Anda di halaman 1dari 12

Ringkasan Materi Kuliah

Metodologi Penelitian Akuntansi

Paper ini bertujuan untuk memenuhi tugas dalam perkuliahan Metodologi Penelitian
Akuntansi

Dosen Pengampu : Dr. Made Gede Wirakusuma, SE., M.Si. Ak, CA

OLEH :

KELOMPOK 1

Gede Teguh Prasetya Muttiwijaya (1506305058)

Dewa Ayu Nyoman Shintya Devi (1506305086)

Ni Kadek Suparmini (1506305055)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2017

1
PETA KONSEP

1.1 Ilmu Pengetahuan dan Penelitian


Ilmu adalah suatu pengetahuan yang
sistematis dan terorganisasi. Penelitian
adalah proses. Hasil dari proses tersebut
adalah kebenaran (truth).

1.2 Pendekatan Ilmiah 1.3Pendekatan non Ilmiah 1.4.Cara.Berfikir.Ilmiah 1.6 Pentingnya Metodologi Penelitian
proses mengumpulkan dan Kegiatan manusia dalam usaha Berfikir ilmiah adalah Metode penelitian pada dasarnya
menganalisis data atau informasi mencari ilmu pengetahuan dan berfikir yang logis dan merupakan cara ilmiah untuk
secara sistematis sehingga mencari kebenaran, terutama empiris. mendapatkan data dengan tujuan dan
menghasilkan kesimpulan yang sah sebelum diketemukannya metode kegunaan tertentu
ilmiah

Pendekatan Deduktif . Pendekatan Induktif. - menggunakan akal sehat


sebuah pendekatan -secara kebetulan 1.5 Definisi Riset 1.7 Penelitian Kuantitatif dan
pengambilan kesimpulan pengambilan -dengan menggunakan intuisi suatu investigasi atau Kualitatif
dari sesuatu yang umum keingintahuan saintifik yang
kesimpulan dari khusus -melalui usaha coba-coba terorganisasi, sistematik, Perbedaan antara metode
ke sesuatu yang khusus menjadi umum
berbasis data, kritikal kualitatif dengan kuantitatif
terhadap suatu masalah meliputi tiga hal, yaitu perbedaan
dengan tujuan menemukan tentang aksioma, karakteristik
Etika Dalam Penelitian jawaban atau solusinya penelitian itu sendiri, dan proses
Dalam melaksanakan seluruh kegiatan penelitian, penelitian.
peneliti harus memegang teguh sikap ilmiah
(scientific attitude) serta menggunakan prinsip
prinsip etika penelitian

2
RMK SAP 1
PENELITIAN ILMIAH

1.Penelitian Ilmiah

1.1 Ilmu Pengetahuan dan Pendekatan Ilmiah


Ilmu adalah suatu pengetahuan yang sistematis dan terorganisasi. Kita juga
telah mengetahui penelitian, yaitu suatu penyelidikan yang hati-hati serta teratur
dan terus-menerus untuk memecahkan suatu masalah. Sedangkan berfikir
reflektif, sebagai suatu proses memecahkan sesuatu dalam menghadapi kesulitan.

Hubungan Ilmu dan penelitian. Ilmu dan penelitian mempunyai hubungan


yang sangat erat. Menurut Almack (1930), hubungan ilmu dan penelitian adalah
seperti hasil dan proses. Penelitian adalah proses sedangkan hasilnya adalah
ilmu. Akan tetapi, Whitney (1960), berpendapat bahwa ilmu dan penelitian
adalah sama-sama proses, sehingga ilmu dan penelitian adalah proses yang
sama. Hasil dari proses tersebut adalah kebenaran (truth).

Hubungan berfikir, penelitian dan ilmu juga sama. Berfikir, seperti halnya
ilmu, juga merupakan proses mencari kebenaran. Proses berfikir adalah refleksi
yang hati-hati dan teratur. Perlu juga disinggung bahwa kebenaran yang
diperoleh melalui penelitian terhadap fenomena yang fana adalah suatu
kebenaran yang telah ditemukan melalui proses ilmiah, karena penemuan
tersebut dilakukan secara ilmiah. Sebaliknya, banyak juga kebenaran terhadap
fenomena yang fana diterima tidak melalui proses penelitian.

