Anda di halaman 1dari 11

SOAL UTS ORTHODONSI II

22 APRIL 2013
ANGKATAN 2010

1. Jarak vertical antar insical insisicus rahang atas dan insisal insisivus rahang bawah
disebut :
a. Gigitan dalam
b. Tumpang gigit
c. Gigitan silang
d. Jarak gigit
e. Gigitan terbuka

2. Sekelompok gigi yang menjauhi bidang transversal disebut :


a. Abstraksi
b. Retraksi
c. Protraksi
d. Atraksi
e. Kontraksi

3. Saat proses pertumbuhan, kondili mandibular akan menyebabkan pertumbuhan kearah


a. Vertikal
b. Horisontal
c. Antero posterior
d. Oblique
e. Lateral

4. Gigi yang terletak horizontal didalam rahang disebut


a. Pervers
b. Heterotropi
c. Agenisi
d. Persistensi
e. Retensi

5. Salah satu tujuan perawatan orthodonti adalah :


a. Mencegah terjadinya rasa rendah diri
b. Mencegah terjadinya kelainan mulut
c. Mencegah terjadinya kebiasaan jelek
d. Memperbaiki fungsi bicara
e. Memperbaiki deviasi mandibular

6. Persistensi gigi sulung dapat disebabkan karena :


a. Karies pada gigi penggantinya
b. Impaksi gigi penggantinya
c. Gingiva yang tebal
d. Periodontitis kronis
e. Ankilosis gigi sulung

7. Frenektomi labial di rahang atas dilakukan bila ada :


a. Kurva spee positif
b. Blanche test yang positif
c. Bibir inkompeten
d. Rotasi insisivus sentral
e. Mesiodens

8. RElasi gigi yang normal dari arah transversal adalah :


a. Gigitan fisura dalam rahang atas
b. Gigitan fisura luar rahang atas
c. Gigitan fisura dalam rahang bawah
d. GIgitan fisura luar rahang bawah
e. Gigitan total luar rahang atas

9. Relasi molar yang normal dari arah sagittal adalah :


a. Neutroklusi
b. DIstoklusi
c. Mesioklusi
d. GIgitan tonjol
e. TIdak ada relasi

10. Gigi yang tidak dapat tumbuh walaupun tersedia cukup tempat disebut :
a. HEterotopi
b. Stagnasi
c. Retensi
d. Persistensi
e. Agenisi

11. Diastema yang terdapat pada masa geligi sulung biasa disebut dengan monkey gap,
terdapat pada :
a. RAhang atas diantara kaninus dan molar pertama
b. RAhang bawah diantara kaninus dan molar pertama
c. Rahang atas digunakan untuk tempat kaninus permanen
d. Rahang bawah digunakan untuk tempat insisisv permanen
e. Rahang atas digunakan untuk pergeseran molar pertama permanen

12. Salah satu contoh gigi kelebihan adalah :


a. Sinodonti
b. Hipodonsi
c. Heterotopi
d. Ektopik
e. Paramolar

13. Bila relasi molar kedua sulung menunjukkan bidang distal step, maka kemiungkinan
terbesar maloklusi yang akan terjadi adalah :
a. Kelas I angle
b. Kelas II angle
c. Kelas III angle
d. Kelas I dan kelas III angle
e. Kelas II dan kelas III angle

14. Kunci oklusal normal menurut Andrew adalah :


a. TOnjol mesial bukal molar pertama permanen atau terletak pada tonjol mesial molar
pertama bawah
b. Sebagian mahkota gigi condong ke mesial
c. Sebagian gigi dalam kontak yang rapat
d. Kurva spee kedalamannya 2.5mm
e. Relasi molar kelas I angle

15. Bentuk wajah yang asimetris dapat disebabkan oleh :


A. Makroglosi
B. Palatoversi gigi rahang atas
C. Tanggal premature
D. Perumtubuhan ramus yang berbeda tiap sisi
E. Bruxism

