Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PRAKTIKUM KEPERAWATAN KELUARGA

MATERI 4 : FAMILY FUNCTION (BKKBN)

Disusun sebagai persyaratan dalam menyelesaikan Mata Kuliah


Keperawatan Keluarga
Kelas : F Kelompok 2

NO. NIM NAMA LENGKAP


1. 152310101059 Inka Mawardi Putri
2. 152310101062 Nuzula Eka Wardhani
3. 152310101063 Findasari
4. 152310101064 Tantia Ismi Nitalia
5. 152310101067 Alviolita Nur Septiani
6. 152310101068 Desty Martha Ambararum
7. 152310101076 Selvia Anggun Fitriana
8. 152310101142 Zumrotul Farikhah
9. 152310101143 Arga Rifqi Addinda
10. 152310101151 Alfia Andriyani
11. 152310101154 Wilda Al Aluf
12. 152310101157 Kezia Ria Kristanti
13. 152310101163 Andini Zahrotul Fauziah

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
ALAMAT : Jl.Kalimantan No.37 Telp./Fax (0331)323450 Jember

i
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Keluarga adalah sekumpulan orang yang hidup bersama dan terikat dalam
ikatan perkawinan, kelahiran, adopsi, atau mempunyai ikatan darah, dan terdapat
hubungan emosional tiap anggotanya. Definisi keluarga menurut BKKBN adalah
sekumpulan orang yang terdiri dari dua orang atau lebih yang dibentuk
berdasarkan ikatan perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup
spiritual dan materil yang layak, bertakwa kepada tuhan, memiliki hubungan yang
selaras dan seimbang antar anggota keluarga, masyarakat serta lingkungan.
Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 87 Tahun 2014 tentang
perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, keluarga berencana
dan sistem informasi keluarga, Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat
yang terdiri dari suami istri, atau suami, istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya,
atau ibu dan anaknya. Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup
bersama dengan keterikatan aturan, emosional, dan individu mempunyai peran
masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga (Friedman, 1998 dalam
Suprajitno, 2004).
Indonesia merupakan negara yang di dalamnya terdapat beberapa keluarga
dari bermacam-macam suku, bahasa, dan budaya. Berdasarkan data dari Badan
Pusat Statistik (BPS) RI, pada tahun 2014, di Indonesia terdapat 64771 jumlah
rumah tangga. Sedangkan pada tahun 2015 di Indonesia terdapat 65588 jumlah
rumah tangga (Keluarga). Data ini menunjukkan bahwa di Indonesia terdapat
banyak keluarga dan jumlah keluarga selalu bertambah setiap tahunnya
dikarenakan keluarga merupakan sesuatu yang penting bagi manusia dan harus
dipertahankan keutuhannya.
Seiring dibentuknya sebuah keluarga, maka sejalan dengan
dilaksanakannya fungsi-fungsi keluarga tersebut. Seperti yang sudah
dikemukakan oleh Friedman, keluarga mempunyai fungsi-fungsi tertentu yaitu
fungsi afektif, fungsi sosialisasi, fungsi reproduksi, fungsi ekonomi, dan fungsi

1
perawatan kesehatan (Friedman, 1998 dalam Suprajitno, 2004). BKKBN juga
mengemukakan beberapa fungsi keluarga diantaranya yaitu fungsi keagamaan,
fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi melindungi, fungsi reproduksi,
fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi pembinaan
lingkungan. Sebagai seorang perawat keluarga maka harus memahami beberapa
fungsi keluarga menurut Friedman dan BKKBN agar perawat bisa memahami
keadaan suatu keluarga yang dikaji. Oleh karena itu, perlu dilakukan praktikum
roleplay yang bertemakan beberapa fungsi keluarga.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa saja fungsi keluarga menurut BKKBN?

1.2 Tujuan Penulisan


Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan dari penulisan makalah ini
adalah:
1. Agar mahasiswa mengetahui dan mengerti fungsi keluarga menurut
BKKBN;
2. Mahasiswa dapat menerapkan contoh dari masing-masing fungsi keluarga
menurut BBKBN dalam skenario.

2
BAB 2. TINJAUAN KONSEP FUNGSI KELUARGA (BKKBN)

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 87 Tahun 2014


tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, keluarga
berencana dan sistem informasi keluarga serta menurut BKKBN (Badan
Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) bahwa fungsi keluarga dibagi menjadi
8. Fungsi keluarga, yaitu :
1. Fungsi keagamaan adalah fungsi yang menyangkut hubungan keagamaan
antara keluarga dan tuhan sesuai kepercayaan yang dianut oleh keluarga.
Tindakan yang dapat dilakukan yang sesuai dengan fungsi keagamaan yaitu
memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam
kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga yaitu seorang ayah adalah
untuk menanamkan bahwa ada kekuatan lain yang mengatur kehidupan ini
dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini yaitu kehidupan setelah mati.
2. Fungsi sosial budaya yaitu suatu fungsi yang mengacu kepada kehidupan
bermasyarakat yang menekankan pada aspek adat istiadat dan kebiasaan
masyarakat itu sendiri. Tindakan yang dapat dilakukan untuk menjalankan
fungsi sosial dalam keluarga yaitu dengan cara membina dan melatih
kemampuan bersosialisasi pada anak, membentuk norma-norma tingkah laku
sesuai dengan tingkat perkembangan anak, meneruskan nilai-nilai budaya
keluarga.
3. Fungsi cinta kasih adalah fungsi mencintai dan mengasihi antar anggota
keluarga sesuai dengan salah satu teori kebutuhan Maslow ketiga yaitu saling
mencintai dan mengasihi. Ayah selaku kepala keluarga memberi kasih
sayangnya kepada ibu dan anak. Ibu sebagai ibu rumah tangga juga
memberihkan kasih sayangnya kepada suami dan anak. Begitu pula anak,
anak memberikan kasih sayangnya kepada ayah dan ibu selaku orang tua
mereka. Fungsi ini diberikan dalam bentuk rasa kasih sayang dan rasa aman,
serta memberikan perhatian diantara anggota keluarga.

