Anda di halaman 1dari 17

IDENTIFKASI KELENJAR ENDOKRIN PADA IKAN, KADAL,

MERPATI, DAN MENCIT

Oleh :
Nama : Priskila Agnesia Prayitno
NIM : B1A015015
Kelompok : 2
Rombongan : II

LAPORAN PRAKTIKUM ENDOKRINOLOGI

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2017
I. PENDAHULUAN
I.1 Tujuan

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk menentukan letak dan


mengidentifikasi kelenjar endokrin pada ikan, mencit, kadal dan merpati.

I.2 Manfaat
Manfaat praktikum identifikasi kelenjar endokrin pada ikan, kadal, merpati,
dan mencit adalah untuk dapat menentukan topografi kelenjar tiroid, kelenjar
gonad, kelenjar pankreas dan kelenjar adrenal pada mencit, merpati dan kadal
serta dapat menentukan topografi kelenjar hipofisis, kelenjar hepatopankreas dan
kelenjar gonad pada ikan Nilem, serta dapat mengidentifikasi bentuk, warna dan
struktur kelenjar tersebut.

II. MATERI DAN PROSEDUR KERJA


II.1 Materi

Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah mencit


(Mus muscullus) jantan dan betina matang kelamin, kadal (Eutropis
multifasciata) jantan dan betina, merpati (Columba domestica) jantan dan
betina, ikan nilem (Osteochillus vitattus) jantan dan betina, chloroform, NaCl
fisiologis 0,9 %, NBF, alkohol 70%, dan tissue
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah sterofoam atau
meja bedah, gunting bedah, baki preparat, sprayer, pinset dan jarum pentul

II.2 Prosedur Kerja

2.2.1. Pengamatan topografi (letak) dan morfologi kelenjar endokrin pada


mencit
a. Mencit dimatikan dengan cara servical dislocation.
b. Mencit diletakkan di sterofoam dan diberi jarum pentul pada setiap sisi
kemudian di bedah.
c. Letak kelenjar tiroid, pankreas, adrenal, dan gonad diidentifikasi,
kemudian kelenjar tersebut diisolasi.
d. Amati bentuk, tekstur, warna, dan ukuran kelenjar.
2.2.2. Pengamatan topografi (letak) dan morfologi kelenjar endokrin pada
merpati
a. Merpati dimatikan terlebih dahulu dan dibersihkan, merpati dipotong
kemudian di bedah
b. Letak kelenjar tiroid, pankreas, adrenal, dan gonad diidentifikasi,
kemudian kelenjar tersebut diisolasi.
c. Amati bentuk, tekstur, warna, dan ukuran kelenjar.
2.2.3. Pengamatan topografi (letak) dan morfologi kelenjar endokrin pada
ikan
a. Ikan diletakkan pada alas bedah
b. Kepala ikan di potong pada belakang operkulum atau tutup insang
c. Kepala ikan diletakkan di alas bedah dengan mulut menghadap keatas.
d. Kepala ikan dipegang dengan cara memasukkan jari telunjuk atau ibu jari
agar pegangan menjadi stabil, bagian dorsal kepala dipotong dengan arah
anterior-posterior.
e. Tulang kepala yang telah terpotong diangkat kemudian angkat otak ikan
dengan hati-hati dan bersihkan sisa lemak maupun darah yang tertinggal
sehingga kelenjar hipofisis terlihat
f. Kelenjar hipofisis diidentifikasi letaknya dan diamati morfologinya
g. Abdomen ikan dibedah kemudian amati topografi serta morfologi
hepatopankreas, ginjal, dan gonad., kemudian isolasi kelenjar tersebut.
h. Amati bentuk, tekstur, warna, dan ukuran kelenjar.
2.2.4. Pengamatan topografi (letak) dan morfologi kelenjar endokrin pada
kadal
a. Kadal dianestasi dengan chloroform.
b. Kadal diletakkan di sterofoam dan diberi jarum pentul pada setiap sisi
kemudian di bedah.
c. Kulit kadal digunting pada bagian kloaka mulai dari area abdomen ventral
sampai kearah anterior ventral.
d. Amati letak kelenjar tiroid, pankreas, adrenal, dan gonad diidentifikasi,
kemudian kelenjar tersebut diisolasi serta amati bentuk, tekstur, warna, dan
ukuran kelenjar.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN


