Anda di halaman 1dari 12

TUGAS

AKUNTANSI MANAJEMEN LANJUTAN

KASUS: MERCEDES-BENZ
ALL ACTIVITY VEHICLE (AAV)

OLEH:

MONICA ROSA LINA


PPAk 01-22-05

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI


UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2017
LATAR BELAKANG

Mercedes-Benz adalah sebuah perusahaan otomotif asal Jerman yang


memproduksi berbagai macam kendaraan seperti mobil, truk, dan bus. Selain
menjadi alah satu perusahaan mobil paling dikenal di dunia, Mercedes-Benz juga
menjadi perusahaan mobil tertua di dunia yang bertahan hingga sekarang. Mobil
berlogo bintang ini terkenal berteknologi dan memiliki tingkat keamanan yang
tinggi.
Mercedes-Benz adalah divisi dari Daimler AG, yang bermula dari
penemuan Karl Benz atas mobil berbahan bakar bensin pertama di dunia yang
dipatenkan bulan Januari 1886, yaitu Benz Patent Motorwagen. Mercedes-Benz
juga mendapat pengaruh besar dari Gottlieb Daimler serta teknisi Wilhelm
Maybach.
Selama resesi mulai pada awal 1990an, Mercedez-Benz (MB) berjuang
dengan pengembangan produk, efesiensi biaya, pembelian material, dan masalah
dalam menghadapi perubahan pasar. Pada 1993, masalah ini menyebabkan
penjualan kemerosotan terburuk dalam dekade, dan pembuat mobil mewah itu
kehilangan uang untuk pertama kalinya dalam sejarah. Sejak itu, MB harus
mengurut bisnis intinya, mengurangi partisi dan kekomplekan sistem, dan
membangun program rekayasa serentak dengan pemasok.
Dalam pencarian pangsa pasar tambahan, segmen pasar baru, dan celah
baru, MB memulai pengembangan jarak dari produk baru. Pengenalan produk baru
termasuk C-class pada 1993, E-class pada 1995, sportater SLK baru pada 1996, dan
A-class dan M-class All Activity Vehicle (AAV) pada 1997. Mungkin projek
terbaru paling radikal dan paling besar dari MB adalah AAV. Pada April 1993, MB
mengumumkan bahwa mereka akan membuat kendaraan berpenumpang pertama-
diproduksi di Amerika. Keputusan penekanan strategi globalisasi perusahaan dan
hasrat untuk lebih dekat dengan pelanggan dan pasar.

Mercedes-Benz United States International menggunakan fungsi kelompok


dengan perwakilan dari masing-masing area perusahaan (pemasaran,
pengembangan, rekayasa, pembelian, produksi dan pengendalian) untuk mendesign
kendaraan dan sistem produksi.Modulproses kontruksi digunakan untuk
memproduksi AAV. Pemasok tingkat pertama lebih menyediakan sistem
dibandingkan partisi atau komponen dari produksi dari approximately 65000
kendaraaan setiap tahun.

Proyek AAV
AAV mulai bergerak dari konsep ke produsi pada periode yang relatif
pendek. Fase pertama, fase konsep, dikerjakan pada 1992. Fase konsep dihasilkan
dalam studi kelayakan yang ditentukan oleh direksi. Dengan persetujuan direktur
juga fase realisasi dimulai pada 1993, dengan produksi terhitung per 1997. Elemen
kunci dari beberapa fase digambarkan sebagai berikut:

