Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH SINTESIS ORGANIK ANORGANIK

KALSIUM SULFAT (CaSO4)

Dosen pembimbing : Drs. Agustinus Ngatin, MT


Nama mahasiswa : 1. Leonita Yuliana(161411015)
2. Willy Vernando E P (161411030)
Kelas : IA- D3 Teknik Kimia

PROGRAM STUDI D3-TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2017

1
BAB I

PENDAHULUAN

1. Definisi

Kalsium sulfat merupakan garam yang terjadi subur di lingkungan alam dan juga
muncul sebagai produk sampingan dari beberapa proses industri. Ini adalah senyawa kalsium,
sulfur dan oksigen, dan dalam bentuk yang paling murni memiliki rumus kimia CaSO4; ini
dikenal sebagai anhidrat bebas air kalsium sulfat, atau anhidrit mineral. Hal ini juga datang
dalam bentuk hydrous, yang dikenal sebagai mineral gipsum, yang memiliki rumus
CaSO4.2H2O. Bentuk-bentuk yang berbeda memiliki berbagai aplikasi, termasuk bahan
bangunan, bahan pelembab, membuat cetakan untuk perawatan kaki retak dan menciptakan
karya seni.

Kalsium sulfat adalah senyawa anorganik dengan rumus CaSO4 dan biasanya
berbentuk hidrat . Dalam bentuk - anhidrit, digunakan sebagai pengering . Satu hidrat lebih
dikenal sebagai gipsum plaster , dan yang lain terjadi secara alami sebagai mineral gipsum . Ini
memiliki banyak kegunaan dalam industri. Semua berbentuk padatan putih yang sukar larut
dalam air. Kalsium sulfat menyebabkan kekerasan permanen dalam air.

2. Sumber

Sumber utama kalsium sulfat terjadi secara alami dari gipsum (CaSO4.2H2O) .Gipsum
sendiri merupakan garam yang pertama kali mengendap akibat proses evaporasi air laut diikuti
oleh anhidrit dan halit, ketika salinitas makin bertambah. Selain itu, gipsum dapat diekstraksi
dengan penggalian terbuka atau pertambangan yang mendalam. Produksi gipsum di dunia
mencapai sekitar 127 juta ton per tahun.

Selain sumber-sumber dari alam, kalsium sulfat dapat diproduksi dengan berbagai
proses sebagai berikut:

Dalam desulfurisasi gas buang , gas buang dari pembangkit listrik bahan bakar fosil dan
proses lainnya (misalnya pembuatan semen) yang digosok untuk mengurangi kadar oksida
sulfur, dengan menumbuk halus batu kapur atau kapur . Ini menghasilkan kalsium sulfat
murni, yang mengoksidasi pada penyimpanan kalsium sulfat.

2
Dalam produksi asam fosfat dari batuan fosfat , kalsium fosfat direaksikan dengan asam
dan menghasilkan kalsium sulfat endapan.
Dalam produksi hidrogen fluorida , kalsium fluorida direaksikan dengan asam sulfat,
menghasilkan kalsium sulfat.
Dalam pemurnian seng , larutan dari seng sulfat direaksikan dengan kapur untuk
menghasilkan endapan logam berat seperti barium dan kalsium sulfat.
Kalsium sulfat juga dapat dipulihkan dan digunakan kembali dari memo drywall di lokasi
konstruksi.

Proses pengendapan ini cenderung bersifat unsur radioaktif dalam produk kalsium
sulfat. Masalah ini khususnya karena fosfat, karena batu fosfat secara alami
mengandung aktinida .

3. Sifat Fisik dan Karakteristik

Rumus kimia CaSO 4

Masa molar 136,14 g / mol (anhidrat)


145,15 g / mol (hemihydrate)
172,172 g / mol (dihidrat)

Penampilan padatan putih

Bau tanpa bau

Massa jenis 2.96 g / cm 3 (anhidrat)


2,32 g / cm 3 (dihidrat)

3
Titik lebur 1.460 C (2660 F; 1730 K)
(anhidrat)

Kelarutan dalam air 0.21g / 100ml pada 20 C


(anhidrat)
0.24 g / 100 ml pada 20 C
(dihidrat)

Produk kelarutan ( K sp ) 4.93 10 -5 mol 2 L -2


(anhidrat)
3.14 10 -5 (dihidrat)

Kelarutan dalam gliserol sedikit larut (dihidrat)

Keasaman (p K a ) 10.4 (anhidrat)


7.3 (dihidrat)

Kerentanan -49,7 10 -6 cm 3 / mol


magnetik ()

Struktur

Struktur kristal ortorombik

Kimia panas

Molar std 107 J mol -1 K -1


entropi ( S o 298 )

Std entalpi -1433 KJ / mol


pembentukan ( fH o 298 )

Kalsium sulfat adalah bubuk putih tidak berbau atau berwarna, kristal padat. Kristal
kadang-kadang memiliki warna biru, abu-abu atau kemerahan atau bisa bata merah.

Kepadatan: 2.96 g cm-3

4
Kalsium sulfat ditemukan di alam dalam bentuk dihidrat. CaSO4.2H2O yang lebih
dikenal dengan nama gypsum. Deposit mineralnya yang murni dan punya kerapatan yang
tinggi dari gypsum dinamakan alabaster. Alabaster ini telah digunakan orang untuk membuat
patung. Alabaster juga digunakan dalam beberapa merek kapur tulis.

