Anda di halaman 1dari 11

Diskusi LGD I :

Tema : Taksi Online VS Taksi Konvensional


Waktu : Rabu, 5 April 2017
Pemateri : Arifmuammar
Moderator : QoharDwi
Notulen : Fifin_Ananda_HS

Berikut ini akan disampaikan asumsi dari pihak yang pro dan kontra serta topic
hangat yang menyelimuti kasus ini.

1. Tahun 2015 menjadi awal boomingnya transportasi online di Indonesia. Gojek, Uber dan
Grab menjadi pemain besar yg survive hingga saat ini. Fenomena boomingnya
transportasi online sejatinya adalah efek dari pesatnya kemajuan dunia IT yg tidak bisa
dihindari.
2. Pengguna banyak merasakan dampak positif transportasi online karena: murah, simpel,
harga transparan, fleksibel, mudah dicari, dan lebih aman
3. Transportasi online mendapat banyak perlawanan dari transportasi konvensional seperti
angkot, ojek pangkalan hingga taksi biasa. Tercatat tidak kurang 11 kali bentrokan terjadi
di berbagai kota di Indonesia
4. Alasan penolakan dari transportasi konvensional adalah karena penghasilan yg makin
menurun dan adanya ketidak adilan mengingat transportasi online tidak mengerluakan
biaya kir, biaya berbagai perizinan (izin usaha, izin utk taksi bandara, dsb), tidak perlu
sim khusus, tidak membayar pajak. Hal ini dinilai sebagai bentuk persaingan tidak sehat.
5. Bentrok terhebat salah satunya adalah pada 22/3/2016 antara bluebird vs gojek di
Jakarta. Merespon hal ini, Menhub Jonan (waktu itu) mengeluarkan Permenhub 32/2016
yg mengatur salah satunya TAKSI ONLINE. Perlu dicatat, OJEK ONLINE tidak bisa
diatur karena UU 22/2009 tidak mengatur sepeda motor sebagai transportasi publik.
6. Permenhub 32/2016 berlaku efektif 1/10/2016. Tetapi, di awal tahun 2017 Permenhub ini
dirasa perlu direvisi lagi oleh pemerintah. Hingga akhirnya, pada 1 April, Permenhub
26/2017 yang merevisi permenhub 32/2016 disahkan.
7. Poin penting dalam revisi ini adalah : adanya penentuan tarif atas/bawah, kewajiban
STNK berbadan hukum, perusahaan aplikasi dikenakan pajak, hingga pemberian sanksi
jika ada provider aplikasi yg melanggar. Menhub Budi Karya memberi waktu toleransi 3
bulan pemberlakuan revisi ini.
8. Terakhir, berkaitan dengan Ojek Online, Menhub BKS seperti dilansir kompas
(5/4/2017) mempertimbangkan utk menyerahkan kewenangan ke Pemda. Tapi hal ini
belum final dan masih dibahas. Sepertinya permasalahan transportasi online vs
konvensional belum akan selesai dalam waktu dekat
Ringkasan Diskusi
EAK /
Nama Konten
EAT
Saya salah satu yg setuju dengan revisi permenhub ini,
krn dgn peraturan ini saya rasa konvensional dan online
bisa berada pd tangga yg sama (adil) tp jika kita baca
Muhammad Alfid lengkap dari 11 poin revisi permenhub ada yg saya
EAK
Kurnianto anggap aneh yaitu diperbolehkannya mobil dgn cc 1000
dipakai untuk taxi online, ada apakah pemerintah?

