Anda di halaman 1dari 4

Nama : Diniari Marlina Antara

NIM/Kelas : 2014017007 /Akuntansi 3A1

RESUME BAB 7
NATURE AND TYPE OF AUDIT EVIDENCE
Hakekat Bukti Audit
Bukti adalah setiap informasi yang digunakan oleh auditor untuk menentukan apakah informasi
yang diaudit telah dinyatakan sesuai dengan criteria yang ditetapkan. Informasi ini sangat
bervariasi. Bukti audit mencakup informasi yang sangat persuasif dan informasi yang kurang
persuasif.

Keputusan Bahan Bukti Audit


Keputusan penting yang dihadapi para auditor adalah menentukan jenis dan jumlah bukti audit
yang tepat. 4 keputusan mengenai bukti apa yang harus dikumpulkan dan berapa banyak :
1. Prosedur audit
Adalah rincian instruksi yang menjelaskan bukti audit yang harus diperoleh selama audit.
2. Ukuran sampel
Setelah memilih prosedur audit, auditor dapat mengubah ukuran sampel dari hanya satu
hingga semua item dalam populasi yang sedang diuji.
3. Item yang dipilih
Setelah menentukan ukuran sampel untuk suatu prosedur audit, auditor harus
memutuskan item-item mana dalam populasi yang akan diuji.
4. Penetapan waktu
Audit atas laporan keuangan umumnya mencakup suatu periode seperti satu tahun.
Pelaksanaan prosedur audit dapat bervariasi dari awal priode kauntansi hingga akhir
periode akuntansi. Penetapan waktu dipengaruhi oleh kapan auditor merasa yakin bukti
audit akan paling efektif dan kapan staf audit tersedia.

Keandalan Bahan Bukti Yang Menyimpulkan


Standar pekerjaan lapangan ketiga mewajibkan auditor untuk mengumpulkan bukti audit yang
tepat dan mencukupi untuk mendukung pendapat yang akan diterbitkan. 2 persuasivitas bukti
audit :
A. Ketepatan bukti
1. Ketepatan bukti (appropriateness of evidence)
Adalah ukuran mutu bukti, yang berarti relevansi dan reliabilitasnya memenuhi tujuan
audit untuk kelas transaksi, saldo akun, dan pengungkapan yang berkaitan. Ketepatan
bukti hanya berkaitan dengan prosedur audit yang dipilih. Ketepatan hanya dapat
diperbaiki dengan memilih prosedur audit yang lebih relevan atau yang memberikan
bukti yang lebih andal.
2. Relevansi bukti
Bukti audit harus berkaitan atau relevan dengan tujuan audit yang akan diuji oleh
auditor sebelum bukti tersebut dianggap tepat. Relevansi hanya dapat dipertimbangkan
dalam tujuan audit khusus, karena bukti audit mungkin relevan untuk satu tujuan audit,
tetapi tidak relevan untuk tujuan audit lainnya.
3. Reliabilitas bukti (reliability of evidence) mengacu pada tingkat di mana bukti tersebut
dianggap dapt dipercaya atau layak dipercaya. 6 karateristik bukti yang dapat diandalkan
: independensi penyedia bukti, efektivitas pengendalian internal klien, pengetahuan
langsung auditor, kualifikasi individu yang menyediakan informasi, tingkat objektivitas,
ketepatan waktu.

B. Kecukupan
Kuantitas bukti yang diperoleh akan menentukan kecukupannya. Kecukupan bukti
(sufficiency of evidence)diukur terutama oleh ukuran sampel yang dipilih auditor.

Tujuan Bukti Audit


1. Membantu membuat keputusan tentang penilaian risiko dengan mempertimbangkan salah
saji berupa potensial yang akan mungkin terjadi.
2. Membantu menentukan prosedur audit yang cocok dengan asersi dan penilaian risiko.

