Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Mencegah resiko jatuh


Sub pokok bahasan : Upaya keluarga untuk mengurangi resiko jatuh
Hari / tanggal : Selasa / 12 September 2017
Waktu : 30 menit
Penyuluh : Ahid Robbi Safitra
Tempat : Rumah Keluarga Tn. S RT. 29 Kel. Gandus, Kec. Gandus

I. Tujuan Instruksional Umum


Setelah mendapat penyuluhan selama 1 x 30 menit, keluarga Tn. S mampu mengetahui
resiko jatuh terutama pada Tn. H

II. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah diberikan pendidikan kesehatan, diharapkan keluarga Tn. S mampu :
1. Lingkungan rumah yang sehat untuk mencegah resiko jatuh pada Tn. S
2. Menyebutkan manfaat kunjungan ke fasilitas kesehatan

III. SASARAN
Keluarga Tn.S khususnya Tn.H

IV. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi

V. Media
1. Leaflet

VI. Strategi Pelaksanaan


1. Persiapan
2. Membuat Satuan Acara Penyuluhan
3. Membuat leafleat mencegah resiko jatuh
4. Melakukan pendekatan dan persiapan terhadap klien yang akan diberi penyuluhan
5. Kontrak waktu kepada keluarga Tn. S sebelum mengadakan penyuluhan
6. Membekali diri dengan ilmu pengetahuan yang cukup dan mempersiapkan mental
untuk menyampaikan penyuluhan.

VII. Kegiatan Penyuluhan

No Tahapan Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Ibu Waktu


1. Pembukaan Memberi salam Menja 5 Menit
Memperkenalkan diri wab salam
Menjelaskan tujuan Mende
penyuluhan ngarkan
Mende
ngarkan

2. Isi Menanyakan kepada Ny. Menja 15 Menit


S mengenai pengetahuan wab
tentang resiko jatuh
Memberikan penjelasan
mengenai memodifikasi Mende
lingkungan untuk mencegah ngarkan
resiko jatuh pada keluarga
terutama pada Tn. S
Menganjurkan keluarga
untuk memanfaatkan
fasilitas kesehatan jika Mende
ngarkan
masalah sakit pada lutut
yang kanan belum teratasi

3. Penutup Memberikan Menga 10 Menit


kesempatan keluarga untuk jukan pertanyaan
bertanya. Mende
Evaluasi dan mengkaji ngarkan dan
pemahaman keluarga menjawab
dengan memberikan
pertanyaan.
Memberikan reward dan Mende
reinforcement positif. ngarkan
Merangkum dan
memperjelas jawaban Mende
ngarkan
keluarga
Menyampaikan salam
penutup.
Menja
wab salam
Membagikan leaflet

Mener
ima leaflat

G. Evaluasi
Mengkaji pemahaman peserta tentang apa yang disampaikan dengan memberikan beberapa
pertanyaan secara lisan.
MATERI RESIKO JATUH

A. PENGERTIAN RESIKO JATUH

Risiko jatuh (risk for fall) merupakan diagnosa keperawatan berdasarkan North
American Nursing Diagnosis Association (NANDA), yang didefinisikan sebagai
peningkatan kemungkinan terjadinya jatuh yang dapat menyebabkan cedera fisik
(Wilkinson, 2005).
Jatuh merupakan suatu kondisi dimana seseorang tidak sengaja tergeletak di lantai, tanah
atau tempat yang lebih rendah, hal tersebut tidak termasuk orang yang sengaja berpindah
posisi ketika tidur (WHO, 2007)
.
B. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RESIKO JATUH

