Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.


Puji serta syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
laporan praktikum eksplorasi mengenai Eksplorasi Sumur uii dan Parit uji Tidak
lupa pula penulis ucapkan shalawat dan salam kepada Nabi Besar Muhammad
SAW yang telah membimbing kita dari jalan yang sesat menuju jalan yang lurus
yang di ridhoi Allah SWT.
Terimakasih pula penulis ucapkan pada kedua orng tua, saudara, rekan
rekan dan pihak pihak yang telah membantu dalam hal dukungan moril, maupun
materil ketika penyususan laporan ini.
Penulis sangat mengharapkan agar laporan ini dapat di terima oleh
Instrukur. Penulis menyadari bahwa laporan ini sangat jauh dari sempurna. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran untuk dapat lebih
menyempurnakan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat untuk kita
semua. Aamiin
Wassalamuallaikum Wr. Wb.

Bandung, April 2017

Surya Saputra

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................1
DAFTAR ISI.......................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................3
1.1 Latar Belakang 3
1.2 Maksud dan Tujuan 3
1.2.1 Maksud..............................................................................3
1.2.2 Tujuan................................................................................3
BAB II LANDASAN TEORI..................................................................................4
2.1 Eksplorasi Sumur Uji dan Parit Uji 4
2.2 Sumur Uji 4
2.3 Parit Uji 4
2.4 Pemercontoan Pada Sumur Uji dan Parit Uji 5
BAB III KESIMPULAN.........................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pertambangan merupakan suatu kegiatan padat modal sehingga dalam
pelaksanannya meliputi berbagai macam tahapan yang harus dilakukan dengan
detail. Salah satu tahapan dari pertambangan adalah kegiatan ekslorasi, yang
terdiri dari beberapa tahapan, penyelidikan umum, eksplorasi awal dan studi
kelayakan ( menurut UU no.4 tahun 2009)..
Dalam dunia pertambangan kegiatan eksplorasi merupakan tahapan awal
guna mengetahui potensi bahan galian dari daerah yang akan diteliti, eksplorasi
terbagi menjadi dua yaitu eksplorasi langsung dan tidak langsung, perbedaanya
terletak pada kontak dengan bahan galian yang dituju dimana ekplorasi langsung
berkontak dengan bahan galian yang dituju.
Salah satu cara yang digunakan dalam eksplorasi langsung adalah
dengan membuat sumur uji dan parit uji, cara tersebut dapat dilakukan guna
mengetahui endapan yang yang tertutup oleh lapisan soil tau tanah penutup,
namun cara ini digunakan pada tipe endapan yang keterdapatnya tidak terlalu
dalam seperti endapan lateritic dan alluvial. Selain itu dapat dilakukan untuk
keperluan ekplorasi tidak langsung yaitu dengan metode geokimia.

1.2 Maksud dan Tujuan


1.2.1 Maksud
Sebagai pengantar agar praktikan dapat memahami tentang metode
eksplorasi langsung.
1.2.2 Tujuan
Tujuan dari pelaksanaan praktikum ini adalah:
Mengetahui fungsi sumur uji dan parit uji dalam kegiatan eksplorasi
Mengetahui metode pemercontoan yang digunakan pada sumur uji dan
parit uji
Dapat merekonstruksi dan mengkorelasikan data hasil sumur uji maupun
parit uji .

1
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Eksplorasi Sumur Uji dan Parit Uji


Kegiatan pemetaan pada tahap eksplorasi sering kali menemui kendala,
diantaranya adalah tidak di temukannya singkapan endapan bahan galian, atau
belum tersingkapnya endapan tersebut. Hal ini disebabkan karena adanya tanah
penutup yang menutupi bahan galian tersebut dengan demikian diperlukannya
sumur uji dan parit uji guna mengangkat tanah penutupnya. Sumur uji dan parit
uji ini digunakan untuk bahan galian yang tanah penutupnya tidak begitu tebal
atau bahan galian tersebut memiliki kedalaman yang relatif dangkal. Sumur uji
dan parit uji, selain digunakan untuk menyingkap bahan galin yang tertutup oleh
tanah penutup, juga digunakan untuk penyelidikan pada bahan galian yang
keterdapatannya tidak begitu dalam seperti pasir besi, endapan aluvial atau
endapan laterit.

