Anda di halaman 1dari 11

PROSES ADAPTASI FISIOLOGI DAN PERUBAHAN DALAM MASA KEHAMILAN

MAKALAH

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah

Asuhan Kebidanan Kehamilan

Pembimbing / Dosen Mata Kuliah : Titi Legiati P, SST., M.Kes

Disusun Oleh:

Jalum- 2B

Kelompok 4

Neneng Susilawati (P17324116013)

Nissa Aulia Farma S (P17324116041)


Nur Hazzi Pulungan (P17324116064)
Nur Allifia Riqsani M (P17324116060)

DIII KEBIDANAN BANDUNG

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN BANDUNG

2017/2018
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI......................................................................................................................... 2
POKOK BAHASAN ............................................................................................................. 3
A. STRUKTUR URI (PLASENTA) ............................................................................... 3
1. Bentuk Dan Ukuran ............................................................................................. 3
3. Pembagian Uri..................................................................................................... 3
4. Membran Plasenta .............................................................................................. 4
B. FUNGSI URI (PLASENTA) ..................................................................................... 5
1. Respirasi ............................................................................................................. 5
2. Nutrisi .................................................................................................................. 5
3. Ekskresi ............................................................................................................... 5
4. Proteksi ............................................................................................................... 6
5. Produksi Hormon ................................................................................................ 7
C. SIRKULASI DARAH TALI PUSAT/ PLASENTA ..................................................... 7
D. SIRKULASI DARAH FETUS (JANIN) ..................................................................... 9
a. Faktor-faktor yang mempengaruhi sistem peredaran darah janin, ..................... 9
b. Proses Sirkulasi Darah Fetus (Janin) ................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................... 11
POKOK BAHASAN

A. STRUKTUR URI (PLASENTA)

Plasenta adalah jaringan atau alat temporer tempat melekatnya embryo ke


uterus. Tumbuh dari jaringan proses nidasi dari tubuh embryo dan dari tubuh induk.
Nidasi adalah merupakan peristiwa masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke
dalam endometrium.

1. Bentuk Dan Ukuran


Uri berbentuk bundar atau oval; ukuran diameter 15-20cm, tebal 2-3cm, berat
500-600 gram. Biasanya plasenta atau uri akan berbentuk lengkap pada kehamilan
kira-kira 16 minggu; di mana ruang amnion telah mengisi seluruh rongga rahim.

Gambar Plasenta

2. Letak Uri Dalam Rahim

Letak uri yang normal umumnya pada korpus uteri bagian depan atau belakang
agak ke arah fundus uteri.

Gambar letak plasenta dalam rahim

3. Pembagian Uri
Plasenta yang sudah sempurna terbentuk dari jaringan nidasi, terdiri dari:
a. chorionic plate dari pihak embryo, dilapisi sebelah luar oleh amnion.
b. Basal plate, dari pihak induk (decidua)
c. Vili dari pihak embryo, terendam dalam ruang intervillus pihak induk.
d. Tali pusat berisi arteri dan vena umbilicalis, dilapisi sebelah luar oleh amnion.

Uri terdiri atas tiga bagian:


1) Bagian janin (fetal portion). Terdiri dari korion frondosum dan vili. Vili dari uri
yang matang terdiri atas:
a) Vili korialis
b) Ruang ruang interviler. Darah ibu yang berada dalam ruang interviler
berasal dari arteri spinalis yang berada di desidua basasilis. Pada sistol,
darah dipompa dengan tekanan 70-80 mmHg ke dalam ruang interviler,
sampai pada lempeng korionik (chorionic plate) pangkal dari kotiledon-
kotiledon. Darah tersebut membanjiri vili koriales dan kembali perlahan-
lahan ke pembuluh balik (vena-vena) di desidua dengan tekanan 8 mmHg.
c) Pada bagian permukaan janin-uri diliputi oleh amnion yang kelihatan licin.
Dibawah lapisan amnion ini berjalan cabang-cabang pembuluh darah tali
pusat. Tali pusat akan berinsersi pada uri bagian permukaan janin.
2) Bagian maternal (maternal portion). Terdiri atas desidua kompakta yang
terbentuk dari beberapa lobus dan kotiledon (15-20 buah). Desidua basalis
pada uri matang disebut lempeng korionik (basal), di mana sirkulasi utero-
plasental berjalan ke ruang-ruang intervili melalui tali pusat. Jadi, sebenarnya
peredaran darah ibu dan janin adalah terpisah. Pertukaran terjadi melalui
sinsitial membran yang berlangsung secara osmosis dan alterasi fisiko-kimia.
3) Tali pusat: tali pusat merentang dari pusat janin ke uri bagian permukaan janin.
Panjangnya rata-rata 50-55cm, sebesar jari (diameter 1-2,5cm). Pernah
dijumpai tali pusat terpendek cm dan terpanjang 200cm. Struktur terdiri atas
2 arteri umbilikalis dan 1 vena umbilicalis serta jelly-wharton.

