Anda di halaman 1dari 10

TUGAS

ETIKA PROFESI DAN TATA KELOLA KORPORAT

ANALISA KASUS ENRON CORPORATION DAN WORLDCOM INC

OLEH:

MONICA ROSA LINA

PPAk 01-22-05

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2017
KASUS WORLDCOM

LATAR BELAKANG
Worldcom pada awalnya berdiri di Hattiesburg, Mississippi pada tahun 1983.
Kemudian pada tahun 1985 Bernard Ebbers dipilih menjadi CEO nya. Perusahaan ini go
public pada tahun 1989 melalui merger dengan Advantage Companies Inc, sejak saat itu
nama perusahaan diganti menjadi LDDS WorldCom pada tahun 1995, dan kemudian diganti
lagi menjadi WorldCom pada tahun 2003.
Pada awalnya Worldcom merupakan perusahaan penyedia layanan telpon jarak jauh.
Selama tahun 90an perusahaan ini melakukan beberapa akuisisi terhadap perusahaan
telekomunikasi lain yang kemudian meningkatkan pendapatnnya dari $152 juta pada tahun
1990 menjadi $392 milyar pada 2001, yang pada akhirnya menempatkan worldcom pada
posisi ke 42 dari 500 perusahan lainnya menurut versi majah fortune.
Akuisisi yang besar telah terjadi pada tahun 1998 pada saat worlcom mengambil alih
perusahaan MCI yaitu peruahaan kedua terbesar di Amerika yang bergerak pada bidang
telekomunikasi jarak jauh. Dan pada tahun yang sama Worldcom membeli perusahaan
UUNet, Compuserve, dan jaringan data AOL (american Online) yang mengukuhkan posisi
Worldcom menjadi operator no 1 dalam infrastruktur internet.
WorldCom merupakan perusahaan telekomunikasi yang menyediakan berbagai
macamproduk di seluruh dunia seperti data, Internet, komunikasi telepon, layanan
teleconfrencemelalui video, sampai penjualan kartu telepon prabayar untuk sambungan
internasional.Perusahaan dengan kode saham Wcom di bursa Nasdaq ini memiliki 73.000
pegawai yangtersebar di seluruh dunia. Sebanyak 8.300 di antaranya adalah pegawai yang
tinggal diEropa, Timur Tengah, dan Afrika.
Pada tahun 1990 terjadi masalah fundamental ekonomi pada Worldcom yaitu terlalu
besarnya kapasitas telekomunikasi. Masalah ini terjadi karena pada tahun 1998 Amerika
mengalami resesi ekonomi sehingga permintaan terhadap infrastruktur internet berkurang
drastis. Hal ini berimbas pada pendapatan Worldcom yang menurun drastis sehingga
pendapatan ini jauh dari yang diharapkan padahal untuk biaya akuisisi dan untuk membiayai
investasi infrastruktur Worldcom menggunakan sumber pendanaan dari luar atau utang.
Worldcom bukan satu-satunya perusahaan yang memiliki masalah keuangan pda
saat itu, perusahaan lain yang mengalami masalah keuangan antara lain Qwest
Communications, Global Crossing, Adelphia, Lucent Technologies dan Enron. Perusahaan-
perusahaan tersebuit memiliki investasi yang besar dalam bisnis internet. Seperti pada
perusahaan tadi investor di Worldcom mengalami kerugian besar. Nilai pasar saham
perusahaan Worldcom turun dari sekitar 150 milyar dollar (januari 2000) menjadi hanya
sekitar $150 juta (1 juli 2002). Keadaan ini mebuatan pihak manajemen berusaha melakukan
praktek-praktek akuntansi untuk menghindari berita buruk tersebut.