16. Maloklusi kelas III tipe dental dapa disebabkan :


a. Letak salah benih insisivi rahang atas
b. Persistensi insivi rahang atas
c. Deviasi mandibular
d. Displacement mandibular kea rah sagittal
e. Displacement mandibular kea rah transversal
17. Analisis umum, analisis local, analisis fungsional, analisis model dan analisis sefalometri
diperlukan untuk menentukan :
a. Desain peranti
b. Rencana perawatan
c. Macam perawatan
d. Teknik perawatan
e. Diagnose

18. Kelainan patologis kondili mandibular dapat dilihat palaing kelas melalui media berikut :
a. Model studi
b. Foto rontgen
c. Foto wajah
d. CT scan
e. Foto intra oral

19. Bentuk skelet yang ditemukan pada individu yang bertubuh pendek dengan lapisan
lemak yang tebal adalah
a. Endomorfik
b. Mesomorfik
c. Ektomorfik
d. Normomorfik
e. Netromorfik

20. Pemeriksaan ada tidak alergi, kelainan endokrin, ada tidaknya tonsil, termasuk didalam
analisis :
A fungsional
B. umum
c. Lokal
d. Model
e. Sefalometri
21. Cara menghitung index sefalik adlah
a. Panjang kepala x 100
Lebar kepala
b. Panjang kepala
Lebar kepala x 100
c. Lebar kepala x 100
Panjang kepala
d. Lebar kepala
Panjang kepala x 100
e. Lebar kepala x pnajang kepala
100

22. Cara mengukur tempat yang dibutuhkan pada perhitungan diskrepansi model yaitu :
a. menggunakan brass wire yang dilengkungkan membentuk lengkung geligi normal mulai
dari mesial molar pertama permanen kiri hingga mesial molar pertama pertama permanen
kanan
b. menjumlahkan lebar mesiodistal geligi permanen di sebelah mesial molar pertama
permanen kiri sampai molar pertama permanen kanan (v)
c. membagi lengkung geligi dalam beberapa segmen, dan masing- masing segmen diukut
dengan caliper kemudian dijumlahkan
d. bila penderita dalam fase geligi perawatan, maka menjumlahkan mesiodistal geligi
permanen dan geligi sulung di sebelah mesial molar pertama permanen kiri sampai molar
permanen kanan
e. menjumlahkan lebar mesiodistal geligi permanen mulai gigi molar pertama permanen kiri
sampai molar pertama permanen kanan

23. Kelainan individual dimana terjadi perubahan urutan posisi gigi disebut :
a. Transversi (v)
b. Aksiversi
c. Infraversi
d. Labioversi
e. Torsiversi
24. Relasi gigi posterior pada maloklusi kelas IA jurusan transversal dalam keadaan normal
adalah :
a. Netroklusi
b. Gigitan tonjol
c. Gigitan fisura luar rahang atas (v)
d. Gigitan fisura dalam rahang atas
e. Gigitan silang posterior
25. Tumpang gigi -3 mm memiliki arti bahwa :
a. Gigitan terbalik anterior
b. Gigitan terbuka (v)
c. Gigitan dalam
d. Normal
e. Gigitan edge to edge
26. Diasteman yang terdapat pada masa geligi sulung yang disebut dengan Monkey Gaps
terdapat pada :
a. Rahang atas diantara kaninus dan molar pertama
b. Rahang bawah diantara kaninus dan molar pertama (v)
c. Rahang atas untuk tempat kaninus permanen
d. Rahang bawah untuk insisif permanen
e. Rahang atas untuk pergeseran molar pertama permanen

27. Pada saat kaninus permanen erupsi, tempat akan didapatkan dengan adanya :
a. Dorongan lidah
b. Ugly Ducking insisif lateral
c. Monkey Gaps (v)
d. Proses pergerakan ke labial dan distal
e. Proses pergerakan ke mesial dan distal
28. Free way space adalah :
a. Jarak rahang atas dan bawah pada saat dalam posisi istirahat
b. Jarak gigi anterior atas rahang bawah pada saat mandibula dalam posisi istirahat
c. Jarak gigi posterior atas dan bawah pada saat mandibula dalam posisi istirahat
d. Jarak antar oklusal saat mandibula dalam posisi istirahat (v)
e. Jarak antara insisial insisif atas dan insisal insisif bawah
29. Diskrepansi pada model digunakan untuk menentukan :
a. Rencana perawatan
b. Macam perawatan (v)
c. Lama perawatan
d. Kesukaran perawatan
e. bukan salah satu di atas
30. Kurva Spee dapat dianalisa melalui :
a. Foto intral oral
b. Model studi (v)
c. Foto rontgen
d. Profil pasien
e. Lengkung geligi

