Anda di halaman 1dari 15

PENGUKURAN LINGKAR DADA NEONATUS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/1

Tanggal terbit Ditetapkan oleh


STANDAR
Direktur RS Permata Jonggol
PROSEDUR

dr. Evy Febrina Nurpeni, MARS

Pengertian Kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan fisik neonatus


dengan pengukuran lingkar dada

Tujuan Sebagai acuan untuk pemeriksaan fisik, mengetahui pertumbuhan dan


perkembangan bayi normal atau tidak

Kebijakan Pengukuran dilakukan dengan metline (pita pengukur) oleh perawat atau
dokter

Prosedur 1. Membersihkan tangan


2. menjelaskan pada keluarga tujuan pengukuran lingkar dada, bila
diperlukan.
3. Mempersiapkan alat meliputi metline, alas bayi, dan meja tindakan.
4. Meletakkan bayi di tempat yang datar atau meja tindakan
5. Mengukur dengan melingkarkan metline pada dada melalui kedua
putting susu dari daerah dada ke punggung kembali ke dada
6. Merapikan bayi
7. Merapikan alat
8. Mencuci tangan
9. Melakukan dokumentasi hasil pengukuran lingkar dada
10. Menjelaskan pada keluarga hasil pengukuran

Unit Terkait 1. Perina


PENGUKURAN LINGKAR KEPALA NEONATUS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/1

Tanggal terbit Ditetapkan oleh


STANDAR
Direktur RS Permata Jonggol
PROSEDUR

dr. Evy Febrina Nurpeni, MARS

Pengertian Kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan fisik neonatus


dengan pengukuran lingkar kepala

Tujuan Sebagai acuan untuk pemeriksaan fisik, mengetahui pertumbuhan dan


perkembangan bayi normal atau tidak

Kebijakan Pengukuran dilakukan dengan metline (pita pengukur) oleh perawat atau
dokter

Prosedur 1. Membersihkan tangan


2. Menjelaskan pada keluarga tujuan pengukuran lingkar kepala, bila
diperlukan.
3. Mempersiapkan alat meliputi metline, alas bayi, dan meja tindakan.
4. Meletakkan bayi di tempat yang datar atau meja tindakan
5. Mengukur dengan melingkarkan metline pada kepala mulai dari dahi
(atas alis) kemudian melalui bagian belakang kepala yang paling
menonjol dan kembali lagi ke dahi.
6. Merapikan bayi
7. Merapikan alat
8. Mencuci tangan
9. Melakukan dokumentasi hasil pengukuran lingkar kepala
10. Menjelaskan pada keluarga hasil pengukuran

Unit Terkait 1. Perina


PENGUKURAN LINGKAR PERUT NEONATUS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/1

Tanggal terbit Ditetapkan oleh


STANDAR
Direktur RS Permata Jonggol
PROSEDUR

dr. Evy Febrina Nurpeni, MARS

Pengertian Kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan fisik neonatus


dengan pengukuran lingkar perut

Tujuan Sebagai acuan untuk pemeriksaan fisik, mengetahui pertumbuhan dan


perkembangan bayi normal atau tidak

Kebijakan Pengukuran dilakukan dengan metline (pita pengukur) oleh perawat atau
dokter

Prosedur 1. Membersihkan tangan


2. Menjelaskan pada keluarga tujuan pengukuran lingkar perut, bila
diperlukan.
3. Mempersiapkan alat meliputi metline, alas bayi, dan meja tindakan.
4. Meletakkan bayi di tempat yang datar atau meja tindakan
5. Mengukur dengan melingkarkan metline pada perut tepat di atas
umbilikus bayi
6. Merapikan bayi
7. Merapikan alat
8. Mencuci tangan
9. Melakukan dokumentasi hasil pengukuran lingkar perut
10. Menjelaskan pada keluarga hasil pengukuran

Unit Terkait 1. Perina


PENGUKURAN LINGKAR LENGAN ATAS NEONATUS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/1