III.1 Hasil

IV.
V.
VI.
VII.
VIII.
IX.
X.
Gambar 3.1.1 Hipofisis Ikan Nilem Gambar 3.1.2 Gonad Ikan Nilem
Betina
Gambar 3.1.3 Hepatopankreas Ikan Gambar 3.1.4 Gonad Kadal
Nilem Betina

Gambar 3.1.5 Pankreas Kadal Gambar 3.1.6 Tiroid Kadal

Gambar 3.1.7 Adrenal Kadal Gambar 3.1.8 Pankreas Mencit


Betina

Gambar 3.1.9 Adrenal Mencit Betina Gambar 3.1.10 Gonad Mencit Betina
Gambar 3.1.11 Tiroid Mencit Betina Gambar 3.1.12 Adrenal Merpati

Gambar 3.1.13 Pankreas Merpati Gambar 3.1.14 Tiroid Merpati

Gambar 3.1.15 Gonad merpati Gambar 3.1.16 Pankreas mencit


jantan

Gambar 3.1.17 Tiroid mencit jantan Gambar 3.1.18 Adrenal mencit


jantan

Gambar 3.1.19 Gonad mencit jantan

Kadal Merpati Mencit


Preparat
Kelenjar

Tiroid Letak :Ventro lateral Letak: Ventro lateral Letak: Ventro lateral
(Letak, bentuk, trakea trakea trakea
warna dan Bentuk : Besar Bentuk : Bulat kecil Bentuk : Kecil
struktur) sepasang Warna : Putih Warna : Merah
Warna : Kuning kemerahan Struktur : Besar
Struktur : Lunak Struktur : Sedang sepasang
Gonad Letak : posterior Letak : posterior Letak : posterior
(Letak, bentuk, abdomen abdomen abdomen
warna dan Bentuk : Bulat Bentuk : Bulat Bentuk : Bulat
struktur) Warna : Putih susu Warna : Putih Warna : Putih
Struktur : Lunak Struktur : Lunak Struktur : Lunak
Pankreas Letak : Lekukan Letak : Lekukan Letak : Lekukan
(Letak, bentuk, intestine intestine intestine
warna dan Bentuk : Kecil Bentuk : Lonjong Bentuk : Kecil dan tipis
struktur) Warna : Putih susu Warna : Merah muda Warna : Merah muda
Struktur : Lunak Struktur : Lunak Struktur : Lunak
Adrenal Letak : Anterior ginjal Letak : Anterior Letak : Anterior ginjal
(Letak, bentuk, Bentuk : Bulat ginjal Bentuk : Bulat
warna dan Warna : Putih susu Bentuk : Bulat kecil Warna : Merah muda
struktur) Struktur : Lunak Warna : Merah Struktur : Lunak berisi
Struktur : Lunak

Ikan Nilem Hipofisis Hepatopankreas Gonad


Letak Dasar sela tursika Antara hepar dan Posterior gelembung
tulang spenoid intestine renang
Bentuk Bulat kecil Bulat kecil Lonjong kecil
Struktur Lunak Lunak berair Lunak
Warna Putih Merah Putih susu
X.1Pembahasan

