Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM MESIN LISTRIK

MOTOR DC PENGUAT TERPISAH

KELOMPOK : 2

PENYUSUN : Efriza Diningrat ( 1215020007 )

NAMA ANGGOTA KELOMPOK : Dian Riyani ( 1215020006 )

Drianto Darmawan ( 1215020032 )

Fadli ( 1215020009 )

Faris Sahrin ( 1215020010 )

Fathur Maulana ( 1215020011 )

Fatkhiya Mukarromah ( 1215020012 )

KELAS : 4E

TANGGAL PRAKTIKUM : 10 Mei 2017

TANGGAL PENYERAHAN LAPORAN : 26 Mei 2017

PEMBIMBNG : Ir.Benhur Nainggolan

NILAI :

PROGRAM STUDI TEKNIK KONVERSI ENERGI

JURUSAN TEKNIK MESIN

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

I
Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah,
Taufik dan HinayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan ini dalam
bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan
sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi
pendidikan.Dengan terselesaikannya laporan praktikum ini tidak terlepas dari bantuan banyak
pihak yang telah memberikan saran dan bantuan kepada penulis. Untuk itu penulis
mengucapkan terimakasih kepada :

1. Dezetty Monika S.T. M.T. selaku dosen pembimbing

2. Teman teman 4E yang telah membatu kelompok kami dalam praktikum ini

Laporan ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki
sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan laporan ini. Harapan saya
semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca,
sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat
lebih baik.

Depok, 18 Mei 2017

Efriza Diningrat

II
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................................. I
KATA PENGANTAR .......................................................................................................... II
DAFTAR ISI ......................................................................................................................... III
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................................................ 4
1.2 Tujuan ............................................................................................................................. 4
BAB II DASAR TEORI
2.1 Mekanisme Kerja Motor......................................................................5
2.2 Jenis-Jenis Motor Listrik .................................................................6
2.3 Komponen Utama Motor DC...................................................................7
2.4 Kecepatan Motor DC........................................................................................................8
2.5 Jenis-Jenis Motor DC Arus Searah...................................................................................9
BAB III METODE PELAKSANAAN
3.1 Alat-alat yang digunakan ................................................................................................11
3.2 Rangkaian Percobaan .....................................................................................................11
3.3 Langkah Kerja ................................................................................................................ 12
BAB IV ANALISA DATA
4.1 Data Hasil Pengamatan ................................................................................................... 13
4.2 Grafik Data Hasil Pengamatan ........................................................................................14
4.3 Analisa Data ....................................................................................................................14
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan .................................................................................................................... 16
5.2 Saran ............................................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................... 17

III
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Latar belakang terjadinya praktikum ini adalah sebagai mahasiswa/i program studi
Teknik Konversi Energi kami mempelajari dua sub materi yaitu elektronika dan mekanikal,
pada elektronika salah satunya mempelajari mesin listrik.

Materi mesin listrik nantinya akan digunakan pada instalasi listrik misalnya pada
suatu pembangkit listrik. Bagian dari materi praktikum mesin listrik salah satunya ialah
praktikum motor dc penguat terpisah

1.2. Tujuan

Dalam percobaan ini, diharapkan praktikan dapat :


Mengoperasikan motor DC jenis penguat terpisah
Menjelaskan prinsip kerja motor DC
Menjelaskan pengamatan tentang karakteristik motor DC

4
BAB II

DASAR TEORI

2.1. Mekanisme Kerja Motor

Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor secara umum sama :

Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya.


Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi lingkaran/loop, maka kedua
sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan gaya pada arah
yang berlawanan.
Pasangan gaya menghasilkan medan putar/torque untuk memutar kumparan.
Motor motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga
putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susunan
elektromagnetik yang disebut kumparan medan. Dalam memahami sebuah motor,
penting untuk menegerti apa yang dimaksud dengan beban motor. Beban mengacu
kepada keluaran tenaga putar/torque sesuai dengan kecepatan yang diperlukan. Beban
umumnya dapat dikategorikan dalam tiga kelompok :
a) Beban torque konstan adalah beban dimana permintaan keluaran energinya
bervariasi dengan kecepatan operasinya namun torque-nya tidak bervariasi.
Contoh beban dengan torque konstan adalah conveyors, rotary kilns, dan pompa
displacement konstan.
b) Beban dengan variable torque adalah beban dengan torque yang bervariasi
dengan kecepatan operasi. Contoh beban dengan variasi torque adalah pompa
sentrifugal dan fan (torque bervariasi sebagai kuadrat kecepatan).
c) Beban dengan energi konstan adalah beban dengan permintaan torque yang
berubah dan berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh untuk beban dengan
daya konstan adalah peralatan peralatn mesin.