Saya bingung itu komen atau tanya


Saya ingin mengomentari hal ini. Menurut dirjen
perhubungan darat kemenhub, alasan dibolekannya
mobil 1000cc atau yg disebut LCGC (low Cost green
Arid Muamar EAK
car) sebagai kendaraan taksi online adalah faktor
ekonomi masy dan utk mendukung kebijakan ramah
lingkungan pemerintah
Terimakasih untuk pendapatnya mas muhamad, ijin
dari ojek online dan ojek pangkalan sebaiknya
disamakan memang bagus dan dari segi pemerintahan
Pande Mastra EAK menurut saya, lebih baik sebelum diserahkan ke pemda,
agar di buatkan dulu peraturan yang jelas tentang
peraturan dasar tidak dan sepenuhnya diserahkan ke
pemda
Saya setuju dengan adanya transportasi online ini.
Sesuai dengan poin 1. Sistem transportasi online ini
merupakan bentuk kemajuan TI yang pesat. Pada era
globalisasi saat ini memang diperlukan suatu inovasi
baru yang berbasis teknologi untuk dapat berasing.
Transportasi online ini lah salah satu inovasinya. Bagi
saya dengan keberadaan transportasi online ini sangat
menguntungkan bagi penumpang banyak sekali
keuntungan yang didapat mulai dari tariff yang lebih
murah, cepat dan aman sehingga transportasi online ini
Handoko EAK
memang patut mendapat banyak penumpang. Masalah
transportasi konvensional kurang diminati ini
dikarenakan perusahaan yang kurang memiliki inisiatif
dan kurang inovatif untuk memanfaatkan teknologi
yang selain itu banyak sekali kekurangan dari
transportasi konvensional seperti fasilitas yang kurang
nyaman, transparansi tarif kurang, keamanan yang
kurang serta sistem pangakalan yang diterapkan yang
membuat penumpang yang mencari transportasi
sehingga memang sudah selayaknya transportasi
konvensional digantikan dengan transportasi online.
Agar mampu bersaing dengan transportasi online
seharusnya transportasi konvensional membuat sistem
aplikasi seperti yang diterapkan oleh tranportasi online
sehingga dapat bersaing dengan sehat
Yang saya anggap aneh sejak awal mula persaingan ini
adalah; klasifikasi usaha yang jauh berbeda, jika tidak
bisa dikatakan bertentangan. Usaha konvensional
bersifat lembaga berizin resmi, punya badan hukum yg
jelas, dan identifikasi nopol kendaraan sbg bukan milik
pribadi. Sementara usaha online tidak bersifat resmi,
Wildan tidak ada badan hukum, dan identifikasi nopol
EAK
Muthahari kendaraanpun sbg milik pribadi. Kenapa pemerintah
sebagai regulator yang berwenang tidak
menjembataninya sejak dini? Sehingga bisa dijadikan
adanya klasifikasi objek usaha atau ketentuan yang
patut dipatuhi bersama. Disini yang saya rasa
bertanggung jawab penuh memang tidak lain adalah
pemerintah, yang bisa dikatakan terlambat bertindak
Sebagai salah satu pengguna jasa transportasi umum,
tentu saya juga merupakan pihak yang merasa trtolong
dengan adanya sistem online saat ini. Beberapa
keuntungan yang diberikan oleh sistem online telah
dipaaprkan oleh mas Arif sebelumnya, yang ingin saya
garis bawahi yakni keamanan. Transportasi umum
berbasis online trpantau oleh sistem, sehingga
Febrina Nur pelanggan merasa lebih dilindungi.
EAK
Ramadhani BMI1 Hanya saja, tingginya keuntungan dan kemudahan yang
ditawarkan justru membuat org bebondong-bondong
menjadi pengemudi, sehingga armada transportasi
online semakin membludak. Saya rasa kedepannya,
angkutan online juga harus memiliki maksimal armada,
sehingga tidak terjadi persaingan dalam akibat
ketidakseimbangan permintaaan dan penawaran

