Anda di halaman 1dari 17

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN SAK

DENGAN SAP

Oleh:

Agil Abdiyasya (1451238)

Andreas Pratama (1451122)

Jeremia Martin (1451100)

Nadhirah Aulianti (1451233)

Radit Pratiwa (1451234)

Sonya Kristina (1451138)

AK-C

UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

EKONOMI/AKUNTANSI

2016
Definisi

SAK

Standar Akuntasi Keuangan merupakan aturan dan pedoman bagi manajemen dalam

menyusun laporan keuangan. Dengan adanya Standar Akuntansi Keuangan yang baik,

laporan keuangan menjadi lebih berguna, dapat diperbandingkan, tidak menyesatkan dan

dapat menciptakan transparansi bagi perusahaan.

SAP

Akuntansi pemerintahan dapat didefinisikan sebagai bidang akuntansi yang terkait dengan

lembaga pemerintahan. Akuntansi pemerintahan merupakan proses pengidentifikasian,

pengukuran, pencatatan, dan pelaporan transaksi ekonomi (keuangan) yang dilakukan oleh

entitas pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Lebih jauh lagi,

akuntansi pemerintahan daerah (pemda) dikenal dengan istilah akuntansi keuangan daerah

Tujuan

SAK

Kerangka dasar ini merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan

keuangan bagi para pengguna eksternal.Tujuan kerangka dasar iniadalah untuk digunakan

sebagai acuan bagi :

(a) Komite penyusun standar akuntansi keuangan, dalam pelaksanaan tugasnya;

(b) Penyusun laporan keuangan, untuk menanggulangi masalah akuntansi yang belum diatur

dalam standar akuntansi keuangan;

(c) auditor, dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai

dengan standar akuntansi keuangan; dan


(d) para pengguna laporan keuangan, dalam menafsirkan informasi yang disajikan dalam

laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar akuntasi keuangan.

Pihak lain yang tertarik dengan pekerjaan dari komite penyusunan standar akuntansi

keuangan terkait informasi mengenai pendekatan penyusunan standar akuntansi keuangan

SAP

Sebagai acuan bagi: Penyusun standar, penyusun laporan keuangan dalam

menanggulangi masalah akuntansi yang belum diatur dalam standar, pemeriksa dalam

memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan standar,

serta para pengguna laporan keuangan.

Ruang Lingkup

SAK

1. Tujuan laporan keuangan

2. Karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalam laporan keuangan

3. Defenisi, pengakuan dan pengukuran unsur-unsur yang membentuk laporan keuangan

4. Konsep modal serta pemeliharaan modal

SAP

1. tujuan kerangka konseptual

2. lingkungan akuntansi pemerintahan

3. pengguna kebutuhan informasi parapengguna

4. entitas pelaporan

5. peranan dan tujuan pelaporan keuangan, serta dasar hukum

6. asumsi dasar, karakteristik kualitatif yang menentukan manfat informasi dalam laporan

keuangan, prinsip-prinsip,serta kendala informas iakuntansi


7. defenisi, pengakuan, dan pengukuran unsur-unsur yang membentuk laporan keuangan

Pengguna

SAK

Penggunaan laporan keuangan meliputi investor sekarang dan investor potensial, karyawan,

pemberi pinjaman, pemasok dan kreditor usaha lainnya, pelanggan, pemerintah serta lembaga

lembaganya, Dan masyarakat. Mereka menggunakan laporan keuangan untuk memenuhi

beberapa kebutuhan informasi yang berbeda. Beberapa kebutuhan ini meliputi :

(a) Investor, Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus

membeli, menahan, atau menjual investasi tersebut.

(b) Karyawan, Mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitasentitas.

(c) Pemberi pinjaman, Mereka tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan

mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar saat jatuh

tempo.

(d) Pemasok dan Kreditor usaha lainnya, Mereka tertarik dengan informasi yang

memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terutang akan dibayar

saat jatuh tempo.

(e) Pelanggan, Para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan

hidup entitas.

(f) Pemerintah, Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada dibawah kekuasaannya

berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena itu berkepentingan dengan

aktivitas entitas.
Masyarakat, Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi

kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran entitas serta rangkaian

aktivitasnya

SAP

Masyarakat, Para wakil rakyat, lembaga pemeriksa, dan lembaga pengawas, Pihak yang

memberiatau berperan dalam proses donasi,investasi, dan pinjaman, serta pemerintah.

