Anda di halaman 1dari 16

BAB 1

LATAR BELAKANG

Pada tahun 1890, tim bisbol profesional Brooklyn Trolley Dodgers bergabung dengan

National Liga. Selama tahun-tahun berikutnya, Dodgers akan sangat sulit bersaing dengan tim

bisbol lainnya di wilayah New York City. Tim tersebut, Kepala sekolah di antara mereka adalah

orang-orang New York Yankee, jauh lebih baik dibiayai dan umumnya dipenuhi pemain dengan

kualitas tinggi. Setelah hampir tujuh dekade sebagian besar frustrasi dan mematikan medan bisbol,

Dodgers mengejutkan dunia olah raga dengan pindah ke Los Angeles pada tahun 1958. Walter

O'Malley, pemilik Dodgers yang ambisius, melihat sebuah kesempatan untuk memperkenalkan bola

bisbol profesional ke populasi Pantai Barat yang berkembang pesat. Yang lebih penting, O'Malley

melihat sebuah kesempatan untuk membuat timnya lebih profi. Sebagai sebuah bujukan kepada

Dodgers, Los Angeles County membeli sebuah peternakan kambing yang terletak di Chavez

Ravine, sebuah daerah yang berjarak dua mil di sebelah barat laut Los Angeles, dan memberikan

properti itu kepada O'Malley untuk lokasi stadion bisbol barunya.

Sejak pindah ke Los Angeles, Dodgers telah membuat iri dunia: "dalam segala hal mulai dari

perawatan hingga perawatan stadion. Dodgers adalah prototipe bagaimana waralaba harus

dijalankan. Selama tahun 1980an dan 1990an, Dodgers memerintah sebagai franchise meja paling

profi dalam pertandingan bisbol dengan margin awal sebelum mendekati 25 persen selama

bertahun-tahun. Pada akhir 1997, Peter O'Malley, putra Walter O'Malley dan pemilik utama

Dodgers, menjual franchise tersebut seharga $ 350 juta kepada gerombolan media Rupert

Murdoch. Seorang juru bicara Murdoch memuji keluarga O'Malley atas keberhasilan lama

organisasi Dodgers: "Keluarga O'Malley telah menetapkan standar emas untuk kepemilikan

waralaba. Selama wawancara sebelum menjual Dodgers, Peter O'Malley menghubungkan

kesuksesan tersebut organisasinya kepada para ahli yang dia simpan di semua bidang fungsional
`
Edward Campos, seorang akuntan lama untuk Dodgers, adalah contoh yang tampaknya

sempurna dari salah satu pakar di organisasi Dodgers. Campos menerima posisi entry level dengan

Dodgers sebagai seorang pemuda. Pada tahun 1986, setelah hampir dua dekade bersama klub, dia

telah berhasil mencapai hirarki pekerjaan untuk menjadi kepala penggajian operasi. Setelah

mengambil alih departemen gaji Dodgers, Campos merancang dan menerapkan sistem penggajian

baru, sebuah sistem yang hanya dia benar-benar mengerti. Sebenarnya, Campos mengendalikan

sistem ini sepenuhnya sehingga dia secara pribadi mengisi kartu gaji mingguan untuk masing-

masing 400 karyawan Dodgers. Campos dikenal tidak hanya karena etos kerjanya tapi juga karena

kesetiaannya kepada klub dan pemiliknya: "Dodgers mempercayainya, dan saat sedang berlibur, dia

bahkan kembali dan melakukan penggajian. Sayangnya kepercayaan Dodgers di Campos salah

tempat. Selama beberapa tahun, Campos menggelapkan beberapa ratus ribu dolar dari majikannya.

Menurut catatan pengadilan, Campos mengucapkan gaji Dodgers dengan menambahkan karyawan

yang ceroboh ke berbagai departemen di dalam organisasi. Sebagai tambahan, Campos secara rutin

memberikan sejumlah jam kerja oleh beberapa karyawan dan kemudian membagi kelebihan

pembayaran yang dihasilkan lima puluh lima dengan orang-orang tersebut.

