Anda di halaman 1dari 33

3.

3 SISTEM STRUKTUR SHELL

3.3.1 Pengertian Sistem Struktur Shell

Struktur shell adalah struktur bidang lengkung yang tipis dan kaku.
Struktur ini memiliki massa yang ringan, yang menggunakan elemen-elemen
khas kerang/cangkang. Elemen-elemen ini biasanya berbentuk lengkungan dan
berbentuk pipih dan besar, dimana beban plat dibanding bentangannya adalah
sebagai berikut:

Beton 1 : 300 1 : 400


Baja 1 : 1000

Pada struktur shell, bentuk ikut mendukung beban (form resistant


structures). Pada dasarnya, shell diambil dari beberapa bentuk yang ada di
alam (biomorphic), seperti kulit telur, tempurung buah kelapa, cangkang
kepiting, cangkang keong, dan sebagainya. (Curt Siegel)

Shell adalah bentuk struktural tiga dimensi yang kaku dan tipis yang
memiliki permukaan lengkung. Shell harus didirikan dari material yang dapat
dilengkungkan seperti beton bertulang, kayu, logam, bata, batu atau plastik.

Cara yang baik untuk mempelajari perilaku permukaan shell yang


dibebani adalah adalah dengan memandangnya sebagai analog dari membran,
yaitu elemen permukaan yang sedemikian tipisnya hingga hanya gaya tarik
yang timbul padanya. Membran yang memikul beban tegak lurus dari
permukaannya akan berdeformaasi secara tiga dimensional disertai adanya
gaya tarik pada permukaan membran. Yang terpenting adalah adanya dua
kumpulan gaya internal pada permukaan membran yang mempunyai arah

1
saling tegak lurus. Hal yang juga penting adalah adanya tegangan geser
tangensial pada permukaan membran yang juga berfungsi memikul beban.

Pada shell, gaya-gaya dalam bidang yang meredisional, diakibatkan oleh


beban penuh. Pada shell, tekanan yang diberikan oleh gaya-gaya melingkar
tidak mnyebabkan timbulnya momen lentur dalam arah meredisional. Dengan
demikian, cangkang dapat memikul variasi beban cukup dengan tegangan-
tegangan bidang.

Variasi pola beban yang ada, bagaimanapun, harus merupakan transisi


perlahan (perubahan halus dari kondisi beban penuh ke kondisi sebagian agar
momen lentur tidak timbul). Pada pelengkung, beban seperti ini dapat
menimbulkan lentur yang kasar, sedangkan pada cangkang lentur dengan
cepat dihilangkan dengan aksi melingkar. Cangkang adalah struktur yang unik.
Cangkang dapat bekerja secara furnikular untuk banyak jenis beban yang
berbeda meskipun bentuknya tidak benar-benar furnikular.

3.3.2 Struktur Shell di Alam

Organisme yang hidup secara konstan merubah dan menyesuaikan dengan


tekanan eksternal yang baru; mereka bertransformasi dalam waktu dan ruang.
Respon formal mereka selalu menarik perhatian desainer dan sumber konstan
untuk penemuan baru, walaupun mereka tidak pernah secara tuntas
mengetahui kekuatan dan prinsip yang membentuk organisme. Ada banyak
struktur permukaan di alam yang tidak hanya ditemukan dalam skala
mikroskopis.

2
3.3.3 Persyaratan Struktur Shell

Suatu struktur shell harus mempunyai tiga syarat, yaitu sebagai berikut:

Harus memiliki bentuk lengkung, tunggal, maupun ganda (single or


double curved); dimana bentuk lengkungan ini haruslah tepat, sesuai
dengan pembebanan.
Tumpuan atau pendukung harus tepat, supaya lentur / momen tidak
terjadi (sangat kecil).

