Anda di halaman 1dari 19

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas terselesaikannya
makalah ini dengan judul alat Fotometri
Makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen mata
kuliah peralatan lab lanjut supaya dapat mengetahui tentang alat fotometri ini, baik fungsi
dan kegunaanny serta bagia-bagian dari alat tersebut
Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pengajar yang telah
memberi bimbingan dan arahan dalam menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Kami berharap makalah ini dapat memberi manfaat bagi para pembaca dalam
menambah ilmu dan memperluas wawasannya mengenai peralatan lab lanjut khususnya alat
fotometri ini. Tentunya makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu kami mohon
maaf jika ada kesalahan dalam penulisan makalah ini.

Medan, April 2017

Penulis
A. FUNGSI
1. untuk mengukur transmitansi atau absorbs cahaya (pernyerapan) oleh suatau sampel
sebagai dari panjang gelombang dan dibandingkan dengan standart tertentu.
2. untuk mengukur sederetan sampel pada sutau panjang gelombang tunggal.

B. KONSEP DASAR

Fotometrik merupakan salah satu metode dalam kimia analisis yang digunakan
untuk menentukan komposisi suatu sampel baik secara kuantitatif dan kualitatif yang
didasarkan pada interaksi antara materi dengan cahaya. Peralatan yang digunakan
dalam spektrofotometri disebut spektrofotometer. Cahaya yang dimaksud dapat berupa
cahaya visibel, UV dan inframerah, sedangkan materi dapat berupa atom dan molekul
namun yang lebih berperan adalah elektron valensi.akan dibahas pula hubungan antara
pengukuran warna dengan kosentrasi.

ABSORPSI SINAR DAN EMISI SINAR

Pada kolorimeter muncul gejala absorsi cahaya dan emisi cahaya. Untuk
menjelaskan gejala-gejala ini, kita harus bertolah dari anggapan bahwa pancaran
electromagnet selain dari merupakan gejala gelombang juga merupakan arus
energy. Paket energi yang kecil-kecil ini disebut Foton. Apabila berkas cahaya yang
monokhromatik mempunyai jarak gelombang ,maka energy paketnya dapat
dinyatakan dengan persamaan :
.
E = h.v .=

Ket : v = frekuensi cahaya

= jarak gelombang

Sinar yang jarak gelombangnya kl.900 nm akan menimbulkan panas pada bidang
yang terkena sinar. Tetapi sinar Rontgen ( sama dengan kl.0,1 nm) memiliki cukup
energy untuk menembus materi. Dalam molekul dijumpai beberapa jenis energy
yakni:

1. Energi translasi energrotasi


2. Energy vibrasi dan
3. Energy potensial.

Ada Tiga macam macam ABSORPSISPEKTRA


1. VIBRASISPEKTRUM

Pada penyinaran dalam kawasan inframerah (2,5 -1,6 nm), energy yang
diabsorsikan juga dipergunakan untuk mengexsitasikan molekul. Energi yang
diserap itu dipakai untuk memperbesar energy vibrasi atom atau gugus atom
tertentu dalam molekul. Jarak gelombang sinar yang diabsorpsikan bergantung
pada massa atom dan pada gaya ikatan molekul. Gugus atom seperti C-C,C=C,H
H=CI. Mempunyai frekuensi vibrasi yang berlainan dan juga akan
mengabsorpsikan jarak gelombang yang berlainan.

Absorpsi sinar inframerah mengakibatkan perubahan yang seksama tertentu pada


energy vibrasi ikatan. Dalam tiap molekul umumnya di jumpai bersama sama
lebih dari satu frekuensi vibrasi yang masing masing dapat menyerap gelombang
tertentu dari pancaran sinar inframerah.

2. ELEKTRONSPEKTRUM

Elktrosnpektrum energy yang dapat diserap dipergunakan untuk memindahkan


jalur electron ke jalur yang lebih tinggi nivo energinya sehingga molekul
mencapai keadaan exsitasi. Bahkan juga dapat etrjadi sebuah elktron sama sekali
tersingkir dari molekulnya.

Energi extra yang diperoleh molekul dari froton yang diserap dilimpahkan lagi
kepada molekul lain pada waktu terjadi benturan antar molekul sihingga energy
yang diserap tadi diubah menjadi energy kinetik.

Molekul juga dapat memacarkan lagi sebagian dari energy yang di serap dan sinar
yang dipancarkan mempunyai jarak gelombang yang lebih panjang.