Drebin et al. (1981) mengidentifikasikan terdapat 10 kelompok pemakai laporan keuangan,

yaitu antara lain :

1. Pembayar pajak (taxpayers)

2. Pemberi dana bantuan (grantors)

3. Investor

4. Pengguna jasa (fee-paying service recipients)

5. Karyawan/pegawai

6. Pemasok (vendor)

7. Dewan legislatif

8. Manajemen

9. Pemilih (voters)

10. Badan pengawas (oversight bodies).

Anthony mengklasifikasikan pemakai laporan keuangan sektor publik menjadi 5 kelompok,

yaitu :

1. Lembaga pemerintah (governing bodies)

2. Investor dan kreditor

3. Pemberi sumber daya (resource providers)


4. Badab pengawas (oversight bodies)

5. Konstituen.

Tujuan Laporan Keuangan

SAK

Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan

posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam

pengambilan keputusan ekonomi.

SAP

Menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna dalam menilai

akuntabilitas dan membuat keputusan ekonomi, sosial maupun politik.

Unsur-unsur Laporan Keuangan

SAK

Laporan keuangan menggambarkan dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa yang

diklasifikasikan dalam kelompok besar. Kelompok besar ini merupakan unsur laporan

keuangan. Unsur yang berkaitan langsung dengan laporan keuangan adalah aset, liabilitas,

dan ekuitas lalu ada lagi unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinerja dalam laporan laba

rugi adalah penghasilan dan beban sedangkan laporan perubahan posisi keuangan biasanya

mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.

Penyajian berbagai unsur ini dalam neraca dan laporan laba rugi dapat diklasifikasikan

menurut fungsinya dalam bisnis perusahaan dengan maksud untuk menyajikan informasi bagi

pengguna untuk tujuan pengambilan keputusan ekonomik.


Posisi Keuangan

Aset: Sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan

dari manfaat ekonomik di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan.

Liabilitas: Utang perusahaan masa kini yang timbul dari masa lalu, penyelesaiannya

diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung

manfaat ekonomik

Aset

Perusahaan biasanya menggunakan aset untuk memproduksi barang atau jasa yang dapat

memenuhi kebutuhan pelanggan maka pelanggan bersedia membayar sehingga memberikan

sumbangan kepada arus kas entitas. Kas sendiri memberikan jasa kepada entitas karena

kekuasaannya terhadap sumber daya yang lain. Banyak aset contohnya aset tetap memiliki

bentuk fisik selain itu juga ada paten dan hak cipta sebagai contoh aset yang tidak memiliki

bentuk fisik. Ada hubungan erat antara terjadinya pengeluaran dan timbulnya aset, tapi kedua

peristiwa ini tidak perlu terjadi bersamaan, jika entitas melakukan pengeluaran maka

peristiwa ini memberikan bukti bahwa entitas tersebut mengejar manfaat ekonomik.

Liabilitas

Karakteristik liabilitas adalah bahwa perusahaan memiliki kewajiban masa kini. Kewajiban

dapat dipaksakan menurut hukum sebagai konsekuensi dari kontrak mengikat atau peraturan

perundangan. Kewajiban biasanya timbul hanya jika aset telah diserahkan atau entitas telah

membuat perjanjian yang tidak dapat dibatalkan untuk membeli aset. Penyelesaian kewajiban

masa kini biasanya melibatkan perusahaan untuk mengorbankan sumber daya yang memiliki

manfaat masa depan demi memenuhi tuntutan pihak lain. Contoh penyelesaian kewajiban

dengan:

a. Pembayaran kas
b. Penyerahan aset lain

c. Pemberian jasa

d. Penggantian kewajiban tersebut dengan kewajiban lain; atau

e. Konversi kewajiban menjadi ekuitas

Kewajiban juga dapat dihapuskan dengan cara kreditor menghapuskan atau membatalkan

haknya

Ekuitas

Jumlah ekuitas yang ditampilkan dalam neraca bergantung pada pengukuran aset dan

liabilitas. Ekuitas juga bisa disebut dengan kekayaan sendiri atau modal sendiri. Contohnya

Entitas (perusahaan) yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT), subklasifikasi dapat meliputi

dana yang dikontribusikan oleh pemegang saham, saldo laba dan keuntungan atau kerugian

yang diakui secara langsung dalam ekuitas (equity/kekayaan sendiri/modal sendiri).

Kinerja

Laba biasanya digunakan sebagai pengukuran kinerja atau dasar bagi pengukuran lain seperti

return on investment atau earnings per share. Unsur langsung yang berkaitan dengan

pengukuran penghasilan adalah penghasilan dan beban.