3
4. Fungsi melindungi adalah fungsi yang mempunyai tujuan untuk melindungi
anak dari tindakan-tindakan buruk misalnya kejahatan fisik, psikis, dll,
sehingga anggota keluarga dapat hidup tentran aman tanpa suatu
hambatan.
5. Fungsi reproduksi adalah suatu fungsi yang mempunyai tujuan untuk
meneruskan keturunan, memelihara dan membesarkan anak, memelihara dan
merawat anggota keluarga, memutuskan untuk membatasi atau tidak terkait
jumlah anak.
6. Fungsi sosialisasi dan pendidikan adalah suatu fungsi dalam keluarga yang
tujuannya yaitu mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya,
menyekolahkan anak, memberikan informasi apapun kepada anak. Sosialisasi
dalam keluarga juga dilakukan untuk mempersiapkan anak menjadi anggota
masyarakat yang baik. Biasanya untuk mewujudkan fungsi sosialisasi, anak
dibiasakan membaur dengan tetangga, teman sebaya, sehingga anak dapat
terlatih bersosialisasi dengan baik.
7. Fungsi ekonomi adalah salah satu fungsi yang sangat penting yang tidak dapat
dipisahkan dari sebuah keluarga karena menyangkut kelangsungan kehidupan
dari keluarga itu sendiri. Fungsi ekonomi menjelaskan bahwa keluarga
menjadi yang baik untuk bertugas memenuhi kebutuhan hidup anggota
keluarga di dalamnya, dimana dalam prosesnya fungsi ekonomi ini mampu
membagikan kerangka keluarga, misalnya ayah sebagai pencari uang untuk
kebutuhan dan ibu bertugas mengurus anak (Indonesian Student, 2016).
Upaya-upaya yang dapat ditempuh untuk mewujudkan fungsi ekonomi dalam
sebuah keluarga yaitu :

a) Melakukan kegiatan ekonomi baik di luar maupun di dalam lingkungan


keluarga dalam rangka menopang kelangsungan dan perkembangan
kehidupan keluarga;
b) Mengelola ekonomi keluarga sehingga menjadi keserasian, keselarasan
dan keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran;

4
c) Mengatur waktu sehingga kegitan orang tua di luar rumah dan
perhatiannya terhadap anggota keluarga berjalan secara serasi, selaras
dan seimbang;
d) Membina kegiatan dan hasil ekonomi keluarga sebagai modal untuk
mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

8. Fungsi pembinaan lingkungan yaitu fungsi menciptakan kehidupan yang


harmonis dengan lingkungan masyarakat sekitar dan alam.

5
BAB 3. PEMBAHASAN

3.1 Kelompok 1
Anggota : Inka Mawardi Putri NIM 152310101059
Findasari NIM 152310101063
Alfia Andriyani NIM 152310101151
Tema Role Play : Fungsi Agama dan Sosial Budaya
Skenario :
Di kota Jember terdapat keluarga yang terdiri dari empat anggota yaitu, Tn. Joni
berusia 42 tahun, Ny Tina berusia 40 tahun, ditemani kedua anak perempuannya
yang berna tasya berusia 20 tahun dan Tiara berusia 12 tahun. Mereka sudah lama
tinggal di Jember, kehidupan mereka sangatlah terpenuhi dan sekarang anaknya
yang bernama Tasya sudah masuk di bangku kuliah menginjak semester 5.
Sementara adiknya baru kelas 3 SMP. Rumah mereka yang sederhana namun
tidak pernah sepi karena mereka selalu meluangkan waktu untuk bersama seperti
menonton tv bersama, membersihkan pekarangan bersama, beribadah bersama
dan juga makan bersama. Namun Tiara sering lupa untuk mengerjakan solat.
Rumah Tn. Joni dan Ny. Tina berada di perumahan dekat dengan pasar dan juga
masjid. Namun meskipun dekat dengan masjid, di dalam rumah Tn. Joni terdapat
ruangan khusus untuk beribadah, agar mereka dapat melaksanakan solat bersama
dan ngaji bersama. Selain Tn. Joni dan Ny. Tina mengajarkan pentingnya beribah
pada anaknya.
Sore itu Tasya dan Tiara sedang duduk dan bersantai sambil menikmati roti.
Mereka hendak berbicara serius.
Tasya : dek, kamu lagi ngapain?
Tiara : lagi santai aja ni kak, mau beli bakso tapi abangnya belum lewat depan
rumah.
Tasya : dek, kakak mau bicara sedikit serius.
Tiara : iya kak, kakak mau bicara apa?