Prinsip emisi pancaran ini di terapkan pada emisi spektrometri nyala api efek yang
dapat menggangu dalam hal ini ialah autoapsorbsi sinar yang di emisikan oleh
suatu molekul akan diabsorbsikan lagi oleh molekul-molekul lainnya untuk
mencapai keadaan eksitasi

3. ATOMASORBSISPEKTRUM

Energi eksitasi bagi atom-atom di peroleh dari sinar sumber cahaya dan energy
yang diabsorbi ini sama dengan selisih energy antara dua nifo energy. Peralihan
antara dua nifo energy yang melibatkan posisi dasar biasanya mempunyai
intesitasi emisi dan absorbsi yang lebih kuat dari pada kemungkinan peralihan
yang lain. Peralihan dari posisi dasar ke posisi eksitasi yang pertama di sebut garis
resonasi artinya pada atom absorbsi. Pada atom absorsi ini tiap elemen dalam zat
contoh akan menyerap sinar dengan jumlah jarak gelombang yang terbatas dalam
kawasan spectrum yang sangat sedikit
4. TRANSMISI DAN EXTINGSI

Transmisi extingsi adalah apabila seberkas cahaya monokhomatik dengan


intensitas Io dijatuhkan kepada kuvet( wadah kecil untuk larutan dalam
kolirimetri) dengan ukuran dalam d, dan berisi larutan dengan konsentrasi c, maka
setelah berkas tersebut menempuk jarak x. intensitas cahaya akan turun sampai I.
melalui lapisan tipis dx, penurunan intensitas cahaya Di akan berbanding lurus
dengan I dan dengan jumlah mol cdx. Jadi , Di =- k.c.dx(dalam persamaan
deferesial ini, k = konstantan perbandinagn lurus yang antara lain bergantung pada
kemungkinan peraluhan antara dua nifo energy potensial molekul dalam
larutan).Kalau intensitas awal (I o) berkas cahaya itu disebut 100% maka I.t akan
langsung menyatakan prosentasesesisanya dalam hal ini di katakan tentang
transmisi prosen yaitu

%T = T X 100 = 102

Transmisi berkurang secara eksponsial dengan bertambahnya konsentrasi larutan dan


dengan bertambahnya tebal kuvet.Nisbah anatara extingsi E dan transimisi T ialah :

E = - log T

Nisbah antara extingsi E dan konsentrasi larutan ialah :

E = c..d

Jadi menurut persamaan ini extingsi itu berbanding lurus dengan konsentrasi zat yang
menyerap cahaya, berdasarkan definisi daripada extingsi maka

Untuk T = 1 ( atau 100%), extingsi ( E) = 0

Untuk T = 0 , extingsi ( E ) = ( tak terhingga )

C. ALAT ALAT SELEKSI SPEKTRAL

Pada pengukuran tansmisi atau absobsi di pergunakan filtor atau monokhromator,


yang pemilihannya bergantung pada metode yang di terapkan baik dengan filtor maupun
dengan monokhromator

D. MACAM MACAM FILTOR

Filtor dipergunakan pada pengukuran yang hanya memerlukan satu atau satu
himpunan jarak gelombang yang sangat terbatas jumlahnya

Karakteristik suatu filtor ialah rentangan harga tengah (L ) dan jarak gelombang
yang mempunyai transmisi maksimal dan transmisi maksimalnya ialah T dan yang dimaksud
dengan rentangan harga tengah ialah kawasan jarak gelombang antara duan titik yang
transmisinya bernilai setengah dari T . Jarak gelombang disebut garis analitik filtor

Filtor dibagi dalam tiga kelompok :


1. Filtor gelatina terdiri atas lapisan gelatina yang diinpredinasikan dengan zat pewarna
organic yang layak, lapisan ini berada antara 2 lempengan gelas.
2. Filtor cairan terdiri atas larutan komponen ansorbsi yang layak juga di tempatkan antara
2 lempengan gelas
3. Filtor gelas berwarna terdiri atas lempengan gelas yang mengandung zat warna yang
larut dalam gelas

Filtor gelas berwarna adalah lebih baik dari pada filtor yang memakai zat wzrna
yang disuspensikan dalam geatina atau yang dilarutkan sebabnya ialah karena filtor
mengabsorbsi sinar yang tidak dikehendaki sehingga dalam filtor timbul panas, selain filtor
untuk sinar yang dapat dilihat, ada juga filtor untuk kawasan gelombang ultra ungu dan
filtor untuk kawasan infra merah. Filtor ungu mengandung nikel( Ni) dan filtor infra merah
mengandung manganoeksida atau( Mno).

INTERFERENSIFILTOR

Filtor ini mentransmisikan gelombang gelombang yang sesuai dengan


tebalnya filtor yang karakteristik. Oleh karna pembiasan berkas yang keluar dari
prisma dengan sudut dating dan sudut bias yang telah tertentu itu masih bergantung
pada jarak gelombang , maka pada bidang focus lensa gambar akan tampak sebuah
spectrum yang terbentuk gambar-gambar berwarna dari pada celah kolimator. Karena
disperse yang terjadi pada prisma itu tidak linear, maka lebar himpunan akan berubah ubah
secara kontinyu dengan jarak gelombang. Dengan lebar celah yang tertentu, di kawasan
spectrum merah terdapat berkas gelombang yang lebih lebar dari pada di kawasan biru.
Prismamonokhromator kuarsa (kinyang) misalnya setiap mm lebar celah menimbulkan
lebar 50 nm bagi cahaya 700nm dan lebar berkas 1,5 nm bagi cahaya 250 nm.