a. Fase Konsep, 1992-1993


Anggota tim membandingkan lini produksi yang ada dengan beberapa
segmen pasar untuk menemukan kesempatan untuk mengenalkan kendaraan baru.
Analisis mengungkapkan kesempatan dalam perluasan pasar kendaraan olahraga
yang cepat yang didominasi oleh Jeep, Ford dan GM. Penelitian pasar dilakukan
untuk memperkirakan potensi peluang penjualan dunia untuk high-end AAV
dengan karakteristik Mercedes-Bendz. Perkiraan biaya kasar yang dikembangkan
termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja, overhead, dan one-time development and
project. Perkiraan aliran kas (cash flow) dianalisa lebih dari 10 tahun menggunakan
analisis net present value (NPV) untuk memperoleh izin proyek dari direktur.
Sensitifitas NPV dianalisis dengan menghitung scenario apa-jika termasuk resiko
dan kesempatan. Contohnya, faktor resiko yang terdiri atas fluktuasi tingkat
pertukaran mata uang, perbedaan tingkat penjualan karena subsitusi pelanggan
dengan AAV dari produk MB yang lain, dan biaya produk dan biaya produksi yang
berbeda dari perkiraan.
Atas dasar studi kelayakan ekonomi dari fase konsep, direktur menyetujui
proyek dan menginisiasi pencarian lokasi produksi yang potensial. Lokasi di
Jerman, negara eropa lain, dan Amerika dievaluasi. Konsisten dengan strategi
globalisasi perusahaan, faktor yang menentukanbahwa membawa pabrik ke
Amerika karena dekat dengan pasar utama dari pengguna kendaraan olahraga.
b. Fase Realisasi, 1993-1996
Pelanggan regular klinik hadir untuk melihat prototype dan menjelaskan
konsep kendaraan yang baru. Klinik ini memproduksi informasi penting tentang
bagaimana kendaraan yang ditawarkan dapat sampai ke pelanggan potensial dan
pers. Pelanggan diminta untuk meranking beberapa prioritas penting, termasuk
keamanan, kenyamanan, ekonomi, dan model. Teknisi dimasukkan ke dalam grup
sistem design untuk menghadirkan karakteristik penting ni. Bagaimanapun, MP
tidak akan menurunkan standar. Sebagai contoh, banyak ahli otomotig percaya
bahwa penanganan superior dari produk MB dihasilkan dari pembuatan kerangka
automobile terbaik didunia. Kemudian, masing-masing kelas dalam lini MB sesuai
dengan standar yang ketat untuk penanganan, bahkan standar penanganan ini
melebihi ekspektasi pelanggan dari beberapa kelas. MB tidak menggunakan target
costing untuk memproduksi kendaraan berharga rendah dalam sebuah kelas
automobile. Tujuan strategis perusahaan untuk menyampaikan produk yang lebih
mahal dari model bersaing. Bagaimanapun biaya tambahan harus bisa diubah
keperolehan nilai yang lebih besar dari sisi pelanggan.
Melalui fase realisasi proyek, kendaraan (dan target cost kendaraan) tetap
hidup karena dinamisnya perubahan. Sebagai contoh, pasar berpindah menuju
spektrum kemewahan ketika AAV sedang dikembangkan. Atas alasan ini, MB
mengetahui bahwa akan menguntungkan ketika menempatkan anggota tim design
dan pengujian lebih dekat secara fisik dengan fungsi lainnya dalam proyek untuk
mendukung komunikasi dan pengambilan keputusan yang lebih cepat. Kadang,
sifat teknik yang baru, seperti side air bag, dikembangkan oleh MB. Keputusan
untuk memasukkan sifat terknik yang baru ada semua lini MB dibuat pada semua
level perusahaan larema pengalaman menunjukkan reaksi pelanggan terhadap kelas
kendaraan akan mempengaruhi keseluruhan merk.

c. Fase Produksi 1997


Proyek dimonitor dengan update tahunan dari analisis NPV. Sebagai
tambahan, rencana 3 tahun (termasuk laporan keuangan), disiapkan setiap tahun
dan dilaporkan kepada kantor pusat di Jerman. Meeting bulanan departemen
diadakan untuk mendiskusikan biaya kinerja sebenarnya, dibandingkan dengan
standar perkembangan selama proses perkiraan biaya. Kemudian, sistem akuntansi
melayani sebagai mekanisme pengendalian untuk memastikan biaya produksi
sebenarnya akan sesuai dengan biaya target (standar).

Target Costing dan AVV


Proses mencapai target cost bagi AAV dimulai dari perkiraan biaya saat ini
pada masing-masing fungsi grup. Kemudian komponen dari masing-masing fungsi
diidentifikasi dengan biaya yang terasosiasi padanya. Pengurangan biaya ditetapkan
dengan menbandingkan perkiraan biaya saat ini dengan target cost bagi masing-
masing fungsi grup. Fungsi grup terdiri atas: pintu, sisi jendela dan atap, sistem
listrik, bumper, power train, kursi, sistem pemanas, cockpit, dan front-end.
Kemudian target pengurangan biaya dibangun untuk masing-masing komponen.
Sebagai bagian dari proses benchmark yang kompetitif, MB membeli dan
membongkar kendaraan pesaing untuk bisa memahami biaya mereka dan proses
produksinya.
Proses pembuatan AAV mempercayakan kepada sistem pemasok bernilai
tambah tinggi. Contohnya, keseluruhan cockpit dibeli sebagai kesatuan unit dari
sistem pemasok. Dengan demikian, sistem pemasok merupakan bagian dari proses
pengembangan dari awal proyek. MB memperkirakan pemasokakan sesuai dengan
target cost yang dibangun. Untuk meningkatkan efektifitas fungsi grup, pemasok
diajak untuk berdiskusi dari tahap awal proses. Keputusan akan dibuat lebih cepat
pada tahap awal pengembangan.
Proses target costing dipimpin oleh perencana biaya yang merupakan
seorang insinyur, bukan akuntan. Karena perencanaan biaya dibuat sesuai dengan
pengalaman design dan produksi insinyur, mereka bisa membuat biaya yang masuk
akal yang akan disediakan pemasok untuk pengadaan berbagai macam sistem. Juga,
MB memiliki banyak peralatan seperti alat pembentuk logam, yang digunakan
pemasok untuk membentuk komponen. Biaya peralatan merupakan bagian penting
dari one-time cost dalam fase proyek.
Pengembangan Index untuk Mendukung Aktivitas Target Costing
Selama fase pengembangan konsep, anggota tim MB menggunakan
berbagai indeks untuk membantu mereka menentukan kinerja yang penting,
design dan hubungan biaya untuk AAV. Untuk membuat indeks tersebut,
beberapa informasi digabungkan dari pelanggan, pemasok dan tim design
internal. Walaupun jumlah kategori yang sebenarnya digunakan oleh MB jauh
lebih besar, tabel 1 menggambarkan perhitungan yang digunakan untuk
menghitung respon pelanggan terhadap konsep AAV.