Skema penipuan datang terurai saat usus buntu menyerang Campos, memaksa pengendali

Dodgers untuk sementara mempertimbangkan tanggung jawabnya. Sewaktu menyelesaikan gaji

satu minggu, pengawas memperhatikan bahwa beberapa karyawan, termasuk pengantar, penjaga

keamanan, dan petugas penjualan tiket, dibayar dalam jumlah besar dalam jumlah besar. Dalam

beberapa kasus, karyawan yang menghasilkan $ 7 per jam menerima gaji mingguan mendekati $

2.000. Setelah penyelidikan kriminal dan tuduhan terhadap Campos dan kohortnya, semua individu

yang terlibat dalam kecurangan penggajian mengaku.

Sebuah pengadilan negeri menghukum Campos delapan tahun penjara dan meminta dia

untuk melakukan restitusi sekitar $ 132.000 kepada Dodgers. Seorang konspirator lainnya juga

menerima hukuman penjara. Sisa individu yang terlibat dalam skema penggajian membuat restitusi
dan ditempatkan dalam masa percobaan.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. MERENCANAKAN AUDIT PERSONALIA


2.1.1. Perencanaan Audit Siklus Jasa Personalia
`
Siklus personalia suatu perusahaan meliputi kejadian-kejadian dan kegiatan-kegiatan yang
bersangkutan dengan pemberian kompensasi kepada pimpinan dan pegawai perusahaan. Jenis-jenis
konpensasi meliputi gaji, upah, (per jam, per hari atau per unit pekerjaan), komisi, bonus,
tunjangan, opsi membeli saham, berbagai kesejahterahaan (benefit) yang diberikan kepada pegawai
(misalnya asuransi kesehatan). Kelompok transaksi utama dalam siklus ini adalah transaksi-
transaksi penggajian/ pengupahan. Siklus personalia berkaitan dengan dua siklus lain. Pembayaran
kompensasi kepada karyawan dan pembayaran pajak penghasilan karyawan yang dipotong
perusahaan dari penghasilan karyawan berhubungan dengan transaksi pengeluaran kas dalam
siklus pengeluaran.

2.2. TUJUAN AUDIT SIKLUS PERSONALIA


2.2.1. Tujuan audit siklus personalia
Asersi Tujuan audit kelompok Tujuan audit saldo
transaksi rekening
Keberadaan atau Biaya gaji dan upah serta Saldo utang gaji dan upah
keterjadian biaya PPh karyawan dalam serta utang PPh karyawan
pembukuan terkait dengan mencerminkan jumlah yang
kompensasi atas jasa yang terutang per tanggal neraca
diberikan selama periode (AT2)
yang diaudit( AT1)
Kelengkapan Biaya gaji dan upah serta Utang gaji dan upah serta
biaya PPh karyawan utang PPh karyawan
mencakup semua biaya mencakup semua utang
yang terjadi untuk jasa kepada karyawan dan
personalia selama periode utang kepada Negara per
yang diaudit( L1) tanggal neraca( L2)
Hak dan kewajiban Utang gaji dan upah serta
utang PPh karyawan
adalah kewajiban
peruasahaan klien (HK3)
Penilaian atau Biaya gaji dan upah serta Utang gaji dan upah serta
pengalokasian biaya PPh karyawan telah utang PPh karyawan telah
dihitung dengan teliti dan dihitung dengan teliti dan
telah dicatat (NA1) telah dicatat (NA2 )
Distribusi biaya tenaga
kerja pabrik telah dihitung
dan dicatat dengan
benar( NA3)
Penyajiandan Biaya gaji dan upah serta Utang gaji dan upah serta
pengungkapan biaya PPh karyawan telah utang PPh karyawan telah
diidentifikasi dan diidentifikasi dan
dikelompokkan dengan diklasifikasi dengan benar
benar dalam laporan laba dalam neraca (SU2)
rugi (SU1) Laporan keuangan telah
memuat pengungkapan
yang tepat tentang
program pensiun dan
program benefit
lainnya( SU3)

2.3. MATERIALITAS, RISIKO INHEREN, DAN PROSEDUR ANALITIS SIKLUS


PERSONALIA
2.3.1. Materialitas, Risko Bawaan, dan Prosedur Analitis Siklus Personalia
a. Materialitas
Untuk perusahaan-perusahaan jasa dan perusahaan professional, jasa personalia biasanya
merupakan salah satu pos biaya yang besar. Pada lembaga-lembaga pendidikan, jasa personalia
pada umumnya merupakan pengeluaran yang utama. Perkembangan yang pesat pada perusahaan-
perusahaan jasa menyebabkan semakin pentingnya peranan tenaga kerja, sehingga siklus jasa
personalia pada banyak perusahaan merupakan bidang audit yang material. Di lain pihak, saldo
rupiah utang gaji dan upah pada umumnya tidak begitu signifikan, namun pengungkapan yang
berkaitan dengan opsi saham dan program pensiun biasanya merupakan pengungkapan yang
material.