TRALIMONOKHROMATOR

Pembiasan itu juga dapat dihasilkan dengan pembelokan (interferensi)oleh


sebuah trali (kisi)yang terdiri atas sebuah lempengan dengan jumlah besar celah
atau alur yang sangat berdekatan. Karna pembuatan kisi yang demikian itu
merupakan pekerjaan yang sangat rumit, maka biayanya pun cukup mahal. Sebab
itu kita beralih pada pembuatan kisi replica (cetakan colodion)dari kisi gelas yang
asli di lekakan kepada suatu dasar materi yang merupakan pemantul cahaya yang
baik. Akibat penguatan inteferensi , cahaya yang jatuh pada tiap alu kisi hanya
dipantulkan kea rah yang memenuhi persamaan yang berikut:

d. )sin I + sin r) k,

(d =Konstanta kisi, I,=sudut datar ,r=sudut pantul ,k =bilangan ordo.Filtor untuk


gelombang 590nm dapat pula menghasilkan cahaya dengan gelombang 197,5nm
dan o 295nm.Apabila cahaya yang jatuh tidak tegak lurus pada filtor,gelombang
yang dihasilkan agar bergeser kejarak gelombang dihasilkan akan bergeser kejarak
gelombang yang lebih panjang dan apa bila berkas cahaya itu tudak betul betul
parallel maka rentangan harga tengah akan menjadi lebih besar.

E. Macam macam Monokromator


Prismamonokromator

Monokromator memanfaatkan pemisahan warna oleh prisma yang bening dan


timbul akibat refraksiindex yang bergantung pada jarak gelombang yang
dinyatakan dengan persamaan deferensial.

D=

Lampu spectrum kontinyu

a.lampu wolfram ( lampu pijar biasa ) lampu ini terdiri atas sebuah bola gelas
yang difakumkan.Dalam bola ini ada kawat wolfram yang dipanaskan dengan
aarus elektrik kl.8 A Mwncapai suhu kl 2000 k dan yang spectrum kontinyu.
Sinar yang dipancarkan dalam kawasan spectrum yang terlihat hanya ada 15%

b.Lampu Nernst : Kawatbini lebih pendek dan di panaskan secara elektrik


sampai kl 1500 k.Kawat pijarnya dibuat dari campuaran zirkorniumoxida
(38%),itriumoxida (38%) dan erbiumoxida (3%). Kawasan gelombangnya
terletak antara 0,4 dan 20 mim.

c.lampu globar : Terbuat dari silsiumkarbida dan dipnaskan sampai kl 1500 K.


Sinarnya memilki jarak gelombang antara 1 dan 40 mim

d.Lampu Nikhrom : Terdiri atas sepotong pita nikelhrom yang dipanaskan kl


2000 K. Kawasan terletak antara 0,4 dan 20 m.

F. Macam macam lampu spectrum garis

Lampu ini disebut spectral. Jenis lampu ini terdiri atas tabung awamuat gas
yang kecil yang mempunyai mantel luar berbentuk torak. Tabungnya ada dua buah
elektroda yang tertutup dengan lapisan oxide atau oxida barium. Tabung berisi logam
beserta uapnya atau berisi gas ,keduanya pada tekanan yang sangat rendah (kl 0,01
atm).

Lampu spectra terpenting yag berisi gas ialah lampu hydrogen dan lampu
deuterium. Logam pengisi yang paling banyak dipakai ialah raksa dan natrium dan di
samping itu,juga dipakai raksa karmium. Energi ionisasi gas mulia lebih tinggi dari
pada energy ionisasi uap logam

Elemen Energi ionisasi

Argon 15,7 eV
Neon 21,6 Ev

Hidrogen 13,6 evV

Raksa 10,4 eV

Kadmium 9,0 eV
Natrium 5,1 eV

a. Lampu bidrogen :Spektrum lampu hydrogen 350 nm merupakan spectrum kontinyu


dan menunjukan karakteristik.
b. Lampu natrium : memancarkan garis-garis karakteristik natrium, jarak gelombangnya
589,0 nm dan 589,6 nm dan memancarkan garis yang terketak dalam kawasan
spectrum merah, hijau dan biru dan garis- garis ini dihasilkan oleh gas mulia yang ada
dalam tabung
c. Lampu raksa terbagi 2 jenis yaitu lampu mecukuri, yang bertegangan tinggi dan
bertegangan rendah. Kedua lampu ini terdapat didalam kawasan ultraungu. Lampu
raksa tekanan rendah mempunyai intensitas tertinggi pada garis resonasi raksa (253,7
nm). Lampu raksa tekanan tinggi mempunyai intensitas tertinggi pada 365,0 nm
sedangkan garis 253,7 nm tidak muncul akibat penyerapan intern (autoabsorbsi).
Sedangkan lampu raksa tekanan rendah, lampu tekanan tinggi menghasilkan cahaya
yang lebih banyak karena penempatan eklektroda yang jauh lebih dekat sehingga
terjadi apa yang di sebut awamuat lengkung menggantikan pengawamuatan sepanjang
gas penyerat. Sumber cahaya awamuat lengkung ialah lampu xenon tekanan tinggi.
Dengan kawasan gelombang 360 nm sampai 1300 nm dan punjak sinar karakteristik
sekitar infra merah antara 800 nm dan 1100 nm.