Harus benar-benar tipis terhadap permukaan atau bentangannya,


supaya tidak menerima momen; karena pada Shell yang sempurna, gaya
yang bekerja hanyalah Gaya normal (N gaya tarik dan tekan), dan
gaya geser (tangensial) pada permukaannya.

Harus dibuat dari bahan yang keras, kuat, ulet dan tahan terhadap
tarikan dan tekanan

3.3.4 Material :

Beton bertulang
Plat baja

Kayu : permukaan bidang (yang dibentuk oleh rangka yang ditutup papan /
glue laminated)

3.3.5 Ketebalan Kulit Shell

Hal-hal yang mempengaruhi ketebalan kulit shell :

3
Tegangan-tegangan membran yang bekerja pada kulit shell (tarik, tekan,
geser, tangensial), sehingga dihasilkan dimensi yang tipis sekali.
Tegangan lentur :

Karena pembebanan : Tegangan terjadi pada bagian tumpuan, dimana


shell diikat sehingga tidak bisa bergerak.

Karena perubahan temperatur : terjadi akibat panas matahari dan proses


pemuaian material beton yang menjadi struktur shell.

Tegangan karena adanya beda penurunan.

Tegangan lentur :
Tegangan lentur bisa terjadi karena pembebanan, perubahan temperatur
dan penurunan tanah. rjadi pada bagian tumpuan shell diikat, tidak bisa
bergerak. Lentur terjadi hanya pada bidang keliling yang sempit ( tidak
merambat pada seluruh permukaan shell)
Rumus:

= tebal shell

R= jari-jari
kecil shell tipis
x makin kecil

3.3.6 Bentuk Shell

Untuk memprediksikan perlakuan struktur permukaan sebaik


kemungkinan konstruksinya, tidak hanya saja yang harus kita tahu, tetapi juga
fisik alamiah dari permukaan dan karakteristik perlakuan yang lain. Kirva
merupakan properti fundamental dari permukaan. Sebuah permukaan dapat
didefinisikan oleh banyak kurva berbeda, oleh karena itu, beberapa cekungan
(curvature) khusus harus diidentifikasi : lengkung utama, lengkung Gaussian,

4
dan lenngkung tengah. Lengkungan ini memberi karakteristik permukaan
sebagai sistem lengkung tunggal atau ganda, dimana permukaan lengkung
ganda secara lebih jauh dibagi menjadi permukaan sinklastik (synclastic) dan
antiklastik (anticlastic).

Sesuai dengan terjadinya bentuk shell, maka shell digolongkan dalam


beberapa macam:

3.3.7 Macam-Macam Sistem Struktur Shell


Macam-macam struktur shell berdasarkan cara pembentukan:

Cone Shell

Spherical Rotation Shell

Elliptical Rotation Shell

5
Parabolic Rotation Shell

Torus Shell

Ruled Surface

Adalah bidang yang diperoleh jika suatu garis lengkung yang datar digeser
sejajar diri sendiri terhadap garis lengkung yang datar lainnya. Shell dengan
permukaan ruled adalah :

6
Hyperbolic Paraboloid

conoidal surface.

Translational Surface

Adalah bidang yang diperoleh bilamana ujung-ujung suatu garis lurus digeser
pada dua bidang sejajar. Shell dengan permukaan translasional dibagi dua,
yaitu cylindrical surface dan elliptic paraboloid.

Kompleks, yaitu dengan perhitungan-perhitungan matematis dari bentuk-


bentuk geometri tertentu seperti silinder yang saling berpotongan.
Bentuk Bebas

7
1

Berdasarkan lengkungannya, bentuk dasar shell dibagi 2 jenis:

Single Curved Shell


Shell dengan single curvature yang arah lengkungannya dalam satu arah
serta permukaannya tidak diputar/digeser, dan dibentuk oleh konus yang
sama.
Single curved dibentuk oleh:
a) Konus
b) Silinder
Contoh : Lengkung Barrel
Double Curved Shell
Shell mumi, yaitu shell dengan double curvature yang arah lengkungannya
dalam dua arah; dimana yang bekerja hanya membrane stress.
Terdiri dari 2 macam:

8
Double Curved Shells yang arah lengkungnya ke satu arah (Synclastic
shells). Contoh: Spherical Dome Shell.

Double Curved Shells yang arah lengkungnya ke arah yang berbeda


(Anticlastic). Contoh : Conoid.