Gambar 1 Prinsip Dasar dari Kerja Motor Listrik

5
2.2. Jenis Jenis Motor Listrik

Motor listrik dapat dikategorikan berdasarkan pasokan input, konstruksi, dan


mekanisme operasinya. Berikut adalah kalsifikasi jenis utama motor listrik.

Gambar 2 Klasifikasi Jenis Utama Motor Listrik

Motor AC (Arus bolak balik)


Motor AC ialah suatu mesin yang berfungsi mengubah tenaga listrik arus bolak-
balik (listrik AC) menjadi tenaga gerak atau tenaga mekanik berupa putaran
daripada rotor. Pada motor AC, arus dilewatkan melalui kumparan, menghasilkan
torsi pada kumparan. Sejak saat itu bolak, motor akan berjalan lancar hanya pada
frekuensi gelombang sinus. Hal ini disebut motor sinkron.

Motor DC (Arus Searah)


Motor DC merupakan motor listrik yang dapat mengubah daya masukan listrik
arus searah menjadi daya keluar mekanik. Motor DC/arus searah, sebagaimana
namanya, menggunakan arus langsung yang tidak lansung/direct-unindirectional.
Motor DC digunakan pada penggunaan khusus dimana diperlukan penyalaan torsi
yang tinggi atau percepatan yang tetap untuk kisaran kecepatan yang luas.

Motor DC adalah motor yang memerlukan suplai tenaga searah pada kumparan
jangkar dan kumparan medan untuuk diubah menjadi energi mekanik.
Berdasarkan karakteristiknya, motor arus searah ini mempunyai daerah
pengaturan putaran yang luas dibandingkan dengan motor arus bolak balik,
sehingga sampai sekarang masi banyak digunakan dipabrik pabrik yang mesin
produksinya memerlukan pengaturan putaran yang luas.

Gambar 3 Motor DC dan Komponen

6
2.3. Komponen Utama Motor DC

Tiga Komponen Utama Motor DC

1) Kutub Medan
Secara sederhana digambarkan bahwa interaksi dua kutub magnet akan menyebabkan
perputaran pada motor DC. Motor Dc memiliki kutub medan yang stasioner dan dinamo
yang menggerakan bearing pada ruang diantara kutub medan. Motor DC sederhana
memiliki dua kutub medan ; kutub utara dan kutub selatan. Untuk motor yang lebih besar
atau lebih komplek terdapat satu atau lebih elektromagnet. Elektromagnet menerima listrik
dari sumber daya dari luar sebagai penyedia struktur medan.
2) Dinamo
Bila arus masuk menuju dinamo, maka arus ini akan menjadi elektromagnet. Dianamo
yang berbentuk silinder, dihubungkan ke as penggerak untuk menggerakan beban. Untuk
kasus motor DC kecil, dinamo berputar dalam medan magnet yang dibentuk oleh kutub
kutub, sampai kutub utara dan selatan magnet berganti lokasi. Jika hal ini terjadi, arusnya
berbalik untuk merubah kutub kutub utara dan selatan dinamo.
3) Komutator
Komponen ini terutama ditemukan dalam motor DC. Kegunaannya adalah untuk
membalikan arah arus listrik dalam dinamo. Komutatir juga membantu dalam transmisi
arus antara dinamo dan sumber daya.
Keuntungan utama motor DC adalah sebagai pengendali kecepatan, yang tidak
mempengaruhi kualitas pasokan daya. Motor ini dapat dikendalikan dengan mengatur :
Tegangan dinamo meningkatkan tegangan dinamo akan meningkatkan kecepatan.
Arus medan menurunkan arus medan akan meningkatkan kecepatan.

Motor DC tersedia dalam banyak ukuran, namun penggunaannya pada umumnya dibatasi
untuk beberapa penggunaan berkecepatan rendah, penggunaan daya rendah hingga sedang
seperti peralatan mesin dan rolling mils, sebab sering terjadi masalah dengan perubahan
arah arus listrik mekanis pada ukuran yang lebih besar. Juga, motor tersebut dibatasi hanya
untuk penggunaan di area yang bersih dan tidak berbahaya sebab resiko percikan api pada
sikatnya. Motor DC juga relatif mahal dibanding motor AC. Hubungan antara kecepatan,
flux medan, dan tegangan dinamo ditunjukkan dalam persamaan berikut :

7
2.4. Kecepatan Motor DC

Dari persamaan tegangan motor sebelumnya, diperoleh :


= ( ) =
60
60
Maka diperoleh = ( )