2.2 Sumur Uji


Sumur uji (test pit) merupakan salah satu metode eksplorasi langsung
yang digunakan untuk pencarian endapan atau pemastian kemenerusan lapisan
dalam arah vertikal. Pembuatan sumur uji ini dilakukan jika dibutuhkan
kedalaman yang lebih 2,5 m. Pada umumnya suatu deretan sumur uji dibuat
searah jurus (strike), sehingga pola endapan dapat dikorelasikan dalam arah
vertikal dan horisontal. Sumur uji ini umum dilakukan pada eksplorasi endapan-
endapan yang berhubungan dengan pelapukan dan endapan-endapan berlapis.
Pada endapan berlapis, pembuatan sumur uji digunkana untuk mendapatkan
kemenerusan lapisan dalam arah kemiringan, variasi litologi atap dan lantai,
ketebalan lapisan, dkarakteristik variasi endapan secara vertikal, serta dapat
digunakan untuk keperluan percontoan. Biasanya sumur uji dibuat dengan
kedalaman sampai menembus keseluruhan lapisan endapan yang dicari, seperti
batubara atau mineralisasi berupa urat (vein).

2
3

Sumber: senyawa.com
Gambar 2.1
Sumur Uji

Pada endapan yang berhubungan dengan pelapukan (lateritik atau


residual), pembuatan sumur uji digunakan untuk mendapatkan batas-batas zona
lapisan (zona tanah, zona residual, zona lateritik), ketebalan masing-masing
zona, variasi vertikal masing-masing zona, serta pada deretan sumur uji dapat
dilakukan pemodelan bentuk endapan. Pada umumnya, sumur uji dibuat dengan
besar lubang bukaan 35 m dengan kedalaman bervariasi sesuai dengan tujuan
pembuatan sumur uji. Pada endapan lateritik atau residual, kedalaman sumur
ujidapat mencapai 30 m atau sampai menembus batuan dasar. Dalam
pembuatan sumur uji perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
Ketebalan horizon B (zona laterit/residual),
Ketinggian muka airtanah,
Kemungkinan munculnya gas-gas berbahaya (CO2, H2S),
Kekuatan dinding lubang, dan
Kekerasan batuan dasar.
Berikut merupakan ketentuan-ketentuan dalam pembuatan sumur uji antara
lain:
Sumur uji dibuat dengan ukuran penampang tertentu misalnya 1 x 1,5 m2
Kedalaman sumur uji tergantung pada kedalaman bahan galian yang
akan diselidiki
Dokumentasi dilakukan terhadap salah satu atau pada keempat dinding
sumur dengan cara membuat rebahan keempat dindingnya
Pemerian dinding sumur, batuan dan bahan galian dilakukan seperti pada
singkapan alami, yaitu berurutan dari atas ke bawah
Pemercontohan dilakukan dengan cara alur pada sinsing sumur,
pemercontohan ruah seluruh lubang setiap kedalaman 1 m atau pada
keempat sudut dengan ukuran 25 x 25 x 25 cm3.
4

2.3 Parit Uji


Parit uji merupakan salah satu metode eksplorasi langsung yang
dilakukan dalam observasi singkapan atau dalam kegiatan pencarian sumber
bahan galian. Pada observasi singkapan, paritan uji dilakukan dengan cara
menggali tanah penutup dengan arah relatif tegak lurus bidang perlapisan
(terutama pada endapan berlapis). Informasi yang diperoleh antara lain jurus
bidang perlapisan, kemiringan lapisan, ketebalan lapisan, dan karakteristik
perlapisan (ada split atau sisipan). Sedangkan pada pencarian sumber bijih, parit
uji dibuat berupa series dengan arah paritan relatif tegak lurus terhadap jurus
zona badan bijih, sehingga batas zona bijih tersebut dapat diketahui. Informasi
yang dapat diperoleh antara lain adanya zona alterasi, zona mineralisasi, arah
relatif (umum) jurus dan kemiringan.