Menurut saya untuk kewenangan yg untuk diberikan ke


pemda akan mempersulit sih dr berbagai pihak sih, jadi
menrt sy akan lbh baik klo itu sifatnya general dan
Gede Oka berlaku se-Indonesia.. krn bgitu berubah satu akan
EAK
Wiranata mempengaruhi ke daerah lain dan blm tentu dapat
menyesuaikan dengan cepat..
Kmudian untuk poin yg mbl dmg 1000cc untuk taksi
online , mnrt saya krg relevan.. krn mnrt sy itu cm
pembenaran saja agar bnyk mbl 1000cc terjual.
Yg hrs dicermati bagaimana tujuan dr online vs
konvensional bisa dicapai bersama, toh tujuannya
sama" buat tranaportasi publik
Transportasi online sudah 3 tahun beroperasi. Tapi
Banawa Sekar EAK ketika kisruh sudah terjadi, Permen No. 26 Thn 2016
baru diberlakukan.
Saya sangat setuju dengan adanya UU yg mengatur
tentang transportasi online ini baik itu bike, car maupun
taxi. Dan perusahaan online ini pun harus mau bekerja
sama dengan pemerintah supaya tertib sehingga tidak
ada lagi bentrokan apalagi yang sampai membuat
nyawa melayang, jangan mbandel mau seenaknya saja
dapat profit tapi tidak mau mengikuti peraturan yg ada.
Kusuma Arifiani EAK Dan juga saya ingin menanggapi ojek online yg
kewenangannya di serahkan ke Pemda, saya rasa lebih
baik pemerintah yang membuatkan peraturan yg jelas
karena kalau Pemda yang buat peraturan akan berbeda
beda di setiap daerah. Atau seperti kata mas @pande
dibuatkan dlu peraturan dasar yang jelas oleh
pemerintah mengenai ojek online ini kemudian Pemda
yg menyesuaikannya sesuai kondisi daerahnya
Saya sangat setuju dengan adanya transportasi online
karna banyak sekali manfaat yg dapat diperoleh oleh
masyarakat dengan adanya transportasi online ini di
antaranya yaitu tarif yg murah, mudah diakses oleh
masyarakat dan juga aman. Akan tetapi adanya
Putri Desriana EAK transportasi online ini berimbas terhadap transportasi
konvensional yang kalah bersaing dengan transportasi
online, di sini seharusnya pemerintah membuat suatu
kebijakan yang tentunya adil bagi bagi transportasi
online dan juga konvensional sehingga konflik di antara
mereka bisa teratasi
Saya salah satu masyarakat yang sangat tertolong
dengan adanya kendaraan online. Baik online dan
konvensional masing-masing memiliki kelebihan dan
kekurangan. Menurut saya, pemerintah harus tegas
Fifin_Ananda_HS EAK menyikapi permasalahan ini. Saya lebih mengarah ke
pengaturan daerah-daerah atau tempat yang bisa
digunakan oleh kendaraan online untuk beroperasi. Hal
ini, agar kendaraan konvensional juga bisa medapat
mencari penumpang
Muhammas Alfid EAK Menanggapi mas arif, Menurut saya ini salah satu alibi
Kurnianto pemerintah saat ini supaya dianggap program lcgc.a
sukses dan pembenadan agar mobil lcgc laku terjual.
Selain itu dgn diperbolehkannya mobil 1000 cc untuk
taxi online nnti bsa menciptakan ketimpangan lagi, krn
taxi konvensional ga ada yg pakai mobil 1000 cc.
Menanggapi pernyataan mas Wildan, mungkin
memang pemerintah terkesan lamban menanggapi.
Namun, saya rasa ini dapat dimaklumi memandang,
transportasi online merupakan sesuatu yang terbilang
baru, sehingga perlu kajian yang matang dalam
menetapkan peraturannya. Sebelumnya, sepengetahuan
saja aplikasi online merupakan aplikasi resmi yang
terdaftar, hanya saja memang armadanya belum
terdaftar secara resmi. Untuk itu, kita perlu apresiasi
Febrina Nur
EAK kehadiran permenhub yang mengatur mengenai ini.
Ramadhani BMI1
Dan, saya rasa dalam menertibkan ini perlu kerjasama
beberapa pihak pemerintahan. Sehingga saya sepakat
dengan pesan penutup mas arif bahwa nampaknya
masalah ini tdak akan terselasaikan dalam waktu dekat.
Selanjutnya, saya juga sepakat dengan pernyataan mba
Fifin bahwa perlu diatur jalur-jalur yang dapat dilalui
oleh transportasi online (terlebih lagi ojek) mengingat,
ojek pangkalan juga tidak terdaftar. Saya rasa ini adil
untuk menanggapi permasalahan yang ada.
Sebaliknya, saya malah setuju jika diserahkan ke
pemda, dg catatan kemenhub membuat aturan
dasar/prinsip2 terlebih dahulu. Pusat tidak bisa
mengatur masalah ojek karena kendaraan roda 2 tidak
Arif Muamar EAK bisa dimasukkan sebagai transportasi publik dg alasan
resiko keamanan. Negara2 lain di dunia pun banyak yg
tidak memasukkan motor sbg transportasi publik.
Depok adalah salah satu kota yg telah membuat aturan
ojek online dan cukup efektif
Transportasi online sangat membantu dalam kebutuhan
sehari2, ini salah satu bentuk kemajuan dari hasil
pendidikan, yakni adanya pembaharuan. Keuntungan
yg didapat dr trnsprtsi online ini sngat banyak (kita
ketahui bersama). Sehingga di era ini, sudh jelas, online
Benning Rizahra EAK
yg diminati. Namun perlu kita perhatikan juga demi
keberlangsungan negara yg aman, demi NKRI yg satu,
yaitu transportsi knvensional. Pmerintah harus tegas
akan hal ini, jika tdk, akan terjdi perpecahan. Ini harus
jelas diatur oleh pusat, dg berbagai pertimbngan agar
tdk ada yg d rugikan, namun memunculkan kompetisi
yg positif.
Saya sepakat, acuan dasar nya harus d atur di pusat,
perda boleh menambahkan by need.

