Anda di halaman 1dari 12

Daftar Isi

1. Tujuan...................................................................................................................2

2. Alat dan Bahan.....................................................................................................2

3. Teori Dasar...........................................................................................................2

4. Rangkaian Percobaan..........................................................................................5

5. Langkah Percobaan.............................................................................................5

6. Hasil Percobaan....................................................................................................6

7. Analisis................................................................................................................11

1. Pada saat Vpp 2 dan frekuensi 1 KHz...................................................................11

2. Pada saat Vpp 3 dan frekuensi 1 KHz..................................................................12

3. Pada saat Vpp 2 dan frekuensi 2 KHz..................................................................12

8. Kesimpulan.........................................................................................................13

1
1. Tujuan
- Menegatahui nilai LSB dan USB pada SSB menggunakan modulasi AM
- Mengetahui tampilan SSB modulator
- Mengetahui tampilan SSB demodulator sebelum dan sesudah difilter
- Mengetahui nilai penurunan amplitude (Vpp) pada modulasi AM sebagai
SSB

2. Alat dan Bahan


- Jumper (16 buah)
- Kabel BNC to Banana (3 buah)
- Kabel Banana to banana (2 buah)
- Osiloskop (1 buah)
- Modul Power Supply (1 buah)
- Modul Generator Function (1 buah)
- Modul SSB-Demod (1 buah)
- Modul SSB-Mod (1 buah)

3. Teori Dasar
Modulasi amplitudo merupakan proses modulasi yang mengubah
amplitude sinyal pembawa sesuai dengan amplitude sinyal pemodulasinya
dengan cara menumpangkan sinyal informasi tersebut pada amplitude sinyal
carriernya. Sinyal AM rentan terhadap noise namun rangkaianya lebih
sederhana daripada rangkaian yang digunakan dengan metode modulasi yang
lain. Modulasi AM terdiri dari AM DSB-SC, AM SSB, AM DSB-FC.

SINGLE SIDE BAND (SSB)

Sinyal SSB (Single Side Band) merupakan salah satu bentuk sinyal
modulasi amplitudo. Sinyal ini secara praktis diaplikasikan pada komunikasi
radio amatir yaitu pada pesawat radio SSB.
Penggunaan sinyal SSB lebih efisien jika dibanding sinyal AM, dimana
spektrum yang dipancarkan hanya salah satu dari side band AM (USB atau
LSB). Hal ini menyebabkan pemakaian daya/ energi listrik pada radio SSB
jauh lebih efisien jika dibandingkan dengan radio AM maupun radio FM.
Sinyal SSB tidak dapat dibangkitkan secara langsung, akan tetapi melalui
pembangkitan sinyal AM terlebih dahulu. Pembangkitan sinyal SSB ini dapat
dilakukan dengan beberapa cara/ teknik.
AM SSB (Single Sideband) adalah salah satu jenis modulasi amplitudo
dimana spektrum frekuensi yang dipancarkan hanya salah satu dari spektrum

2
frekuensi AM yaitu frekuensi LSB (Lower Sideband) atau frekuensi USB
(Upper Sideband) saja.
Sideband adalah beberapa komponen yang ada di setiap proses
modulasi. Contohnya pada AM SSB maka sideband yang di transmisikan
adalah sideband frekuensi LSB atau USB saja. Tentunya di suatu sistem
terdapat juga transmisi sideband.
Dalam audio input filter sinyal masukan akan di filter sehingga
menghasilkan sinyal dengan frekuensi di bawah 3400 Hz, kemudian sinyal
akan masuk ke audio amplifier agar amplitudo sinyal dapat dikuatkan,
kemudian sinyal akan masuk ke amplitudo modulator, disini terjadi proses
modulasi dimana terjadi penumpangan sinyal informasi ke sinyal carrier.
Kemudian sinyal yang termodulasi akan masuk ke output filter. di output
filter sinyal termodulasi akan di filter sehingga menghasilkan sinyal AM
dengan satu sideband saja. Baik itu LSB maupun USB.
SSB dikembangkan karena DSB-SC membutuhkan Bandwith yang
besar (2 kali bandwith sinyal informasi). Jadi sistem AM boros dalam
X SSB ( )
penggunaan daya dan bandwidth, dengan keuntungan kemudahan dalam
penerimaan. Namun ternyata USB atau LSB mengandung informasi yang
USB USB

c 0 c

lengkap, sehingga dirasa cukup mentransmisikan salah satu side band saja.
X SSB ( )