CYLINDRICAL SHELL Barrel shell Cone shell

DOME SHELL
Rotational shell
Translationa

SADDLE SHELL
Rotational shell
Translational

LINEAR SHELL
Shell type girder
Shell type frame

3.3.7 Deformasi Akibat Bekerjanya Gaya Luar


Mekanisme perubahan bentuk akibat bekerjanya gaya
a.Beban merata

9
b. Beban terpusat

c.Gaya angin

1.3.8 Penyaluran Gaya pada Shell

10
Beberapa cara penyaluran gaya pada shell silinder ( lengkung barrel ) :

1. Aksi busur (arch action)

2. Aksi pelat (plate action)

3. Aksi balok (slab/beam action)

4. Long barrrel dan short barrel

11
1.3.9 Kelebihan dan Kekurangan Shell

Kelebihan struktur shell

Kuat (bentangan luas dan melengkung), estetis dan tahan lama


Plat yang tipis mereduksi penggunaan material berlebih
mampu bertahan lama ditinjau dari segi material

Kekurangan struktur shell :

kesulitan pembuatan dalam perhitungan matematis yang akurat

12
sifat shell yang terlalu kaku agak sulit dalam menentkan bentukan yang
diinginkan

1.3.10 Contoh Penggunaan Shell

Sydney Opera House

Atap shell ini terbuat dari 2194 bagian beton pra-cetak.


Bagian ini berbobot sampai 15,5 ton (15 ton) masing-masing.
disatukan oleh 350 km (217 mil) dari kabel baja yang dikencangkan.
Total berat atap adalah 27.230 ton dan ditutup dengan tepat
1.056.056 ubin keramik Swedia diatur dalam 4.253 kelopak pra-cetak.

berat Seluruh bangunan 161.000 ton. Kemudian ditopang


oleh 580 tiang beton yang berada sampai dengan 25 m (82 kaki) di
bawah permukaan laut. Atap bangunan didukung pada 32 kolom
beton dengan dimensi 2,5 m persegi.

Bentuk dari Opera house ini merupakan sistem struktur shell


dengan bentukan bebas, namun masih mengikuti syarat dari shell
sendiri dimana memiliki bentuk lengkungan yang diadaptasi dari
bentuk elpis parabola, dengan tujuan gaya meredional disalurkan
menuju tiang-tiang yang menopang beban dari atap tersebut
mengingat beban atap mencapai ribuan ton, maka dimensi kolom
yang menopangnya mencapai 2.5 meter dan berjumlah 32 buah.

13
Mengingat bentuk shell ini masih merupakan adaptasi dari bentuk
alam,maka penyaluran beban yang terjadi berupa gaya meridional
yang bertumpu pada kolom struktur dan menjadi gaya tekan yang
diteruskan ke pondasi.

Gedung MPR DPR

Gedung MPR/DPR RI
Data bangunan
Nama bangunan : Gedung MPR/DPR RI
Lokasi : Jakarta, Indonesia
Arsitek : Soejoedi Wirjoatmodjo

14
Gedung MPR DPR Indonesia, menggunakan sistem struktur shell
pada bagian atapnya untuk menciptakan atmosfir yang megah dan
bentangan ruang yang luas pada bagian dalam untuk memudahkan
terjadinya aktivitas dan kegiatan-kegiatan yang berlangsung
didalamnya
Konsep awal dari bangunan ini berupa pesawat terbang, dimana
sistem struktur shell yang dipakai mewakili sayap pesawat terbang
yang tampak pada gambar dibawah.
Penyaluran beban yang terjadi berupa gaya meridian yang berasal
dari beban atap sendiri yang diteruskan menuju kolom dan tiang-
tiang penahan bangunan,dan diteruskan ke pondasi.

pada tahun 1964, diadakan sayembara merancang kompleks MPR/DPR


yang ditujukan agar bangunan yang dihasilkan dapat mengangkat karya
berciri Indonesia,. Konsep bangunan ini diambil dari bentuk pesawat
terbang.