Sumber: academia.edu
Gambar 2.2
Arah Penggalian Parit Uji

Pembuatan trenching (paritan) ini dilakukan dengan kondisi umum sebagai


berikut :
Digunakan untuk menyingkap bahan galian yang berpola memanjang
Terbatas pada overburden yang tipis,
Kedalaman penggalian umumnya mencapai 5 m, dengan bentuk
memanjang dan lebar berkisar 1 1,5 m
Pada kondisi lereng (miring) dapat dibuat mulai dari bagian yang
rendah, sehingga dapat terjadi mekanisme self drainage
(pengeringan langsung).
Dokumentasi dilakukan terhadap salah satu atau pada keempat
dinding parit dengan cara membuat rebahan pada dinding parit
Pemerian dinding sumur, batuan dan bahan galian dilakukan seperti
pada singkapan alami, yaitu berurutan dari atas ke bawah
5

Pemercontoan dilakukan dengan cara alur pada dinding ayau dasar


parit.

Sumber: slideshare.com
Foto 2.1
Parit Uji

2.4 Pemercontoan Pada Sumur Uji dan Parit Uji


Secara umum metode pemercontoan yang digunakan pada sumur uji dan
parit uji adalah sebagai berikut:
1. Channel sampling, cara ini dilakukan untuk endapan lepas atau batuan
dan tubuh bijihnya berbentuk memanjang
Ukuran channel: panjang 100 cm atau di sepanjang perubahan
mineralisasi, lebar 10 cm, dan dalam 5 cm.
Letak channel memotong ketebalan tubuh bijih
Pengambilan percontoh diambil setiap 1 m atau setiap terdapat
perubahan zona mineralisasi

Sumber: academia.edu
6

Gambar 2.3
Chanel pada sumur uji

2. Bulk sampling
Pada keemppat sudut, digunakan terutama untuk endapan plaser
yang sebaran bahan berharganya relatif merata

Ukuran 25 x 25 cm2, serta di tengahnya


Kedalaman 25 50 cm, atau setiap ada perubahan formasi
Pada seluruh lubang dengan kedalaman 1 meter atau pada setiap
perubahan zona mineralisasi. Cara ini digunkana untuk endapan
plaser yang sebaran bahan galiannya tidak merata.
BAB III
KESIMPULAN

Sumur uji dan parit uji merupakan metode eksplorasi langsung yang
digunakan untuk bahan galian yang tanah penutupnya tidak begitu tebal atau
bahan galian tersebut memiliki kedalaman yang relatif dangkal. Sumur uji
digunakan untuk pencarian endapan atau pemastian kemenerusan lapisan
dalam arah vertikal dan Parit uji dilakukan dalam observasi singkapan atau
dalam kegiatan pencarian sumber bahan galian. Sumur uji dan parit uji berfungsi
untuk mengetahui arah strike endapan, dip atau kemiringan endapan, ketebalan
endapan, serta variasi litologi roof dan floor suatu endapan.
Metode pemercontoan yang digunakan pada sumur uji dan parit uji
adalah channel sampling dan bulk sampling. Channel sampling biasanya
dilakukan untuk endapan lepas atau batuan dan tubuh bijihnya berbentuk
memanjang sedangkan bulk sampling dilakukan untuk endapan plaser.
Parit uji dan sumur uji direkontruksi guna mendapatkan gambaran dari
bahan galian yang dituju. Dengan cara mengkorelasikan data yang di dapat
( data deskripsi) dengan datan lain.

7
DAFTAR PUSTAKA

1. Surya, 2017 Catatan Kuliah Teknik Eksplorasi Tahun 2017


2. Muchsin, Machali dan Staff Instruktur Lab. Eksplorasi. 2017. Diktat
Penuntun Praktikum Teknik Eksplorasi. Bandung: UNISBA
3. Ayu, dewi 2014 : Sumur Uji dan Parit uji academia.edu, diakses pada 15
april2017
4. Dani. 2013. Sumur uji dan Parit uji . https://www.academia.edu/ Diakses
pada 015 april 2017. Pukul 20.38 WIB
5. Yadi, Abdul. 2013. Teknik Pemerconto. Slideshare.net/. Diakses pada 15
april 2017. Pukul 19.59 WIB