Berdasarkan hasil praktikum dan pengamatan yang telah dilakukan


didapatkan hasil bahwa kelenjar endokrin yang diamati pada mencit, kadal dan
merpati terdiri dari kelenjar tiroid, kelenjar pankreas, kelenjar adrenal dan gonad.
Kelenjar endokrin yang diamati pada ikan nilem terdiri dari kelenjar hipofisis,
hepatopankreas, dan gonad. Hasil tersebut sesuai dengan pustaka yang
menyatakan bahwa kelenjar tiroid merupakan kelenjar berwarna merah kecoklatan
dan sangat vascular. Kelenjar tiroid pada mencit, kadal dan merpati terletak di
ventro lateral dari trakhea pade leher, sedangkan kelenjar tiroid pada ikan tidak
teramati. Hal ini sesuai dengan pernyataan Henayati (2008) yang mengatakan
bahwa kelenjar tiroid pada mencit dan merpati berjumlah sepasang dan terletak di
sebelah lateral dari trakea pada leher. Kelenjar tiroid tersebut mengelilingi trakea
di sebelah ventral dari larink. Kelenjar tiroid terdiri atas dua lobus yaitu lobus kiri
dan kanan yang dipisahkan oleh isthmus. Setiap lobus dari kelenjar tiroid
dipisahkan oleh sekat-sekat menjadi lobuli tiroid yang terdiri atas badan-badan
bulat yang disebut folikel tiroid. Di dalam folikel ini terdapat rongga yang berisi
koloid, dimana hormon-hormon disintesa.
Kelenjar tiroid
Kelenjar tiroid merupakan kelenjar berwarna merah kecoklatan dan sangat
vascular. Kelenjar tiroid pada mencit, kadal dan merpati terletak di ventro lateral
dari trakhea pade leher, sedangkan kelenjar tiroid pada ikan tidak teramati.
Kelenjar tiroid mengelilingi trakea di sebelah ventral dari larink. Secara rinci
kelenjar tiroid terletak di anterior cartilago thyroidea di bawah laring setinggi
vertebra cervicalis 5 sampai vertebra thorakalis 1. Beratnya bervariasi pada tiap
individu. Lobus kelenjar tiroid seperti kerucut. Ujung apikalnya menyimpang ke
lateral ke garis oblique pada lamina cartilago thyroidea dan basisnya setinggi
cartilago trachea 4-5. Kelenjar tiroid merupakan organ berpasangan yang terdiri
atas dua lobus yaitu lobus kiri kanan yang dipisahkan oleh isthmus. Di dalam
folikel ini terdapat rongga yang berisi koloid, di mana hormon-hormon disintesa.
Kelenjar tiroid mendapat sirkulasi darah dari arteri tiroidea superior dan arteri
tiroidea inferior. Arteri tiroidea superior merupakan percabangan arteri karotis
eksternal dan arteri tiroidea inferior merupakan percabangan dari arteri subklavia.
Lobus kanan kelenjar tiroid mendapat suplai darah yang lebih besar dibandingkan
dengan lobus kiri. Dipersarafi oleh saraf adrenergik dan kolinergik. saraf
adrenergik berasal dari ganglia servikalis dan kolinergik berasal dari nervus vagus
(Anwar, 2005).
Pertumbuhan dan fungsi dari kelenjar tiroid paling sedikit dikendalikan
empat mekanisme, yaitu sumbu hipotalamus-hipofisis-tiroid klasik, di mana
hormon pelepas-tirotropin hipotalamus (TRH) merangsang sintesis dan pelepasan
dari hormon perangsang-tiroid hipofisis anterior (TSH), yang kemudian pada
gilirannya merangsang sekresi hormon dan pertumbuhan oleh kelenjar tiroid;
kemudian deiodininase hipofisis dan perifer, yang memodifikasi efek dari T4 dan
T3; autoregulasi dari sintesis hormon oleh kelenjar tiroid sendiri dalam
hubungannya dengan suplai iodinnya; dan stimulasi atau inhibisi dari fungsi tiroid
oleh autoantibodi reseptor TSH (Kagawa, 1982)
Setiap lobus dari kelenjar tiroid dipisahkan oleh sekat-sekat menjadi lobuli
tiroid yang terdiri atas badan-badan bulat yang disebut folikel tiroid. Dalam
keadaan dimana hormon hasil produksi tidak dipakai, maka hormon ini disimpan
dalam bentuk koloid yang tak aktif disebut tiroglobulin. Kelenjar tiroid juga
menghasilkan enzim proteolitik yang disebut katepsin untuk mengubah
tiroglobulin yang tidak aktif menjadi hormon tiroksin yang aktif. Bila kadar
iodium yang terdapat dalam tubuh kurang maka yang dihasilkan bukan tiroksin
(T4), tetapi triiodotiroksin (T3). Fungsi hormon tiroksin adalah:
a. Mengatur derajat metabolisme supaya di atas menimum