15
Analisa Penyaluran Gaya dalam Struktur Gedung MPR/DPR
Dalam bangunan ini, terdapat kerjasama antara gaya tarik dan gaya tekan
dalam menjaga kestabilan bentuk. Gaya tekan terdapat pada struktur
utama dibagian tengah yang memiliki peranan penting dalam menopang
bangunan ini dari kolom penyangga atap. Sedangkan gaya tarik terdapat
pada lengkungan atap yang tipis.

Untuk mengatasi masalah kekokohan yang ada,pada bagian


pertemuan antara atap dan dinding, diberikan ketebalan beton yang
lebih tebal agar mampu menopang beban atap dan menjaga agar
dinding tetap berdiri tegak.Hal ini dapat diibaratkan sebagai balok
ring.

16
1.3.11 Analisa Penerapan Shell di Indonesia

Kekokohan dari shell yang merupakan bentuk organik,mampu


mengatasi getaran seismik yang sering terjadi di wilayah
indonesia
Biaya yang mahal membuat sistem ini di Indonesia menjadi
alternatif dan bukan sistem bentang lebar yang primer
Ketebalan cangkang shell tidak sesuai dengan iklim tropis
indonesia yang berhawa panas
Pengerjaan yang cekatan dari sumber daya manusia kurang
memadai
Sebagai landmark atau identitas nasional dinilai cukup baik
karena sifatnya yang kokoh memungkinkan struktur ini dapat
bertahan lama, sebagai contoh adalah bangunan keong emas

17
3.4 Sistem Struktur Folded Plate

3.4.1 Pengertian Struktur folded plate


Struktur folded plate adalah struktur yang menggunakan prinsip
melipat bidang tersebut sehingga tercipta kekakuan dan kekuatan yang dapat
mendukung beban.

3.4.2 Prinsip Umum Struktur Folded Plate

Prinsip penggunaan folded plate adalah membagi beban ke beberapa


titik dengan lipatan-lipatan plat, dengan begitu beban yang ditanggung oleh
suatu plat beton, baja atau kayu tidak terlalu besar. Lipatan-lipatan ini
menyalurkan gaya-gaya yang terjadi, dimana lipatan-lipatan tersebut berperan
sebagai slab, balok, sekaligus rangka bangunan. Bandingkan dengan suatu plat
beton yang datar, maka beban yang harus ditanggung oleh titik tengah plat
beton itu sangat besar. Oleh karena itu terdapat bentangan maksimum untuk
suatu plat beton dengan ketebalan tertentu , karena jika tidak maka plat beton
bisa melengkung di bagian tengah karena tertarik oleh gaya gravitasi dan
bobot dari plat beton tersebut ditambah beban di atas plat tersebut. Akibat
dari lengkungan tersebut plat beton bisa saja pecah jika sudah tidak kuat lagi
untuk menahan beban.

3.4.3
Sejarah Struktur Folded Plate

Teknik folded plate ini pertama


kali digunakan di Jerman oleh Ehlers pada tahun 1924, penggunaannya bukan

18
untuk atap tetapi untuk bunker batu bara, kemudian Ehlers mempublikasikan
prinsip folded plate dalam suatu essay mengenai analisis struktur di tahun
1930. Kemudian pada tahun 1932, Gruber juga ikut mempublikasikan
analisisnya di Jerman.
Beberapa tahun ke depan, banyak ahli struktur dari Eropa seperti
Craemer, Ohlig, Girkman dan Vlasov (1939) membuat banyak kontribusi
terhadap subject ini. Teori-teori yang berasal dari Eropa lebih complex dan
sulit untuk dimengerti oleh para designer. Sejak tahun 1945, metode yang
lebih simple telah dikembangkan di USA oleh Winter & Pei (1947), Gaafar
(1953), Simpson (1958), Whitney (1959), Traum (1959), Parme (1960) dan
Goble (1964).