Suatu kebenaran ilmiah dapat diterima dikarenakan tiga hal, yaitu :

1. Adanya Koheren yaitu suatu pertanyaan dianggap benar jika pernyataan


tersebut koheren atau konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang
dianggap benar. Misalnya, suatu pernyataan bahwa si Badu akan mati
dapat dipercaya, karena pernyataan tersebut koheren dengan pernyataan
bahwa semua orang akan mati.
2. Adanya Koresponden yaitu suatu pernyataan dianggap benar, jika materi
pengetahuan yang terkandung dalam pernyataan tersebut berhubungan

3
atau mempunyai korespondensi dengan objek yang dituju oleh
pernyataan tersebut. Misalnya, pernyataan bahwa ibu kota Propinsi
Daerah Istimewa Aceh adalah Banda Aceh adalah benar karena
pernyataan tersebut mempunyai korespondensi dengan lokasi atau
faktualitas bahwa Banda Aceh memang ibu kota Propinsi Aceh.
3. Pragmatis yaitu suatu pernyataan dipercayai benar karena pernyataan
tersebut mempunyai sifat fungsional dalam kehidupan praktis. Suatu
pernyataan atau suatu kesimpulan dianggap benar jika mempunyai sifat
pragmatis dalam kehidupan sehari-hari. Teori kebenaran tentang sifat
pragmatis ini dikembangkan oleh Ch.s.Pierce (1839-1914). Misalnya,
secara pragmatis orang percaya kepada agama, karena agama bersifat
fungsional dalam memberikan pegangan dan aturan hidup pada manusia.

1.2 Pendekatan Ilmiah


Secara umum, penilitian dapat diartikan sebagai proses mengumpulkan
dan menganalisis data atau informasi secara sistematis sehingga menghasilkan
kesimpulan yang sah. Langkah-langkah yang ditempuh dalam metode ilmiah
merupakan langkah yang hierarkis (berjenjang atau berurutan) dan logis.
Tahapan-tahapannya sitematis, bukan acak. Dalam penelitian, langkah dengan
menggunakan metode ilmiah tersebut secara tipikal dapat dirinci sebagai
berikut.
1. Mengenali dan menentukan masalah yang akan diteliti.
2. Mengkaji teori yang sudah ada yang relevan dengan masalah yang
hendak diteliti.
3. Mengajukan hipotesis atau pertanyaan penelitian.
4. Membuat desain penelitian untuk menguji hipotesis tersebut.
5. Mengumpulkan data dengan menggunakan prosedur yang mengacu
pada desain penelitian.
6. Menganalisis data.
7. Menginterpretasikan data dan menarik kesimpulan.
Suatu produk penelitian (dalam hal ini pengetahuan) yang dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah paling tidak mempunyai beberapa
karakteristik, antara lain;
1. Objektif
2. Bahasa jelas

4
3. Dapat diverifikasi
4. Empirik

a) Pendekatan Deduktif .
Pendekatan deduktif (deductive approach) adalah pendekatan yang
menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion)
berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. Dalam sistem deduktif yang
kompleks, peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan. Metode deduktif
sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang
umum ke sesuatu yang khusus (going from the general to the specific).
b) Pendekatan Induktif.
Pendekatan induktif menekanan pada pengamatan dahulu, lalu menarik
kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut. Metode ini sering disebut
sebagai sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi
umum (going from specific to the general). APB Statement No. 4 adalah
contoh dari penelitian induksi, Statement ini adalah suatu usaha APB untuk
membangun sebuah teori akuntansi. Generally Accepted Accounting
Principles (GAAP) yang dijelaskan di dalam pernyataan (statement) dibangun
berdasarkan observasi dari praktek yang ada.

1.3 Pendekatan Nonilmiah


Kegiatan manusia dalam usaha mencari ilmu pengetahuan dan mencari
kebenaran, terutama sebelum diketemukannya metode ilmiah, dilakukan dengan
berbagai cara, di antaranya adalah penemuan ilmu pengetahuan secara kebetulan,
penemuan ilmu pengetahuan dengan menggunakan akal sehat (common sense),
penemuan ilmu pengetahuan dengan menggunakan intuisi, penemuan ilmu
pengetahuan melalui wahyu, penemuan kebenaran melalui usaha coba-coba (trial
and error), dan lain sebagainya. Dalam sejarah kehidupan manusia, tercatat
adanya beberapa penemuan besar yang terjadi secara kebetulan, yakni tanpa
menggunakan langkah-langkah sebagaimana yang dikehendaki dalam penelitian
ilmiah.
Akal sehat (common sense) merupakan konsep atau pandangan umum yang
digunakan oleh manusia secara praktis dalam kehidupan sehari-hari. Pada satu sisi

5
akal sehat memang merupakan suatu kebenaran, namun pada sisi yang lain akal
sehat dapat menyesatkan manusia dalam mengambil suatu keputusan.

