Anda di halaman 1dari 4

SISTEM INFORMASI GEOGRAFI BERBASIS WEB UNTUK

PEMETAAN PARIWISATA KABUPATEN KUDUS


Oleh: Citra N
Teknik Informatika
Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi
Universitas Semarang
citra.ti09@gmail.com

ABSTRACT
Kudus is a small city located in Central Java that have potential in the tourism area. Tourism in
the Kudus district always visited by tourists every year, but there is no system that used by tourists to
search information of tourism location. Therefore, it needs a web-based geographic information
system to map tourism and the facilities that spread in many districts of Kudus. The method that used
in the manufacture of geographic information systems is the waterfall method. The system create with
the PHP programming language and CodeIgniter as framework. Meanwhile, to display the map using
the googlemaps and JSMin library. The information that presented in the digital map and picture
locations allows travelers to identifying the location of tourism and facilities that intended.

Keyword: geographic information system, tourism, map

1. PENDAHULUAN Kudus. Sistem yang menangani masalah


Kabupaten Kudus adalah sebuah kabupaten informasi lokasi itulah yang disebut dengan
kecil yang terletak di propinsi Jawa Tengah. sistem informasi geografi (SIG). SIG membantu
Kudus terkenal sebagai daerah industri dan manusia memahami dunia nyata dengan
perdagangan yang mampu memberikan melakukan proses-proses manipulasi dan
kontribusi besar terhadap perkembangan presentasi data yang direalisasikan dengan
pembangunan daerah maupun nasional. Selain lokasi-lokasi geografis di permukaan bumi [2].
potensi industri dan perdagangan, kabupaten Sebelum penelitian sistem informasi
Kudus juga mempunyai potensi di bidang geografi berbasis web untuk pemetaan
pariwisata. pariwisata kabupaten Kudus ini, telah dilakukan
Menurut Organisasi Pariwisata Dunia, beberapa penelitian tentang sistem informasi
pariwisata adalah suatu perjalanan yang geografi pariwisata. Salah satu diantaranya
dilakukan untuk rekreasi atau liburan, dan juga adalah penelitian berjudul Pemetaan Sarana
persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini. dan Prasarana Objek Pariwisata di Kabupaten
Sedangkan wisatawan adalah seseorang yang Semarang Jawa Tengah Menggunakan Sistem
melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80 Informasi Geografi. Penelitian tersebut lebih
km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan ditekankan untuk memperkenalkan seluruh
rekreasi.[1] lokasi pariwisata yang berada di kawasan
Terdapat banyak objek wisata di kabupaten kabupaten Semarang.[3]
Kudus yang selalu ramai dikunjungi oleh Perbedaaan penelitian ini dengan penelitian
banyak wisatawan setiap tahunnya, terutama sebelumnya terletak pada teknologi yang
