Anda di halaman 1dari 41

RANGKAIAN LISTRIK

Kuliah 4 ( Analisa Arus Cabang dan Simpul DC )


ANALISA ARUS CABANG DAN SIMPUL DC
Metoda analisis rangkaian sebenarnya merupakan salah
satu alat bantu untuk menyelesaikan suatu permasalahan
yang muncul dalam menganalisis suatu rangkaian, bilamana
konsep dasar atau hukum-hukum dasar seperti Hukum
Ohm dan Hukum Kirchoff tidak dapat menyelesaikan
permasalahan pada rangkaian tersebut.

Pada bab ini akan dibahas tiga metoda analisis rangkaian


yang akan dipakai, yaitu : analisis node dan analisis mesh
dan analisis arus cabang.
ANALISIS NODE (1)
Analisis node berprinsip pada Hukum Kirchoff I (KCL=Kirchoff
Current Law atau Hukum Arus Kirchoff = HAK ), dimana :

jumlah arus yang masuk dan keluar dari suatu titik percabangan
akan sama dengan nol, dan tegangan merupakan parameter yang
tidak diketahui.

Atau analisis node lebih mudah jika pencatunya semuanya adalah


sumber arus.
ANALISIS NODE (2)
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada analisis node, yaitu :
Tentukan node referensi sebagai ground (potensial nol).
Tentukan node voltage, yaitu tegangan antara node non referensi
dan ground.
Asumsikan tegangan node yang sedang diperhitungkan lebih
tinggi daripada tegangan node manapun, sehingga arah arus
keluar dari node tersebut positif.
Jika terdapat N node, maka jumlah node voltage adalah (N-1).
Jumlah node voltage ini sama dengan banyaknya persamaan yang
dihasilkan (N-1).
Analisis node mudah dilakukan bila pencatunya berupa sumber
arus. Apabila pada rangkaian tersebut terdapat sumber tegangan,
maka sumber tegangan tersebut diperlakukan sebagai supernode,
yaitu menganggap sumber tegangan tersebut sebagai satu node.
ANALISIS NODE (3)
Node = setiap titik disepanjang kawat yang sama

Contoh
6K V

10V
4K

3 node
ANALISIS NODE (4)
Berapa banyak node ada di dalam rangkaian di bawah
ini ?
MENENTUKAN PERSAMAAN
arus yang masuk node = arus yang meninggalkan node

v1 v1 v2
Pada node 1 : 3.1
2 5
v2 v v
Pada node 2 : 2 1 - (-1.4)
1 5
CONTOH
4
-3A

3 V2 2 V3
V1

-8A 1 -25A
5

0V

Berapa banyak node atau persamaan ?


4
-3A

3 V2 2 V3
V1

-8A 1 -25A
5

0V

Node 1 V1 V 3 V1 V 2
8 3 0
4 3
96 3V 1 3V 3 36 4V 1 4V 2 0

Persamaan 1 7V 1 4V 2 3V 3 132
4
-3A

3 V2 2 V3
V1

-8A 1 -25A
5

0V

Node 2 V 2 V1 V 2 V 3 V 2 0
3 0
3 2 1
2V 2 2V 1 18 3V 2 3V 3 6V 2 0
Persamaan 2 2V 1 11V 2 3V 3 18
4
-3A

3 V2 2 V3
V1

-8A 1 -25A
5

0V

Node 3 V 3 V 2 V 3 V1 V30
25 0
2 4 5
10V 3 10V 2 5V 3 5V 1 500 4V 3 0
Persamaan 3 5V 1 10V 2 19V 3 500
3 Persamaan Keseluruhannya

7V 1 4V 2 3V 3 132
2V 1 11V 2 3V 3 18
5V 1 10V 2 19V 3 500
Aturan Cramer (Opsional)
7V 1 4V 2 3V 3 132
2V 1 11V 2 3V 3 18
5V 1 10V 2 19V 3 500

132 4 3
18 11 3
500 10 19 780
V1 0.956
7 4 3 816
2 11 3
5 10 19
7 132 3
2 18 3
5 500 19 8628
V2 10.576
7 4 3 816
2 11 3
5 10 19
7V 1 4V 2 3V 3 132
2V 1 11V 2 3V 3 18
5V 1 10V 2 19V 3 500 7 4 132
2 11 18
5 10 500 26220
V3 32.132
7 4 3 816
2 11 3
5 10 19
ANALISIS MESH (LOOP) (1)
Arus loop adalah arus yang dimisalkan mengalir dalam suatu
loop (lintasan tertutup). Arus loop sebenarnya tidak dapat
diukur (arus permisalan).
Berbeda dengan analisis node, pada analisis ini berprinsip pada
Hukum Kirchoff II (KVL = Kirchoff Voltage Law atau Hukum
Tegangan Kirchoff = HTK), dimana :
jumlah tegangan pada satu lintasan tertutup sama dengan nol
atau arus merupakan parameter yang tidak diketahui.
ANALISIS MESH (LOOP) (2)
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
Buatlah pada setiap loop arus asumsi yang melingkari loop.
Pengambilan arus loop terserah kita yang terpenting masih
dalam satu lintasan tertutup. Arah arus dapat searah satu sama
lain ataupun berlawanan baik searah jarum jam maupun
berlawanan dengan arah jarum jam.
Biasanya jumlah arus loop menunjukkan jumlah persamaan arus
yang terjadi.
Metoda ini mudah jika sumber pencatunya adalah sumber
tegangan.
Jumlah persamaan = Jumlah cabang Jumlah junction + 1
Apabila ada sumber arus, maka diperlakukan sebagai supermesh.
Pada supermesh, pemilihan lintasan menghindari sumber arus
karena pada sumber arus tidak diketahui besar tegangan
terminalnya.
CONTOH :
CONTOH :
Gunakan analisis Mesh untuk menentukan Vx