60
Karena = , maka = ( )


Atau =

Ini menunjukkan bahwa kecepatan sebanding dengan GGL balik dan berbanding terbalik

dengan fluks atau (1)

Gaya Elektromagnetik = (2)

Torsi = (3)

Dengan :

E = Gaya Elektromagnetik yang dikembangkan pada terminal dinamo (Volt)


= Flux Medan yang berbanding lurus dengan arus medan
N = Kecepatan (rpm)
T = Torsi elektromagnetik
I = Arus dinamo
K = Konstanta persamaan
Sebuah motor DC terdiri dari gulungan kawat (coil) yang berputar pada medan magnet.
Arus pada coil dialurkan melalui brush yang kontak langsung dengan split ring. Coil
berada pada medan tetap, dan gaya yang dikeluarkan oleh arus pada kawat menghasilkan
torsi pada coil. Gaya F pada kawat dengan panjang L membawa arus listrik i pada medan
magnet B adalah iBL dikali dengan sinus sudat B dan i. Arus dari gaya F mengikuti
prinsip tangan kanan seperti diperhatikan memiliki besaran yang sama namun dengan arah
yang berbeda, sehingga gaya gaya tersebut menghasilkan torsi.

Motor DC dalam sebuah proses produksi banyak digunakan sebagai alat produksi. Dengan
fungsinya sebagai salah satu alat produksi, maka motor DC sangat perlu diamati
stabilitasnya. Salah satu langkah untuk mengamati stabilitas motor adalah mengamati
keceptan motor. Untuk mengamati kecepatan motor, dapat digunakan metode telemetri,
yaitu metode pengukuran kecepatan mototr jarak jauh. Dengan metode ini tidak perlu
berdekatan dengan motor untuk mengetahui kecepatan motor. Dengan gelombang radio,
dapat digunakan sebagai media untuk mentransmisikan kecepatan motor. Sehingga
kecepatan motor dapat diketahui di tempat lain tanpa menggunakan kabel.

8
2.5.Jenis Jenis Motor DC (Arus Searah)

a. Motor DC sumber daya terpisah/Separately Excited


Jika arus medan dipasok dari sumber terpisah maka disebut motor DC sumber daya
terpisah/separately excited
b. Motor DC sumber daya sendiri/Self Excited : Motor Shunt
Pada motor shunt, gulungan medan (medan shunt) disambungkan secara paralel
dengan gulungan dinamo (A) seperti perlihatkan dalam gambar 4. Oleh karena itu total
arus dalam jalur merupakan penjumlahan arus medan dan arus dinamo.

Berikut tentang kecepatan motor shunt (E.T.E. 1997)

Kecepatan pada prakteknya konstan tidak tergantung pada beban (hingga torsi tertentu
setelah kecepatannya berkurang, lihat gambar 5) dan oleh karena itu cocok untuk
penggunaan komersial dengan beban awal yang rendah, seperti peralatan mesin.
Kecepatan dapat dikendalikan dengan cara memasang tahanan dalam susunan seri dengan
dinamo (kecepatan berkurang) atau dengan memasang tahanan pada arus medan
(kecepatan bertambah).

c. Motor DC daya sendiri ; motor seri


Dalam motor seri, gulungan medan (medan shunt) dihubungkan secara seri dengan
gulungan dinamo (A) seperti ditunjukkan dalam gambar 6. Oleh karena itu, arus medan
sama dengan arus dinamo.

9
Berikut keterangan motor DC seri

Kecepatan dibatasi pada 5000 rpm.


Harus dihindarkan menjalankan motor dc seri tanpa ada beban sebab motor akan
mempercepat tanpa kendali.
Motor motor seri cocok penggunaan yang memerlukan torsi penyalaan awal yang
tinggi, seperti derek dan alat pengangkat hoist.

d. Motor DC Kompon/Gabungan
Motor Kompon DC merupakan gabungan motor seri dan shunt. Pada motor kompon,
gulungan medan (medan shunt) dihubungkan secara paralel dan seri dengan gulungan
dinamo (A) seperti yang ditunjukkan dalam gambar 8. Sehingga, motor kompon memiliki
torque penyalaan awal yang bagus dan kecepatan yang stabil. Makin tinggi persentase
penggabungan (yakni persentase gulungan medan yang dihubungkan secara seri), makin
tinggi pula torque penyalaan awal yang dapat ditangani oleh motor ini. Contoh,
penggabungan 40-50% menjaddikan motor ini cocok untuk alat pengangkat hoist dan
derek, sedangkan motor kompon yang standar (12%) tidak cocok.