PERMASALAHAN
1. Skandal WorldCom
Pada awal tahun 2000 perusahaan komunikasi tersebut sudah mulai mengalami
kemerosotan yang disebabkan oleh pendapatan mengalami penurunan dan utang semakin
banyak. Nilai saham juga terus mengalami penurunan. Melihat kondisi tersebut Bernard
Ebbers sebagai CEO, Scott Sullivan sebagai CFO dan David Myers sebagai auditor senior
memutuskan mengambil langkah keluar dengan cara mengubah laporan keuangan. Ada dua
cara yang mereka tempuh. Yang pertama, mereka membukukan line cost sebagai
pemasukan, padahal pada kenyataannya merupakan pengeluaran. Dan yang kedua, mereka
meningkatkan pendapatan dengan entri akun palsu yang ditulis sebagai akun pendapatan
perusahaan yang tidak teralokasi. Dan dilaporkan sekitar $ 3,005 milyar telah salah
diklasifiksi pada tahun 2001, sementara sisanya sekitar $ 797 juta pada triwulan pertama
tahun 2002 berdasarkan data WorldCom $14,7 milyar pad tahun 2001 disajikan sebagai
biaya dengan memindahkan akun beban kepada akun modal, WorldCom mampu menaikkan
pendapatan atau laba. WorldCom mampu menaikan laba karena akun beban dicatat lebih
rendah, sedangkan akun aset dicatat lebih tinggi karena beban kapitalisasi disajikan sebagai
beban investasi.
Dalam laporannya pada 25 Juni Worldcom mengakui bahwa perusahan
mengklasifikasikan lebih dari $ 3,8 milyar untuk beban jaringan sebagai pengeluaran modal
beban jaringan adalah beban yang dibayar oleh Worldcom kepada perusahaan lain untuk
jaringan telekomunikasi, seperti biaya akses dan biaya pengiriman pesan bagi Worldcom.
Dilaporkan sekitar $ 3,005 milyar telah salah diklasifiksi pada tahun 2001, sementara
sisanya sekitar $ 797 juta pada triwulan pertama tahun 2002.berdasarkan data Worldcom
$14,7 milyar pad tahun 2001 disajikan sebagai biaya.
Dengan memindahkan akun beban kepada akun modal, Worldcom mampu
menaikkan pendapatan atau laba.Worldcom mampu menaikan laba karena akun beban
dicatat lebih rendah, sedangkan akun aset dicatat lebih tinggi karena beban kapitalisasi
disajikan sebagai beban investasi. Kalau hal itu tidak terdeteksi praktek ini akan berakibat
pendapatan bersih yang lebih rendah dalam tahun-tahun brikutnya. Karena beban
kapitalisasi jaringan tersebut akan didepresiasikan.secara esensi beban kapitalisasi jaringan
akan memungkinkan perusahaan untuk mengalokasikan biyanya dalam beberapa tahun
dimasa depan, mungkin antara 10 tahun bahkan lebih.
Staf akuntan Worldcom telah diwawancara sebelum tanggal 25 Juni. Pada Maret
2002 SEC meminta data dari perusahaan berupa item-item yang berhubungan dengan
Laporan Keuangan. Termasuk didalamnya :
a. Komisi penjualan dan tagihan-tagihan yang bermasalah
b. Sanksi administrsi terhadap pendapatan yang berhubungn dengan pelanggan dalam
skala besar
c. Kebijakan akuntansi untuk merger
d. Pinjaman kepada CEO
e. Integrasi sistem komputer Worldcom dengan MCI
f. Analisis ekspektasi pendapatan saham WC
Pada tanggal 1 Juli 2002 worldcom mengumumkan bahwa akun cadangan di
Worldcom juga diinvestigasi atau diperiksa.Perusahaan membuat akun ini untuk
mengantisipasi kejadian-kejadian luar biasa yang tidak dapat diprediksi. Seperti utang pajak
tahun depan. Seharusnya akun ini tidak boleh dimanipulasi untuk memperoleh pendapatan.
Pada 8 Agustus, Worldcom mengakui bahwa mereka telah menggunakan akun cadangan
secara tidak benar. Dakwaan yang dilaporkan pada tanggal 28 agustus adalah bahwa akun
cadangan dikurangi untuk menutupi biaya jaringan yang telah dikapitalisasi.

