Anda di halaman 1dari 5

SESI TANYA JAWAB

1. Amalia Utami dari Kelompok 1

Pertanyaan : Apa saja modus yang digunakan dalam proses pencucian uang?

Jawaban : Modus-modus yang sering digunakan dalam proses pencucian uang

1. Loan Back yakni dengan cara meminjam uangnya sendiri, Modus ini terinci lagi dalam
bentuk direct loan, dengan cara meminjam uang dari perusahaan luar negeri, semacam
perusahaan bayangan (immobilen investment company) yang direksinya dan
pemegang sahamnya adalah dia sendiri, Dalam bentuk back to loan, dimana si pelaku
peminjam uang dari cabang bank asing secara stand by letter of credit atau certificate
of deposit bahwa uang didapat atas dasar uang dari kejahatan, pinjaman itu kemudian
tidak dikembalikan sehingga jaminan bank dicairkan.

2. Smurfing, yaitu upaya untuk menghindari pelaporan dengan memecah-mecah


transaksi yang dilakukan oleh banyak pelaku.

3. Structuring, yaitu upaya untuk menghindari pelaporan dengan memecahmecah


transaksi sehingga jumlah transaksi menjadi lebih kecil.

4. U Turn, yaitu upaya untuk mengaburkan asal usul hasil kejahatan dengan
memutarbalikkan transaksi untuk kemudian dikembalikan ke rekening asalnya.

5. Cuckoo Smurfing, yaitu upaya mengaburkan asal usul sumber dana dengan
mengirimkan dana-dana dari hasil kejahatannya melalui rekening pihak ketiga yang
menunggu kiriman dana dari luar negeri dan tidak menyadari bahwa dana yang
diterimanya tersebut merupakan proceed of crime.

6. Pembelian aset/barang-barang mewah, yaitu menyembunyikan status kepemilikan dari


aset/ barang mewah termasuk pengalihan aset tanpa terdeteksi oleh sistem keuangan.

7. Pertukaran barang (barter), yaitu menghindari penggunaan dana tunai atau instrumen
keuangan sehingga tidak dapat terdeteksi oleh system keuangan.

8. Modus over invoices atau double invoice. Modus ini dilakukan dengan mendirikan
perusahaan ekspor-impor negara sendiri, lalu diluar negeri (yang bersistem tax haven)
mendirikan pula perusahaan bayangan (shell company). Perusahaan di Negara tax
Haven ini mengekspor barang ke Indonesia dan perusahaan yang ada d diluar negeri
itu membuat invoice pembelian dengan harga tingi inilah yang disebut over invoice
dan bila dibuat 2 invoices, maka disebut double invoices.
9. Underground Banking/Alternative Remittance Services, yaitu kegiatan pengiriman
uang melalui mekanisme jalur informal yang dilakukan atas dasar kepercayaan.

10. Penggunaan pihak ketiga, yaitu transaksi yang dilakukan dengan menggunakan
identitas pihak ketiga dengan tujuan menghindari terdeteksinya identitas dari pihak
yang sebenarnya merupakan pemilik dana hasil tindak pidana.

11. Mingling, yaitu mencampurkan dana hasil tindak pidana dengan dana dari hasil
kegiatan usaha yang legal dengan tujuan untuk mengaburkan sumber asal dananya.

12. Penggunaan identitas palsu, yaitu transaksi yang dilakukan dengan menggunakan
identitas palsu sebagai upaya untuk mempersulit terlacaknya identitas dan
pendeteksian keberadaan pelaku pencucian uang.

2. Nabila dari Kelompok 2

Pertanyaan : Apa dampak negative Perdagangan Internasional bagi perekonomian Indonesia? Dan
bagaimana cara untuk mengantisipasinya?

