Anda di halaman 1dari 70

Feb.. ditambahi kaya gini ya mengapa kita mengambil pt itu...

dan
disebut proses industri repetitif karna... pt.. continous...

Intermitent
Proses intermitent sering disebut juga sebagai proses produksi yang terputus-
putus. Proses inetrmitent merupakan suatu proses produksi yang memproses produk
yang variasinya berganti-ganti dalam jangka waktu yang pendek dengan
menggunakan mesin dan peralatan cepat guna. Contoh perusahaan atau industri
yang menggunakan proses intermitent adalh industri kontruksi seeprti PT. Waskita
Karya (Persero) Tbk.

PT. Waskita Karya (Persero) Tbk dikatakan sebagai industri yang mengguankan
proses intermitent didasari dengan beberapa alasan. Alasan yang pertama adalah
dalam melaksanakan produksinya berdasarkan pesanan konsumennya, saat PT.
Waskita Karya memperoleh proyek dari pihak luar pt waskita karya baru akan
memulai kerjanya. Alasan kedua yaitu proses produksi tidak mudah/ akan terhenti
walaupun terjadi kerusakan atau terhentinya salah satu mesin atau peralatan yang
digunakan karena alat atau mesin yang digunakan bersifat umum. Alasan yang
terakhir adalah dalam PT waskita karya saat melaksanakan proyeknya akan
memerlukan pekerjaan (job) yang bermacam-macam sehingga menimbulkan
pengawasan atau kontrolnya sulit.

Sejarah Kedai Starbucks

Kedai Starbucks pertama dibuka di Seattle, Washington, pada tanggal 30


Maret 1971 oleh tiga rekanan guru bahasa Inggris Jerry Baldwin, guru sejarah Zev
Siegl, dan penulis Gordon Bowker. Ketiganya terinspirasi oleh pengusaha
pemanggangan kopi Alfred Peet, yang mereka kenal secara pribadi, untuk menjual
biji kopi berkualitas tinggi beserta peralatannya. Awalnya, perusahaan ini hendak
diberi nama Pequod yang diambil dari nama kapal pemburu Moby-Dick, tetapi
nama ini ditolak oleh sejumlah pendiri pendamping. Perusahaan ini akhirnya diberi
nama sesuai nama mualim satu kapal Pequod, Starbuck. Sejak 19711976, kedai
pertama Starbucks berdiri di 2000 Western Avenue, kemudian direlokasi ke 1912
Pike Place. Perusahaan ini hanya menjual kopi panggang dan tidak menjual
minuman kopi. Selama tahun-tahun pertama beroperasi, mereka membeli biji kopi
hijau dari Peet's, kemudian mulai membeli langsung dari petani kopi.

Penjualan dan perluasan

Tahun 1984, para pemilik asli Starbucks, dipimpin Jerry Baldwin,


mengakuisisi Peet's. Sepanjang 1980-an, total penjualan kopi di Amerika Serikat
menurun, namun penjualan kopi spesial meningkat dan membentuk 10% pangsa
pasar tahun 1989, dibandingkan dengan 3% pada tahun 1983. Tahun 1986,
perusahaan ini memiliki 6 toko di Seattle dan mulai menjual kopi espresso. Pada
tahun 1987, para pemilik asli menjual Starbucks ke Howard Schultz yang
mengganti merek sebagian kedai kopi Il Giornale miliknya menjadi Starbucks dan
segera memperluas operasinya. Pada tahun itu pula, Starbucks membuka kedai
pertamanya di luar Seattle di Waterfront Station, Vancouver, British Columbia, dan
Chicago, Illinois. Per 1989, terdapat 46 kedai di seluruh kawasan Northwest dan
Midwest dan Starbucks memanggang lebih dari 2.000.000 pound (910.000 kg) kopi
setiap tahun. Saat penawaran umum perdana bulan Juni 1992, Starbucks memiliki
140 kedai dan penghasilan sebesar $73,5 juta, naik dari $1,3 juta pada tahun 1987.
Nilai pasarnya mencapai $271 juta. 12% saham perusahaan dijual dan
menghasilkan $25 juta yang akan membantunya menambah jumlah kedai selama
dua tahun berikutnya. Pada bulan September 1992, harga sahamnya naik 70%
menjadi 100 kali laba per saham tahun sebelumnya.

Pasar dan produk baru

Kedai Starbucks pertama di luar Amerika Utara dibuka di Tokyo, Jepang


pada tahun 1996. Starbucks masuk Britania Raya tahun 1998 melalui akuisisi
Seattle Coffee Company (saat itu berkantor pusat di Britania Raya dan memiliki 60
kedai) dengan nilai $83 juta dan mengubah semua merek kedainya menjadi
Starbucks. Pada bulan September 2002, Starbucks membuka kedai pertamanya di
Amerika Tengah, tepatnya di Mexico City. Tahun 1999, Starbucks bereksperimen
dengan makanan di wilayah Teluk San Francisco melalui sebuah jaringan restoran
bernama Circadia. Restoran-restoran ini kemudian ditutup dan diubah menjadi kafe
Starbucks. Bulan Oktober 2002, Starbucks mendirikan perusahaan perdagangan
kopi di Lausanne, Swiss untuk menangani pembelian kopi hijau. Semua bisnis
terkait kopi lainnya terus dikelola dari Seattle.

Bulan April 2003, Starbucks menyelesaikan pembelian Seattle's Best


Coffee dan Torrefazione Italia dari AFC Enterprises dengan nilai $72 juta.
Persetujuan ini cuma menambahkan 150 kedai ke dalam kepemilikan Starbucks,
tetapi menurut Seattle Post-Intelligencer bisnis grosirnya justru lebih
menguntungkan. Pada bulan September 2006, pesaingnya, Diedrich Coffee,
mengumumkan bahwa mereka akan menjual sebagian besar kedai ecerannya ke
Starbucks. Penjualan ini mencakup kedai jaringan Coffee People miliknya yang
berpusat di Oregon. Starbucks mengubah merek semua kedai Diedrich Coffee dan
Coffee People menjadi Starbucks, meski kedai Coffee People di Bandar Udara
Portland tidak disertakan dalam penjualan ini. Pada bulan Agustus 2003, Starbucks
membuka kedai pertamanya di Amerika Latin, tepatnya di Lima, Peru.

Tahun 2007, perusahaan ini membuka kedai pertamanya di Rusia, sepuluh


tahun setelah mendaftarkan merek dagang di sana. Bulan Maret 2008, Starbucks
membeli perusahaan produsen Clover Brewing System. Mereka mulai menguji
sistem kopi "fresh-pressed" di beberapa kedai Starbucks di Seattle, California, New
York, dan Boston.
Grafik menampilkan pertumbuhan jumlah kedai Starbucks antara 1971 dan 2011.
Pada awal 2008, Starbucks membuat sebuah situs web komunitas, My Starbucks
Idea, yang dirancang untuk mengumpulkan saran dan umpan balik dari pelanggan.
Pengguna lain bisa mengomentari dan menilai saran tersebut. Jurnalis Jack
Schofield menulis bahwa, "My Starbucks sekarang mungkin terlihat manis dan
ceria, dan ini tidak mungkin terjadi tanpa penyensoran besar-besaran." Situs web
ini menggunakan perangkat lunak Salesforce.

Pada bulan Mei 2008, sebuah program kesetiaan diluncurkan untuk


pengguna terdaftar Starbucks Card (sebelumnya hanya kartu hadiah) yang
menawarkan berbagai macam keuntungan seperti akses Internet Wi-Fi, bebas biaya
untuk susu kedelai & sirup berperisa, dan isi ulang gratis untuk kopi seduh. Sebuah
toko di Seattle yang terkenal langsung menerapkan ide-ide baru perusahaan
kembali dibuka pada musim gugur 2010 dengan desain interior baru, termasuk
penempatan mesin espresso di tengah kedai. Tanggal 14 November 2012, Starbucks
mengumumkan bahwa mereka akan membeli Teavana dengan nilai $620 juta.

Kepemimpinan perusahaan
Howard Schultz, CEO Starbucks

Orin C. Smith adalah Presiden dan CEO Starbucks sejak 2001 sampai 2005. Ketua
Starbucks, Howard Schultz, berbicara tentang bagaimana pertumbuhan tidak
mencairkan budaya perusahaan dan tujuan bersama kepemimpinan perusahaan ini
adalah bertindak seperti sebuah perusahaan kecil. Pada bulan Januari 2008, Schultz
kembali menjabat sebagai Presiden dan CEO setelah delapan tahun jadi Ketua,
menggantikan Jim Donald, yang menjabat pada tahun 2005 dan diminta
mengundurkan diri setelah penjualan perusahaan menurun tahun 2007. Schultz
ingin mengembalikan "pengalaman Starbucks yang unik" di hadapan ekspansi
perusahaan yang cepat. Para analis percaya bahwa Schultz harus menentukan cara
mengelola harga bahan yang semakin tinggi dan persaingan berat dari jaringan
makanan cepat saji murah, termasuk McDonald's dan Dunkin' Donuts. Starbucks
mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan penjualan produk roti lapis
sarapan yang awalnya akan diluncurkan di seluruh Amerika Serikat pada tahun
2008 untuk berfokus kembali pada kopi, namun seiring keluhan dari pelanggan
jajaran produk roti lapis akhirnya dibiarkan ada. Tanggal 23 Februari 2008,
Starbucks menutup semua kedainya pada pukul 5:309:00 malam waktu setempat
untuk melatih para baristanya.

Produk
Tempat penjualan kedai Starbucks di Peterborough, Britania Raya, dengan
pajangan makanan dan tempat pembuatan kopi Starbucks berhenti memakai susu
dari sapi-sapi rBGH pada tahun 2007. Pada Juni 2009, perusahaan ini
mengumumkan akan merombak menunya dan menjual salad dan makanan
panggang tanpa sirup jagung berfruktosa tinggi dan bahan-bahan artifisial.[32]
Tindakan ini diharapkan menarik konsumen yang memperhatikan kesehatan dan
biaya dan tidak akan memengaruhi harga jualnya. Starbucks memperkenalkan
jajaran merek paket kopi instan baru bernama VIA "Ready Brew" pada bulan Maret
2009. Produk ini pertama diluncurkan di New York City dengan pengujian produk
di Seattle, Chicago, dan London. Dua rasa VIA pertama adalah Italian Roast dan
Colombia, yang kemudian diluncurkan bulan Oktober 2009 di seluruh Amerika
Serikat dan Kanada. Kedai-kedai Starbucks mempromosikan produk ini dengan
"tantangan uji coba" buta terhadap kopi instan versus kopi seduh segar. Banyak
orang tidak mampu membedakan kopi instan dan kopi seduh segar. Sejumlah analis
memperkirakan bahwa dengan memperkenalkan kopi instan, Starbucks akan
menurunkan nilai mereknya sendiri.

Starbucks mulai menjual bir dan anggur di sejumlah kedai di Amerika


Serikat pada tahun 2010. Per April 2012, bir dan anggur tersedia di tujuh kedai dan
banyak kedai lain yang meminta lisensi penjualannya. Pada tahun 2011, Starbucks
memperkenalkan ukuran cangkir terbesarnya, Trenta, dengan kapasitas 31 ons.
Bulan September 2012, Starbucks meluncurkan Verismo, mesin kopi prasmanan
yang memakai cangkir plastik tersegel berisi kopi giling dan "keran susu" untuk
latte. Pada tanggal 10 November 2011, Starbucks Corporation mengumumkan
bahwa mereka telah emmbeli perusahaan jus Evolution Fresh dengan nilai $30 juta
dan berencana memulai bar jus pada pertengahan 2012, memasuki pasar yang
dikuasai Jamba Inc. Kedai pertamanya dibuka di San Bernardino, California,
sementara kedai di San Francisco akan dibuka pada awal 2013. Tahun 2012,
Starbucks mulai menjual jajaran minuman refresher dingin di kedai-kedainya yang
berisi ekstrak biji kopi arabika hijau. Minuman tersebut berperisa buah dan
mengandung kafeina, namun tidak memiliki rasa kopi. Salah satu proses ekstraksi
kopi hijau Starbucks adalah merendam biji-biji tersebut di air.

Nama Ukuran Catatan


Demi 3 US fl oz (89 mL) Ukuran terkecil. Cicipan espresso.
Short 8 US fl oz (240 mL) Paling kecil di antara dua ukuran asli.
Tall 12 US fl oz (350 mL) Paling besar di antara dua ukuran asli.
"Besar" dalam bahasa
Grande 16 US fl oz (470 mL)
Italia/Spanyol/Portugal/Perancis
20 US fl oz (590 mL),
Venti "Dua puluh" dalam bahasa Italia
26 US fl oz (770 mL)
Trenta 30 US fl oz (890 mL) "Tiga puluh" dalam bahasa Italia

Teh

Starbucks memasuki pasar teh pada tahun 1999 ketika mereka membeli
merek Tazo dengan nilai US$8.1 juta. Pada akhir 2012, Starbucks menyatakan akan
membeli Teavana dengan nilai US$620 juta. Hingga November 2012, tidak ada
pemasaran produk Starbucks di kedai-kedai Teavana, meski akuisisi ini
memungkinkan ekspansi Teavana melampaui keberadaannya saat ini di mal-mal
perbelanjaan.[

Kualitas kopi
Kevin Knox bertugas menangani kualitas kopi di Starbucks sejak 1987
sampai 1993 menulis di blognya tahun 2010 tentang bagaimana George Howell,
veteran kopi dan pendiri Cup of Excellence, terkejut dengan biji panggangan gelap
yang dijual Starbucks pada tahun 1990. Berbicara dengan New York Times pada
tahun 2008, Howell menyatakan bahwa panggangan gelap yang dipakai Starbucks
tidak memperdalam rasa kopi, namun malah menghancurkan nuansa rasanya.]
Consumer Reports edisi Maret 2007 membandingkan kopi milik jaringan cepat saji
Amerika Serikat dan menempatkan Starbucks satu tingkat di bawah McDonald's
Premium Roast. Majalah ini menyebut kopi Starbucks "kuat, tetapi terbakar dan
cukup pahit sampai-sampai mata Anda berair, bukannya terbuka lebar".[

Lokasi Saat ini

Pada 16 November 2012, Starbucks berdiri di 61 negara.

Pada tahun 2008, Starbucks melanjutkan ekspansinya dengan mendirikan kedai di


Argentina, Belgia, Brasil, Bulgaria, Republik Ceko, dan Portugal. Ekspansi Eropa
dan Skandinavia dilanjurkan pada tahun 2009 di Polandia (April), Utrecht, Belanda
(Agustus), dan Bandar Udara Arlanda di luar kota Stockholm, Swedia (Oktober).
Tahun 2010, pertumbuhan pasar-pasar baru berlanjut. Per Mei 2010, Southern Sun
Hotels South Africa mengumumkan mereka telah membuat persetujuan dengan
Starbucks yang mengizinkan mereka membuka kedai di beberapa hotel Southern
Sun and Tsonga Sun di Afrika Selatan. Persetujuan ini terwujud sebagian agar kedai
Starbucks dibuka bersamaan dengan dimulainya Piala Dunia FIFA 2010 di Afrika
Selatan. Pada Juni 2010, Starbucks membuka kedai pertamanya di Budapest,
Hongaria, dan pada bulan November kedai pertama di Amerika Tengah dibuka di
ibu kota El Salvador, San Salvador.