Tabel Perbedaan Pendkatan Penelitian Ilmiah dan Non-Ilmiah


Metode Ilmiah Metode Non-Ilmiah
Permasalahan harus dirumuskan Permasalahan yang dipertanyaakan sering
secara jelas, spesifik dan tidak jelas, tetapi bersifat umum dan sumir
Nampak variable yang diteliti
Jawaban yang diberikan Jawaban apapun tidak perlu didukung data
terhadap permasalahan harus
didukung dengan logis dan benar
Proses pengumpulan data, Tidak ada proses pengumpulan data atau
analisis data, dan penyimpulan analisis data, meskipun mungkin ditutup
harus dilakukan dengan logis dengan kesimpulan
dan benar
Kesimpulan siap diuji oleh Pengujian terhadap kesimpulan boleh
siapapun yang meragukan dilakukan ataupun tidak tanpa membawa
validitasnya akibat yang berarti bagi kesimpulan pertama
Hanya digunakan untuk Boleh saja digunakan untuk mengkaji hal
mengkaji hal-hal yang diamati, apapun termasuk yang paling misterius,
dapat dikur, empiris supranatural, dan dogmatis

1.4 Cara Berpikir Ilmiah


Secara umum berfikir adalah aktivitas akal dalam setiap perkembangan ide
maupun konsep pada diri manusia. Perkembangan ide dan konsep akan slalu
berorientasi pada pengetahuan yang didasrkan ilmu. Berfikir ilmiah adalah
berfikir yang logis dan empiris.
1.4.1 Langkah-langkah Berpikir Ilmiah
Menurut Jujun ada lima langkah dalam kerangka berpikir ilmiah.
Pertama merumuskan masalah, kedua menyusun kerangka berpikir dalam
pengajuan hipotesis, ketiga merumuskan hipotesis, keempat menguji hipotesis
dan langkah terakhir adalah menarik suatu kesimpulan. Demikian pula
menurut Nazir penelitian menggunakan metode ilmiah sekurang-kurangnya
dilakukan dengan langkah-langkah berikut : (1) merumuskan serta

6
mendefinisikan masalah, (2) mengadakan studi kepustakaan, (3)
memformulasikan hipotesa, (4) menentukan model untuk menguji hipotesa,
(5) mengumpulkan data, (6) menyusun, menganalisa dan memberikan
interpretasi, (7) membuat generalisasi kesimpulan.
Jadi dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa sesungguhnya
langkah-langkah atau taraf berpikir ilmiah dimulai dengan munculnya sebuah
masalah yang kemudian disusun dalam suatu bentuk rumusan masalah,
selanjutnya memberikan suatu solusi pemecahannya dalam bentuk jawaban
atau kesimpulan yang bersifat sementara terhadap pertanyaan atau
permasalahan yang diajukan, setelah itu menentukan cara yang benar untuk
menguji hipotesis dengan mengumpulkan data-data dan fakta-fakta empiris
yang relevan dengan hipotesis yang diajukan sehingga akan menampakkan
apakah benar terdapat fakta dan data nyata tersebut atau tidak. Terakhir dapat
ditarik sebuah kesimpulan apakah betul sebuah hipotesis yang telah diajukan
itu ditolak atau bahkan diterima, berdasarkan data dan fakta yang ada, bukan
berlandaskan terhadap opini atau asumsi.