6
Tasya : dek, kamu sekarang sudah besar, usia kamu juga sudah 12 tahun. Lebih
baik kamu tingkatkan ibadahmu, kalau waktunya solat ya solat, kalau waktunya
bermain ya bermain.
Tiara : iya kak, adek juga inginnya seperti itu. Tapi kadang adek males.
Tasya : gini saja kalau sudah dengar adzan adek buruan ambil air wudhu trus
langsung solat, kalau sudah solat adek gak punya tanggungan lagi nanti.
Tiara : kalau adek lagi asik bermain adek kadang lupa kak.
Tasya : ajak saja teman temanmu solat berjamaah dek.
Tiara : iya kak, tapi terkadang itu teman teman sering menunda-nunda terus,
katanya iya nanti dulu aja. Bilang gitu terus sampai akhirnya waktu solat sudah
habis. Keasyikan bermain juga terkadang lupa solat kak.
Tasya : iya dek, kakak mengerti kalau adek juga butuh bermain sama teman
tema, kakak gak nglarang adek buat tidak bermain, tapai kalau sudah dengar
adzan adek langsung saja ambil air wudhu trus solat.
Tiara : iya kak, mulai nanti adek akan biasakan seperti itu, jika sudah dengar
adzan adek bakal langsung ambil air wudhu terus solat.
Tasya : naah, gitu dong dek, biasakan saja nanti lama kelamaan pasti terbiasa
solat tepat waktu.
Tiara : tapi kalau teman temanku tidak mau di ajak solat gimana dong kak?
Tasya : iya, tidak apa apa dek. Kamu solat dulu dan kamu bilang ke temanmu,
sebentar ya aku mau solat dulu nanti di lanjut lagi.
Tiara : iya kak, adek akan biasakan mulai saat ini.
Tasya : bagus dek, iya sudah kalau begitu kakak mau lanjut memasak dulu ya
dek.
Tiara : iya oke.
Kemudian Tiara pergi ke kamarnya, dan Tasya pergi ke dapur, tiba tiba adzan
ashar sudah berkumandang, Tasya tidak jadi melanjutkan memasak tetapi dia
justru mengambil air wudhu dan solat. Ketika dia masih solat tiba-tiba mamanya
memanggil. Namun, tidak aja jawaban dari Tasya. Kemudia Ny. Tina pergi
mencari Tiara.
Ny. Tina : dek, kamu tidak solat bersama kakak?

7
Tiara : tidak ma, adek solat nanti saja.
Ny. Tina : itu kakakmu sudah solat tadi gak bareng saja sekalian, dari pada adek
nanti solat sendirian lo.
Tiara : tidak apa-apa ma, nanti adek solat kok. Tetapi masih nanti kalau acara tv
ini sudah selesai.
Ny. Tina : dek, tidak boleh seperti itu, jangan menunda solat dek tidak baik. Kita
dapat menunda solat itu hanya ketika ada kegiatan yang sangat mendesak dan
tidak dapat di tinggalkan.
Tiara : iya ma, setelah kakak selesai solat nanti giliran adek yang solat.
Ny. Tina : naa, gitu dong dek. Itu baru anak mama. Pintar, cantik dan rajin
beribah.
Tiara : mama bisa aja, iya sudah ma.
Ny. Tina : oiya dek, satu lagi jangan menunda solat dek, nanti tiba-tiba waktunya
sudah habis waktu solatnya dek.
Tiara : iya ma, adek bakal berusaha solat tepat waktu dan tidak menunda solat
lagi. Iya sudah ma, adek mau ambil air wudhu dulu ya.
Ny. Tina : oke dek.
Akhirnya Tiara mulai belajar untuk selalu solat tepat waktu, dan Tiara juga
berusaha untuk tidak meninggalkan solat. Selain Ny. Tina dan Tasya yang selalu
mengingatkan solat, Tn. Joni juga sering mengajak mereka untuk melakukan solat
berjamaah, kemudian ngaji berjmaa

3.2 Kelompok 2
Anggota : Nuzula Eka Wardhani NIM 152310101062
Zumrotul Farikhah NIM 152310101142
Arga Rifqi Addinda NIM 152310101143
Tema Role Play : Fungsi Cinta Kasih dan Perlindungan
Skenario :
Tinggallah suatu keluarga single parrent yang terdiri dari seorang ibu dan
anak laki-laki, semenjak di tinggal ayahnya sang anak menjadi anak yang nakal
dan tidak menuruti perkataan dari ibunya. Suatu ketika sang anak menginginkan

8
sepeda motor baru dan memaksa ibunya untuk membelikan sepeda motor
tersebut.
Suatu sore sang ibu sedang menyapu rumah, dan anaknya menghampiri ibunya
Arga : Ibu ibu, arga minta belikan sepeda motor, teman-teman semuanya sudah
punya sepeda motor masak arga gak punya..
Ibu : Sepeda motor? buat apa? rumah mu kan dekat dengan sekolahhan, jalan
kaki kan bisa..
Arga : Aku malu buu teman teman semua sudah pakai sepeda motor semua
Ibu : Sepeda motor terlalu mahal nak, bagaimana kalau ibu belikan sepeda
mini?
Arga : Ibu ini gak pernah merhatiin aku, pokoknya kalau tidak dibelikan sepeda
motor, aku gak mau sekolah.
Akhirnya sang anak meninggalkan ibunya dengan perasaan kesal
Ibu : Naak, jangan marah. Iya nanti ibu carikan uang dan belikan kamu sepeda
motor.
Arga : yee ibu baik. Terimakasih buu..
Keesokan harinya, sang ibu memberikan sepeda motor kepada anaknya dan
menasehati anaknya agar tidak kebut-kebutan dijalan, namun sang anak tidak
mendengarkan nasehat ibunya.
Ibu : Naak.. ini sepeda motornya sudah ibu belikan..
Arga : Yee ibu baik, terimakasih ibu, kalau begitu aku maen dulu ya buu..
Assallaammualaikum
Ibu : Hati hati ya nak, jangan kebut-kebutan. Waallaikumsalam.
Tiba-tiba sang anak pulang dengan keadaan kaki sakit karena tertabrak sepeda
motor.
Ibu : Loh nak.. ini kenapa?
Arga : Ini bu, tadi habis di tabrak temanku. Kakiku sakit bu.. aduuh..
Ibu : Yasudah masuk dulu nak..
Di dalam rumah
Arga : Adduhh buu sakiitt..
Ibu : ini kenapa naak? Kok bisa jadi seperti ini?