Harus segera ditanggapi pmerintah, agar tdk bnyak


terjdi bentrok
Saya setuju dengan permenhub revisi ini. Pengelolaan
transportasi melalui permenhub 26/2017 adalah upaya
agar penyedia layanan transportasi mendapat perlakuan
yang sama (Kewajiban dan hak yg sama untuk pajak,
tarif, STNK). Namun alangkah lebih baik lagi
pengelolaan transportasi online dan konvensional juga
mengatur jumlah kuota armada yg dapat beroperasi
karena perseteruan terjadi pada dasarnya karena taksi
Deya Silviani EAK online dipandang menyebabkan penurunan permintaan
layanan taksi konvensional karena armada online
semakin merajalela. pengaturan yang lebih tegas dalam
hal ini terutama taksi online diperlukan agar tidak
memperparah masalah kemacetan yang telah ada. Di
samping itu transportasi publik dari pemerintah yg juga
semakin diperbaiki fasilitasnya sehingga layanan
transportasi baik online, publik pemerintah,
konvensional berjalan saling sinergi melengkapi.
Menanggapi isu transportasi online terutama ojek
online yg kian marak. Hal ini sebenarnya perlu
ditelusuri apa penyebabnya transportasi online lebih
disukai, yaitu kurang memadainya fasilitas transportasi,
baik jalan maupun transportasi umum. saya beri
contoh di jakarta, mengapa ojek online lebih laris?
padahal jika ditinjau dr harga, busway dan KRL pun
jauh lebih murah. namun konsumen malas
menggunakannya krn macet, kereta penuh dll. hal ini
Fahmi Nur
EAK menandakan adanya kekurangan fasilitas jalan, dsb.
Amelia
Jadi menurut saya, jika masalah ini ingin diselesaikan,
selesaikan lah dr akar masalahnya. Bukan hanya terkait
tarif yg diatur, tapi regulasi keseluruhan spt rencana
pembangunan jalan, rel dll. sehingga antara yg
transpprtasi online dan konvensional dapat bersaing
dgn sehat dgn cara masing2.
Kemudian, para pengelola transportasi online pun
sbnrnya ingin mempunyai payung hukum utk
melindungi mereka, sehingga saya rasa permenhub ini
adalah tepat. Krn saya yakin, pemerintah pun sudah
mempertimbangkannya secara adil. Sehingga
sebenarnya kita hanya butuh kesediaan semua pihak utk
mematuhinya. terlepas dr pro dan kontra
Terimakasih atas tanggapan mbak febrina, sebagai
tambahan saya juga menyadari bahwa dibalik sumber
daya yang kuat pemerintah masih punya kekurangan
dalam hal adaptasi maupun inisiatif terhadap suatu
fenomena baru, terlebih fenomena ybs adalah sesuatu
yang langsung menyangkut hajat hidup khalayak
ramai. Tapi disamping itu perlu disadari bahwa resiko
Wildan terjadinya bentrok seperti yang mas Arif nyatakan
EAK
Muthahari pada poin 5 sudah dapat dicium sejak dini. Serupa
halnya dengan resiko lain seperti banjir dan longsor
yang merupakan bencana alam yang dapat diprediksi,
berbeda dengan gempa. mungkin kedepannya perlu
disediakan wewenang khusus bagi yang
berkepentingan untuk mengadakan 'sidang' demi