Bulan Desember 2010, Starbucks membuka kedai pertamanya di laut,


bekerja sama dengan Royal Caribbean International; Starbucks membuka kedai di
atas kapal terbesar kedua milik Royal Caribbean, Allure of the Seas, yang juga
merupakan kapal terbesar kedua di dunia. Starbucks berencana membuka kedai
ketiganya di Afrika, setelah Mesir dan Maroko, yaitu di Aljazair. Bekerja sama
dengan perusahaan makanan Aljazair, Cevital, Starbucks akan membuka kedai
pertamanya di Aljir. Pada bulan Januari 2011, Starbucks dan Tata Coffee,
perusahaan perkebunan kopi terbesar di Asia, merencanakan membentuk aliansi
strategis yang membawa Starbucks ke India sekaligus membeli kopi yang
bersumber dan dipanggang di pabrik Tata Coffee di Kodagu Meski sempat salah
langkah tahun 2007, pada Januari 2012, Starbucks akhirnya membentuk usaha
patungan 50:50 dengan Tata Global Beverages, bernama Tata Starbucks Ltd., yang
akan memegang kepemilikan kedai dan beroperasi dengan nama Starbucks Coffee
"A Tata Alliance". Starbucks sebelumnya pernah berupaya masuk India pada tahun
2007 melalui usaha patungan yang melibatkan waralaba Indonesia dan Kishore
Biyani dari Future Group. Sayangnya, usaha patungan ini membatalkan rencana
investasi asingnya dengan pemerintah India. Starbucks tidak menyebutkan alasan
apapun tentang pembatalan ini. Starbucks membuka kedai pertamanya di India,
tepatnya di Mumbai, pada tanggal 19 Oktober 2012.

Bulan Februari 2011, Starbucks mulai beroperasi di Norwegia. Kedai


pertamanya dibuka tanggal 8 Februari 2012 di Bandar Udara Gardermoen Oslo, dan
menyuplai produk Starbucks ke toko-toko makanan di Norwegia. Bulan Oktober
2011, Starbucks membuka kedai lagi di Beijing, Cina, kali ini di aula keberangkatan
internasional Terminal 3 Bandar Udara Internasional Ibu Kota Beijing, dan menjadi
kedai Starbucks ke-500 di Cina. Kedai Starbucks ini merupakan yang ke-7 di
bandara Beijing. Perusahaan ini berencana memiliki 1.500 kedai di Cina pada tahun
2015. Bulan Mei 2012, Starbucks membuka kedai pertamanya di Finlandia,
tepatnya di Bandar Udara Helsinki-Vantaa, Vantaa.

Banyak toko buku yang memiliki kedai berlisensi Starbucks di dalamnya,


termasuk Barnes & Noble di Amerika Serikat, Chapters-Indigo di Kanada
(dioperasikan perusahaan), Jarir Bookstore di Saudi Arabia, Livraria Saraiva, Fnac
di Brasil, dan B2S di Thailand. Pada Oktober 2012, Starbucks berencana membuka
1.000 kedai di Amerika Serikat dalam kurun lima tahun selanjutnya. Pada bulan itu
juga, kedai Starbcks terbesar di Amerika Serikat dibuka di Ferguson Center,
University of Alabama.

Starbucks di West Coast Plaza, Singapura

Starbucks di zmir, Turki


Kedai Starbucks di Hong Kong dengan desain retro Bing Sutt

Starbucks di Angeles City, Filipina

Starbucks di Lima, Peru

Starbucks di San Salvador, El Salvador

Starbucks di Beirut, Lebanon

Starbucks di gedung lama Orange Daily News

Bekas

Pada tahun 2003, Starbucks menutup keenam kedainya di Israel karena


"tantangan operasional" dan "lingkungan bisnis yang tidak ramah." Kedai
Starbucks di bekas istana kekaisaran di Beijing ditutup pada bulan Juli 2007. Kedai
ini telah menjadi sumber kontroversi sejak dibuka tahun 2000 oleh para pemrotes
yang keberatan bahwa keberadaan perusahaan Amerika Serikat di tempat tersebut
"menginjak-injak budaya Cina."Bulan Juli 2008, perusahaan ini menyatakan
menutup 600 kedai milik perusahaan yang merugi dan memotong rencana ekspansi
di Amerika Serikat meski sedang terjadi kekacauan ekonomi. Pada 29 Juli 2008,
Starbucks menghapus 1.000 pekerjaan non-ritel sebagai bagian dari upayanya
menyegarkan kembali merek ini dan menaikkan labanya. Dari penghapusan
tersebut, 550 orang di-PHK dan sisanya belum terisi. Penutupan dan pemutusan
hubungan kerja ini efektif mengakhiri masa pertumbuhan dan ekspansi perusahaan
yang dimulai pada pertengahan 1990-an.

Starbucks juga mengumumkan pada Juli 2008 bahwa mereka menutup 61


dari 84 kedainya di Australia pada bulan selanjutnya. Nick Wailes, pakar
manajemen strategis dari University of Sydney, berkomentar bahwa "Starbucks
tidak benar-benar memahami budaya minum kopi di Australia." Bulan Januari
2009, Starbucks menyatakan menutup 300 kedai yang merugi dan menghapus
7.000 jabatan. CEO Howard Schultz juga mengumumkan bahwa ia mendapatkan
persetujuan dewan tentang pengurangan gajinya. [Secara keseluruhan, sejak
Februari 2008 sampai Januari 2009, Starbucks menghapus 18.400 lowongan
pekerjaan di Amerika Serikat dan menutup 977 kedainya di seluruh dunia. Bulan
Agustus 2009, Ahold menyatakan menutup dan mengubah merek ke-43 kedai
berlisensi Starbucks di supermarket Stop & Shop dan Giant milik mereka di
Amerika Serikat. Akan tetapi, Ahold belum meninggalkan konsep lisensi
Starbucks; mereka berencana membuka 5 kedai berlisensi baru pada akhir 2009.
Bulan Juli 2012, perusahaan ini mengumumkan bahwa mereka mulai menutup
kedai-kedai yang merugi di Eropa secepatnya.

Kedai tak bermerek

Pada tahun 2009, sedikitnya tiga kedai di Seattle dicabut merek dan logonya
dan diubah menjadi kedai kopi lokal yang "terinspirasi oleh Starbucks." CEO
Howard Schultz mengatakan kedai-kedai tak bermerek tersebut adalah
"laboratorium Starbucks". Kedai pertama, 15th Avenue Coffee and Tea, dibuka
bulan Juli 2009 di Capitol Hill. Kedai ini menyediakan anggur dan bir, serta
berencana mengadakan musik langsung dan pembacaan syair. Meski kedai-kedai
ini dijuluki "Starbucks tak terlihat"dan dikritik sebagai "pencucian lokal" Schultz
mengatakan bahwa, "Kami menyembunyikan merek untuk mencoba hal-hal baru
di kedai tersebut yang kami rasa tidak pantas untuk Starbucks.

Kedai otomatis

Starbucks memiliki sistem otomatis di sejumlah daerah. Mesin-mesin ini


memiliki 280 kemungkinan kombinasi minuman yang bisa dipilih. Mesin tersebut
menggunakan layar sentuh dan pelanggan bisa bermain sambil menunggu pesanan
mereka.

Fasilitas

Akses Internet Wi-Fi bervariasi di sejumlah daerah. Pemegang kartu di AS


& Kanada bisa mengakses Internet selama 2 jam melalui AT&T Inc. di Amerika
Serikat dan Bell Canada di Kanada. Di Jerman, pelanggan mendapat akses Wi-Fi
gratis selama 2 jam melalui BT Openzone. Di Swiss dan Austria, pelanggan
mendapat akses selama 30 menit dengan kartu hadiah melalui T-Mobile. Pada
September 2009, Starbucks di Britania Raya meluncurkan Wi-Fi gratis di hampir
semua kedainya. Pelanggan yang memiliki Starbucks Card bisa masuk log ke Wi-
Fi kedai secara gratis disertai rincian kartunya, sehingga menambah keuntungan
program kesetiaan seperti di Amerika Serikat. Mulai Juli 2010, Starbucks
menawarkan Wi-Fi gratis di semua kedainya di Amerika Serikat melalui AT&T
dan informasi melalui kerja sama dengan Yahoo!. Ini adalah upaya agar lebih
bersaing dengan jaringan kedai setempat, yang sudah lama memberikan Wi-Fi
gratis, serta McDonald's, yang mulai menawarkan akses gratis serupa pada tahun
2010. Tanggal 30 Juni 2010, Starbucks mengumumkan akan mulai menawarkan
akses Internet tanpa batas dan gratis melalui Wi-Fi kepada pelanggan di semua
kedai perusahaan di Kanada mulai 1 Juli 2010.

Pemasaran

Starbucks di Ibn Battuta Mall, Dubai

Starbucks di Insadong, Seoul, Korea Selatan dengan markah beraksara Hangeul


Starbucks Coffee () di Xi'an, Cina

Logo Starbucks

Pada tahun 2006, Valerie O'Neil, juru bicara Starbucks, mengatakan bahwa
logo ini bergambar "putri duyung berekor ganda, atau siren sebagaimana dalam
mitologi Yunani". Logo perusahaan berubah seiring waktu. Pada versi pertama,
logo ini didasarkan pada potongan kayu "Norse" abad ke-16, siren Starbucks
telanjang atas dan menampilkan dua ekor ikannya dengan jelas. Gambar ini juga
memiliki tekstur visual yang kasar dan dimirip-miripkan dengan melusine. Pada
versi kedua, dipakai tahun 198792, buah dada siren tertutupi oleh rambutnya,
tetapi pusarnya masih terlihat. Ekor ikannya juga agak terpotong, dan warna
utamanya diganti dari cokelat ke hijau, sesuai almamater Bowker, yaitu University
of San Francisco. Pada versi ketiga, dipakai antara 1992 dan 2011, pusar dan buah
dadanya tidak terlihat sama sekali, dan hanya sebagian ekornya yang terlihat. Logo
"potongan kayu" yang asli hanya dipakai oleh kantor pusat Starbucks di Seattle.

Pada awal September 2006 dan lagi pada awal 2008, Starbucks sementara
memperkenalkan kembali logo aslinya berwarna cokelat untuk cangkir minuman
panas. Starbucks menyatakan ini dilakukan untuk menunjukkan warisan
perusahaan dari kawasan Pacific Northwest sekaligus merayakan 35 tahun
operasinya. Logo lama ini memunculkan kontroversi akibat penampilan siren yang
telanjang dada, namun pergantian sementara ini sedikit mendapat perhatian media.
Starbucks juga mendapat kritik serupa ketika memperkenalkan kembali logo
tersebut pada tahun 2006. Logo ini diubah ketika Starbucks memasuki pasar Saudi
Arabia pada tahun 2000 dengan menghapus siren dan membiarkan mahkotanya,
seperti yang dilaporkan dalam kolom pemenang Hadiah Pulitzer karya Colbert I.
King di The Washington Post tahun 2002. Perusahaan ini mengumumkan tiga bulan
kemudian bahwa mereka akan memakai logo internasional di Saudi Arabia.
Bulan Januari 2011, Starbucks menyatakan akan membuat perubahan kecil
terhadap logo perusahaan, menghapus tulisan Starbucks yang mengelilingi siren,
memperbesar sirennya, dan memberi warna hijau.

Logo pertama berwarna coklat, 19711987.

Logo hijau yang sekarang masih dipakai sebagai logo sekunder, 19872010.

Logo dengan desain baru, 2011sekarang.

Kemitraan

Starbucks setuju bekerja sama dengan Apple untuk berkolaborasi dalam


penjualan musik sebagai bagian dari "pengalaman Starbucks". Pada bulan Oktober
2006, Apple menambahkan fitur Starbucks Entertainment ke iTunes Store, menjual
musik yang diputar di kedai-kedai Starbucks. Pada September 2007, Apple
mengumumkan bahwa para pelanggan bisa menelusuri iTunes Store di Starbucks
menggunakan Wi-Fi di Amerika Serikat (tanpa perlu masuk log ke jaringan Wi-Fi),
dan dikhususkan pada pengguna iPhone, iPod touch, iPad, dan MacBook. iTunes
Store secara otomatis akan mendeteksi lagu yang saat itu diputar di Starbucks dan
menawarkan pengguna kesempatan mengunduhnya. Sejumlah kedai memiliki layar
LCD disertai nama penyanyi, lagu, dan informasi album lagu yang sedang diputar.
Fitur ini diluncurkan di Seattle, New York City, dan San Francisco Bay Area, dan
diluncurkan di sejumlah kedai pada tahun 20072008. Pada musim gugur 2007,
Starbucks juga mulai menjual unduhan digital dari album-album tertentu melalui
iTunes. Starbucks memberikan 37 lagu secara gratis melalui iTunes sebagai bagian
dari promosi "Song of the Day" tahun 2007, dan kartu "Pick of the Week" sekarang
tersedia di Starbucks untuk dipakai mengunduh satu lagu secara gratis. Sejak 2011,
Starbucks juga memberikan kartu "Pick of the Week" untuk mengunduh aplikasi
dari App Store. Aplikasi Starbucks tersedia di iPhone App Store.

Mulai 1 Juni 2009, program berita pagi MSNBC Morning Joe


dipersembahkan oleh Starbucks dan logo acaranya berdampingan dengan logo
perusahaan. Meski pembawa acaranya sempat mengonsumsi kopi Starbucks saat
siaran langsung "Gratis" atas nama presiden MSNBC Phil Griffin, pemasaran ini
tidak berbayar pada saat itu. Tindakan ini mendapat beragam tanggapan dari
organisasi berita lain, ada yang memandangnya kerja sama cerdas pada masa
kekacauan ekonomi sekaligus permainan terhadap standar jurnalistik.

Parodi dan pelanggaran

Logo Starbucks selalu menjadi target parodi dan peniruan. Perusahaan ini
sendiri telah mengajukan tuntutan hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap
melanggar properti intelektualnya. Pada tahun 2000, kartunis Kieron Dwyer asal
San Francisco dituntut oleh Starbucks karena melanggar hak cipta dan merek
dagang setelah membuat parodi logo sirennya dan meletakkannya di sampul salah
satu komiknya; kemudian di gelas kopi, baju, dan stiker yang dijual melalui situs
webnya dan konferensi komik. Dwyer merasa karena karyanya berupa parodi, ia
dilindugi oleh hak kebebasan berbicara di bawah hukum Amerika Serikat. Kasus
ini akhirnya diselesaikan di luar pengadilan, karena Dwyer mengaku tidak mampu
membayar untuk sidang pengadilan melawan Starbucks. Hakim setuju karya Dwyer
berupa parodi dan mendapat perlindungan konstitusional; namun ia tetap dilarang
mengambil untung dari gambar yang mirip dengan logo siren Starbucks. Dwyer
juga diizinkan menampilkan gambar ini sebagai bentuk kebebasan berbicara,
namun tidak menjualnya. Dalam kasus serupa, sebuah toko di New York yang
menjual stiker dan kaus berlogo Starbucks ditambah kata-kata "fk off" dituntut
oleh perusahaan ini tahun 1999. Situs web anti-Starbucks, starbuckscoffee.co.uk,
yang mendorong orang-orang mengubah logo Starbucks dibeli oleh Starbucks pada
tahun 2005, namun muncul lagi di www.starbuckscoffee.org.uk. Sejumlah toko
buku dan situs Kristen di Amerika Serikat menjual kaus yang menampilkan logo
yang sirennya diganti menjadi Yesus dan kata-kata "Sacrificed for me" di
pinggirannya.

Kasus lain yang dimenangkan Starbucks adalah kasus melawan jaringan


kedai Xingbake di Shanghai, Cina, atas pelanggaran merek dagang pada tahun
2006. Jaringan kedai tersebut memakai logo hijau putih dengan nama yang dalam
bahasa Cina terdengar mirip Starbucks. Starbucks tidak membuka kedai setelah
mendaftarkan merek dagangnya di Rusia pada tahun 1997. Seorang pengacara
Rusia berhasil mengajukan permintaan pembatalan merek dagang tersebut pada
tahun 2002. Ia kemudian mendaftarkan nama ini untuk sebuah perusahaan di
Moskwa dan menetapkan $600.000 sebagai harga penjualan merek dagang ini ke
Starbucks, tetapi ditolak pada bulan November 2005.