9
Arga : Tadi aku balapan, kata temenku kalau menang bakalan dapat uang.
Ibu : Hmm.. kan sudah ibu bilangi, jangan kebut-kebuttan.
Arga : Terus bagaimana ini bu?
Ibu : Yasudah ibu panggilkan perawat dulu.. haloo benar ini dengan perawat
zumrotul?
Perawat: Iya betul, ada apa ya bu?
Ibu : Saya Nuzula ibunya Arga, anak saya kakinya sakit setelah tabrakan.
Perawat: kondisinya bagaimana ya bu?
Ibu : Kaki kirinya terasa nyeri..
Perawat: Alamat rumah ibu dmana?
Ibu : Perumahan mastrip no.71
Perawat: Baik lah kalau begitu saya akan berangkat kesana..
Ibu : Iya mbk, di tunggu, anak saya sudah kesakitan.
Sesaat kemudian perawat datang untuk melihat kondisi sang anak
Perawat: Adek knapa?
Arga : kaki saya sakit, tadi habis di tabrak temen saya.
Perawat: saya lihat dulu ya.. kaki adek mengalami patah tulang..
Arga : Patah tulang? Gak bisa jalan lagi dong? teman-temanku gak bakal mau
berteman sama aku lagi.
Perawat: Tenang dek, adek masih bisa sembuh. Teman-teman adek juga pasti mau
kok berteman lagi sama adek, tapi untuk sekarang adek perlu rehabilitasi kaki
adek hingga sembuh seperti sedia kala.
Ibu : sudah ibu ingatkan, jangan membatah kata ibu, sekarang tau kan
akibatnya. Sudah jangan bersedih, kan nada ibu disini, ibu bakal nemenin kamu
sampai kamu sembuh.
Arga : Iya ibu aku minta maaf, lain kali gak akan aku ulangi lagi, aku juga akan
menuruti kata ibu. Maaf ya buu..
Ibu : Iya nak, ibu maaf kan.
Akhirnya sang anak menjadi anak yang menuruti kata ibunya, dan
keluarga tersebut menjadi keluarga yang harmonis walaupun tanpa seorang ayah.
SEKIAN

10
Keluarga menjadi wahana pertama dan utama untuk menumbuhkan cinta kasih
antar sesama anggotanya, antar ortu dengan pasangannya, antar anak dengan ortu
dan sesama anak sendiri
Keluarga menjadi pelindung yang pertama, utama dan kokoh dalam memberikan
kebenaran dan keteladanan kepada anak-anak dan keturunannya

3.3 Kelompok 3
Anggota : Tantia Ismi Nitalia NIM 152310101064
Alviolita Nur S NIM 152310101067
Desty Martha A NIM 152310101068
Tema Role Play : Fungsi Ekonomi dan Lingkungan
Skenario :
a. Fungsi ekonomi
Keluarga Tn Rizki dan Ny Alviolita merupakan tipe keluarga inti. Tn Rizki
dan Ny Alviolita, masing-masing berusia 33 dan 31 tahun. Tn Rizki bekerja
sebagai PNS yang membuat Tn Rizki sering sekali keluar kota dan Ny Alviolita
bekerja sebagai guru Sekolah Dasar. Mereka memiliki 2 orang anak perempuan :
Desty, 22 tahun, kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Jember dan Tantia, 20
tahun, kuliah di FKIP Universitas Jember. Disela-sela Ny Alviolita bekerja
sebagai guru Sekolah Dasar, Ny Alviolita juga berjualan kue. Kue tersebut
dititipkan oleh Ny Alviolita kepada anak anak mereka, dan dibawa ke kampus
oleh kedua anak mereka dan dijualkan kepada teman dari Desty dan Tantia.
Pada hari senin dipagi hari saat Desty dan Tantia berangkat ke kampus.
Ny Alviolita : Desty...Tantia... sudah siap untuk berangkat kuliah nak?
Desty : Sudah bu, sebentar lagi masih pakai kerudung bu
Tantia : Iya bu, sebentar lagi baru selesai mandi bu
Ny Alviolita : Sudah jam berapa ini nak, ayo segera berangkat, jangan sampai
telat lagi
Desty : (segera menghampiri ibunya)
Tantia : (masih sibuk dengan tasnya)
Ny Alviolita : Ayo nak makan dulu, kakakmu mana? Belum selesai mandinya?

11
Desty : Gatau tuh bu, lagi beresin buku yang mau dibawa mungkin
Ny Alviolita : Hari ini kita makan bertiga ya, ayah lagi keluar kota karena harus
rapat.
Desty : Iya bu, pantas saja ayah tidak membangunkanku dan Tantia
Ny Alviolita : Iya nak, tadi sebelum subuh ibu mengantarkan ayah ke terminal
Beberapa menit kemudian Tantia datang menghampiri mereka yang sedang
duduk dimeja makan.
Tantia : Maaf bu, bangun kesiangan lembur tugas semalam
Ny Alviolita : Iya nak, gapapa. Ayo makan dulu sebelum berangkat kuliah
Tantia : Iya bu. Loh ayah mana ibu? Kok gaikut sarapan bareng sama kita?
Desty : Ayah lagi keluar kota dek, ada rapat
Tantia : Benarkah bu?
Ny Alviolita : Iya nak, ayah keluar kota untuk rapat. Tadi sebelum subuh ibu
mengantarkan ayah ke terminal
Tantia : Terus kapan ayah pulang bu?
Ny Alviolita : Besok lusa ayah sudah pulang kok nak. Yauda segera selesaikan
makan kalian dan berangkat kuliah
Tantia : Iya bu..
Setelah mereka sarapan bersama.
Tantia : Bu, berangkat kuliah dulu ya bu
Desty : Iya bu, aku juga berangkat kuliah dulu ya bu
Ny Alviolita : Iya nak, hati hati ya
Tantia : Kue yang harus kita bawa mana bu?
Desty : Kue apa yang kita jual hari ini bu?
Ny Alviolita : Sebentar ibu ambilkan nak
....
Ny Alviolita : Ini nak, ini buat Tantia dan ini buat kamu Desty. Kue yang hari ini
kalian jualkan kue sus nak
Tantia : Wahh, pasti anak anak suka nih bu
Desty : Iya dek, teman-temanku juga suka dengan kue sus ini
Ny Alviolita : Iya nak, semoga habis ya