keterbukaan informasi dan kebijakan yang perlu
dipatuh
Saya setuju dengan diberlakukannya permenhub
32/2016 yang mengatur tantang Penerapan tarif batas
atas dan bawah untuk transpotasi online, pembatasan
kuota serta ketenuan stnk dan sebagainya. Dengan
adanya peraturan memberikan hak yang sama antara
transportasi online dan transportasi konvensional
sehingga kedua armada transportasi ini dapat bersaing
Handoko EAK secara sehat tanpa harus saling menyalahkan. Selain itu
akibat adanya persaingan yg sehat ini tentunya memacu
kedua armada transportasi ini untuk terus melakukan
evaluasi dan meningkatkan kenyamanan konsumen
agar konsumen beralih ke transportasi umum yang
berimbas pada berkurang nya penggunaan kendaraan
pribadi. Akibat berkurangnya penggunaan kendaraan
pribadi ini kemacetan dapat di tekan
Pro dan kontra sdh dijabarkan oleh teman2, saya
sepakat dg mas Wildan, regulasi pemerintah penting, tp
jgn telat.
Dr sudut pandang Sosiologi. Modernisasi menurut
Banawa Sekar EAK
Peter Barger, penurunan kondisi konvensional wajar
terjadi. Mascionis menyebut kejadian demikian akan
bersifat kontroversial.
Itu terjadi pd delman dan becak era 60-80an.
Inggris, Singapura, USA, Malaysia mengatur
transportasi online berdasarkan lisensi.
Negara2 tsb mensyaratkan transport online berlisensi
dan pelayanan terstandarisasi. Persaingan sesuai
hukumpasar. Taxi Deutchland Servicegesellschaff
menuntut Uber krn tdk ada lisensi jelas dan asuransi,
pengadilan memenangkan tuntutan. Uber distop di
Jerman. Jepang melarang Uber krn brdasarkan
peraturan, kendaraan pribadi dilarang digunakan utk
komersil. Pembatasan tsb mirip dg permen 26/16 di
Indonesia, yg mana Uber, Go-Jek dan Grab meenyebut
pemerintah gagap pembaruan, yg mana membatasi
sharing economy
Filipina sbg negara pelegar transport online pertama
bisa jd contoh. Member hrus berlisensi, ber-GPS, dan
usia kendaraan tak lebih dr 7 tahun. Jd, motor pun tak
masalah jka terstandar baik sgi keselamatan dan
pelayanan, krn di Indonesia sdh ada ojek.
Di Malaysia, melalui regulasi otoritas setempat, trans
online dan conven memiliki hak dan kewajiban sama
Azas Tigor Nainggolan selaku pengamat transportasi
mengatakan bahwa pengaturan tarif dan kuota yg diatur
pemerintah akan berimbas pada penurunan pelayanan
dan kualitas. Sinergi antara transport online dan
konvensional sgt strategis dilakukan. Misal, kini Go-
Jek dg Bluebird melahirkan Gocar. Uber dan taxi
Express demikian jg. Lisensi dan efisiensi akan lebih
tercipta dr sinergi tsb
Saya setuju dengan peraturan yg mengatur jumlah
armada, karena walaupun jalanan diperluas dan
diperlebar kalau terjadi peningkatan jumlah volume
kendaraan sama aja boong, kemacetan akan tetap
Kusuma Arifiani EAK
terjadi, apalagi yg terjadi sekarang perusahaan
transportasi juga menjual mobil dengan mencicil