Pada tahun 2003, Starbucks mengirim surat perintah penghentian usaha


kepada "HaidaBucks Coffee House" di Masset, British Columbia, Kanada. Kedai
ini dimiliki sekelompok pemuda Haida yang biasa disebut "bucks". Setelah dihujani
kritik, Starbucks mencabut tuntutannya setelah HaidaBucks menghapus "Coffee
House" dari namanya. Sam Buck Lundberg, pemilik sebuah kedai kopi di Oregon,
dilarang memakai nama "Sambuck's Coffee" di depan kedainya pada tahun 2006.
Tahun 2005, Starbucks kalah dalam kasus pelanggaran merek dagang melawan
kedai kopi kecil di Korea Selatan bernama Starpreya. Perusahaan pemiliknya,
Elpreya, mengatakan bahwa nama Starpreya berasal dari dewi Norsk, Freja, yang
hurufnya diubah agar orang Korea mudah mengucapkannya. Pengadilan menolak
klaim Starbucks bahwa logo Starpreya mirip dengan logo mereka. Seorang pemilik
bar di Galveston, Texas, AS, memenangkan hak menjual "Star Bock Beer" setelah
dituntut oleh Starbucks pada tahun 2003 setelah ia mendaftarkan nama tersebut,
namun putusan pengadilan federal tahun 2005 juga menyatakan bahwa bir tersebut
hanya boleh dijual di Galveston; putusan ini disetujui Mahkamah Agung pada tahun
2007.

Selain itu, ada pula kasus pendaftaran hak cipta logo Rat City Rollergirls
asal Seattle pada tahun 2008. Perusahaan ini mengklaim logo liga pesepatu roda
karya seorang seniman di Washington tersebutterlalu mirip dengan logo Starbucks.
Starbucks meminta perpanjangan waktu untuk mempelajari masalah ini dan
mengajukan keluhan yang kemudian diterima oleh Trademark Office. Batas waktu
16 Juli 2008 terlewati begitu saja tanpa pernyataan apapun dari Starbucks.
Starbucks menuntut sebuah perusahaan kosmetika India milik Shahnaz Husain
setelah ia mendaftarkan nama Starstruck untuk produk kopinya dan lain-lain. Ia
mengatakan ingin membuka jaringan toko yang menjual kosmetik berbasis kopi
dan cokelat. Banyak kedai yang memakai logo Starbucks tanpa pengubahan dan
tanpa izin, seperti sebuah kafe di Pakistan yang memakai logo Starbucks dalam
iklan-iklannya pada tahun 2003 dan sebuah kafe di Kamboja tahun 2009.
Pemiliknya mengatakan bahwa, "Apapun yang kami lakukan, kami melakukannya
sesuai hukum."

Properti Intelektual dan Dampak Lingkungan


Grounds for your Garden
Tahun 1999, Starbucks mencanangkan "Grounds for your Garden" untuk
membuat bisnis mereka lebih ramah lingkungan. Aksi ini berupa sumbangan sisa
kopi giling ke semua orang yang memintanya untuk dijadikan pupuk kompos.
Meski tidak semua kedai dan wilayah berpartisipasi, pelanggan bisa meminta dan
melobi kedai di tempat mereka untuk memulai aksi ini. Tahun 2004, Starbucks
mulai mengurangi ukuran celemek kertas dan kantung sampah mereka, serta
meminimalisasi produksi limbah padat mereka hingga 8.165 t (18.001.000 lb).[116]
Tahun 2008, Starbucks menempati peringkat 15 dalam daftar Top 25 Green Power
Partners yang dikeluarkan U.S. Environmental Protection Agency tentang
pembelian energi terbarukan.

Pada bulan Oktober 2008, The Sun melaporkan bahwa Starbucks


membuang 23,4 juta liter (6,2 juta galon AS) air setiap hari dengan membiarkan
keran terbuka untuk mencuci peralatan di dipper well di setiap kedainya, namun hal
ini disyaratkan pula oleh peraturan kesehatan masyarakat pemerintah. Bulan Juni
2009, menanggapi kekhawatiran atas konsumsi air yang berlebihan, Starbucks
mengevaluasi kembali pemakaian sistem dipper well-nya. Pada September 2009,
kedai-kedai Starbucks milik perusahaan di Kanada & Amerika Serikat berhasil
menerapkan solusi hemat air baru yang memenuhi standar kesehatan pemerintah.
Beberapa jenis susu diberikan sendok khusus yang terpasang pada gelas dan dipper
well-nya diganti dengan keran waktu untuk mencuci. Ini akan menghemat
150 US gal (570 l) air per hari di setiap kedai.

Tong sampah dipenuhi cangkir Starbucks

Daur ulang

Starbucks mulai menggunakan 10% kertas daur ulang di cangkir mereka


pada tahun 2004, yang diklaim sebagai pertama kalinya bahan daur ulang dipakai
dalam produk yang bersentuhan langsung dengan makanan atau minuman. Pada
tahun 2005, Starbucks mendapatkan National Recycling Coalition Recycling
Works Award. Allen Hershkowitz dari Natural Resources Defense Council
menyebut 10% tadi 'sedikit', tetapi Starbucks mengklaim hanya memakai 10%
bahan daur ulang karena biayanya mahal. Starbucks membeli 2,5 miliar cangkir
untuk kedai-kedai di Amerika Utara pada tahun 2007. Cangkir 10% kertas daur
ulang milik Starbucks tidak dapat didaur ulang, karena lapisan plastik yang
mencegah cangkir bocor juga tidak memungkinkan untuk didaur ulang. Cangkir
plastik untuk minuman dingin juga tidak dapat didaur ulang di sejumlah wilayah.
Cangkir Starbucks aslinya terbuat dari plastik No. 1 (polietilena tereftalat, PETE),
kemudian diganti menjadi No. 5 (polipropilena, PP). Jenis plastik pertama tadi bisa
didaur ulang di sebagian wilayah Amerika Serikat, sementara yang terakhir tidak.
Starbucks mempertimbangkan memakai bahan daur biologis alih-alih plastik untuk
melapisi cangkir-cangkirnya dan sedang mencoba membusukkan cangkir yang
sudah ada. Di kedai Winnipeg, Manitoba, Kanada, cangkir kertas didaur oleh
perusahaan lokal bernama "Wriggler's Wranch". Sebagian besar kedai Starbucks
tidak memiliki tong sampah daur ulang; hanya 1/3 kedai milik perusahaan yang
mendaur bahan apapun pada tahun 2007 akan tetapi, setelah perbaikan dilakukan
banyak tong sampah daur ulang bermunculan di kedai-kedainya (satu hal yang
menghambat kemampuan Starbucks memiliki tong sampah di setiap kedai adalah
ketiadaan fasilitas penyimpanan dan pengumpulan bahan daur ulang di beberapa
wilayah. Starbucks memberi konsumennya diskon 10 sen jika membawa cangkir
sendiri. Starbucks saat ini memakai pegangan cangkir kardus yang terbuat dari 85%
serat daur ulang yang bebas kertas 34% dibandingkan sebelumnya.

Perdagangan adil

Biji kopi Starbucks

Pada tahun 2000, perusahaan ini memperkenalkan jajaran produk


perdagangan adil. Dari 136.000 ton metrik (300 juta pon) kopi yang dibeli
Starbucks tahun 2006, hanya 6% yang bersertifikasi perdagangan adil. Menurut
Starbucks, mereka membeli 2.180 ton metrik (4,8 juga pon) kopi Certified Fair
Trade pada tahun fiskal 2004 dan 5.220 ton metrik (11,5 juta pon) tahun 2005.
Mereka menjadi pembeli kopi Certified Fair Trade terbesar di Amerika Utara (10%
pasar dunia). Transfair USA, penilai kopi Fair Trade Certified pihak ketiga di
Amerika Serikat, mencatat dampak yang dihasilkan Starbucks dalam perdagangan
adil dan kehidupan para petani kopi. Sejak meluncurkan jajaran kopi FTC tahun
2000, Starbucks membuat kontribusi besar kepada keluarga petani melalui
pertumbuhan volume kopi FTC-nya yang begitu tinggi. Dengan menawarkan kopi
FTC di ribuan kedainya, Starbucks juga ikut mempromosikan label FTC dan
membantu meningkatkan kesadaran konsumen.

Semua panggangan espresso yang dijual di Britania Raya dan Irlandia


berlabel Fairtrade. Sejumlah grup seperti Global Exchange meminta Starbucks
meningkatkan penjualan kopi perdagangan adilnya. Di luar Fair Trade
Certification, Starbucks menyatakan bahwa mereka membeli semua kopinya
dengan harga di atas pasar. Menurut perusahaan ini, pada tahun 2004 mereka rata-
rata membayar $1,42 per pon ($2,64 kg) untuk biji kopi berkualitas tinggi, 74% di
atas harga komoditas pada saat itu. Setelah sengketa panjang antara Starbucks dan
Ethiopia, Starbucks setuju mendukung dan mempromosikan kopi Ethiopia.
Menurut BBC, kepemilikan Ethiopia atas kopi-kopi populer seperti Harrar dan
Sidamo juga diakui meski tidak terdaftar. Alasan utama Ethiopia berjuang
mendapatkan pengakuan ini adalah memberi para petani miskin kesempatan
mendapatkan lebih banyak uang. Sayangnya, bukan ini yang terjadi. Pada tahun
2006, Starbucks mengaku membayar $1,42 per pon untuk kopi-kopinya. Kopi yang
dibeli Starbucks dengan nilai tadi memiliki harga jual sebesar $10,99 per pon,
setelah transportasi, pemrosesan, pemasaran, sewa kedai, pajak, dan gaji dan
tunjangan staf. Per Agustus 2010, Starbucks menyatakan hanya menjual satu kopi
Ethiopia yang masih baru di situs webnya.

Ethos Water
Ethos, merek air kemasan yang dibeli Starbucks tahun 2003, dijual di
beberapa kedai di Amerika Utara. Botol Ethos menampilkan label "membantu
anak-anak mendapatkan air bersih" yang merujuk pada fakta bahwa $,05 dari setiap
botol seharga $1,80 ($,10 per botol di Kanada) dipakai untuk mendanai proyek air
bersih di wilayah-wilayah miskin. Meski penjualan Ethos Water berhasil
menggalang lebih dari $6.200.000 untuk proyek air bersih, merek ini tidak dianggap
sebagai produk amal. Para pengkritik berpendapat bahwa klaim di labelnya menipu
pelanggan agar berpikir bahwa Ethos adalah organisasi amal, namun sebenarnya
merek pencari laba dan sebagian besar harga jualnya (97,2%) tidak mendukung
proyek air bersih. Para pendiri Ethos menyatakan bahwa merek ini bertujuan
meningkatkan kesadaran akan masalah air bersih di dunia ketiga dan memberi
pelanggan kesempatan mendukung upaya ini dengan memilih Ethos sebagai produk
air minum mereka. Starbucks mengganti wajah botol Ethos Water di Amerika
Serikat dan menyebut jumlah uang yang disumbangkan per botol di labelnya.

Kontroversi

Sebuah kedai kopi lokal di East Village, New York, mengaku harus tutup karena
Starbucks mau membayar sewa lebih mahal.

Strategi pasar
Keberadaan Starbucks di Amerika Serikat yang menunjukkan penjenuhan di
kawasan metropolitan. Sejumlah metode yang dipakai Starbucks untuk memperluas
dan mempertahankan dominasi pasar mereka, termasuk membeli sewa kedai
pesaing, sengaja mengalami rugi, dan memusatkan beberapa kedai di daerah kecil
(penjenuhan pasar), telah dicap sebagai anti-kompetitif oleh para kritikus.[135]
Misalnya, Starbucks memulai ekspansi awalnya ke pasar Britania Raya dengan
membeli Seattle Coffee Company, namun kemudian memakai sumber daya dan
pengaruhnya untuk mendapatkan lokasi-lokasi premium, beberapa di antaranya
mengalami kerugian. Para kritikus mengklaim hal ini sebagai upaya tidak adil untuk
menyingkirkan pesaing independen kecil yang tidak mampu membayar harga
inflasi untuk properti premium.

Sengketa buruh

Barista bekerja di kedai 1912 Pike Place, Seattle.

Pekerja Starbucks di tujuh kedai telah bergabung dengan Industrial Workers of the
World (IWW) dengan nama Starbucks Workers Union sejak 2004. Menurut
pernyataan pers Starbucks Union, sejak itu keanggotaan serikat meluas ke Chicago,
Maryland, dan New York City, tempat gerakan ini bermula. Pada 7 Maret 2006,
IWW dan Starbucks menyetujui penyelesaian National Labor Relations Board
berupa pemberian US$2.000 dalam bentuk upah kembali kepada tiga karyawan
Starbucks dan menawarkan pengembalian jabatan dua karyawan yang dipecat.
Menurut Starbucks Union, pada 24 November 2006, anggota IWW mengepung
kedai Starbucks di lebih dari 50 kota di sejumlah negara seperti Australia, Kanada,
Jerman, dan Britania Raya, serta di kota-kota Amerika Serikat seperti New York,
Chicago, Minneapolis, dan San Francisco, untuk memprotes pemecatan lima
pendiri Starbucks Workers Union oleh Starbucks dan menuntut pengembalian
jabatan mereka.

Pendeta Billy memimpin protes anti-Starbucks di Austin, Texas tahun 2007

Sejumlah barista Starbucks di Kanada, Australia, dan Selandia Baru, serta Amerika
Serikat merupakan anggota dari berbagai serikat pekerja. Pada tahun 2005,
Starbucks membayar US$165.000 kepada delapan karyawan di pabrik
pemanggangannya di Kent, Washington, untuk menyelesaikan tuntutan bahwa
mereka menolak pro-serikat. Saat itu, para pekerja pabrik diwakili oleh
International Union of Operating Engineers. Starbucks mengaku tidak bersalah
dalam penyelesaian ini. Mogok Starbucks terjadi di Auckland, Selandia Baru, pada
tanggal 23 November 2005. Diselenggarakan Unite Union, para pekerja menuntut
pengamanan jam kerja, upah minimum NZ$12 per jam, dan penghapusan upah
karyawan muda. Perusahaan ini sepakat dengan Union pada tahun 2006 untuk
meningkatkan upah, keamanan jam kerja, dan memperbaiki upah karyawan muda.

Pada Maret 2008, Starbucks diperintahkan membayar US$100 juta kepada


baristanya dalam bentuk tips kembali dalam tuntutan hukum bersama di California
yang dilancarkan para barista yang menyebutkan bahwa memberikan porsi tip
kepada penyelia sementara melanggar hukum buruh negara bagian. Perusahaan ini
berencana naik banding. Sama halnya, seorang barista berusia 18 tahun di Chestnut
Hill, MA, mengajukan tuntutan hukum mengenai kebijakan tip ini. Hukum
Massachusetts juga menyatakan bahwa manajer tidak boleh menerima porsi tip.
Tuntutan serupa diajukan di Minnesota tanggal 27 Maret 2008.

Buka tanpa izin

Starbucks dituduh oleh sejumlah otoritas setempat karena membuka


beberapa kedai di Britania Raya di kawasan pertokoan tanpa izin penataan untuk
diubah menjadi restoran. Starbucks berpendapat bahwa, "Di bawah hukum
penataan sekarang, tidak ada pengelompokan resmi untuk kedai kopi. Starbucks
lantas menghadapi skenario rumit ketika otoritas setempat menafsirkan aturan
tersebut dengan berbagai cara. Misalnya, kedai kopi beroperasi dengan izin A1,
beberapa kedai campuran A1/A3, dan beberapa kedai lain A3".

Pada Mei 2008, cabang Starbucks di St. James's Street di Kemptown,


Brighton, Inggris, selesai dibangun meski izinnya ditolak oleh otoritas penataan
setempat, Brighton and Hove City Council, yang mengklaim sudah terlalu banyak
kedai kopi di jalan itu. Starbucks menolak keputusan tersebut dengan mengklaim
bahwa kedai mereka berupa toko eceran yang menjual tas kopi, gelas, dan roti lapis,
mendapatkan perpanjangan enam bulan, namun dewan kota memerintahkan
Starbucks memindahkan semua meja dan kursinya dari tempat tersebut agar sesuai
dengan peraturan penataan toko eceran. 2.500 orang menandatangani petisi
menentang keberadaan kedai Starbucks, namun setelah penyelidikan publik bulan
Juni 2009, seorang inspektur pemerintah memberi izin berdiri untuk kedai tersebut.
Sebuah kedai Starbucks di Hertford memenangkan banding pada bulan
April 2009 setelah buka selama satu tahun tanpa izin penataan. Dua kedai di
Edinburgh, satu di Manchester, satu di Cardiff, satu di Pinner and Harrow, juga
buka tanpa izin penataan. Pinner Cafe, dibuka tahun 2007, memenangkan banding
untuk tetap buka pada tahun 2010. Satu kedai di Blackheath, Lewisham juga
menjalani penyelidikan pada tahun 2002 karena pelanggaran lisensinya, beroperasi
sebagai restoran dengan lisensi empat kursi dan terbatas untuk layanan bawa pulang
saja. Muncul berbagai serangan dari anggota komunitas setempat yang menolak
jaringan besar apapun membuka cabang di wilayah konservasi. Sampai sekarang,
Starbucks masih beroperasi sebagai kedai kopi bawa pulang.