wisata sejarah dan religi. Dalam wisata sejarah digunakan untuk menampilkan peta digital.
dan religi ini wisatawan dapat mengunjungi Selain itu, konten dari website pada sistem ini
Museum Kretek, Menara Kudus, Makam Sunan juga dikembangkan sehingga lebih lengkap dan
Kudus dan Sunan Muria. Objek wisata yang memenuhi kebutuhan wisatawan. Tujuan utama
lain diantaranya adalah Air Terjun Monthel, dari pembuatan sistem ini adalah untuk
Rejenu Ecotourism, Sumber Air Tiga Rasa, memudahkan wisatawan dalam mencari
Galeri Seni dan Taman Krida Wisata. Selain informasi, baik informasi letak geografis
objek wisata, terdapat juga tempat menginap maupun informasi lain dari suatu objek wisata
dan rumah makan di sekitar objek wisata. dan fasilitas yang ada di sekitarnya.
Pariwisata di kabupaten Kudus sangat
potensial dan sering dikunjungi oleh wisatawan, 2. METODE PEMBUATAN SISTEM
akan tetapi belum ada sebuah sistem yang bisa Metode yang digunakan dalam pembuatan
digunakan oleh wisatawan untuk mencari sistem informasi geografi ini adalah metode
informasi lokasi objek wisata beserta waterfall. Metode ini meliputi Requirements
fasilitasnya di kabupaten Kudus. Oleh karena analysis and definition, System and software
itu dibutuhkan suatu sistem berbasis web untuk design, Implementation and unit testing,
memetakan objek wisata dan fasilitasnya yang Integration and system testing dan Operation
tersebar di beberapa kecamatan di kabupaten and maintenance.[4]
1
Perancangan sistem merupakan bagian dari admin dan wisatawan. Tugas umum dari admin
tahapan system and software design pada adalah menginput dan mengelola data
metode waterfall yang digunakan pada pariwisata yang ada pada databse sistem. Data
pembuatan sistem ini. Tahapan ini berfokus pariwisata yang diinputkan admin akan
pada pemodelan alur sistem dan struktur ditampilkan dalam bentuk peta pariwisata digital
database. yang dapat diakses oleh wisatawan tanpa
melakukan login ke dalam sistem. Selain
2.1 Pemodelan Alur Sistem mengakses peta pariwisata digital, wisatawan
Pemodelan alur sistem menggunakan Data juga dapat mengisi buku tamu sehingga terjadi
Flow Diagram (DFD). DFD adalah diagram interaksi antara wisatawan dan admin yang
yang menggunakan notasi simbol untuk mengelola sistem. Interaksi ini bertujuan untuk
menggambarkan arus data sistem.[5] mengetahui komentar wisatawan terhadap
Diagram konteks atau DFD tingkat atas sistem sehingga dari komentar tersebut dapat
(DFD Top level) merupakan tahap pertama dari dilakukan perbaikan terhadap sistem maupun
pembuatan DFD. Diagram ini berisi gambaran perbaikan pada objek wisata yang dikunjungi
sistem secara umum. wisatawan. Diagram konteks sistem informasi
Sistem informasi geografi pariwisata geografi pariwisata kabupaten Kudus dapat
kabupaten Kudus mempunyai 2 user yakni dilihat pada Gambar 1.

