Anda di halaman 1dari 8

Prosedur Pemakaian Full Body Harness

1. RUANG LINGKUP
Instruksi kerja ini digunakan untuk pemakaian alat pelindung diri dalam melakukan
pekerjaan pada ketinggian untuk melindungi kemungkinan orang terjatuh dari tempat
ketinggian yang tidak disertai dengan pengamanan. Sistem pelindung jatuh yang
digunakan harus disesuaikan dengan jenis kerja serta kondisi yang ada. Prinsip
penggunaan full body safety harness adalah sesuai dengan prosedur penggunaan
safety harness yang aman, dan harus sesuai dengan undang-undang, legalisasi,
regulasi dan standar relevan yang di patuhi perusahaan
2. TUJUAN
Tujuan dari instruksi kerja ini adalah untuk menjamin personil menggunakan full
body harness yang benar.
3. PENANGGUNGJAWAB
3.1. Direktur
3.2. Pengawas
4. TEMPAT
Instruksi kerja ini digunakan di segala situasi di mana pekerja bekerja pada
ketinggian, dimana ada kemungkinan untuk jatuh dari ketinggian lebih dari dua (1.8
m) meter atau di segala situasi di mana prosedur kerja menyatakan bahwa harness
harus digunakan
5. PERLENGKAPAN
5.1. Kelengkapan Administrasi
a) Job Safety Analysis (JSA)
b) Risk Assessment
5.2. Perlengkapan Utama
a) Full Safety Body Harness
b) Lanyard
5.3. Peralatan Pendukung/Material
a) Full body harness,
b) Lanyard

6. PROSEDUR
6.1. Persiapan
1. Lakukan pengarahan dengan tail gate meeting bersama semua
anggota Tim untuk membahas dan memahami SOP dan JSA hingga benar-
benar dimengerti oleh setiap anggota Tim ketika pekerjaan dilaksanakan dan
semua didokumentasikan
2. Beritahu Personil yang akan melakukan pekerjaan pemeriksaan pada
ketinggian diatas 1,8 m
6.2. Persiapan Kerja
1. Item Yang Diinspeksi
a. Full Safety Body Harnnes
Yakinkan dan pastikan bahwa tali pada full body harness tidak ada yang
terpelintir, pastikan dan lepaskan setiap pengencang,
Yakinkan full body harness dilengkapi D-ring pada bagian belakangnya
Yakinkan dan pastikan bahwa full body harness sesuai dengan standar dan
regulasi yang berlaku
Yakinkan dan pastikan bahwa full body harness tidak pernah digunakan
dengan berat yang berlebihan,
Yakinkan dan pastikan full body harness tidak karat, dan atau terkontaminasi
bahan kimia (minyak, oli, cairan, dll),
Yakinkan ada orang lain yang berkompeten untuk melakukan pemeriksaan
full body harness dan pastikan bahwa semua baik dan berfungsi
Dokumentasikan hasil pemeriksaan
b. Lanyard
Yakinkan dan pastikan panjang lanyard adalah 4 feet dan tidak melebihi 6
feet,
Yakinkan dan pastikan lanyards tidak ada yang rapuh, robek atau tanda-
tanda kerusakan lainnya,
Yakinkan dan pastikan lanyard dilengkapi dengan locking snaphooks,
Yakinkan dan pastikan lanyard dipasang pada D-ring mounted di bagian
belakang harness,
Yakinkan dan pastikan lanyard belum pernah terkena impact akibat dari
jatuh,
Yakinkan ada orang lain yang berkompeten untuk melakukan pemeriksaan
lanyard dan pastikan bahwa semua baik dan berfungsi,
Dokumentasikan hasil pemeriksaan dan difile,
6.3. Pelaksanaan Kerja
1. Pegang full body harness pada cincin D dan goyangkan perlahan,
pastikan tali tidak terpelintir,
2. Pegang cincin D, angkat full body harness melewati kepala dan
masukkan tangan satu per satu melalui tali,
3. Pasang full body harness hingga menyentuh bahu dan pastikan bahwa
cincin D berada dibelakang leher,
4. Tarik tali diantara kaki dan lingkarkan pada salah satu kaki dan
kencangkan, pastikan bahwa tali pada kaki tidak tertukar,
5. Pastikan dengan tangan bahwa full body harness terpasang dengan
benar dan tidak ada tali yang terpelintir,
6. Catatan : full body harness harus pas tapi tidak terlalu kencang
7. Biarkan orang lain yang berkompeten untuk memeriksa full body
harness dan memasang lanyard pada cincin D bila diperlukan
Semoga Artikel ini bermanfaat...