2. Skandal CEO Bernard Ebbers


CEO Bernard Ebbers menjadi sangat kaya dari kenaikan harga sahamnya di saham
WorldCom umum. Namun, pada tahun 2000, industri telekomunikasi memasuki masa krisis
yang menyebabkan WorldCom mengalami kemunduran serius, menyebabkan pemerintah
AS melalui Departemen Kehakiman memaksa perusahaan ini untuk membatalkan rencana
merger dengan Sprint pada pertengahan 2000. Pada saat itu, saham WorldCom menurun
dan Ebbers berada di bawah tekanan tinggi dari bank untuk menutupi kewajiban kekurangan
margin pada saham WorldCom-nya yang digunakan untuk membiayai jenis usaha yang
lainnya, seperti kayu, kapal pesiar.
Oleh karena itu selama tahun 2001, Ebbers membujuk para dewan direksi
WorldCom untuk memberinya kredit korporasi dan jaminan lebih dari AS $ 400 juta untuk
menutupi kewajiban margin tersebut. Permohonan ini dikabulkan karena para dewan direksi
berharap bahwa pinjaman yang diminta CEP Ebbers tersebut akan mencegah Ebbers untuk
menjual sejumlah besar saham WorldCom pada akhirnya akibat tekanan di harga pasar
saham yang kian anjlok. Namun, akhirnya strategi ini gagal dan Ebbers digulingkan sebagai
CEO pada bulan April 2002 dan digantikan oleh John Sidgmore, mantan CEO UUNET
Technologies, Inc.
Skandal akuntansi di dalam tubuh perusahaan ini sendiri dimulai sejak pertengahan
tahun 1999 dan terus berlanjut hingga Mei 2002. Di bawah Bernard Ebbers (CEO), Scott
Sullivan (CFO), David Myers (Pengawas) dan Buford "Buddy" Yates (Direktur Jenderal
Akuntansi) memanipulasi laporan akuntansi perusahaan, membuat laporan akuntansi palsu
untuk menutupi pendapatan WorldCom yang hakikatnya mengalami penurunan dengan
membuat gambar pertumbuhan keuangan dan profitabilitas palsu untuk menopang harga
saham WorldCom di pasar saham. Penipuan itu dilakukan terutama dalam dua cara :
1) Underreporting 'line cost` (biaya interkoneksi dengan perusahaan telekomunikasi
lainnya) dengan memanfaatkan biaya-biaya pada neraca daripada fakta pengeluaran
mereka.
2) Menggelembungkan pendapatan dengan memasukkan catatan akuntansi palsu dari
"alokasi dana perusahaan yang belum diisi".
Pada tahun 2002, sebuah tim audit internal WorldCom bekerja secara rahasia,
menyelidiki dan menggali kemana alokasi dana perusahaan yang hilang sebesar $ 3,8 milyar.
Hingga pada akhirnya, mereka menemukan jawabannya bahwa dana perusahaan tersebut
telah diselewengkan oleh CEO dan rekan-rekan kerjanya untuk memperkaya diri mereka
sendiri diluar standar pendapatan seharusnya. Segera kemudian komite audit perusahaan dan
dewan direksi diberitahu oleh para audit mengenai masalah penipuan akuntansi ini. Tidak
lama kemudian, mereka segera memanggil dan memecat CFO Scott Sullivan, dan David
Myers segera mengundurkan diri.Kemudian pada tahun 2001, Arthur Andersen dan US
Securities and Exchange Commission (SEC) meluncurkan sebuah investigasi masalah ini
pada tanggal 26 Juni 2002. Sehingga pada akhir tahun 2003, diperkirakan bahwa total aset
perusahaan ini ternyata telah diselewengkan oleh CEO mereka sekitar $ 11 miliar.
Akibat masalah besar yang diakibatkannya, pada 15 Maret 2005 Bernard Ebbers
dinyatakan bersalah dari semua tuduhan, karena telah terbukti melakukan kecurangan,
konspirasi dan pengajuan dokumen palsu dengan regulator-semua terkait dengan skandal
akuntansi AS $ 11 miliar di perusahaan telekomunikasi yang dia dirikan. Dia dijatuhi
hukuman 25 tahun penjara. Pejabat WorldCom lainnya seperti mantan CFO Scott Sullivan
dituntut dengan hukuman pidana dalam kaitannya pada tanggal 2 Maret 2004 untuk tuduhan
penipuan sekuritas, konspirasi dan mengajukan laporan palsu. Sedangkan mantan pengawas
keuangan David Myers juga telah mengaku bersalah atas penipuan sekuritas, konspirasi
untuk melakukan penipuan sekuritas, dan mengajukan laporan palsu pada tanggal 27
September, 2002. Mantan direktur akuntansi Buford Yates juga telah mengaku bersalah atas
konspirasi dan tuduhan penipuan pada 7 Oktober 2002). Mantan-mantan manajer akuntansi
Betty Vinson dan Troy Normand juga mengaku bersalah atas konspirasi dan penipuan
sekuritas pada tanggal 10 Oktober 2002.
Pada 13 Juli 2005 Bernard Ebbers menerima hukuman yang akan membuat dia
dipenjara selama 25 tahun. Pada saat vonis dijatuhkan, Ebbers telah berusia 63 tahun.Pada
tanggal 26 September 2006, Ebbers menyerahkan diri ke Biro Penjara Federal penjara di
Oakdale, Louisiana, Federal Lembaga Pemasyarakatan Oakdale untuk mulai menjalani
hukuman.