b. Mempunyai peranan dalam proses pertumbuhan dan diferensiasi
c. Mempengaruhi pertumbuhan mental kematangan seksual
d. Mempengaruhi metabolisme glukosa dan protein
e. Merangsang mengurangi jumlah asam-asam lemak, kolesterol dan fosfolipid
(Guyton, 1997)
Kelenjar adrenal
Kelenjar adrenal pada ikan berada di antara renalnya atau biasa disebut
interrenalis. Kelenjar adrenal pada merpati terletak di rongga abdomen merpati.
Kelenjar adrenal berjumlah sepasang dan terletak di anterior ginjal. Ginjal mencit
adalah sepasang organ saluran kemih yang terletak di rongga retroperitoneal
bagian atas. Bentuknya menyerupai kacang dengan sisi cekungnya menghadap ke
medial. Ginjal mencit bertekstur lembut, berwarna coklat kemerahan, berada di
dorsal dinding tubuh, dikelilingi jaringan lemak dan termasuk unilobular dengan
papilla tunggal. Ginjal kanan normalnya berada lebih anterior daripada ginjal kiri
dan pada jantan lebih berat dibanding betina (Seely 1999). Fungsi ginjal
memproduksi berbagai macam hormon (eritropoietin, rennin dan prostaglandin).
Selain itu ginjal berperan dalam metabolisme vitamin D dan menjadi bentuk
aktifnya memproduksi homeostatik yang sangat penting dari ginjal meliputi
ekskresi bahan-bahan tidak penting, pemeliharaan konsentrasi garam dan air
dalam tubuh, regulasi keseimbangan asam basa (Maxie 1993).
Jenis homon korteks adrenal merupakan hormon steroid, yang dapat
digolongkan menjadi 3 kelompok hormone, yaitu:
Mineralokortikoid : kerja utama hormone ini adalah meningkatkan retensi
Na+ dan ekskresi K+ serta H+ khusunya dalam ginjal.
Glukokortikoid merupakan hormon yang bekerja meningkatkan proses
glukoneogenesis. Misalnya hormon Kortisol pada manusia, dibuat di zona
fasikulata. Kortikosteon dihasilkan pada zona fasikulata dan glomrulosa
namun lebih banyak ditemukan pada hewan pengerat dari pada manusia.
Androgen merupakan prekursor androgen berupa dehidroepiandosteon,
diproduksi oleh zona fasikulata dan retikularis.
Kelenjar pankreas
Kelenjar pankreas pada ikan nilem termasuk hepatopankreas, pankreasnya
berada di dalam jaringan hati. Hatinya berwarna merah kekuningan dan terletak di
sisi rongga abdomen dan meluas sampai bagian anetrior porus urogenital.
Hepatopankreas ikan nilem meyesuaikan rongga abdomen, hepatopankreasnya
menyusup di antara organ dalam lainnya. Berbeda dengan kelenjar pankreas pada
merpati terletak di rongga perut. Pankreas berada di lekukan duodenum. Panjang
pankreas sama panjang dengan lekukan duodenum. Begitu pula dengan pankreas
mencit merupakan kelenjar terletak dilekukan duodenum dalam rongga perut.
Pankreas merupakan organ tubuh yang tunggal dan istimewa karena
berfungsi ganda sebagai kelenjar eksokrin dan endokrin. Sebagai kelenjar
eksokrin pankreas membantu dan berperan penting dalam sistem pencernaan
dengan mensekresikan enzim-enzim pankreas seperti amilase, lipase dan tripsin.
Sebagai kelenjar endokrin, pankreas dikenal dengan produksi hormon-hormon
insulin dan glukagon yang berperan dalam metabolisme glukosa (Andreyani et
al., 2010). Fungsi endokrin pankreas dilakukan oleh pulau-pulau Langerhans yang
tersebar di antara bagian eksokrin pankreas (Sundler dan Hakanson, 1988 dalam
Andreyani et al., 2001). Hasil penelitian Sundler dan Hakanson (1988) dengan
menggunakan elektron mikroskop dilaporkan bahwa pulau Langerhans berisi
kurang lebih lima jenis sel endokrin Empat dari lima tipe tersebut adalah sel-sel ,
a, sel-sel somatostatin dan PP, yang dapat diketahui melalui respon dari hormon
yang dikandungnya. Tipe sel kelima, disebut sel Dl belum dapat diidentifikasi.
Pada hewan, susunan topografi sel-sel endokrin tersebut adalah sebagai
berikut: sel-sel insulin berada di tengahtengah, sel-sel glukagon dan sel PP berada
di perifer atau di sepanjang tepi pulau Langerhans. Sedangkan sel-sel somatostatin
menyebar di antara sel-sel glukagon, sel insulin serta sel PP (Sundler dan
Hakanson, 1988 dalam Andreyani, 2001). Susunan ini ternyata berbeda pada
spesies hewan yang berbeda.