Surat palsu

Muncul berbagai ajakan boikot kedai dan produk Starbucks karena katanya
Starbucks mengirimkan sebagian labanya kepada militer Israel, namun tuduhan
semacam itu bermula dari surat palsu kepada Presiden, Ketua, dan CEO Starbucks
Howard Schultz, seorang Yahudi[dan mendukung hak Israel untuk berdiri.[166] Ia
adalah penerima sejumlah penghargaan Israel, termasuk "The Israel 50th
Anniversary Tribute Award" karena "memainkan peran penting dalam
mempromosikan hubungan dekat antara Amerika Serikat dan Israel."

Surat palsu yang mengklaim bahwa Schultz telah mengirimkan uang kepada
militer Israel sebenarnya ditulis oleh Andrew Winkler, editor situs ziopedia.org dan
penentang Holocaust asal Australia. Winkler mengaku memalsukan dokumen
tersebut. Starbucks menanggapi klaim-klaim ini, "Baik Ketua Howard Schultz
maupun Starbucks tidak mendanai atau mendukung Angkatan Darat Israel.
Starbucks adalah organisasi non-politik dan tidak mendukung aksi-aksi politik
apapun." Protes terhadap Starbucks akibat surat Winkler bukanlah yang pertama
kali. Protes lainnya juga terjadi pada bulan Juni 2002 di sejumlah universitas di
Kairo, Dubai, dan Beirut sebagai tanggapan atas kritik Schultz terhadap Yasser
Arafat.
Starbucks selalu menjadi target aktivis yang berunjuk rasa menentang intervensi
Israel di Gaza atas klaim-klaim palsu. Starbucks dipaksa menutup kedainya di
Beirut, Lebanon, karena para demonstran meneriakkan slogan anti-Israel dan
mengakibatkan pelanggan-pelanggannya lari. Demonstran memasang sejumlah
spanduk di jendela toko dan memakai perekat putih untuk membuat Bintang Daud
di lambang hijau putih Starbucks. Mereka juga menyebarkan surat yang
menyatakan Schultz "adalah salah satu pilar lobi Yahudi Amerika Serikat dan
pemilik Starbucks," yang katanya menyumbangkan uang kepada militer Israel.

Jendela kedai di Piccadilly ditutup papan setelah kacanya dipecahkan para


pengunjuk rasa

Kerusakan pada kaca depan kedai Starbucks di Toronto

Pada Januari 2009, dua kedai Starbucksdi London menjadi target vandalisme oleh
demonstran pro-Palestina yang memecahkan kaca dan melepas perlengkapannya
setelah bentrok dengan polisi.

"The Way I See It"


Kutipan dari sejumlah seniman, penulis, ilmuwan, dan lain-lain bermunculan di
cangkir Starbucks sejak 2005 dalam kampanye "The Way I See It". Beberapa
kutipan mengakibatkan kontroversi, termasuk oleh penulis Armistead Maupin dan
Jonathan Wells yang mengaitkan 'Darwinisme' dengan eugenika, aborsi, dan
rasisme. Penyangkalan kemudian ditambahkan ke cangkir tersebut yang
menyatakan bahwa kata-kata mereka tidak mewakili pandangan Starbucks.

Surel militer Amerika Serikat

Seorang Sersan Marinir Amerika Serikat mengirim surel kepada sepuluh


rekannya pada Agustus 2004 setelah salah mendengar bahwa Starbucks
menghentikan sumbangan kopi kepada pihak militer karena perusahaan tersebut
tidak mendukung Perang Irak. Surel ini menyebar luas dan terkirim ke jutaan orang.
Starbucks dan pengirimnya mengeluarkan pernyataan resmi, namun Wakil Presiden
Komunikasi Global Starbucks, Valerie O'Neil, menyatakan surel ini masih dikirim
ke akunnya setiap beberapa minggu sekali.

Kontroversi senjata

Setelah hukum senjata di beberapa negara bagian AS semakin longgar, dan


banyak negara bagian mengadopsi peraturan bawa terbuka atau bawa tertutup,
sejumlah pemilik senjata mulai menentengnya saat berbelanja harian atau
melakukan hal lain. Banyak toko dan perusahaan menanggapi hal ini dengan
melarang membawa senjata api di tempat mereka, seperti yang diizinkan oleh
banyak hukum negara bagian setempat. Starbucks tidak menggunakan kebijakan
pelarangan senjata api di kedai-kedai mereka. Pada tahun 2010, Brady Campaign
merencanakan pemboikotan Starbucks karena kebijakan senjata api mereka. Pada
saat itu, Starbucks merilis pernyataan bahwa, "Kami patuh dengan hukum dan
peraturan setempat di semua kota yang kami layani. Ini berarti kami menerima
hukum yang mengizinkan bawa terbuka di 43 negara bagian A.S. Di tempat
manapun yang tidak memberlakukan hukum ini, membawa senjata api secara
terbuka di kedai-kedai kami tidak diperbolehkan. Perdebatan politik, kebijakan, dan
hukum mengenai isu ini adalah urusan legislator dan pengadilan, bukan kedai
kami."

Tahun 2012, National Gun Victims Action Council menerbitkan surat


terbuka untuk Starbucks yang meminta mereka meninjau kembali kebijakannya,
serta merencanakan pemboikotan "Brew not Bullets" sampai kebijakannya diubah.
Hari Valentine dipilih sebagai hari pemboikotan tersebut. Menanggapi hal ini, para
pendukung hak-hak senjata memulai buykot balasan bernama "Starbucks
Appreciation Day" untuk mendukung sikap Starbucks dan membayar produk
dengan uang dua dolar sebagai simbol dukungan terhadap Amendemen Kedua.

Pernikahan sesama jenis

Pada bulan Januari 2012, seorang eksekutif Starbucks menyatakan bahwa


ia mendukung legalisasi pernikahan sesama jenis. Hal ini mengakibatkan
dilancarkannya boikoit oleh National Organization for Marriage, sebuah grup
Kristen tradisionalis. Di sisi lain, 640.000 orang menandatangani petisi terima kasih
kepada Starbucks atas dukungannya.

Penghindaran pajak Eropa

Pada Oktober 2012, Starbucks dihujani kritik setelah investigasi Reuters


menemukan bahwa perusahaan ini hanya membayar pajak perusahaan sebesar 8,6
juta di Britania Raya selama 14 tahun, padahal mengeruk untung lebih dari 3
miliar. Ini mencakup pula ketiadaan pajak yang dibayar dari hasil penjualan sebesar
1,3 miliar selama tiga tahun sebelum 2012. Diduga Starbucks mampu
melakukannya dengan menetapkan biaya lisensi yang tinggi kepada cabang-
cabangnya di Britania, sehingga mereka bisa menyatakan rugi sebesar 33 juta pada
tahun 2011. Anak perusahaan Britania membayar biaya paten kepada anak
perusahaan Amerika Serikat, membeli biji kopi dari anak perusahaan Belanda (yang
pajak perusahaannya lebih rendah daripada Britania Raya) dan Swiss untuk
"layanan lain-lain". Sebuah survei oleh YouGov menyatakan bahwa citra merek
Starbucks melemah karena kontroversi mengenai pajak yang dibayarkan di Britania
Raya beberapa minggu setelah tuduhan ini muncul. CFO Starbucks berkata di
hadapan Public Accounts Committee pada bulan November bahwa pemerintah
Belanda memberikan nilai pajak istimewa untuk kantor pusat mereka di Eropa yang
menjadi tujuan pembayaran royalti bisnis mereka di Britania. Hukum Belanda
mengizinkan perusahaan mengirimkan royalti yang didapatkan dari negara lain ke
surga pajak tanpa pajak tambahan, tidak seperti di Uni Eropa. Sang CFO menolak
bahwa mereka memilih Belanda sebagai kantor pusat mereka di Eropa untuk
menghindari pajak, tetapi karena mereka memiliki pabrik pemanggangan kopi di
sana.

Sampai 2009, nilai royaltinya sebesar 6% dari penjualan di Britania, tetapi


setelah dikritik otoritas pajak Britania, nilai tersebut dikurangi hingga 4,7%.CFO
mengatakan bahwa nilai tersebut mewakili biaya perancangan kedai dan produk
baru, namun mengaku tidak ada analisis terperinci mengenai keputusan nilai
tersebut. Kopi yang disajikan di Britania Raya dibeli dari anak perusahaan di Swiss
yang membebankan tambahan 20% pada harga grosiran dan membayar pajak
sebesar 12% dari labanya. Kopi tersebut tidak dibawa ke Swiss, namun 30 orang
yang bekerja di anak perusahaan tersebut menilai kualitas kopinya. Mengenai
seringnya Starbucks merugi di Britania Raya, CFO Starbucks mengatakan bahwa
mereka "tidak begitu senang" terhadap keadaan finansial mereka di Britania. Para
anggota parlemen mengatakan bahwa "tampaknya tidak benar" bahwa bisnis ini
merugi, karena kepala bisnis Starbucks telah naik jabatan di Amerika Serikat dan
mereka terus berkata pada pemegang saham bahwa bisnis mereka sedang untung.

Di Irlandia, anak perusahaan Starbucks, Ritea, hanya membayar pajak


sebesar 35.000 antara 2005 dan 2011, dan Ritea mengalami kerugian setiap tahun
kecuali pada 2011. Ritea dimiliki oleh Starbucks Coffee Emea yang berpusat di
Belanda. Anak perusahaan mereka di Perancis dan Jerman juga merugi karena
berutang besar kepada perusahaan Belanda ini yang membebankan bunga lebih
tinggi daripada pinjaman. Reuters menghitung bahwa tanpa membayar bunga atas
pinjaman dan biaya royalti, perusahaan Perancis dan Jerman tersebut akan mampu
membayar pajak sebesar 3,4 juta. Perusahaan Belanda yang menerima biaya
royalti tersebut akan mendapat laba 507.000 pada tahun 2011 dari pendapatan
sebesar 73 juta, sementara perusahaan yang memanggang kopi mendapat laba 2
juta pada tahun 2011 dan membayar pajak sebesar 870.000. Para pengunjuk rasa,
yang tidak senang dengan tawaran perusahaan untuk membayar pajak sebesar 20
juta dalam dua tahun berikutnya, ikut serta dalam demonstrasi bersama UK Uncut
pada bulan Desember 2012

Musik, film, dan televisi

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hear Music

Hear Music Coffeehouse kedua Starbucks di South Bank, dekat River Walk di pusat
kota San Antonio, Texas.

Hear Music adalah merek konsep musik eceran Starbucks. Hear Music berawal
sebagai perusahaan katalog pada tahun 1990, mendirikan beberapa toko di San
Francisco Bay Area. Hear Music dibeli Starbucks tahun 1999. Pada tahun 2002,
mereka memproduksi album opera Starbucks yang menampilkan penyanyi-
penyanyi seperti Luciano Pavarotti, diikuti dengan CD hit "Memory Almost Full"
oleh Paul McCartney pada Maret 2007, menjadikan McCartney penyanyi pertama
yang memakai New Hear Music Label di kedai-kedai Starbucks. Peluncuran
awalnya merupakan peristiwa non-kopi besar bagi Starbucks pada kuartal pertama
2007.
Pada tahun 2006, perusahaan ini membentuk Starbucks Entertainment, salah satu
produser film tahun 2006, Akeelah and the Bee. Sejumlah kedai mempromosikan
film ini besar-besaran sebelum dirilis dan dijual dalam bentuk DVD.

Hubungan perusahaan induk

Starbucks mempertahankan kendali atas proses produksi dengan


berkomunikasi dengan para petani untuk menjamin biji kopi, memanggangnya
sendiri, dan mengelola distribusi ke semua kedai-kedainya. Selain itu, Starbucks'
Coffee and Farmer Equity Practices mensyaratkan para penyuplai memberitahu
Starbucks seberapa besar harga grosir yang dibayarkan kepada para petani.

Starbucks Corporation

Jenis Umum
NASDAQ: SBUX
Simbol saham NASDAQ-100 Component
S&P 500 Component
Industri/jasa Restoran
Genre Kedai kopi
Pike Place Market di Seattle,
Didirikan
Washington (30 Maret 1971)
Jerry Baldwin
Pendiri Gordon Bowker
Zev Siegl
Kantor pusat Seattle, Washington, A.S.
20.366 di 61 negara (November 16,
Jumlah lokasi
2012)[1]
Daerah
Seluruh dunia
layanan
Howard Schultz
Tokoh penting
(Chairman, President and CEO)
Kopi biji utuh
Teh kotak
Minuman pesanan
Minuman botol
Produk
Makanan panggang
Barang dagangan
Minuman Frappuccino
Smoothies
Jasa Kopi
Pendapatan US$ 13,29 miliar (2012)[2]
Laba usaha US$ 1,99 miliar (2012)[2]
Laba bersih US$ 1,38 miliar (2012)[2]
Jumlah aset US$ 8,21 miliar (2012)[2]
Jumlah
US$ 5,10 miliar (2012)[2]
ekuitas
Karyawan 160.000 (2012)[2]
Starbucks Coffee Company
Tazo Tea Company
Seattle's Best Coffee
Anak
Torrefazione Italia
perusahaan
Hear Music
Ethos Water
Evolution Fresh
Situs web www.starbucks.com

47 Fakta Menarik Tentang Starbucks


1. Starbucks didirikan oleh Jerry Balwin yang berprofesi sebagai guru bahasa
inggris, Zev Siegl seorang guru sejarah, Gordon Bowker seorang peunulis pada
tanggal 30 Maret 1971.

2. Awal mula didirikan Starbucks karena terinspirasi oleh Alafret Peet seorang
pemanggang kopi yang tokonya bernama Peets.

3. Awal nama Starbucks adalah Pequod yang dambil dari nama kapal pemburu
Mobu-Dick, namun nama tersebut ditolak oleh pendiri pendamping.

4. Kedai pertama kali dibuka di Seatlle, Washington.

5. Tahun 1986 Starbucks memiliki 6 kedai di Seatlle.

6. Sejak 1987 Starbucks berkomitmen menambah 2 kedai setiap hari di berbagai


negara.

7. Bagi Starbucks kualitas dan standar adalah yang utama maka dari itu tidak ada
frainchise di Starbuck Corporation.
8. Awalnya Starbucks membeli biji kopi hijau di Peets dan kemudian mulai
beralih ke pasar hingga petani langsung.

9. Kedai yang dibuka pertama kali di luar Amerka Utara adalah di Tokyo Jepang.

10. Kopi dan minuman yang dijual berbasis espreso.

11. Memiliki simbol Nasdaq: Sbux.

12. Ada banyak pilihan menu Di Starbucks, jika semua menu yang ada si seluruh
kedai di dunia ini dihitung maka akan memperoleh jumlah 87.000 pilihan menu.

13. Toko selalu dibuka 10 menit lebih awal dari jadwal dan tutup 10 menit lebih
lama dari jadwal.

14. Jika Starbucks adalah sebuah tok kue maka akan menjadi yang terbesar di
Amerika Serikat. Namun, jumlah kalori yang tersimpan dalam kue Cinamon Chip
labih besar dari Mc Donalds Quarter Pounder Sanwich yaitu sebesar 480 kalori.

15. Starbucks menargetkan pada tahun 2015 ada 1000 kedai yang beridiri di
China.

16. 2,3 miliar cangkir kertas per tahun telah dihabiskan oleh Starbucks.