Sebagai contoh, nilai yang ditunjukkan dalam kolom importance


dihasilkan dari pertanyaan terhadap pelanggan potensial apakah mereka
menganggap masing-masing kategori penting ketika mempertimbangkan
membeli produk baru dari MB. Responden dapat merespon setuju atas semua
kategori.

Untuk memperoleh pemahaman yang baik dari beberapa sumber


biaya, fungsi grup diidentifikasi bersamaan dengan target cost yang
diperkirakan. (MB juga menyusun tim yang disebut fungsi grup yang
tujuannya untuk mengembangkan spesifikasi dan proyeksi biaya). Seperti
terlihat pada tabel 2, persentase target cost relative dari masing-masing fungsi
telah dihitung.
Tabel 3 merupakan ringkasan bagaimana masing-masing fungsi
terlibat dalam identifikasi persyaratan pelanggan pada tabel 1. Contohnya,
keamanan diidentifikasikan oleh pelanggan potensial sebagai karakteristik
penting dari AAV; beberapa fungsi grup terlibat lebih pada kategori ini
disbanding yang lain. Insinyur MB menentukan bahwa kualitas kerangka
monil merupakan elemen penting dari keamanan (50% dari keterlibatan
fungsi total grup).

Tabel 4 mengkombinasikan persentase bobot kategori dari tabel satu


dengan kontribusi fungsi grup dari tabel 3. Hasilnya adalah indeks penting
yang mengukur kepentingan relatif dari masing-masing fungsi kelompok
semua kategori. Sebagai contoh, pelanggan potensial menimbang kategori
keamanan, kenyamanan, ekonomi dan stile sebesar 0,41; 0,32; 0,18 dan 0,09.
Baris pada tabel 4 menunjukkan kontribusi dari masing-masing fungsi
grupdalam semua kategori. Indeks penting untuk kerangka dihitung dengan
mengalikan masing-masing nilai baris nilai kategori yang sesuai dan
menjumlahkannya (0,50x0,41)+(0,3x0,32)+(0,10x0,18)+(0,10x0,09) =
0,33.
Seperti terlihat pada tabel 5, indeks target cost dihitung dengan
membagi indeks penting dengan persentase target cost. Manajer MB
menggunakan indeks sepertinini selama fase design konsep untuk memahami
hubungan dari pentingnya sebuah fungsi grup terhadap target cost dari fungsi
grup. Indeks yang kurang dari 1 mengindikasikan biaya lebih besar dari nilai
yang dirasakan fungsi grup. Kemudian, kesempatan untuk pengurangan biaya
yang konsisten dengan permintaan pelanggan, bisa diidentifikasi dan diatur
selama tahap awal pengembangan produk.

Pilihan yang dibuat selama fase realisasi proyek tidak dapat diubah lagi
pada fase produksi karena hampir 80% material dan sistem disediakan oleh
pemasok eksternal. Proyek AAV menggunakan struktur manajemen yang
ringkas untuk memfasilitasi pengembangan yang cepat dan efisien. Organisasi
yang ringkas ini mampu menghasilkan kendaraan baru dari konsep ke
produksi selama empat tahun. Menggunakan proses target costing sebagai
elemen kunci manajemen, MB membuat AAV pertama pada 1997.

PERTANYAAN

1. Lingkungan persaingan yang bagaimana yang dihadapi oleh MB?


2. Bagaimana MB bereaksi terhadap perubahan pasar yang mendunia di
industri kendaraan mewah?
3. Diskusikan factor-faktor apa yang digunakan oleh MB untuk menyaingi
Jeep, Ford dan GM?
4. Bagaimana proyek AAV berhubungan dengan nama besar MB dalam
menguasai pasar?
5. Dll informasi yang layak disampaikan, tidak terbatas pada 4 pertanyaan
diatas.
a. Jelaskan proses pengembangan important index untuk fungsi
grup atau komponen. Bagaimana index tersebut dapat menuntun
manajer membuat keputusan pengurangan biaya.
b. Bagaimana pendekatan pengurangan biaya MB dapat mencapai
target cost?
c. Bagaimana faktor pemasok mempengaruhi proses target costing?
Mengapa hal ini sangat penting bagi kesuksesan MB AAV?
d. Apa peran departemen akuntansi dalam proses target costing?