Ketika senyawa ini dipanaskan sampai suhu sekitar 100 derajat celcius, maka senyawa
ini tidak melepas semua molekul airnya, melainkan menyisakan 1/2 mol air dalam senyawa
hidratnya.Senyawa ini disebut hemihidrat dan reaksi pembentukkannya adalah sebagai berikut:

CaSO4.2H2O(s) ==> CaSO4.1/2 H2O(s) + 1 1/2H2O

Senyawa hemihidrat yang berwarna putih padat ini kemudian akan bereaksi dengan air
membentuk senyawa dengan rantai yang sangat panjang dari kalsium sulfat dihidrat. Senyawa
yang dibentuk akan bersifat kuat, kristal gypsum yang saling bertautan dan akan memberikan
kekuatan untuk merekatkan sesuatu.

Salah satu kegunaan gypsum adalah sebagai bahan untuk membuat dinding tahan api
baik yang terbuat dari kayu yang digunakan untuk interior rumah dan kantor. Senyawanya tidak
mudah terbakar dan harganya murah menjadikan alasan gypsum dipilih untuk material ini.
Penggunaan gypsum sebagai interior bangunan bukannya zat lain dikarenakan terletak pada
reaksi dehidrasi(pemanasan) gypsum yang menghasilkan bentuk hemihidratnya. Dalam api
karena panas reaksi pemanasan gypsum terjadi. Reaksi ini sangat endotermik dan
membutuhkan energi energi sekitar + 17 kJ/mol untuk bereaksi. Energi ini akan diambil dari
panas api.

Selanjutnya pada reaksi ini, juga dihasilkan molekul air dimana untuk setupa mol
gypsum (Ca(OH)2.2H2O ) yang dipanasakan akan melepaskan 1,5 mol air. Reaksi ini tentunya
juga memerlukan energi sebesar +44kJ/mol untuk mengubah air menjadi uap air. Uap air yang
dihasilkan akan betindak sebagai gas innert yang akan menghalangi gas oksigen masuk
kedalam reaksi.

Akibatnya supply oksigen yang dibutuhkan untuk reaksi pembalaran akan berkurang
dan lama kelamaan reaksi akan berhenti. Hal ini mengakibatkan api akan padam dan inilah
yang menjadikan alasan kenapa gypsum yang dipilih, bukan senyawa lainnya.

5
4. Manfaat

Penggunaan utama kalsium sulfat adalah untuk menghasilkan gipsum dan


semen. Aplikasi ini memanfaatkan fakta bahwa kalsium sulfat terbentuk sebagai
hemihydrate. Hal ini juga mnyatakan bahwa kalsium sulfat sangat sukar larut dalam air,
sehingga struktur tidak larut.

Kalsium sulfat juga digunakan dalam industri makanan. Hal ini sering ditambahkan ke
makanan untuk memberikan tekstur lebih kencang dan kadang-kadang sebagai sumber
kalsium. Produksi protein kedelai seperti tahu melibatkan kalsium sulfat, yang digunakan
sebagai koagulan untuk mendorong menggumpal bersama-sama dari partikel protein kecil
menjadi potongan-potongan yang lebih besar.

Sedangkan Gipsum (CaSO4.2H2O) adalah mineral yang relatif lunak, mudah diukir
menjadi suatu bentuk sehingga banyak digunakan pada patung. Gipsum secara luas digunakan
dalam pengobatan untuk membuat plester gips untuk kaki patah.

Penggunaan lain yang umum untuk bentuk kalsium sulfat terdapat di gedung. Lembar
gipsum yang sering digunakan dalam pembangunan dinding internal di rumah-rumah, karena
ketahanan api itu masih relatif dingin sampai sebagian besar kadar air telah didorong keluar,
memperlambat kemajuan kebakaran rumah. Mineral ini juga merupakan unsur penting dalam
beberapa bentuk semen.

Kalsium sulfat dihidrat (gipsum) juga digunakan dalam kedokteran gigi, implantology,
ortopedi.Dalam industri makanan, kalsium sulfat digunakan sebagai emulsifier-aditif hardener,
roti dan tepung meningkatkan kualitas agen. Koagulan ini digunakan dalam produksi tahu, bir,
produk kembang gula, suplemen makanan, sayuran kaleng, anggur (untuk pengasaman
wort).Seringkali, kalsium sulfat ditambahkan ke makanan sebagai pengganti garam.Selain
untuk industri makanan kalsium sulfat digunakan dalam pengobatan dan konstruksi.
Kalsium sulfat (CaSO4) yang tidak mengandung air disebut anhidrid. Sementara itu,
jika mengandung dua molekul air Kristal dinamakan gips atau albast. Gips digunakan untuk
membuat cetakan gigi dan pembalut patah tulang

6
BAB II

SINTESIS CaSO4

1. Pembuatan CaSO4 di Laboratorium

A. Bahan Baku yang Digunakan


Batu gamping (CaCO3)
Asam sulfat (H2SO4)
Asam klorida (HCl)