LAMPU KATODA RONGGA DENGAN SPEKTRUM GARIS

Lampu ini digunakan pada atom absorbsispktrometri, lampu katoda rongga


terdiri katoda berongga berbentuk tabung dan berhadapan dengan anoda dari
kawat wolfwarm. Keduanya ditempatkan dalam pembungkus gelas, lampu ini
diisi dengan gas mulia (argon, neon, helium atau krypton )sampai tekanan
maksimal 1cm raksa, pada katoda dan anoda dipasang tegangan sebesar kl 300
volt dan melalui katoda diakirkan arus sebesar 10 Ma. Tetapi ada pula lampu
yang mempunyai katoda yang dibuat dari campuran enam logam yakni
tembaga, magnesium , khrom, besi, nikel, dan kobal

G. Macam macam detector

Syarat yang harus di penuhi bagi sebuah detector ialah memiiki responsi yang
linier terhadap energy sinar dalam kawasan spectrum yang bersangkutan. Pada
detector fotoelektrik yang diterapkan guna meneteksi suatu sinar terdapat dua prinsip
yang terdiri dari :

1. Efek fotoelektrik extern


Dalam hal ini, foton melipahkan cuku energy kepada electron sehingga dapat
diemisikan dari materi (katoda) yang kemudian ditampung oleh katoda positif
(anoda). Jadi dalam, hal ini perlukan tegangan bantuan untuk mengadakan
tegangan pada anoda dan katoda yang diperlukan. Contoh detector ini ialah antara
lain, fotosel dan tabung fotomultiplikator.
2. Efek fotoelektrik intern
Dalam hal ini, foton memberikan energy yang hanya cukup untuk melepaskan
electron dari atomnya tanpa dapat keluar dari materinya. Ada dua jenis detector
yang menggunakan prinsip ini :
a. Fotosel bantuan bantaran. Sinar yang jatuh pada sel ini hanya mengubah
hambatan ohm, jadi diperlukan tegangan pembantu untuk menghasilkan
arus ukur. Dalam jenis ini termasuk antara lain fotodioda, fototransistor,
dan LDR (light dependent resistor) atau RPC (resistor peka cahaya )
b. Fotosel tegangan sel ini akan menghasilkan secara spontan ( tanpa
tegangan pembantu ) apabila terkena sinar , dalam kelompok ini
termasuk antara lain foto elemen
4. fotosel

Fotosel adalah tabung electron yang vakum atau berisi gas dan mempunyai
fotokatoda yang dapat melepaskan electron apabila terkena cahaya, fotokatoda
ini terdiri atas lempengan logam yang ditutupi dengan materi yang peka cahaya .
mengingat bahwa logam alkali mudah mengemisikan electron kalau terkena
cahaya (sinar elektromagnetik)logam ini dipergunakan sebagai lapisan yang peka
cahaya. Berhadapan dengan katoda terdapat ujung kawat logam (anoda A) yang
mempunyai tegangan tinggi terhadap lempengan logam katoda (gambar 142)
selisih potensialnya akan menarik electron yang diemisikan ke anoda dan arus
yang terjadi diukur dengan miliamperometer G. kekuatan arus bergantung pada
intensitas dan komposis spectrum cahaya yang jatuh pada fotokatoda. Bagi
gelombang tertentu terdapat nisbah yang linier antara kekuatan arus dan
intensitas cahaya. Arus ini dapat diperkuat dahulu sebelum diukur kalaau
terlampau lemah

Fotosel dibagi 2 kelompok :

Ada yang peka merah


Ada yang peka biru

Pada lapisan logam sel yang peka merah yang terdiri atas AgO-Cs akan terjadi
pembebasan electron apabila lapisan yang peka cahaya terkena sinar dengan jarak
gelombang antara 600 nm dan 850 nm. Pada fotosel yang peka biru yang lapisan
logamnya terdiri atas Cs- Sb atau Cs-Bi , hal itu terjadi apabila sel terkena cahaya
dengan jarak gelombang antara 350 nm dn 650 nm. Supaya kawasan gelombang
yang dapat membebaskan electron dari fotokatoda bertambah lebar, lapisan katoda
pada fotosel yang baru dibuat dari senyawa yang kompleks, dengan begitu dapat
diketehui bahwa katoda yang di buat dari pada kalium, natrium, sesium, dan
antimonium itu adalah peka terhadap kawasan spectrum yang membentang antara
inframerah dan ultraungu
5. tabung fotomultiplator

Tabung ini dipakai untuk mengukur isyarat cahaya yang sangat lemah.
Fotokatoda terdiri atas kisi yang dilapis dengan zat yang dapat mengemisikan
electron apabila terkena cahaya. 100 volt antara fotokaoda deengan electrode
pertama A, sehingga electron ini memperoleh tambahan energy yang cukup
banyak untuk dapat melepaskan lebih banyak elektron ( emisi sekunder) di A,
electron electron sekunder dipercepat lagi ke B oleh selisih potential (100 v)
yang terdapat antara A dan B sehingga setibanya di B electron-elektron yang
dating dari A itu akan membebaskan lebih banyak lagi electron

Kawasan gelombang cahaya yang dapat ukur dengan fotomultiplator terbentang


antara kl.200 nm sampai 800 nm , fotomultiplator adalah sebuah detector yang
linier, artinya arusnya dihasilkan itu berbanding lurus dengan intensitas siinar
yang diterima, dalam metode ini diterapkan dalamspektrofotometer.

