Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNOLOGI BENIH

Pengujian Kekuatantumbuh Benih Dengan Media Bata Merah

Oleh :

Nama : Wenni Yulisma.M

Nim :D1A013059

AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JAMBI

2016

Pengujian Kekuatantumbuh Benih Dengan Media Bata Merah Page 1


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pengujian benih laboratorium bertujuan untuk mendapat keterangan tentang mutu
suatu kelompok benih yang digunakan untuk keperluan penanaman. Teknologi benih
adalah ilmu teknologi dalam bidang Agronomi yang berhubungan dengan benih ,
meliputi masalah produksi, pengelolahan, penyimpana , dan pengujian benih.
Dalam pengujian benih laboratories ini hanya menyangkut pengujian benih .
Macam- macam pengujian yang dilakukan dapat dibedakan atas 2 golongan yaitu:
A. Pengujian standar , yang terdiri dari ;
1. Penetapan / Pengukuran Kadar Air
2. Pengujian Kemurnian
3. Pengujian Daya Tumbuh / Daya Berkecambah
B. Pengujian Khusus / Spesifik , yaitu pengujian tentang sifat sifat benih yang
mencirikan mutu spesifik dari benih atau kelompok ( lot ) benih , untuk maksud
tertentu. Pengujian khusus ini terdiri dari ;
1. Pengujian Viabilitas Benih Secara Biakhemis
2. Penetapan Berat 1000 Butir
3. Pengujian Vigor
Untuk melakukan pengujian benih tersebut digunakan beberapa alat yang ada dalam
Laboratorium Agronomi kita . Dalam pengujian ini ada beberapa istilah antara lain
yaitu ;
A. Contoh Benih ialah sejumlah tertentu benih yang mewakili dari suatu kelompok
benih yang cara pengambilanannya memenuhi ketentuan yang ditetapkan.
B. Tanaman Pertanian ialah meliputi jenis / Kultivar yang diusahakan menurut
ketentuan yang berlaku.
C. Kadar Air Benih ialah berat air yang hilang karena pemanasan atau air yang dapat
dikumpulkan karena destilasi ( dengan cara yang ditetapkan ) yang dinyatakan dalam
persen terhadap berat asli contoh benih .

Pengujian Kekuatantumbuh Benih Dengan Media Bata Merah Page 2


D. Tumbuh Kecambah ialah munculnya unsure unsure utama dari lembaga dari
suatu benih yang diuji yang menunjukan kemampuan menjadi tanaman normal
apabila ditanam pada lingkungan yang sesuai bagi benih tersebut.
E. Bibit Normal ialah bibit dimana unsure unsure utama nya menunjujan kemapuan
untuk berkembang menjadi tanaman normal apabila ditanam pada lingkungan yang
sesuai bagi benih yang bersangkutan .
F. Bibit Abnormal ialah bibit yang tidak memenuhi persyaratan sebagai bibit normal.
Dalam pratikum teknologi benih ini mengenal pekerjaan yaitu basah dan kering.
Pekerjaan basah adalah pekerjaan yang berhubungan dengan air, misalnya
pengecambahan . Pekerjaan kering adalah pekerjaan analisa kemurnian benih dan
pengujian kadar air benih.

1.2 Tujuan

Untuk mengetahui ketahanan benih terhadap kekeringan.

Pengujian Kekuatantumbuh Benih Dengan Media Bata Merah Page 3


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pengujian viabilitas benih terdiri atas 2 macam yaitu pengujian daya berkecambah /
daya tumbuh dan pengujian vigor. Pengujian vigor ini dibagi 2 macam lagi yaitu pengujian
kekuatan tumbuh dan pengujian daya simpan benih. kesemua pengujian ini dilakukan di
laboratorium yang tujuannya untuk mendapatkan keterangan tentang kemampuan benih
tumbuh dilapang sebelum ditanam. Disamping itu hasil pengujian tersebut dapat juga
digunakan untuk membandingkan nilai berbagai kelompok simpan benih.

Pengujian viabilitas benih dengan kondisi di lapang hasilnya tidak dapat dipercaya dan tidak
dapat diulang. Untuk mendapatkan hasil yang dapat dipercaya dan seragam maka pengujian
viabilitas benih dilakukan di laboratorium pada keadaan lingkungan yang dapat diawasi dan
distandarisasi. Selain alat yang digunakan (alat pengecambah benih, substrat dan
sebagainya), metode uji harus distandarisasi pula.

Pengujian viabilitas benih meliputi metode uji secara langsung dan tidak langsung. Dalam
metode uji secara langsung kita dapat mengetahui dan menilai struktur-struktur penting
kecambah secara langsung. Sedangkan metode uji secara tidak langsung dapat diketahui
mutu hidup benih yang ditunjukkan melalui gejala metabolisme.