b. Risko Bawaan
Auditor umunya tidak begitu khawatir dengan asersi kelengkapan pada siklus personalia,
karena kebanyakan pegawai akan segera beraksi untuk menagih kepada majikannya jika mereka
tidak dibayar tepat pada waktunya. Namun kecurangan (asersi keberadaan atau keterjadian)
merupakan masalah besar bagi auditor. Volume transaksi pembayaran tenaga kerja bisa cukup
`
tinggi. Pada perusahaan manufaktur, dasar perhitungan upah kotor bisa berupa waktu dan atau
jumlah hasil kerja. Oleh karena itu, perhitungan bisa menjadi masalah yang kompleks dan risiko
bawaan untuk asersi penilaian dan pengalokasian bisa menjadi tinggi. Sebagai kesimpulan dapat
dikatakan bahawa risiko bawaan cukup tinggi untuk asersi keberadaan atau keterjadian, penilaian
atau pengalokasian,serta penyajian dan pengungkapan.

c. Prosedur Analitis
Prosedur analitis sangat bermanfaat dalam mengidentifikasi kecurangan potensial seperti
misalnya apabila gaji atau upah kotor pegawai lebih tinggi dari jumlah yang diperkirakan auditor.
Prosedur ini akan sangat efektif apabila auditor bisa menggunakan pernagkat lunak audit
digeneralisasi, mengelompokkan pegawai berdasar kategori pegawai, dan kemudian menganalisis
gaji atau upah rata-rata per kategori pegawai.

2.4. PERTIMBANGAN KOMPONEN PENGENDALIAN INTERNAL SIKLUS


PERSONALIA
2.4.1. Pertimbangan Komponen Pengendalian Internal Siklus Personalia
Seperti untuk kelompok transaksi utama lainnya, kelima komponen pengendalian internal
dianggap relevan dengan siklus jasa personalia. Beberapa faktor lingkungan pengendalian
mempunyai relevansi yang bersifat langsung. Keseluruhan tanggung jawab atas masalah personalia
seringkali diserahkan kepada wakil direktur hubungan industrial atau tenaga kerja, atau kepada
manajer sumber daya manusia atau personalia. Departemen sumber daya manusia biasanya
bertanggung jawab atas otorisasi pengangkatan personel dan mengotorisasi pembayaran gaji, upah,
serta tunjangan. Dewan direktur biasanya menetapkan gaji pejabat dan bentuk-bentuk kompensasi
pejabat lainnya. Departemen yang mungkin secara signifikan terlibat dalam pemrosesan transaksi
gaji dan upah meliputi pencatatan waktu, penggajian, serta kantor bendahara.
Aktivitas pemantauan yang dapat diterapkan atas penggajian mencakup umpan balik dari
karyawan mengenai masalah pembayaran, umpan balik dari badan pemerintah mengenai masalah
pelaporan serta pembayaran pajak gaji dan upah, penilaian efektivitas pengendalian gaji dan upah
oleh auditor internal, dan pengawasan kompensasi eksekutif oleh komite audit.

2.5. AKTIVITAS PENGENDALIAN-TRANSAKSI


2.5.1. Aktivitas Pengendalian Transaksi Penggajian/ Pengupahan
Dokumen dan catatan yang Umum
Otorisasi personil
Kartu waktu hadir
Catatan waktu kerja
Daftar gaji dan upah
Rekening bank-gaji & upah
Cek gaji/ upah
Ikhtisar distribusi biaya tenaga kerja
Formulir pajak penghasilan karyawan
Arsip pegawai
File induk data personil
File induk pendapatan karyawan