6. Fotosemikonduktor

Resistor peka cahaya, fotodioda, dan fototrnsistor, ketiganya bekerja atas dasar
semikonduktor cahaya, RPC ( resistor peka cahaya ) akan turun hambatannya
apabila erkena cahaya, fotodioda ialah diode semikonuktor denga cahaya yang
jatuh pada hubungan yang membangkitkan pemikul muatan terkecil secara extra,
sehingga arus balik bertambah besar.Semua elemen yang tersebut bekerja
dengan sumber tegangan extern, elemen elemen ini diterapkan guna
mendeteksi kehadirannya sinar, pada pengukuran intensitas ,dan mengubah
variasi intensitas menjadi isyarat elektik.

7.Fotoelemen

Pada fotoelemen, electron bergerak melewati pagar potensial antara dua materi yang
dipilih, baik-baik dan peka terhadap cahaya, sel yang demikian yang terdiri atas
lempengan logam yang dilapis dengan materi semikonduktor, tapi biasanya digunakan
lapisan selenium diatas besi. Foli perak yang sangat tipis dan daya tembus cahaya
dilapiskan lagi melalui penguapan kepada materi yang semikonduktor itu. Lapisan
inilah yang mengadakan kontak dengan instrument pengukuran serupa dengan kontak
melalui lempengan dasar (gambar 144). Maka ditempat kontak dua jenis logam timbul
yang di sebut kontakpotensial. Pada sirkuit yang tertutup ini jumlah seluruh
kontakpotensial ( tanpa sinar cahaya yang datang ) tidak menghasilkan selisih
potensial sehingga tidak akan terjadi arus dalam sirkuitnya, tetapi apabila sel terkena
cahaya , maka keseimbangan yang berlaku pada sambungan perak/ semikonduktor
akan terganggu karena sinar cahaya akan menimbulkan lebih banyak electron bebas
dalam semikonduktor yang mengakibatkan timbulnya kontakpotensial yang lain pada
sambungan ini. Jadi terdapat potensial dalam sirkuit tersebut dan akan terjadi arus
yang kekuatan nya bergantung pada intensitas penyinaran. Jika hambatan sirkuit
terlampau besar (100 ohm), maka arus yang terjadi akan berbanding lurus dengan
intensitas sinar yang jatuh pada sel.
H. Macam-macam detector inframerah

Detector fotoelektrik tidak dapat dipergunakan sebagai detector pada


spektrofotometri inframerah, karena energy sinar yang terlampau kecil untuk dapat
membebaskan elktron. Oleh karena itu , detector inframerah bekerja atas dasar
kenikan suhu akibat energy cahaya yang diubah menjadi panas.materi untuk membuat
tingkat pada semua detector jenis ialah NaCl atau KBr. Jenis detector inframerah yang
sering digunakan yakni :

Sel golay
Detector ini terdiri atas sebuah torak logam yang kecil yang di satu sisinya ditutup
dengan lempengan logam hitam yang tipis dan yang mengabsorbsi sinar yang harus
diselidiki , sehingga terjadi kenaikan suhu pada lempengan logam tersebut. Torak
diisi dengan gas xenon, dan kenaikan tekanannya akan mengakibatkan pelengkungan
membrane. Melengkungnya membrane ini dapat diukur dari perubahan berkas cahaya
yang dipantulkan permukaan membrane
Bolometer
Detector ini dibuat dari pita emas yang tipis yang dihitamkan. akibat kenaikan suhu,
hambatannya akan mengalami perubahan yang melalui jembatan wheatstone dapat
diubah menjadi isyarat elektrik.

Materi semikonduktor : perubahan suhu akibat koefisien suhu cukup besar ( negative )
akan menyebabkan perubahan hambatan yang relative banyak dan juga dapat diubah
melalui jembatan wheatstone menjadi isyarat elektrik

I. Macam macam kuvet

Kuvet adalah kotak kecil yang dindingnya berbentuk persegi panjang dan
rongganya berbentuk torak dengan diameter yang sudah pasti dan dinding yang
berhadapan dengan kedua sisi torak itu diasah sehingga menjadi parallel, biasanya
digunakan dalam spektrofotometer jarak jalan optic 1,00 cm, untuk mengukur
transmisidengan jarak gelombang yang berlainan, terlebih dahulu harus ditentukan
batas-batas jarak gelombang yang akan diukur.

Fotometer
Fotometer pada prinsipnya hanya dipergunakan untuk analisis kuantitatif perbedaan
antara fotometer dan kolorimeter tidak dapat dikatakan secara pasti.kolorimeter
merupakan fotometer yang sederhana,yang praktis hanya dapat dipergunakan untuk
pengukuran absorpsi.fotometer dapat dipergunakan untuk mengukur cahaya dalam
arti yang seluas-luasnya dan yang dapat di ukur ialah:cahaya yang berasal dari
fluoresensi,cahaydifus,cahaya transmisi,dan lain-lain.

densitometer dirancang khusus untuk mengukur bercak dan pola bercak yang
sebarang bentuknya secara kuantitatif.cahaya yang dilewatkan di ukur dengan

fotomultiplator atau dengan fotosel


ada dua macam densitometer:

1.densitometer memakai satu fotosel

jalur kertas yang berwarna dibeberkn di depan sebuah pfotosel.meteran akan


menyimak akibat absorpsi cahaya.