B. Alat yang Digunakan


Open Spatula
Hotplate Batang pengaduk
Tanur Mortar alu
Cruss tang Satu set penyaring vacump
Ayakan 100 mesh, Kaca arloji
Gelas kimia 250 ml Erlenmeyer 250 ml
Tabung reaksi Gelas ukur 100 ml
Rak tabung botol semprot

7
C. Tahapan Proses

Penghalusan Batu Gamping

Pemanasan dalam Tanur (T=500oC)

Serbuk (hasil petanuran) + Air + HCl

Penyaringan

Pemanasan

+ Tetes demi tetes H2SO4 dan diaduk

Pendinginan

Penyaringan

Terbentuk endapan CaSO4

Salah satu sumber pembuatan kalsium sulfat adalah batu gamping. Sebab utama
dijadikannya batu gamping untuk pembuatan kalsium sulfat karena kandungan kalsium yang
tinggi dalam batu gamping (CaCO3). Keberadaan batu gamping yang sangat melimpah di alam
ini, termasuk di Indonesia menjadi sebab lain mengapa dipilihnya batu gamping sebagai
sumber pembutan kalsium sulfat.

Batu gamping yang ditumbuk hingga halus memiliki tujuan agar pada suhu 500oC batu
gamping dapat diuapkan. Karena besarnya jari-jari partikel dapat mempengaruhi kecepatan
penguapan. Dengan cara memperkecil partikel batu gamping, panas yang diberikan untuk
menguapkan batu gamping bisa diperkecil karena panas akan lebih cepat sampai ke inti partikel
yang kecil daripada partikel yang lebih besar. Sehingga waktu yang dibutuhkan untuk
menguapkan bantu gamping secara sempurna lebih cepat. Pemanasan yang dilakukan pada
suhu 500oC bertujuan untuk menguapkan senyawa karbon dioksida (CO2) dalam batu gamping,
sehingga padatan yang tersisa merupakan padatan kalsium monoksida (CaO).

CaCO3(s) = CaO(s) + CO2(g)

8
Penambahan aquades dan HCl pada serbuk hasil pentanuran berfungsi sebagai
pembersih. Dimana sifat pembersih ini dimiliki oleh HCl yang dapat membersihan zat-zat
pengotor yang merekat kuat dengan CaO sebagai hasil pentanuran agar saat CaO direaksikan
dengan pereaksi, bisa bereaksi secara sempurna. Sedangkan penambahan aquades dilakukan
agar CaO dalam keadaan larutan sehingga saat CaO ditambah dengan HCl partikel debu CaO
tidak terbang keluar.

Kemudian penambahan H2SO4 pada larutan CaO yang telah bersih, mengakibatkan
suatu produk berupa CaSO4 dengan persamaan reaksi sebagai berikut:

CaO + H2SO4 CaSO4 + H2O

Dimana wujud dari CaSO4 adalah endapan putih.

D. Reaksi Sintesis dan Faktor yang Mempengaruhi Proses


Reaksi Sintesis CaSO4
CaCO3(s) = CaO(s) + CO2(g)

Kalsium karbonat yang berasal dari batu gamping dipanaskan pada suhu 500oC.
Pemanasan yang dilakukan pada suhu 500oC bertujuan untuk menguapkan senyawa karbon
dioksida (CO2) dalam batu gamping, sehingga padatan yang tersisa merupakan padatan
kalsium monoksida (CaO). Untuk membersihkan kalsium monoksida, ditambahkan HCl dan
aquades, hal ini bertujuan untuk membersihkan CaO dari kotoran-kotoran. Setelah bersih,
ditambahkan larutan H2SO4 sehingga terbentuk produk berupa CaSO4. Reaksi yang
berlangsung adalah sebagai berikut:

CaO + H2SO4 = CaSO4 + H2O


Faktor yang Mempengaruhi Proses
Faktor yang mempengaruhi proses :
1. Luas permukaan batu gamping
Batu gamping dihaluskan bertujuan untuk memperkecil luas permukaannya agar saat
pemanasan dan penguapan dapat berlangsung dengan lebih cepat.
2. Suhu pemanasan
Suhu pada saat pemanasan yaitu sebesar 500oC. Hal ini bertujuan untuk menguapkan
senyawa karbon dioksida (CO2) dalam batu gamping, sehingga padatan yang tersisa
merupakan padatan kalsium monoksida (CaO)

9
2. Pembuatan Gipsum (CaSO4 .2H2O) di Skala Industri

Macam-macam Pembuatan Gipsum Skala Industri

a. Pembuatan Gipsum dari Gipsum Rock

Proses pembuatan gipsum dari rock, yaitu dengan cara menghancurkan batu-batuan
gipsum yang diperoleh dari daerah pegunungan. Penghancuran batu- batuan ini dengan
menggunakan alat primary crusher kemudian diayak agar diperoleh batuan yang halus. Proses
penghancuran batuan-batuan gipsum dan pengayakan dilakukan beberapa kali sehingga
didapatkan hasil sesuai yang diinginkan. Setelah diayak dimasukkan ke sink float untuk
membersihkan batu batuan dari kotoran,kemudian masuk dalam secondary crusher agar batu-
batuan yang belum halus dapat dihancurkan lagi dan sebagian lagi masuk dalam fine grinding
untuk di giling menjadi butiran yang halus. Setelah dari fine grinding butiran yang halus di
kalsinasi dan menghasilkan board plaster, dan sebagian setelah di kalsinasi masuk ke ball
mill dan menghasilkan bagged plaster. Proses ini jika dilihat dari aspek ekonomi tidak
menguntungkan sebab membutuhkan biaya investasi yang sangat besar yang digunakan untuk
proses