MASIH LAYAKKAH FULL BODY HARNESS YANG ANDA GUNAKAN?

PERIKSA MASA KEDALUWARSANYA!

16 Mei 2016

Baik safety belt maupun full body harness, keduanya berfungsi sebagai alat
pelindung jatuh saat bekerja di ketinggian. Meski memiliki manfaat yang sama, tetapi
penggunaan full body harness lebih dianjurkan dibanding safety belt. Full body
harness memiliki kelebihan dengan tali pengaman yang bisa melindungi seluruh
tubuh sehingga kemungkinan cedera akibat hentakan saat jatuh sangat kecil.

Lihatlah bagaimana full body harness dapat melindungi pekerja dari bahaya jatuh
pada video berikut ini:

Dibalik manfaatnya dalam memberikan perlindungan dari bahaya jatuh di ketinggian


lebih dari 1,8 meter, ternyata full body harness juga bisa menjadi sumber bahaya
(silent killer) yang menyebabkan pekerja terjatuh saat bekerja di ketinggian.
Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
Source: ghsafety.co.uk

Di banyak negara, terjatuh saat bekerja di ketinggian masih menjadi penyebab


terjadinya kecelakaan serius dan fatal di tempat kerja. Di Amerika, lebih dari 100.000
pekerja mengalami cedera dan kematian karena jatuh dari ketinggian setiap
tahunnya. Boston-based Liberty Mutual juga mengungkapkan, perusahaan harus
memberikan kompensasi kepada pekerja sebesar $1 miliar atau sekitar 132 triliun
setiap minggunya.

Salah satu faktor penyebab tingginya angka kecelakaan tersebut adalah


pemeriksaan pada full body harness. Ada beberapa poin penting lainnya yang perlu
Anda pahami mengenai hal-hal yang menyebabkan pekerja masih mengalami
kecelakaan saat bekerja di ketinggian padahal sudah mengenakan full body
harness:

Kondisi material peralatan pelindung jatuh semakin memburuk karena penggunaan


dan paparan di area kerja selama bertahun-tahun, terlepas dari merek dan/atau
produsen yang dipilih.
Peralatan pelindung jatuh tidak diperiksa secara rutin sehingga kerusakan pada alat
tidak diketahui pekerja.
Pekerja salah menggunakan peralatan pelindung jatuh atau pelindung jatuh yang
dipakai tidak sesuai potensi bahaya akibat kurangnya pelatihan.
Peralatan pelindung jatuh yang digunakan tidak memenuhi standar keamanan,
seperti OSHA 1926.502, ANSI Z359, CSA Z259.12-11, EN 361, EN 358, dan EN
813.
Poin-poin di atas menunjukkan kepada Anda akan pentingnya mengecek kelayakan
alat pelindung jatuh yang digunakan sesuai standar internasional. Berikut cara
menguji kelayakan full body harness yang hendak Anda gunakan:

1. Pemeriksaan webbing

Source: deltarpaulins.co.uk

Webbing atau tali berfungsi untuk menahan tubuh saat terjatuh. Anda dapat
melakukan pemeriksaan secara visual atau dengan cara memegang webbing.
Pastikan tidak ada kerusakan atau tanda-tanda seperti koyak, berserabut, kerusakan
pada jahitan, perubahan warna pada jahitan, dan berjamur.