Id_login, Data_komentar
Data_pariwisata,
Data_komentar

SIG
Admin Parisiwata Wisatawan
Kab. Kudus

Hak_akses_db,
Peta_pariwisata, Buku_tamu,
Buku_tamu Peta_pariwisata

Gambar 1. Diagram konteks

2.2 Perancangan Basis Data menggunakan susunan data yang disimpan


Perancangan Basis Data menggunakan dalam sistem secara abstrak.[6]
Entity Relationship Diagram (ERD). ERD ERD dalam perancangan sistem informasi
adalah suatu model jaringan yang ini dapat dilihat pada Gambar 2.

Id_kec Nama_kec

kecamatan
1 1
1
memiliki memiliki
memiliki
Id_hotel
Id_obj Id_gbr
X M Id_resto
Nama_obj Id_kec M
M y
Ket_obj Nama_resto
Objek_
hotel restoran
wisata Ket_resto
Id_gbr
Y 1 1 Ket_hotel 1
Nama_hotel Y Id_gbr
Id_kec
X X Id_kec
memiliki

memiliki memiliki
M
M M
Gambar

Id_gbr kategori
foto
Gambar 2. ERD

2
Pada Gambar 2 dapat dilihat bahwa sistem sesuai kebutuhan pengguna kemudian
ini menggunakan 5 tabel yakni tabel dilakukan pemeriksaan terhadap modul yang
kecamatan, tabel objek wisata, tabel hotel, telah dibuat.
tabel restoran dan tabel gambar yang saling Sistem ini dibuat dengan bahasa
berelasi. Relasi antara tabel kecamatan dengan pemrograman PHP dengan Codeigniter
tabel objek wisata adalah one-to-many. Hal ini sebagai framework. Sedangkan untuk
dikarenakan setiap satu kecamatan memiliki menampilkan peta menggunakan library
banyak objek wisata. Relasi one-to-many ini googlemaps dan jsmine yang diintegrasikan
juga berlaku untuk tabel hotel dan restoran dengan sistem.
yang mempunyai hubungan dengan tabel Sistem ini mempunyai tiga form input, yakni
kecamatan. input objek wisata, input hotel dan input
Tabel kecamatan mempunyai atribut id_kec restoran. Pada Gambar 3 menampilkan
dan nama_kec. Sedangkan pada tabel objek antarmuka dari form input objek wisata.
wisata, tabel hotel dan tabel restoran, masing- Antarmuka ini hanya bisa diakses oleh admin.
masing mempunyai atribut id, nama, Admin dapat memasukkan data objek wisata
keterangan, id_gbr, id_kec, x dan y. Atribut x yang meliputi nama objek wisata, kecematan,
dan y digunakan untuk menyimpan koordinat keterangan objek wisata, mengunggah gambar
dari objek. dan melakukan marking atau penandaan lokasi
wisata pada peta digital. Setelah muncul
3. IMPLEMENTASI DAN ANALISA HASIL marker berupa tanda berwarna merah, maka
Implementasi merupakan bagian dari akan ditampilkan koordinat X dan Y dari lokasi
tahapan implementation and unit testing pada tersebut yang akan disimpan dalam database.
metode waterfall. Pada tahapan ini mengubah Setelah semua field terisi, admin dapat
perancangan ke dalam bahasa pemrograman melakukan klik pada tombol simpan.

Gambar 3. Antarmuka form input objek wisata


Setelah admin memasukan data dan kecamatan. Setelah memilih nama kecamatan
melakukan penandaan lokasi, maka kemudian melakukan klik pada tombol cari,
selanjutnya akan dilakukan pengujian. maka ditampilkan beberapa tanda lokasi atau
Pengujian tersebut akan membuktikan apakah marker pada peta digital yang menunjukan
penandaan yang dilakukan admin dapat lokasi dari objek wisata, tempat menginap
ditampilkan pada peta digital yang akan diakses maupun rumah makan yang ada pada sebuah
oleh wisatawan. kecamatan. Ketika dilakukan klik pada marker,
Gambar 4 merupakan antarmuka untuk maka ditampilkan gambar dan informasi
pencarian objek wisata yang dapat diakses oleh mengenai objek yang berada pada lokasi
wisatawan. Pada antarmuka ini wisatawan tersebut.
dapat melakukan pencarian berdasarkan nama

Gambar 4. Peta digital dengan marker

4. KESIMPULAN [2] Prahasta, Eddy. (2001). Konsep-konsep


Sistem informasi geografi pariwisata Dasar Sistem Informasi Geografis.
kabupaten Kudus ini dapat digunakan oleh Bandung : Informatika.
wisatawan untuk mencari informasi objek [3] Febrian Wahyu Christanto, Susanto. (2008).
wisata, hotel dan restoran yang ada di Pemetaan Sarana Dan Prasarana
kabupaten Kudus. Informasi yang disajikan Objek Pariwisata Di Kabupaten
berupa peta digital disertai gambar objek Semarang Jawa Tengah
memudahkan wisatawan dalam mengenali Menggunakan Sistem Informasi
lokasi objek wisata, tempat menginap maupun Geografi. Jurnal Transformatika,
rumah makan yang dituju. 10(2), 55-62.
Sistem informasi geografi pariwisata ini [4] Sommerville, Ian. (2004). Software
masih dapat dikembangkan menjadi sistem Engineering, 7th Edition. Addison
yang berbasis mobile yang diintegrasikan Wesley
dengan GPS sehingga lebih memudahkan [5] Jogiyanto, Hartono. (2005). Analisis &
wisatawan dalam mengakses sistem dan Desain Sistem Informasi
memudahkan dalam menentukan arah menuju Pendekatan Terstruktur Teori dan
objek. Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta:
Andi.
DAFTAR PUSTAKA [6] Ladjamudin, Al bahra. (2005). Konsep
[1] Ismayanti. (2009). Pengantar Pariwisata. Sistem Basis Data dan
Jakarta : Grasindo. Implementasinya. Yogyakarta:
Graha Ilmu.