Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN)

Disusun Oleh :

NAMA KELOMPOK

DESTI PUTRI WIJAYA


NURUL UTAMI
WIWIK WIDIA
DIAH AYU PUJI ASTUTI

KELAS : XI

MA AL-KHOIROT GUPPI

LAMPUNG TENGAH

TP. 2016/2017

i
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ............................................................................. i

DAFTAR ISI ............................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ............................................................................. 1


B. Rumusan Masalah ........................................................................ 2
C. Tujuan Pembahasan Masalah ..................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian dan Dasar Hukum BUMN ....................................... 3


B. Ciri-Ciri BUMN ........................................................................... 3
C. Macam-Macam BUMN ............................................................... 4
D. Pendirian, Pengurusan dan Pengawasan BUMN ...................... 8

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ................................................................................... 10
B. Saran ............................................................................................. 10

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di Indonesia, Badan Usaha Milik Negara adalah badan usaha yang
sebagian atau seluruh kepemilikannya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia.
BUMN dapat pula berupa perusahaan nirlaba yang bertujuan untuk menyediakan
barang atau jasa bagi masyarakat. Pada beberapa BUMN di Indonesia, pemerintah
telah melakukan perubahan mendasar pada kepemilikannya dengan membuat
BUMN tersebut menjadi perusahaan terbuka yang sahamnya bisa dimiliki oleh
publik. Contohnya adalah PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Sejak tahun 2001
seluruh BUMN dikoordinasikan pengelolaannya oleh Kementerian BUMN, yang
dipimpin oleh seorang Menteri Negara BUMN.

BUMN berkembang dengan monopoli atau peraturan khusus yang


bertentangan dengan semangat persaingan usaha sehat (UU no. 5 tahun 1999),
tidak jarang BUMN bertindak selaku pelaku bisnis sekaligus sebagai regulator.
BUMN kerap menjadi sumber korupsi, yang lazim dikenal sebagai sapi perahan
bagi oknum pejabat atau partai. Pasca krisis moneter 1998, pemerintah giat
melakukan privatisasi dan mengakhiri berbagai praktek persaingan tidak sehat.
Fungsi regulasi usaha dipisahkan dari BUMN. Sebagai akibatnya, banyak BUMN
yang terancam gulung tikar, tetapi beberapa BUMN lain berhasil memperkokoh
posisi bisnisnya. Dengan mengelola berbagai produksi BUMN,pemerintah
mempunyai tujuan untuk mencegah monopoli pasar atas barang dan jasa publik
oleh perusahaan swasta yang kuat.Karena,apabila terjadi monopoli pasar atas
barang dan jasa yang memenuhi hajat hidup orang banyak,maka dapat dipastikan
bahwa rakyat kecil yang akan menjadi korban sebagai akibat dari tingkat harga
yang cenderung meningkat.

Sehubungan dengan apa yang telah di uraikan di atas penulis berkeinginan


untuk membahas lebih jauh lagi mengenai Badan Usaha Milik Negara dalam

iii
sebuah karya tulis yang berupa makalah Yang Berjudul Badan Usaha Milik
Negara (BUMN).

B. Rumusan Masalah
1. Apakah Definisi, Dasar Hukum BUMN ?
2. Asajakah Ciri-ciri BUMN ?
3. Ada Berapakah Macam-macam BUMN ?
4. Bagaimana Cara Pendirian, Pengurusan dan Pengawasan BUMN ?

C. Tujuan Pembahasan Masalah


1. Untuk Mengetahui Definisi, Dasar Hukum BUMN.
2. Untuk Mengkaji Ciri-ciri BUMN.
3. Untuk Menelaah Macam-macam BUMN.
4. Untuk Memahami Pendirian, Pengurusan dan Pengawasan BUMN.

iv
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian dan Dasar Hukum BUMN


Berdasarkan PP No. 45 tahun 2005,BUMN adalah badan usaha yang seluruh
atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaansecara
langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan.