1.5 Definisi Riset


Riset (research) didefinisikan oleh Sekaran (2003, hal. 5) sebagai :
suatu investigasi atau keingintahuan saintifik yang terorganisasi,
sistematik, berbasis data, kritikal terhadap suatu masalah dengan tujuan
menemukan jawaban atau solusinya (an organized, systematic, data-based,
critical, scientific inquiry or investigation into a specific problem under-taken
with the objective of finding answers or solutions to it).
Lebih spesifik pada aplikasi di bisnis, riset bisnis (business research)
didefinisikan oleh Cooper and Schindler (2001, hal.5) sebagai:
Pencarian yang sistematik yang menyediakan informasi untuk
mengarahkan keputusan-keputusan bisnis (as a systematic inquiry that
provides information to guide business decisions).
Cooper and Schindler di edisi berikutnya (2003, hal. 5) mendefinisikan riset
bisnis sebagai:
encarian yang sistematik yang menyediakan informasi untuk
memecahkan permasalahan-permasalahan manajerial (as a systematic inquiry
that provides information to solve managerial problems).

7
1.6 Pentingnya Metodologi Penelitian
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan
data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat
empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu cara ilmiah, data, tujuan dan
kegunaan. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri
keilmuan, yaitu rasional, empiris dan sistematis. Rasional berarti kegiatan
penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau
oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat
diamati oleh indera manusia,sehingga orang lain dapat mengamati dan
mengetahui cara-cara yang digunakan. Sistematis artinya, proses yang digunakan
dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.
Data yang diperoleh melalui penelitian itu adalah data empiris (teramati) yang
mempunyai kriteria tertentu yaitu valid.

1.7 Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif


Perbedaan antara metode kualitatif dengan kuantitatif meliputi tiga hal, yaitu
perbedaan tentang aksioma, karakteristik penelitian itu sendiri, dan proses
penelitian.
1) Perbedaan aksioma
Aksioma merupakan pandangan dasar. Aksioma penelitian kuantitatif dan
kualitatif meliputi aksioma tentang realitas, hubungan peneliti dengan
yang diteliti, hubungan variabel, kemungkinan generalisasi, dan peranan
nilai. Perhatikan Tabel 1.

8
2) Karakteristik Penelitian
Perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif dapat dilihat pada
Tabel 2 dibawah berikut ini

