Anda di halaman 1dari 4

IDENTITAS NEGARA

Oleh :1. Yuda Satria Junata


2. M Rizal

Civic Education
Dosen Pembimbing :Dara Fransiska, M.Pd

Abstrac
Identity comes from the English "identity," which means character, sign, or identity, attached
to a person or group that differentiates with others. National namely, referring to the concept
of nationality. So National Identity is a characteristic, sign or identity of a nation that is
different from other nations. The national identity is terminologically a feature possessed by a
nation that philosophically distinguishes the nation from other nations. Therefore every
nation in the world has the identity of each country according to the uniqueness, nature,
character and character of the nation. Similarly, this is largely determined by the process by
which the nation was historically formed. Based on the nature of the notion of national
identity, it can be interpreted national identity of a nation can not be separated with the
identity of a nation or more popularly referred to as the personality of a nation.

Keywords : Country Identity

PENDAHULUAN bagaimana bangsa tersebut terbentuk secara


Identitas berasal dari bahasa Inggris historis. Berdasarkan hakikat pengertian
identity, yang berarti ciri, tanda, atau jat identitas nasional, maka dapat diartikan
i diri, yang melekat pada seseorang atau identitas nasional suatu bangsa tidak dapat
kelompok yang membedakan dengan yang dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa
lain. Nasional yaitu, merujuk pada konsep tersebut atau lebih populer disebut sebagai
kebangsaan. Jadi Identitas Nasional adalah kepribadian suatu bangsa.
ciri, tanda atau jati diri suatu bangsa yang Istilah natie (Nation) mulai populer
berbeda dengan bangsa lain. Identitas nasional sejak tahun 1835. Pembahasan mengenai
secara terminologis adalah suatu ciri yang pengertian bangsa dikemukakan pertama kali
dimiliki oleh suatu bangsa yang secara oleh Ernest Renan tanggal 11 Maret 1882,
filosofis membedakan bangsa tersebut dengan Ernest Renan mengatakan bahwa hal penting
bangsa lain. Maka dari itu setiap bangsa merupakan syarat mutlak adanya Plebist,
didunia memiliki identitas negaranya masing- yaitu suatu hal yang memerlukan persetujuan
masing sesuai dengan keunikan, sifat, ciri dan bersama pada waktu sekarang yang
karakter bangsa tersebut. Demikian pula mengandung hasrat untuk hidup bersama
dengan hal ini sangat ditentukan oleh proses dengan kesediaan memberikan pengorbanan.

Jurnal 1
Identitas nasional tersebut pada pandangan hidup, pedoman hidup,
dasarnya menunjuk pada identitas-identitas petunjuk hidup).
yang sifatnya nasional. Identitas nasional 2. Pancasila sebagai Dasar Negara
bersifat buatan dan sekunder. Bersifat buatan Republik Indonesia, dalam hal ini
karena identitas nasional itu dibuat, dibentuk Pancasila mempunyai kedudukan
dan disepakati oleh warga bangsa sebagai istimewa dalam hidup kenegaraan dan
identitasnya setelah mereka bernegara. hukum bangsa Indonesia. fungsi
Bersifat sekunder karena identitas nasional pokok Pancasila adalah sebagai dasar
lahir belakangan bila dibandingkan dengan negara, sesuai dengan pembukaan
identitas kesukubangsaan yang memang telah UUD 1945, sebagai sumber dari
dimiliki warga bangsa itu secara askriptif. segala sumber hukum atau sumber
Sebelum memiliki identitas nasional, warga dari tertib hukum, sebagaimana
bangsa telah memiliki identitas primer yaitu tertuang dalam Ketetapan MPRS
identitas kesukubangsaan.Bentuk identitas No.XX/-MPRS/1966 (Darji, 1991:16)
nasional Indonesia yang menunjukan jati diri Pancasila merupakan dasar negara
Bangsa Indonesia, yaitu: yang dibentuk oleh para pendiri bangsa
A. Dasar Falsafah Negara Pancasila Indonesia. sebagai dasar negara,
Pancasila adalah kumpulan nilai atau Pancasila mengandung nilai-nilai yang
norma yang meliputi sila-sila Pancasila sejatinya sudah ada dalam bangsa
sebagaimana yang tercantum dalam Indonesia sendiri. Sehingga Pancasila
pembukaan UUD 1945, alenia IV yang mampu menjadi wadah bagi masyarakat
telah ditetapkan pada tanggal 18 Agustus Indonesia yang beragam. Dengan
1945. Pada hakikatnya pengertian adanaya nilai-nilai dalam Pancasila
Pancasila dapat dikembalikan kepada dua tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai
pengertian, yakni Pancasila sebagai yang ada di Indonesia berbeda dengan
pandangan hidup bangsa Indonesia dan nilai-nilai yang ada di negara lain.
Pancasila sebagai dasar Negara Republik Dengan kata lain, Pancasila menunjukkan
Indonesia. identitas nasional Indonesia.
1. Pancasila sebagai pandangan hidup B. Bendera Negara Sang Merah Putih
bangsa Indonesia sering disebut juga Bendera adalah sebagai salah satu
dengan way of life, welstanshauung, identitas nasional, karena bendera
wereldbershouwing, wereld en levens merupakan simbol suatu negara agar
beschouwing (pandangangan dunia, berbeda dengan negara lain. Seperti yang
sudah tertera dalam UUD 1945 pasal 35

