Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNOLOGI BENIH

Struktur benih dikotil dan monokoti

Oleh :

Nama : Wenni Yulisma.M

Nim :D1A013059

AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JAMBI

LAPORAN TEKNOLOGI BENIH STRUKTUR BENIH DIKOTIL DAN MONOKOTIL Page 1


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Tahap perkembangan disebut perkecambahan. Perkecambahan biji


monokotil dan dikotil memiliki perbedaan. Baik dari segi struktur maupun
pertumbuhannya.
Pertumbuhan dan perkembangan pada pertumbuhan biji dimulai dengan
perkecambahan. Perkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil dari
biji). Embrio yang merupakan calon individu baru terdapat di dalam biji. Jika
suatu biji tanaman ditempatkan pada lingkungan yang menunjang dan
memadai,biji tersebut akan berkecambah.

Tumbuhan yang ada di dunia ini banyak macam dan jenisnya. Secara kasat
mata, tumbuhan dapat dibagi menjadi tumbuhan yang menghasilkan biji dan
tumbuhan yang tidak menghasilkan biji. Tumbuhan biji disebut juga
spermatophyta yang dapat dibedakan menjadi tumbuhan berbiji tertutup
(Angiospermae) dan tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae). Angiospermae
sendiri dibedakan menjadi tumbuhan berkeping satu (monokotil) dan tumbuhan
berkeping dua (dikotil).
Biji merupakan alat untuk melestarikan keturunan tumbuhan yang
bersangkutan. Biji biasanya dihasilkan oleh tumbuhan yang berbunga. Selain
untuk perkembangbiakan, biji juga merupakan tempat penyimpanan cadangan
makanan yang digunakan oleh organisme lain untuk memenuhi kebutuhan
makanannya.
Secara morfologi, biji dapat dibedakan menjadi dua, apakah biji yang
dihasilkan oleh tumbuhan tersebut berupa biji belah atau bukan. Karena
karekteristik dari suatu biji sangatlah mempengaruhi morfologi dan anatomi akar,
batang, dan daun yang akan dibentuk pada waktu pertumbuhan.

LAPORAN TEKNOLOGI BENIH STRUKTUR BENIH DIKOTIL DAN MONOKOTIL Page 2


Pada observasi kali ini, akan diamati berbagai macam tumbuhan dikotil
dan monokotil. Dengan pengamatan ini diharapkan agar dapat membedakan ciri-
ciri dari tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil. Selain itu, dapat pula
menganalisis adanya suatu penyimpangan baik secara morfologi maupun secara
anatomi pada ciri-ciri tumbuhan dikotil dengan monokotil terhadap ciri-ciri
tumbuhan lain.

1.2 Tujuan penelitian


Penulisan laporan ini dilakukan untuk memenuhi tujuan-tujuan yang
diharapkan dapat bermanfaat bagi kita semua dalam menambah ilmu pengetahuan
dan wawasan.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Mengamati struktur biji monokotil dan dikotil
2. Mengamati perkecambahan pada biji monokotil dan dikotil.

1.3 Rumusan Masalah


Dengan melakukan penelitian yang telah ditugaskan maka beberapa masalah
yang dapat penulis rumuskan dalam laporan ini adalah:
1. Apakah perbedaan struktur antara biji monokotil dan dikotil ?
2. Mengapa biji kacang dikelompokkan kedalam kelompok dikotil dan biji jagung
dikelompokkan kedalam monokotil ?
3. Apa perbedaan antara kecambah monokotil dan dikotil ?

1.4 Hipotesis
Berdasarkan masalah pokok dan kerangka pikir serta tujuan yang akan
dicapai dalam
penelitian ini, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
1. Karena kacang tanah mempunyai dua keping biji
2. Karena jagung mempunyai satu keping biji

LAPORAN TEKNOLOGI BENIH STRUKTUR BENIH DIKOTIL DAN MONOKOTIL Page 3


3. Biji dikotil mempunyai dua kotiledon sedangkan biji monokotil hanya
mempunyai
satu kotiledon.

LAPORAN TEKNOLOGI BENIH STRUKTUR BENIH DIKOTIL DAN MONOKOTIL Page 4


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Setiap biji yang sangat muda dan sedang tumbuh selalu terdiri atas tiga bagian, yaitu (1)
embrio, (2) kulit biji, (3) endosperm. Pada biji dikotil yang sudah masak, endosperm tidak
ditemukan lagi karena sudah habis diserap oleh embrio untuk pertumbuhannya sebelum
perkecambahan. Jadi pada biji dikotil pada waktu masak hanya memiliki (1) embrio yang terdiri
dari kotiledon, plumule, dan radikel, dan (2) kulit biji (seed coat atau testa). Sedangkan pada biji
tanaman monokotil, biji normalnya mempunyai ketiga bagian pokok tadi, yaitu embrio, kulit biji,
dan endosperm.
Biji merupakan suatu organisasi yang tersusun rapi, mempunyai persediaan bahan
makanan yang cukup untuk melindungi serta memperpanjang kehidupannya. Walaupun banyak
hal yang terdapat pada biji, tetapi baik mengenal jumlah, bentuk maupun strukturnya,
mempunyai satu fungsi dan tujuan yang sama yaitu menjamin kelangsungan hidupnya.
Pengetahuan tentang struktur biji akan memberikan pemahaman yang baik tentang perbedaan
kedua struktur biji tersebut.
Bagian-bagian biji terdiri dari 3 bagian dasar :