Dasar hukum

1) Pasal 33 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara


Republik Indonesia Tahun 1945
2) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas
3) Undang -undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
4) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
5) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik
Negara
6) Peraturan pemerintah Nomor 45 tahun 2005 tentang Pendirian,
Pengurusan,Pengawasan, dan Pembubaran BUMN

B. Ciri Ciri BUMN


1. Penguasaan badan usaha dimiliki oleh pemerintah.
2. Pengawasan dilakukan, baik secara hirarki maupun secara fungsional
dilakukan oleh pemerintah.
3. Kekuasaan penuh dalam menjalankan kegiatan usaha berada di tangan
pemerintah.
4. Pemerintah berwenang menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan
kegiatan usaha.
5. Semua risiko yang terjadi sepenuhnya merupakan tanggung jawab
pemerintah.
6. Untuk mengisi kas negara, karena merupakan salah satu sumber
penghasilan negara.

v
7. Agar pengusaha swasta tidak memonopoli usaha yang menguasai hajat
hidup orang banyak.
8. Melayani kepentingan umum atau pelayanan kepada masyarakat.
9. Merupakan lembaga ekonomi yang tidak mempunyai tujuan utama
mencari keuntungan, tetapi dibenarkan untuk memupuk keuntungan.
10. Merupakan salah satu stabilisator perekonomian negara.
11. Dapat meningkatkan produktivitas, efektivitas, dan efisiensi serta
terjaminnya prinsip-prinsip ekonomi.
12. Modal seluruhnya dimiliki oleh negara dari kekayaan negara yang
dipisahkan.
13. Peranan pemerintah sebagai pemegang saham. Bila sahamnya dimiliki
oleh masyarakat, besarnya tidak lebih dari 49%, sedangkan minimal 51%
sahamnya dimiliki oleh negara.
14. Pinjaman pemerintah dalam bentuk obligasi.
15. Modal juga diperoleh dari bantuan luar negeri.
16. Bila memperoleh keuntungan, maka dimanfaatkan untuk kesejahteraan
rakyat.
17. Pinjaman kepada bank atau lembaga keuangan bukan bank.

C. Macam macam BUMN


1.Perusahaan Perseroan ( Persero)
Perusahaan Perseroan adalah BUMN yang berbentuk perseroan terbatas
yang modalnya terbagi dalam saham yang seluruh atau paling sedikit 51 % (lima
puluh satu persen) sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia yang
tujuan utamanya mengejar keuntungan.

Pendirian Persero diusulkan oleh Menteri kepada Presiden disertai dengan


dasar pertimbangan setelah dikaji bersama dengan Menteri Teknis dan Menteri
Keuangan. Maksud dan tujuan pendirian Persero ialah Menyediakan barang dan
atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat serta Mengejar keuntungan
guna meningkatkan nilai perusahaan.

vi
Organ Persero terdiri atas:

1) RUPS
Rapat Umum Pemegang Saham, yang selanjutnya disebut RUPS, adalah
organ Persero yang memegang kekuasaan tertinggi dalam Persero dan memegang
segala wewenang yang tidak diserahkan kepada Direksi atau Komisaris. Menteri
bertindak selaku RUPS dalam hal seluruh saham Persero dimiliki oleh negara dan
bertindak selaku pemegang saham pada Persero dan perseroan terbatas dalam hal
tidak seluruh sahamnya dimiliki oleh negara.
2) Direksi
Pengangkatan dan pemberhentian Direksi dilakukan oleh RUPS. Dalam
hal ini Menteri bertindak selaku RUPS, pengangkatan dan pemberhentian Direksi
ditetapkan oleh Menteri. Masa jabatan anggota Direksi ditetapkan 5 (lima) tahun
dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan.
3) Komisaris
Pengangkatan dan pemberhentian Komisaris dilakukan oleh RUPS. Dalam
hal Menteri bertindak selaku RUPS, pengangkatan dan pemberhentian Komisaris
ditetapkan oleh Menteri. Masa jabatan anggota Komisaris ditetapkan 5 (lima)
tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan. Komisaris
bertugas mengawasi Direksi dalam menjalankan kepengurusan Persero serta
memberikan nasihat kepada Direksi.
Di Indonesia sendiri yang sudah menjadi Persero adalah PT. PP
(Pembangunan Perumahan),PT Bank BNI Tbk, PT Kimia Farma Tbk, PT Indo
Farma Tbk, PT Tambang Timah Tbk, PT Indosat Tbk (pada akhir tahun 2002
41,94% saham Persero ini telah dijual kepada Swasta sehingga perusahaan ini
bukan BUMN lagi), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk,Pt.Garuda Indonesia
Airways(GIA).

