Anda di halaman 1dari 9

BAB 3

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

3.1 Sejarah Berdirinya Yayasan

Sebagian besar masyarakat Indonesia masih jauh dari sejahtera. Sebagai negara

besar, baik secara geografis dan demografis (240 juta penduduk) adalah hal yang aneh

kondisi seperti ini dapat terjadi. Belum lagi jika kita melihat banyaknya potential natural

resources melimpah yang tersedia di bumi Indonesia. Dilihat dari perspektif manapun,

seharusnya kondisi Indonesia dapat lebih baik dari yang terjadi sekarang.

Diluar dari fungsi dan regulasi sistem manajemen pemerintahan yang dijalankan

pemerintah, banyak hal yang menyebabkan terjadinya kondisi ini. Diantaranya adalah faktor

Sumber Daya Manusia yang masih harus ditingkatkan, pemerataan informasi, kesadaran

akan hak untuk kehidupan yang lebih baik dan kesenjangan pendapatan masyarakat.

Tergerak untuk serba sedikit dapat memperbaiki situasi yang ada, beberapa pihak

sepakat untuk bersama-sama bergabung dalam sebuah institusi formal berupa Yayasan.

Apapun dasar pemikiran pendirian Yayasan ini adalah :

- Perlunya masyarakat berniat positif, berpikir positif dan bertindak positif

- Biaya pendidikan formal semakin mahal sehingga demi pendidikan ke jenjang yang

layak hanya sebagian kecil masyarakat saja yang bisa menikmatinya

- Sistem pendidikan formal yang ada kurang menjembatani lulusannya siap

menghadapi dunia kerja sebenarnya

- Jika lebih banyak wirausaha, akan berdampak positif terhadap kesejahteraaan

masyarakat

- Semangat untuk menjadi entrepreneur masih jauh lebih rendah dari minat

masyarakat untuk menjadi karyawan

26
27

- Banyak lulusan pendidikan formal yang tidak tahu kemana harus menyalurkan buku

dan materi pelajaran yang telah tidak terpakai lagi kepada pihak yang lebih

memerlukan

- Fasilitas perpustakaan untuk umum di Jakarta masih kurang

- Penyebaran informasi yang berguna bagi masyarakat umum masih belum merata

- Perlunya mengedukasi masyarakat tentang kelestarian lingkungan hidup

- Perlunya mengenalkan masyarakat akan teknologi tepat guna

- Banyak teknologi bagus yang terjangkau namun belum diketahui masyarakat

- Dengan menerapkan teknologi murah yang bagus, rakyat dapat lebih sejahtera

- Bangsa yang besar adalah yang mengerti dan cinta budayanya

Berangkat dari pemikiran itu, maka tanggal 21 Mei 2008 dengan Notaris Subuh Priyambodo,

SH, Kelapa Gading - Jakarta Utara, didirikan institusi sosial berupa Yayasan dengan nama

Yayasan Nala Adhikara Praya.

Visi : Menjadi inspirator agar masyarakat berbuat lebih baik lagi sehingga lebih cerdas,

sejahtera, berbudaya, dan peduli lingkungan.

Misi : Berniat, berpikir dan bertindak positif dengan berwacana dan berbagi untuk

Indonesia cerdas yang berbudaya, serta mengembangkan semangat wirausaha, menerapkan

teknologi yang terjangkau rakyat, dan peduli kelestarian lingkungan hidup.

Tujuan pendirian Yayasan Nala Adhikara Praya meliputi :

Mengembangkan semangat agar masyarakat berniat positif, berpikir positif dan

bertindak positif

Kewirausahaan

Teknologi murah untuk Rakyat

Kebudayaan

Lingkungan Hidup
28

Dan bekerjjasama deng


gan Pengelola Padepokan
n Pencak Silat Indonesia
a yang diketu
uai Bapak

Rustadi Efffendi mengem


mbangkan Pe
erpustakaan untuk umum
m bertempatt di Padepoka
an Pencak

Silat. Jl. Ta
aman Mini Ra
aya No.1 Jaka
arta Timur

ktur Organis
3.2 Struk sasi

Yayyasan Nala Adhikara


A Prayya mempunyyai Struktur organisasi
o se
ebagai beriku
ut:

Gambar 3.1
3 Stuktur Organisasi Yayasan Nala
N Adhika
ara Praya

Sumber: Y
Yayasan Na
ala Adhikara
a Praya

Struktur Yayasan
Y Na
ala Adhikara
a Praya

Dewan Pe
embina

Ketua : Mayje
en (purn) H. Eddie M. Na
alapraya

Anggota : Abhy Bimbana Ika


a, SH

Anggota : Drs. Soekidjo


S Nottosoejitno

engawas
Dewan Pe

Ketua eru Sutiastom


: Ir. He mo
29

Anggota : Bugi Riagandhy, SH, MM

Pengurus

Ketua : Cooky Tri Adhikara, SE, MM

Sekretaris : Adi Aryono, SE

Bendahara : Fitrianita Andianti

Dewan Pembina Yayasan

Tugas Dewan Pembina :

- Pembina adalah organ Yayasan yang mempunyai kewenangan yang tidak diserahkan

kepada Pengurus atau Pengawas oleh Undang-undang ini atau Anggaran Dasar.