Penghasilan: Kenaikan manfaat ekonomik selama suatu periode akuntansi dalam bentuk

pemasukan atau penambahan aset atau penurunan liabilitas yang mengakibatkan kenaikan

ekuitas.

Beban: Penurunan manfaat ekonomik selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus kas

keluar atau berkurangnya aset atau terjadinya liabilitas yang mengakibatkan penurunan

ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal.


Penghasilan

Definisi penghasilan meliputi baik pendapatan maupun keuntungan. Pendapatan timbul

dalam aktivitas perusahaan contohnya penjualan, penghasilan jasa, bunga, dividen, royalti,

dan sewa. Definisi penghasilan juga mencakup keuntungan yang belum direalisasi. Berbagai

jenis aset dapat bertambah karena penghasilan contohnya kas, piutang, serta barang dan jasa

yang diterima sebagai penukar dari barang dan jasa yang dipasok. Penghasilan juga dapat

berasal dari penyelesaian liabilitas. Sebagai contoh perusahaan dapat memberikan barang dan

jasa kepada kreditor untuk melunasi pinjaman.

Beban

Definisi beban mencakup baik kerugian maupun beban yang timbul dalam pelaksanaan

aktivitas perusahaan yang biasa contohnya beban pokok penjualan, gaji, dan penyusutan.

Beban tersebut biasanya berbentuk arus kas keluar atau berkurangnya aset seperti kas,

persediaan, dan aset tetap. Kerugian dapat timbul misalnya dari bencana kebakaran, banjir,

dan pelepasan aset tidak lancar. Definisi beban juga mencakup kerugian yang belum

terealisasi contohnya kerugian akibat pengaruh kenaikan kurs valuta asing. Kerugian

seringkali dilaporkan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan penghasilan yang

bersangkutan.

1. Penyesuaian Pemeliharaan Modal

Revaluasi atau pernyataan kembali (restatement) aset dan liabilitas menimbulkan kenaikan

atau penurunan ekuitas. Meskipun memenuhi definisi penghasilan dan beban, menurut

konsep pemeliharaan modal tertentu, kenaikan dan penurunan ini tidak dimasukkan dalam

laporan laba rugi melainkan dimasukkan dalam ekuitas sebagai penyesuaian pemeliharaan

modal atau cadangan revaluasi


SAP

Laporan keuangan pemerintah terdiri dari laporan pelaksanaan anggaran (budgetary reports),

laporan finansial, dan Catatan atas Laporan Keuangan. Laporan pelaksanaan anggaran terdiri

dari Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih. Laporan

finansial terdiri dari Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Laporan

Arus Kas. Catatan Laporan Keuangan merupakan laporan yang merinci atau menjelaskan

lebih lanjut atas pos-pos laporan pelaksanaan anggaran maupun laporan finansial dan

merupakan laporan yang tidak terpisahkan dari laporan pelaksanaan anggaran maupun

laporan finansial.

Laporan Pelaksanaan Anggaran

Laporan Realisasi Anggaran

Laporan Realisasi Anggaran adalah laporan yang menyajikan informasi

realisasi pendapatan, belanja, transfer, surplus/defisit, pembiayaan, dan sisa

lebih/kurang pembiayaan anggaran, yang masing-masing diperbandingkan dengan

anggarannya dalam satu periode.

Laporan Realisasi Anggaran menyajikan ikhtisar sumber, alokasi, dan pemakaian

sumber daya keuangan yang dikelola oleh pemerintah pusat/daerah, yang

menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasinya dalam satu periode

pelaporan. Unsur yang dicakup secara langsung oleh LRA terdiri atas pendapatan-

LRA, belanja, transfer, dan pembiayaan. Masing-masing unsur dapat dijelaskan

sebagai berikut:

1. Pendapatan-LRA adalah penerimaan oleh Bendahara Umum Negara/Bendahara

Umum Daerah atau oleh entitas pemerintah lainnya yang menambah Saldo

Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang

menjadi hak pemerintah, dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah.
2. Belanja adalah semua pengeluaran oleh Bendahara Umum Negara/Bendahara

Umum Daerah yang mengurangi Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun

anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh

pemerintah.

3. Transfer adalah penerimaan atau pengeluaran uang oleh suatu entitas pelaporan

dari/kepada entitas pelaporan lain, termasuk dana perimbangan dan dana bagi

hasil.

4. Pembiayaan (financing) adalah setiap penerimaan/pengeluaran yang tidak

berpengaruh pada kekayaan bersih entitas yang perlu dibayar kembali dan/atau

akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran bersangkutan maupun tahun-

tahun anggaran berikutnya, yang dalam penganggaran pemerintah terutama

dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran.