2.Perusahan Umum (Perum)


Perum adalah BUMN yang seluruh modalnya dimiliki negara dan tidak
terbagi atas saham, yang bertujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan

vii
barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan sekaligus mengejar keuntungan
berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan.
Pendirian Perum diusulkan oleh Menteri kepada Presiden disertai dengan
dasar pertimbangan setelah dikaji bersama dengan Menteri Teknis dan Menteri
Keuangan. Perum yang didirikan memperoleh status badan hukum sejak
diundangkannya Peraturan Pemerintah tentang pendiriannya.
Maksud dan tujuan Perum adalah menyelenggarakan usaha yang bertujuan
untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang
berkualitas dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat berdasarkan prinsip
pengelolaan perusahaan yang sehat. Serta untuk mendukung kegiatan dalam
rangka mencapai maksud dan tujuan sebagaimana dimaksud di atas dengan
persetujuan Menteri, Perum dapat melakukan penyertaan modal dalam badan
usaha lain.

Organ Perum terdiri atas:

1) Menteri
Menteri adalah menteri yang ditunjuk dan/atau diberi kuasa untuk mewakili
pemerintah selaku pemegang saham negara pada Persero dan pemilik modal pada
Perum dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan

2) Direksi
Direksi Perum adalah organ Perum yang bertanggung jawab atas
kepengurusan Perum untuk kepentingan dan tujuan Perum, serta mewakili perum
untuk di dalam maupun di luar pengadilan
3) Dewan Pengawas.
Dewan Pengawas adalah organ Perum yang bertugas melakukan pengawasan
dan memberikan nasihat kepada Direksi dalam menjalankan kegiatan pengurusan
Perum.
Contoh Perum diantaranya Perum Pegadaian, Perum Jasatirta, Perum
DAMRI, Perum ANTARA,Perum Peruri,Perum Perumnas,Perum Balai Pustaka,
dll.

viii
3. Perusahaan Jawatan (Perjan)
Perusahaan jawatan (perjan) sebagai salah satu bentuk BUMN memiliki
modal yang berasal dari negara. Saat ini hanya TVRI yang merupakan satu-
satunya perjan yang dimiliki oleh BUMN. Besarnya modal perjan ditetapkan
melalui APBN.
Ciri-ciri perjan antara lain sebagai berikut:
1) Memberikan pelayanan kepada masyarakat
2) Merupakan bagian dari suatu departemen pemerintah
3) Dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggung jawab langsung kepada
menteri atau direktur jenderal departemen yang bersangkutan
4) Status karyawannya adalan pegawai negeri
Pada saat ini, tidak ada lagi BUMN yang berstatus perjan karena statusnya telah
dialihkan menjadi bentuk-bentuk badan hukum/usaha lainnya.

1) Perjan yang beralih status menjadi persero


a. Perjan Kereta Api
2) Perjan yang beralih status menjadi perum
a. Perjan Pegadaian (sekarang telah beralih status lagi menjadi persero)

3) Perjan yang beralih status menjadi badan layanan umum

a. Perjan Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita


b. Perjan Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo
c. Perjan Rumah Sakit Dr. Kariadi
d. Perjan Rumah Sakit Dr. M. Djamil
e. Perjan Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin
f. Perjan Rumah Sakit Dr. Sardjito
g. Perjan Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo
h. Perjan Rumah Sakit Fatmawati
i. Perjan Rumah Sakit Hasan Sadikin
j. Perjan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita

ix
k. Perjan Rumah Sakit Kanker Dharmais
l. Perjan Rumah Sakit Persahabatan
m. Perjan Rumah Sakit Sanglah

4) Perjan yang beralih status menjadi lembaga penyiaran publik

a. Perjan Radio Republik Indonesia


b. Perjan Televisi Republik Indonesia

D. Pendirian, Pengurusan dan Pengawasan BUMN


Pendirian BUMN

Sesuai dengan UU No. 19 tahun 2003 , BUMN didirikan dengan maksud :

1) Memberikan sumbangan bagi perekonomian nasional pada umumnya


danpenerimaan Negara pada khususnya.
2) Mengejar keuntungan
3) Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang
dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat
hidup orangbanyak
4) Menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang dapat dilaksanakan
olehsektor swasta dan koperasi
5) Turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha
golonganekonomi lemah, koperasi dan masyarakat.