2. Pemeriksaan buckle

Source: discountsafetygear.com

Pastikan buckle (logam pengunci) tidak retak, tidak bengkok, tidak berkarat, dan
dapat mengunci dengan sempurna. Jangan gunakan full body harness bila terdapat
kerusakan pada buckle.
3. Pemeriksaan D-Ring

Source: millerfallprotection.com

Pastikan kondisi ring tidak mengalami kerusakan seperti retak, bengkok, atau
berkarat. Bila Anda menemukan keadaan ring yang tidak normal, jangan sekalipun
menyepelekannya. Hal ini dikarenakan D-ring merupakan satu-satunya bagian yang
akan menahan hentakan saat pekerja terjatuh.

4. Pemeriksaan masa kedaluwarsa full body harness

Source: millerfallprotection.com
Setiap full body harness memiliki tag yang memuat informasi mengenai
model harness, tanggal produksi, nama produsen, masa kedaluwarsa hingga
peringatan. Cek tag untuk mengetahui tanggal produksi dan masa kedaluwarsa full
body harness. Perihal masa kedaluwarsa, OSHA dan ANSI menyerahkannya
kepada produsen, mereka biasanya menetapkan masa kedaluwarsa selama 5 tahun
terhitung dari full body harnesspertama kali digunakan.

Di luar hal tersebut, bila ada kerusakan pada full body harness atau saat inspeksi
diputuskan bahwa full body harness tidak aman lagi digunakan dalam jangka waktu
kurang dari 5 tahun, itu artinya alat pelindung jatuh harus segera diganti. Jadi, Anda
tidak perlu menunggu selama 5 tahun untuk mengganti full body harness bila telah
terjadi kerusakan atau full body harness sudah tidak layak lagi dalam memberikan
perlindungan terhadap bahaya jatuh.

* * *

Standar OSHA, ANSI, maupun CSA (Canadian Standards Association) menyatakan


bahwa patokan full body harness layak digunakan atau tidak bukan hanya dari masa
kedaluwarsanya saja, tetapi dari tanda-tanda kerusakan lain setelah melewati
inspeksi rutin. Bahkan full body harness yang jarang digunakan pun sebenarnya
masih bisa digunakan asalkan lolos dari pemeriksaan. Di sinilah orang yang
berkompeten yang ditunjuk perusahaan menjadi faktor penentu kelayakan
penggunaan full body harness.

OSHA dan ANSI merekomendasikan pemeriksaan dilakukan secara rutin sebelum


memulai bekerja di ketinggian atau dengan interval tidak lebih dari satu tahun.
Standar tersebut juga merekomendasikan untuk mengganti full body harness bila
peralatan tersebut sudah tidak kuat lagi menahan beban pekerja saat bekerja di
ketinggian.

Untuk memperpanjang usia full body harness, ada tips penting yang bisa Anda
praktekkan, di antaranya:

Cara Membersihkan:

Bersihkan semua kotoran di permukaan harness menggunakan spons lembut yang


sudah dicelupkan ke dalam air biasa. Peras spons hingga tidak ada tetesan air, lalu
celupkan ke dalam sabun lembut. Bersihkan kembali
permukaan harnessmenggunakan spons tersebut dengan gerakkan bolak-balik
sambil menekannya dengan kuat. Basuh harness dan lap kering permukaan
menggunakan kain lembut dan bersih.
Keringkan harness, jauhkan dari kondisi ruangan dengan panas berlebih, paparan
zat kimia berbahaya, maupun sinar matahari langsung

Penyimpanan:

Area penyimpanan full body harness harus bersih, kering, dan bebas dari paparan
gas berbahaya, panas berlebih, sinar ultraviolet, dan zat kimia korosi.