b. Pembuatan Gipsum dari Batu Kapur

Pada proses ini, batu kapur (CaCO3) direaksikan dengan asam sulfat H2SO4 encer di
reaktor pada kondisi operasi suhu 93,33oC dan tekanan 1 atm. Konversi yang dihasilkan dengan
metode ini sebesar 82,86%. Produk yang dihasilkan dari reaktor kemudian dimasukkan ke
dalam alat pemisah untuk menghilangkan impuritasnya. Kemurnian dari gipsum yang
dihasilkan proses ini lebih dari 91%.

Reaksinya sebagai berikut:

CaCO3 (s) + H2SO4 (l) + H2O (l) CaSO4.2H2O (s) + CO2 (g)

c. Pembuatan Gipsum dari CaCl2 dan H2SO4

Proses ini dilakukan dengan cara memasukkan CaCl2 ke dalam reaktor dengan
ditambahkan H2SO4 pada suhu 50-80oC dan tekanan 1 atm. Di dalam reaktor terjadi reaksi
netralisasi yang menghasilkan CaSO4 dan HCl dengan konversi mencapai 100%.

Reaksinya sebagai berikut:

CaCl2 + H2SO4 (l) CaSO4 (s) + 2 HCl (l)

10
Proses pemisahan CaSO4 dan HCl menggunakan absorber yang berupa larutan CaSO4
diuapkan sehingga menghasilkan CaSO4.2H2O kemudian dimasukkan dalam alat pengering
sehingga menghasilkan gipsum dengan kemurnian 91% (Kirk & Othmer, 1978).

Sebelum menentukan pilihan proses yang tepat perlu adanya studi perbandingan dari
beberapa proses alternatif baik dari aspek teknis.

Tabel 1.2 Pemilihan Proses Berdasarkan Aspek Teknis

Parameter Proses I Proses II Proses III


Aspek teknis
-Bahan baku Gipsum rock CaCO3 dan CaCl2 dan
H2SO4 H2SO4
-Konsumsi Sedikit Sedang Sedang
Energi
-Kemurnian Tergantung Kadar 91-92% Kadar 90%
Produk bahan baku
-Persediaan Terbatas Berlimpah dan Sangat sulit
bahan baku jumlahnya mudah didapat

Dari tabel diatas maka yang paling baik dan efisien dari segi teknis adalah perencanaan
pendirian pabrik gipsum dengan proses kedua karena bahan baku yang digunakan mudah
didapat dan berlimpah jumlahnya.

Pembuatan Gipsum dari Batu Kapur di Industri

A. Bahan Baku yang Digunakan


CaCO3
H2SO4
H2O
B. Alat yang digunakan
Reaktor Tangki Penyimpanan Bahan Baku
Mixer Heater
Filter Belt Conveyor
Dryer Blower

11
Hopper Bucket elevator
Screener Pompa
Screw Conveyor

C. Tahapan Proses

Gipsum dihasilkan dari reaksi batu kapur (CaCO3) dengan larutan asam sulfat (H2SO4)
50% berat di dalam Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB). Reaksi ini berjalan secara
isothermal pada suhu 93,33oC dan tekanan 1 atm, reaksinya sebagai berikut

CaCO3 (s) + H2SO4 (l) + H2O (l) CaSO4.2H2O (s) + CO2 (g)

Produk keluar reaktor berupa slurry kemudian dilewatkan pada alat penyaring untuk
memisahkan antara gipsum dan cairannya. Produk cairan hasil filtrasi berupa asam sulfat yang
akan direcycle menuju mixer. Produk bubur gipsum dilakukan proses purifikasi dengan
menggunakan pengering agar didapatkan gipsum dengan kemurnian yang tinggi.

Mixer Reaktor Filter Dryer

(Anita dan Indriani, 2012)

12
Proses pembuatan gipsum dapat dibagi menjadi 3 tahap, yaitu :

1. Langkah penyiapan bahan baku


Batuan kapur disimpan dalam gudang penyimpanan dengan temperatur 300oC dan
tekanan 1 atm. Batuan kapur berukuran 200 mesh dibawa menggunakan belt conveyor dan
diangkut dengan menggunakan bucket elevator kemudian ditampung di hopper. Dari hopper,
batuan kapur dimasukkan ke dalam screw feeder yang berfungsi sebagai feeder, kemudian
batuan kapur dimasukkan ke dalam reaktor untuk diproses.
Asam sulfat disimpan dalam tangki penyimpanan pada kondisi 30oC dan tekanan 1 atm.
Asam sulfat ini memiliki kadar 98%. Asam sulfat kemudian dipompakan ke mixer untuk
diencerkan menggunakan air hingga mencapai kadar 50%. Ke dalam mixer juga ditambahkan
recycle dari filter.
2. Langkah Pembentukan Produk
Tahap ini bertujuan untuk membentuk gipsum yang merupakan reaksi antara batuan
kapur, larutan asam sulfat. Reaksi yang terjadi di dalam reaktor berlangsung pada tekanan 1
atm dan temperatur 93,33 oC. Reaktor yang digunakan adalah RATB (Reaktor Alir Tangki
Berpengaduk).
Batu kapur masuk ke dalam reaktor 1 pada suhu 30oC dan asam sulfat dari mixer pada
suhu 93,33oC pada tekanan 1 atm. Reaksi yang terjadi dalam reaktor adalah reaksi eksotermis
dan suhu produk keluar reaktor sebesar 93,33 C. Reaksi tersebut selain menghasilkan kalsium
sulfat dihidrat (CaSO4.2H2O) juga menghasilkan gas karbondioksida (CO2). Gas keluar dari
reaktor langsung dibuang ke lingkungan. Slurry yang keluar dari reaktor kemudian di pompa
ke rotary drum vacum filter.