Pendirian BUMN ditetapkan dengan peraturan pemerintah, dimana


dalamperaturan pemrintah tersebut setidaknya memuat :

1) Penetapan pendirian BUMN


2) Maksud dan tujuan didirikan BUMN
3) Penetapan besarnya penyertaan besarnya kekayaan Negara yang dipisahkandalam rangka
pendirian BUMN.

x
Pengurusan BUMN dilakukan oleh Direksi. Direksi adalah organ BUMN
yang bertanggung jawab atas pengurusan BUMN untuk kepentingan dan tujuan
BUMN, serta mewakili BUMN baik di dalam maupun di luar pengadilan. Direksi
bertanggung jawab penuh atas pengurusan BUMN untuk kepentingan dan tujuan
BUMN serta mewakili BUMN, baik di dalam maupun di luar pengadilan. Dalam
melaksanakan tugasnya, anggota Direksi harus mematuhi anggaran dasar BUMN
dan peraturan perundang-undangan serta wajib melaksanakan prinsip-prinsip
profesionalisme, efisiensi, transparansi, kemandirian, akuntabilitas,
pertanggungjawaban, serta kewajaran.

Pengawasan BUMN dilakukan oleh Komisaris dan Dewan Pengawas.


Komisaris adalah organ Persero yang bertugas melakukan pengawasan dan
memberikan nasihat kepada Direksi dalam menjalankan kegiatan pengurusan
Persero. Sedangkan Dewan Pengawas adalah organ Perum yang bertugas
melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi dalam
menjalankan kegiatan pengurusan Perum. Komisaris dan Dewan Pengawas
bertanggung jawab penuh atas pengawasan BUMN untuk kepentingan dan tujuan
BUMN. Dalam melaksanakan tugasnya, Komisaris dan Dewan Pengawas harus
mematuhi Anggaran Dasar BUMN dan ketentuan peraturan perundangundangan
serta wajib melaksanakan prinsip-prinsip profesionalisme, efisiensi, transparansi,
kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban, serta kewajaran.

xi
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari uraian diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa Persero, Perjan
dan Perum sebagai bentuk dari BUMN yang merupakan badan usaha yang seluruh
atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara
langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan, memiliki tujuan
umum yaitu untuk memajukan kesejahteraan rakyat.
Dan karena tujuan dan sumber pendanaan BUMN ini maka pengelolaan BUMN
tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Dan karena itu ditetapkanlahPeraturan
Pemerintah Nomor 45 tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan,dan Pengawasan
BUMN.Dengan adanya Peraturan Pemerintah ini maka dalam rangka pengelolaan
BUMN tidak boleh menyalahi aturan yang sudah ditetapkan dalam Peraturan
Pemerintah tersebut begitu juga aturan hukum yang mengatur tentang BUMN ini.

B. Saran
Berdasarkan atas apa yang kami tulis dalam karya tulis dalam sebuah
makalah yang berjudul Badan Usaha Milik Negara ini kami selaku penulis
berharap memberi pemahaman bagi segenap pembaca sehingga dapat menambah
wawasan bagi para pembaca terlebih lagi pada penulis sendiri.
Hanya sampai disinilah kemampuan kami dalam membahas Badan Usaha
Milik Negara. semoga karya tulis ini memberikan manfaat pada penulis dan para
pembaca.

xii
DAFTAR PUSTAKA

Undang -undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.

Peraturan pemerintah Nomor 45 tahun 2005 tentang Pendirian,


Pengurusan,Pengawasan, dan Pembubaran BUMN.

xiii