakan Visual dari pada suara, meskipun tidak bisa
lepas dengan suara yang berperan melengkapi informasi atau pesan visual.

38
c) Informasi yang disampaikan dapat berupa gambar/visual fakta, kejadian nyata,
ataupun sebuah fiksi/gagasan kreatif.

d) Melalui Media Televisi, program audio visual dalam setiap kali siar atau tayang dapat
ditonton oleh berjuta juta orang dalam waktu yang sama.

e) Media Audio Visual sementara ini masih dianggap sebagai media komunikasi dan
informasi yang paling efektif dibanding dengan media komunikasi dan informasi
yang lain (Media Cetak, Radio, dll )

f) Informasi atau pesan yang dikemas dalam Program Audio Visual teknik
penyebarannya dapat melalui media Televisi, Internet, VCD, DVD.

g) Program yang dikemas dalam format VCD atau DVD dapat ditonton berulang-ulang
dan mudah digandakan

h) Setiap program audio visual selalu dibatasi oleh waktu/durasi.

i) Dampak/impact program audio visual cukup tinggi, sehingga sebelum diedarkan atau
disiarkan harus benar-benar tidak ada kesalahan informasi. Jika terjadi kesalahan dan
terlanjur disebarkan atau disiarkan akan sulit untuk meralatnya.

j) Biaya untuk memproduksi program audio visual relatif mahal. 11. Dalam
memproduksi program audio visual dilakukan dengan tahapan-tahapan yang
sistimatis (Pra Produksi Produksi Pasca Produksi)

2.5 Kelebihan dan Kekurangan Media Audio Visual dalam Utilitas Bangunan

Berdasarkan penjelasan di atas dapat di jabarkan beberapa kelebihan atau kegunaan


media Audio-Visual yaitu :

Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata
tertulis atau lisan belaka)
Mengatasi perbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti :
1. Objek yang terlalu besar digantikan dengan realitas, gambar, film bingkai, film atau
model.
2. Objek yang kecil di bantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film atau gambar.

39
3. Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan tame lapse atau high
speed photography
4. Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman
film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal.
5. Obyek yang terlalu kompleks (mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram dan
lain-lain.
6. Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim dan lain-lain) dapat
divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar dan lain-lain.

2.6 Pengertian multimedia dalam dalam Utilitas Bangunan

Sebelum beranjak ke pengertian Multimedia maka terlebih dahulu kita mengetahui arti
kata media itu sendiri. Apabila dilihat dari etimologi kata media berasal dari bahasa latin
dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau
pengantar, maksudnya sebagai perantara atau alat menyampaikan sesuatu (Salahudin,1986:
3)

Secara umum multimedia diambil dari kata multi dan media. Multi berarti banyak
dan media berarti media atau perantara. Multimedia adalah gabungan dari beberapa unsur
yaitu teks, grafik, suara, video dan animasi yang menghasilkan presentasi yang
menakjubkan. Multimedia juga mempunyai komunikasi interaktif yang tinggi. Bagi
pengguna komputer multimedia dapat diartikan sebagai informasi komputer yang dapat
disajikan melalui audio atau video, teks, grafik dan animasi.
Pada pengertian multimedia di atas dijelaskan bahwa multimedia adalah gabungan
beberapa unsur media. Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan
menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi
(link) sehingga pengguna dapat melakukan navigasi, berinteraksi, berkarya dan
berkomunikasi.
Maka jika di hubungkan dengan utilitas bangunan mutimedia itu sendiri adalah suatu
alat atau media perantara yang digunakan sebagai alat keamanan dan alat komunikasi pada
bangunan yang menghasilkan atau menyajikan suatu teks, suara, gambar dan video. Contoh :
Speaker, CCTV, Proyektor, Komputer, Telepone, Internet.

40
Dalam merancang suatu bangunan utamanya gedung yang berfungsi sebagai
bangunan sarana umum hal yang perlu di perhatikan adalah utilitasnya. Berikut salah satu
utilitas bangunan yang juga menjadi perencanaan adalah sistem telekomunikasi Gedung atau
bisa juga di sebut sistem multimedia

2.7 Manfaat penggunaan multimedia dalam Utilitas Bangunan

Utilitas dalam gedung dapat diartikan suatu fasilitas kelengkapan gedung yang diperlukan
agar orang atau pengguna dapat melakukan kegiatan dalam gedung dengan selamat, sehat,
dan nyaman. Maka dari itu bangunan tersebut dangar memerlukan suatu alat yang dapat
memberikan suatu informasi tertentu pada saat ada hal-hal yang tidak diinginkan. Manfaat
multimedia pada bangunan gedung adalah :

Manfaat multimedia adalah sebagai alat komunikasi interaktif yang tinggi. Bagi
pengguna komputer multimedia dapat diartikan sebagai informasi komputer yang
dapat disajikan melalui audio atau video, teks, grafik dan animasi.