1 I2 2

+ Vx -
7V I1
3
6V
I3 1
2
7 1( I1 I 2) 6 2( I1 I 3) 0
1 I2 2
3I 1 I 2 2 I 3 1 Persamaan 1
+ Vx -
7V
I1 3
6V 1( I 2 I1) 2 I 2 3( I 2 I 3) 0
I3 1
2 I1 6 I 2 3I 3 0 Persamaan 2

2( I 3 I1) 6 3( I 3 I 2) I 3 0
2 I1 3I 2 6 I 3 6 Persamaan 3

I1 = 3A, I2 = 2A, I3 = 3A

Vx = 3(I3-I2) = 3V
Bagaimana memilih antara analisis Node
dan Mesh ???
Pilihlah salah satu yang persamaan nya paling sedikit untuk
menyelesaikan masalah!!!
CONTOH :
Dari contoh-contoh sebelumnya, analisis Node
mempunyai beberapa persamaan
7V

1 2

V1
+ Vx - V2
7V
3
7A
V3 1
2

0V
Contoh :
Kebergantungan Sumber

Tentukan Vx
I2
1 2

+ Vx -
15A I1
3
1/9 Vx
I3 1
2
I1 15 Persamaan 1
I2
1 2

+ Vx - 1( I 2 I1) 2 I 2 3( I 2 I 3) 0
15A I1
3
I1 6 I 2 3I 3 0 Persamaan 2
1/9 Vx
I3 1 1 Persamaan 3
2 I 3 I1 Vx
9
Vx 3( I 3 I 2) Persamaan 4

I1=15A, I2=11A, I3=17A

Vx = 3(17-11) = 18V
Contoh soal :
j2 j2
A
I +
I1 + I2
+ + +
3 0oA V1 1/2 V1 12 0oV V1 1/2 V1
- - -
-
-
(a) (b)
Dari gambar diatas didapatkan :

I I1 I 2

V1 4 I 4 I 1 I 2
I1 30o A
Persamaan arus mesh :

V1 0,5V1 j 2 I 2 0
I1 30 o 3
I2 225o

1 j 2 45o 2
TEOREMA SUPERPOSISI
Pada teorema ini hanya berlaku untuk rangkaian yang
bersifat linier, dimana rangkaian linier adalah suatu
rangkaian dimana persamaan yang muncul akan memenuhi
jika y = kx,
dimana k = konstanta dan x = variabel.

Dalam setiap rangkaian linier dengan beberapa buah


sumber tegangan atau sumber arus dapat dihitung dengan
cara :
Menjumlah-aljabarkan tegangan atau arus yang disebabkan
tiap sumber independent atau bebas yang bekerja sendiri,
dengan semua sumber tegangan atau arus independent atau
bebas lainnya dan diganti dengan impedansi dalamnya.
ELEMEN LINEAR VS. RANGKAIAN
LINEAR
Elemen Linear : elemen pasif yang mempunyai
hubungan tegangan-arus linear :
v(t)=R*i(t)
Sumber bergantung Linear : sumber yang outputnya
proporsional hanya pada nilai pertama : v1 = 0.6i1-
14v2
Rangkaian Linear : mengandung sumber yang bebas,
sumber bergantung linear , dan elemen linear
CONTOH :

1V 1V

1 1 I1 1 I2
I total

2V 2V

I1 = 1A

I2 = 2A

I total = 1+2 = 3A
CONTOH :

1A 1A
1 1 I1 1 I2
I total

2V 2V

I1 = 1A

I2 = 0A

I total = 1+0 = 1A
CONTOH :

Tentukan tegangan Vx

6 4
+
42V 3 Vx 10V
-
6 4
+
42V 3 Vx
-

(3 || 4) (12 / 7)
Vx( 42V ) 42 42
6 (3 || 4) 6 (12 / 7)
9.333V
6 4
+
3 Vx 10V
-

(6 || 3) 2
Vx(10V ) 10 10
(6 || 3) 4 24
3.333V
6 4
+
42V 3 Vx 10V
-

Vx Vx( 42V ) Vx(10V )


9.333 3.333 6V
CONTOH :
Gunakan superposisi untuk menentukan ix
CONTOH :

i x' = 0.2 A i x'' = 0.8 A

i x = 1.0 A
SUPERPOSISI DAN
SUMBER YANG TIDAK BEBAS

satu yang tidak dapat menggunakan superposisi


terhadap sumber yang tidak bebas!!!
Contoh :
Hukum Tegangan Kirchoff:

10 2i x' 1i x' 2i x' 0


i x' 2
Supermesh:
2i x 1(i x 3) 2i x
'' '' ''
0
i x 0.6
''
i x i x' i x''
2 (0.6) 1.4 A
Teorema Thevenin
Pada teorema ini berlaku bahwa :
Suatu rangkaian listrik dapat disederhanakan dengan hanya terdiri dari
satu buah sumber tegangan yang dihubung-serikan dengan sebuah
impedansi ekivelennya pada dua terminal yang diamati.

Teorema Norton
Pada teorema ini berlaku bahwa :
Suatu rangkaian listrik dapat disederhanakan dengan hanya terdiri dari
satu buah sumber arus yang dihubung-paralelkan dengan sebuah
impedansi ekivelennya pada dua terminal yang diamati.

Transformasi Sumber
Resistor yang paralel dengan sumber arus ditransformasi menjadi
sumber tegangan dihubung seri dengan resistor.