Persamaan dan Perbedaan Pankreas Ikan, Merpati, Kadal Dan Mencit


Pankreas Ikan Merpati Kadal Mencit
Persamaan Pankreas merpati dan mencit terletak di lekukan duodenum
Perbedaan Berupa hepatopankreas Pankreas Pankreas Pankreas

Gonad Jantan
Testis merupakan sepasang organ memanjang yang terletak pada dinding
dorsal (Hidayat, 2008). Pada ikan nilem, testis berbentuk lonjong dan berwarna
putih susu. Testis ikan nilem terdiri dua lobi yaitu lobi kanan dan lobi kiri. Testis
merpati merupakan sepasang organ yang berbentuk bulat yang terletak di dinding
dorsal dan berdekatan dengan ginjal. Testis mencit berjumlah sepasang. Testis
mencit berbentuk seperti telur atau peluru. Testis terdapat dalam skrotum, yaitu
suatu kantung yang terdiri dari kulit dan tunika dartos yang membungkus testis
dan sebagian funiculus spermaticus. Dengan adanya skrotum menyebabkan suhu
testis berada lebih rendah dari suhu badan. Testis terletak di daerah prepubis dan
digantung oleh funiculus spermatikus yang mengandung unsur-unsur yang
terbawa oleh testis dalam pemindahannya dari cavum abdominalis melalui canalis
inguinis ke dalam skrotum. Testis terbungkus oleh tunica vaginalis propria yang
akan membungkus ductus epidydimis dan ductus deferens (Toelihere, 1985).
Testis menghasilkan testosteron yang diproduksi oleh sel Leydig kemudian
diangkut dengan konsentrasi yang tinggi ke tubulus seminiferus. Secara
fungsional testis merupakan kelenjar ganda karena bersifat eksokrin dan endokrin.
Bersifat eksokrin karena menghasilkan kelamin dan bersifat endokrin karena
menghasilkan sekret internal yang dilepaskan oleh sel-sel khusus. Fungsi eksokrin
testis tergantung pada banyak faktor. Hormon penstimulasi FSH dari hipofisis
merangsang spermatogenesis. FSH mempengaruhi sel-sel sertoli untuk
merangsang sintesis reseptor protein pengikat androgen, yang akan berikatan
dengan testosteron (Effendi, 1981).
Persamaan dan Perbedaan Testis Ikan, Kadal dan Mencit
Testis Ikan Merpati Kadal Mencit
Persamaan Berjumlah sepasang
Perbedaan Bentuk Bentuknya bulat Bentuknya bulat dan Bentuknya bulat
lonjong seperti peluru dan terletak di dalam seperti peluru dan
dan terletak terletak di dalam abdomen terletak di luar
di dalam tubuh tubuh
tubuh