Tabel 2. Perbandingan antara Penelitian Kuantitatif dan Penelitian


Kualitatif

9
NO Metode Kuantitatif Metode Kualitatif
1. A. Desain A. Desain
1. Spesisifk, jelas, rinci 1. Umum
2. Ditentukan secara mantap sejak 2. Fleksibel
awal 3. Berkembang dan muncul dalam proses
3. Menjadi pegangan langkah demi penelitian
langkah
2. B. Tujuan B. Tujuan
1. Menunukkan hubungan antar 1. Menemukan pola hubungan yang
variabel bersifat interaktif
2. Menguji teori 2. Menemukan teori
3. Mencari generalisasi yang 3. Menggambarkan relitas yang komplek
mempunyai nilai prediktif 4. Memperoleh pemahaman makna
3. C. Teknik Pengumpulan Data C. Teknik Pengumpulan Data
1. Kuisioner 1. Participant observation
2. Observasi dan wawancara 2. In depth interview
terstruktur 3. Dokumentasi
4. Tringulasi
4. D. Instrumen Penelitian D. Instrumen Penelitian
1. Tes, angket, wawancara 1. Peneliti sebagai instrumen
terstruktur 2. Buku catatan, tape recorder, kamera dll
2. Instrumen yang telah terstandar
5. E. Data E. Data
1. Kuantitatif 1. Deskristif kualitatif
2. Hasil pengukuran variabel yang 2. Dokumen pribadi, catatan lapangan,
dioperasionalkan dengan ucapan dan tindakan responden, dll
menggunakan instrumen
6. F. Sampel F. Sampel
1. Besar 1. Kecil
2. Representatif 2. Tidak representatif
3. Sedapat mungkin random 3. Purposive, snoeball
4. Ditentukan sejak awal 4. Berkembang selama proses penelitian
7. G. Analisis G. Analisis
1. Setelah selesai pengumpulan data 1. Terus menerus sejak awal sampai akhir
2. Deduktif penelitian
3. Menggunakan statistic untuk 2. Induktif
menguji hipotesis 3. Mencari pola, model, tema, teori
8. H. Hubungan dengan Responden H. Hubungan dengan Responden
1. Dibuat berjarak 1. Empati, akrab
2. Kedudukan peneliti lebih tinggi 2. Kedudukan sama
daripada responden 3. Jangka lama sampai ditemukan
3. Jangka pendek sampai hipotesis hipotesis/ teori
dapat dibuktikan
9. I. Usulan Desain I. Usulan Desain
1. Luas dan rinci 1. Singkat
2. Literatur yang berhubungan 2. Literatur yang digunakan bersifat
dengan variabel yang diteliti sementara, tidak menjadi pegangan
3. Prosedur spesifik utama
4. Masalah dirumuskan dengan 3. Prosedur bersifat umum masalah
spesifik dan jelas bersifat sementara dan akan ditemukan
5. Hipotesis dirumuskan dengan elas setelah studi pendahuluan
6. Ditulis secara rinci dan jelas 4. Tidak dirumuskan hipotesis
sebelum terjun ke lapangan 5. Fokus penelitian ditetapkan setelah
diperoleh data awal dari lapangan
10. J. Kapan Penelitian DianggapJ. Kapan Penelitian Dianggap Selesai?
Selesai? Setelah tidak ada data yang dianggap baru
Setelah semua kegiatan yang
direncanakan dapat diselesaikan
11. K. Kepercayaan Terhadap HasilK. Kepercayaan Terhadap Hasil
Penelitian Penelitian
Pengujian validitas dan realiabilitasPengujian kredibilitas, depenabilitas, proses
10
instrumen dan hasil penelitian
3) Proses Penelitian
Proses dalam metode penelitian kuantitatif bersifat linier dan kualitatif
bersifat sirkuler.
1. Proses penelitian kuantitatif
Penelitian kuantitatif bertolak dari studi pendahuluan dari obyek yang
diteliti untuk mendapatkan yang betul-betul masalah. Untuk menjawab
rumusan masalah yang sifatnya sementara maka, peneliti dapat
membaca referensi teoritis yang relevan dengan masalah dan berfikir.
Menguji hipotesis dilakukan dengan peneliti memilih metode/ strategi/
pendekatan/desain penelitian yang sesuai. Dalam penelitian kuantitatif
metode penelitian yang dapat digunakan adalah metode survey,
eksperimen, evaluasi, dan tindakan. Setelah metode penelitian
ditentukan maka peneliti dapat menyusun instrument penelitian.
Setelah data terkumpul, maka selanjutnya dianalisis untuk menjawab
rumusan masalah dan menguji hipotesis. Kesimpulan adalah langkah
akhir dari suatu periode penelitian yang berupa jawaban terhadap
rumusan masalah.
2. Penelitian kualitatif
Proses penelitian kualitatif terdiri dari tiga tahap yaitu: 1). Tahap
deskripsi, memsuki konteks social: ada tempat, actor dan aktivitas; 2).
Tahap reduksi, menentukan focus: memilih diantara yang telah
dideskripsikan; 3). Tahap seleksi, mengurai focus: menjadikan
komponen yang lebih rinci.

1.8 Etika Dalam Penelitian


Etika penelitian berkaitan dengan beberapa norma, yaitu norma sopan-santun
yang memperhatikan konvensi dan kebiasaan dalam tatanan di masyarakat, norma
hukum mengenai pengenaan sanksi ketika terjadi pelanggaran, dan norma moral
yang meliputi itikad dan kesadaran yang baik dan jujur dalam penelitian. Etika
penelitian menunjuk pada prinsip prinsip etis yang diterapkan dalam kegiatan
penelitian. Dalam melaksanakan seluruh kegiatan penelitian, peneliti harus
memegang teguh sikap ilmiah (scientific attitude) serta menggunakan prinsip
prinsip etika penelitian. Adapun prinsip etika dalam penelitian : a) Menghormati
harkat dan martabat manusia; b) Menghormati privasi dan kerahasiaan subyek

11
penelitian; c) Menghormati keadilan dan inklusivitas; d) Memperhitungkan
manfaat dan kerugian yang ditimbulkan.
DAFTAR PUSTAKA

Jogiyanto. 2010. Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.


Sugiyono. 2016. Metodologi Penelitian. Bandung: Alfabeta.
http://www.ipapedia.web.id/2014/11/perbedaan-metode-ilmiah-dan-non-ilmiah.html
(diakses pada 11 September 2016)
http://www.menginspirasi.com/2013/09/mengenal-pendekatan-deduktif-dan.html (diakses
pada 11 September 2016)
http://gilanggem.blogspot.co.id/2013/05/berfikir-ilmiah.html (diakses pada 11
September 2016)
http://widyaamrida.blogspot.co.id/ (diakses pada 11 September 2016)

12

Anda mungkin juga menyukai