2.5.2. Fungsi dan Pengendalian yang Terkait


Permulaan transaksi penggajian/ pengupahan meliputi :
Pengangkatan karyawan
Pemberian otorisasi perubahan gaji/ upah
Penerimaan jasa meliputi :
Pembuatan data kehadiran dan waktu kerja
Pencatatan transaksi penggajian/ pengupahan meliputi :
Penyiapan dan pencatatan daftar gaji/ upah
Pembayaran gaji/ upah meliputi :
Pembayaran gaji/ upah dan mengamankan upah yang belum/ tidak diambil
Pembeyaran pajak penghasilan karyawan

2.6. MENENTUKAN RISIKO DETEKSI


2.6.1. Penentuan Risiko Detektif Siklus Personalia
Pengujian pengendalian atas efektivitas pengendalian untuk risiko ini memungkinkan
auditor untuk menetapkan tingkat risiko deteksi pada tingkat rendah, sehingga tingkat risiko
deteksi bisa diterima untuk kebanyakan asersi penggajian/ pengupahan adalah moderat atau tinggi.
Akibatnya, pengujian tersebut seringkali dibatasi hanya dengan menerapkan prosedur analitis atas
rekening-rekening biaya dan utang biaya yang bersangkutan,serta pengjuian detil terbatas. Apabila
prosedur analitis menunjukkan adanya fluktuasi yang tidak wajar, mak diperlukan pengujian detil
lebih banyak.

2.7. MERANCANG PENGUJIAN SUBSTANTIF


2.7.1. Pengujian Substantif Saldo-Saldo Penggajian/ Pengupahan
Pengujian substantif saldo-saldo penggajian/ pengupahan biasanya dilakukan pada tanggal
neraca atau mendekati tanggal neraca.
2.7.2. Perancangan Pengujian Substantif Siklus Personalia
Program audit yang bisa dipertimbangkan untuk mengaudit saldo rekening utang gaji/ upah
sama dengan apa yang telah diidentifikasi. Namun dalam hal ini auditor tidak perlu mengkonfirmasi
`
utang gaji/ upah. Uraian tentang pengujian substantif khusus untuk saldo-saldo penggajian/
pengupahan yang akan dijelaskan di bawah ini dibatasi hanya prosedur-prosedur berikut :
Menghitung kembali kewajiban gaji dan upah akrual
Mengaudit tunjangan karyawan dan program pensiun
Mengaudit opsi saham dan hak apresiasi saham
Memverifikasi kompensasi pejabat perusahaan
2.7.3. Menghitung Kembali kewajiban Gaji dan Upah Akrual
Bagi banyak perusahaan perlu dibuat berbagai macam akun akrual padatanggal neraca
sebesar jumlah yang terutang kepada pejabat dan karyawanuntuk gaji dan upah, komisi, bonus,
uang cuti, dan sebagainya, sertasebesar jumlah yang terutang kepada badan-badan pemerintah
untukpajak-pajak gaji dan upah. Walaupun perhatian utama auditor mengenaibeban gaji dan upah
untuk tahun berjalan tertuju pada lebih saji, namununtuk akun-akun akrual akhir tahun perhatian
utamanya adalah padarendah saji. Hal yang juga harus diperhatikan adalah konsistensi
metodeuntuk menghitung akrual dan periode ke periode.
Dalam memperoleh bukti mengenai kewajaran jumlah-jumlah akrualmanajemen, auditor
harus mereview perhitungan manajemen ataumelakukan perhitungan sendiri. jumlah-jumlah akrual
untuk pajak gaji dan upah harus dibandingkan dengan jumlah yang diperlihatkan dalamlaporan
pajak gaji dan upah. Selain itu, bukti tambahan juga dapatdiperoleh dengan memeriksa pembayaran
sesudahnya atas jumlah akrualitu sebelum pekerjaan Iapangan berakhir. Bukti yang diperoleh dan
pengujian ini terutama menyangkut tujuan yang berhubungan denganasersi penilaian atau alokasi.