17. Terdapat 40.000.000 pelanggan yang telah di layaninya per minggu.

18. Sebanyak 93 juta galon susu telah digunakan dalam pembuatan menu yang ada
di Starbucks selama setahun.

19. $ 300 juta asuransi telah di habiskan untuk semua karyawan baik itu paruh
waktu maupun full time.

20. Kopi Grande memiliki 320 miliar kafein, 4 kali lebih banyak dari pada
minuman Red Bull.
21. Kapasitas yang dimilki kopi Trenta sebesar 916 mililiter, padahal perut
manusia memiliki kapasitas 900 militer.

22. Starbucks menganggap karyawan adalah mitra kerja dan semua karyawan
diperlakukan sama.

23. Starbucks tidak dapat menaklukan Australia dengan kopinya, pada tahun 2000
berhasil membuka tokonya di Sidney dan akhirnya menyebar, namun para
pelanggan banyak yang komplain karena rasanya tidak begitu enak. Hingga
akhirnya merugi dan menutup 60 kedai dan masih tersisa 24 kedai di sepanjang
pantai timur.

24. Starbucks diambil dari nama tokoh yang ada di novel Moby Dick, tokoh ini
memiliki karakter yang konfosionel dan percaya terhadap takhayul.

25. Pada 2008 Starbucks melincurkan program kesetian untuk pelanggan yang
telah terdaftar dan dapat menikmati promo-promo yang telah ditawarkan oleh
Starbucks.

26. Majalah Consumer Report edisi 2007 membandingkan kualitas kopi Starbucks
dengan McDonalds dan ternyata Starbucks satu tinggkat di bawah McDonalds.
27. Starbucks telah mengganti logonya sebanyak tiga kali yang pertama berwana
coklat dan yang kedua dan ketiga berwarna hijau.

28. Logo wanita yang di Starbuck adalah Syren seorang putri duyung legenda dan
mitologi Yunani kuno yang memiliki suara merdu. Logo pertama banyak mendapat
kritik, karena menggambarkan Syren yang telanjang dada, kemudian diubah dengan
menurunkan rambut Syren sehingga menutupinya dan terdapat simbol mercury
yang cepat dalam melayani pelanggan, dan sekarang logo yang digunakan hanyalah
penyempurnaan.

29. Jim Donald diminta untuk mengundurkan diri karena pada tahun 2007
penjualan menurun dan digantikan oleh Howard Schultz.

30. Pada 2014 Howard Schultz menjadi Ceo dan Presiden selama 10 tahun
Starbuck.

31. Produk yang di jual Starbucks adalah minuman teh kotak, kopi biji utuh,
minuman pesanan, minuman botol, makanan panggang, barang dagangan,
minuman frappuccino, Smooties.

32. Tahun 1999 Hear Music di beli oleh Starbuck dan tahun 2000 meluncurkan
album opera.

33. Nama anak perusahaan yang di miliki Starbucks yaitu Starbuck Coffe
Company, Tazo Tea Company, Seattles Best Company, Torrefazione Italia, Hear
Music, Ethos Water, Evolution Fresh.

34. Starbucks menggunakan 10% kertas daur ulang untuk membuat cangkir
kertasnya.

35. Tahun 2005 berhasil mendapat penghargaan National Recycling Coalition


Recycling Works.

36. Starbucks memberikan diskon 10% kepada pelanggan yang membawa cangkir
sendiri. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penggunakan bahan ketas daur ulang.

37. Starbucks membeli merk Ethos Water yang menjual air kemasan dan
memberikan label untuk meningkatkan kesadaran warga Amerika Serikat akan
kepeduliannya dalam krisis air bersih.
38. Setiap kopi yang dijual telah disesuaikan dan di kombinasi dengan selera di
setiap daerah masing-masing.

39. Kantor pusat berada di Seattle, washington, Amerika Serikat.

40. Pada 2012 tercatat memiliki karyawan sebanyak 160.000 orang.

41. Berhasil membeli Teavana dengan nilai saham sebesar $ 620 juta.

42. Orin C Smith menjabat CEO dari 2001 hingga 2005.

43. Kini Starbucks menggunkan meja bulat dan menurut psikolog benja bundar
lebih banyak dipilih karena lebih nyaman untuk berkumpul dari pada meja kotak.

44. Disejumlah daerah kedai Starbucks memilki mesin otomatis, pelnggan dapat
mengkobinasikan 280 minuman. Sambil menunggu pesanan pelanggan dapat
bermain dengan mesin layar sentuh ini.

45. Starbucks menghubungi para petani kopi secara langsung untuk menjamin biji
kopi, pemanggangan juga dilakukan sendiri.

46. Starbucks membuka kedai pertama kalinya di Amerika Tengah yaitu di Mexico
City.

47. Setelah kedai ditutup sesuai jadwal para baristha dilatih agar kualitas kopi terus
terjaga.
3 HAL SEDERHANA YANG BISA DIPELAJARI DARI
STARBUCKS
Konsistensi

Apapun ceritanya, Starbucks adalah salah satu kedai kopi paling konsisten di
semesta raya. Konsistensi mengenai kualitas, konsistensi tentang memanjakan
kostumer, konsistensi meningkatkan pelayanan dan konsistensi terhadap pekanya
tren kopi dan perubahan. Sejauh ini Starbucks memang membuktikan bahwa
mereka adalah perusahaan kopi terkuat dan sangat awas terhadap perkembangan di
industri ini. Saat tren manual brew merebak, Starbucks pun ikut serta berlaku sama.
Saat tren cold brew muncul, Starbucks tak ketinggalan juga. Bahkan saat
seluruh coffee shop third wave era berdandan dengan desain yang khas sepaket
dengan communal table-nya, Starbucks pun sesegera mungkin mengubah desain
interior gerai mereka. Hal seperti ini yang membuat Starbucks hingga kini tak
pernah kalah.
Credit : cbsistatic.com

Strategi Marketing yang Mumpuni

Tak akan ada perusahaan yang benar-benar sukses maksimal jika strategi
marketingnya kurang dan dangkal. Starbucks memiliki tim marketing yang
memikirkan apa saja trik agar produk mereka tetap laris dan dibicarakan. Meski
telah sukses luar biasa dan tersebar di seluruh dunia, Starbucks tidak berpuas diri.
Dari hari ke hari taktik marketing mereka semakin dahsyat. Mulai dari mengangkat
isu lingkungan, membuat sensasi dengan menu kopi ajaib seperti Unicorn dan
teman-temannya, hingga sengaja menulis nama yang salah pada paper cup para
pelanggannya. Intinya untuk meraup sukses sisi marketing harus diperkuat. Karena
itulah salah satu faktor agar kamu selalu ada, dicari dan tentunya diingat.
Credit : timedotcom.files.wordpress.com

Servis

Kalau poin yang ini pasti semua yang pernah datang ke Starbucks juga tahu. Servis
para baristanya memang layak diacungi jempol. Starbucks tak hanya peduli soal
kenyamanan coffee shop-nya, kenikmatan rasa kopinya, tetapi juga servis
baristanya yang untuk saya selalu mengesankan. Para pekerja di sini dilatih
sedemikian rupa sehingga mampu membuat pelanggannya merasa akrab dan dekat
dengan mereka. Hal ini penting sekali karena jika pelanggan sudah merasa dekat
dengan orang-orang yang bekerja di kedai kopi, bagaimana pun mereka akan kerap
datang kembali. Dan enggan pergi ke kedai kopi lain. Kedai kopi yang sukses
adalah kedai kopi yang mampu mencuri hati para penikmatnya.
PROFILE PERUSAHAAN
Starbucks Corporation adalah sebuah jaringan kedai kopi dari Amerika Serikat
yang bermarkas di Seattle, Washington. Starbucks adalah perusahaan kedai kopi
terbesar di dunia, dengan 15.012 kedai di 44 negara. Logo Starbucks berasal dari
Syren, ikan duyung berekor kembar dan bermahkota dari mitologi Yunani. Logo
ini sendiri dipilih karena nama Starbucks berasal dari cerita Kapten Ahab, yang
berpetualang di lautan lepas sehingga pemilihan syren ini dirasa tepat dan ada
keterkaitan. Logo starbucks yang memperlihatkan sebuah brand hijau dengan dua
bintang dan dan memperlihatkan duyung syren yang yang memakai tiara /mahkota.
Hal ini agak kontroversial namun menarik dan mudah diingat untuk dikenal di
seluruh dunia. Strabucks menjual kopi, minuman panas berbasis espresso, minuman
dingin dan panas lainnya, makanan ringan, serta cangkir dan bijih kopi. Melalui
divisi Starbucks Entertainment dengan merek Hear Music, perusahaan ini juga
memasarkan buku, musik, dan film.
Sejak pertama kali dibuka di Seattle, Starbucks tumbuh dengan sangat cepat. Pada
tahun 1990-an, Starbucks banyak membuka kedai baru. Pertumbuhan ini terus
berlanjut sampai tahun 2000-an. Pada akhir maret 2008, Starbucks telah memiliki
16.226 kedai, 11-434 diantara berada di Amerika Serikat. Namun pada 1 juli 2008,
Starbuck mengumumkan bahwa mereka akan menutup 600 kedai dan memotong
rencana pertumbuhannya di Amerika Serikat, dikarenakan melemahnya kondisi
ekonomi. Pada 29 juli 2008, Starbucks juga memberhentikan 1.000 pegawainya.
Penutupan dan pemberhentian kerja ini merupakan akhir dari pertumbuhan pesat
Starbucks yang dimulai pada tahun 1990-an.

SEJARAH PERUSAHAAN
Starbucks Corporation adalah sebuah jaringan kedai kopi
dari Amerika Serikat yang bermarkas di Seattle,
Washington. Starbucks adalah perusahaan kedai kopi
terbesar di dunia, dengan 15.012 kedai di 44 negara.
Strabucks menjual kopi, minuman panas berbasis
espresso, minuman dingin dan panas lainnya, makanan
ringan, serta cangkir dan bijih kopi. Melalui divisi Starbucks
Entertainment dengan merek Hear Music, perusahaan ini
juga memasarkan buku, musik, dan film.
Sejarah Starbucks dimulai dari Seattle pada tahun 1971.
Tiga orang sahabat, Jerry Baldwin, Zev Siegl, dan Gordon
Bowker, yang semua memiliki passion pada kopi, membuka
sebuah toko kecil dan mulai menjual biji kopi yang telah
dipanggang, kopi bubuk dan alat-alat pemanggangan.
Perusahaan ini berjalan dengan baik, tetapi berbagai hal
mulai berubah di tahun 80-an.
Pertama-tama, Zev Siegl menjual habis sahamnya pada
tahun 1980. Pada waktu itu, Starbucks adalah perusahaan
roasting kopi yang terbesar di Washington dengan enam
toko pengecer. Pada tahun 1981 seorang salesman
perlengkapan plastik mengamati banyaknya termos plastik
yang dibeli Starbucks dari Hammarplast, perusahaan
tempatnya bekerja. Howard Schultz namanya yang akan
melakukan pada Starbucks apa yang Ray Kroc telah
lakukan pada McDonald's, seorang salesman yang mampu
melihat suatu produk hebat dengan suatu peluang yang
besar.
Howard Schultz
Pada tahun 1982 Baldwin menggaji Schultz sebagai kepala
baru di bidang pemasaran dan segera sesudah itu
mengirimnya ke Milan untuk menghadiri pameran
perabotan internasional di Italia. Ketika tiba, Schultz
langsung jatuh hati pada kultur kopi yang mengejutkannya
di Italia. Schultz pergi ke Verona dan menyeruput caffe
latte pertamanya. Ia juga mengamati sesuatu yang lebih
penting dibanding kopi. Bahwa patron tentang cafe adalah
tempat ngobrol atau menikmati kesendirian selagi
menghirup kopi pada lingkungan yang nyaman. Itu adalah
momen "aha!" dimana inspirasi datang tiba-tiba.
Ide Besar
Schultz menguraikan saat itu sebagai suatu saat dimana
ide-ide besar muncul, "Mengapa tidak menciptakan tempat
gathering komunitas-komunitas seperti kedai kopi di Italia
itu di Amerika Serikat?" Bisakah Dunia Lampau bertemu
Dunia Baru? Jika itu mampu dicapai, itu akan menjadi cara
pemasaran yang jenius.
Pada tahun 1983 manejer pemasaran itu mempunyai suatu
visi untuk menciptaan kembali sihir dan romansa di balik
kedai kopi Italia, dan ingin menguji konsep penjualan
espresso di luar Italia.
Santai Sajalah! Kita Hanya Menjual Biji Kopi
Meski demikian, gagasan Schultz tidak berjalan baik
dengan Baldwin. Baldwin tidak siap untuk memasuki bisnis
rumah makan, tidak ada suatu hal pun yang mengalihkan
perhatiannya dari rencana awal untuk menjual biji kopi
utuh. Tetapi ia membiarkan Schultz mencoba membuka
kedai espresso kecil di sudut salah satu tokonya.
Il Giornale dan Starbucks Mengambil jalan Yang Berbeda
Ketika Starbucks Coffee membuka tokonya yang keenam di
pusat kota Seattle, toko kopi itu menjadi sebuah hit. Suatu
pencapaian sukses yang cepat.
Schultz, di samping itu, mengembangkan bisnisnya sendiri
dan membuka sebuah kedai kopi yang dinamai
beerdasarkan surat kabar Italia yang paling besar, Daily,
atau Il Giornale. Dua bulan kemudian, toko yang baru itu
sudah melayani lebih dari 700 pelanggan dalam satu hari,
dan penjualannya melebihi 300 persen dari lokasi-lokasi
Starbucks.
Sold Out: Ini Adalah Perusahaanku Sekarang
Pada tahun 1987 pemilik Starbucks Coffee Company
memutuskan untuk menjual bisnis kopi mereka, beserta
nama, pada suatu kelompok investor lokal dengan angka
$37 juta. Schultz mengumpulkan dana dengan meyakinkan
investor-investor itu dengan visinya bahwa mereka bisa
membuka 125 outlet dalam lima tahun berikutnya. Ia juga
mengubah logo Il Giornale, gambar putri duyung telanjang
dada, menjadi suatu figur yang lebih bisa diterima secara
umum. Nama perusahaan juga diubah dari Il Giornale ke
Starbucks, dan akhirnya ia mengkonversi enam toko
pemanggangan (roasting) Starbucks menjadi kedai-kedai
kopi yang rapi dan nyaman.
Era Pertumbuhan
Sejarah Starbucks Coffee barulah memulai bentuknya.
Dengan awalnya dimulai dari 17 toko pada tahun 1987,
perusahaan berekspansi dengan cepat menuju kota-kota
yang lain: Vancouver, Portland, dan Chicago.
Pada tahun 1991 Starbucks juga telah memperluas bisnis
mereka melalui pesanan katalog lewat pos dan
mendapatkan lisensi membuka toko di airport dan
berekspansi lebih lanjut ke negara bagian California.
Pada tahun 1992 perusahaan masuk ke bursa, dan setelah
penawaran saham perdana, Starbucks melanjutkan
pertumbuhan dengan kecepatan phenomenal yang tidak
seorang pun pernah melihatnya di dunia perkopian
sebelumnya. Pada tahun 1997 jumlah Starbucks Coffee
tumbuh sepuluh kali lipat, di Amerika Serikat, Jepang, dan
Singapura.
Perluasan-perluasan Bisnis Lain
Tidak cukup cukup hanya sebagai kedai kopi, Starbucks
memulai beberapa perluasan produk dan merek yang lain.
Menawarkan kopi Starbucks di penerbangan United
Airlines.
Menjual teh premium melalui Tazo Tea Company yang
dimiliki Starbucks.
Menggunakan Internet untuk penawaran langsung sebagai
pilihan untuk membeli kopi Starbucks secara online.
Mendistribusikan biji utuh dan kopi bubuk melalui
supermarket.
Memproduksi es krim kopi premium bersama Dreyer's.
Menjual CD di toko eceran Starbucks.
Sukses Starbucks sebagian besar dicapai melalui
pengiklanan dari mulut ke mulut, dan hal ini membuat
namanya menjadi kata yang populer. Pada tahun fiskal
2004, Starbucks meraih catatan 1,344 toko di seluruh
dunia.
Sejarah Starbucks menunjukkan bagaimana sebuah toko
roasting kopi regional berskala kecil, penjual biji kopi,
menjadi sebuah perusahaan internasional dengan lebih
dari 9.000 lokasi di 34 negara yang melayani 20 juta
pelanggan lebih dalam waktu seminggu.

