Anda di halaman 1dari 7

KORELASI PANCASILA DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN

PUSKESMAS PEMBANTU

MAKALAH INI DISUSUN UNTUK MEMENUHI

TUGAS MATAKULIAH PANCASILA


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................................................i

DAFTAR ISI ........................................................................................................................... 2

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................... 3

1.1 Latar Belakang .......................................................................................................... 3

1.2 Tujuan ....................................................................................................................... 3

1.3 Rumusan Masalah .................................................................................................... 3

BAB II PEMBAHASAN ......................................................................................................... 4

2.1 Kebijakan Pembangunan Puskesmas Pembantu ....................................................... 4

2.2 Korelasi Pancasila dan Kebijakan Pembangunan Puskesmas Pembantu .................. 4

BAB III PENUTUP .................................................................................................................. 6

3.1 Kesimpulan ............................................................................................................... 6

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................... 7

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan
yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana
dimaksud dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945. Sistem kesehatan nasional merupakan suatu tatanan yang mencerminkan
upaya bangsa Indonesia untuk meningkatkan kemampuannya mencapai derajat
kesehatan yang optimal sebagai perwujudan kesejahteraan umum. Salah satu sasaran
yang ingin dicapai dalam sistem kesehatan nasional adalah menjamin tersedianya
pelayanan kesehatan bermutu, merata, dan terjangkau oleh masyarakat secara
ekonomis, serta tersedianya pelayanan kesehatan tidak semata-mata berada di tangan
pemerintah melainkan mengikutsertakan sebesar-besarnya peran aktif segenap anggota
masyarakat.
Untuk mencapai tujuan sistem kesehatan nasional tersebut, pemerintah
melakukan pembangunan sarana Puskesmas yang tidak hanya terbatas di perkotaan
saja. Pemerintah juga membuat kebijakan pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu)
di daerah terpencil. Pembangunan Pustu tersebut dapat membantu dalam mewujudkan
kesejahteraan rakyat.

1.2 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah mahasiswa diharapkan mengerti bahwa
kebijakan pembangunan puskesmas pembantu sesuai dengan nilai- nilai Pancasila.

1.3 Rumusan Masalah


Permasalahan yang disampaikan dalam makalah ini yaitu
1. Apa itu Puskesmas Pembantu?
2. Bagaimana korelasi Pancasila dengan kebijakan Pembangunan Puskesmas
Pembantu?

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Kebijakan Pembangunan Puskesmas Pembantu


Puskesmas Pembantu (Pustu) adalah unit pelayanan kesehatan yang
sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu memperluas jangkauan Puskesmas
dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan Puskesmas dalam ruang
lingkup wilayah yang lebih kecil serta jenis dan kompetensi pelayanan yang
disesuaikan dengan kemampuan tenaga dan sarana yang tersedia.

Untuk melancarkan pelaksanaan fungsi pelayanan kesehatan masyarakat,


puskesmas pembantu merupakan bagian utama dalam jaringan pelayanan puskesmas,
dalam jaringan pelayanan Puskesmas di setiap wilayah Desa dan kelurahan pustu
merupakan bagian integral dari puskesmas, dalam ruang lingkup wilayah yang lebih
kecil dan derajat kecanggihan yang lebih rendah. Di Kabupaten masalah keterbatasan
penduduk miskin untuk menjangkau pelayanan kesehataan juga sangat terasa. Dengan
berbagai hambatan, letak geografis dan sarana transportasi seharusnya pustu menjadi
pilihan masyarakat untuk dimanfaatkan karena merupakan satu-satunya pelayanan
kesehatan yang bisa di jangkau oleh masyarakat.

Kebijakan tentang puskesmas pembantu disebutkan dalam Keputusan


Menteri Kesehatan Nomor 128/MENKES/SK/II/2004 tentang Kebijakan Dasar
Puskesmas. Dalam keputusan menteri tersebut disebutkan bahwa untuk menjangkau
seluruh wilayah kerjanya, puskesmas diperkuat dengan puskesmas pembantu dan
puskesmas keliling. Tercatat pada tahun 2000 jumlah puskesmas di seluruh Indonesia
adalah 7.277 unit dengan puskesmas pembantu 21.587 unit.

2.2 Korelasi Pancasila dan Kebijakan Pembangunan Puskesmas Pembantu


Pancasila merupakan dasar falsafah Negara Republik Indonesia secara resmi
tercantum di dalam alenia ke-empat Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, yang
ditetapkan oleh PPKI tanggal 18 Agustus 1945. Pancasila yang disahkan sebagai dasar
negara yang dipahami sebagai sistem filsafat bangsa yang bersumber dari nilai-nilai
budaya bangsa. Sebagai ideologi, nilai-nilai Pancasila sudah menjadi budaya dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia.

4
Dalam membuat kebijakan pun pemerintah harus berlandaskan pada
Pancasila. Salah satu kebijakan pemerintah yang sesuai dengan Pancasila adalah
kebijakan pembangunan puskesmas pembantu. Kebijakan ini sesuai dengan nilai dasar
Pancasila sila ke-5 yang berbunyi Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Bahwa adanya puskesmas pembantu dapat memberikan pelayanan kesehatan bagi
masyarakat terutama masyarakat di daerah terpencil. Kesehatan tersebut merupakan
bagian dari bidang sosial, sedangkan pelayanan yang dapat dirasakan masyarakat di
daerah terpencil merupakan cerminan dari keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sehingga dapat dikatakan bahwa korelasi antara Pancasila dengan kebijakan
pembangunan puskesmas pembantu adalah berbanding lurus atau sejalan.

5
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Korelasi antara Pancasila dengan kebijakan pembangunan puskesmas


pembantu adalah berbanding lurus atau sejalan. Kebijakan ini sudah sesuai dengan
nilai dasar Pancasila sila ke-5 yang berbunyi Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia. Bahwa adanya puskesmas pembantu dapat memberikan pelayanan
kesehatan bagi semua lapisan masyarakat.

6
DAFTAR PUSTAKA

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 128/MENKES/SK/II/2004 tentang Kebijakan Dasar


Puskesmas.

Mahardhika, A. Putry, 2013, RESPON MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN


KESEHATAN GRATIS DI PUSKESMAS PALAKKA DESA PANYILI KECAMATAN
PALAKKA KABUPATEN BONE

Maulida, R. Mirfat, 2012, http://mirfat-rm.blogspot.co.id/2012/06/pancasila-sebagai-


landasan-pembangunan.html, diunduh tanggal 25 September 2015

Mulyati, Rohima, 2011, http://rohimamulyati.blogspot.com/2011/04/nilai-nilai-dasar-sila-


ke-5.html, diunduh tanggal 25 September 2015

Wahyu, 2011, http://atahira.blogspot.co.id/2011/02/kebijakan-pemerintah-tentang.html,


diunduh tanggal 25 September 2015