Untuk metode uji secara langsung diperlukan substrat pengujian, dapat berupa kertas, pasir,
tanah dan sebagainya. Metode uji dengan substrat sebagai tempat, lebih cepat dan lebih
mudah menilai struktur-struktur penting kecambah dan dapat dengan mudah distandarisasi.

Pengujian Kekuatantumbuh Benih Dengan Media Bata Merah Page 4


BAB III
METODOLOGI

2.1 waktu dan tempat

Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas


Jambi pada tanggal 21 maret 2016 yang dimulai pada pukul 03. Wib selesai.

3.2 Bahan Dan Alat


a. Bahan
Benih padi
Benih jagung
Benih kedelai
b. Alat
Bak perkecambahan
Bata merah
Air
Kertas label
Camera.

3.3 Prosedur kerja


1. Isi bak perkecambahan dengan bata merah yang sudah dipecah menjadi kecil-kecil.
2. Basahi medium bata merah dengan menggunakan air sampai basah sekali.
3. Tanam benih padi, kedele dan jagung.
4. Tanam sebanyak 25 benih di dalam bak perkecambahan.
5. Tidak dilakukan penyiraman.
6. Pengamatan untuk jagung dan kedele dilakukan 6 x 24 jam serta padi 7 x 24 jam
setelah tanam terhadap kecambah normal.
7. Setelah pengamatan dilakukan perhitungan prosentase daya tumbuh dengan rumus
SGT

Pengujian Kekuatantumbuh Benih Dengan Media Bata Merah Page 5


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Kelompok Hari/ Tanggal Jenis Benih Kecambah Kekuatan


Pengamatan Normal Tumbuh Benih
(%) (SGT)
1 Jagung 20 80 %
Minggu (27 Maret
2016

2 Jagung 24 96 %
Minggu (27 Maret
2016

3 Padi 0 0%
Minggu (27 Maret
2016

4 Padi 5 20 %
Minggu (27 Maret
2016

5 Kedelai 0 0%
Minggu (27 Maret
2016

6 Kedelai 0 0%
Minggu (27 Maret
2016

4.2 PEMBAHASAN

Pengujian Kekuatantumbuh Benih Dengan Media Bata Merah Page 6


Pada pratikum tentang kekuatan tumbuh benih pada bata merah pada benih
jagung dapat tumbuh dengan baik dan kacang tanah juga dapat tumbuh dengan baik
sedangkan pada kacang tanah dan padi pertumbuhan nya kurang baik hal ini di
sebabkan karena pada pertumbuhan yang merupakan vigor saja yang mempunyai
kekuatan cukup untuk mendorong diri nya sendiri melalui lapisan kerikil yang keras.
Biji sendiri dibedakan menjadi dua yaitu biji dikotil dan biji monokotil.biji dikotil
adalah epigeal jika sewaktu tumbuh kotiledon akan terangkat diatas permukaan tanah.
Sedangkan pada biji monokotil kotiledonnya tetap ada pada permukaan tanah.
Terangkatnya kotiledon dari permukaan tanah pada biji dikotil disebabkan oleh
pertumbuhan dan pemanjangan hipokotil yang menembus permukaan tanah. Pada
saat ini koteledon berfungsi senagai pelindung plumule dari perusakan yang
disebabkan pergeseran tanah. Sedangkan pada monokotil hipokotil hanya sedikit
memanjang sehingga kotiledon tidak terangkat keatas, tetapi untuk menumbuhkan
akar seminal koleoptil harus segera mencapai permukaan tanah.

PERTANYAAN

Pengujian Kekuatantumbuh Benih Dengan Media Bata Merah Page 7


1. Bandingkan kekuatan tumbuh benih dari masing-masing lot benih terhadap benih
yang sama dan juga terhadap benih yang lain
2. Berikan kesimpulan saudara.

JAWABAN

1. kedalaman tanam sangat mempengaruhi pertumbuhan benih, pengaruh tersebut


berkaitan dengan vigor benih. Benih padi dan kedelai memiliki kekuatan yang lebih
rendah dibandingkan dengan benih jagung.

2. uji standar denganmedia arang sekam padi yang yang digunakan memberikan gambaran
bagi benih yang dapat berkecambah baik dan kurang baik dan menunjukkan vigor dan
viabilitas benih tersebut.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

Pengujian Kekuatantumbuh Benih Dengan Media Bata Merah Page 8


5.1 kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diperoleh dari praktikum ini adalah metode uji standar
denganmedia arang sekam padi yang yang digunakan memberikan gambaran bagi benih
yang dapat berkecambah baik dan kurang baik dan menunjukkan vigor dan viabilitas
benih tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Pengujian Kekuatantumbuh Benih Dengan Media Bata Merah Page 9


http://inotsetiawan.blogspot.co.id/2014/01/laporan-praktikum-teknologi-dan.html. Diakses
pada tanggal 30 Maret 2016.

LAMPIRAN

Pengujian Kekuatantumbuh Benih Dengan Media Bata Merah Page 10


Pengujian Kekuatantumbuh Benih Dengan Media Bata Merah Page 11