Anda di halaman 1dari 2

BAB II

DASAR TEORI

A. Pengertian Modulasi
Modulasi adalah proses perubahan suatu gelombang periodik sehingga menjadikan
suatu sinyal mampu membawa suatu informasi. Dengan proses modulasi, suatu informasi
(biasanya berfrekeunsi rendah) bisa dimasukkan ke dalam suatu gelombang pembawa,
biasanya berupa gelombang sinus berfrekuensi tinggi. Terdapat tiga parameter kunci
pada suatu gelombang sinusiuodal yaitu : amplitudo, fase dan frekuensi. Ketiga
parameter tersebut dapat dimodifikasi sesuai dengan sinyal informasi (berfrekuensi
rendah) untuk membentuk sinyal yang termodulasi.

B. Modulasi Amplitudo
Modulasi amplitudo merupakan proses modulasi yang mengubah amplitudo sinyal
pembawa sesuai dengan sinyal pemodulasinya. Ada beberapa jenis modulasi amplitudo,
yaitu:
AM Single Side Band (AM-SSB)
AM Double Side Band-Suppresed Carrier (AM-DSB-SC)
AM Double Side Band-Full Carrier (AM-DSB-FC)
AM merupakan proses modulasi dimana amplitudo gelombang pernbawa berubah-
ubah sesuai dengan perubahan amplitudo sinyal informasi. Dimana dalam sistem
modulasi amplitudo ini sinyal suara ditumpangkan pada frekuensi pembawa yang berupa
gelombang radio. Pada modulasi amplitudo (AM) getaran suara kita akan menumpang
pada carrier yang berujud perubahan amplitudo dari gelombang pambawa tadi seirama
dengan gelombang suara kita. Gelombang elektromagnetik diterima oleh antena
kemudian oleh tuning circuit gelombang yang diperlukan akan dipisahkan atau diseleksi
dari gelombang-gelombang lainnya yang tidak diperlukan.
Misalkan sinyal carrier mempunyai indeks dan sinyal informasi mempunyai indeks
yang ditunjukkan densgan persamaan:
Pada persamaan di atas, melambangkan variasi amplitudo sinyal hasil modulasi. Persamaan
(4) dapat diubah menjadi :

dengan adalah indeks modulasi.

Karena ,maka pada persamaan terlihat terdapat tiga komponen frekuensi yang berbeda, yaitu:

a. Gelombang pembawa (carrier) yang asli, dengan frekuensi , yang tidak terdapat variasi apa
pun dan tidak membawa informasi.

b. Komponen dengan frekuensi , yang amplitudonya proporsional dengan


indeks modulasi. Komponen ini disebut lower side frequency.

c. Komponen dengan frekuensi , yang amplitudonya proporsional dengan


indeks modulasi. Komponen ini disebut upper side frequency.

Persamaan sinyal termodulasi AM VAM dapat pula dinyatakan sebagai berikut : VAM = VC
(1 + m cos mt) cos ct dimana VC adalah amplitudo gelombang pembawa dan m adalah
indeks modulasi.

Sumber : http://www.ee.ui.ac.id/telkom/wp-content/uploads/2014/02/Modul-Praktikum-Teknik-
Telekomunikasi-S1-Reguler-Paralel-Semester-Genap-2013-2014.pdf