pembiayaan mobilnya dengan menjadi driver
transportasi online tersebut
Terimakasih atas kesempatannya.
Kembali menanggapi pernyataan mas Wildan. Terkait
keterbukaan informasi dan kebijakan yang perlu
Febrina Nur
EAK dipatuhi, saya sepakat. Tentu itu sangat penting
Ramadhani BMI1
kedepannya.
Saya sendiri memandang, apapun kebijakannya
akhirnya nanti, sepertinya tetap saja konvensional
harus menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi
seberapa kali pun demoatrasi dilakukan.
Karena teknologi tidak dapat mundur.
Untuk mas @Malfidk, terkait bahasan LCGC
sepertinya dicukupkan karena nanti akan semakin jauh
dg bahasan utama.
Menanggapi pendapat mba Fahmi, saya setuju sekali
dan memang ini yg perlu diberi perhatian khusus. Jadi,
jangan hanya transportasi online yg "diserang", tetapi
yg konvensional juga harus betul2 dibenahi. Model2
yang suka ngetem ga jelas, naik turun penumpang
sembarang tempat, dan jangan lupa, beberapa tahun
lalu kita juga tahu ada kasus pelecehan seksual di
angkot. ini kan hal yg harus disadari oleh para pemilik
Arif Muamar EAK transportasi konvensional bahwa mereka juga harus
menaikkan standar mutu dan pelayanan.
Menggapi mas Wildan , saya sepakat bahwa
pemerintah memang terlambat dalam merespon
masalah ini. Ketika transportasi online sudah
bertebaran dimana2 dan bentrokan terjadi, permenhub
baru dikeluarkan. Ke depan ini jangan sampai terjadi
lagi.
Pemenhub yg berlaku sekarang adalah 26/2017 yg di
dalamnmnya sudah mengatur pembatasan kuota
armada online maupun konvensional oleh
gubernur/dirjen.
Terimakasih mas @qohardwi atas kesempatan
menanggapi lagi. Yang sebenarnya saya sempat ragu
apakah harus pakai EAK atau bisa langsung saja. Tepat
sekali, memang contoh yang terjadi di Jepang inilah
yang saya kira menjadi topik utama yang sebenarnya
sederhana namun tidak tertangani juga sejak awal
mula. Pihak konvensional saya kira tidak akan
keberatan jika pihak online / start up memberi
Wildan
EAK ketetapan bahwa kendaraan yang digunakan sebagai
Muthahari
sarana usaha tidak dapat lagi digunakan demi
keperluan pribadi, atau perusahaanlah yang perlu
menyediakan sarana sendiri..
Mengenai tanggapan terkini dari mbak Febrina Nur
Ramadhani , saya setuju 100%. Karena saya juga
seorang penghobi teknologi dan futurisme, yang
berpandangan bahwa siapapun, bahkan pihak yang
berwenang, akan tertinggal dari pihak-pihak lain yang
terampil memanfaatkan teknologi dan informasi.
Menanggapi mas arif. okee
Menanggapi mba kusuma. Sekedar koreksi, bukan
perusahaan transportasi online, tp perusahaan start up
pengelola mitra transportasi online. Dan yg mencicil
Muhammad Alfid
EAK bukan perusahaannya melainkan mitra.a, jd perusahaan
Kurnianto
start up tidak ada tanggung jawab ke sana. ntinya
bukan perusahaan yg menyediakan transportasi online
tp perusahaan teknologi tergolongnya.