Tanggal terbit Ditetapkan oleh


STANDAR
Direktur RS Permata Jonggol
PROSEDUR

dr. Evy Febrina Nurpeni, MARS

Pengertian Kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan fisik neonatus


dengan pengukuran lingkar lengan atas

Tujuan Sebagai acuan untuk pemeriksaan fisik, mengetahui pertumbuhan dan


perkembangan bayi normal atau tidak

Kebijakan Pengukuran dilakukan dengan metline (pita pengukur) oleh perawat atau
dokter

Prosedur 1. Membersihkan tangan


2. menjelaskan pada keluarga tujuan pengukuran lingkar lengan atas, bila
diperlukan.
3. Mempersiapkan alat meliputi metline, alas bayi, dan meja tindakan.
4. Meletakkan bayi di tempat yang datar atau meja tindakan
5. Mengukur dengan melingkarkan metline pada pertengahan lengan atas
bayi
6. Merapikan bayi
7. Merapikan alat
8. Mencuci tangan
9. Melakukan dokumentasi hasil pengukuran lingkar lengan atas
10. Menjelaskan pada keluarga hasil pengukuran

Unit Terkait 1. Perina


PENGUKURAN PANJANG BADAN NEONATUS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/1

Tanggal terbit Ditetapkan oleh


STANDAR
Direktur RS Permata Jonggol
PROSEDUR

dr. Evy Febrina Nurpeni, MARS

Pengertian Kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan fisik neonatus


dengan pengukuran panjang badan

Tujuan Sebagai acuan untuk pemeriksaan fisik, mengetahui pertumbuhan dan


perkembangan bayi normal atau tidak

Kebijakan Pengukuran dilakukan oleh perawat atau dokter

Prosedur 1. Membersihkan tangan


2. menjelaskan pada keluarga tujuan pengukuran panjang badan, bila
diperlukan.
3. Mempersiapkan alat meliputi alat pengukur panjang badan neonatus,
alas bayi, dan meja tindakan.
4. Meletakkan bayi di tempat yang datar atau meja tindakan
5. Mengukur dengan alat ukur mulai dari kepala sampai tumit. Bila bayi
dalam kondisi fleksi maka harus dilakukan ekstensi penuh sebelumnya.
6. Merapikan bayi
7. Merapikan alat
8. Mencuci tangan
9. Melakukan dokumentasi hasil pengukuran panjang badan
10. Menjelaskan pada keluarga hasil pengukuran

Unit Terkait 1. Perina


PENGUKURAN BERAT BADAN NEONATUS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/1

Tanggal terbit Ditetapkan oleh


STANDAR
Direktur RS Permata Jonggol
PROSEDUR

dr. Evy Febrina Nurpeni, MARS

Pengertian Kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan fisik neonatus


dengan pengukuran panjang badan

Tujuan Sebagai acuan untuk pemeriksaan fisik, mengetahui pertumbuhan dan


perkembangan bayi normal atau tidak

Kebijakan Pengukuran dilakukan oleh perawat atau dokter

Prosedur 1. Membersihkan tangan


2. Menjelaskan pada keluarga tujuan pengukuran berat badan, bila
diperlukan.
3. Mempersiapkan alat meliputi timbangan neonatus dan alas bayi
4. Mengkondisikan bayi dalam keadaan tanpa pakaian
5. Mengukur berat badan bayi dengan meletakkan bayi di timbangan bayi
yang telah dialasi kain kering
6. Merapikan bayi
7. Merapikan alat
8. Mencuci tangan
9. Melakukan dokumentasi hasil pengukuran berat badan
10. Menjelaskan pada keluarga hasil pengukuran

Unit Terkait 1. Perina


PENGUKURAN SUHU BADAN AKSILAR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/1

Tanggal terbit Ditetapkan oleh


STANDAR
Direktur RS Permata Jonggol
PROSEDUR

dr. Evy Febrina Nurpeni, MARS

Pengertian Kegiatan mengukur suhu badan melalui aksilar

Tujuan Sebagai acuan untuk pemeriksaan tanda-tanda vital pada neonatus

Kebijakan Pengukuran suhu tubuh melalui aksilar merupakan salah satu pengukuran
tanda-tanda vital pada neonatus

