Anda di halaman 1dari 5

EMBRIOLOGI KARDIOVASKULER

Sistem kardiovaskuler-jantung, pembuluh darah, dan sel darah- berasal dari


lapisan mudigah mesoderm.

Pertengahan minggu ketiga sistem pembuluh darah mulai tampak

mesoderm splanknikangioblas

Pleksus tapal kuda angiokista

1. JANTUNG

a) Pembentukan dan kedudukan Tabung Jantung


Intinya:
Pada hari ke-18 sampai hari ke-22, akibat pertumbuhan otak dan mudigah yang
melipat dengan arah sefalik, lempeng prekordal (yang akan menjadi membrana
bukofaringealis) tertarik ke depan, dan jantung serta rongga perikardium (hari ke-20) pertama
kali terletak di daerah leher dan akhirnya di dada.
b) Pembentukan Rongga Jantung
Intinya:
Pada hari ke-23 bagian sefalik tabung jantung membengkok ke arah ventral dan
kaudal dan ke kanan, sementara bagian atrium (kaudal) bergeser ke arah dorsokranial dan ke
kiri. Pembengkokan ini, yang mungkin disebabkan oleh perubahan-perubahan bentuk sel,
membentuk rongga jantung dan selesai pada hari ke-28.

c) Perkembangan Sinus
Venosus
Perkembangan Rongga Jantung Intinya:
Pada pertengahan
minggu keempat, sinus venosus menerima darah vena dari kornu sinus kiri dan kanan. Setiap
kornu menerima darah vena dari kornu sinus kiri dan kanan. Setiap kornu menerima darah
dari tiga vena penting: a) vena vitellina (vena omfalomesenterika), b) vena umbilikalis dan c)
vena kardinalis komunis.
Pada minggu kelima, terjadi penutupan vena umbilikalis kanan dan vena vitellina
kiri kornu sinus kiri menjadi tidak penting lagi
Pada minggu kesepuluh, vena kardinalis komunis sinistra menutup vena oblikus
dari atrium sinistra dan sinus koronarius

d) Pembentukan Sekat-sekat Jantung


Intinya:
Pembentukan sekat dalam
jantung, sebagian disebabkan oleh
perkembangan dari jaringan bantalan
endokardium dalam kanalis
atrioventrikularis (bantalan
atrioventrikularis) dan dalam regio
konotrunkal (pembengkakan
konotrunkal). Karena lokasi utama dari
jaringan bantalan, banyak malformasi
jantung yang berhubungan dengan
morfogenesis bantalan yang abnormal.

1. Pembentukan Sekat di Atrium

a) Septum Primum
Pembentukan Septum Atrium
Suatu krista berbentuk bulan sabit
yang turun dari atas atrium, mulai membagi atrium menjadi dua, tetapi meninggalkan sebuah
lubang ostium primum untuk menghubungkan kedua bagian atrium tersebut . Lalu lubang
tersebut terobliterasi karena bersatunya septum dengan bantalan endokardium.