Gonad Betina
Ovarium ikan nilem terletak menggantung pada dinding dorsal tubuh oleh
selaput mesenterium. Ovarium berupa organ memanjang dan berpasangan yang
masing-masing berada di kiri dan kanan antara gelebung renang dan usus yang
menyatu bagian anteriornya pada porus urogenitalis. Ovarium berwarna agak
kekuningan. Ovarium pada merpati terletak di bagian dorsal rongga abdomen, di
belakang intestin. Ovarium pada merpati hanya bagian kiri yang berkembang dan
berbentuk panjang bergulung. Ovarium pada mencit juga terletak di bagian dorsal
rongga abdomen. Ovarium merupakan organ primer reproduksi betina. Ovarium
merupakan sepasang kelenjar yang terdiri atas ovarium kanan yang letaknya di
belakang ginjal kanan dan ovarium kiri yang letaknya di belakang ginjal kiri. Pada
kebanyakan spesies hewan, ovariumnya mempunyai bentuk menyerupai biji
almond. Ukuran normal ovarium sangat bervariasi antar species (Frandson 1986).
Ovarium memproduksi hormon steroid yang memungkinkan
berkembangnya ciri-ciri seksual betina sekunder dan mendukung kebuntingan.
Pada umumnya, ovarium terdapat dua buah, yaitu di bagian kanan dan kiri yang
terletak dalam rongga pelvis dan menggantung pada mesovarium. Siklus dalam
ovarium akan menghasilkan folikel matang sebagai hasil kerja sama antara
hormon-hormon ovarium dan gonadotropin (Nalbandov, 1990). Fungsi ovarium
sebagai organ eksokrin yang menghasilkan sel telur (ovum) dan organ endokrin
yang mensekresikan hormon-hormon kelamin betina (estrogen dan progesteron).
Kelenjar Hipofisis
Hipofisa atau kelenjar pituitari adalah suatu kelenjar endokrin penting
pada semua hewan vertebrata. Letak hipofisis berada pada cekungan sela tursika
di tulang sphenoid. Beberapa juga menyebutkan hipofisa terletak di sebelah
belakang chiasma nervi optici, yakni persilangan nervus opticus yang menuju ke
mata. Bentuknya membulat sampai agak lonjong tergantung dari jenis ikannya,
ukurannya relatif sangat kecil lebih kurang sebesar butiran beras. Kelenjar
hipofisa kaya akan vaskularisasi pembuluh darah sehingga dalam keadaan segar
tampak berwarna putih kemerahan (Sutomo, 1988).
Hipofisis merupakan kelenjar yang mensekresikan Luteinizing Hormone
(LH) dan Follicle Stimulating Hormone (FSH) (Sivan, 2005). Pada ikan jantan,
LH memberikan rangsangan untuk perkembangan sel Leydig yang akan
memproduksi hormon testosteron, sedangkan FSH berpengaruh langsung terhadap
perkembangan sel Sertoli dalam tubulus seminiferus dan meningkatkan sintesis
protein pengikat hormon androgen atau Androgen Binding Protein (ABP).