Prosedur 1. Membersihkan tangan


2. Menjelaskan pada keluarga tujuan pengukuran suhu badan, bila
diperlukan.
3. Mempersiapkan alat meliputi termometer aksilar
4. Mengukur suhu badan bayi dengan menyelipkan termometer pada
aksilar bayi.
5. Merapikan bayi
6. Merapikan alat
7. Mencuci tangan
8. Melakukan dokumentasi hasil pengukuran suhu badan
9. Menjelaskan pada keluarga hasil pengukuran

Unit Terkait 1. Perina


HITUNG DENYUT JANTUNG BAYI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/1

Tanggal terbit Ditetapkan oleh


STANDAR
Direktur RS Permata Jonggol
PROSEDUR

dr. Evy Febrina Nurpeni, MARS

Pengertian Kegiatan menghitung frekuensi jantung bayi dalam 1 menit

Tujuan Sebagai acuan untuk pemeriksaan tanda-tanda vital pada neonatus

Kebijakan Menghitung denyut jantung merupakan salah satu pengukuran tanda-tanda


vital pada neonatus
1. Membersihkan tangan
Prosedur 2. Menyiapkan alat meliputi stetoskop dan arloji
3. Memposisikan bayi telentang dan dada bayi tanpa penutup
4. Meletakkan stetoskop pada dada bayi (apex jantung) sampai terdengar
jelas suara denyut jantung bayi
5. Merapikan bayi
6. Merapikan alat
7. Mencuci tangan
8. Melakukan dokumentasi hasil hitung denyut jantung
9. Menjelaskan hasil pemeriksaan pada keluarga

Unit Terkait 1. Perina


HITUNG FREKUENSI PERNAFASAN BAYI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/1

Tanggal terbit Ditetapkan oleh


STANDAR
Direktur RS Permata Jonggol
PROSEDUR

dr. Evy Febrina Nurpeni, MARS

Pengertian Kegiatan menghitung frekuensi pernafasan bayi dalam 1 menit

Tujuan Sebagai acuan untuk pemeriksaan tanda-tanda vital pada neonatus

Kebijakan Menghitung denyut jantung merupakan salah satu pengukuran tanda-tanda


vital pada neonatus
1. Membersihkan tangan
Prosedur 2. Menyiapkan alat meliputi arloji
3. Memposisikan bayi telentang dan perut bayi tanpa penutup
4. Melihat dan menghitung pergerakan perut bayi atau meletakkan tangan
pada perut bayi selama 60 detik penuh
5. Merapikan bayi
6. Merapikan alat
7. Mencuci tangan
8. Melakukan dokumentasi hasil hitung pernafasan bayi
9. Menjelaskan hasil pemeriksaan pada keluarga

Unit Terkait 1. Perina


PENGUKURAN TEKANAN DARAH BAYI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/1

Tanggal terbit Ditetapkan oleh


STANDAR
Direktur RS Permata Jonggol
PROSEDUR

dr. Evy Febrina Nurpeni, MARS

Pengertian Kegiatan mengukur tekanan darah bayi

Tujuan Sebagai acuan untuk pemeriksaan ada atau tidaknya masalah jantung bayi

Kebijakan 1. Pengukuran tekanan darah pada neonatus dilakukan bila dianjurkan oleh
dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) atau dokter spesialis anak.
2. Pengukuran tekanan darah rutin pada neonatus yang sehat tidak
dianjurkan karena merupakan prediktor buruk untuk terjadinya hipertensi
di kehidupan berikutnya.

Prosedur 1. Menyiapkan alat meliputi monitor Non Invasive Blood Pressure (NIBP)
dan manset neonatus
2. Menyambungkan kabel NIBP dengan manset neonatus dan menyalakan
monitor
3. Membersihkan tangan
4. Memposisikan bayi telentang
5. Melingkarkan atau memasang manset neonatus pada lengan atas atau
tungkai bawah kaki bayi
6. Memastikan manset tidak terikat terlalu kuat dengan salah satunya
memperhatikan perubahan warna kulit
7. Memastikan monitor menampilkan mode NIBP neonatus.
8. Menekan tombol start pada pada panel depan untuk memulai
pengukuran
9. Melakukan dokumentasi hasil pemeriksaan
10. Merapikan bayi dan alat
11. Mencuci tangan