3. Pihak-pihak yang Terkait


1) Bernard Ebbers, Sebagai CEO WorldCom, Bernard Ebbers meminjam uang kepada
perusahaannya untuk membeli saham WorldCom. Namun, kenyataannya uang
perusahaan tersebut digunkan untuk kepentingannya sendiri bukan untuk membeli
kembali saham WorldCom]
2) Cynthia Cooper, Salah satu auditor internal WorldCom dan menjabat sebagai vice
presiden yang mengetahui adanya sesuatu yang tidak beres dengan laporan keuangan
WorldCom
3) Arthur Endersen, Sebagai Auditor Eksternal Independen merupakan pihak yang
seharusnya menjungjung tinggi independensi, dan profesionalisme, telah melakukan
pelanggaran kode etik profesi dan ingkar dari tanggungjawab terhadap profesi maupun
masyarakat dengan tidak melaporkan temuan audit yang dimanipulasi oleh WorldCom.

Arthur Andersen sebagai Auditor Eksternal Worldcom, menyetujui tindakan manipulasi


karena :
a. Tidak adanya integritas dalam praktik audit Arthur Andersen, sehingga kecurangan
yang dilakukan tidak diungkapkan dalam opini auditor.
b. Adanya hubungan antara Arthur Andersen dengan Sullivan dan Myers yang
merupakan pekerja di KAP Arthur Andrsen sebelum bergabung dengan WorldCom.
Arthur Andersen menyulap biaya sewa yang seharusnya merupakan biaya
operasional rutin yang akan mengurangi pendapatan pada tahun yang sama
menjadi biaya investasi, sehingga bisa disebar untuk jangka 10 tahun. Biaya yang
disulap oleh WorldCom per kuartalnya sebesar US$ 500-800 juta. Dengan manipulasi
data seperti ini, WorldCom bisa melaporkan laba bersih US$ 1,4 miliar pada kuartal
I/2001 dan US$ 172 juta pada kuartal I/2002. Padahal, kalau manajemen WorldCom
melaporkan apa adanya, selama lima kuartal rapornya akan merah. Inilah informasi yang
menyesatkan para investor dan kreditor.
4) Scott D. Sullivan Sebagai CFO WorldCom, dengan sengaja telah memasukkan US$ 3,85
miliar (dari total biaya sewa jaringan yang pada 2001 saja mencapai US$ 8,12 miliar) ke
pos yang tak seharusnya.
5) Dewan Direksi Menyetujui pemberian pinjaman dana lebih dari $408 juta kepada Ketua
dan Mencegah manipulasi yang dilakukan manajemen
6) Staff Akuntan WorldCom
Dalam hal ini akuntan WorldCom sangat berperan aktif dalam skandal yang
terjadi.Berikut adalah beberapa alasan akuntan Worldcom mau diajak bekerja sama
dalam memanipulasi laporan keuangan yaitu :