XI. KESIMPULAN DAN SARAN


4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa:


1. Kelenjar endokrin yang diamati pada mencit, kadal dan merpati adalah kelenjar
tiroid, kelenjar pankreas, kelenjar gonad, dan kelenjar adrenal.
2. Kelenjar endokrin yang diamati pada ikan adalah kelenjar hipofisis, kelenjar
gonad dan hepatopankreas
3. Kelenjar tiroid terletak pada bagian ventro lateral trakhea, kelenjar adrenal
terletak menempel pada bagian anterior ginjal, kelenjar gonad terdiri dari
ovarium dan testis, kelenjar hipofisis terletak pada cekungan yag disebut sela
tursika bagian dasar otak.

4.2 Saran
Saran untuk praktikum kali ini adalah sebaiknya melakukan pembedahan
hewan uji dengan hati-hati agar kelenjar endokrin yang akan diamati tidak rusak
atau terpotong, dan juga kelengkapan alat bedah untuk segera dilengkapi agar
praktikum berlangsung dengan lebih baik.

DAFTAR REFERENSI

Andriyane, I. K. M., A. A. Macdonald, A. Winarto dan S. Agungpriyono. 2010.


Studi mikroanatomi pancreas babirusa (Babyrousa babyrussa)
menggunakan metode pewarnaan baku dan imunohistokimia. Jurnal
Kedokteran Hewan. 4 (2): 49-52.

Andriyane, I. K. M., S. Novelina, K. K. Sari, T. Wreasdiyati dan S. Agungpriyono.


2001. Perbandingan antara mikroanatomi bagian endokrin pankreas pada
kambing dan domba lokal dengan tin jauan khusus distribusi dan frekuensi
sel-sel glukagon pada pankreas. Media Veteriner. 8(1):5-10.

Anwar, R. 2005. Fungsi dan kelainan kelenjar tiroid. Skripsi. Universitas


Padjajaran, Bandung.

Effendi, H. 1981. Fisiologi Hormonal Dan Reproduksi Dengan Pathofisiologinya.


Alumni, Bandung.

Frandson, R. D. 1986. Anatomy and Physiology of Farm Animals. Ed ke-4.


Philadelphia: Lea and Febiger.

Guyton A. C., Hall J. E. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Jakarta :
EGC. P. 208 212, 219 223, 277 282, 285 287.

Henayati. 2008. Bahan Kuliah Sistem Endokrinologi Hewan. Jakarta: Jurusan


Pendidikan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Pendidikan Indonesia.

Hidayat, R. 2008. Gambaran Histologis Testis Muda Dan Dewasa . Skripsi.


Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Kagawa, H., G. Young, S. Adachi and Y. Nagahama. 1982. Estradiol 17 a


production in Amago salmon (Oncorhynchus rhodurus) ovarian follicle :
Role of the thecal and granulose cells. General and Comparative
Endocrinology, 47: 440 - 448.

Maxie MG. 1993. The Urinary System. Di dalam: Jubb KVF, Peter CK dan Nigel
P, editor. Pathology of Domestic Animals. Ed ke-4. Volume ke-2. London:
Academic Press.

Nalbandov, AV. 1990. Fisiologi Reproduksi Pada Mamalia Dan Unggas. Keman S,
Penerjemah. UI Press, Jakarta.

Seely JC. 1999. Kidney. Di dalam: Maronpot RR, Gary AB, Beth WG, editor.
Pathology of The Mouse. USA: Cache River Press.

Sivan, B. 2005. Electrotonic Coupling in the Anterior Pituitary of a Teleost Fish.


Endocrinology 146(3):10481052.

Sundler, F and R. Hakanson. 1988. Peptide hormone producing


endocrinetparacrine cell in the gastroentero- pancreatic region. 111 :
Handbook of Chemical Neuroanatomy. Vo1.6: The Peripheral Nervous
System. A Bjorklund, T. Hokfelt and C. Owman (eds). Elsevier Science
Publishers BV. p : 219-278.

Sutomo. 1988. Peranan hipofisa dalam produksi benih ikan. Oseana, 13 (3) :
109 123.

Toelihere, M. R. 1985. Ilmu kebidanan pada ternak sapi dan kerbau. Angkasa,
Bandung.