3.4.4 Penyaluran Gaya


Dalam satu bidang datar semua gaya yang bekerja dapat diuraikan menjadi:
Gaya sejajar bidang dan gaya tegak lurus bidang. Gaya sejajar bidang
dan gaya tegak lurus bidang. Gaya sejajar bidang akan lebih kuat untuk dipikul
bidang tersebut daripada jika gaya dengan besar yang sama tersebut bekerja
tegak lurus. Selain itu/ bidang datarlebih mudah jatuh dibanding dengan
bentuk lipatan. Hal ini disebutkan tidak adanya titik kumpul penahan gaya dan
setiap menjadi penahan gaya dan momen. Jika gaya tersebut bekerja pada
lipatan, maka akan terjadi sebagai berikut :
Gaya dengan arah memanjang akan dipikul oleh bidang datar dari
lipatan : Gaya dengan arah melintang, yang diuraikan menjadi dua gaya
dimana masing-masing besarnya lebih kecil daripada gaya arah melintang
tersebut. Bila dibandingkan, ternyata bidang lipatan akan lebih kuat memikul
gaya-gaya, baik yang arah melintang maupun memanjang daripada bidang
datar, karena gaya yang diterima bidang lipatan tersebut diuraikan dengan
arah sejajar bidang akan dipikul oleh bidang itu sendiri, maka beban yang
harus dipikul konstruksi jadil kecil.

19
Untuk menjaga bentuk lipatan, maka perlu untuk mempertahankan
rentang lipatan sisi vertical,horixontal, dan tebal plat. Pada tempat-tempat
yang

Slab action plat

Keterangan:

1. Sebagai slab : lipatan kolom sebagai tumpuan yang kaku, sehingga


bentang slab menjadi lebih kecil.
2. Sebagai balok : Ada arah gaya yang memanjang yang menyalurkan gaya
sebagai balok.
3. Sebagai rangka : untuk bentang lebar, perlu adanya penambahan tinggi
lipatan

20
3.4.5 Jenis-jenis bentuk folded plate

21
22
3.4.6 Deformasi dan cara mengatasinya

Deformasi dapat terjadi karena adanya beban later, angin maupun


beban external yang dapat mengakitabkan hilangnya kekuatan
struktur,namun pada folded plate, hal tersebut dapat dengan mudah
diatasi dengan cara member rangka kayu atau member ring pada
bagian ujung rangka bangunan

23
3.4.7 Contoh penerapan sistem Folded Plate

YOKOHAMA FERRY TERMINAL

Terminal ini menerapkan sistem folded plate, dengan konsep unik:


memperhatikan kontur sebagai folded ground dan menyatukan desain
dengan site, dengan aksen folded yang di bagian interiornya terlihat dengan
jelas.

Hubungan antara kulit dan daerah-daerah yang ditetapkan oleh lipatan


struktural permukaan adalah salah satu argumen yang paling penting proyek
di tanah dilipat mendistribusikan beban melalui permukaan sendiri,
memindahkan mereka diagonal ke tanah. Struktur ini juga sangat memadai

24
dalam menghadapi kekuatan lateral yang dihasilkan oleh gerakan seismik
yang mempengaruhi topografi Jepang.

Pada gambar diatas merupakan interior dari bangunan terminal Yokohama.