Sistem komunikasi didisain untuk menghasilkan transmisi informasi dengan


LSB LSB

bandwidth dan daya pancar minimal. DSB-SC menggunakan daya yang lebih
c 0 c

sedikit, tapi bandwidth yang dipergunakan sama dengan dalam AM. Baik AM
maupun DSB-SC mempertahankan upper sideband dan lower sideband
walaupun masing-masing sideband (USB atau LSB) mempunyai kandungan
informasi yang lengkap. Akibatnya bandwidth transmisi menjadi dua kali
bandwidth sinyal informasi. Dalam modulasi SSB, hanya satu dari kedua
sideband yang dipancarkan. Dilihat dari penggunaan bandwidth, modulasi ini
lebih efisien karena mempunyai bandwidth transmisi setengah dari AM
maupun DSB-SC. Spektrum SSB

3
Pembangkitan sinyal SSB dilakukan dengan membangkitkan sinyal
DSB terlebih dahulu, kemudian menekan salah satu sideband dengan filter.
Jika USB yang ditekan, maka akan menghasilkan sinyal SSB-LSB.
Sebaliknya menghasilkan SSB-USB. Kesulitan lain yang timbul adalah
perlunya sinkronisasi seperti pada teknik DSB. Untuk itu, komponen carrier
bisa ditambahkan pada sinyal SSb dan demodulasi bisa dilakukan dengan
menggunakan envelope detector. Tapi metode ini boros daya pancar dan bisa
menghasilkan distorsi pada sinyal. Demodulasi Sinyal SSB Sinyal SSB
dimodulasi dengan cara yang sama dengan demodulasi sinyal DSB-SC
(Synchronous Detection)

X SSB (t ) d(t) y (t )
LPF

cos c t

4. Rangkaian Percobaan

5. Langkah Percobaan
1. Menghubungkan modul power supply, modul generator fungsi, modul
transmitter (20KHz) dan receiver am (20KHz) dengan jumper dan
kabel banana to banana dan BNC to banana.
2. Cari data sinyal carrier yang ada pada modul dengan cara sambungkan
kabel BNC to banana, port BNC ke osiloskop CH 1 dan banana port
hitam ke ground port merah ke inputan sinyal carrier.
3. Atur masukan Generator Function :

4
a) F = 1KHz dan Amplitudo = 2 Vpp
4. Mengulangi masukan Generator Function :
a) Untuk f = 1 KHz dan amplitude = 3 Vpp
b) Untuk f = 2KHz dan amplitude = 2 Vpp
5. Mengamati gelombang yang terjadi di Modulator dan Demodulator
SSB AM pada osiloskop.
6. Mengamati gelombang carrier saat sinus dan gelombang carrier saat
kotak.

6. Hasil Percobaan
Gambar menggunakan Osiloskop

NO. JENIS KETERANGAN GAMBAR


SINYAL
1. Sinyal Carrier Vpp : 3,60V
Sinus f : 16.03kHz
V/div : 1V
T/div : 100s

2. Sinyal Carrier Vpp : 3,48V


Kotak f : 16.00kHz
V/div : 1V
T/div : 100s

5
3. Modulator CH1
(carrier sinus) Vpp : 2.12V
f : 1.029kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

CH2
Vpp :1,36V
F : 17.09kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

Sebelum Filter CH1


(Demodulator) Vpp : 2.12V
(carrier sinus) F : 1.024kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

CH2
Vpp :960mV
F : 31.55.kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

Setelah Filter CH1


(Demodulator) Vpp : 1,92V
(carrier sinus) F : 1.143kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

CH2
Vpp :480mV
F : 1.145kHz
V/div : 1V
T/div : 250s
4. Modulator CH1
(carrier sinus) Vpp : 3,04V
F : 1,024kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

CH2
Vpp :1,96V
F : 17.09Hz
V/div : 1V
T/div : 250s

6
Sebelum Filter CH1
(Demodulator) Vpp : 3,08V
(carrier sinus) F : 1,027kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

CH2
Vpp :1,40V
F : 32,05kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

Setelah Filter CH1


(Demodulator) Vpp : 3,04V
(carrier sinus) F : 1,026kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

CH2
Vpp :680mV
F : 1.026kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

5. Modulator CH1
(carrier sinus) Vpp : 2V
F : 2.079kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

CH2
Vpp :1.20V
F : 18.02kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

Sebelum Filter CH1


(Demodulator) Vpp : 2,04V
(carrier sinus) F : 2.077kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

CH2
Vpp :1.04V
F : 36.36kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

7
Setelah Filter CH1
(Demodulator) Vpp : 2,04V
(carrier sinus) F : 2,062kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

CH2
Vpp :560mV
F : 2,062kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

6. Modulator CH1
(carrier kotak) Vpp : 2.28V
F : 2.165kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

CH2
Vpp :1.46V
F : 18.29kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

Sebelum Filter CH1


(Demodulator) Vpp : 2.24V
(carrier kotak) F : 2.146kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

CH2
Vpp :1,34V
F : 36,70kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

Setelah Filter CH1


(Demodulator) Vpp : 2,24V
(carrier kotak) F : 2,160kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

