Anda di halaman 1dari 3

DISTOSIA BAHU

SOP No Dokumen : 445.1/ /SOP/VIII/2017


No Revisi :
Tanggal mulai berlaku : 10/08/2017
Halaman : 1/3

UPT. PUSKESMAS
PARUGA dr. H. Faturahman
Nip 197703192005011009
1. Pengertian Distosia bahu adalah Kegagalan kelahiran bahu setelah kepala janin
2. Tujuan Sebagai acuan dalam melakukan penanganan distosia bahu
SK Kepala UPT. Puskesmas Paruga

3. Kebijakan No :
Tentang :
Asuhan Persalinan Normal 2011, Acuan PONED 2008, Buku saku Pelayanan
4. Referensi
Kesehatan ibu di fasilitas kesehatan dasar dan rujukan 2013
1. Persiapan Alat
5. Prosedur
Sarung tangan steril
1. Petugas memberikan KIE
2. Petugas menjelaskan kembali informed consent yang sudah ditanda tangani
sebelum proses persalinan
3. Petugas segera menghubungi Tim PONED untuk kolaborasi
4. Tim PONED menegakkan diagnosa
5. Tim PONED Membuat rencana tindakan dengan melibatkan pasien
MANUVER McROBERTS (penambahan sumbu anteroposterior pintu atas panggul)
6. Tim PONED membaringkan ibu secara terlentang
7. Tim PONED meminta ibu untu melipat kedua pahanya, sehingga kedua lututnya
berada sedekat mungkin dengan dada. Gunakan kedua tangan untuk membantu
fleksi maksimal paha.
6. Langkah Langkah
8. Sambil memegang kepala bayi secara biparietal, Tim PONED menarik curam
kebawah dan untuk melahirkan bahu posterior dan menarik keatas untuk
melahirkan bahu anterior
9. Bila bahu bayi belum berhasil lahir, Tim PONED melakukan episiotomi bila
diperlukan, kemudian melakukan manuver lain
MANUVER HIBBARD/ RESNICK ( Pengecilan rentang bahu)
10. Salah satu tim PONED yang lain melakukan tekanan suprasimpisis
11. Tim PONED memasukkan tangan mengikuti lengkung sakrum sampai jari
penolong mencapai fosa antecubiti
12. Dengan tekanan jari tengah, Tim PONED melipat lengan bawah kearah dada
MANUVER WOOD/ SCHART DIXON (Pengalihan bahu depan ke belakang)

1
13. Setelah terjadi fleksi tangan,Tim PONED mengeluarkan lengan dari vagina
(menggunakan jari telunjuk untuk melewati dada dan kepala bayi atau seperti
mengusap muka bayi ), kemudian menarik hingga bahu belakang dan seluruh
lengan belakang dapat dilahirkan
14. Bahu depan dapat lahir dengan mudah setelah bahu dan lengan belakang
dilahirkan
15. Bila bahu depan sulit dilahirkanTim PONED memutar bahu belakang ke depan
(jangan menarik lengan bayi tetapi dorong bahu posterior) dan putar bahu
depan ke belakang (mendorong anterior bahu depan dengan jari telunjuk dan
jari tengah operator) mengikuti arah punggung bayi sehingga bahu depan dapat
dilahirkan

Persalinan macet karena Petugas memberikanKIE


distosia bahu

Petugas menjelaskan kembali informed consent


yg sudah ditandatangani

Petugas mengubungi Tim PONED

Tim PONED menegakkan diagnosa

Tim PONED membuat rencana tindakan dengan


melibatkan pasien

Tim PONED melakukan manuver Mc Roberts

Bayi berhasil
4. Bagan Alir lahir
pervaginam
ya tidak

Tim PONED melakukan manuver Hibbard/


Resnick

Manuver wood dan scart dixon

Bayi berhasil
lahir
pervaginam
ya tidak

Rujuk

2
Upayakan untuk mendeteksi dini bayi makrosomia
5. Hal- hal yg perlu
diperhatikan Hindari tarikan yang berlebihan karena akan mencederai fleksus brackhial
6. Unit terkait Ruang bersalin
7. Dokumen terkait Lembar observasi, SOAP, Buku KIA
No Yg diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
8. Rekaman Historis diberlakukan
Perubahan