31. Secara tradisional jaringan lunak yang perlu mendapat perhatian utama di bidang ortodonsi
adalah : A
1. bibir (v)
2. pipi (v)
3. lidah (v)
4. frenulum lingual
32. Berdasarkan tonus otot bibir, bibir dapat digolongkan menjadi : B
1. kompeten (v)
2.potensial kompeten
3. tidak kompeten (v)
4. semi kompeten
33. Anterior oral seal pada bibir yang tidak kompeten didapatkan dari lidah yang berkontak
dengan bibir bawah . Maloklusi yang dapat terjadi adalah : A
1. gigitan terbuka anterior (v)
2. insisivi atas proklinasi (v)
3. jarak gigit yang besar (v)
4. insisivi bawah retroklinasi
34. Pada periode gigi pergantian agar insisif permanen mendapatkan tempat diperlukan beberapa
faktor di bawah ini : D
1. Pertumbuhan lebar lengkung
2. Adanya monkey gaps
3. Pergeseran kaninus sulung ke distal
4. Adanya proses ugly ducking stage (v)
35. Angle berpendapat bahwa gigi molar pertama permanen adalah kunci oklusi oleh karena : A
1. Merupakan gigi pertama yang erupsi (v)
2. Tidak mengganti gigi sulung (v)
3. Posisinya stabil (v)
4. Merupakan gigi terbesar
36. Proyeksi sekelompok gigi terhadap bidang sagittal/median menurut Simon disebut C
1. Atraksi
2. Kontraksi (v)
3. Abstraksi
4. Distraksi (v)
37. Yang tersebut dibawah ini termasuk kelebihan gigi :
1. Diplodonti (v)
2. Sinodonti
3. (?)
4. (?)
38. Bibir yang tidak kompeten adalah bibir yang : B
1. Tonusnya di bawah rata-rata (v)
2. Pada saat oklusi bibir bawah terletak di palatal insisivus rahang atas
3. Pendek (v)
4. Cukup panjang tetapi untuk dapat berkontak diperlukan kontraksi otot
39. Gigi insisivus yang berputar menurut sumbu vertical disebut : E
1. Mesio-labial rotasi sentris
2. Disto-palatal rotasi sentris
3. Mesio-palatal rotasi sentris
4. Disto-labial rotasi sentris
40. Diskrepansi pada model ditentukan oleh : B
1. Tempat yang tersedia (v)
2. Kedalaman Kurva Spee
3. Tempat yang dibutuhkan (v)
4. Pergeseran molar ke medial
41. Adanya mesiodens dapat menyebabkan :
1. Perubahan letak insisif (v)
2. Rotasi gigi anterior
3. Adanya diastema sentral (v)
4. Gigitan terbalik anterior
42. Gambaran klinis displacement mandibula ke lateral dapat berupa :
1. Pergesera garis median pada saat oklusi sentrik
2. Asimetri lengkung geligi
3. Gigitan silang posterior satu sisi
4. Asimetri muka
43. Ukuran freeway space dan tumpang gigit pada kasus gigitan silang anterior perlu diketauhi
untuk menentukan : D
1. Macam perawatan
2. Perlu tidaknya peninggian gigit anterior pada peranti
3. Rencana perawatan
4. Perlu tidaknya peninggian gigit posterior pada peranti (v)
44. Anterior oral seal pada bibir yang tidak kompeten didapatkan dari lidah yang berkontak
dengan bibir bawah. Keadaan yang dapat terjadi adalah : E
1. tumpang gigit yang tidak sempurna (incomplete overbite) (v)
2. insisivi atas proklinasi (v)
3. jarak gigit yang besar (v)
4. insisivi bawah retroklinasi (v)
45. Stabilitas letak gigi ditentukan oleh keseimbangan tekanan dari : A
1. bibir (v)
2. lidah (v)
3. pipi (v)
4. otot sekeliling mulut
46. Besarnya Lee Way Space adalah : C
1. 0,7 mm di rahang atas
2. 0,9 mm di rahang atas (v)
3. 1,2 mm di rahang bawah
4. 1,7 mm di rahang bawah (v)
47. Maloklusi yang terjadi pada anak yang memiliki kebiasaan buruk bernafas melalui mulut
adalah : E
1. Protrusi atas (v)
2. Palatum tinggi dan sempit (v)
3. Gigitan silang posterior (v)
4. Lengkung gigi atas menyempit (v)
48. Gejala maloklusi kelas II divisi 2 adalah : B
1. Relasi molar pertama permanen distoklusi (v)
2. Insisivi sentral rahang atas protrusi
3. Insisivi lateral rahang atas labioversi (v)
4. Tumpang gigit negative
49. Maloklusi psedo kelas III yang telah selesai dirawat tidak perlu peranti retensi bila :
1. Jarak gigit telah normal (v)
2. Berdesakan telah hilang
3. Tumpang gigit normal (v)
4. Freeway space normal.
50. Pada masa geligi pergantian sering terdapat diastema yang disebut fase Ugly Ducking, proses
penutupan diastema tesebut : D
1. Kaninus permanen erupsi
2. Insisif permane erupsi
3. Benih kaninus permanen dalam erupsinya kea rah labial
4. Insisif lateral permanen dalam erupsinya bergeser ke arah mesial dan labial (v)