2.7.4. Mengaudit Tunjangan Karyawan dan Program Pensiun


Banyak perusahaan menawarkan tunjangan pensiun dan pascapensiun yang signifikan
kepada para karyawan. Sejumlah perusahaan pabrikasi telah memiliki program pensiun dengan
tunjangan pasti yang menghadirkan masalah yang signifikan dalam hal pengukuran beban pensiun,
serta pengungkapan pensiun. Di sini risiko yang paling signifikan berhubungan dengan salah saji
dalam asersi penilaian atau alokasi (menentukan beban pensiun), serta asersi penyajian dan
pengungkapan (menulis catatan kaki tentang pensiun).
Program pensiun dengan tunjangan pasti biasanya terkena persyaratan yang dikeluarkan
Employee Retirement Income Security Act (ERISA) tahun 1974, yang biasanya mensyaratkan
audit terpisah atas program pensiun. Auditor yang mengaudit laporan keuangan biasanya dapat
mengacu pada hasil audit ERISA ketika mengaudit beban dan pengungkapan pensiun. Pada saat
menyelesaikan audit ERISA, auditor biasanya akan menggunakan pakardan luar untuk mengaudit
asumsi-asumsi aktuarial yang penting yang diperlukan untuk menentukan beban pensiun dan
proyeksi kewajiban tunjangan.
Auditor juga harus mengevaluasi kewajaran estimasi akuntansi utama, yaitu tingkat
pengembalian yang digunakan untuk menentukan proyeksi kewajiban tunjangan, pada saat
mengaudit beban pensiun. Hal ini biasanya melibatkan audit atas tingkat pengembalian jangka
panjang perusahaan yang diperoleh oleh aktiva program (bukan hanya pengembalian jangka pendek
yang terakhir), serta mengevaluasi tingkat pengembalian jangka panjang yang dilaporkan oleh
perusahaan lainnya di dalam industri tersebut.

2.7.5. Mengaudit Opsi Saham dan Hak Apresiasi Saham


Salah satu bentuk kompensasi karyawan yang umum bagi banyak perusahaan menyangkut
penggunaan opsi saham. Auditor harus menentukan
(1) jenis program kompensasi insentif yang digunakan untukmemberikan kompensasi kepada
karyawan dan pejabat,
(2) bagaimanabeban kompensasi ditentukan, dan bagaimana beban kompensasidialokasikan ke
berbagai periode akuntansi, serta
(3) kecukupanpengungkapan yang berkaitan dengan program kompensasi insentif.

Pertama, auditor harus menentukan metode kompensasi insentif yang digunakan oleh klien
dan membaca kontrak-kontrak yang mendasari untuk mengidentifikasi istilah-istilah penting yang
berhubungan dengan program kompensasi insentif. Metode yang umum digunakan mencakup
penggunaan baik opsi saham insentif maupun, dalam beberapa kasus,hak apresiasi saham. Hak
apresiasi saham seringkali digunakan untuk memberikan karyawan-karyawan kunci kas yang cukup
untuk menggunakan opsi saham dan menyimpan saham itu, bukan menjualsaham guna
mendapatkan kas yang cukup untuk menggunakan opsi.
Dalam hal akuntansi untuk beban kompensasi, sebagian besarperusahaan menyusun
program opsi sahamnya untuk memenuhi persyaratan APB No. 25, sehingga mereka dapat
menggunakan pendekatan nilai intrinsik dan tidak melaporkan beban kompensasi yang berkaitan
dengan penggunaan opsi saham. Namun, hak apresiasi saham mengharuskan diakuinya beban
kompensasi, tanpa memperhatikan apakah hak itu digunakan selama periode berjalan atau tidak.
Auditor harus dengan cermat mengevaluasi ketepatan penerapan GAAP ataupun standard
ISA dalam konteks syarat-syarat kontrak yang berhubungan dengan opsi saham danhak apresiasi
saham.
Masalah paling signifikan menyangkut program kompensasi insentif berhubungan dengan
`
pengungkapan yang memadai dalam laporankeuangan. FASB No. 123 mewajibkan perusahaan
untuk mengungkapkan laba bersih dan laba per saham pro forma seperti dalam menggunakan
pendekatan nilai wajar. Akibatnya, auditor harus mengaudit model penilaian yang digunakan untuk
menentukan riilai wajar opsi saham. Pada saat mengevaluasi kewajaran penyajian dalam laporan
keuangan, auditor mengevaluasi asumsi-asumsi yang mencakup suku bunga bebas risiko, perkiraan
umur opsi, perkiraan volatilitas harga saham, dan perkiraan dividen.
Auditor juga harus mengevaluasi kewajaran penyajian pengungkapan termasuk deskripsi
program secara umum, serta jumlah dan rata rata tertimbang harga penggunaan opsi yang masih
beredar pada awal danakhir tahun, serta opsi yang diberikan, digutiakan, dibatalkan,
ataukadaluwarsa selama tahun berjalan.
2.7.6. Memverifikasi kompensasi Pejabat
Kompensasi pejabat sangat sensitif terhadap audit karena dua alasan:
(1) pengungkapan kompensasi pejabat secara terpisah disyaratkan dalam laporan 10-K yang
diserahkan perusahaan terbuka kepada SEC, dan
(2) para pejabat mungkin bisa menghindari pengendalian dan menerima gaji, bonus, opsi
saham, serta bentuk kompensasi lainnya yang melebihi jumlah yang diotorisasi.