Unit Terkait 1. Perina


MEMANDIKAN BAYI DENGAN LAP BASAH

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/1

Tanggal terbit Ditetapkan oleh


STANDAR
Direktur RS Permata Jonggol
PROSEDUR

dr. Evy Febrina Nurpeni, MARS

Pengertian Suatu tindakan membersihkan bagian tubuh bayi dengan lap basah

Tujuan Sebagai acuan dalam menjaga kebersihan badan bayi

Kebijakan 1. Bayi baru lahir (BBL) dapat dimandikan setelah observasi awal (6 jam
pertama) dalam kondisi sehat dan stabil.
2. Bayi dimandikan tidak berdasarkan jadwal memandikan bayi,
melainkan kondisi kestabilan suhu badan bayi.
1. Menyiapkan peralatan mandi bayi.
Prosedur 2. Mencuci tangan
3. Menyiapkan dan menyusun pakaian bayi serta handuk di atas meja
tindakan
4. Membuka pakaian bayi
5. Memandikan bayi dimulai dengan arah sefalokaudal (kepala ke kaki)
6. Mengusap bagian mata dengan menggunakan kapas lembab secara
hati dari aspek dalam ke luar kelopak
7. Membersihkan wajah bayi dengan lap (washlap) basah dan
mengeringkan segera dengan handuk kering
8. Melakukan inspeksi bagian hidung bila terdapat sekresi dalam hidung
9. Mengelap kulit kepala dan memberikan sampo rambut bila diperlukan
10. Mengeringkan kulit kepala dan rambut bayi
11. Menyabuni badan bayi dan mengelap dengan sedikit gosokan yang
adekuat dengan memastikan daerah lipatan (misal lipatan leher, ketiak,
dan paha) sudah dibersihkan. Bila terdapat lemak yang menempel,
maka dibersihkan terlebih dahulu dengan minyak bayi (baby oil)
12. Membersihkan daerah genitalia dari arah depan ke belakang
13. Mengeringkan badan bayi
14. Memberikan minyak telon bayi bila diperlukan pada dada dan
punggung bayi
15. Memakaikan pakaian bersih dan kering pada bayi serta
mengkondisikan bayi hangat
16. Menyisir rambut bayi

Unit Terkait 1. Perina


MEMANDIKAN BAYI DENGAN TEKNIK RENDAM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/1

Tanggal terbit Ditetapkan oleh


STANDAR
Direktur RS Permata Jonggol
PROSEDUR

dr. Evy Febrina Nurpeni, MARS

Pengertian Suatu tindakan membersihkan bagian tubuh bayi dengan membasuh di


dalam air hangat

Tujuan Sebagai acuan dalam menjaga kebersihan badan bayi

Kebijakan 1. Bayi baru lahir (BBL) dapat dimandikan setelah observasi awal (6 jam
pertama) dalam kondisi sehat dan stabil.
2. Bayi dimandikan tidak berdasarkan jadwal memandikan bayi,
melainkan kondisi kestabilan suhu badan bayi.
1. Menyiapkan peralatan mandi bayi.
Prosedur 2. Mencuci tangan
3. Menyiapkan dan menyusun pakaian bayi serta handuk di atas meja
tindakan
4. Membuka pakaian bayi
5. Memandikan bayi dimulai dengan arah sefalokaudal (kepala ke kaki)
6. Mengusap bagian mata dengan menggunakan kapas lembab secara
hati dari aspek dalam ke luar kelopak
7. Membersihkan wajah bayi dengan lap (washlap) basah
8. Melakukan inspeksi bagian hidung bila terdapat sekresi dalam hidung
9. Mengelap kulit kepala dan memberikan sampo rambut bila diperlukan
10. Menyabuni badan bayi di meja tindakan. Bila terdapat lemak yang
menempel, maka dibersihkan terlebih dahulu dengan minyak bayi
(baby oil)
11. Memasukkan badan bayi bagian perut sampai kaki ke dalam bak
mandi bayi
12. Mengusap dengan sedikit gosokan yang adekuat dengan memastikan
daerah lipatan (misal lipatan leher, ketiak, dan paha) sudah
dibersihkan.
13. Membersihkan daerah genitalia dari arah depan ke belakang
14. Mengeringkan seluruh badan bayi
15. Memberikan minyak telon bayi bila diperlukan pada dada dan
punggung bayi
16. Memakaikan pakaian bersih dan kering pada bayi serta
mengkondisikan bayi hangat
17. Menyisir rambut bayi