1. Embrio
Embrio adalah suatu tanaman baru yang terjadi dari bersatunya gamet-gamet jantan dan
betina pada suatu proses pembuahan. Embrio yang berkembangnya sempurna terdiri dari
struktur-struktur sebagai berikut : epikotil (calon pucuk), hipokotil (calon batang), kotiledon
(calon daun) dan radikula (calon akar). Tanaman di dalam kelas Angiospermae diklasifikasikan
oleh banyaknya jumlah kotiledon. Tanaman monokotiledon mempunyai satu kotiledon misalnya
: rerumputan dan bawang. Tanaman dikotiledon mempunyai dua kotiledon misalnya kacang-
kacangan.

Sedangakan pada kelas Gymnospermae pada umumnya mempunyai lebih dari 2


kotiledon misalnya pinus, yang mempunyai sampai sebanyak 15 kotiledon. Pada rerumputan
(grasses) kotiledon yang seperti ini disebut scutellum, kuncup embrioniknya disebut plumulle

LAPORAN TEKNOLOGI BENIH STRUKTUR BENIH DIKOTIL DAN MONOKOTIL Page 5


yang ditutupi oleh upih pelindung yang disebut koleoptil, sedangkan pada bagian bawah terdapat
akar embrionik yang disebut ridicule yang ditutupi oleh upih pelindung yang disebut coleorhiza.
2. Jaringan penyimpan cadangan makanan
Pada biji ada beberapa struktur yang dapat berfungsi sebagai jaringan penyimpan
cadangan makanan, yaitu :
a. Kotiledon, misalnya pada kacang-kacangan, semangka dan labu.
b. Endosperm, misal pada jagung, gandum, dan golongan serelia lainnya. Pada kelapa bagian
dalamnya yang berwarna putih dan dapat dimakan merupakan endospermnya.
c. Perisperm, misal pada famili Chenopodiaceae dan Caryophyllaceae.
d. Gametophytic betina yang haploid misal pada kelas Gymnospermae yaitu pinus.
Cadangan makanan yang tersimpan dalam biji umumnya terdiri dari karbohidrat, lemak,
protein dan mineral. Komposisi dan presentasenya berbeda-beda tergantung pada jenis biji, misal
biji bunga matahari kaya akan lemak, biji kacang-kacangan kaya akan protein, biji padi
mengandung banyak karbohidrat.

3. Pelindung biji
Pelindung biji dapat terdiri dari kulit biji, sisa-sisa nucleus dan endosperm dan kadang-
kadang bagian buah. Tetapi umumnya kulit biji (testa) berasal dari integument ovule yang
mengalami modifikasi selama proses pembentukan biji berlangsung.
Biasanya kulit luar biji keras dan kuat berwarna kecokelatan sedangkan bagian dalamnya
tipis dan berselaput. Kulit biji berfungsi untuk melindungi biji dari kekeringan, kerusakan
mekanis atau serangan cendawan, bakteri dan insekta.
Dalam hal penggunaan cadangan makanan terdapat beberapa perbedaan diantara sub
kelas monokotiledon dan dikotiledon ;
a. Sub kelas monokotiledon: cadangan makanan dalam endosperm baru akan dicerna setelah biji
masak dan dikecambahkan serta telah menyerap air.
Contoh : jagung, padi, gandum.
b. Subkelas dikotiledon : cadangan makanan yang terdapat dalam kotileodon atau perisperm
sudah mulai dicerna dan diserap oleh embrio sebelum biji masak. Contoh : kacang-kacangan,
bunga matahari dan labu. (Sutopo, L. 2002).

LAPORAN TEKNOLOGI BENIH STRUKTUR BENIH DIKOTIL DAN MONOKOTIL Page 6


BAB III
METODOLOGI

3.1 waktu dan tempat

Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Jambi


pada tanggal 29 februari 2016 yang dimulai pada pukul 03. Wib selesai.

3.2 Bahan Dan Alat


a. Bahan
o Benih padi (Oryza sativa)
o Benih jagung (Zea mays)
o Benih kedelai (Glycine max)
o Benih kacang tanah (Arachis hypogaea)
b. Alat
o Pisau
o cutter/ silet
o Lup/ kaca pembesar
o Alat tulisCamera

3.3 Posedur kerja


o Gambarlah pandangan luar dan dalam dengan membuat irisan melintang atau membujur
dari ke empat benih.
o Beri nama atau keterangan pada tiap bagian-bagian benihnya.
o Benih di amati struktur dari bentuk morfologi dan di dokumentasikan.