4. Membran Plasenta

Disebut juga barrier (rintangan) placenta, yakni batas antara peredaran darah induk
dngan peredaran darah janin. Terdiri dari:
a. Lapisan endothelium kapiler janin dalam villus.
b. Lapisan jringan ikat yang terdiri dari kolagen.
c. Lamina basalis villus.
d. Lapisan tipis syncytiotrophoblast.

Semua komponen membran placenta ini berasal dari pihak tubuh janin.
Gambar membran plasenta

Gambar membran plasenta

B. FUNGSI URI (PLASENTA)

1. Respirasi

Tekanan aliran darah maternalke plasenta relatif rendah dan aliran yang
lebih lambat sebagai akibat dari tekanan yang rendah ini akan membantu proses
pertukaran gas.
Oksigen dari darah ibu berdifusi lewat barrier plasenta. Jika ibu mengalami
hipoksia, janin akan mengalami hipoksia pula. Defisiensi atau kekurangan oksigen
pada janin akan terjadi pula jika terdapat gangguan aliran darah plasenta (seperti
yang terjadi ketika uterus berkontraksi selama persalinan), jika terdapat gangguan
aliran darah tali pusat (misalnya, penipisan peregangan atau prolapsus tali pusat)
dan kalau tekanan darah maternal terlalu tinggi sehingga pertukaran gas tidak
efektif (misalnya, pada pre-eklampsia).
Karbon dioksida berdifusi dari darah janin ke darah maternal.

2. Nutrisi
Darah maternal akan memberikan nutrien kepada janin dalam bentuk yang paling
sederhana:

a. Karbohidrat dalam bentuk glukosa


b. Protein dalam bentuk asam amino
c. Lemak dalam bentuk asam lemak
d. Vitamin
e. Mineral ( khususnya besi)
f. Air

Plasenta mengubah glukosa menjadi glikogen, menyimpannya dan


mengubahnya kembali ketika diperlukan sampai hati janin berfungsi penuh.
Meskipun janin bergantung pada ibu dalam memperoleh semua kebutuhan
gizinya, namun keadaan kurang gizi yang diderita ibu biasanya harus cukup berat
sebelum pertumbuhan intrauteri terganggu.