- Anggota Pembina tidak boleh merangkap sebagai anggota Pengurus dan/atau anggota

Pengawas.

- Kewenangan Pembina meliputi:

a. keputusan mengenai perubahan Anggaran Dasar;

b. pengangkatan dan pemberhentian anggota Pengurus dan anggota Pengawas;

c. penetapan kebijakan umum Yayasan berdasarkan Anggaran Dasar Yayasan;

d. pengesahan program kerja dan rancangan anggaran tahunan Yayasan; dan

e. penetapan keputusan mengenai penggabungan atau pembubaran Yayasan.

- Yang dapat diangkat menjadi anggota Pembina adalah orang perseorangan sebagai

pendiri Yayasan dan/atau mereka yang berdasarkan keputusan rapat anggota Pembina

dinilai mempunyai dedikasi yang tinggi untuk mencapai maksud dan tujuan Yayasan.

- Jika Yayasan karena sebab apapun tidak lagi mempunyai Pembina, paling lambat dalam

waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal kekosongan, anggota Pengurus dan

anggota Pengawas wajib mengadakan rapat gabungan untuk mengangkat Pembina

dengan memperhatikan ketentuan.


30

- Keputusan rapat sah apabila dilakukan sesuai dengan ketentuan mengenai korum

kehadiran dan korum keputusan untuk perubahan Anggaran Dasar sesuai dengan

ketentuan dalam Undang-undang ini dan/atau Anggaran Dasar.

- Keputusan rapat Pembina ditetapkan berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Jika

keputusan rapat berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, keputusan

ditetapkan berdasarkan persetujuan paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari seluruh jumlah

anggota Pembina yang hadir.

- Jika korum tidak tercapai, rapat Pembina yang kedua dapat diselenggarakan paling cepat

3 (tiga) hari terhitung sejak tanggal rapat Pembina yang pertama diselenggarakan.

- Rapat Pembina yang kedua sah, apabila dihadiri oleh lebih dari 1/2 (satu per dua) dari

seluruh anggota Pembina. Keputusan rapat Pembina yang kedua sah, apabila diambil

berdasarkan persetujuan suara terbanyak dari jumlah anggota Pembina yang hadir.

Dewan Pengawas Yayasan

Tugas Pengawas :

- Pengawas Yayasan diangkat oleh Pembina berdasarkan keputusan rapat Pembina untuk

jangka waktu selama 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali.

- Pengawas Yayasan dapat diangkat kembali setelah masa jabatan pertama berakhir untuk

masa jabatan, ditentukan dalam Anggaran Dasar.

- Ketentuan lebih lanjut mengenai susunan, tata cara pengangkatan, pemberhentian, dan

penggantian Pengawas diatur dalam Anggaran Dasar.

- Jika terjadi penggantian Pengawas, Pengurus menyampaikan pemberitahuan secara

tertulis kepada Menteri. Pemberitahuan ini wajib disampaikan dalam jangka waktu paling

lambat 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal penggantian Pengawas Yayasan.

- Pengawas Yayasan sewaktu-waktu dapat diberhentikan berdasarkan keputusan rapat

Pembina.
31

- Jika pengangkatan, pemberhentian dan penggantian Pengawas dilakukan tidak sesuai

dengan ketentuan Anggaran Dasar, atas permohonan yang berkepentingan atau atas

permintaan Kejaksaan dalam hal mewakili kepentingan umum, Pengadilan dapat

membatalkan pengangkatan, pemberhentian, atau penggantian Pengawas tersebut

dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal

permohonan pembatalan diajukan.

Pengurus Yayasan

Yang dimaksud dengan Pengurus adalah Ketua Yayasan beserja jajaran yang berada

dibawah stukturnya yang membantunya menjalankan operasional Yayasan

Tugas Pengurus :

- Pengurus Yayasan diangkat oleh Pembina berdasarkan keputusan rapat Pembina untuk

jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali.