Penerimaan pembiayaan antara lain dapat berasal dari pinjaman dan hasil

divestasi. Pengeluaran pembiayaan antara lain digunakan untuk pembayaran

kembali pokok pinjaman, pemberian pinjaman kepada entitas lain, dan

penyertaan modal oleh pemerintah.

Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih

Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih menyajikan pos-pos berikut, yaitu:

saldo anggaran lebih awal (saldo tahun sebelumnya), penggunaan saldo anggaran

lebih, Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran (SILPA/SIKPA) tahun berjalan,

koreksi kesalahan pembukuan tahun sebelumnya, lain-lain dan Saldo anggaran lebih

akhir untuk periode berjalan. Pos-pos tersebut disajikan secara komparatif dengan

periode sebelumnya.
Laporan Perubahan Saldo Anggaran dimaksudkan untuk memberikan ringkasan

atas pemanfaatan saldo anggaran dan pembiayaan pemerintah, sehingga suatu entitas

pelaporan harus menyajikan rincian lebih lanjut dari unsur-unsur yang terdapat dalam

LP-SAL dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Struktur Laporan Perubahan Saldo

Anggaran baik pada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah

Kabupaten/Kota tidak memiliki perbedaan.

Laporan Finansial

Neraca

Neraca adalah laporan yang menyajikan informasi posisi keuangan pemerintah

yaitu Aset, Utang, dan Ekuitas Dana pada tanggal tertentu.Unsur yang dicakup oleh

neraca terdiri dari aset, kewajiban, dan ekuitas. Masing-masing unsur dapat dijelaskan

sebagai berikut :

1. Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh

pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat

ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh

pemerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang,

termasuk sumber daya nonkeuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa

bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan

sejarah dan budaya.

2. Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang

penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi

pemerintah.
3. Ekuitas adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset

dan kewajiban pemerintah.

Laporan Operasional

Laporan Operasional adalah salah satu unsur laporan keuangan yang menyajikan

ikhtisar sumber daya ekonomi yang menambah ekuitas dan penggunaannya yang

dikelola oleh pemerintah pusat/daerah untuk kegiatan penyelenggaraan pemerintahan

dalam satu periode pelaporan.

Unsur yang dicakup secara langsung dalam Laporan Operasional terdiri atas:[1]

1. Pendapatan-LO

2. Beban

3. Transfer

4. Pos Luar Biasa.

Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas

tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Laporan Arus Kas

Laporan Arus Kas adalah laporan yang menyajikan informasi arus masuk dan keluar

kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi,

investasi aset nonkeuangan, pembiayaan, dan nonanggaran.

Laporan Arus Kas menyajikan informasi kas sehubungan dengan aktivitas operasi,

investasi, pendanaan, dan transitoris yang menggambarkan saldo awal, penerimaan,

pengeluaran, dan saldo akhir kas pemerintah pusat/daerah selama periode tertentu.

Unsur yang dicakup dalam Laporan Arus Kas terdiri atas penerimaan dan pengeluaran

kas, yang masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut:


1. Penerimaan kas adalah semua aliran kas yang masuk ke Bendahara Umum

Negara/Daerah.

2. Pengeluaran kas adalah semua aliran kas yang keluar dari Bendahara Umum

Negara/Daerah.

Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian dari angka yang

tertera dalam Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih,

Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, dan Laporan Arus Kas. Catatan

atas Laporan Keuangan juga mencakup informasi tentang kebijakan akuntansi yang

dipergunakan oleh entitas pelaporan dan informasi lain yang diharuskan dan dianjurkan untuk

diungkapkan di dalam Standar Akuntansi Pemerintahan serta ungkapan-ungkapan yang

diperlukan untuk menghasilkan penyajian laporan keuangan secara wajar.

Pengakuan Unsur Laporan Keuangan

SAK

Pos yang memenuhi definisi suatu unsur harus diakui jika :

a) Ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomik yang berkaitan dengan pos tersebut akan

mengalir dari atau ke dalam perusahaan; dan

b) Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal

Pengakuan Aset

Aset diakui dalam neraca jika besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomiknya di masa

depan diperoleh perusahaan dan aset tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat dikur

dengan andal
Aset tidak diakui dalam neraca jika pengeluaran telah terjadi dan manfaat ekonomiknya

dipandang tidak mungkin mengalir ke dalam perusahaan setelah periode akuntansi berjalan.