Jawaban : Dampak negatif Perdagangan Internasional bagi perekonomian Indonesia

a. Kelangsungan Hidup Produk Dalam Negeri Teracam


Kelangsungan hidup produksi dalam negeri dapat terancam karena perdagangan
internasional dapat membuka peluang dan kesempatan masuknya produk luar negeri ke
dalam negeri sehingga bagi produk dalam negeri yang kualitasnya rendah tentu akan kalah
bersaing dan tidak laku di pasaran. Sedangkan produk luar negeri yang proses
pembuatannya lebih maju dan modern tentu saja kualitasnya lebih baik akan laku dan
menguasai pasaran
b. Menyempitnya Pasar Produk Dalam Negeri
Dengan masuknya produk luar negeri ke dalam negeri tentu akan mengurangi pasar di
dalam negeri. Sehingga pasar dalam negeri yang semula dikuasai oleh produk dalam
negeri, perlahan-lahan akan dapat digeser dan dikuasai oleh produk luar negeri.
c. Hancurnya Industri Dalam Negeri
Bagi industri kecil yang kemampuan modalnya kecil dan daya saingnya rendah sudah
pasti akan kalah bersaing dengan pengusaha asing. Akibatnya banyak pengusaha dalam
negeri yang bangkrut atau menutup usahanya. Maka untuk mencegah hal ini pemerintah
melakukan proteksi guna melindungi produksi dalam negeri dari serbuan produk-produk
luar negeri.
d. Meningkatnya Pengangguran
Banyaknya perusahaan yang bangkrut atau gulung tikar karena kalah bersaing dengan
perusahaan asing yang menjual produknya di Indonesia, mengakibatkan banyaknya
tenaga kerja yang di-PHK sehingga menyebabkan pengangguran meningkat dan daya beli
masyarakat menurun.
e. Terjadinya Utang Luar Negeri
Dalam perdagangan internasional apabila ekspor negara kita lebih kecil daripada impor,
maka hal ini akan menyebabkan terjadinya hutang luar negeri. Padahal untuk membayar
hutang tersebut Indonesia harus membayar dengan devisa, akibatnya devisa Indonesia
berkurang dan perekonomian dalam negeri akan terganggu.

3. Firlita Oktandari dari kelompok 3

Pertanyaan : Bagaimana aturan pemerintah tentang investor asing yang ingin berinvestasi property di
Indonesia? Dan berapa lama masa berlaku izin prinsip investasi di Indonesia ?

Jawaban : Aturan pemerintah tentang investor asing yang ingin berinvestasi di Indonesia dinyatakan
dalam UU penanaman modal dimana penanaman modal asing adalah tindakan penanaman
modal dan melakukan usaha di wilayah negara Indonesia. Oleh penanaman modal asing, baik
menggunakan modal asing sepenuhnya maupun berpatungan dengan penanam modal dalam
negeri ( Pasal 11 )

Pasal 12 ayat 4 yaitu kriteria dan persyaratan bidang usaha tertutup dan yang terbukan
dengan persyaratan masing-asing diatur dalam peraturan Presiden. Sehingga jika investor
asing ingin berinvestasi harus mencermati daftar bidang usaha terlebih dahulu dan memenuhi
persyaratan yang harus dipenuhi berupa akomodasi perizinan di Indonesia, seperti izin prinsip,
akta pendirian dan notaries, keputusan menteri, dan lain-lain.

Dalam Perpres RI no. 76 tahun 2010 menyatakan tidak ada batasan untuk WNA (Warga
Negara Asing) untuk mendirikan suatu badan hukum Indonesia yang dimana seluruh
modalnya untuk kepunyaan WNA/badan hukum asing tersebut.

4. Angelia Ananda Pratiwi Siregar dari Kelompok 4

Pertanyaan : Sebutkan jenis-jenis tindak pidana yang mengawali tindak pidana pencucian uang, dan
sebutkan dasar hukumnya. Dan jelaskan juga apa perbedaan antara korupsi, pencucian
uang dan penggelapan.