Starbucks Coffee pertama kali dibuka pada tahun 1971 di Seattle oleh Jerry
Baldwin, Zev Siegel, dan Gordon Bowker. Howard Schultz bergabung dengan
perusahaan ini pada tahun 1982 dan terinspirasikan oleh bar espresso di Italia,
membuka jaringan Il Giornale pada tahun 1985. Beberapa saat setelah pemilik
aslinya membeli Peets Coffee and Tea, Starbucks dijual pada Howard yang
kemudian mengganti nama Il Giornale dengan nama Starbucks pada tahun 1987.
Starbucks pertama di luar Seattle adalah di Vancouver dan Chicago pada 1987
sedangkan cabang pertama di luar Amerika Utara terletak di Tokyo, Jepang yang
dibuka pada 1996.
PT Mitra Adhi Perkasa mendapatkan lisensi untuk mengoperasikan Starbucks di
Indonesia. Selanjutnya PT Mitra Adhi Perkasa menunjuk Anthony Cottan, seorang
yang berpengalaman dalam Customers Service, untuk meluncurkan dan mengelola
merk tersebut. Anthony dengan anggota 8 orang dari Jakarta ingin belajar untuk 3
bulan di Seattle, sebelum membuka toko pertama pada bulan Mei 2002.

VISI DAN MISI


Pendirian Starbucks sebagai pengirim persediaan kopi terbaik di dunia, sementara
memelihara prinsip kami sewaktu tumbuh. Berikut prinsip membimbing yang akan
membantu kami mengukur kepantasan keputusan kami:
o Menerapkan standart tertinggi keunggulan kepada pembelian, memanggang, dan
pengiriman segarkopi kami.
o Mengembangkan dengan memuaskan antusias pelanggan setiap waktu.
o Menyumbang secara positif ke komunitas kami dan lingkungan kami.
o Mengakui profitabilitas adalah pokok masa depan kesuksesan kami.
Hingga saat ini Starbucks telah memiliki cabang di berbagai negara termasuk
Indonesia. Di Indonesia sendiri Starbucks tersebar diberbagai kota besar seperti
Jakarta, Surabaya, Semarang, Medan, Bandung dan tempat-tempat strategis lain
seperti Mall, Hotel dan Bandara.

Dengan lebih dari 17 ribu gerai di seluruh dunia, Starbucks benar-benar telah
meraksasa dari sebuah kedai kecil di Seattle menjadi perusahaan multinasional
dalam kurang dari 40 tahun. Simak urutan sejarah perjalanannya berikut ini, siapa
tahu Anda bisa mengambil semacam pelajaran dari dalamnya.

1971 Starbuks membuka kedai pertamanya di Pike Place Market di Seattle oleh 3
rekanan: guru Bahasa Inggris Jerry Baldwin, guru Sejarah Zev Siegl, dan penulis
Gordon Bowker.
Kedai kopi Starbucks pertama di Seattle. Foto oleh Jim Hill @Flickr.

1982 Howard Schultz bergabung sebagai direktur operasi ritel dan pemasaran.
Starbucks mulai menyediakan kopi untuk kebutuhan restoran dan bar-bar (yang
menjual) espresso.

1983 Howard bepergian ke Italia dimana ia kemudian sangat terkesan dengan


popularitas bar espresso di Milan. Dari sini ia melihat adanya potensi untuk
mengembangkan budaya coffee house serupa di Seattle.

1983 Starbucks telah membuka 6 cabang kedai di Seattle.


1987 Para pemilik asli menjual Starbucks kepada karyawan terdahulunya, Howard
Schultz. Il Giornale (yang merupakan gerai kopi milik Howard) kemudian
mengakuisisi asset Starbucks dengan dukungan dari investor lokal. Ia mengubah
nama gerainya menjadi Starbucks Corporation dimana kedai kopi ini kemudian
membuka cabang di Chicago dan Vancouver, Kanada. Jumlah gerai: 17.

1991 Starbucks membuka kedai bandara berlisensi pertamanya di Sea-Tac


International Airport, Seattle. Jumlah gerai: 116.

1992 Demi memenuhi permintaan publik, Starbucks kemudian menjual sahamnya


ke pasar bursa Nasdaq National Market dengan simbol dagang SBUX. Jumlah
gerai: 165.

1995 Mulai menyajikan Frappucino dan minuman-minuman kopi blended, juga


mengenalkan es krim Starbucks.

1996 Starbucks membuka cabang pertamanya di luar Amerika Utara, yaitu di


Jepang dan Singapore. Jumlah gerai: 1.015.

1998 Starbucks mengakuisisi Tazo, sebuah perusahaan teh yang berbasis di


Portland, Oregon. Mereka kemudian memperluas merek Starbucks ke jaringan
toko-toko kelontong di seluruh Amerika melalui kesepakatan lisensi dengan Kraft
Foods. Di tahun yang sama, mereka meluncurkan starbucks.com dan membuka
cabang-cabang baru di Malaysia, New Zealand, Taiwan, Thailand dan Inggris.
Jumlah gerai: 1.886.

1999 Membuka cabang di China, Kuwait, Lebanon dan Korea Selatan. Jumlah
gerai: 2.498.

2000 Howard Schultz naik pangkat dari CEO menjadi chief global strategist.
Dengan kata lain, ia adalah otak yang kini memegang strategi pemasaran Starbucks
di seluruh dunia. Orin Smith kemudian dipromosikan menjadi Presiden dan CEO
menggantikan Howard. Di tahun yang sama, Starbucks mulai mengenalkan
katergori-kategori menu kopinya yang sudah melewati proses Fair Trade dan
seleksi organik. Jaringan ini juga membuka cabang baru di Australia, Bahrain,
Hong Kong, Qatar, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab. Jumlah gerai: 3.501.

Starbucks di ShangHai. Foto oleh Andrew Hitchcock @Flickr.

2002 Starbucks memasuki ruang lingkup yang lebih luas dengan membuat
perjanjian lisensi bersama organisasi Fair Trade nasional. Perjanjian ini
menyepakati bahwa Starbucks hanya akan menjual kopi-kopi bersertifikat Fair
Trade di negara-negara Starbucks menjalankan bisnisnya. Sebuah perusahaan lain
milik Starbucks bernama Starbucks Coffee Trading Company didirikan di
Lausanne, Swiss. Cabang pertama Starbucks di Indonesia juga dibuka pada tahun
ini. Jumlah gerai: 5.886.

2004 Merilis CD album musisi blues Ray Charles berjudul Genius Loves Company
dengan kolaborasi bersama Concord Records dan Starbucks Hear Music. (Album
rekaman label musik milik Starbucks ini kemudian menjadi album terakhir Charles
sebelum ia meninggal). Di tahun ini Starbucks mengenalkan program studi
Starbucks Coffee Master Program dan membuka cabang-cabang gerai baru di
Perancis. Jumlah gerai: 8.569.

2005 Orin Smith pensiun sebagai presiden dan CEO. Jim Donald lalu dipromosikan
menggantikan posisinya. Starbucks membuka cabang di Bahama, Irlandia dan
Jordania. Jumlah gerai: 10.241.

2008 Howard Schultz mengambil kembali posisi CEO. Ia sekaligus mengumumkan


fokus baru kerjaan Starbucks yaitu mengutamakan pelayanan kepada pelanggan
untuk memberi mereka pengalaman tak terlupakan dan menciptakan inovasi baru.
Kedai ini memperluas jaringannya dan membuka cabang di Argentina, Bulgaria,
Republik Ceko dan Portugal. Jumlah gerai: 16.680.

2009 Starbucks membantu misi kemanusiaan di Afrika melalui kemitraannya


dengan (RED), brand industri ritel yang didirikan oleh Bono, vokalis U2. Setiap
jutaan pembelian produk-produk RED setiap hari sama dengan mengontribusikan
lebih dari 7 m dosis obat antiretroviral setiap harinya. Di tahun yang sama pula
Starbucks dinobatkan (melalui voting) sebagai brand yang paling berpengaruh di
sosial media.

2011 Starbucks telah memiliki 17.009 gerai di seluruh dunia.

2013 Starbucks membuka cabang pertamanya di Ho Chi Minh City, Vietnam


sekaligus toko perdana di Kolombia.

2014 Di bulan September tahun ini, Starbucks mengumumkan akan membeli 60.5%
saham Starbuck Coffee Japan yang tidak benar-benar mereka miliki dengan biaya
913 juta US Dollars. Per Desember 2014, jumlah kedai Starbucks di Indonesia
sudah mencapai 200 gerai.
Satu hal yang barangkali patut digarisbawahi dari perjalanan jaringan kedai kopi ini
adalah mereka tetap tak tergoyahkan meski tren kopi terus berganti. Apa yang
membuat Starbucks bertahan? Bisa jadi karena mereka mau beradaptasi dan
mengalir bersama jaman.

STARBUCKS COFFEE SEJARAH Starbucks Corporation adalah sebuah


jaringan kedai kopi dari Amerika Serikat yang bermarkas di Seattle, Washington.
Starbucks adalah perusahaan kedai kopi terbesar di dunia, dengan 15.012 kedai di
44 negara. Logo Starbucks berasal dari Syren, ikan duyung berekor kembar dan
bermahkota dari mitologi Yunani. Logo ini sendiri dipilih karena nama Starbucks
berasal dari cerita Kapten Ahab, yang berpetualang di lautan lepas sehingga
pemilihan syren ini dirasa tepat dan ada keterkaitan. Logo starbucks yang
memperlihatkan sebuah brand hijau dengan dua bintang dan dan memperlihatkan
duyung syren yang yang memakai tiara /mahkota. Hal ini agak kontroversial namun
menarik dan mudah diingat untuk dikenal di seluruh dunia. Strabucks menjual kopi,
minuman panas berbasis espresso, minuman dingin dan panas lainnya, makanan
ringan, serta cangkir dan bijih kopi. Melalui divisi Starbucks Entertainment dengan
merek Hear Music, perusahaan ini juga memasarkan buku, musik, dan film. Sejak
pertama kali dibuka di Seattle, Starbucks tumbuh dengan sangat cepat. Pada tahun
1990-an, Starbucks banyak membuka kedai baru. Pertumbuhan ini terus berlanjut
sampai tahun 2000-an. Pada akhir maret 2008, Starbucks telah memiliki 16.226
kedai, 11-434 diantara berada di Amerika Serikat. Namun pada 1 juli 2008,
Starbuck mengumumkan bahwa mereka akan menutup 600 kedai dan memotong
rencana pertumbuhannya di Amerika Serikat, dikarenakan melemahnya kondisi
ekonomi. Pada 29 juli 2008, Starbucks juga memberhentikan 1.000 pegawainya.
Penutupan dan pemberhentian kerja ini merupakan akhir dari pertumbuhan pesat
Starbucks yang dimulai pada tahun 1990-an. PROFIL PERUSAHAAN
Starbucks Coffee pertama kali dibuka pada tahun 1971 di Seattle oleh Jerry
Baldwin, Zev Siegel, dan Gordon Bowker. Howard Schultz bergabung dengan
perusahaan ini pada tahun 1982 dan terinspirasikan oleh bar espresso di Italia,
membuka jaringan Il Giornale pada tahun 1985. Beberapa saat setelah pemilik
aslinya membeli Peets Coffee and Tea, Starbucks dijual pada Howard yang
kemudian mengganti nama Il Giornale dengan nama Starbucks pada tahun 1987.
Starbucks pertama di luar Seattle adalah di Vancouver dan Chicago pada 1987
sedangkan cabang pertama di luar Amerika Utara terletak di Tokyo, Jepang yang
dibuka pada 1996. PT Mitra Adhi Perkasa mendapatkan lisensi untuk
mengoperasikan Starbucks di Indonesia. Selanjutnya PT Mitra Adhi Perkasa
menunjuk Anthony Cottan, seorang yang berpengalaman dalam Customers Service,
untuk meluncurkan dan mengelola merk tersebut. Anthony dengan anggota 8 orang
dari Jakarta ingin belajar untuk 3 bulan di Seattle, sebelum membuka toko pertama
pada bulan Mei 2002. Visi, Misi, dan Strategi Starbucks Visi : Menjadikan
starbucks sebagai brand yang terkenal dan dihargai di seluruh dunia. Untuk
mencapai visi tersebut ditetapkan 4 komponen dasar yaitu :
Membangun nilai dasar perusahaan sebagai perusahaan yang hanya
menggunakan bahan dan menghasilkan produk yang terbaik.
Menciptakan image yang cemerlang yang melekat di dalam pikiran
pelanggan.
Membentuk Starbucks sebagai suatu brand yang terkenal, walaupun orang
tidak mengetahui secara jelas bidang usaha yang dijalankan, tetapi
masyarakat merasa familiar dengan merek starbucks.
Menjadikan starbucks sebagai merek terkenal dan dihargai. Menjadi nomor
satu atau diatas brand lainnya dalam jangka waktu tak terbatas.

Dalam seluruh kegiatan perusahaan kualitas tinggi menjadi dasar yang utama, mulai
dari pembelian bahan baku, proses produksi sampai menjual produk dalam kondisi
terbaik yang dilakukan oleh setiap bagian dari perusahaan. Pencapaian hasil ini juga
ditunjang oleh cepatnya perluasan Outlet, sebagai bentuk pengembangan saluran
distribusi. Misi : Misi dari Starbucks adalah untuk mendirikan Starbucks sebagai
pemasok utama kopi terbaik di dunia dengan tetap menjaga prinsip-prinsip tak
kenal kompromi kita sementara kita tumbuh Starbucks berkomitmen untuk peran
kepemimpinan lingkungan di semua aspek bisnis kami. Strategi :

Memahami tentang masalah lingkungan hidup dan berbagi informasi


dengan mitra usaha.
Menciptakan solusi yang inovatif dan fleksible dalam menghadapi
perubahan.
Bekerja keras untuk membeli, menjual dan menggunakan produk yang
ramah lingkungan.
Memahami tanggung jawab itu sebagai hal yang penting untuk lingkungan
hidup.
Menanamkan tanggung jawab lingkungan hidup sebagai nilai dasar
perusahaan.
Mengukur dan memonitor kemajuan setiap proyek terhadap dampak kepada
lingkungan hidup.
Mendorong seluruh mitra untuk ikut serta dalam memperjuangkan misinya.