2.densitometer memakai dua fotosel

mempergunakan dua fotosel yang masing-masing menerima jumlah cahaya yang


sama dari satu sumber cahaya.apabila di depan fotosel yang satu dibeberkan jalur
kertas berwarna,kertas ini akan menahan sebagian cahaya sehingga timbul perbedaan
pada arus yang dihasilkan kedua fotosel yang di ukur ialah perbedaan arus ini.
keuntungan dari pada metoda yang kedua ialah bahwa yang diukur itu selisih
intensitas.absorpsi yang terjadi oleh medium dapat dikompensasikan.

O.Spektrofotometer

Pengertian spektroskopi dan spektrofotometri pada dasarnya sama yaitu di


dasarkan pada interaksi antara materi dengan radiasi elektromagnetik. Namun
pengertian spektrofotometri lebih spesifik atau pengertiannya lebih sempit karena
ditunjukan pada interaksi antara materi dengan cahaya (baik yang dilihat maupun
tidak terlihat). Sedangkan pengertian spektroskopi lebih luas misalnya cahaya maupun
medan magnet termasuk gelombang elektromagnetik.

Prinsip kerja alat spectrophotometer yaitu cahaya dari sumber cahaya yang
masuk ke monokromator dan didispersikan menjadi cahaya monokromatis. Cahaya
monokromatis ditransmisikan melalui sel sampel dalam tempat sampel dan jatuh pada
detector, kemudian dikonversikan sinyal listrik yang memperkuat dan tercatat pada
rekorder. Sedangkan pada dasarnya analisis secara spectrophotometer dilakukan
dengan cara pembentukan cahaya senyawa berwarna dengan pereaksi-pereaksi
tertentu dan setiap warna mempunyai intensitas tertentu. Intensitas cahaya yang
dihasilkan diukur dengan spectrophotometer.

Sebagai prinsip dasar, cahaya dianggap sebagai bentuk gelombang energi


elektromagnetik. Dalam ruang ia memiliki nilai yang konstan dan kecepatan
universal [C] sekitar 3 x 10 8 m / s. Cahaya dapat menembus semua media yang
terbuka dengan pangjang gelombang tertentu . maka dapat di rumuskan :


v0 =

dimana:
v0 = Kecepatan di mana cahaya melewati medium
n = indeks bias Medium: yang nilainya berosilasi, di umum, antara 1,0 dan 2,5

Energi elektromagnetik memiliki rentang yang sangat luas panjang gelombang. Beberapa contoh yang
ditampilkan pada tabel berikut :

TIPE GELOMBANG RANGE PANJANG GELOMBANG


ELEKTROMAGNETIK
Gelombang Radio Hanya berjarak beberapa meter dengan kilometer
Gelombang Radar Dari 1 sampai 10 cm
Gelombang InfraRed Dari 1 sampai 10 microns(10-6m)
Cahaya Tampak Dari 300-700 nm (nanometer)
X-Ray Dari 0,1 0,5 Amstrong
Sinar Gamma Kira kira 0,0012 Amstrong

Setelah melewati atau berinteraksi dengan media yang beragam, cahaya mengalami
serangkaian fenomena. Di antaranya ditampilkan refleksi, refraksi, difraksi, penyerapan,
difusi, polarisasi dan fenomena lain diukur dengan berbagai instrumen dan perangkat.

Tabel di bawah ini menunjukkan rentang panjang gelombang yang digunakan untuk
melaksanakan spektrofotometri tes.

BAGIAN DARI SPECTRUM PANJANG GELOMBANG


PENCAHAYAAN
Ultraviolet 10-200 nm
Near Ultravioler 200 280 nm
Cahaya tampak 380 780 nm
Near InfraRed 780 3.000 nm
Mid InfraRed 3.000 20.000 nm
Far InfraRed 30.000 300.000 nm

Berkenaan dengan interaksi cahaya dengan materi, Gambar 27 membantu dalam


menjelaskan kompleksitas fenomena yang terjadi.
Beer Lambert Law dikenal sebagai hukum Beer Beer atau Hukum Lambert
Bouguer, itu mengidentifikasi hubungan antara konsentrasi sampel dan intensitas
cahaya ditularkan melalui itu. Berkenaan dengan hukum disebutkan, ada dua konsep
implisit: transmitansi [T] dan absorbansi [A]. Transmitansi [T] adalah sebagian kecil
dari cahaya yang terkait dari ditentukan panjang gelombang melewati sampel. Cahaya
yang diserap diukur sebagai absorbansi (A) sedangkan cahaya yang hamburkan
diukur sebagai transmitansi (T), dinyatakan dengan hukum lambert-beer atau Hukum
Beer, berbunyi:

jumlah radiasi cahaya tampak (ultraviolet, inframerah dan sebagainya) yang


diserap atau ditransmisikan oleh suatu larutan merupakan suatu fungsi eksponen
dari konsentrasi zat dan tebal larutan.

