Anda di halaman 1dari 4

FAJAR HIMAWAN ADIPURA

NIM : 2014320068
PROSEDUR ANALITIS YANG BERKAITAN DENGAN RASIO KEUANGAN UMUM

Berdasarkan pada Laporan Keuangan Quartal 4 Tahun 2014 PT Ace Hardware


Indonesia Tbk. Dalam melaksanakan Prosedur Analitis Auditor harus dapat melakukan
perbandingan yang tepat, yang paling penting yaitu membandingkan rasio-rasio dari
tahun-tahun terdahulu terhadap rata-rata industry atau perusahaan serupa untuk tahun
yang sama. Dalam kaitannya dengan hal ini, auditor menggunakan perbandingan
terhadap rasio-rasio keuangan pada tahun-tahun sebelumnya dari perusahaan yang
berkaitan.

Dari Laporan Keuangan yang terlampir, Prosedur Analitis yang dapat diterapkan yaitu dengan
membandingkan rasio-rasio keuangan perusahaan dengan tahun-tahun sebelumnya adalah sebagai
berikut :

RASIO KEUANGAN 2013 2014 PROSEDUR ANALITIS


Rasio Liquiditas
Dilihat dari perhitungan current ratio,
perusahaan memiliki kemampuan yang
cukup baik untuk membayar hutang
lancarnya dengan asset lancar yang
tersedia. Meskipun mengalami
penurunan yang cukup besar pada
tahun 2013 akibat peningkatan hutang
lancar yang jauh lebih tinggi dari
peningkatan aktiva lancarnya,
Current Ratio 397,72 % 508,93%
perusahaan masih mampu menjamin
setiap rupiah hutang lancarnya dengan
lebih dari dua rupiah asset lancar. Hal ini
di tunjukkan tingkat rasionya yang
melebihi 200% yang merupakan standar
rasio cepat yang baik. Artinya,
perusahaan memiliki kemampuan yang
cukup tinggi untuk menjamin
likuiditasnya.

Rasio Aktivitas
Inventory Turn Over 1,76% 1,81% Inventory turnover berguna untuk
mengukur efisiensi pengelolaan
persediaan barang dagangan. Dilihat
dari perhitungan inventory turnover

PEMERIKSAAN AKUNTANSI LANJUTAN


FAJAR HIMAWAN ADIPURA
NIM : 2014320068
perusahaan mengalami penurunan
efisiensi ada tahun 2012, dan 2013,
kemudian semakin membaik pada tahun
2014

Telihat kemampuan penggunaan


dana yang tertanam pada seluruh aktiva
perusahaan terus mengalami penurunan
pada tahun 2013 dan 2014 sebagai
akibat lebih rendahnya peningkatan
Total Assets Turnover 1,57 1,54% pendapatan dibanding total aktiva.
Namun, penurunan ini masih cukup
aman, hal ini ditunjukkan dengan besar
pendapatan melebihi total aktiva yang
ada.

Rasio Laverage
Debt ratio berguna untuk mengukur
jumlah aktiva perusahaan yang dibiayai
oleh hutang. Dilihat dari perhitungan
debt ratio, komposisi hutang terhadap
total asset relative aman. Peningkatan
rasio pada tahun 2012 dan 2013 juga
Debt Ratio 27% 21%
masih cukup aman karena masih
dibawah 100%, yang artinya jumlah
hutang jauh lebih rendah dari total
asset. Rasio juga menunjukkan
penurunan kembali pada tahun 2014

Rasio ini mengukur kemampuan


perusahaan memenuhi beban tetapnya
berupa bunga. Pada tabel 3.10
Time Interest Earned menunjukkan kemampuan perusahaan
23,1% 20,81%
Ratio yang cukup baik dalam memenuhi
beban bunganya. Penurunan rasio yang
terjadi pada tahun 2012 dan 2014 masih
cukup aman .

Rasio Profitabilitas

Gross Profit Margin 49,64% 48,3% Gross Profit Margin berfungsi untuk
mengukur efisiensi pengendalian harga
pokok, mengindikasi kemampuan

PEMERIKSAAN AKUNTANSI LANJUTAN


FAJAR HIMAWAN ADIPURA
NIM : 2014320068
perusahaan untuk berproduksi secara
efisien. Untuk tahun 2011, kemampuan
perusahaan berproduksi secara efisien
sebesar 46,46%, kemudian meningkat
berturut-turut pada tahun 2012 dan
2013. Penurunan rasio pada tahun 2014
menjadi 48,3% masih lebih tinggi
dibanding tahun 2011. Perhitungan ini
menunjukkan efisiensi produksi
perusahaan semakin membaik.

Net profit margin mengukur laba


bersih sesudah pajak dibandingkan
dengan volume penjualan. Dilihat dari
perhitungan pada table 3.15, laba bersih
Net Profit Margin 12,91% 12,09% terhadap pendapatan perusahaan terus
meningkat dari tahun ketahun.
Penurunan pada tahun 2014 menjadi
12,09% masih tidak lebih rengah dari
tahun 2011.
Return on Equity berfungsi untuk
mengukur kemampuan perusahaan
memperoleh laba yang tersedia bagi
pemegang saham perusahaan.
Kemampuan
Return On Equity 26,26% 23,24% perusahaan memperoleh laba yang
tersedia bagi pemegang saham
perusahaan terus meningkat pada
tahun 2012 dan 2013. Penurunan pada
tahun 2014 juga masih lebih tinggi
disbanding tahun 2011.

PEMERIKSAAN AKUNTANSI LANJUTAN


FAJAR HIMAWAN ADIPURA
NIM : 2014320068
PLANNING MATERIALITY

Materialitas memiliki beberapa tingkatan, yaitu sebagai berikut :

1. Materialitas pada tingkat laporan keuangan secara keseluruhan.


2. Materialitas pada tingkat saldo akun
Alokasi materilitas laporang keuangan ke Akun
Penggunaan materialitas dalam mengevaluasi bukti audit
3. Materialitas pelaksanaan, jika diperlukan

Perencanaan Materialitas pada tingkat Laporan Keuangan secara keseluruhan :

1. Penentuan materialitas oleh auditor membutuhkan pertimbangan professional


(Profesional Judgement) dan dipengaruhi oleh persepsi auditor tentang kebutuhan
informasi keuangan oleh para pemakai laporan keuangan.
2. Saat menetapkan materialitas juga harus mempertimbangkan sifat dari unsur dan
dampak dari unsur yang terlibat.
3. Dalam menentukan materialitas secara keseluruhan juga harus mempertimbangkan
persentase tertentu yang sering diterapkan pada suatu tolak ukur yang sudah
dipilih.

4. Pertimbangan awal auditor tentang materialitas seringkai dibuat enam sampai


dengan sembilan bulan sebelum tanggal neraca. Sehingga, pertimbangan tersebut
dapat didasarkan atas data laporan keuangan yang dibuat tahunan.

PEMERIKSAAN AKUNTANSI LANJUTAN