Dapat dilihat dengan jelas system struktur yang digunakan pada atap
bangunan, adalah sistem struktur folded plate (bagian atap luar dilapisi
dengan kayu), dimana penyaluran beban-beban lateral disalurkan ke pondasi
melalui lipatan-lipatan yang terbentuk dari sistem atap ini, yang terlihat
sebagai langit-langit pada interior ruangan.

Pada bagian yang ditandai ini, terjadi transformasi gaya, dari


gaya tekan beban lateral menjadi gaya tarik, dan hal yang sama berlaku
untuk setiap segmen yang ada.

25
Jenis lipatan yang diterapkan pada struktur Yokohama Ferry Teminal ini
adalah lipatan Yoshimura. Dasar dari pola ini adalah lipatan berbentuk
berlian dalam salah satu dari diagonalnya. Nama Yoshimura diambil dari
peneliti Jepang yang menelitinya. Jika dalam pola berlian biasa semua garis
diagonal yang sejajar dalam satu arah dilipat sebagai lipatan valley dan
bagian tepinya sebagai lipatan mountain maka akan didapatkan bentuk
silindris. Pola ini dapat didapatkan dengan mencerminkan lipatan terbalik
sebagai perubahan dari point K dan dari dasar tepi lipatan S.

Yoshimura
Pattern

26
Yokohama Ferry Terminal

27
28
ISTORA SENAYAN

Stadion Istora Senayan merupakan salah satu contoh bangunan yang


menerapkan prinsip struktur folded plate pada bagian atap bangunannya.

Pola lipatan yang diterapkan adalah pola lines yang sederhana, dan memiliki
sudut kemiringan 45, mengingat bentang sudut antara 45-60 merupakan
sudut paling efisien untuk mencegah terjadinya deformasi yang berakibat
fatal.

Pada bagian setiap sisi tepi atap, diberi balok ring berupa beton dengan
dimensi ketebalan yang lebih tinggi. Hal ini berfungsi untuk memperkokoh
atap bangunan, mengingat bentangannya yang lebar, dimana penahan ini
berfungsi untuk memblok gaya-gaya yang telah tersebar ke seluruh lipatan
dan membuat folded plate ini lebih rigid.

29
3.4.8 Keuntungan dan Kerugian Struktur Folded Plate

Keuntungan Struktur Folded Plate

Dapat mengurangi rangka dalam atau luar dalam suatu


bangunan karena struktur folded plate juga dapat berfungsi
sebagai pengaku suatu struktur. Mengurangi rangka berarti
mengurangi biaya konstruksi.
Menggunakan pola-pola yang modular sehingga lebih mudah
untuk pembuatan modulnya.
Lebih mudah untuk melakukan pengecoran beton karena
tidak memerlukan peralatan khusus.
Lebih mudah untuk melakukan penghitungan dan pengukuran
karena menggunakan pola-pola yang regular.
Jika terbuat dari beton maka struktur folded plate mempunyai
daya tahan yang baik terhadap api dan korosi.
Memungkinkan bentangan yang lebar untuk struktur beton.
Dapat mengurangi penggunaan kolom.
Secara estetika, dapat dieksplorasi dan dikembangkan dalam
struktur atap, langit-langit, dinding dan lain-lain.
Kerugian Struktur Folded Plate

Plat beton yang digunakan pada struktur folded plate lebih


tebal daripada struktur shells.
Menggunakan bahan yang lebih banyak daripada struktur
atap beton biasa karena menggunakan lipatan-lipatan.
Mudah terjadi kerusakkan pada bagian lipatan karena terus-
menerus terkena air hujan.