LAPORAN TEKNOLOGI BENIH STRUKTUR BENIH DIKOTIL DAN MONOKOTIL Page 7


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil

Keterangan gambar
Permukaan luar Permukaan dalam
Permukaan luar Permukaan dalam

1. jaringan buah
kulit biji
1. hilum
2. endosperm
kotiledon

JAGUNG

ekor gabah
kulit biji
1. hilum
endosperm
1. isi beras putih

PADI

kulit biji
kotiledon
1. hilum
rodikula
plumula

LAPORAN TEKNOLOGI BENIH STRUKTUR BENIH DIKOTIL DAN MONOKOTIL Page 8


KACANG TANAH

KEKEDELEI

4.2 PEMBAHASAN

Perbedaan struktur antara biji monokotil dan dikotil

Perbedaan struktur antara biji monokotil dan dikotil dapat kita lihat dari bentuk
biji dan bagian-bagiannya. Pada biji monokotil, contohnya jagung hanya terdapat satu
kotiledon saja yang sering disebut skutelum. Sedangkan pada biji dikotil, contohnya
kacang tanah memiliki dua kotiledon atau keping biji yang berfungsi sebagai tempat
tersimpannya cadangan makanan.
posisi jaringan penyimpan makanan setelah berkecambah, tipe perkecambahan
hipogeal dan epigeal serta bagian-bagian dari kecambah jagung,padi, kedelei dan kacang
tanah dapat dilihat pada lampiran hasil pengamatan.

Perbedaan antara kecambah monokotil dan dikotil

Perbedaan kecambah monokotil dapat kita lihat dari strukturnya, yaitu pada
kecambah monokotil struktur kecambahnya meliputi radikula, plumula, akar primer,

LAPORAN TEKNOLOGI BENIH STRUKTUR BENIH DIKOTIL DAN MONOKOTIL Page 9


keleoptil, dan daun pertama. Sedangkan pada kecambah tumbuhan dikotil terdiri atas
akar primer, hipokotil, kotiledon, epikotil, dan daun pertama.

Struktur Biji Monokotil Dan Dikotil


Dari hasil penelitian anatomi tanaman dikotil dan monokotil diperoleh bahwa biji
tanaman dikotil dan monokotil mempunyai bagian-bagian biji yaitu cadangan makanan,
kulit biji, epikotil, kotiledon, hipokotil dan radikula.
Pada biji ada beberapa struktur , yaitu :
a. Kotiledon, cadangan makanan embrio
b. Plumula, berdeferensiasi menjadi bakal daun
c. Radikula, bakal calon akar
d. Epikotil, bakal batang yang berada di atas kotiledon
e. Hipokoti, bakal batang yang berada di bawah kotledon
f. Skutelum, permukaan keras
g. Testa, pelindung biji

LAPORAN TEKNOLOGI BENIH STRUKTUR BENIH DIKOTIL DAN MONOKOTIL Page 10


PERTANYAAN
1. Dilihat dari struktur buahnya,apa perbedaan yang prinsip antara struktur benih dicotyil
dan monokotil?

JAWABAN
1. Pada buah dikotil memiliki struktur benih pada saat perkecambahan ialah berkeping dua,
sedangkan pada monocotyl ia memiliki satu keeping lembaga dan pada bagain buah nya
terdapat serabut sebagai penguhubung lapisan dalam sehingga memudahkan kita untuk
membedakan antar lapisan baik itu mesocarp, endocarp, maupun eksocarpnya.

LAPORAN TEKNOLOGI BENIH STRUKTUR BENIH DIKOTIL DAN MONOKOTIL Page 11


BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan

Pada umumnya struktur biji sama yaitu ada kotiledon, plumula, radikula. Yang
membedakan hanya pada biji monokotil terdapat testa dan tidak terdapat epikotil dan
hipokotil, sedangkan biji dikotil terdapat skutelum dan terdapat epikotil dan hipokotil.
Perkecambahan biji monokotil dan biji dikotil mempunyai tipe perkecambahan
yang berbeda. Biji monokotil tipe perkecambahan hipogel (kotiledon berada di bawah
permukaan tanah), sedangkan biji dikotil tipe perkecambahan epigeal (kotiledon berada
di atas permukaan tanah). Air sangat berpengaruh terhadap perkecambahan. Tanpa
adanya air perkecambahan tidak akan terjadi.

5.2 Saran

Pada akhir penelitian ini kami menyarankan untuk praktikum selanjutnya agar
lebih baik lagi sehingga memperoleh hasil yang memuaskan. Sebaiknya dalam
melakukan penelitian atau percobaan harus membutuhkan waktu lama. Karena untuk
menganalisis semua yang terjadi pada tumbuhan tersebut. Jika dalam waktu yang singkat,
mungkin hasil percobaan tersebut kurang memuaskan

LAPORAN TEKNOLOGI BENIH STRUKTUR BENIH DIKOTIL DAN MONOKOTIL Page 12


DAFTAR PUSTAKA

http://www.hasilpraktikum.wenniyulismamahendri.com./perkecambah

LAPORAN TEKNOLOGI BENIH STRUKTUR BENIH DIKOTIL DAN MONOKOTIL Page 13


LAMPIRAN

LAPORAN TEKNOLOGI BENIH STRUKTUR BENIH DIKOTIL DAN MONOKOTIL Page 14