12
Tantia : Aamiin
Desty : Aamiin
Ny Alviolita : Yasudah sana berangkat nak, kue sus nya 20 biji ya, dijualnya Rp
2000
Desty : Iya bu
Tantia : Baik bu, berangkat dulu bu, Assalamualaikum
Desty : Assalamualaikum bu
Ny Alviolita : Waalaikumsalam nak
Setelah kedua anak mereka pergi untuk kuliah, ibu pun pergi untuk
mengajar di Sekolah Dasar.
Pada waktu sore hari, saat mereka semua berkumpul di meja makan.
Ny Alviolita : Tantia, Desty makan dulu nak
Tantia : Iya bu (bergegas menghampiri ibunya)
Desty : Iya bu (bergegas menghampiri ibunya)
Tantia : Makan apa kita bu?
Ny Alviolita : Kesukaanmu nak, telur mata sapi
Tantia : Terimakasih ya bu
Ny Alviolita : Iya nak sama sama
Desty : Enak nih bu, telur mata sapi tambah sama kecap
Ny Alviolita : Iya nak, ayo makan. Jangan lupa berdoa terlebih dahulu
Tantia dan Desty : Iya bu
....
Desty : Kue sus yang tadi aku bawa laris terjual loh bu, dan anak anak berpesan
kepadaku, untuk besok membawa kue sus lagi bu.
Tantia : Iya bu, teman-temanku juga suka, dan tadi laris terjual semua bu
Ny Alviolita : Alhamdulillah ya nak
Tantia : Uangnya ada dikamar bu, habis ini aku ambil ya bu
Ny Alviolita : Tidak usah nak, uang tersebut kalian tabung di celengan kalian
masing masing ya
Desty : Iya bu, besok kita jualan kue sus lagi kan bu?

13
Ny Alviolita : Iya nak, sesuai permintaan teman-teman kalian. Ibu pesan celengan
itu tidak boleh dibongkar sebelum celengan itu penuh ya nak. Kalian harus rajin
menabung, jangan membeli barang yang tidak kalian butuhkan ya nak
Tantia : Iya bu, aku selalu ingat pesan ibu untuk selalu menabung dan hemat
Desty : Iya bu, aku tidak akan membongkar celenganku sebelum celenganku
penuh bu
Ny Alviolita : Iya nak, ibu pun juga menabung untuk biaya kuliah kalian
kedepannya. Karena kita tidak tau apa yang terjadi nanti, bisa saja kita ada
pengeluaran mendadak kita bisa memakai tabungan itu
Tantia dan Desty : Iya bu
Ny Alviolita : Yasuda, dilanjutkan makannya setelah itu kerjakan tugas kuliah
kalian nak
Desty : Iya bu
Tantia : Tidak ada tugas kuliah bu untuk hari ini, boleh aku membantu ibu untuk
membuat kue sus?
Ny Alviolita : Tentu boleh nak, setelah makan ya nak
Tantia : Baik bu
Setelah mereka semua selesai makan, Desty yang ada tugas kuliah kembali
ke kamarnya. Dan Tantia dan Ny Alviolita bergegas untuk kedapur menyiapkan
bahan untuk membuat kue sus.
Sejak kecil Tn Rizki dan Ny Alviolita mengajarkan kepada anak-anak
mereka untuk selalu menabung dan berhemat. Karena Tn Rizki dan Ny Alviolita
mempunyai prinsip untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.
Sekian. Terimakasih
b. Fungsi lingkungan

Keluarga kecil yang hangat, ceria, disiplin, peduli mungkin itu sedikit
gambarannya. Keluarga Ny. Alviolita dengan Tn. Rizki merupakan keluarga inti
yang hangat. Mereka hidup saling menyayangi satu sama lain, peduli satu sama
lain begitupun dengan lingkungannya. Baik dalam lingkungan keluarga maupun
lingkungan disekitarnya. Ny. Alviolita biasanya menjual kue risoles dibantu

14
dengan kedua anaknya. Desty dan Tantia, itulah nama anak Ny. Alviolita. Kedua
ini anak ini kesehariannya selalu hidup dengan akur dan selalu membantu ibunya
ditengah-tengah kesibukannya. Tn. Rizki sendiri yang merupakan wirausahawan
biasanya keluar kota untuk perjalanan bisnisnya. Sehingga Ny. Alviolita lah yang
bertugas untuk mendidik anak-anaknya dari kecil hingga sekarang. Sekarang
Desty dan Tantia yang hanya selisih 2 tahun sudah mengenyam pendidikan
bangku kuliah. Ny. Alviolita selalu berharap anak-anaknya bukan hanya bisa
menjadi teladan untuk pendidikan tapi juga lingkungannya.
Di sore hari yang cerah, seperti biasanya anak-anak Ny. Alviolita selesai
dengan aktivitas rutinnya..
tok..tok..tok.. klek. (suara ketukan pintu pertanda ada seorang yang masuk).
Tantia : Assalaamualaikum. (membuka pintu).
Ny. Alviolita : Waalaikumsalaam, oh sudah pulang?? Kakak kemana? Belum
pulang?. (sambil duduk diruang tamu).
Tantia : Belum pulang bu, katanya telat karena ada tugas kelompok bu.
(menghampiri ibu dan duduk didekatnya).
Ny. Alviolita : Oh iya. Eh bagaimana dengan risolesnya nak?.
Tantia : Oh habis ini bu, laku semua bu. (menunujukkan kotaknya yang
sudah kososng kepada ibunya).
Ny. Alviolita : Alhamdulillah jika begitu.
Tantia : Iya bu alhamdulillah. Ini tempatnya aku buang dulu ya bu.
(mencari tempat sempah).
Ny. Alviolita : iya nak.
Tantia : Loh bu, kemana tempat sampahnya??. (tidak ketemu mencari
tempat sampah, karena tidak ada di tempat seperti biasanya).
Ny. Alviolita : Oh iya tadi ibu pindahin tempat sampahnya nak. (mendekati
Tantia dan menunjukkan letak tempat sampahnya).
Tantia : Oh disini ternyata. Sampah harus dibuang pada tempatnya kan
bu? Aku tidak akan pernah lupa tentang hal itu. (sambil
membuang sampah).