CARA STARBUKS COFFEE MELIHAT KARAKTERISTIK PASAR :


Segmentasi (proses membagi-bagi atau mengelompokkan-kelompokkan konsumen
ke dalam kotak-kotak yang lebih homogen): a. Sasaran harus jelas dan focus b.
Berdasarkan manfaat yang diperoleh Konsumen c. Berdasarkan pemakaian produk
d. Berdasarkan Generasi e. Berdasarkan Teknografi (tradisional, karier, status,
hiburan) f. Berdasarkan Tingkat kesetiaan Konsumen g. Berdasarkan Evolusi
Keluarga Dengan tujuan : a. Mendisain produk-produk yang lebih responsif
terhadap kebutuhan pasar b. Menganilis Pasar c. Menemukan Peluang (niche) d.
Menguasai posisi yang superior dan kompetitif e. Menentukan Strategi komunikasi
yang efektif dan efisien Pilihan Segmentasi : a. Undifferentiated Marketing Strategy
b. Differensiasic. Konsentrasi Segmentasi yang baik : a. Apakah segmen itu cukup
besar b. Apakah ada daya belinya? c. Apakah dapat dibedakan dengan
segmen lainnya? d. Apakah sudah ada pesaing lain yang menguasai segmen
tersebut? e. Apakah pasar ini dapat dijangkau? f. Apakah kita memiliki SDM untuk
menguasai segmen tersebut? Targeting : Targeting atau menetapkan target pasar
adalah tahap selanjutnya dari analisis Segmentasi. Produk dari Targeting adalah
Target Pasar. 2 dasar pertanyaan dalam Targeting, sbb : 1. Apakah pasar sasaran
telah berubah dalam beberapa waktu terakhir ini? Apakah kita tetapmembidik
sasaran yang sama yang sesungguhnya sudah ditinggalkan konsumen kita ? 2.
Apakah konsumen kita yang sesungguhnya sudah sesuai dengan yang direncanakan
Analisys SWOT Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk
Mengetahui Kekuatan (Strength)

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kelemahan


(Weakness)
Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Peluang
(Opportunity)

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Ancaman


(Threat)
Analisis SWOT dari Starbucks

1. 1. Strengths

Starbucks adalah pengecer terkemuka dan roaster untuk kopi merek khusus
di dunia
Citra merek yang kuat dengan motto The Starbucks Experience
Starbucks adalah sebuah organisasi global dengan lebih dari 16.000 ritel di
48 negara di seluruh dunia
Salah satu waralaba terkuat didunia dengan lebih dari 6500 toko izin dunia
Starbucks dikenal untuk menyediakan produk unggulan dan jasa
Starbucks ditawarkan baik manfaat fungsional dan emosional
Memiliki pelanggan setia di semua negara starbucks yang ada
Control kualitas tinggi di seluruh starbucks ritel
Memiliki kualitas tinggi yang konsisten pelayanan
Khas rumah-rumah kopi Italia, canggih dengan nuansa music, interior
desain dan karya seni
Outlet diposisikan di lokasi jalan tinggi, mall, dalam area bisnis lain seperti
bangunan kantor
Wi-Fi layanan internet diseluruh starbucks ritel
Pelayanan kopi cepat saji
Proses penyusunan produk tidak perlu teknologi yang sangat canggih
Memiliki banyak variasi rasa
Terbatasnya jumlah pesaing yang kuat
Pangsa pasar dan pertumbuhan pasar tinggi
Selalu bertujuan untuk membantu lingkungan dukungan, ex: dengan
menggunakan jaringan daur ulang
Selalu memperlakukan karyawan sebagai mitra bukan hanya sebagai
karyawan
Penerimaan semua pertanyaan, komentar dan umpan balik dimana
pelanggan dapat mengirimnya dengan email, sms atau hanya
menginformasikan di starbucks ritel
Memiliki starbucks serikat pekerja yang membantu karyawan untuk
menginformasikan pikiran mereka kepada manajemen

1. 2. Weakness

Harga tinggi yang biaya tidak semua jenis pasar bisa membeli produk
starbucks
Starbucks dianggap Amerika Global yang mengeluarkan biaya
sentimental bagi pelanggan di beberapa Negara
Terlalu focus pada pasar domestic AS
Starbucks menolak untuk menjamin bahwa susu, minuman, cokelat, es krim
dijual di took perusahaan bebas dari bahan rekayasa genetik
Karena kesempurnaan atas pelayanan karyawan, beberapa keluhan
karyawan tentang manajemen yang mendorong mereka untuk selalu
menjadi sempurna. Itulah sebabnya mereka membuat Starbucks Serikat
Pekerja

1. 3. Opportunity

Para karyawan potensial adalah orang-orang berpendidikan yang


membuatny lebih mudah untuk melatih mereka
Pelanggan bukan harga sensitive
Bisa dapat mengubah citra negative kopi mejadi positif
Konsumerisme tinggi di Indonesia
Lebih mudah untuk menembus pasar karena apa yang dijualnya adalah
pemenuhan harga diri atau milik masyarakat yang merupakan alasan utama
mengapa masyarakat membeli suatu produk
Dukungan financial yang kuat
Tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi dan pasar di Indonesia, terutama
perkotaan
Kebijakan ekonomi kerakyatan di Indonesia memudahkan starbucks
memperluas bisnis mereka
Masyarakat di Indonesia adalah posisi tempat starbucks sebagai salah satu
titik pertemuan terbaik
Produk mereka yang beragam dan tidak hanya di kopi
Banyak kopi starbucks menggunakan kacang organic
Beberapa biji starbucks dipanen di pulau Sumatera dan Sulawesi. Starbucks
membeli kacang berkualitas tinggi dipulau ini karena untuk membantu para
petani menghidupi keluarganya dan berinvestasi secara berkelanjutan.
1. 4. Threat

Krisis keuangan global yang membuat masyarakat cenderung untuk tidak


menghabiskan terlalu banyak uang
Pendapatan rendah di Indonesia membuat sulit bagi Starbucks untuk
menembus pasar yang lebih segmentasi
Sentimental masalah dengan efek buruk kopi dari masyarakat
Beberapa orang percaya bahwa starbucks mengubah dunia menjadi sebuah
perusahaan raksasa genetic berantakan
Kritik mengatakan bahwa ia mengeksploitasi buruh tani di negara-negara
Isu menyatakan bahwa starbucks mengeksploitasi pekerja mereka dengan
membayar upah yang sangat minimum dengan standar yang sangat tinggi
Ancaman produk pengganti termasuk barang-barang minuman lain seperti
cola, teh atau jus yang dijual diritel

Matrik SWOT

Kesimpulan: faktor ini tidak hanya meningkatkan penjualan tetapi juga reputasi
diantara para pecinta kopi. Starbucks menghadapi persaingan yang aggressive di
segala area di dalam bisnis mereka. Pasar untuk masing-masing segmen bisnis
mereka ditandai oleh persaingan ketat di antara perusahaan-perusahaan besar
dengan posisi yang sudah stabil karena sudah berdiri lama dan sejumlah besar
perusahaan berkembang yang baru dengan pertumbuhan yang cepat.
Bagaimanapun juga, seperti Starbucks memiliki kapasitas keuangan yang
baik dengan strategi yang baik, ia dapat mengatasi semua pesaing untuk
berperformance tinggi sebagai pemasok kopi kelas pertama.

. Sejarah terbentuknya Starbuck Coffe

Starbucks Coffee Corporation adalah sebuah jaringan kedai kopi dari


Amerika Serikat yang bermarkas di Seattle, Washington. Starbucks adalah
perusahaan kedai kopi terbesar di dunia, dengan 15.012 kedai di 44 negara. Melalui
divisi Starbucks Entertainment dengan merek Hear Music, perusahaan ini juga
memasarkan buku, musik, dan film.
Starbucks dimulai dari sebuah kedai kopi yang didirikan oleh tiga orang
yaitu Jerry Baldwin, Zev Siegl, and Gordon Bowker, Ketiga sahabat tersebut sama-
sama kuliah di University of Seattle. Pada tahun 1971, Starbucks dikenal dengan
nama Starbucks Coffee, Tea, and Spice dan didirikan di Seattle, Washingtons
Pike Place Market. Starbucks mendapatkan keuntungan dengan menjual Biji kopi
siap olah (roasted coffee beans) ke konsumen langsung dan ke restoran. Perjalanan
bisnis Starbucks berkembang pesat dengan membuka empat toko di tahun 1982, hal
ini membuat Howard Schultz seorang salesman Hammerplast sebuah perusahaan
alat rumah tangga dari New York tertarik untuk mengunjunginya. Howard Schultz
ingin mengetahui mengapa sebuah usaha kecil membutuhkan jumlah yang besar
dari produk dari Hammarplast yaitu percolators (teko kopi). Hubungan bisnis antara
kedua perusahaan ini membuat Howard Schultz mengenal pendiri Starbucks dan
ingin menjadi bagian dari Starbucks dikarenakan lingkungan dan atmosfir
Starbucks yaitu totalitas orang-orangnya dalam memilih dan mengolah kopi,
sehingga tertarik untuk bergabung dan menduduki posisi marketing and retail sales
director.
Pada 1983, Howard Schultz yang baru setahun bergabung dengan
Starbucks, melakukan lawatan bisnis ke Milan, Italia. Dia tertarik dengan gaya
warung-warung kopi di sana, yang menyediakan kehangatan dan kafe sebagai
tempat bersosialisasi, hal ini membuat beberapa orang beranggapan kopi sebagai
gaya hidup, tempat berkumpul dan ngobrol dengan teman. Schultz ingin
menerapakan gaya tersebut di Amerika Serikat, kafe kopi yang tersebar dan
digunakan sebagai tempat bersosialisasi dan sebagai gaya hidup. Hal ini membuat
Schultz pada saat kembali ke Seattle dan mengusulkan Starbucks menirunya, di
dalam benaknya warga Amerika Serikat (AS) pasti menyukai warung-warung kopi
seperti itu.
Tapi, trio guru bahasa Inggris Jerry Baldwin, guru sejarah Zev Siegel, dan
penulis Gordon Bowker, yang mendirikan Starbucks pada 1971, tak setuju. Schultz
memilih untuk mendirikan toko kopi baru, bernama II Giornale, di Seattle, setelah
dua tahun ke depan, karena strategi sukses Schultz tiga pemilik asli Starbucks
memutuskan untuk menjual perusahaan mereka kepada Schultz. Kemudian Schultz
berkumpul investor lain dan mengambil alih nama II Giornale ke Starbucks. Dia
berusaha untuk mengejar impiannya untuk membuat semua orang bisa meminum
kopi, sehingga ia terfokus pada ekspansi perusahaan. Pada saat itu Schultz berfikir
bahwa cara yang paling efisien untuk pertumbuhan perusahaan adalah dengan
membuka outlet baru di tempat baru. Pada tahun 1987 Starbucks membuka outlet
di luar Amerika pertama kali di Jepang, pada tahun-tahun berikutnya Starbucks
mengalami defisit karena melakukan strategi perluasan perusahaan dengan
menambah jaringan outlet baru. Schultz yakin bahwa untuk terus mendukung
intregitas jangka panjang perusahaan dan tidak memikirkan profit tetapi hanya
jangka pendek (Michelli, 2006).
Tahun 1991 Starbucks mengalami keuntungan dan penjulan meningkat
sampai 84%, tahun 2002 Starbucks berkembang dari hanya memiliki 17 outlet
menjadi 5688 outlet yang tersebar di 30 negara dengan strategi perluasan yang
dilakukan oleh Schultz, berkembang 300 persen berkembang dalam waktu 10
tahun. Majalah Fortune mencatat tahun 2005 Starbucks masuk perusahaan terbaik
urutan ke 11 di Amerika Serikat, kemudian menduduki urutan ke 29 pada tahun
2006 dan di tahun 2007 menduduki peringkat ke 16. Pada tahun 2007 Starbucks
menjadi sepuluh besar perusahaan dengan tempat kerja terbaik di Inggris.
Sekarang, Starbucks sudah berada di 30 negara lain. Starbucks ada di
beberapa kota di Indonesia. Hingga September 2006, kafe-kafe Starbucks sudah ada
di Jakarta, Bogor, Surabaya, Bandung, Medan, dan Bali. Di Indonesia, Starbucks
bersaing dengan jaringan kafe dari AS lainnya, Coffee Bean, Gloria Jean's (Kanada)
dan Excelso (jaringan kafe lokal). Gerai-gerai Starbucks sudah dibuka di Jakarta
dan biasanya terletak di pusat perbelanjaan dan hiburan yang menjadi pusat
kegiatan masyarakat khususnya masyarakat urban.
B. Profil Starbuck Coffe
CEO Starbucks, Howard Schultz, menganggap bahwa puncak kesuksesan
di Starbucks bukan kopi tetapi karyawan. Dengan menambah pengalaman kerja
karyawan dan memberikan kesempatan promosi bagi mitra kerja adalah cara untuk
meningkatkan keberlanjutan (Sustainibility) perusahaan. Schultz yakin bahwa
semangat Starbucks adalah karyawan dan rasa terhormat sebagai karyawan
Strabucks adalah nilai (value) sebagai seorang karyawan Starbucks. Karyawan
perlu untuk memiliki pengetahuan yang baik dan pelatihan untuk kinerja yang lebih
baik dalam sebuah perusahaan (Michelli, 2006). Starbucks membuat lingkungan
kerja yang aktif sehingga membuat karyawan menanamkan nilai-nilai Starbucks
dalam diri mereka, sehingga mereka dapat memotivasi para mitra untuk kepuasan
diri dan kemudian mencapai kinerja yang lebih baik.

C. STRATEGI PEMASARAN STARBUCKS

1. Strategi Unik Starbucks

Strategi pemasaran Starbucks bukan salah satu sering terlihat di banyak


bisnis saat ini. Akhir-akhir ini sangat jarang ditemukan iklan Starbucks di papan
reklame, ruang iklan, koran atau poster di tempat-tempat di mana seseorang dapat
melihat iklan untuk perusahaan lainnya. Saat ini, Starbuck tidak hanya
menggunakan strategi pemasaran yang tidak konvensional untuk bersenang-
senang. Nyatanya Mereka berpikir keras tentang mempromosikan perusahaan
mereka, dan telah memutuskan bahwa Starbucks sangat dimungkinkan untuk
menggunakan strategi yang tidak konvensional yang mungkin unik dan jarang
dijalankan, tetapi kebanyakan sangat cocok konsep bahwa perusahaan ingin
menggambarkan. Beberapa strategi pemasaran yang pernah dijalankan Starbucks
anta lain

2. Strategi Fokus Diferensiasi

Porter Diferensiasi Focus Strategi adalah strategi yang saat ini dijalankan
oleh Starbucks. Strategi ini menyediakan produk atau layanan tertentu pada pasar
dan membedakan dari kompetisi di daerah tertentu. Dalam kasus Starbucks,
perusahaan adalah biaya tinggi, penyedia seleksi khusus, menawarkan jalur khusus
disesuaikan dari kopi dan teh produk untuk kopi yang mencintai pelanggan dengan
harga premium.
Starbucks menggunakan strategi diferensiasi fokus secara menyeluruh, dan
mitra perusahaan pemasaran dan arah iklan untuk strategi ini. Merangkul posisi
pemimpin dan pemimpin segmen industri sebagai kualitas produk, Starbucks tidak
agresif pasar perusahaan melalui cara-cara tradisional tetapi hampir seluruhnya
berfokus pada tinggi tingkat pemasaran dan branding dari perkataan mulut dan
kunc aliansi serta kemitraan. Hampir pendekatan Starbucks rendah hati untuk
menghindari promosi perusahaan tetapi memungkinkan untuk dipromosikan
dengan mendukung pelanggan dan melalui pekerjaan baik itu telah menjadi sukses
strategi bagi perusahaan

3. Inisiatif pemasaran starbucks

Inisiatif pemasaran Starbucks Corporation tidak agresif memasarkan


perusahaan atau produk mereka . Sebaliknya, mereka mengarahkan penjualan
mereka melalui perusahaan gambar dan reputasi. Namun, itu hasil kerja keras
perusahaan, perhatian terhadap detail dan pengalaman pelanggan, membuat
keputusan etis dan pelatihan karyawan adalah peringkat sebagai "Salah satu merek
global yang paling berharga". Sebagian besar ini telah dicapai melalui pemasaran
kata dari mulut dan melalui kemitraan. Dengan keberhasilan Starbucks
sekarang, sulit untuk percaya bahwa perusahaan tidak sedikit jika tidak ada
iklan langsung melalui iklan, iklan, atau bentuk lain dari promosi. Starbucks tidak
menggunakan daftar email distribusi, hanya satu pelanggan Starbucks yang
mendaftar. Jika tidak, perusahaan tidak jinjing merek. Sebaliknya, pemasaran
adalah melalui kemitraan dengan dunia, membantu dan etis fokus lembaga dan
melalui infiltrasi kopi Starbucks ke pasar umum konsumen, hanya didukung oleh
integritas merek dan pengalaman seperti ditarik oleh pelanggan di lokasi toko di
seluruh dunia (Theodore, 2002).

