Anda di halaman 1dari 6

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Beberapa hal yang dapat kami simpulkan dari praktek keperawatan

komunitas di RT 25 dan RT 29 kelurahan Gandus antara lain:

1. Pengkajian

Pengkajian yang dilakukan di RT 25 dan RT 29 kelurahan Gandus

menggunakan beberapa tahap yang meliputi pengumpulan data,

pengolahan data dan analisa data.

Pengumpulan data dimulai dengan Wienshield Survey

Proses pengumpulan data juga dilakukan dengan mengunakan

metode penyebaran/pengisian kuesioner, wawancara dan metode

Focus Group Discussion (FGD) berdasarkan kelompok-kelompok

tertentu.

Pengumpulan data dengan metode kuesioner dilakukan pada setiap

kepala keluarga dengan melakukan pengkajian yang meliputi data

demografi, ekonomi, pendidikan, pekerjaan, lingkungan fisik,

keamanaan, transportasi, politik, dan rekreasi yang disesuaikan

dengan konsep keperawatan komunitas menurut Betty Neuman

serta beberapa pengkajian yang berfokus pada kesehatan balita,

remaja, ibu hamil dan lansia.

131
2. Diagnosa Keperawatan

Perumusan diagnosa keperawatan didasarkan pada pengolahan

data-data yang telah didapatkan dari pengkajian sebelumnya,

kemudian dilanjutkan dengan proses analisa data sehingga

teridentifikasi 3 masalah keperawatan komunitas di RT 25 dan RT

29 kelurahan Gandus.

Masalah-masalah tersebut kemudian diskoring untuk menentukan

prioritas masalah kesehatan.

3. Perencanaan Intervensi

Setelah didapatkan 3 masalah keperawatan komunitas yang

ditemukan di RT 25 dan RT 29 kelurahan Gandus, masalah-

masalah tersebut kemudian didiskusikan bersama anggota Pokjakes

Geranat dan masyarakat lainnya dalam kegiatan Lokakarya Mini.

Hasil kesepakatan yang diperoleh dari Lokakarya Mini meliputi

rencana kegiatan untuk mengatasi setiap masalah keperawatan

komunitas baik jenis, waktu, sasaran sekaligus penanggung jawab

setiap kegiatan.

Intervensi yang akan dilakukan berfokus pada tingkatan prevensi

primer, yang meliputi promosi kesehatan dan pencegahan penyakit

(pencegahan primer, sekunder dan tersier).

132
4. Pelaksanaan Intervensi (Implementasi)

Kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan di RT 25 dan RT 29

kelurahan Gandus antara lain:

1) Penyuluhan tentang penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan

Akut) pada balita serta demonstrasi pembuatan obat tradisional

untuk mengatasi penyakit ISPA

2) Demonstrasi cara cuci tangan yang benar di SD Muhammadiah

dalam kegiatan UKS

3) Demonstrasi cara menggosok gigi yang benar di PAUD Candra

4) Penyuluhan serta pemutaran video tentang bahaya merokok

pada remaja

5) Pemeriksaan kesehatan (tekanan darah, kolesterol, asam urat

dan diabetes militus)

6) Penyuluhan tentang penyakit hipertensi dan jaminan kesehatan

(BPJS) pada dewasa dan lansia serta demonstrasi pembuatan

obat tradisional untuk mengatasi hipertensi

7) Lomba memasak sehat

8) Demonstrasi cara memilih sampah

9) Pembentukan kader senam jantung sehat

10) Pelaksanaan senam jantung sehat bersama

5. Evaluasi

Evaluasi yang dilakukan adalah evaluasi formatif pada setiap

tindakan keperawatan

133
Evaluasi sumatif tidak dapat dilakukan dikarenakan adanya

keterbatasan waktu praktek mahasiswa untuk melakukan evaluasi

sumatif setelah 3 sampai 6 bulan ke depan.

Evaluasi struktur : setiap mahasiswa bertukar peran seperti peran

sebagai penanggung jawab, penyaji, moderator, notulen, fasilitator

dan observer kegiatan. Mahasiswa juga selalu hadir dalam setiap

implementasi. Selain itu, setiap implementasi yang dilakukan

ditunjang dengan sarana dan prasarana yang cukup memadai,

seperti flipchart, leaflet, alat tulis, daftar hadir, alat peraga untuk

demonstrasi pembuatan obat tradisional dan alat pemeriksaan fisik.

Evaluasi proses : hampir setiap kegiatan implementasi yang

dilakukan di RT 25 dan RT 29 Kelurahan Gandus berjalan sesuai

dengan waktu yang telah direncanakan.

Evaluasi hasil: umumnya setiap tindakan yang dilakukan dapat

berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil yang sesuai dengan

tujuan yang telah ditetapkan. Akan tetapi perlu dilakukan rencana

tindak lanjut untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

dan meneruskan kegiatan yang telah dilakukan mahasiswa selama

praktek di RT 25 dan RT 29 kelurahan Gandus. Rencana tindak

lanjut ini juga akan melibatkan masyarakat dan kader Pokjakes

Geranat beserta seluruh aparat desa, tokoh agama dan tokoh

masyarakat yang ada di desa.

134
B. Saran

Untuk mempertahankan dan mengaktifkan kegiatan-kegiatan yang

dilakukan Pokjakes Geranat, diharapkan:

1. Adanya pembinaan dan pelatihan secara rutin kepada kader Pokjakes

dari pihak puskesmas Kelurahan Gandus untuk dapat melakukan

pengkajian kesehatan pada warga desa yang bertujuan untuk mengatasi

masalah-masalah kesehatan yang ada di RT 25 dan RT 29 kelurahan

Gandus.

2. Kepada kader Pokjakes dan pihak puskesmas diharapkan dapat

melakukan analisa yang tepat dari hasil pengkajian kesehatan yang

telah dilakukan sebelumnya.

3. Kepada kader Pokjakes dan pihak puskesmas diharapkan dapat

memprioritaskan masalah kesehatan yang ditemukan untuk kemudian

diprioritaskan penanganannya.

4. Kepada kader Pokjakes dan pihak puskesmas diharapkan dapat

menyusun rencana tindakan untuk mengatasi masalah-masalah

kesehatan yang ada di RT 25 dan RT 29 kelurahan Gandus.

5. Kepada kader Pokjakes dan pihak puskesmas diharapkan dapat

melakukan implementasi/ penanganan terhadap masalah-masalah

kesehatan yang ada di RT 25 dan RT 29 kelurahan Gandus.

6. Kepada kader Pokjakes dan pihak puskesmas diharapkan dapat

melakukan evaluasi untuk setiap implementasi yang telah dilakukan

untuk mengetahui keberhasilan dari implementasi yang telah

dilakukan.

135
7. Kepada kader Pokjakes dan pihak puskesmas diharapkan dapat

mendokumentasikan setiap kegiatan kesehatan yang dilakukan

sehingga dapat menjadi penyemangat bagi kader-kader selanjutnya.

136