Jurnal 2
yang menyebutkan bahwa Bendera adalah Garuda Pancasila. garuda
Negara Indonesia adalah Sang Merah Pancasila disini yang dimaksud adalah
Putih. Warna merah dan putih juga burung garuda yang melambangkan
memiliki arti yaitu, merah yang artinya kekuatan bangsa Indonesia. Burung
berani dan putih artinya suci. garuda sebagai lambang negara Indonesia
C. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya memiliki warna emas yang
Lagu Indonesia Raya (diciptakan melambangkan kejayaan Indonesia.
tahun 1924) pertama kali dimainkan pada sedangkan perisai di tengah
kongres pemuda (Sumpah pemuda) melambangkan pertahanan bangsa
tanggal 28 Oktober 1928. Setelah Indonesia. Simbol di dalam perisai
proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada masing-masing melambangkan sila-sila
tanggal 17 Agustus 1945, lagu yang dalam pancasila.
dikarang oleh Wage Rudolf Soepratman Warna merah-putih melambangkan
ini dijadikan lagu kebangsaan. Ketika warna bendera nasional Indonesia. Merah
mempublikasikan Indonesia Raya tahun berarti berani dan Putih berarti suci. Garis
1928, wage Rudolf Soepratman dengan hitam tebal yang melintang di dalam
jelas menuliskan lagu kebangsaan di perisai melambangkan wilayah Indonesia
bawah judul Indonesia Raya. Teks lagu yang dilintasi Garis Khatulistiwa. Jumlah
Indonesia Raya dipublikasikan pertama bulu melambangkan hari proklamasi
kali oleh surat kabar Sin Po. Setelah kemerdekaan Indonesia (17 Agustus
dikumandangkan tahun 1928, pemerintah 1945).Pita yang dicengkeram oleh burung
colonial Hindia Belanda segera melarang garuda bertuliskan semboyan Negara
penyebutkan lagu kebangsaan bagi Indonesia, yaitu Bhineka Tunggal Ika
Indonesia Raya. Meskipun demikian, para yang berarti berbeda-beda, tetapi tetap
pemuda tidak gentar. Selanjutnya lagu satu jua.
Indonesia Raya selalu dinyanyikan pada E. Semboyan Negara Bhinneka Tunggal
setiap rapat partai-partai politik. Setelah Ika
indeonesia merdeka, lagu itu ditetapkan Bhineka Tnggal Ika berisi konsep
sebagai lagu kebangsaan perlambang pluralistik dan multikulturalistik dalam
persatuan bangsa. kehidupan yang terikat dalam suatu
D. Lambang Negara Garuda Pancasila kesatuan. Pluralistik bukan pluralisme,
Seperti yang dijelaskan pada suatu paham yang membiarkan
Undang-Undang Dasar 1945 dalam pasal keanekaragaman seperti apa adanya.
36A bahwa lambang negara Indonesia Dengan paham pluralisme tidak perlu

Jurnal 3
adanya konsep yang mensubtitusi tidak memaksakan kehendaknya pada
keanekaragaman demikian pula halnya golongan minoritas. Tidak bersifat
dengan faham multikulturalisme. Bhineka eormalitas yang hanya menunjukkan
Tunggal Ika tidak bersifat sektarian dan perilaku semu. Bhineka Tunggal Ika
eksklusif, hal ini bermakna bahwa dalam dilandasi oleh sikap saling percaya
kehidupan berbangsa dan bernegara tidak mempercayai, saling hormat
dibenarkan merasa dirinya yang paling menghormati, saling cinta mencintai dan
benar, paling hebat, dan tidak mengakui rukun. Hanya dengan cara demikian maka
harkat dan martabat pihak lain. keanekaragaman ini dapat dipersatukan.
Pandangan sektarian dan eksklusif ini Bersifat konvergen tidak divergen, yang
akan memicu terbentuknya kekakuan bermakna pebedaan yang terjadi dalam
yang berlebihan dengan tidak atau kurang keanekaragaman tidak untuk dibesar-
memperhatikan pihak lain, memupuk besarkan, tetapi dicari titik temu, dalam
kecurigaan, kecemburuan, dan persaingan bentuk kesepakatan bersama. Hal ini akan
yang tidak sehat. Bhineka Tunggal Ika terwujud apabila dilandasi oleh sikap
bersifat inklusif. Golongan mayoritas toleran, non sektarian, inklusif, dan rukun
dalam hidup berbangsa dan bernegara
.

Referensi
Darji Darmodiharjo, dkk. 1991. Santiaji Pancasila. Surabaya: Usana
OffsetSunarso,dkk.2006. pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: UNY
PressWinarno. 2007. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: PT.
Bumi Aksara

Jurnal 4