- Money : Adanya iming-iming uang dan bonus yang besar bagi para akuntan jika
mereka mau bekerja sama dengan pihak manajemen untuk memanipulasi laporan
keuangan.

- Pressure : Adanya tekanan dari atasan untuk memanipulasi laporan keuangan. Yang
mana jika tidak dituruti akan mengakibatkan para akuntan dipecat.

- Culture : Budaya perusahaan, yang menghalalkan segala cara untuk dapat


memperoleh penghasilan, agar perusahaan tetap terlihat baik dimata publik dan
harga saham perusahaan tidak turun drastis.

- Internal Controll : Lemahnya pengendalian internal perusahaan, sehingga tindakan


manipulasi dan kecurangan dapat terjadi dalam perusahaan.
- Chance : Adanya kesempatan untuk memanipulasi LK worldcom, dimana dalam hal
ini semua pihak dari manajemen puncak hingga staf akuntansi dapat diajak bekerja
sama untuk memanipulasi LK perusahaan.

- Etika : Kurangnya etika profesi akuntansi, para akuntan yang bekerja di worldcom
tidak berpegang teguh pada etika profesi akuntansi ataupun GAAP, sehingga
mereka bersedia untuk melakukan tindakan yang melanggar kegiatan kode etik
profesi akuntansi.
7) Mr Cooper, Ketua komite audit mempertanyakan mengenai beban operasi sebagai biaya
modal. Bukan hanya biaya akan tetapi pengakuan belanja modal digunakan untuk
meningkatkan laba.
8) Mr Buford "Buddy" Yates, Memasuki pengakuan bersalah untuk penipuan sekuritas dan
konspirasi dan setuju untuk bekerja sama dalam pemalsuan laporan keuangan
WorldCom
9) David F. Myers, Memasuki pengakuan bersalah dengan tiga tuduhan kejahatan penipuan
di September 26, 2002.
10) Wistle Blower, Whistle Blower berani maju untuk memberitahukan tentang kegiatan
yang terjadi pada skandal worldom tersebut, yaitu Whistle Blower membocorkan
kejahatan pihak internal perusahaan.
11) Manajemen WorldCom
Manajemen WorldCom dalam skandal WorldCom berperan dalam menggelembungkan
angka pada periode berjalan dengan cara:

- Biaya jaringan yang telah dibayarkan pihak worldcom kepada pihak ketiga
dipertanggungjawabkan dengan tidak benar. Dimana biaya jaringan yang seharusnya
dibebankan dalam laporan laba rugi, oleh perusahaan dibebankan ke rekening modal.
Hal ini mengakibatkan laba periode berjalan menjadi lebih besar dari laba yang
sebenarnya didapat oleh perusahaan. Dengan cara ini worldcom mampu
meningkatkan keuntungannya hingga $ 3.85 M

- Dana cadangan untuk beberapa biaya operasional dinaikkan oleh perusahaan. Dana
cadangan yang sudah terbentuk, nantinya akan dikurangi secara tidak benar oleh
perusahaan untuk memanipulasi jumlah keuntungan yang diperoleh perusahaan pada
periode berjalan. Dengan praktik ini, Worldcom berhasil memanipulasi
keuntungannya sebesar $ 2 M.
KODE ETIK YANG DILANGGAR
Prinsip Etika Etika Yang Dilanggar Etika Yang Seharusnya