Mekanisme reaksi yang terjadi untuk pembentukan gipsum dari batuan kapur dan asam
sulfat adalah sebagai berikut :

Reaksi pembentukan kalsium sulfat dihidrat :

CaCO3(s) + H2SO4(l) + H2O(l) CaSO4.2H2O(s) + CO2(g)

3.Langkah Pemisahan dan Pemurnian produk


Langkah pemisahan bertujuan untuk memisahkan gipsum dengan air dan asam sulfat.
Proses pemisahan ini menggunakan jenis rotary drum vacuum filter. Keluaran dari filter yang
beroperasi pada suhu 93,30C dan 1 atm ini ialah produk gipsum sebagai cake dan larutan asam

13
sulfat sebagai filtrat. Cake gipsum keluaran filter dialirkan menggunakan screw feeder menuju
dryer yang beroperasi pada suhu 93,3C dan tekanan 1 atm sehingga mengalami pemanasan.

Proses purifikasi, yaitu proses pengurangan kandungan cairan dalam cake gipsum.

Proses purifikasi cake gipsum (CaSO4.2H2O) bertujuan untuk menaikan kemurnian


cake gipsum (CaSO4.2H2O) yang dihasilkan filter karena kemurnian cake yang dihasilkan
masih rendah dan belum sesuai dengan yang ada di pasaran. Proses purifikasi menggunakan
rotary dryer tipe direct counter current yang metode pengeringannya menggunakan hembusan
udara panas yang berasal dari udara kering yang dipanaskan dengan heat exchanger yang
menggunakan steam sebagai pemanas.

Produk keluaran rotary dryer yang memiliki kadar CaSO4.2H2O sebesar 91,96% sudah
berada diatas pasaran. kadar CaSO4.2H2O yang ada dipasaran adalah 91%. Untuk
menyeragamkan ukuran produk, gipsum disaring menggunakan screener selanjutnya diangkut
menggunakan bucket elevator menuju silo untuk menampung sementara produk gipsum
sebelum menuju ke unit packaging untuk di kemas kemudian disimpan di gudang penyimpanan
sebagai produk utama.

D. Reaksi Sintesis dan Faktor yang Mempengaruhi Proses

Reaksi Sintesis CaSO4.2H2O


CaCO3(s) + H2SO4(l) + H2O(l) CaSO4.2H2O(s) + CO2(g)
Faktor yang mempengaruhi proses
Pada saat terjadinya reaksi pembentukan gipsum:
suhu yang digunakan adalah 93,33oC
tekanan 1 atm

14
3. Sifat Kimia dan Reaksi dengan Senyawa lain

Kalsium sulfat ditemukan dalam bentuk dihidrat. CaSO4.2H2O yang lebih dikenal
dengan nama gypsum. Sifat kimia dari senyawa ini adalah basa , korosif, dan higroskopis.
Deposit mineralnya yang murni dan punya kerapatan yang tinggi dari gypsum dinamakan
alabaster.

Ketika senyawa ini dipanaskan sampai suhu sekitar 100 derajat celsuis, maka senyawa
ini tidak melepas semua molekul airnya, melainkan menyisakan 1/2 mol air dalam senyawa
hidratnya.Senyawa ini disebut hemihidrat dan reaksi pembentukkannya adalah sebagai berikut:

CaSO4.2H2O(s) ==> CaSO4.1/2 H2O(s) + 1 1/2H2O(l)

Kalsium sulfat dihidrat kalsium sulfat hemihidrat + air

Senyawa hemihidrat yang berwarna putih padat ini kemudian akan bereaksi dengan air
membentuk senyawa dengan rantai yang sangat panjang dari kalsium sulfat dihidrat. Senyawa
yang dibentuk akan bersifat kuat, kristal gypsum yang saling bertautan dan akan memberikan
kekuatan untuk merekatkan sesuatu.

Reaksi Kimia dengan Senyawa Lain

2CaSO4 2CaO + 2SO2 + O2


2CaSO4 2H2O CaSO4 1/2H2O + 3/2H2O
CaSO4 1/2H2O CaSO4 + 1/2H2O
CaSO4 + H2SO4 Ca(HSO4)2.
CaSO4 + 3C CaS + 2CO + CO2
CaSO4 + 4CO CaS + 4CO2
CaSO4 + Na2CO3 CaCO3 + Na2SO4.