Korespondensi transmisi dan absorbsi

Didasarkan pada Hukum BeerLambert, apabila seberkas cahaya monocromatic dengan


intensitas awal I0 dijatuhkan pada kuvet (wadah sample) berukuran dalam D, berisi larutan
dengan konsentrasi C, maka setelah berkas tersebut menempuh jarak d, intensitas cahaya
akan turun sampai It.

Hubungan I0 dan It secara exponensial menurut persamaan :

It = I0 x 10-kdC

Log (It / I0) = -kdC, dimana k = konstanta ..(1)

Cahaya yang di absorbsi (A) adalah kdC dan Transmisi (T) tidak lain adalah
perbandingan antara intensitas akhir dengan intensitas awal.

Jadi secara sistematis dituliskan sebagai berikut :

A = kdC .............................................................................................(2)

T = It / I0 ............................................................................................(3)

Transmisi diprosentasikan menjadi :


T = 0
%T = T / 100

%T = (It / I0) / 100

%T = It / I0 x 100

It / I0 = %T / 100 ................................................................................(4)

Logaritma transmisi dari persamaan (1) dan substitusi pers. tersebut ke dalam
persamaan (2)

Log (It / I0) = -kdC

A = kdC

A = -Log (It / I0)

A = -log (%T / 100)

A = -log %T + log 100

A = log 100 log %T

Absorbsi = 2 log %T

dimana:
It = Intensitas radiasi yang ditransmisikan
Io = Intensitas radiasi insiden

%T = Konsentrasi molekul menyerap cahaya dalam sampel

A = absorbansi diukur
= Molekul absorbansi koefisiensi [liter / mol / cm]
l/d = Jarak dari lintasan yang dilalui (panjang jalan) oleh cahaya dalam sampel
c = konsentrasi Contoh [mol / liter]
Grafik yang disajikan selanjutnya menunjukkan bagaimana absorbansi [A] dan
transmisi [T] bervariasi sebagai fungsi dari konsentrasi [C] menurut hukum Beer Lambert.

Dalam Kesimpulan Ini dapat disimpulkan bahwa dengan meningkatkan konsentrasi zat,
transmitansi menurun dan, setelah meningkatkan konsentrasi substansi, absorbansi
meningkat. Linieritas hukum Beer Lambert dipengaruhi jika kondisi terjadi.

1. Pergeseran dari keseimbangan kimia sampel sebagai fungsi dari konsentrasi.


2. Penyimpangan dalam koefisien absorbansi, lebih besar konsentrasi dari 0,01 M
karena elektrostatik interaksi antara molekul di dekatnya.
3. Perubahan indeks refraksi pada konsentrasi tinggi analisis.
4. Difusi cahaya karena partikel dalam sampel.
5. Fluoresensi atau fosfor sampel.
6. Non-monokromatik radiasi.

Secara eksperimen hukum Lambert-beer akan terpenuhi apabila peralatan yang


digunakan memenuhi kriteria-kriteria berikut:

1. Sinar yang masuk atau sinar yang mengenai sel sampel berupa sinar dengan
dengan panjang gelombang tunggal (monokromatis).
2. Penyerapan sinar oleh suatu molekul yang ada di dalam larutan tidak dipengaruhi
oleh molekul yang lain yang ada bersama dalam satu larutan.
3. Penyerapan terjadi di dalam volume larutan yang luas penampang (tebal kuvet)
yang sama.
4. Penyerapan tidak menghasilkan pemancaran sinar pendafluor. Artinya larutan yang
diukur harus benar-benar jernih agar tidak terjadi hamburan cahaya oleh partikel-
partikel koloid atau suspensi yang ada di dalam larutan.
5. Konsentrasi analit rendah. Karena apabila konsentrasi tinggi akan menggangu
kelinearan grafik absorbansi versus konsntrasi.

Faktor-faktor yang sering menyebabkan kesalahan dalam menggunakan


spektrofotometer dalam mengukur konsentrasi suatu analit:

1. Adanya serapan oleh pelarut. Hal ini dapat diatasi dengan penggunaan blangko,
yaitu larutan yang berisi selain komponen yang akan dianalisis termasuk zat
pembentuk warna.
2. Serapan oleh kuvet. Kuvet yang ada biasanya dari bahan gelas atau kuarsa, namun
kuvet dari kuarsa memiliki kualitas yang lebih baik.
3. Kesalahan fotometrik normal pada pengukuran dengan absorbansi sangat rendah
atau sangat tinggi, hal ini dapat diatur dengan pengaturan konsentrasi, sesuai
dengan kisaran sensitivitas dari alat yang digunakan (melalui pengenceran atau
pemekatan).