4. Aliansi

Pemanfaatan aliansi merupakan landasan strategi pemasaran Starbucks


Corporation . Isidro (2004) menegaskan bahwa strategis aliansi Starbucks
merupakan salah satu alasan mendasar bagi kesuksesan dan pertumbuhan korporasi
jangka panjang. Aliansi benar-benar faktor pendorong yang nama dan pengenalan
merek. Bentuk aliansi Starbucks dengan perusahaan dan kelompok-kelompok
sosial di seluruh papan, sehingga memperluas pemaparan dari perusahaan,
meningkatkan citra merek organisasi dan reputasi, dan mengekspos nama dan
produk secara berkala kepada pelanggan baru yang potensial. Pada tahun 1993,
perusahaan bermitra dengan toko buku Barnes dan Noble di rumah kedai kopi
(Isidro, 2004). Selanjutnya, pada tahun 1996, Starbucks bermitra dengan
PepsiCo botol, mendistribusikan dan menjual Starbucks Frappuccino (Isidro,
2004). Starbucks juga membentuk aliansi dengan es krim manufaktur dan rantai
hotel untuk menawarkan merek Starbucks dan rasa es krim dan kopi Starbucks
dalam hotel (Isidro, 2004). Selanjutnya, Starbucks telah membentuk aliansi dengan
United Airlines, menawarkan Starbucks kopi di cangkir bantalan logo kopi
perusahaan baik di penerbangan. Sulit untuk perjalanan melalui perusahaan
Amerika dan tidak menemukan kopi Starbucks di dispenser menanggung Logo
Starbucks di ruang pertemuan, ruang dewan, dan kafetaria perusahaan (Larson,
2008). Starbucks bahkan telah bermitra dengan makanan Kraft untuk
mendistribusikan kopi Starbucks di rantai nasional toko grosir dan outlet barang
dagangan massa (Theodore, 2002). Salah satu kemitraan yang telah sangat sukses,
serta finansial menguntungkan, untuk Starbucks adalah dengan industri musik.
Wolk (2008) mencatat bahwa hari ini Starbucks adalah "salah satu musik pengecer
yang paling kuat di pasar" (hal.4). The Perusahaan sangat selektif dalam judul
musik dan seleksi terbatas, tetapi perusahaan tidak menjual yang membawa pada
premium (Wolk, 2008). Sebuah kemitraan musik kedua adalah antara Starbucks
dan i-Tunes, suatu aliansi yang telah membentuk Program "lagu minggu ini" (Wolk,
2008). Terlepas dari keberhasilan dan makanan pasangan musik, Starbucks
menegaskan dan tegas tetap setia untuk alasan eksistensi: kualitas kopi premium
dan kualitas kopi pengalaman pelanggan. Dalam aplikasi, Starbucks telah
dipahami, memeluk, dan keuntungan dari aliansi strategis, baik dalam pemasaran
positif dan profitabilitas.

5. Strategi Starbucks untuk menjangkau pelanggan

"Menjaga Cita Rasa Kopi"


-
Sejarah Starbucks telah menunjukkan bahwa mereka menempatkan penekanan
yang besar pada kualitas produk kopi mereka, bahkan jika harga sedikit lebih mahal
dari yang diharapkan, sangat sebanding untuk memuaskan pelanggan dengan kaya
rasa, lezat dan aroma.

"Tempat Ketiga"
-
Sejak awal, strategi pemasaran Starbucks telah berfokus pada menciptakan "tempat
ketiga" bagi setiap orang untuk pergi antara ke rumah dan bekerja.
Starbucks ingin menciptakan "pengalaman" unik bagi pelanggan mereka yang
menggabungkan padatnya jadwal mereka, serta sebagai tempat untuk bersantai.
adanya "suasana" berbeda dalam Starbucks membuat orang-orang terkesan, sangat
penting bagi Starbucks karena mereka telah menyadari bahwa ini adalah salah satu
konsep kuat melekat pada Starbucks, untuk pelanggan yang sangat tertarik dengan
Starbucks. Senior Vice President administrasi di Amerika Utara Christine Hari
menjelaskan bahwa, "orang datang ke sini untuk minum kopi, tapi suasana yang
membuat mereka ingin tinggal, "

"Kepuasan Pelanggan"
-
Kepuasan pelanggan adalah masalah yang sangat penting dengan Starbucks. Dari
pintu masuk terakhir toko mereka sudah disambut dengan penyajian kopi, itu adalah
suatu keharusan bahwa pelanggan merasakan keunikan mereka
menikmati pengalaman kopi Starbucks

"Menciptakan Masyarakat Starbucks"


-
Strategi pemasaran Starbucks bahkan diperluas untuk menciptakan sebuah
masyarakat sekitar merek mereka. Pada situs web mereka, individu didorong untuk
mengekspresikan pengalaman mereka dengan sejarah Starbucks, dan perusahaan
berusaha untuk "secara pribadi" bergabung dalam diskusi. Teknik ini cerdik
ditunjukkan oleh Webolutions: The Strategic Marketing Agency

"Kemitraan"
-
Starbucks Coffee Company telah dikenal untuk menciptakan kemitraan strategis
yang menunjukkan fakta bahwa cara lain untuk mengembangkan bisnis Anda
adalah mitra cerdas. Selama bertahun-tahun, Starbucks telah sangat
meningkatkan penjualan hanya dengan menggunakan strategi ini.

"Inovasi"
-
Selama bertahun-tahun, Starbucks Coffee Company telah dikenal untuk
memikirkan ide-ide kreatif dan inovatif untuk menambah produk atau jasa mereka.
Mereka telah menambahkan rasa yang berbeda untuk kopi mereka, makanan lebih
banyak pada menu mereka, dan bahkan menjadi salah satu pengalaman pertama
untuk menawarkan kemampuan internet di toko mereka.

"Pemasaran Merek"
-
Strategi pemasaran Starbucks selalu berfokus pada "word-of-mouth" yaitu
perkataan mulut. Iklan dan menjaga kualitas tinggi dari produk dan layanan mereka
berbicara sendiri. Selama bertahun-tahun, ini telah menjadi keunikan Starbucks,
dan telah memainkan peran besar dalam membuat Starbucks Coffee Company
sukses. Hal ini jelas bahwa perusahaan telah menciptakan teknik pemasaran sangat
individual agar sesuai dengan promosi dari merek Starbucks yang berlaku untuk
konsep unik ini dibangun di atas. Tapi Adelino de Almeida menulis sebuah artikel
blog yang bernama, "Starbucks" Strategi Pemasaran Baru: Iklan Seperti Semua
orang Lain " , di mana ia membahas bagaimana strategi pemasaran Starbucks
mungkin mencoba untuk akhirnya mengikuti semua orang pemasaran lain. Namun
demikian, strategi pemasaran Starbucks 'telah menyebabkan perusahaan mengalami
kesuksesan saat ini. Fakta ini sudah cukup untuk menyadari bahwa ada banyak yang
bisa dipelajari dari apa yang telah perusahaan ini dicapai untuk kepentingan usaha
kecil. Isabel Isidro, managing editor PowerHomeBiz.com, telah menulis sebuah
artikel yang sangat baik yang menguraikan apa usaha kecil bisa belajar dari
Starbucks

6. Strategi Starbucks Atasi Krisis

a. Memancing pelanggan di pagi dan sore hari juga.

Setelah mengatakan akan menutup ratusan toko, warung kopi akan


menawarkan paket murah untuk minum kopi di sore hari. Strategi ini tidak menjual
produk mereka, tetapi untuk meningkatkan angka penjualan. Seperti kita semua
tahu produsen minuman kopi ini akan menutup 600 toko dan memangkas
setidaknya 12 ribu karyawan. Tidak hanya unit usaha berlokasi di Amerika Serikat
saja, 61 dari 84 toko di Negeri Kanguru alias Australia juga ditutup. Akibatnya,
sekitar 700 karyawan akan diberhentikan. Shock ini dampak resesi ekonomi
mengalahkan negara Paman Sam yang mengakibatkan penurunan daya beli.
Kekacauan Ekonomi ini diperparah dengan harga minyak mentah dunia yang gila
dan jumlah perusahaan karena banyak menganggur keluar dari bisnis. Menyadari
kondisi yang kurang menguntungkan, manajemen Starbucks langsung melakukan
berbagai promosi. Salah satunya ya paket tesebut sore kopi. "Saat ini, kita harus
melihat relevansinya. Konsumen akan mencari harga yang tepat, "kata Vice
President Customer Relationship Management Starbucks Brad Stevens, seperti
dikutip dari Reuters. Target pelanggan, Starbucks cukup cerdik. Dia tidak hanya
menarik pelanggan di sore hari. Namun, juga di pagi hari. Caranya, Starbuck
memberikan diskon kepada pelanggan yang menunjukkan kuitansi pembelian di
pagi hari. Dengan demikian, perusahaan kopi kelas dunia yang mampu mengeruk
pembeli dua kali lipat. Bagi pelanggan yang menunjukkan tanda terima, maka
mereka hanya mengocek dana $ 2 per cangkir kopi. Hanya dengan uang belanja
yang cukup murah untuk ukuran di Amerika Serikat, pelanggan dilayani kopi atau
minuman jenis media grande ukuran. Para penggemar kopi ini kopi murah dapat
mulai pukul 14.00 waktu setempat. Stevens meyakini, Starbucks mampu
mengalahkan pesaingnya yakni Mc Donalds dan Burger King

b. Insentif Starbucks melakukan kampanye di dunia maya.

Mulai dari Twitter, Facebook, YouTube, ia diartikulasikan demi


menjangkau lebih banyak orang daripada melalui media tradisional. Strategi
pemasaran agak unik yang mereka lakukan, salah satunya adalah untuk ras di
Twitter. Starbucks memanfaatkan kekuatan jaringan situs untuk memberikan
tantangan kepada orang-orang untuk menjadi yang pertama untuk memposting
Starbucks foto poster di Twitter. Kampanye yang dimulai bulan ini, merupakan
langkah untuk melawan kampanye minuman kopi yang terbuat McDonald's dengan
anggaran gila mereka di TV, billboard, dan lainnya top-line media.
Starbucks percaya, melalui media online, selain anggaran yang mereka
keluarkan bisa ditekan, mereka dapat menangkap lebih banyak jumlah orang.
"Inilah perbedaan antara rilis dari dana jutaan dolar versus jutaan penggemar,"
begitu kata Mr Bruzzo dari Starbucks, kedai kopi jaringan yang telah mendunia ini.
Tidak hanya Twitter, situs video YouTube juga digunakan untuk promosi. Promosi
ini dikemas dalam sebuah kontes untuk karyawan. Rupanya, lomba foto dibuat
terinspirasi oleh apa yang rakyat melalui Facebook dan Twitter. Setiap tahun orang-
orang berlomba untuk posting foto pertama toko Starbucks yang dihiasi warna
merah selama liburan. Begitu juga di Flickr, mereka bersaing untuk memamerkan
foto
beberapa foto toko Starbucks di tembakan yang sama. Starbucks optimis
kampanye akan didukung oleh 1,5 juta penggemar Facebook dan 183.000 pengikut
di Twitter

D. ANALISIS PERILAKU ORGANISASI

1. Five Principles of Starbucks


Berdasarkan buku The Starbucks Experience, perusahaan tersebut
dalam menjalankan operasionalnya memberikan 5 prinsip yang ditanamkan
kepada karyawannya, yaitu :
a. Prinsip Pertama Lakukan dengan Cara Anda (Make it Your Own)
Starbucks memberikan kebebasan kepada karyawannya (atau partnernya) untuk
melakukan apa saja untuk memastikan konsumen mendapatkan pelayanan atau
pengalaman yang baik.
b. Prinsip Kedua Semuanya Penting (Everything Matters)
Karyawan Starbucks dilatih untuk selalu memperhatikan detail detail yang
terkecil yang sangat penting bagi konsumennya. Aktivitas ini dibedakan menjadi
2 aktivitas yaitu above deck (yang terlihat) maupun below deck (yang tidak
terlihat).
c. Prinsip Ketiga Kejutan dan Kesenangan (Surprise and Delight)
Di Starbucks, membudidayakan kemampuan mereka untuk memberikan
kepuasaan bagi pelanggannya dan melebihi apa yang mereka harapkan. Sehingga
karyawan harus mampu memberikan kejutan kejutan atau kesenangan dari
sumber sumber yang tak terduga.

d. Prinsip Keempat Terbuka Terhadap Kritik (Embrace Resistance)


Karyawan Starbucks harus selalu menerima masukan, baik yang positif maupun
yang negatif dan menggunakan masukan negatif tersebut sebagai pelajaran untuk
melakukan pengembangan.
e. Prinsip Kelima Leave Your Mark
Starbuks memiliki sebuah komitmen yang kuat disekitar mereka. Prinsip ini
terfokus pada aspek sosial perusaahaan, termasuk di dalamnya aktivitas tentang
lingkungan dan berbagai macam masalah sosial, atau yang biasa disebut dengan
Corporate Social Responsibility (CSR).

2. Teori Motivasi Hezberg


Dalam memahami sikap dan motivasi karyawan, Frederick Herzberg
melakukan penelitian untuk menentukan faktor faktor yang mempengaruhi
kepuasan dan ketidakpuasan karyawan terhadap lingkungan kerja mereka.
Penelitian tersebut dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap karyawan
yang puas dan tidak puas terhadap pekerjaan mereka. Herzberg menemukan
bahwa faktor yang memberikan kepuasan kerja berbeda dengan faktor yang tidak
memberikan kepuasan kerja. Herzberg menyebutnya motivators dan hygiene
factors.
Berikut adalah faktor faktor yang menyebabkan ketidakpuasan dan
kepuasan pekerjaan, serta diurutkan berdasarkan yang paling penting. Faktor
intrinsik tersebut sejalan dengan lima prinsip yang terdapat dalam buku Starbucks
experience yaitu :
1. Achievement Factor (faktor prestasi)
Starbucks dalam menjalankan bisnisnya berorintasi pada kepuasan karyawan,
sehingga dalam menjalankan bisnis karyawannya menjalankan bisnis sesuai
dengan cara mereka sendiri, dengan harapan konsumen puas dan akan kembali.
Karyawan juga mendapatkan keuntungan dengan mendapatkan diskon pada saat
membeli starbucks. Pelayanan yang baik secara tidak langsung perusahaan akan
mendapatkan konsumen loyal yang akan menghasilakan pendapatan bagi
perusahaan. Starbucks juga memberikan pembagian hasil keutungan melalui
saham kepada para karyawannya sebagai reward atas kerja mereka terhadap
perusahaan. Bonus untuk libur dan diskon bagi karyawan yang bekerja lebih dari
20 jam.

2. Recognition (Pengakuan)
Karyawan diberikan kebebasan dalam memberikan saran dan kritik terhadap
perusahaan dan perusahaan menghargai kritikan dan saran lalu menyikapinya
untuk kemajuan perusahaan. Starbucks menghargai karyawan sebagai mitra dan
diberikan kebebasan dalam menyampaikan saran dan kritiknya.

3. Work Itself (Bekerja Sendiri)


Karyawan Strabucks dalam menjalankan rutinitas kerjanya memunculkan
kebersamaan sebagai tim. Manajer adalah pimpinan tetapi karyawan bisa
melakukan pengambilan keputusan sejauh itu menguntungkan pelanggan dan
berdampak pada kepuasan pelanggan.

4. Responsibility (Tanggung jawab)


Starbucks memberikan kebebasan kepada karyawan namun harus disertai
tanggung jawab atas apa yang telah dilakukan. Karyawan mengemban tanggung
jawab untuk harus menjaga kualitas dari pelayanannya kepada konsumen.
Manajer memberikan kesempatan kepada barista untuk memberikan masukan dan
jam kerja yang fleksibel namun menuntut tanggung jawab agar memberikan yang
terbaik untuk kepuasan konsumen (Quality Service).
5. Advancement (Kemajuan)
Starbucks dalam pengembangan karyawan dengan memberikan kemungkinan
berkembang kepada karyawan hingga menjadi mitra suatu saat nanti sehingga
pengalaman bekerja di Starbucks adalah menyenangkan. Dalam pengembangan
karyawan Starbucks memberikan training kepada karyawan dalam pembuatan
kopi, pemilihan bahan baku kopi, hingga pengembangan bisnis.

6. Growth (Pertumbuhan)
Karyawan termotivasi dengan Starbucks memberikan kompensasi berupa
pembagian keuntungan kepada karyawan. Motivasi karyawan tercipta dengan
mereka bekerja dengan lingkungan yang menciptakan kenyamanan dan disertai
dengan penambahan bonus berupa pendapatan atas hasil bagi saham.