15
Ny. Alviolita : Iya nak, Bagus jika kamu selalu ingat. Jangan lupa bukan hanya
dirumah tapi dilingkungan pun kita juga harus peduli ya nak.
Semua dimulai dari hal kecil sehingga semua bisa menjadi berarti,
jangan lupakan itu ya nak.
Tantia : baik bu, aku akan selalu mengingatnya.
(berjalan menuju ruang tamu bersama)
Ny. Alviolita : Habis ini nanti kita bisa persiapan buat risoles lagi buat besok
nak.
Tantia : Baik bu, tapi Tantia ijin menaruh tas dulu ke kamar ya bu.
Ny. Alviolita : Iya anakku. (tersenyum bangga pada anaknya).
***

Beberapa jam kemudian..


Desty : Assalaamualaikum.
Ny. Alviolita : Waalaikumsalaam, sudah pulang nak?.
Desty : iya ini buk.
Tantia : Yuk buk... (keluar dari kamar).
Ny. Alviolita : Ayo nak kita kedapur untuk persiapan membuat risolesnya.
Desty : Maaf bu Desty tidak bisa membantu, ada banyak tugas bu.
Ny. Alviolita : Tidak apa-apa anakku, selamat belajar ya.
Tantia : Biar ibu aku yang bantu kak.
Desty : baik bu, maaf ya bu. Terima kasih ya dek. (pergi ke kamar).
***
Sore keesokan harinya dihalaman depan rumah, terlihat hari itu begitu cerah
sehingga tanaman begitu segar pertanda siap untuk menyambut malam tiba.
Terlihat Ny. Alviolita sedang sibuk dengan tanaman-tanamannya. Memang
keluarga ini sangat peduli juga dengan tanaman. Ny. Alviolita selalu berprinsip
bukan hanya manusia namun tumbuhanpun juga makhluk hidup yang perlu untuk
dirawat dan dijaga.
Tantia : Ibuk sedang apa buk?.

16
Ny. Alviolita : Ini lo ibuk sedang merawat tanaman. Tanaman kan juga makhluk
hidup jadi kita harus merawatnya.
Tantia : Iya bu, kata dosenku juga tanaman ini mudah berkembang biak
mu.
Ny. Alviolita : Iya nak, meski begitu kita harus tetap merawatnya. Kita harus
menjaga lingkungan kita. Salah satunya merawat tanaman dan
menjaga lingkungan dari polusi nak.
Tantia : Iya bu, benar. (membantu ibu merawat tanaman).
Ny. Alviolita memang selalu mengajarkan kepada anak-anaknya tentang
kepedulian terhadap lingkungan. Sehingga itu juga berdampak pada keseharian
anak-anaknya diluar rumah. Mereka menjadi anak-anak yang peduli dengan
lingkungannya.
***

Pagi hari yang cerah. Tampak cuaca sangat mendukung, mentari seakan
menyapa dengan senyuman cahayanya yang begitu indah untuk melewati
sepanjang hari ini. Waktu yang begitu sempurna untuk mengawali aktivitas.
Ny. Alviolita : (sedang sibuk menyapu teras rumahnya).
Tantia : buk berangkat kuliah dulu ya. (keluar rumah).
Ny. Alviolita : oh sudah mau berangkat nak, hati-hati di jalan ya.
Tantia : baik bu. (mencium tangan ibunya untuk berpamitan).
(beberapa menit kemudian)
Desty : Eh dek tungguin, buk berangkat dulu ya... (buru-buru
berpamitan dengan ibunya).
Ny. Alviolita : hati-hati ya nak.
Desty : baik bu, Assalaamualaikum.
Ny. Alviolita : Waalaikumsalaam.
Ny. Alviolita melanjutkan aktivitasnya untuk membersihkan rumahnya dan
anak-anaknya pun pergi untuk kuliah. Ny. Alviolita selalu mendidik anak-
anaknya untuk disiplin sehingga anak-anaknya juga tidak pernah telat untuk pergi
kuliah.

17
***

Siang hari yang begitu terik, terlihat Desty dan Tantia sedang pulang
bersama menyusuri jalan.
Tantia : kak lihat sampahnya berserakan ya? hem. (melihat sekeliling
jalan).
Desty : Iya ini dek sampahnya berserakan, banyak orang yang buang
sampah sembarangan dek.
Tantia : (memungut sampah yang ada didepannya dan membuangnya di
tempat sampah).
Desty : eh kamu peduli banget sama lingkungan dek?.
Tantia : Iya kak itu harus. Sudah seharusnya kan kita menjaga
lingkungan? Siapa lagi kak? Kita harus menjaga lingkungan
meskipun itu dari hal kecil kak seperti sampah. Aku ingin menjadi
mahasiswa yang bukan hanya peduli dengan tugas kuliah kak tapi
juga ingin peduli dengan lingkunganku.
Desty : Wah, kakak bangga denganmu dek.
(Desty dan Tantia pulang kerumah).