Prinsip Integritas Manajemen Worldcom Manajemen Worldcom


menggelembungkan angka seharusnya menyampaikan
pada periode berjalan informasi yang sesungguhnya
sehingga tidak merugikan
pengguna informasi
khususnya investor

Prinsip Objektivitas
Prinsip Kompetensi CEO Worldcom, Ebbers, Seharusnya sebagai pemilik
serta sikap juga melakukan tindakan menghindari benturan
kecermatan dan yang menyimpang dari prisip kepentingan pribadi dengan
kehati-hatian beretika dalam bisnis. Ia kepentingan perusahaan
menyalahgunakan
wewenangnya sebagai
pemilik untuk memperoleh
keuntungan pribadi
Profesional Auditor internal perusahaan Seharusnya auditor internal
tidak mengungkapkan mengungkapkan informasi
kesalahan praktek-praktek kecurangan yang melanggar
akuntansi dan kecurangan aturan hukum
akuntansi yang dilakukan
manajemen perusahaan

Prinsip Kerahasiaan
Prinsip Perilaku KAP Artur Anderson Seharusnya KAP Artur
Profesional bekerjasama dengan Anderson menerapkan dan
manajemen untuk menutupi mematuhi kode etik akuntan
kecurangan yang sebenarnya publik
mudah di deteksi

KESIMPULAN
Penipuan laporan keuangan yang dilakukan oleh WorldCom Inc, yaitu perusahaan
raksasa dalam bidang telekomunikasi dan salah satu penyedia layanan Internet (ISP) terbesar
di dunia ini melibatkan seorang auditor ternama yaitu Arthur Andersen LLC. Akibat adanya
pengungkapan skandal tersebut, saham WorldCom langsung ambruk seketika yang
menyebabkan sejumlah perusahaan sekuritas dan Komisi Bursa Efek menimpakan tuduhan
penipuan terhadap WorldCom. Kehancuran WorldCom sebenarnya juga karena kerapuhan
kondisi finansialnya yang buruk. Untuk menutupi defisit kasnya, manajemen WorldCom
memanipulasi laporan keuangan, sehingga kinerjanya jadi kelihatan baik. Cara yang
sebenarnya terbilang elementer tapi ditutup-tutupi oleh auditor eksternal perusahaan itu,
Arthur Andersen LLC.
Penyebab yang sangat tampak terhadap kasus WorldCom itu sendiri adalah adanya
sifat keserakahan pada Bernard J. Ebbers (CEO WorldCom) hal itu terlihat ketika meminjam
uang perusahaan untuk memborong saham WorldCom (yang diyakininya akan terus naik)
tetapi dalam kenyataanya digunakan untuk kepentingan pribadinya sendiri sehingga Bernard
J. Ebbers tidak bias mengembalikan pinjaman tersebut dan diketahui pula bahwa Scott D.
Sullivan, CFO WorldCom, dengan sengaja telah memasukkan US$ 3,85 miliar (dari
total biaya sewa jaringan yang pada 2001 saja mencapai US$ 8,12 miliar) ke pos yang tak
seharusnya. Sehingga sang CFO pun langsung dipecat. Akan tetapi, investor publik dan
kreditor telanjur kehilangan dana besar, sekaligus makin memupuskan kepercayaan publik.
Salah satu sebab utama dari kebangkrutan WorldCom adalah sikap serakah dari
eksekutif senior yang didukung oleh sistem insentif kompensasi yang keterlaluan. Insentif
yang dimaksud adalah sistem stock option yang mengizinkan eksekutif membeli saham dari
perusahan yang mereka kelola. Sebab lain dari kegagalan adalah kurangnya independensi
akuntan dan analis keuangan. Ketidak akuratan dari data-data keuangan sering kali juga
tidak tertangkap oleh tim audit. Dalam hal ini, kredibilitas akuntan menjadi pertanyaan.