15
4. Identifikasi Ion-Ion
Identifikasi Kation (Ca2+)

Kalsium adalah logam putih perak, yang agak lunak. Ia melebur pada 845 0C. Ia dapat
bereaksi dengan oksigen membentuk kalsium oksida :
Reaksi : 2Ca + O2 2CaO

Kalsium membentuk kation Ca2+ dalam larutan berair garam-garamnya biasanya


berupa bubuk putih dan membentuk larutan yang tak berwarna, kecuali bila anionnya
berwarna.

a. Berdasarkan uji endapan

Ion Ca2+ dengan larutan ammonium oksalat (NH4)2C2O4 memberi endapan putih yang
larut dalam asam kloridanya. Reaksinya sebagai berikut:

Ca2+(aq) + C2O42-(aq) --> CaC2O4(s) [putih]

b. Berdasarkan uji nyala

Unsur-unsur kation memberikan warna yang khas pada reaksi uji nyala, Ca2+
memberikan warna merah kekuningan.

Identifikasi anion (SO42-)

Ion SO42- dengan larutan barium klorida (BaCl2) dan asam klorida menghasilkan
endapan putih.

Reaksi identifikasinya adalah sebagai berikut:

Ba2+(aq) + SO42-(aq) --> BaSO4(s) [putih]

16
BAB III

BAHAYA TERHADAP LINGKUNGAN

1. Bahaya Kalsium Sulfat

Industri kimia dan bahan bangunan dapat menjadi ancaman serius bagi
keberlangsungsan makhluk hidup, entah itu dalam skala besar atau skala kecil. Sebagai contoh,
untuk memproduksi alkohol, dibutuhkan air dalam jumlah yang cukup besar. Sama seperti
yang terjadi dalam industri sandang, limbah dari produksi alkohol jelas berupa limbah cair
dalam jumlah besar. Dalam limbah cair ini pasti terkandung senyawa organik, anorganik dan
mikroorganisme serta bahan berbahaya lainnya. Ketika proses produksi selesai, pencucian
peralatan dapat membuang hasil CaSO4 yang dilepaskan ke aliran air. Dalam proses produksi,
limbah ini secara tidak langsung atau langsung dapat mengancam kelangsungan makhluk
hidup. Keracunan adalah salah satunya, seperti keracunan CO dalam jumlah besar dapat
berujung kepada kematian. Penanggulangan masalah ini dapat diselesaikan dengan cara
mengolah limbah yang mengandung CaSO4 diproses terlebih dahulu sebelum dibuang.

Penelitian yang dilakukan Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi, Badan
Tenaga Nuklir Nasional tentang kandungan radioaktivitas alam pada bahan bangunan Gypsum.
Yaitu dengan cara melakukan penimbangan dan pengukuran radioaktivitas alam
pada sample Gypsum menggunakan metode relatif gamma spektrometri memakai detektor
germanium HPGe (High Purity Germanium) mengacu pada NCRP(National Council
on Radiation Protection and Measurements) Report No.58. Sumber standar yang digunakan
adalah sumber multi gamma Eu-152 buatan LMRI Perancis.

Zat-Zat Radioaktif pada Gypsum

Menurut hasil penelitian, Gypsum memiliki kandungan radioaktif yang berbahaya bagi
manusia. Zat-zat radioaktif itu adalah:

1. U-234 U atau Uranium merupakan sebuah logam berat, beracun, berwarna putih
keperakan dan radioaktif alami, uranium termasuk ke seri aktinida. Sering digunakan sebagai
bahan bakar reaktor nuklir dan senjata nuklir.

17
2. Ra-226/Ra-228 Ra atau Radium adalah sebuah unsur kimia yang mempunyai nomor
atom 88.Radium berwarna hampir putih bersih, namun akan teroksidasi jika terekspos kepada
udara dan berubah menjadi hitam. Radium mempunyai tingkat radioaktivitas yang tinggi.
Radium juga dapat berubah menjadi Rn atau biasa disebut radon.

3. Pb-210 Pb atau Timbal adalah suatu unsur kimia yang memiliki nomor atom 82.
Lambangnya diambil dari bahasa Latin Plumbum.Unsur ini beracun dan efek dari racun ini
dapat menyebabkan kerusakan otak bahkan kematian.

4. Po-210 Po atau Polonium adalah suatu unsur kimia yang memiliki dan nomor atom
84. Unsur radioaktif yang langka ini termasuk kelompok metaloid yang memiliki sifat kimia
yang mirip dengan telurium dan bismut. Polonium digunakan dalam percobaan nuklir dengan
elemen sepeti Berilium yang melepas neutron saat ditembak partikel alpha. Radioaktifitas yang
besar dari unsur ini menyebabkan radiasi yang berbahaya bahkan pada sekumpulan kecil unsur
Polonium.

5. Ac-228 Ac atau Aktinium adalah suatu unsur kimia yang memiliki nomor atom 89.
memiliki warna keperak-perakan dan massa atom (227) g/mol. Kimiawinya mirip lantanida,
yang sulit d pelajari karena radiasi yang hebat dari produk peluruhan.

6. Th-228 Th atau Torium adalah suatu unsur kimia memiliki nomor atom 90. Memiliki
warna putih keperakan dan memiliki massa atom 232.03806(2) g/mol. Thorium tersebar luas,
namun mineral utama adalah pasir monazite, suatu kompleks fosfat yang juga mengandung
lantanida.