P.Emisipektrofotometer nyala api

Prinsip kerja emisipektrofotometri hamper sepenuhnya merupakan kebalikan


dari pada prinsip yang dipakai pada absorpsispektometrik

a.nyala api laminar dengan prapembauran

Prinsip spectrometer nyala api ini adalah pembakaran dengan pengabutan tidak
langsung

b.nyala api turbulen

Prinsip spectrometer nyala api ini adalah pembakaran dengan pengabutan langsung

Q.Atomabsorpsispektrometri

Prinsip pengukuran hampir sama dengan prinsip pengukuran pada


absorpsispektrometer molekul.disini meteran itu disetelkan kepada transimisi 100%
(dengan pengabutan air suling kedalam nyala api kemudian kita ukur penurunan
intensitasnya apabila dimasukkan zat contoh kedalam nyala api.

jadi dalam praktek kita tak mungkin bisa mengamati absorpsi oleh sebab itu,untuk
atomabsorpsispektrometri dipergunakan lampu katoda rongga (lihat halaman 200).
Alat ini dipasangkan antara lampu dan nyala api sehingga kepada nyala api akan jatuh
sinar lampu yang terputus-putus secara periodic.
Elemen yang diselidiki dengan atomabsorpsispektrometri ialah terutama elemen-
elemen yang garis-garis resonansinya berada dibawah 500 nm.suatu hal yang penting
dalam atomabsorpsi ialah bahwa unsur-unsur Na,K,dan Ca,dapat dibedakan tanpa ada
saling ganggu terhadap garis-garis spektralnya.

Ag 328,1 nm C4 324,7 nm pb 283,3 nm


Ar 193,7 nm Fe 248,3 nm Pt - 265,9 nm

Au242,8nm Hg253,7nm Sb217,5nm

S. Fluorimetri

Suatu varian dari pada absorpsispektrometri,sinar yang jatuh pada kuvet


menimbulkan fluoresensi pada komponen yang harus diukur intensitas sinar
fluoresensi :

If = k.lab s

Dalam persamaan ini :

K =konstanta perbandingan

Selain itu untuk cahaya yang diabsorpsikan berlaku pula persamaan :

I abs = Io It

Dan persaman ini :

Io = intensitas cahaya yang dating

It = intensitas cahaya yang dilewatkan

S. BLOK DIAGRAM
Monochomator Filter Detector

Display Microcont ADC Amplifier


roller

Prinsip kerjanya :

Lampu halogen sebagai sumber cahaya merupakan cahaya Polychromatic


yang mempunyai panjang gelombang 400-800 nm memancarkan cahayanya yang
masuk ke Monochomator. Monochomator disini merupakan alat untuk menguraikan
spektrum warna dari cahaya. Di dalam Monochomator ini, cahaya Polychromatic
diuraikan menjadi Monochromatic. Selanjutnya dari Monochromator, cahaya masuk
ke Filter. Filter ini berfungsi memilih atau melewatkan hanya 1 spectrum cahaya saja
sesuai dengan unsur yang akan di ukur. Karena setiap atom hanya akan menyerap
spectrum yang sesuai dengan energi atom itu sendiri. Cahaya yang keluar dari Filter
(I0) menyinari cuvette, sehingga molekul di dalam cuvette akan mengabsorbsi sebuah
eneri cahaya (foton) dengan jarak gelombang tertentu dan menghasilkan It. Cuvette
disini merupakan tempat menaruh sample yang akan diperiksa.
Cahaya yang keluar dari cuvette (It) ditangkap oleh detektor. Detektor disini
merupakan sensor untuk merubah energi cahaya menjadi bentuk energi (sinyal-sinyal)
listrik yang selanjutnya dikuatkan oleh Amplifier lalu di converter oleh ADC, dimana
ADC disini berfungsi mengubah data analog menjadi data digital. Kemudian dari
ADC diolah oleh Microcontroller dan ditampilkan ke display.

T. MAINTENANCE SPECTROFOTOMETER

Frekuensi: Setiap tahun


Daerah di mana spektrofotometer dipasang harus diperiksa secara visual dan diuji
elektrik untuk menjamin keselamatan operator. Pemeriksaan meliputi instalasi listrik
dan instalasi wilayah (infrastruktur fisik yang berkaitan dengan spektrofotometer).

Instalasi listrik Ini harus diverifikasi dan diuji untuk memastikan hal-hal berikut:

1. Ada outlet listrik atau wadah dengan tiang tanah.

2. Stopkontak dalam kondisi baik dan tidak lebih dari 1,5 m dari spektrofotometer.
3. Tegangan dari tingkat yang sesuai dan tidak boleh bervariasi lebih dari 5% dari
tegangan yang ditentukan di piring peralatan itu.
4. Polaritas wadah adalah benar.
Tes ini harus dilakukan oleh seorang teknisi listrik atau insinyur dan hasil harus dicatat
untuk memungkinkan tindak lanjut dari waktu ke waktu.
MAKALAH FOTOMETRI

D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
NAMA : SETIA GUNAWAN MENDROFA
NIM : 150104012
MATA KULIAH : PERALATAN LAB LANJUT
PENGASUH : RIZAL THALIB,ST

Program Studi D-III Teknik Elektromedik


Fakultas Sain,Teknologi & Informasi
Universitas Sari Mutiara Indonesia
Tahun Ajaran
2016/2017