b) Septum Sekundum
Ostium ini terbentuk dari sel-sel mati dan membentuk sebuah lubang di septum
primum. Akhirnya, terbentuklah septum sekundum, tetapi lubang antar kedua atrium,
foramen ovale, tetap ada. Baru pada saat lahir, ketika tekanan di atrium kiri meningkat, kedua
sekat tersebut tertekan sehingga saling melekat dan hubungan di antara keduanya tertutup.
2. Pembentukan sekat dalam Kanalis Atrioventrikularis
Empat bantalan endokardium
mengelilingi kanalis atrioventrikularis.
Menyatunya bantalan atas dan bawah yang
saling berhadapan, menutup lubang dari
kanalis atrioventrikularis kiri dan kanan.
Jaringan bantalan tersebut kemudian menjadi
fibrosa dan membentuk katup mitral
Pembentukan Septum Intervenrikuler
(bikuspid) disebelah kiri dan katup trikuspid
a) Ridge bulbus kanan
disebelah kanan. b) Ridge bulbus kiri
c) Bantalan AV
3. Pembentukan Sekat di Ventrikel
Septum interventrikularis terbentuk dari pars muskularis yang tebal dan pars
membranacea yang tipis yang dibentuk dari:
a) bantalan atrioventrikularis endokardium inferior
b) tonjolan konus kanan
c) tonjolan konus kiri
4. Pembentukan Sekat dalam Bulbus
Bulbus terbagi menjadi:
a) trunkus (aorta dan trunkus pulmonalis)
b) konus (saluran keluar aorta dan trunkus pulmonalis)
c) bagian ventrikel kanan yang bertrabekula.
Daerah trunkus dibagi oleh septum aortikopulmonalis yang berbentuk spiral menjadi
dua arteri utama. Rigi-rigi konus membagi saluran keluar dari pembuluh aorta dan
pulmonalis serta menutup foramen interventrikularis.
2. PEMBULUH DARAH
Intinya:
a) Sistem Pembuluh Nadi
Walaupun masing-masing dari lima lengkung faring memiliki arterinya sendiri-
sendiri, banyak perubahan akan terjadi. Tiga unsur penting dari sistem aslinya adalah:
1) lengkung aorta (lengkung aorta keempat kiri)
2) arteri pulmonalis (lengkung aorta keenam) yang selama masa janin
dihubungkan dengan aorta melalui duktus arteriosus
3) arteri subklavia kanan yang terbentuk dari lengkung aorta keempat kanan,
bagian distal aorta dorsalis kanan, dan arteri intersegmentalis ketujuh.

b) Arteri Vitellina
Arteri ini mula-mula memasok kantung kuning
telur tetapi kemudian membentuk arteri seliaka,
mesenterika superior, dan mesenterika inferior
yang masing-masing memasok darah ke daerah
usus depan, tengah dan belakang.

Sirkulasi Fetus
c) Arteri Umbilikalis
Arteri ini berpasangan dan muncul dari arteri iliaka komunis. Setelah lahir, bagian
distal arteri-arteri ini mengalami obliterasi membentuk ligamenta umbilikalea medial,
sementara bagian proksimalnya menetap sebagai arteri iliaka interna dan arteri vesikularis.
d) Sistem Pembuluh Balik
Tiga sistem pembuluh balik dapat dikenali:
1) sistem vitelina berkembang menjadi sistem porta
2) sistem kardinal membentuk vena kava
3) sistem umbilikal menghilang setelah lahir
e) Perubahan pada Saat Lahir
Selama masa kehidupan pranatal, sirkulasi plasenta mencukupi kebutuhan janin akan
oksigen,tetapi setelah lahir paru-paru mengambil alih pertukaran gas. Pada peredaran darah
terjadilah perubahan-perubahan sebagaio berikut pada saat lahir dan pada bulan-bulan
pertama pascalahir:
1) Duktus arteriosus menutup
2) Fossa ovale menutup
3) Vena umbilikalis dan duktus arteriosus menutup, tersisa sebagai ligamentum
teres hepatis dan ligamentum venosum
4) aa. Umbilikales menutup serta membentuk ligamenta umbilikales medial

3. SISTEM LIMFE
Intinya:
Sistem limfe berkembang lebih belakangan daripada sistem kardiovaskuler, dan berasal
dari lima buah kantong:
1) dua jugularis
2) dua iliaka
3) satu retroperitoneal dan sisterna kiri
Banyak saluran terbentuk untuk menghubungkan kntong-kantong tersebut dan
menyediakan drainase dari struktur-struktur lainnya. Akhirnya, duktus torasikus terbentuk
dari anastomosis duktus torasikus kanan dan kiri, bagian distal duktus torasikus kanan dan
bagian kranial duktus torasikus kiri. Duktus limfatikus kanan berkembang dari bagian kranial
duktus torasikus kanan.