2.8. PROSEDUR AWAL


Salah Satu prosedur awal yang penting adalah menyangkut usaha untuk mendapatkan
pemahaman tentang bisnis dan industri suatu entitas guna mcnetapkan konteks untuk mengevaluasi
prosedur analitis dan pengujian rincian. jika klien adalah pabrikan, maka penting untuk memahami
bauran biaya tetap dan biaya variabel yang terlibat dalam proses pabrikasi. Dan jika klien itu
mcrupakan pengecer, maka penting untuk memahami sumber pasokan produk serta peran yang
dimainkan klien dalam mata rantai distribusi ini.

2.9. PROSEDUR ANALITIS


Hal yang sangat penting dilakukan ketika mengembangkan ekspektasi yang akan digunakan
dalam mengevaluasi data analitis bagi klien adalah penelaahan atas pengalaman dan kecenderungan
industri klien. Sebagai contoh, dengan mengetahui penurunan yang tajam dalam rasio perputaran
persediaan klien yang mencerminkan keadaan perusahaan tersebut, dapat membantu auditor untuk
menyimpulkan bahwa penurunan itu tidak mengindikasikan kesalahan yang berhubungan dengan
keberadaan data klien yang digunakan dalam menghitung rasio perputaran persediaan., melainkan
mengindikasikan masalah penilaian yang berkaitan dengan penurunan permintaan yang mungkin
akan diikuti oleh menurunnya harga pasar.
BAB 3

PEMBAHASAN KASUS

1. Tujuan utama auditor dalam melakukan pengujian kontrol pada siklus transaksi penggajian,

seperti halnya siklus transaksi, adalah menilai tingkat risiko pengendalian yang tersembunyi

dalam siklus tersebut. Auditor menilai risiko pengendalian untuk siklus transaksi untuk

mendapatkan bukti yang diperlukan untuk menentukan tingkat, sifat, dan waktu akhir dari

pengujian substantif akhir yang akan diterapkan pada saldo akun yang dihasilkan oleh siklus

transaksi tersebut.

Dua saldo akun terpenting yang dihasilkan oleh siklus transaksi gaji biasanya terdiri dari

gaji dan gaji. Seperti kebanyakan akun pertanggungjawaban dan beban, perhatian utama

auditor terhadap dua akun ini adalah pelanggaran terhadap pernyataan "kelengkapan".

Dalam menilai kewajaran biaya penggajian berkala, auditor biasanya menggunakan

prosedur analitik secara ekstensif. Misalnya, auditor biasanya mengembangkan sebuah

harapan mengenai biaya penggajian klien untuk periode tertentu dengan meninjau biaya gaji

yang dilaporkan oleh klien pada periode sebelumnya yang sebanding dan dengan

mempertimbangkan faktor-faktor seperti gaji karyawan rata-rata yang paling baru yang

diberikan oleh klien. Jika biaya penggajian yang dicatat klien bervariasi secara signifikan

dari ekspektasi auditor, uji substantif tambahan akan diperlukan untuk menyelidiki

perbedaan ini. Sehubungan dengan akhir tahun penggajian, auditor harus terlebih dahulu

menentukan jangka waktu dimana gaji, baik per jam maupun gaji, seharusnya

diakumulasikan oleh klien. Kemudian, auditor harus menentukan apakah biaya penggajian

yang masih harus dibayar yang dilaporkan oleh klien masuk akal mengingat jangka waktu

tersebut.
`
2. Beberapa kelemahan pengendalian internal

a) Desain pengendalian internal

Campos, kepala penggajian operasi telah merancang pengendalian internal sendiri dan

menerapkan sistem penggajian baru yang hanya dapat sepenuhnya dimengerti olehnya.