3. Ekskresi

Plasenta mengekskresikan setiap produk limbah. Produk ini sangat sedikit


karena semua bahan gizi sudah dalam bentuk siap pakai; penggunaan zat-zat gizi
terutama bagi pembangunan jaringan.
4. Proteksi
Fungsi proteksi pada plasenta dicapai lewat dua cara kimia dan fisik. Melalui
fungsi enzim, plasenta menghilangkan aktivitas sebagian unsur toksik yang
melewati barrier plasenta dan hati janin yang prematur tidak mampu mengatasi
unsur-unsur toksik ini.
Barrier fisik (membran plasenta) merupakan pelindung utama bagi janin dan
biasanya memberikan suatu pertahanan yang memuaskan terhadap zat-zat
berbahaya yang ada dalam darah ibu. Namun, sejumlah besar virus, sebagian
antibodi dan sejumlah obat dapat menembus barrier tersebut; ancaman bahaya ini
diperlihatkan dalam tabel 4.1
Tabel 4.1 Perkembangan janindan kemungkinan ancaman bahayanya
Ovum Ancaman bahaya terhadap
Kehamilan 5 minggu ( usia perkembangan janin pada kehamilan
kehamilan setelah MHNA) dini kontrasepsi kimia atau mekanis
kantong lengkap dengan diameter 1 (yang tidak berhasil mencegah
cm yang terbungkus oleh vili korialis; kehamilan) dapat membuat ovum tetap
ciri-ciri khas manusia belum hidup tetapi telah mengalami
ditemukan kerusakan; usia ibu ( dibawah 17 tahun
atau diatas 40 tahun ) mempunyai
Embrio insidensi cacat genetik yang lebih
Kehamilan 6 minggu tinggi; pajanan terhadap radiasi dapat
Kantong--- berdiameter ,3 cm, berat menghambat pembelahan sel; pestisida
1 gram: kepala membesar; terbentuk dan bahan-bahan kimia lain dapat
tonjolan lengan dan tungkai; jantung membahayakan kehamilan; infeksi
primitif mulai berfungsi; denyut khususnya rubela, sitomegalovirus,
jantung terdengar lewat alat toksoplasmosis, sifilis, infeksi pelvis
elektronik , sirkulasi dalam bentuk (mis. Akibat percobaan abortus) dan
yang primitif : terbentuk hubungan infeksi lewat inokulasi, misalnya vaksin
antar-pembuluh darah dalam korion cacar dan rubela; obat-obat sitotoksik
dan antar-pembuluh yang sudah dapat membunuh embrio: obat-obat
tumbuh dengan body stalk teratogenik (mis, yang menyebabkan
Kelamilan 10 minggu malformasi ) mencakup fenitoin,
panjang embrio 4 cm, genitalia konsumsi alkohol yang berlebihan,
eksterna terlihat, membran anus kina, warfain, litium; efek karsinogenik
pecah, tangan dan kaki sudah bisa pernah terjadi akibat stilboesterol;
dikenali, terlihat bentuk manusia. kortikosteroid dapat mengganggu
keseimbangan endokrin; androgen dan
Janin (fetus) progesteron dapat menyebabkan
Kehamilan 12 minggu virilasi janin perempuan : obat-obat
Panjang janin 8 cm, berat 15 gram; tiroid dapat menyebabkan penyakit
jari tangan serta jari kaki, mata dan gondok pada janin; pajanan radiasi
telinga , sirkulasi dan ginjal sudah meningkatkan kecenderungan untuk
terbentuk; septum nasi dan palatum menderita leukemia dan kanker pada
telah menyatu; kelenjar endokrin dan usia kanak-kanak; implantasi ektopik---
sistem saraf (respon refleks mulai tidak ada tempat untuk tumbuh
berfungsi malformasi akibat obat-obat teratogenik
16 minggu bukan lagi merupakan ancaman
Panjang janin 16 cm, berat 110 bahaya setelah kehamilan 12 minggu,
gram; jenis kelamin mudah dikenali: namun kita tetap harus berhati-hati
kuku jari tangan dapat terlihat, dnyut dengan penggunaan obat-obat ini
jantung terdengar jelas; gerakan sampai kehamilan berusia lebih dari 16
janin teraba minggu

perkembangan dasar kini sudah lengkap--- janin kini harus menjadi mature
Ancaman bahaya terhadap maturasi
20 minggu
dan kesehatan lanjut sejak usia
Panjang janin 22 cm, berat 300
gram; verniks pada kulit ; lanugo kehamilan ini, kekurangan atau
(bulu-bulu halus) pada badan, alis kelebihan makan, penyakit-penyakit
mata; janin kini secara hukum sudah maternal 9mis, diabetes, hipertensi,
dianggap variabel (lihat bawah) penyakit ginjal, anemia, infeksi berat)
24 minggu dan komplikasi obstetrik dapat menjadi
Panjang janin 30 cm, berat 600 ancaman bahaya; inkompetensi serviks
gram; kulit keriput, lemak terkumpul , dapat menyebabkan persalinan
perkembangan otak berlanjut prematur sejak 18 minggu atau lebih;
28 minggu obat-obat yang menimbulkan adiksi,
Panjang jainin 35 cm, berat 1000 termasuk nikotin dan alkohol,
gram; jika lahir , bayi itu akan menyebabkan retardasi pertumbuhan;
bergerak dengan kuat dan menangis antibiotik harus diberikan dengan hati-
32 minggu hati; tetrasiklin dapat menyebabkan
Panjang janin 42 cm, berat 1700 warna gigi menjadi kuning , retardasi
gram; kulit bewarna merah, keriput pertumbuhna tulang dan katarak ;
36 minggu sulfonamid dapat mengganggu faal hati
Panjang janin 46cm, berat 2500 janin; preeklampsia dapat terjadi dan
gram; kuku sudah mencapai ujung menyebabkan kematian janin serta
jari tangan retardasi pertumbuhan; persalinan
40 minggu prematur dapat terjadi sebelum janin
Panjang janin 50 cm, berat 3400 menjadi mature; induksi persalinan
gram; tubuh bayi sudah terbungkus mungkin diperlukan untuk
ajringan lemak; kulit bewarna merah inkomptibilitas Rh. Kadar estriol rendah,
tidak keriput; semua organ sudah pre-eklampsia, diabetes,obatobat
berfungsi kecuali paru-paru sedatif depresan, analgesik atau
anestesi yang diberikan selama
persalinan kelahiran traumatik atau
partus presipatatus; postmaturitas