Maka jika di hubungkan dengan utilitas bangunan, multimedia itu sendiri adalah
sebagai alat atau sarana umum pada bangunan gedung yang bisa juga disebut sebagai
pengaman pada bangunan, sebagai alat komunikasi antar pengguna dan bangunan itu
sendiri dan juga sebagai alat untuk memberi informasi pagi pengguna.

2.8 Jenis Jenis Multimedia dalam Utilitas Bangunan

Multimedia adalah media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang
terdiri dari teks, grafik, gambar, foto, audio, dan animasi secara terintegrasi. Multimedia
terbagi menjadi dua kategori, yaitu: multimedia linear dan multimedia interaktif.

A. Multimedia linear

Multimedia linear dimulai dari satu posisi awal menuju ke suatu posisi akhir
dengan sedikit atau tanpa interferensi pemakai. Misalnya televisi, film, majalah,
koran. Pemakai hanya menjadi penonton dan menikmati produk multimedia yang
disajikan dari awal hingga akhir.

41
Ciri-ciri dari multimedia linear :

Sederhana

Bersifat logical

Ideal untuk produk yang kecil

B. Multimedia interaktif

Multimedia interaktif adalah integrasi digital antara text, graphics, animasi, audio,
gambar tak bergerak (still images) dan bergerak (motion video) dimana disediakan
kontrol terhadap konten dan interaksi tingkat tinggi bagi pemakai individu dan
aplikasi multimedia. Misalnya game, multimedia pembelajaran, website. Pengguna
dapat mengontrol apa dan kapan elemen-elemen multimedia akan dikirimkan atau
ditampilkan.

Ciri-ciri dari multimedia interaktif :

Bersifat non-linear

Ada unsur interaktif didalamnya

Pengguna menentukan apa, kapan dan bagaimana konten ditampilkan

Multimedia interaktif terbagi menjadi dua, yaitu :

a. Hierarchycal, pemakai memiliki pilihan, tetapi topik-topik dapat dibagi


menjadi subtopik yang lebih spesifik.

b. Non-linear, memungkinkan pemakai untuk bebas bergerak untuk melihat isi


materi dengan cara berinteraksi. Tidak ada hierarchy yang dipaksakan,
pemakai dapat bergerak bebas ke materi manapun. Gambar 6. Diagram
multimedia interaktif nonlinear

Pada multimedia linear pemakai hanya menjadi penonton dan menikmati produk
multimedia yang disajikan dari awal hingga akhir.

42
Contohnya adalah televisi, film, majalah. Pada multimedia interaktif pengguna dapat
mengontrol apa dan kapan elemen-elemen multimedia akan dikirimkan atau ditampilkan.
Contohnya game, multimedia pembelajaran, website.

2.9 Kelebihan dan kekurangan multimedia dalam Utilitas Bangunan

Kelebihan Penggunaan Multimedia

Kelebihan multimedia adalah menarik indera dan menarik minat, karena merupakan
gabungan antara pandangan, suara dan gerakan. Lembaga riset dan penerbitan komputer,
yaitu Computer Technology Reseach (CTR) , menyatakan bahwa orang hanya mampu
mengingat 20 % dari yang dilihat dan #0 % dari yang didengar. Tetapi orang dapat
mengingat 50 % dari yang dilihat dan didengar dan 80 % dari yang dilihat, didengar dan
dilakukan sekaligus hal ini membantu berbagai fungsi pada system komunikasi dan
sekuiritas atau keamanan bangunan

Kekurangan Penggunaan Multimedia


Design yang buruk akan menyebabkan kebingungan dan kebosanan atau pesan yang
tidak tersampaikan dengan baik. Kendala bagi orang yang memiliki terbatas seperti cacat
fisik. Tuntunan terhadap spesifikasi komputer yang memadai.
kekurangan dari multimedia sendiri ada karena faktor dari manusianya sendiri, seperti
kurangnya kemampuan untuk menggunakan teknologi tersebut atau gaptek (gagap
teknologi) seperti halnya pembuatan multimedia sendiri dikarenakan kekurangan manusia
sendiri ketika mendapatkan sesuatu.