Seperti kita ketahui, tujuan perancangan pengendalian intern adalah untuk mencegah

atau mendeteksi salah saji material dalam laporan keuangan. Karena kasus ini, Campos

dapat dengan mudah melakukan kecurangan karena tidak ada orang lain yang bisa

memahami disain pengendalian internal.

b) Tidak ada pemeriksaan dan kinerja yang independen

Campos mengendalikan sistem ini sepenuhnya sehingga dia secara pribadi mengisi kartu

gaji mingguan untuk masing-masing dari empat ratus karyawan. Dia bisa merekam

pernyataan curang karena tidak ada bukti yang menunjukkan apakah rekaman itu bisa

diandalkan atau tidak.

c) Tidak ada pemisahan tugas

Campos memanfaatkan otorisasinya karena dia adalah karyawan tepercaya yang terlalu

dipercaya dari Dodges. Saat sedang berlibur, dia kembali dan melakukan daftar gaji.

Tidak ada pemisahan hak asuh aset dari akunting. Seseorang yang memiliki penitipan

sementara atau hak tanggungan atas suatu aset tidak boleh memperhitungkan aset

tersebut. Hal ini karena dengan membiarkan satu orang melakukan kedua fungsi

tersebut meningkatkan risiko orang tersebut membuang aset tersebut untuk keuntungan

pribadi dan menyesuaikan catatan untuk menutupi pencurian. Seperti yang bisa kita

lihat dalam kasus ini, Campos adalah satu-satunya yang bertanggung jawab atas setiap

tugas.

3. Kelemahan lingkungan kerja

Ada kolusi antara karyawan dan manajemen. Hal ini menunjukkan bahwa baik Campos
maupun kelompoknya memiliki etos kerja yang rendah. Campos secara rutin meningkatkan

jumlah jam kerja yang dilakukan oleh beberapa karyawan dan kemudian membagi hasil

pembayaran di atas lima puluh lima puluh dengan orang-orang tersebut. Selain itu, Campos

juga menggelapkan beberapa ratus ribu dolar dari atasannya.

4. Prosedur Audit untuk membongkar penipuan oleh Campos

a) Auditor harus memahami dengan jelas diagram alir

Auditor harus melalui diagram alir penggajian Dodger. Auditor harus memahami dengan

jelas flow chart. Dari situ, auditor bisa melacak bagaimana sistem penggajian yang terjadi

sebenarnya. Kemudian, auditor akan melihat tidak ada pemeriksaan independen yang telah

dilakukan oleh Campos. Bagian penggajian juga tidak memiliki segregasi tugas dan semua

pekerjaan itu dilakukan oleh Campos saja.

b) Auditor dapat mewawancarai karyawan di bagian penggajian.

Auditor dapat mewawancarai karyawan di bagian penggajian. Auditor dapat mengajukan

pertanyaan apapun yang menurut mereka sangat penting dan perlu diketahui. Seperti,

berapa banyak Campos yang membayar untuk operasi sehari-hari bekerja untuk setiap level

staf, dan bagaimana Campos mengatur kartu waktu. Auditor akan mengetahui lebih rinci

tentang proses penggajian

c) Tes auditor untuk karyawan fiktif

Untuk memastikan semua transaksi yang tercatat oleh Campos dan departemen penggajian

benar-benar ada dan mereka melakukan pembayaran kepada karyawan non fiktif, auditor

membandingkan nama pada cek yang dibatalkan dengan kartu waktu telah dibuat. Auditor

dapat memindai pengesahan cek yang dibatalkan. Selanjutnya, auditor juga dapat

melakukan perbandingan terhadap file pribadi karyawan dengan kartu waktu yang dibuat.