Tabel 4.1 memperlihatkan berbagai bahaya yang mungkin mengancam


perkembangan; maturasi dan kesehatan janin. Singkatnya, bahaya utama yang
mengancam adalah zat-zat atau kejadian yang:

Menghancurkan sel-sel yang sedang berkembang (radiasi, pestisida, obat-


obat sitotoksik)
Menaikkan suhu janin (infeksi , khususnya infeksi oleh virus
Menyebabkan malformasi pada sel-sel yang sedang berkembang ( obat-
obata teratogenik, alkohol, virus tertentu)
Mengganggu pelekatan atau keamana kehamilan (pelepasan desidua akibat
ketidakseimbangan hormonal; kehamilan ektopik, inkompetensi serviks.
Mengganggu oksigenasi dan nutrisi ( anemia, hipertensi, penyakit ginjal,
pre-eklampsia, diabetes, gizi ibu yang sangat jelek, nikotin , alkohol)

5. Produksi Hormon
Hormon plasenta yang utama adalah gonadotropin koronik, estrogen,
progesteron, relaksin dan laktogenik plasenta. Efek semua hormon ini dibahas
pada halaman 60 dalam korteks perubahan yang terjadi dalam tubuh ibu selama
kehamilan.

C. SIRKULASI DARAH TALI PUSAT/ PLASENTA


Darah ibu yang berada di ruang interviller berasal dari spiral arteries yang
berada di desidua basalis. Pada sistosel darah disemprotkan dengan tekanan 70-80
mmHg seperti air mancur ke dalam ruang interviler sampai mencapai chorionic plate,
pangkal kotiledon-kotiledon janin. Darah tersebut membasahi semua villi koriales dan
kembali perlahan-lahan dengan tekanan 80 mmHg menuju ke vena-vena di desidua.
Di tempat-tempat tertentu ada implantasi plasenta terdapat vena-vena yang
lebar (sinus) untuk menampung darah kembali. Pada pinggir plasenta di beberapa
tempat terdapat pula suatu rung vena yang luas untuk menampung darah yang
berasal dari ruang interviller diatas. Ruang ini disebut sinus marginalis.
Darah ibu yang mengalir di seluruh plasenta diperkirakan naik dari 300 ml tiap
menit pada kehamilan 20 minggu sampai 600 ml tiap menit pada kehamilan 40
minggu. Seluruh ruang interviller tanpa villi koriales mempunyai volume lebih kurang
150-250 ml. Permukaan semua villi koriales diperkirakan seluas lebih kurang 11 m.
Dengan demikian pertukaran zat-zat makanan terjamin benar.

Gambar sirkulasi darah plasenta

Perubahan-perubahan terjadi pula pada jonjot-jonjot selama kehamilan


berlangsung. Pada kehamilan 24 minggu lapisan sinsitium dari villi tidak berubah,
akan tetapi dari lapisan sititrofoblas sel-sel berkurangdan hanya ditemukan sebagai
kelompok sel-sel, stroma jonjot menjadi lebih padat, mengandung fagosit-fagosit, dan
pembuluh-pembuluh darahnya menjadi lebih besar dan lebih mendekati lapisan
trofoblas.
Pada kehamilan 36 minggu sebagian besar sel-sel sitotrofoblas tak ada lagi,
akan tetapi antara sirkulasi ibu dan janin selalu ada lapisan trofoblas. Terjadi
klasifikasi pembuluh-pembuluh darah dalam jonjot dan pembentukan fibrin di
permukaan beberapa jonjot. Kedua hal terakhir ini mengakibatkan pertukaran zat-zat
makanan, zat asam, dan sebagainya antara ibu dan janin mulai terganggu.
Deposit fibrin ini dapat terjadi sepanjang masa kehamilan sedangkan
banyaknya juga berbeda-beda. Jika banyak, maka deposit ini dapat menutup villi dan
villi itu kehilangan hubungan dengan darah ibu lalu berdegenerasi, timbullah infark.
D. SIRKULASI DARAH FETUS (JANIN)

Sirkulasi darah pada janin dalam rahim tidak sama dengan sirkulasi darah pada
bayi, anak dan orang dewasa. Pada janin organ vital untuk metabolisme masih belum
berfungs . Organ tersebut adalah alat gastrointestinal dan paru janin sehingga O
diambil melalui perantaraan plasenta dan seluruhnya diganti oleh plasenta.