2.10 Perbedaan Multimedia dan Media Audio Visual

Dari penjelasan di atas dapat kita lihat sesungguhnya multimedia dan media
audiovisual sedikit mirip dari penjelasan maupun definisinya. Dalam Penggunaan
perangkat-perangkatnya pun multimedia dengan audio visual tak jauh berbeda
diantaranya sama-sama menggunakan perangkat komputer, speaker yang mampu
mengeluarkan suara, proyektor, cctv, jariangan telfon.

43
Dalam hal penggunaannya pun tak jauh berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Fungsi multimedia dan media audio visual juga tak jauh berbeda sama- sama berfungsi
sebagai perantara dalam bentuk gambar serta suara yang bertujuan menghubungkan antar
satu ruang dengan ruang lainnya ar tercipta keamanan serta kenyamanan dalam utilitas
bangunan itu sendiri.

Tetapi terdapat perbedaan yang jelas antara multimedia dengan audio visual
dimana Pada multimedia pengguna dapat mengontrol apa dan kapan elemen-elemen
multimedia akan dikirimkan atau ditampilkan. Hal ini dapat dilakukan dari jarak jauh
dengan endali menggunakan internet. Sedangkan media audio visual hanya dapat
menampilkan media berupa video atau film yang berisi suara.

2.11 Penerapan Audio video visual & Multimedia dalam bangunan Smart Building

Gaya hidup masa kini menuntut desain arsitektur, desain interior dan mekanikal elektrikal
yang terpadu agar dapat memberi kecepatan gerak/mobilitas serta kemudahan kontrol juga
akses dari arah mana pun dan waktu kapan pun dalam bangunan baik bangunan yang sifatnya
privat ataupun fasilitas-fasilitas public.

Berbagai elemen dalam bangunan dihadirkan diantaranya :

44
cahaya lampu (lighting)
pendingin (AC)
keamanan pada pintu-jendela
komunikasi
peralatan audio video (sound system) & multimedia

Pada Umumnya penggunaan media audio visual dan multimedia pada smart building
adalah pada:

Sistem komunikasi :
Video / Gambar Iklan pada bangunan publik
Media hiburan
Media Pengumuman

dan pada system sekuritas atau keamanan


Alarm System / Alert system / system peringatan
Penggunaan Kamera Pengawas / CCTV

45
Sign / Tanda jalan evakuasi

2.12 Contoh Kasus Manfaat Media Audio Visual & multimedia

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete menegaskan, kamera CCTV


sangat penting untuk mengungkap kejahatan. Awalnya kami menganggap itu hanya
pendukung. Tapi, fungsinya sangat penting, bahkan terkadang menjadi petunjuk utama,
katanya.
Berdasar analisis yang dilakukannya, 50 persen kasus kejahatan bisa terungkap berkat
bantuan CCTV. Berdasar rekaman itu, polisi mendapat gambaran pelaku. Mulai ciri-ciri
fisik, jumlah personel, sampai modus yang dipakai. Dengan memperhatikan temuan itu,
petugas bisa langsung memetakan penjahat yang telah beraksi tersebut.

Berikut beberapa kasus kejahatanyang terungkap dengan adanya cctv :

1. Pembunuhan Pengemudi Bluebird

pembunuhan sopir taksi Blue Bird di Jalan Kalisosok beberapa waktu lalu. Polisi
sempat kesulitan karena bukti yang ditemukan di lokasi kejadian sangat minim. Sebab,
pelaku tidak meninggalkan jejak apa pun.
Namun, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku dari lima kamera CCTV yang terpasang
di dua pintu gudang dekat lokasi kejadian. Selain itu, ada tiga CCTV di sebuah pusat
perbelanjaan. Pelakunya sudah tergambar, tapi keberadaannya masih dicari, jelasnya.
Perwira dengan dua melati di pundak itu menyayangkan karena ada sejumlah tempat
strategis yang mengabaikan CCTV. Dia kemudian menyebut nama sebuah mal di
Surabaya. Di tempat tersebut, jumlah kamera pengawas sangat minim. Bahkan, kualitas
gambar kamera yang terpasang sangat buruk.

2. Perampokan Di Rumah Arsitek Dodi Triono

46
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, identitas
dua terduga pelaku penyekapan yang berujung kematian di Pulomas, Jakarta Timur
adalah Ramlan Butarbutar dan Erwin Situmorang.

Identitas mereka diketahui dari CCTV yang ada di rumah korban.

"Dari hasil analisa CCTV telah disimpulkan bahwa pelaku adalah Ramlan Butarbutar,"
kata Argo saat dikonfirmasi, Rabu (28/12/2016).