Unit Terkait 1. Perina


PENGHISAPAN LENDIR (SUCTIONING) PADA BAYI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/1

Tanggal terbit Ditetapkan oleh


STANDAR
Direktur RS Permata Jonggol
PROSEDUR

dr. Evy Febrina Nurpeni, MARS

Pengertian Suatu tindakan membersihkan saluran pernafasan dengan menggunakan


suction catheter sesuai ukuran pasien dengan menggunakan tekanan negatif

Tujuan Sebagai acuan untuk menjaga kepatenan jalan nafas

Kebijakan Tindakan dilakukan sesuai indikasi adanya hambatan jalan nafas berupa
cairan
1. Menyiapkan peralatan spenghisapan lendir di dekat bayi.
Prosedur 2. Memastikan tabung suction sudah berisi desinfektan 50-100 cc
3. Menghidupkan mesin penghisap dan menyambungkan suction catheter
4. Mencuci tangan
5. Mengatur posisi kepala tegak lurus ke atas
6. Meletakkan pengalas di bawah kepala atau di atas dada bayi
7. Memakai sarung tangan
8. Mencelupkan suction catheter dalam air steril untuk mencoba kerja
mesin penghisap
9. Memasukkan suction catheter ke mulut, hidung, atau stoma
trakeostomi bayi perlahan-lahan dalm posisi terbuka.
10. Menutup lubang pangkal suction catheter menggunakan ibu jari, marik
suction catheter secara perlahan dengan gerakan memutar atau
memilin suction catheter selam 10-15 detik.
11. Membilas suction catheter dengan memasukkan ke dalam air steril
12. Mengulangi langkah no 9 bila masih diperlukan pembersihan ulang
13. Mematikan mesin penghisap, merapikan alat, dan membuang suction
catheter
14. Merawat kebersihan mulut
15. Melepas sarung tangan dan mencuci tangan
16. Mengobservasi kondisi pernafasan dan jalan nafas bayi
17. Mendokumentasikan tindakan dan respon bayi

Unit Terkait 1. Perina


PENGGUNAAN INKUBATOR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/1

Tanggal terbit Ditetapkan oleh


STANDAR
Direktur RS Permata Jonggol
PROSEDUR

dr. Evy Febrina Nurpeni, MARS

Pengertian Suatu tindakan menggunakan inkubator mulai dari persiapan sampai selesai
pemakaian inkubator

Tujuan Sebagai acuan dalam mengoperasikan inkubator secara tepat untuk


menjaga kestabilan suhu ruangan bayi

Kebijakan Inkubator digunakan untuk perawatan dan atau observasi bayi yang masih
memerlukan suhu ruangan yang stabil dan konstan
1. Memastikan air humadifier inkubator terisi cukup sampai batas
Prosedur maksimal
2. Menutup atau mengalasi matras dengan kain bersih (sprei bayi)
3. Memposisikan matras bagian kepala lebih tinggi (15 0-300)
4. Menutup pintu inkubator
5. Menyambungkan kabel inkubator ke sumber listrik
6. Menekan tombol ON
7. Mengatur suhu inkubator sesuai yang diperlukan dengan menekan
tombol keypad lock. Mengatur suhu dengan menggunakan tombol
untuk menaikkan suhu, sedangkan tombol untuk menurunkan suhu
inkubator.
8. Mencuci tangan dan memasukkan bayi setelah suhu inkubator telah
sesuai
9. Apabila alarm berbunyi, maka tekan tombol silent/reset dan periksa
kembali penggunaan inkubator
10. Bila inkubator selesai digunakan, maka menekan tombol OFF dan
menyabut kabel dari sumber listrik.
11. Merapikan inkubator
12. Mengelap inkubator dengan cairan desinfektan seminggu sekali untuk
inkubator bayi sehat dan setiap selesai pemakaian untuk inkubator bayi
sakit.

Unit Terkait 1. Perina