3.4.9 Analisa Penerapan Sistem Folded Plate di Indonesia

30
Dari segi material, bahan beton kurang baik digunakan di iklim tropis
Indonesia, karena beton bersifat panas (lebih lama melepaskan panas
disbanding bata dan sebagainya) dan struktur dari beton biasanya tidak
memungkinkan untuk terjadinya sirkulasi udara karena kesolidannya.
Dari segi sumber daya manusia (SDM), pembuatan bangunan dengan
sistem folded plate cukup memungkinkan, namun pada kenyataannya
SDM di Indonesia masih memiliki kesuliatn ketika hendak membentuk
lipatan-lipatan dengan sudut-sudut selain 45. Akibatnya, masih belum
ada banyak variasi pola folded plate yang diterapkan. Hal ini juga
dimungkinkan selain karena SDM yang masih berkembang, juga
pertimbangan-pertimbangan jenis lipatan bersudut yang harus
disesuaikan dengan keadaan Indonesia yang memiliki curah hujan yang
tinggi (wilayah tropis)
Bangunan yang selama ini menarpapkan sistem folded plate selama ini
mampu bertahan cukup lama di tempatnya, jadi cukup awet.

BAB 4

KESIMPULAN

31
Dari berbagai pembahasan yang ada, kami menyimpulkan bahwa
penerapan sistem bentang lebar adalah suatu sistem yang umum digunakan di
berbagai tempat di belahan dunia. Setiap jenis struktur bentang lebar inipun
sering kali tidak hanya diterapkan secara murni, namun juga dikombinasikan
dengan jenis struktur lainnya, yang menghasilkan rancangan yang unik, dan
dapat mengeksplorasi fungsi ruang dengan lebih optimal.

Pengerjaan semua jenis struktur bentang lebar benar-benar


membutuhkan tingkat kehandalan dan tingkat presisi yang tinggi dari segi
sumber daya manusia yang bertindak sebagai pengerja-pengerja bangunan,
mengingat bentang lebar pada umumnya merupakan bangunan berdimensi
besar yang difungsikan sebagai tempat public. Pemilihan jenis struktur yang
akan diterapkan pada desain, material yang sesuai dengan iklim serta kondisi
geografis lingkungan dan yang berkualitas juga menjadi hal penting yang harus
dipertimbangkan oleh perancang. Belum tentu sistem shell beton yang ada di
Sydney Opera House dapat langsung diterapkan pada kondisi geografis
Indonesia, demikian juga sebaliknya.

Melihat kondisi geografis Indonesia dan juga keadaan umum SDM


serta teknologi pembangunan yang ada di Indonesia, kami merasa bahwa
masih banyak yang harus dikembangkan dari bagian-bagian tersebut, karena
sampai saat ini sistem yang diterapkan kebanyakan belum dieksplorasi lebih
lanjut karena keterbatasan-keterbatasan yang ada; karena itulah masih ada
beberapa sistem yang belum dapat diterapkan Indonesia sebagai bangunan
permanen.

DAFTAR PUSTAKA

32
Sutrisno (1984). BENTUK STRUKTUR BANGUNAN DALAM ARSITEKTUR
MODERN. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

IAI (1995). Gedung MPR DPR RI. Jakarta : Badan Sistem Informasi Arsitektur.

Rod Sheard (2000). The Stadium. Singapore : Periplus.

http://ardi-architect.blogspot.com/2011/02/pengertian-sistem-struktur.html

http://strukons2.wordpress.com/2008/03/10/arsitek-perlu-tahu-struktur/

http://mappaturi.wordpress.com/2009/03/23/pengantar-struktur-bentang-
lebar/

http://windytiia.blogspot.com/2010/03/baja.html

http://file.upi.edu/Direktori/E%20-%20FPTK/JUR.%20PEND.%20TEKNIK
%20ARSITEKTUR/197311012008011%20-%20SUHANDY
%20SISWOYO/Pengantar%20Ars%20Bentang%20Lebar.pdf

http://strukons6.blogspot.com/2008/04/struktur-kabel-bag-1.html

http://www.kharianto.co.cc/2009/01/struktur-kabel.html

http://digilib.its.ac.id/ITS-Undergraduate-3100010038187/11058

http://www.eng.cam.ac.uk/news/stories/liddell/

http://en.wikipedia.org/wiki/Beijing_National_Aquatics_Center

33