Menurut Sodikin, 2008 dengan tidak berfungsinya mekanisme tersebut terdapat


mekanisme yang berfungsi sebagai alat ganti sebagai berikut :

1. Paru janin
Terjadi pergantian O dan CO melalui plasenta sehingga paru-paru tidak
memerlukan aliran darah

2. Gastroistestinal
Gastrointestinal yang belum berfungsi sebagai alat penyerapan nutrisi, maka
pembuluh darahnya belum berfungsi, kecuali pada janin digunakan untuk tumbuh
kembang sendiri.

a. Faktor-faktor yang mempengaruhi sistem peredaran darah janin,


sebagai berikut :

a) Foramen Ovale
Merupakan lubang sementara di antara atrium kanan dan kiri.

b) Duktus Anteriosus
Pembuluh yang menghubungkan arteri pulmonalis dan aorta

c) Duktus Venosus
Pembuluh yang berada dalam hepar yang mehubungkan vena umbilical
dengan vena cava inferior. Pada titik ini darah bercampur dengan darah yang
telah diambil oksigennya.
d) Vena Umbilikalis
Memanjang dari plasenta menuju ke bagian bawah hati dan membawa darah
yang mengandung oksige dan sari makanan dari plasenta ke peredaran darah
fetus (janin).

b. Proses Sirkulasi Darah Fetus (Janin)

Gambar proses sirkulasi darah fetus


1) Darah yang kaya akan nutrisi dan O dialirkan melalui vena umbilikalis
menuju hati (hepar), dimana terdapat duktus venosus dan langsung menuju
masuka ke vena cava inferior lalu masuk ke atrium kanan jantung janin.

2) Dari atrium kanan jantung janin sebagian besar masuk ke atrium kiri jantung
janin melalui foramen ovale.

3) Darah yang masuk ke atrium kiri akan dipompa ke ventrikel kiri dan dari
vertikel kiri akan masuk ke dalam aorta dan selanjutnya dialirkan ke seluruh
tubuh.

4) Sebagian kecil darah dari atrium kanan jantung janin masuk ke ventrikel
kanan.

5) Dari ventrikel kanan masuk ke dalam paru paru, tetapi karena paru paru
belum berfungsi maka darah yang terdapat di arteri pulmonalis dialirkan
menuju aorta melalui ductus arteriosu. Darah yang ke paru-paru bukan untuk
pertukaran gas akan tetapi untuk memberikan nutrisi paru-paru yang sedang
berkembang.

6) Darah yang dialirkan menuju paru0paru akan dialirkan kembali menuju


jantung melaui vena pulmonalis

7) Darah yang menuju plasenta melalui arteri umbilkalis terpecah menjadi kapiler
untuk mendapatkan nutrisi dan O untuk perkembangan dan pertumbuhan
janin.
8) Sisa metabolism janin dan CO dilepaskan ke dalam sirkulasi retroplasenter
untuk selanjutnya dibuang melalui alat pembuangan yang terdapat pada
tubuh ibu.

Peredaran darah berlangsung selama kehidupan intrauterine, dimana plasenta


memegang peranan yang sangat penting. Kegagalan fungsi plasenta dapat
menimbulkan berbagai penyulit dalam pertumbuhan dan perkembangan janin.
(Manuaba, 1998).
Jantung janin memompakan darah ke dalam tubuh dengan kecepatan 120-160
kali permenit. Tekanan darah dalam arteri kira-kira 60/50 mmHg. (Sodikin, 2008)
DAFTAR PUSTAKA

Farrer, Helen., dkk. (2001). Perawatan maternitas. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC
Yatim, Wildan. (1994). Reproduksi dan embryologi. Bandung: Tarsito.
Mochtar, Rustam. (1998). Sinopsis obstetri. Jakarta: EGC
Salmah, dkk. 2006. Asuhan Kebidanan Antenatal. Jakarta: EGC.
Sulistyawati, A. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba
Medika
Manuaba, Ida. (1998). Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan keluarga bidan untuk
pendidikan bidan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Sodikin. (2008). Buku saku perawatan tali pusat. Jakarta : Buku Kedokteran EGC