CH2
Vpp :660mV
F : 2,151kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

8
7. Modulator CH1
(carrier kotak) Vpp : 3,32V
F : 1.169kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

CH2
Vpp : 2,42V
F : 17.14kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

Sebelum Filter CH1


(Demodulator) Vpp : 3,40V
(carrier kotak) F : 1.168kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

CH2
Vpp : 1,86V
F : 6,694kHz
V/div : 1V
T/div : 250s
Setelah Filter CH1
(Demodulator) Vpp : 3,28V
(carrier kotak) F : 1,167kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

CH2
Vpp : 920mV
F : 1.164kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

8. Modulator CH1
(carrier kotak) Vpp : 2,12V
f : 1.166kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

CH2
Vpp : 1,60V
F : 17,19kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

9
Sebelum Filter CH1
(Demodulator) Vpp : 2,12V
(carrier kotak) F : 1,157kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

CH2
Vpp : 1,24V
F : 6,723kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

Setelah Filter CH1


(Demodulator) Vpp : 2,12V
(carrier kotak) F : 1,165kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

CH2
Vpp : 620mV
F : 2,114kHz
V/div : 1V
T/div : 250s

7. Analisis
Setelah kita melakukan praktikum modulation with suppressed carrier dengan
system single side band terdapat 3 percobaan berdasarkan teknik modulasi AM
yaitu percobaan pembangkitan sinyal carrier sinus dan kotak ,pembangkitan
sinyal informasi menggunakan sinyal carrier sinus dan kotak, percobaan modulasi
sinyal informasi terhadap sinyal carrier sinus dan kotak

1. Pada saat Vpp 2 dan frekuensi 1 KHz


Pada carrier sinus

Maka = SSB-USB = fc+fm

=16,03+1,029=17,059KHz

SSB-LSB = fc-fm

=16,03-1,029=15,001KHz

Penurunan amplitude yang dialami oleh demodulator pada saat sebelum filter dan
sesudah filter adalah 480 mV
Penurunan amplitude yang alami oleh modulator 0,76 V

10
Pada carrier kotak

Maka = SSB-USB = fc+fm

=16,0+1,16=17,16KHz

SSB-LSB = fc-fm

=16.00-1,16 =14,84KHz

Penurunan amplitude yang dialami oleh demodulator pada saat sebelum filter dan
sesudah filter adalah 0,62 V
Penurunan amplitude yang alami oleh modulator 1,6 V

1. Pada saat Vpp 3 dan frekuensi 1 KHz


Pada carrier sinus

Maka = SSB-USB = fc+fm

=16,03+1,04=17,07KHz

SSB-LSB = fc-fm

=16,03-1,04=14,99KHz

Penurunan amplitude yang dialami oleh demodulator pada saat sebelum filter dan
sesudah filter adalah 0,36V
Penurunan amplitude yang alami oleh modulator 1,08 V
Pada carrier kotak

Maka = SSB-USB = fc+fm

=16,0+1,16=17,16KHz

SSB-LSB = fc-fm

=16.00-1,16 =14,84KHz

Penurunan amplitude yang dialami oleh demodulator pada saat sebelum filter dan
sesudah filter adalah 0,62 V
Penurunan amplitude yang alami oleh modulator 0,9 V

2. Pada saat Vpp 2 dan frekuensi 2 KHz


Pada carrier sinus

Maka = SSB-USB = fc+fm

=16,03+2=18,03KHz

11
SSB-LSB = fc-fm

=16,03-2=14,03KHz

Penurunan amplitude yang dialami oleh demodulator pada saat sebelum filter dan
sesudah filter adalah 0,48V
Penurunan amplitude yang alami oleh modulator 0,8 V
Pada carrier kotak

Maka = SSB-USB = fc+fm

=16,0+2,28=18,28KHz

SSB-LSB = fc-fm

=16.00-2,28 =13,72KHz

Penurunan amplitude yang dialami oleh demodulator pada saat sebelum filter dan
sesudah filter adalah 0,68 V
Penurunan amplitude yang alami oleh modulator 0,82 V

8. Kesimpulan

Kita dapat mengambil kesimpulan dari data analisa yang telah kita lakukan bahwa
modulasi SSB berbeda dengan AM/DSB, karena SSB hanya meloloskn salah satu
sprektum USB atau LSB saja . Penekanan Carrier dapat dilakukan dengan tujuan
menghemat daya ,serta penurunan amplitude yang terjadi pada demodulator merupakan
dari amplitude demodulator sebelum filter terhadap demodulator sesudah difilter.

Amplitudo modulator dan demodulator pada saat carrier sinusoida dan kotak ada
perbedaan yaitu penurunan amplitude sinyal menggunakan carrier kotak lebih besar
daripada penurunan amplitude sinyal dengan menggunakan sinus.

12