Risiko jatuh dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal
adalah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang, sedangkan faktor eksternal
adalah faktor yang berasal dari luar diri orang tersebut misalnya dari lingkungan
sekitar.
1) Faktor Intrinsik
a. Usia
Usia mempengaruhi risiko jatuh dari seseorang, dimana usia atau umur erat
kaitannya dengan proses pertumbuhan dan proses penuaan. Semakin bertambah usia,
maka semakin menurun pula sistem fisiologi dalam tubuh seseorang yang
memperbesar resiko jatuh pada seseorang.
b. Kekuatan otot
Kekuatan otot adalah kekuatan suatu otot atau group otot yang dihasilkan untuk
dapat melawan tahanan dengan usaha yang maksimum. Kekuatan otot diperlukan
saat melakukan aktivitas. Semua gerakan yang dihasilkan merupakan hasil dari
adanya suatu peningkatan tegangan otot sebagai respon motorik. Kekuatan otot dapat
dijabarkan sebagai kemampuan otot menahan beban baik berupa beban internal
(internal force) maupun beban eksternal (external force). Jika kekuatan otot tidak
baik, maka resiko jatuh semakin besar.
c. Keseimbangan
Keseimbangan melibatkan berbagai gerakan di setiap bagian tubuh dan didukung
oleh sistem muskuloskeletal serta bidang tumpu. Tujuan tubuh mempertahankan
keseimbangan, yaitu untuk menyangga tubuh melawan gaya gravitasi dan faktor
eksternal lain, untuk mempertahankan pusat massa tubuh agar sejajar dan seimbang
dengan bidang tumpu, serta menstabilkan bagian tubuh yang lain saat melakukan
suatu gerakan (Irfan, 2012). Kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara massa
tubuh dengan bidang tumpu akan membuat manusia mampu untuk beraktivitas
secara efektif dan efesien (Yuliana, 2014)
2) Faktor ekstrinsik
a. Lingkungan
Faktor lingkungan yang mempengaruhi risiko jatuh adalah penerangan yang tidak
baik, lantai yang licin dan basah, tempat berpegangan yang tidak kuat/tidak mudah
dipegang, dan alat alat atau perlengkapan rumah yang tidak stabil.
b. Latihan atau aktivitas fisik
Menurut WHO (2007) salah satu intervensi yang bisa digunakan untuk memperbaiki
faktor fisiologis yang menyebabkan kejadian jatuh adalah program latihan fisik.
Latihan fisik dapat didefinisikan sebagai sebuah tipe aktivitas yang direncanakan,
terstruktur dan berupa gerakan tubuh yang berulang ulang yang dilakukan untuk
meningkatkan atau mempertahankan satu atau lebih komponen kebugaran fisik.

C. Upaya yang Dilakukan Untuk Mencegah Resiko Jatuh


1. Penerangan yang baik
Penerangan yang baik dapat memudahkan anggota keluarga untuk meliat adanya resiko
yang dapat menyebabkan jatuh.
2. Posisi bangun yang baik
Posisi bangun yang baik adalah duduk terlebih dahulu selama 5 menit baru berdiri
dengan perlahan.
3. ROM pada tungkai bawah
APA ITU ROM???
ROM adalah sejumlah pergerakan yang mungkin dilakukan pada bagian-bagian
tubuh untuk menghindari adanya kekakuan sebagai dampak dari perjalanan penyakit
ataupun gejala sisa.

ROM Aktif : Pasien menggunakan ototnya untuk melakukan gerakan secara mandiri.

INDIKASI
Mengapa dilakukan ROM atau fisioterapi:

1. Anda mengalami problem gerak:

Kelumpuhan/kelemahan separuh tubuh akibat serangan stroke.


Kelumpuhan/kelemahan otot-otot wajah, lengan/tangan atau tungkai/kaki.
Kekakuan sendi akibat patah tulang, rematik atau kelumpuhan..

Gerakan Rom Bagian Ekktremitas Bawah


1. Pangkal paha dan lutut di tekuk (fleksi):

Keterangan 1: pegang kaki pasien seperti gambar, tekuk kaki ke arah dada, kemudian
kembalikan seperti posisi semula.

2. Rotasi (perputaran) pangkal paha.


Keterangan 2: Dekatkan kaki pasien pada pelatih, kemudian putar ke arah dalam.

3. Perputaran pergelangan kaki:


Keterangan 4: Pegang pergelangan kaki pasien seperti gambar dan putar ke arah
dalam.
Keterangan 5: pegang jari-jari pasien dan tekuk ke arah telapak tangan dan
kembalikan ke arah muka pasien.

4. Tarikan tumit:

Keterangan 6: Tarik tumit ke arah luar, dan bagian atas ke arah dalam. ke arah yang
berlawanan.

4. Aktivitas fisik
Aktivitas fisik bertujuan untuk mengurangi rasa sakit, meningkatkan fleksibilitas dan
memberikan kebugaran pada pasien.

5. Perbanyak makan buah


Buah yang baik dikonsumsi adalah buah yang banyak mengandung vitamin C seperti
jeruk, jambu biji, dan pepaya.