Efek Samping Gypsum

Gypsum mempunyai potensi bahaya radiasi karena mengandung unsur-unsur radioaktif


alam dan berperan sebagai penghasil gas radon yang dapat menaikkan tingkat radiasi alam di
lingkungan dan berdampak pada kesehatan tubuh manusia.

Menurut hasil penelitian, pada Gypsum terkandung Ra-226 dan Ra-228 yang dapat
berubah menjadi Rn-222, dan apabila Rn-222 terhisap akan mengendap di dalam saluran
pernafasan sehingga sebagian kecil radon akan mengendap di paru-paru. Sehingga akan
berpotensi menimbulkan kanker paru-paru.

Dalam hal ini Rn-222 atau yang biasa disebut radon merupakan sumber utama dari
kanker paru-paru radon juga banyak terdapat pada rokok dan pada beberapa kasus penyebab

18
utama dari kanker paru-paru berasal dari radon yang terdapat di rumah tangga dan salah satu
sumber radon yang ada di rumah tangga adalah asbes dan Gypsum, dan hal ini kurang disadari
pemakai apalagi dengan kondisi sekarang dimana masyarakat lebih memilih harga yang lebih
murah. Apabila ini di teruskan dapat mengakibatkan semakin tingginya resiko terkena kanker
paru-paru. Semakin tinggi konsentrasi radon pada gedung atau rumah akan meningkatkan
kemungkinan terjadinya kanker paru-paru bagi penghuninya.

2. Cara Penanggulangan Kalsium Sulfat

Menurut hasil penelitian terdapat beberapa cara untuk mengurangi resiko terhisapnya
Rn-222 atau radon yang ada pada kalsium sulfat dihidrat, yaitu dengan cara:

1. Membuat sirkulasi udara dengan baik agar debu-debu radon yang beterbangan bisa
segera keluar dari rumah dan tidak masuk ke dalam paru-paru.

2. Menggunakan Kipas angin

Lebih baik menggunakan kipas angin daripada AC karena kipas angin dapat membantu
keluarnya debu radon, selain itu apabila kita menggunakan AC debu radon tidak akan keluar
dari ruangan dan akan terus berputar di ruangan tersebut.

3. Penghisapan udara untuk ruang bawah tanah

Penghisapan udara di ruang bawah tanah bertujuan agar debu radon yang ada di ruang bawah
tanah dapat berkurang, hal ini harus dilakukan karena ruang bawah tanah memiliki sikulasi
udara yang buruk untuk menutupi hal itu menghisap udara pada ruang bawah tanah merupakan
cara yang terbaik.

4. Menempel lantai dan dinding dengan bahan karpet dalam bangunan

Cara ini cukup sulit dilakukan karena membutuhkan biaya yang besar tujuan melakukan hal
ini adalah supaya radon yang berada di tembok Gypsum tidak dapat keluar dengan sempurna
selain itu radon yang sudah keluar dapat tersaring dengan adanya karpet di dinding dan lantai
jadi kita cukup membersikannya denganVacuum Cleaner.

5. Gunakan masker saat bekerja dengan bahan Gypsum

Apabila ingin membuat ornamen rumah atau tembok dengan bahan Gypsum usahakan untuk
memakai masker agar radon dari Gypsum tidak terhirup masuk ke dalam paru-paru.

19
BAB IV

PENUTUP
Simpulan

Kalsium sulfat adalah senyawa yang terdiri dari kalsium, sulfur dan oksigen, dan dalam
bentuk yang paling murni memiliki rumus kimia CaSO4. Kalsium sulfat adalah bubuk putih
tidak berbau atau berwarna, kristal padat. Kristal kadang-kadang memiliki warna biru, abu-abu
atau kemerahan atau bisa bata merah. . Kalsium sulfat ditemukan di alam dalam bentuk dihidrat.
CaSO4.2H2O yang lebih dikenal dengan nama gypsum.

Sumber utama kalsium sulfat terjadi secara alami dari gipsum (CaSO4.2H2O) .Gipsum
sendiri merupakan garam yang pertama kali mengendap akibat proses evaporasi air laut diikuti
oleh anhidrit dan halit, ketika salinitas makin bertambah. Selain itu, gipsum dapat diekstraksi
dengan penggalian terbuka atau pertambangan yang mendalam.

Penggunaan utama kalsium sulfat anhidrat adalah untuk menghasilkan gipsum dan
semen. Kalsium sulfat juga digunakan sebagai koagulan dalam industri makanan. Selain untuk
industri makanan kalsium sulfat digunakan dalam pengobatan dan konstruksi. Sedangkan
Gipsum (CaSO4.2H2O) adalah mineral yang relatif lunak, mudah diukir menjadi suatu bentuk
sehingga banyak digunakan pada patung. Gipsum secara luas digunakan dalam pengobatan
untuk membuat plester gips untuk kaki patah. Kalsium sulfat dihidrat (gipsum) juga digunakan
dalam kedokteran gigi, implantology, ortopedi.