Mesin DC yang akan kita praktikkan adalah motor DC jenis penguat terpisah. Lihat gambar
rangkaian. Karakteristik motor yang diamati dalam keadaan tanpa beban ialah :
Putaran motor fungsi arud penguatan N=f(if), dengan V=Konstan
Putaran motor fungsi tegangan jangkar N=f(V), dengan If=Konstan

10
BAB III

METODE PELAKSANAAN

3.1. Alat-Alat yang Digunakan

Alat alat yang diperlukan untuk menujang pelaksanaan praktik adalah sebagai berikut:

1.Motor DC

2.Tachometer

3.Voltmeter (u1), 1 buah

4.Amperemeter (A), 2 buah

5.Kabel penghubung

3.2. Rangkaian Percobaan

+ -

v A

AC 3 FASA
REGULATOR
L1 L2 L3 A
OUTPUT
L1 L2 L3
L1 +
L2 v

L1 L2 L3
L3 -

M2

11
3.3. Langkah Kerja

A.Untuk karakteristik N-f(if)

1.Catat name plate mesin DC

2.Rangkaikan sesuai dengan diagram rangkaian

3.Masukan saklar untuk suplai tegangan dan atur untuk nilai 300V tetap

4.Masukan saklar untuk suplai arus medan,pengaturan dari 0,4A-0,15A secara bertahap

5.Masukan data putaran yang diperoleh pada tabel yang telah dibuat

6.Matikan motor dengan jalan turunkan tegangan motor sampai nol

7.Matikan saklar untuk penguatan medan

B.Untuk Karakteristik N=f(V)

1.Masukan saklar untuk penguat medan,atur sampai mencapai 0,8 A konstan

2.Masukan saklar untuk tegangan motor dari 30 V sampai 360 V. Lakukan secara bertahap

3.Catat putaran, masukan dalam tabel

4.Matikan motor, dengan menurunkan tegangan terlebih dahulu

5.Matikan saklar penguat medan

12
BAB IV

ANALISA DATA

4.1.Data Hasil Pengamatan

V= 300 V
If (A) n (RPM)
0,15 2910
0,2 2640
0,25 2600
0,3 2560
0,35 2440
0,4 2380

If= 0,8 A
V (Volt) n
30 219
60 512
90 786
120 1074
150 1306
180 1594
210 1847
240 2120
270 2390
300 2670
330 2920

13
4.2.Grafik

Pengaruh Perubahan If Terhadap Putaran


3000

2800
Putaran ( RPM )

2600

2400

2200

2000
0.15 0.2 0.25 0.3 0.35 0.4
If ( Ampere )

Pengaruh Perubahan Tegangan Terhadap Putaran


3500

3000

2500
Putaran ( RPM )

2000

1500

1000

500

0
30 60 90 120 150 180 210 240 270 300 330
Tegangan ( Volt )

4.3.Analisa Data

Pada grafik 1 yaitu N = f (If), V = Konstan (300 V) , terbentuk grafik menurun, hal ini di
karenakan adanya perubahan If menyebabkan pula perubahan putaran. Dapat disimpulkan
nilai If berbanding terbalik dengan nilai putaran, semakin besar nilai If, maka putaran akan
semakin mengecil.

Pada grafik 2 yaitu N = f (V), If = Konstan (0,8 A) , terbentuk grafik naik, hal ini di
karenakan adanya perubahan V menyebabkan pula perubahan putaran. Dapat disimpulkan
nilai V berbanding lurus dengan nilai putaran, semakin besar nilai V, maka putaran akan
semakin membesar.

14
BAB V

PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Pada praktikum 1 yaitu N = f (If), V = Konstan (300 V) , terbentuk grafik menurun, hal
ini di karenakan adanya perubahan If menyebabkan pula perubahan putaran. Dapat
disimpulkan nilai If berbanding terbalik dengan nilai putaran, kenaikan nilai If, akan diikuti
pula penurunan nilai putaran.

Pada praktikum 2 yaitu N = f (V), If = Konstan (0,8 A) , terbentuk grafik naik, hal ini di
karenakan adanya perubahan V menyebabkan pula perubahan putaran. Dapat disimpulkan
nilai V berbanding lurus dengan nilai putaran, kenaikan nilai V, akan diikuti pula kenaikan
nilai putaran.

5.2. Saran

Dalam melakukan percobaan ini, diperlukan ketelitian dan konsentrasi dalam


merangkai rangkaian alat dan pembacaan alat ukur, terutama tachometer, jika telah
selesai merangkai, pastikan rangkaian telah terangkai dengan benar (untuk memastikan
rangkaian sudah benar, bisa ditanyakan kepada dosen pembimbing). Dalam Praktikum
ini, perlu diperhatikan SOP dalam pemakaian alat agar alat tidak mudah rusak.

15