51. Paramolar tidak dapat disebut sebagai gigi kelebihan (x) SEBAB paramolar adalah tonjol
(cusp) tambahan yang tumbuh di sebelah bukal gigi molar pertama permanen (x) E
52. Kelainan tonsil dan adenoid dapat secara langsung menyebabkan maloklusi (v) SEBAB
kelainan tonsil dan adenoid yang bertambah besar dapat merubah posisi lidah (v) A
53. Dalam menentukan diagnosis maloklusi, jenis kelamin dan umur pasien perlu diketahui
sebagai identitas (v) SEBAB jenis kelamin dan umur pasien mempunyai kaitan dengan
pertumbuhkembangan dentomaksilo fasial (v) B
54. Space maintainer wajib dipasang pada kasus gigi sulung yang tanggal premature (x) SEBAB
space maintainer berfungsi untuk mempertahankan dimensi mesio-distal gigi yang hilang (v) D
55. Blanche test dilakukan dengan cara menarik bibir atas ke atas, (v) SEBAB Blanche Test
dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara papilla insisiva dengan frenulum
labialis (v) B
56. Pada klas II/I didapatkan jarak gigit yang besar, (v) SEBAB pada klas II/I gigi anterior atas
protrusi (v) A
57. Untuk mendapatkan relasi molar pertama permanen neutroklusi diperlukan Lee Way Space
(x) SEBAB Lee Way Space digunakan untuk pergerakan gigi molar pertama permanen ke mesial
(v) D
58. Hubungan distal step molar kedua sulung akan menghasilkan relasi distoklusi, (v) SEBAB
relasi distoklusi dapat disebabkan oleh karena kelainan pola skeletal (x) C
59. Semua pasien dalam fase geligi permanen tidak memerlukan foto rontgen sebelum dirawat
(x), SEBAB pasien dalam fase geligi permanen tidak mempunyai benih gigi lagi (x) E
60. Pencabutan premolar pertama pada perawatan pencabutan seri dilakukan bila kaninus sudah
waktunya untuk erupsi, (v) SEBAB kalau premolar pertama tergesa-gesa dicabut, molar kedua
sulung dan molar pertama permanen akan menggeser ke mesial sehingga tempat untuk kaninus
permanen diambil oleh kedua gigi tersebut (v) A