PEMBAHASAN

1. Pada saat mempertimbangkan pembuatan AVV/ All Activity Vehicle


perusahan menghadapi lingungan persaingan yaitu pada utilitas pasar
kendaraan sport yang saat itu didominasi oleh Jeep, Ford & GM. Analisis
mengungkapkan peluang di utilitas pasar kendaraaan sport
berkembang pesat sehingga Mercedes menemukan peluang untuk
mengenalkan kendaraan baru. Berdasarkan studi kelayakan ekonomi
dari tahap konsep, papan persetujuan proyek. Margin yang dibutuhkan,
Prakiraan biaya langsung dan tidak langsung Atas margin yang
dibutuhkan harus cukup untuk menutupi jumlah biaya yang akan
dikeluarkan.

2. Reaksi Mercedez-Benz (MB) terhadap perubahan dunia atas


kendaraan mewah yaitu berusaha membuat kendaraan baru yang lebih
dikembangkan salah satunya yaitu AVV,MB juga membuat pabrik baru
di Amerika serikat agar lebih dekat dengan pasar utama dan juga
dengan konsumen. Dengan melibatkan suplayer dalam pemesanan
produk, MB juga berusaha mengurangi biaya.
3. Fakor yang membuat BM lebih unggul dari pesaingnya yaitu untuk
beraing BM menggunakan target costing dengan melibatkn supalayer
dan pelnggan dalam pembuatan produk mobil yang akan dikeluarkan,
sehingga BM akan mampu mengurangi biaya yang dikeluarkan dengan
menentukan target harga jual dengan analisis important Index

4. Proyek AVV dihungkan dengan strategi pasar Bm.


Strategi yang dikeluarkan Bm ayaitu dengan menganalisis tren pasar
dan menghitung target costing dari produk pesaing maka Bm
mengeluarkan AVV sebagai wujud dari setiap kelebihan-kelebihan
yang ada pada produk pesaing dengan menggunakan margin biaya.

5. Informasi lainnya:
a. Important index dibuat untuk memahami hubungan antara fingsi
pokok grup untuk mencapai target costing dan juga ini
dikembangkan untuk melihat bagaimana respon pelnggan/ pelaku
pasar terhadap rancangan produk yang dibuat oleh perusahaan
dan juga melihat bagai mana respon pelanggan terhap setiap
kateory yang ada pada bagia bagian mobil seperti kenyamanan,
keamanan, gaya dan harga mana yang paling dominan dipilih oleh
pelanggan.
Untuk setiap fungsi grup akan dihubungkan kesetiap kategory
yang ditawarkan kepada konsumen sehingga akan menghasikan
produk yang memenag sesuai dengan permintaan pelanggan dan
direncanakanlah penguran biaya yang akan digunakan.

b. Pendekatan pengurangan biaya yangdigunakan MB untuk


mencapai target costing yaitu menggunakan target harga jual dan
menghitung batas biaya yang dibutuhkan dengan cara
Menghitung estimasi biaya pada setiap fungsi grup yang ada
Menentukan target biaya yang akan dikurangi
Melaksanakan pengukuran untuk mencapai target cost
Meramalkan biaya langsung dan tidak langsung

c. Faktor pemasok mempengaruhi proses target dan hal ini sangat


penting bagi kesuksesan MB AAV karna suplayer membantu
perusahaan untuk dapat melakukan perkembangan awal pada
produk, dan dapat berfungsi sebagai Tim karna menjadi bagian
yang menyediakan komponen untuk perusahaan dalam membuat
produk, membantu perusahaan dalam menetapkan target biaya,
dengan bantuan Indeks.

d. Peran departemen akuntansi dalam proses target costing khusnya


pada kasus ini yaitu untuk menganalisis apakah target biaya yang
ditetapkan oleh Insinyur memang benar terlaksana dengan
mempertimbangan faktor-fakror baik didalam maupun diluar
perusaaan sendiri.
DAFTAR REFERENSI

Anthony A. Atkinson, Robert S. Kaplan, Ella Mae Matsumura, S. Mark Young


(2012). Management Accounting: Information for Decision Making and
Strategy Execution, 6th edition. Pearson

Mercedes Benz All Activity Vehicle (AAV). Case

Wikipedia. 2017. Mercedes Benz. https://id.wikipedia.org/wiki/Mercedes-Benz


Diakses pada tanggal 8 September 2017