3. Kasus Kopi Sianida Wayan Mirna Salihin

KOMPAS.com
Rekaman kamera closed circuit telivision (CCTV) mengungkap menit-menit Wayan
Mirna Salihin meminum es kopi vietnam bersianida di Kafe Olivier, Grand Indonesia,
Rabu (6/1/2016).
Rekaman itu diputar dalam persidangan kasus dugaan pembunuhan Mirna dengan
terdakwa Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu
(13/7/2016).
Rekaman kamera CCTV itu diputar saat Hani alias Boon Juwita, teman minum kopi
Mirna, menyampaikan kesaksiannya dalam persidangan.

47
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari proses pembuatan makalah ini yang penulis dapat simpulkan bahwa, Penggunaan
Sistem audio visual & multimedia berpengaruh kuat terhadap pembentukan sebuah rancangan
bangunan. pengaruh yang berdampak paling besar terhadap rasa kenyamanan dan keamanan,
sehingga nantinya sebuah bangunan dapat di sesuai dengan konteksnya.

Maka dari itu Penggunaan kecanggihan Teknologi yang ada sekarang terutama Sistem
audio visual & multimedia sebagai bagian dari utilitas bangunan harus sudah diperhatikan dalam
proses perencanaan dan mendesain suatu bangunan. Agar kelak setelah bangunan telah
terbangun dan berfungsi mampu memenuhi kebutuhan civitas terhadap komunikasi dan sekuritas
atau keamanan.

3.2 Saran

Di era kemajuan teknologi saat ini Penggunaan Audio Visual dan multimedia dalam
bangunan sudah sepantasnya jadi keharusan, mengingat banyaknya manfaat yang kita dapat kan
Meski begitu, tidak sembarang peralatan / media yang dipakai berbagai spesifikasi yang
mumpuni mengikuti fungsi bangunanya termasuk penempatanya yang memerlukan perhitungan
tertentu.
Bisa diambil contoh pada kamera CCTV yang akan dipasang. Ada standar minimal yang
harus diperhatikan. misalnya kamera outdoor, harus ada inframerah agar bisa menjangkau daerah
yang objeknya minimharus memiliki cahaya. selain itu, penempatannya tidak bisa serampangan.
Sebab, pelaku kejahata bisa saja melumpuhkan CCTV sebelum beraksi. lokasi kamera tersebut
seharusnya tersembunyi. Pemilihan jenisnya juga harus tepat.

48
3.3 Penutup

Demikianlah makalah ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi para
pembaca. Penulis mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat
yang kurang jelas, dimengerti, dan kurang lugas. Karena penulis hanyalah manusia biasa yang
tak luput dari kesalahan dan penulis juga sangat mengharapkan saran dan kritik dari para
pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Sekian penutup dari kami semoga dapat diterima di
hati dan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

49
DAFTAR PUSTAKA

FIRHAN ABDURRAHMAN S.(2016). "JENIS, FUNGSI DAN APLIKASI


KEBUTUHAN UTILITAS BANGUNAN BENTANG TINGGI" Makalah pada Tugas
Menggambar Teknik II membahas tentang Sistem Utilitas Bangunan Bentang Tinggi,
Mataram
ROCHMATUN NAILI (2012) "MEDIA AUDIO VISUAL " Makalah pada mata kuliah :
Media Pembelajaran IAIN WALISONGO, SEMARANG
Wiwin Setyorini. (2014). SISTEM KEAMANAN BANGUNAN. Makalah untuk
memenuhi tugas mata kuliah : Utilitas Bangunan Universitas Negeri Malang, Malang
Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Grafindo Persada. 2003

Internet

Unpak Sakinah. (2013). Kelebihan dan Kekurangan Media Visual, Audio, AudioVisual,
Realia, Multimedia. (Online). Tersedia:
http://sakinahunpak.blogspot.co.id/2013/07/a_9.html (11 Februari 2017)
Mohammad Suyanto. (2005 ) Kelebihan Multimedia (online) Tersedia :
http://research.amikom.ac.id (11 Februari 2017)
Rudysantrie, A. (2015). Perencanaan Sistem CCTV. [Online]. Tersedia:
http://rudysantrie.blogspot.com/2012/03/perancangan-sistem-cctv.html
http://gjb3112lativ.wordpress.com/televisi/jenis-jenis-televisi/televisi-satelit/
http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi
http://www.jpnn.com/news/50-persen-kejahatan-terungkap-berkat-cctv?page=2
http://wartakota.tribunnews.com/2016/12/28
http://megapolitan.kompas.com/read/2016/07/14/08490781

50