Transportasi konvensional blm memenuhi demand


basic dr masyarakat dr segi biaya, waktu tempuh,
efisinsi, so sementara waktu dr yg konvensional blm
Gede Oka
EAK bisa penuhi, metode online merupakan cr cepat untuk
Wiranatha
menutupi lubang tersebut.. kedepannya sih mnrt sy tdk
ada lagi yg namanya konvensional vs online, tp emg
kedua ini saling melengkapi
Menaggapi beberapa pernyataan di atas, memang
sudah seharusnya kendaraan untuk transportasi umum
Febrina Nur
EAK/EAT bukanlah kendaraan bersifat pribadi. Inilah yang
Ramadhani BMI1
kemudiaan perlu diperhatikan lagi oleh pemerintah.
Atau apakah sudah ada peraturan yang mengatur ini ?
Menambahkan, saat ini berbagai transportasi online
sudah sedikit demi sedikit mengikuti hukum di
Arif Muamar EAK
Indonesia. Betul bahwa Gojek, Uber dan sudah
berbadan hukum dan telah membayar pajak.
Menanggapi mba Febrina, baru di Inggris yg sdh
diterapkan peraturan demikian dg tajuk Private Hire
Banawa Sekar EAK
Vehicle utk taxi online. Wajib berlisensi dan
berasuransi..
Kesimpulan
1. Ke depan, pemerintah jangan sampai terlambat mengantisipasi
permasalahan yang berkaitan dengan kemajuan IT seperti ini,
karena perkembangan teknologi adalah keniscayaan.
2. Pemerintah sebagai regulator harus tegas menerapkan
Permenhub 26/2017 karena ini adalah kunci agar tidak terjadi
gesekan antara online/konvensional. Perusahaan penyedia jasa
Arif Muamar
transportasi online harus mematuhi aturan yg berlaku di
Indonesia
3. Perusahaan penyedia jasa transportasi konvensional harus
bercermin dan memahami perkembangan zaman. Berbagai
kekurangan yang ada harus dibenahi.
4. Pada akhirnya, publik yang harus diutamakan dalam hal
transportasi ini. Kenyamanan, keamanan dan kemudahan adalah
hal yang wajib diberikan oleh penyedia jasa layanan
transportasi online/konvensional.
Pemerintah melakukan kerjasama dengan agen kendaraan online
sehingga para pengemudi kendaran konvensional dapat bergabung
dengan agen kendaraan online sehingga sistem transportasi umum di
Indonesia menjadi lebih modern, nyaman, aman, dan terjangkau
Handoko
sehingga meningkakan minat masyarakat terhadap transportasi
umum tersebut. dengan meningkatkan minat masyarakat terhadap
transportasi umum dapat meminimalisir penggunaan kendaraan
pribadi dengan begitu kemacetan dapat di tekan
Melihat fenomena ini, tentu tidak bijak bila kita terus mencari siapa
yang bersalah. Karena bila ditanya siapa yang bersalah? Maka
semua pihak bersalah. Konvensional bersalah karena tidak dapat
menyesuaikan diri, online bersalah karena melakukan persaingan
tidak sehat. Pemerintah juga salah karena terkesan lamban
menanggapi persoalan ini. Sehingga, akan lebih baik bila kita
mencari solusi dari permasalahan ini. Berdasarkan diskusi tadi,
Febrina Nur
beberapa solusi yang kemudian dapat ditarik yakni kedepannya
Ramadhani BMI1
diharapkan tidak ada lagi istilah konvensional dan online karena
adanya penyesuaian sistem dan tarif serta armada yang beroperasi.
Aturan bagi transportasi umum roda 2 juga perlu dipertimbangkan.
Seperti yang telah dibahas tadi, contohnya mengatur jalan-jalan
yang dapat dilalui ojek online. Selanjutnya, permen terhakait harus
segera dilaksanakan. Selain itu, pemerintah juga perlu mengawasi
penerapannya, dan menyiapkan sanksi bagi yang tidak menerapkan