Pengakuan Liabilitas

Diakui dalam neraca jika besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya yang

mengandung manfaat ekonomik akan dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban saat ini dan

jumlah yang harus disesuaikan dapat diukur dengan andal

Pengakuan Penghasilan

Diakui dalam laporan laba rugi ketika kenaikan manfaat ekonomik di masa depan yang

berkaitan dengan kenaikan aset atau penurunan liabilitas telah terjadi dan dapat diukur

dengan andal

Pengakuan Beban

Diakui jika penurunan manfaat ekonomik masa depan yang berkaitan dengan penurunan aset

atau kenaikan liabilitas telah terjadi dan dapat diukur dengan andal. Diakui atas dasar

hubungan langsung antara biaya yang timbul dan pos penghasilan tertentu yang diperoleh

SAP
Aset diakui pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh oleh pemerintah dan
mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal.
Aset diakui pada saat diterima atau kepemilikannya dan/atau kepenguasaannya berpindah.

Asumsi Dasar

SAK

Dasar Aktual dan Kelangsungan Usaha.

SAP

Asumsi Kemandirian Entitas, Asumsi Kesinambungan Entitas Asumsi Keterukuran

dalam Satuan Uang (Monetary Measurement).


PERBEDAAN

1. Perbedaan SAK dan SAP, SAP digunakan oleh entitas yang bertanggung
jawabmenyediakan barang dan jasa untuk rakyat, sementara SAK digunakan oleh entitas
yangbertanggung jawab mencari laba untuk pemilik/pemegang saham.

2. Perbedaan SAK dengan SAP, SAK menggunakan basis akrual sedangkan


SAPmenggunakan basis kas menuju akrual.

contohnya :

A. Pengakuan pendapatan, dalam laporan keuangan BLU (Badan Layanan Umum)versi SAK
seluruh pendapatan yang secara akrual telah terjadi pasti akandilaporkan, namun dalam
laporan keuangan versi SAP hanya pendapatan yangtelah diterima kasnya saja yang akan
dilaporkan.

B. Penyusutan aset tetap, SAK mewajibkan dilakukan perhitungan penyusutan akantetapi


SAP justru tidak menghitung penyusutan tersebut.

3. Perbedaaan antara SAP dan SAK juga terletak pada komponen laporan keuangannya.Yang
berbeda dari SAP adalah tidak adanya laporan rugi/laba dalam Pemerintahan dikenal dengan
laporan kinerja keuangan (surplus/defisit). Laporan ini mengukur keberhasilan operasi entitas
selama periode tertentu. Keberhasilan digambarkan dari kemampuan entitas dalam
menciptakanan surplus. Surplus terjadi bila total pendapatanlebih besar dari biaya yang
dikeluarkan dan defisit bila total pendapatan lebih kecil dari biaya yang dikeluarkan.
Informasi dari laporan surplus/defisit sangat penting bagi pengguna laporan keuangan untuk
mengambil keputusan mengenai profitabilitas, nilai investasi dan kelayakan kredit.

PERSAMAAN

Menurut Muhammad Gade (2002) adalah sebagai berikut:

1. Secara umum mempunyai tujuan yang sama, yaitu menyediakan informasi keuangan

yang lengkap, cermat, dan tepat waktu.


2. Akuntansi pemerintahan banyak memakai konsep, konvensi, praktek, dan prosedur

akuntansi yang dipakai juga di akuntansi komersial.

3. Keduanya juga memakai siklus akuntansi yang sama, biasanya satu tahun. Meskipun

periode siklus akuntansi kadang-kadang berbeda, misalnya Jepang tahun anggarannya

dimulai dari 1 April sampai dengan 31 Maret tahun berikutnya, sedangkan perusahaan

umumnya periode akuntansinya sama dengan tahun takwim, yaitu 1 Januari sampai

dengan 31 Desember.

4. Keduanya memakai istilah-istilah yang sama, misalnya buku harian, buku besar,

laporan keuangan, dan lain sebagainya.

5. Konsep akuntansi keuangan yang diakui secara umum, misalnya konsistensi

(consistency), obyektifitas (objectivity), pengungkapan penuh (full disclosure),

materialitas (materiality), dan kehati-hatian (conservatism) digunakan juga dalam

akuntansi pemerintahan.

6. Dalam proses akuntansinya juga sama, yaitu dimulai dari analisa dokumen, kemudian

pencatatan dalam buku harian, klasifikasi dan peringkasan lewat buku besar dan buku

tambahan; kemudian diakhiri dengan penyusunan laporan keuangan.