3.4 Kelompok 4
Anggota : Selvia Anggun NIM 152310101076
Wilda Al Aluf NIM 152310101154
Kezia Ria Kristanti NIM 152310101157
Andini Zahrotul F. NIM 152310101163
Tema Role Play : Fungsi Reproduksi dan Sosial Pendidikan
Skenario :
Peran:
Kiki : Kezia Ria K.
Dira : Selvia Anggun F
Ibu : Andini Zahrotul
Nenek : Wilda Al Aluf

18
Disebuah desa subur makmur hidup sebuah keluarga yang terdiri dari
nenek, ibu, dan 2 anaknya yang tinggal dalam satu rumah sedangkan ayahnya
berada diluar kota. Seorang ibu berprofesi sebagai perawat di puskesmas dekat
rumahnya. Anak pertama, Dira namanya saat ini duduk di bangku SMA kelas 1
dan anak kedua, Kiki saat ini duduk di bangku SMP kelas 3. Kiki baru saja
mengalami menarche minggu lalu sehingga dia harus beradaptasi dengan
perubahan fisiologis yang dialaminya ketika menstruasi.

Pada suatu pagi mereka sedang sarapan bersama


Kiki : Kak Dira, ayo sarapan nanti keburu telat looh.
Dira : Iya kik, bentar masih pasang kaos kaki.
Kiki : Ma semenjak kiki menstruasi kok kiki ngerasa makin gendut ya ma.
Ibu : Itu memang perubahan yang selalu dialami seseorang kalo menstruasi
nak, coba tanyakan kakakmu itu. Dia pasti juga begitu dulu.
Kiki : Bener gitu kak?
Dira : Enggak tu, kakak sampek sekarang juga masih seksi emang kamu aja
yang dasarnya gendut. (Sambil melirik adiknya dengan nada bercanda)
Kiki : Kakaaaaak, tu kan ma kak Dira itu emang kayak gitu ma orangnya gak
mau serius kalo ditanya.
Nenek : Sudah sudah, makan dulu tadi katanya gak pengen telat.
Dira : Si Kiki itu nek yang nanya aneh-aneh.
Nenek : Ya mbok kalo adeknya nanya beneran itu ya dijawab to nduk nduk biar
adeknya gak penasaran.
Kiki : Tu kak, nenek aja baik sama Kiki, emang kakak ni yang gak baik sama
Kiki.
Dira : Yaudah ki nanti pulang sekolah kita bicara lagi deh. Yuk berangkat
dulu keburu telat.
Ibu : Iya nanti ibu bantu jelaskan sama kamu ki
Kiki : Yuk kak, Ma, nenek kami berangkat dulu ya.
Ibu : Iya nduk hati-hati.
Kiki Dira : Assalamualaikum

19
Ibu Nenek : Waalaikumsalam hati-hati yaa.
Sepulang sekolah Kiki menagih janji kakak dan ibunya untuk
membicarakan masalah menarche yang dialaminya minggu lalu
Kiki : Ma, mama. Ma, mama.
Nenek : Apasih nduk kenapa teriak-teriak?
Kiki :Nek, mama dimana?
Nenek : Masih mandi mamamu, Baru datang dari puskesmas. Kenapa to nduk?
Kiki : Kalo kak Dira dimana?
Nenek : Kakakmu kayaknya juga masih tidur kan baru pulang juga.
Kiki : Nek, Kiki mau tanyak deh. Kiki tambah gendut ya?
Nenek : Iya, sedikit.
Kiki : Nenek maaaah.
Nenek : Memang begitu nduk kalo masih baru pertama kali menstruasi. Tubuh
seperti melebar semuanya, suara tambah besar. Pokoknya bakalan banyak
perubahan yang kamu alami nantinya.
Kiki : Terus apalagi nek?
Ibu : (Menyahut) Hayo sedang membicarakan apa ini?
Nenek : Ini lo nduk si Kiki Tanya kenapa kok setelah di menstruasi yang
pertama itu dia jadi merasa gendutan gitu katanya.
Ibu : Owalaah, Itu wajar nduk itu namanya perubahan fisiologis. Kalo kamu
sudah menstruasi itu berarti fungsi dari alat reproduksinya sudah baik.
Kiki : Oh jadi begitu ya bu. Gitu kak Dira tadi bilang kalo aku ini memang
gendut.
Dira : (Tiba-tiba datang dan membawa selembar kertas) Haha, kak Dira kan
Cuma bercanda ki
Kiki : Waaah bener-bener kak Dira ini yaaa.
Nenek : Eh sudah-sudah, bagaimana sekolah kalian tadi?
Kiki : Dari Kiki dulu yaa. Kiki seneng banget nek Kiki dapet nilai 95 di
pelajaran Biologi yang diajari mama sama kak Dira tadi malem.
Dira : Iyalah mama sama kak Dira kan emang pinter.
Kiki : Yeee, Kiki juga pinter kaleee,