Jawaban :

5. Allissaylya Mollita dari Kelompok 5

Pertanyaan : Jika suatu saat customer pemegang kartu kredit tidak sanggup membayar hutang dan
bunganya, apa tindakan yang harus dilakukan pihak bank yang dibenarkan oleh hukum

Jawaban : Apabila nasabah tidak melaksanakan kewajiban sesuai yang diperjanjikan, yakni kewajiban
menyelesaikan kreditnya ke bank, maka nasabah yang bersangkutan dapat
dinyatakan wanprestasi, yaitu Suatu perjanjian tidak hanya mengikat untuk hal-hal yang
dengan tegas dinyatakan di dalamnya, tetapi juga untuk segala sesuatu yang menurut sifat
perjanjian, diharuskan oIeh kepatutan, kebiasaan atau undang-undang. Namun, tindakan yang
harus dilakukan oleh bank sebelum menyatakan nasabah itu wanprestasi karena tidak
melunasi utangnya bukanlah berupa tindakan pemblokiran rekening nasabah, melainkan
dengan melakukan somasi. Secara umum, dalam hal adanya tunggakan dalam membayar
angsuran kredit, maka bank selaku kreditur memiliki hak untuk memberikan surat peringatan
atau somasi kepada debitur (nasabahnya) yang lalai dalam memenuhi kewajibannya untuk
membayar angsuran kredit. Apabila dengan mengirimkan surat peringatan 1,2, dan 3 dan juga
telah melakukan zsomasi tetapi debitur tetap saja tidak mau membayarnya, maka bank
berhak menyita barang-barang berharga dari debitur yang nanti akan dilelang dan uang
lelangnya digunkan untuk membayar hutang

7. Muhammad Andhika Rafif Zain dari Kelompok 7

Pertanyaan : Apakah hukum perdagangan Indonesia sejalan dengan Standar Nasional Indonesia? Apa
yang sebaiknya kita lakukan sebagai orang yang mengerti hukum bisnis dalam melakukan
transaksi antar Negara?

Jawaban : Pada dasarnya hukum perdagangan yang ada di Indonesia sudah sejalan dengan Standar
Nasional Indonesia yaitu memiliki prisip:

a. Openess (keterbukaan)
Terbuka bagi agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat berpartisipasi dalam
pengembangan SNI;
b. Transparency (transparansi)
Transparan agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat mengikuti perkembangan
SNI mulai dari tahap pemrograman dan perumusan sampai ke tahap penetapannya . Dan
dapat dengan mudah memperoleh semua informsi yang berkaitan dengan pengembangan
SNI;
c. Consensus and impartiality (konsensus dan tidak memihak)
Tidak memihak dan konsensus agar semua stakeholder dapat menyalurkan kepentingannya
dan diperlakukan secara adil;
d. d. Effectiveness and relevance
Efektif dan relevan agar dapat memfasilitasi perdagangan karena memperhatikan
kebutuhan pasar dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku;
e. Coherence
Koheren dengan pengembangan standar internasional agar perkembangan pasar negara
kita tidak terisolasi dari perkembangan pasar global dan memperlancar perdagangan
internasional; dan
f. Development dimension (berdimensi pembangunan)
Berdimensi pembangunan agar memperhatikan kepentingan publik dan kepentingan
nasional dalam meningkatkan daya saing perekonomian nasional.
(sumber Strategi BSN 2006-2009)

Tetapi pada prakteknya masih saja ada pedagang atau orang yang memainkan peranan
penting dalam perekonomian melakukan cheating atau kecurangan. Untuk itu, kita sebagai
orang yang mengerti tentang hukum bisnis haruslah bisa melakukan transaksi perdaagangan
sesuai dengan hukum atau peraturan yang sudah ditetapkan. Hal ini sangat berguna agar tidak
ada pihak yang dirugikan dari transaksi bisnis tersebut.

Anda mungkin juga menyukai