- Pengurus Yayasan dapat diangkat kembali setelah masa jabatan pertama berakhir untuk

masa jabatan ditentukan dalam Anggaran Dasar.

- Pengurus Yayasan bertanggung jawab penuh atas kepengurusan Yayasan untuk

kepentingan dan tujuan Yayasan serta berhak mewakili Yayasan baik di dalam maupun

di luar Pengadilan.

- Dalam menjalankan tugas, Pengurus dapat mengangkat dan memberhentikan pelaksana

kegiatan Yayasan.

- Setiap Pengurus bertanggung jawab penuh secara pribadi apabila yang bersangkutan

dalam menjalankan tugasnya tidak sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar, yang

mengakibatkan kerugian Yayasan atau pihak ketiga.


32

- Pengurus, selama menjalankan tugas melakukan tindakan yang oleh Pembina dinilai

merugikan Yayasan, maka berdasarkan keputusan rapat Pembina, Pengurus tersebut

dapat diberhentikan sebelum masa kepengurusannya berakhir.

- Jika terjadi penggantian Pengurus, Pengurus yang menggantikan menyampaikan

pemberitahuan secara tertulis kepada Menteri dan wajib disampaikan dalam jangka

waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal penggantian Pengurus Yayasan.

- Pengurus Yayasan sewaktu-waktu dapat diberhentikan berdasarkan keputusan rapat

Pembina.

- Jika pengangkatan, pemberhentian, dan penggantian Pengurus dilakukan tidak sesuai

dengan ketentuan Anggaran Dasar, atas permohonan yang berkepentingan atau atas

permintaan Kejaksaan dalam hal mewakili kepentingan umum, Pengadilan dapat

membatalkan pengangkatan, pemberhentian, atau penggantian tersebut dalam jangka

waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal permohonan pembatalan

diajukan.

3.3 Lokasi Yayasan

Yayasan Nala Adhikara Praya berkantor di

Jl. Gudang Peluru Barat I Blok B 71 Jakarta Selatan

Telp. : 021 3286 6878

Fax : 021 8378 5617

Sedangkan Lokasi Perpustakaan Yayasan berada didalam Kompleks Padepokan Pencak Silat

Jl. Taman Mini Raya No.1 Jakarta Timur.


33

3.4 Kegiatan Yayasan

Dalam semangat Yayasan Nala Adhikara Praya agar masyarakat dapat berniat positif,

berpikir positif dan bertindak positif, maka Yayasan melakukan kegiatan yang meliputi :

Kebudayaan

Kegiatannya diantaranya adalah dengan

9 Mengadakan pelatihan membatik yang disertai penjelasan tentang filosofi batik

9 Bekerjasama dengan WayangKom mengadakan acara Wayang Goes to Mall

yaitu Pameran dan Pagelaran Wayang selama 7 hari di 3 Mal di Jakarta yaitu

Plaza Semanggi, Pondok Indah Mall 2, dan Grand Indonesia

Teknologi murah untuk Rakyat

Diantaranya dengan mengenalkan Sistem Operasi Linux ke pengunjung

Perpustakaan

Lingkungan Hidup

Diantaranya dengan bekerjasama dengan Sekolah Demokrasi di Malang,

mengadakan Inisiasi Lingkungan Hidup ; pengenalan pelestarian lingkungan hidup

ke 3 Sekolah Dasar di Malang

Kewirausahaan

Perpustakaan

Bekerjasama dengan Pengelola Padepokan Pencak Silat Indonesia mengembangkan

Perpustakaan untuk umum bertempat di Kompleks Padepokan Pencak Silat

Indonesia Jakarta. Di perpustakaan ini juga diadakan acara pendidikan seperti

putar film dan diskusi


34

3.5 Fasilitas Yayasan

Yayasan Nala Adhikara Praya bekerjasama dengan Pengelola Padepokan Pencak Silat

Indonesia mengembangkan Perpustakaan untuk umum bertempat di Kompleks Padepokan

Pencak Silat Indonesia Jakarta. Perpustakaan ini adalah satu gedung tersendiri didalam

Kompleks Padepokan Pencak Silat Indonesia. Di perpustakaan ini terdapat ruang baca, ruang

referensi, dan ruang diskusi yang dilengkapi proyektor yang memungkinkan diadakan acara

putar film.

Selain itu, pihak Pengelola Padepokan Pencak Silat Indonesia juga mengizinkan

Yayasan untuk mengadakan acara di areal kompleks yang memiliki luas sekitar 5 hektar.

Kompleks yang rimbun oleh tanaman ini memiliki fasilitas seperti Hotel, Gelanggang olah

raga, gelanggang tarung, mushola dan kantor.