20
Nenek : Nah ini baru cucu nenek, Yang rajin belajarnya biar pintar di sekolah
terus biar bisa banggain mama sama ayah kayak mama banggain nenek ini. Selain
pintar di sekolah harus ramah sama orang di lingkungan sekitar ini karena tanpa
interaksi dengan mereka kita juga bukan apa-apa. Ini nasehat buat kalian berdua
yaa.
Kiki Dira : Siap nenekku pahlawanku.
Ibu : Itu apa yang kamu bawa Dir?
Dira : Oh ini ma, ini surat dari sekolah ma. Tagihan pembayaran buku
semester ini. Maafin Dira ya mah karena Dira sering minta uang ke mama.
Ibu : Eh eh gak boleh begitu, itu sudah kewajiban mama sama papa buat
cari uang untuk biaya pendidikan kalian berdua, Pendidikan dasar itu dimulai dari
keluarga nak lalu bisa dilanjutkan dengan sekolah sesuai jenjangnya. Jadi seorang
anak memang sudah seharusnya difasilitasi pendidikan oleh keluarganya. Sudah
gak boleh ngomong seperti itu lagi ya. Berapapun uang yang kalian minta asalkan
itu untuk keperluan sekolah pasti mama sama papa akan kasih.
Dira : Makasih ya ma. Dira sayang sekali sama mama, papa, nenek. (Sambil
memeluk mama dan neneknya)
Kiki : Aku juga saaaayang sekali.
Nenek : Iya iya nenek juga sayang sama cucu nenek yang pinter-pinter ini.
Ibu : Yasudah sana telfon papa ceritakan bagaimana sekolah kalian hari ini.
Dira Kiki : Siap Bu bos.

21
BAB 4. PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Keluarga adalah sekumpulan orang yang hidup bersama dan terikat dalam
ikatan perkawinan, kelahiran, adopsi, atau mempunyai ikatan darah, dan terdapat
hubungan emosional tiap anggotanya. Keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak.
Setiap keluarga mempunyai fungsi dan tujuan masing-masing. Fungsi keluarga
penting diwujudkan untuk membentuk keharmonisan antar anggota keluarga. Ada
beberapa fungsi keluarga yang dikemukakan oleh BKKBN yaitu fungsi
keagamaan, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi
reproduksi, fungsi sosial pendidikan, fungsi ekonomi, dan fungsi pembinaan
lingkungan. Fungsi keagamaan berkaitan dengan kepercayaan keluarga kepada
tuhan yang maha Esa. Fungsi sosial budaya menyangkut hubungan antara
keluarga dengan masyarakat sekitar. Fungsi cinta kasih sangat penting diberikan
antar anggota keluarga karena fungsi ini akan mempererat hubungan anggota
keluarga sehingga keluarga semakin harmonis. Fungsi perlindungan biasanya
diberikan oleh seorang ayah yang bertindak sebagai kepala keluarga, ayah
melindungi istri dan anak. Fungsi reproduksi merupakan fungsi yang paling urgen
dalam keluarga, biasanya setelah keluarga baru terbentuk, keluarga tersebut akan
menjalankan fungsi reproduksi untuk memperoleh keturunan. Fungsi ekonomi
akan membantu kelangsungan hidup tiap keluarga, karena dalam fungsi ekonomi,
keluarga akan mencari pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan sehingga bisa
digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Fungsi pembinaan lingkungan
berguna untuk memodifikasi lingkungan sekitar keluarga agar kerluarga bisa
hidup nyaman. Semua fungsi sangat penting untuk diwujudkan agar keluarga
tetap harmonis, hidup aman dan tentram.

4.2 Saran
Keluarga merupakan sebuah kelompok kecil tetapi banyak terdapat nilai
dan fungsi yang harus diwujudkan dalam keluarga. Oleh karenanya, sebagai
perawat keluarga diharapkan bisa memahami jenis-jenis fungsi yang ada di dalam

22
suatu keluarga, sehingga perawat dapat berperan sebagai tenaga kesehatan yang
profesional dan dapat mengkaji sebuah keluarga dengan mudah. Perawat juga
dapat memberikan solusi kepada keluarga atau membimbing keluarga jika ada
beberapa fungsi keluarga yang bermasalah atau belum terwujud.

23
DAFTAR PUSTAKA

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional daerah Papua. (2016). 8


Fungsi Keluarga. [serial online].
http://papua.bkkbn.go.id/Lists/Artikel/DispForm.aspx?ID=224&ContentTyp
eId=0x01003DCABABC04B7084595DA364423DE7897. Diakses pada
tanggal 24 September 2017.

Badan Pusat Statistik RI. (2017). Banyaknya Rumah Tangga menurut Provinsi,
2000-2015. [Serial online]
https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/851. diakses pada tanggal
24 September 2017.

Indonesian Student. (2016). 8 Fungsi Keluarga Menurut BKKBN Beserta


Penjelasannya Lengkap. [serial online] http://www.indonesiastudent.com/8-
fungsi-keluarga-menurut-bkkbn-beserta-penjelasannya-lengkap/. Diakses
pada tanggal 24 September 2017.

Peraturan Pemerintah Pemerintah Republik Indonesia No. 87 Tahun 2014. (2014).


Perkembangan Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga, Keluarga
Berencana, Dan Sistem Informasi Keluarga. [serial online]
http://duaanak.com/m/PP-No.-87-Th-2014-ttg-BKKBN.pdf. diakses pada
tanggal 24 September 2017.

Suprajitno. (2004). Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakarta : EGC.

24
FORMAT PENILAIAN
FAMILY FUNCTION (BKKBN)
KEPERAWATAN KELUARGA
PSIK UNIVERSITAS JEMBER T.A 2017/2018

NO VARIABEL PENILAIAN NILAI NILAI YANG


MAKSIMAL DIPEROLEH
1 Pretest dan Postest 10
2 Kesesuaian video yang dipilih 10
3 Penguasaan materi 30
4 Aplikasi Konsep 20
5 Dokumentasi laporan 20
6 Penampilan dan sikap 10
Junlah 100

Keterangan nilai
A : 80-100 (sangat baik) C : 60-69 (cukup) E : 0-49 (sangat kurang)
B : 70-79 (baik) D : 50-59 (Kurang)

Jember, September 2017


Pembimbing
PSIK Universitas Jember

Hanny Rasni, S.Kp., M.kep


NIP 19761219 200212 2

25