Selain itu, auditor dapat menjalankan uji kontrol dengan melakukan transaksi yang dipilih

dalam daftar gaji dengan departemen Sumber Daya Manusia. Auditor dapat memilih cek
`
cek minggu dan memeriksa lima puluh cek pertama, pilih lima puluh cek dengan jumlah

terbesar, pilih cek secara acak atau pilih cek yang menurut auditor kemungkinan besar salah

atau kombinasi dari metode ini dapat dilakukan. bekas.

d) Tes auditor untuk jam kerja fiktif\

Selain itu, auditor juga dapat mendamaikan total jam yang dibayarkan dalam catatan gaji

dan catatan independen jam kerja. Auditor akan melihat, jika transaksi penggajian catatan

benar berdasarkan kartu waktu atau tidak. Auditor dapat melacak jika pencatatan karyawan

memiliki niat untuk melakukan kecurangan itu.

e) Auditor membandingkan tingkat upah dengan industry sejenis

Auditor juga harus memahami sifat bisnis dan membuat perbandingan dengan sifat bisnis

sejenis lainnya. Dari hasil itu, auditor akan mengetahui berapa tepatnya tarif gaji yang

biasanya dibayarkan ke ukur profesional. Setelah melakukan aktivitas tersebut, auditor

mampu mengidentifikasi tingkat upah yang diajukan oleh Campos ke setiap level pekerja

apakah itu relevansi atau tidak.

f) Auditor memeriksa cek gaji yang besar.

Langkah terakhir, auditor yang digunakan untuk menemukan kecurangan tersebut adalah

dengan memeriksa cek gaji terbesar. Auditor mendamaikan cek antara catatan gaji, kartu

waktu, dan semua data relevansi. Auditor akan melihat transaksi fiktif mana yang telah

dilakukan oleh Campos.

BAB 4

KESIMPULAN DAN SARAN


4.1. Kesimpulan

1) Tujuan utama auditor dalam melakukan pengujian kontrol pada siklus transaksi

penggajian, seperti halnya siklus transaksi, adalah menilai tingkat risiko

pengendalian yang tersembunyi dalam siklus tersebut. Auditor menilai risiko

pengendalian untuk siklus transaksi untuk mendapatkan bukti yang diperlukan

untuk menentukan tingkat, sifat, dan waktu akhir dari pengujian substantif akhir

yang akan diterapkan pada saldo akun yang dihasilkan oleh siklus transaksi tersebut.

2) Beberapa pengendalian internal terjadi kelemahan.

3) Ada kolusi antara karyawan dan manajemen. Hal ini menunjukkan bahwa baik

Campos maupun kelompoknya memiliki etos kerja yang rendah. Campos secara

rutin meningkatkan jumlah jam kerja yang dilakukan oleh beberapa karyawan dan

kemudian membagi hasil pembayaran di atas lima puluh lima puluh dengan orang-

orang tersebut. Selain itu, Campos juga menggelapkan beberapa ratus ribu dolar

dari atasannya.

4) Diperlukan prosedur audit untuk memeriksa lebih lanjut terkait fraud.

4.2. Saran

Auditor perlu memberika penekanan pada poin yang menurut auditor menjadi perhatian

khusus, dikarenakan kecurangan yang dilakukan oleh klien memiliki dampak yang

signifikan dalam operasional perusahaan yang dijalankan. Peran auditor disini

diharapkan lebih mampu menaati kode etik dan standar audit yang diterapkan untuk

mencapai titik efektif, efisien, dan ekonomisnya suatu pengendalian internal perusahaan

dan perlu melakukan pengujian substantif untuk memastikan kewajaran laporan

keuangan.
`

DAFTAR PUSTAKA

Agoes, Sukrisno. 2012. Auditing Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan Oleh


Akuntan Publik, Jilid 1, Edisi Keempat. Jakarta: Salemba Empat.
Arens, Loebbecke. (2009). Auditing Pendekatan Terbaru, Edisi kedua. Jakarta: Salemba Empat.
Arens, Alvin A,. Elder, Randall J & Mark S. Beasley. 2010. Auditing and Assurance Services: An
ntegrated Approach. 13th edition. New Jersey: Pearson Prentice Hall Inc.
Arens, Alvin A & Loebbecke, James K. 2011. Auditing, an Integrated Approach. Seventh Edition.
Upper Saddle River, New Yersey: Prentice-Hall, Inc.
Boynton, Johnson, dan Kell, dialihbahasakan oleh Ichsan Setiyo Budi dan
Herman Wibowo, 2003, Modern Auditing, Jilid II, Edisi Ketujuh, Jakarta:
Erlangga.
Boynton, W.C. & R.N. Johnson. 2006. Modern Auditing: Assurance Services and the Integrity of
Financial Reporting, 8th Edition. New York: John Wiley & Sons. Inc.