Reaksi Sintesis dalam pembuatan kalsium sulfat adalah sebagai berikut:

CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g)


CaO + H2SO4 CaSO4 + H2O

Sedangkan untuk reaksi sintesis dalam pembuatan kalsium sulfat dihidrat adalah sebagai
berikut:

CaCO3(s) + H2SO4(l) + H2O(l) CaSO4.2H2O(s) + CO2(g)

Faktor yang mempengaruhi proses sintesis kalsium sulfat yaitu:

Luas permukaan dari bahan baku


Suhu pada alat dan saat terjadinya reaksi
Tekanan (biasanya dalam keadaan 1 atm)

20
Untuk mengidentifikasi ion-ion yang ada dalam kalsium sulfat digunakan uji kualitatif
sebagai berikut:

Uji Kation (Ca2+)


a. Berdasarkan uji endapan

Ion Ca2+ dengan larutan ammonium oksalat (NH4)2C2O4 memberi endapan putih yang
larut dalam asam kloridanya. Reaksinya sebagai berikut:

Ca2+(aq) + C2O42-(aq) CaC2O4(s) [putih]

b. Berdasarkan uji nyala

Unsur-unsur kation memberikan warna yang khas pada reaksi uji nyala, Ca2+
memberikan warna merah kekuningan.

Identifikasi anion (SO42-)

Ion SO42- dengan larutan barium klorida (BaCl2) dan asam klorida menghasilkan
endapan putih.

Reaksi identifikasinya adalah sebagai berikut:

Ba2+(aq) + SO42-(aq) --> BaSO4(s) [putih]

Gypsum (Kalsium Sulfat Dihidrat) mempunyai potensi bahaya radiasi karena


mengandung unsur-unsur radioaktif alam dan berperan sebagai penghasil gas radon yang dapat
menaikkan tingkat radiasi alam di lingkungan dan berdampak pada kesehatan tubuh manusia
yaitu dapat menimbulkan kanker paru-paru.

Industri kimia dan bahan bangunan dapat menjadi ancaman serius bagi
keberlangsungsan makhluk hidup. Dalam limbah industri ini pasti terkandung senyawa
organik, anorganik dan mikroorganisme serta bahan berbahaya lainnya. Ketika proses produksi
selesai, pencucian peralatan dapat membuang hasil CaSO4 yang dilepaskan ke aliran air. Dalam
proses produksi, limbah ini secara tidak langsung atau langsung dapat mengancam
kelangsungan makhluk hidup. Senyawa ini dapat membuat keracunan bagi makhluk hidup dan
menganggu ekosistem di alam apabila limbah yang dihasilkan sudah melebihi batas maksimum
di alam. Penanggulangan masalah ini dapat diselesaikan dengan cara mengolah limbah yang
mengandung CaSO4 diproses terlebih dahulu sebelum dibuang.

21
Daftar Pustaka

Azis, Tri. 2015. Dampak limbah industri bagi lingkungan


https://triazis13.wordpress.com/2015/01/10/dampak-limbah-industri-bagi-lingkungan/ [7
Maret 2017]

Dewi, Anita Saktika dan Indriani Trisnawati. 2012. Prarancangan Pabrik Kalsium
Sulfat Dihidrat dari Batu Kapur dan Asam Sulfat dengan Kapasitas 250.000 ton/ perhari.
Surakarta: Fakultas Teknik Universitas sebelas Maret.
https://digilib.uns.ac.id/...=/Prarancangan-Pabrik-Kalsium-Sulfat-Dihidrat-dari-Batu-Kap... [6
Maret 2017]

Safrizal, Reno. 2013. Identifikasi Kation dengan Uji Endapan.


http://www.jejaringkimia.web.id/2011/03/identifikasi-kation-dengan-uji-endapan.html [6
Maret 2017]

Safrizal, Reno. 2013. Reaksi Khas untuk Beberapa Anion (Identifikasi Anion dengan
Uji Endapan). http://www.jejaringkimia.web.id/2011/03/identifikasi-kation-dengan-uji-
endapan.html [6 Maret 2017]

Suhaemi, Muhamad. 2016. Laporan Kimia Anorganik : Pembuatan Kalsium Sulfat


dari Batu Gamping. http://emsuhaizo.blogspot.com/2016/01/laporan-kimia-anorganik-
pembuatan.html. [6 Maret 2017]

Vernandes, Adrian.2016. Magnesium Sulfat (MgSO4), Kalsium Sulfat (CaSO4) dan


Kalsium Karbida (CaC2). http://www.avkimia.com/2016/11/magnesium-sulfat-mgso4-
kalsium-sulfat-CaSO4-Kalsium-karbida-CaC2.html [4 Maret 2017]

Calcium sulfate. https://en.wikipedia.org/wiki/Calcium_sulfate [3 Maret 2016]

CaSO4 - CALCIUM SULPHATE.http://www.allreactions.com/index.php/group-


2a/calcium/calcium-sulfate [6 Maret 2017]

Pengertian Kalsium sulfat dan Kegunaannya http://ilmualam.net/pengertian-


kalsium-sulfat-dan-kegunaannya.html [5 Maret 2017]

22
Pubchem. Calcium sulfate
https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/calcium_sulfate#section=Odor [4 Maret 2017]

Wildhealth. 2016. Kalsium sulfat - penerimaan , penggunaan , kelarutan


http://wildhealthh.com/id/pages/1347233 [5 Maret 2017]

23