Jenis-Jenis Bahan Bukti Audit


Setiap prosedur audit mendapat satu atau lebih jenis-jenis bukti berikut :
1. Pemeriksaan fisik (physical examination) adalah inspeksi atau perhitungan yang
dilakukan auditor atas aktiva berwujud.
2. Konfirmasi (confirmation) menggambarkan penerimaan respon tertulis atau lisan dari
pihak ketiga yang independen yang memverifikasi keakuratan informasi yang diajukan
oleh auditor.
3. Dokumentasi (documentation) adalah inspeksi oleh auditor atas dokumen dan catatan
klien untuk mendukung informasi ynag tersaji, atau seharusnya tersaji, dalam laporan
keuangan. Dokumen diklasifikasikan menjadi : dokumen internal dan dokumen
eksternal.
4. Prosedur analitis (analytical procedures) mneggunakan perbandingan dan hubungan
untuk menilai apakah saldo akun atau data lainnya tampak wajar dibandingkan dengan
harapan auditor.
Memahami industry dan bisnis klien
Menilai kemampuan entitas untuk terus going concern
Menunjukkan kemungkinan adanya salah saji dalam laporan keuangan
Mengurangi pengujian audit yang terperinci
5. Tanya jawab dengan klien (inquiry) adalah upaya untuk memperoleh informasi secara
lisan maupun tertulis dari klien sebagai respons atas pertanyaan yang diajukan auditor.
6. Rekalkulasi (recalculation) melibatkan pengecekan ulang atas sampel kalkulasi yang
dilakukan oleh klien.
7. Pelaksanaan-ulang (reperformance) adalah pengujian independen yang dilakukan auditor
atas prosedur atau pengendalian akuntansi klien, yang semula dilakukan sebagai bagian
dari system akuntansi dan pengendalian internal klien.
8. Observasi (observation) adalah penggunaan indra untuk menilai aktivitas klien.

Hakekat Kertas Kerja


Kertas kerja (working papers) sebagai catatan yang disimpan oleh auditor tentang prosedur audit
yang diterapkan, pengujian yang dilaksanakan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan
tentang masalah yang dicapai dalam audit. Kertas kerja memberikan :
a) Dukungan utama bagi laporan audit
b) Cara untuk melakukan koordinasi dan supervisi audit
c) Bukti bahwa audit dilaksanakan sesuai dengan GAAS

Manfaat Kertas Kerja :


a) Merupakan dasar penyususnan laporan hasil audit
b) Merupakan alat bagi supervisor atau partner untuk mereview dan mengawsi pekerjaan
anggota tim audit
c) Merupakan alat pembuktian dari laporan hasil audit
d) Menyajikan data untuk keperluan referensi
e) Merupakan salah satu pedoman untuk tugas audit periode berikutnya

Syarat Kertas Keja :


1) Lengkap
2) Bebas dari kesalahan
3) Didasarkan pada fakta dan argumen yang rasional
4) Disajikan secara sistematis, rapi, dan mudah dipahami
5) Memuat hal penting dan relevan dengan pemeriksaan
6) Mempunyai tujuan yang jelas
7) Sedapat mungkin menghindari pekerjaan menyalin ulang
8) Dalam setiap kertas kerja harus mencantumkan kesimpulan dan komentar atau catatan
reviewer

Konsep Pengorganisasian Kertas Kerja


1. Kelompok I : program audit
2. Kelompok II : persiapan audit
- Pembicaraan pendahuluan
- Informasi umum
- Ikhtisar persiapan pemeriksaan
3. Kelompok III : pemeriksaan pendahuluan
- Flow chart pengendalian manajemen
- Penelaahan ketentuan yang berlaku
- Pengujian pengendalian manajemen
- Ikhtisar temuan hasil pemeriksaan pendahuluan
4. Kelompok IV : pemeriksaan lanjutan
- Pengembangan temuan
- Daftar temuan dan rekomendasi
5. Kelompok V : tindak lanjut

Jenis Kertas Kerja :


a) working trial balance
b) skedul dan analisis,
c) memo audit dan informasi penguat,
d) jurnal penyesuaian dan reklasifikasi.

Penyusunan Kertas Kerja :


a) judul,
b) nomor indeks,
c) referensi silang,
d) tanda audit,
e) tanda tangan dan tanggal.

Arsip Kertas Kerja :


a) arsip permanen = arsip data yang secara relatif tidak ada perubahan.
b) arsip sekarang = arsip audit tahunan untuk setiap audit yang telah diselesaikan.

Sumber :
Alvin A. Arens, Randal J. Elder, Mark S. Beasley., Auditing dan Jasa Assurance : Pendekatan
Terintegrasi Jilid 1.Penerbit Erlangga, Jakarta. 2008
Putubudiadnyani.blogspot.co.id/2013/05/memahami-bukti-audit.
www.academia.edu/5155562/BUKTI_AUDIT_TUJUAN_AUDIT-PROGRAM_AUDIT_DAN
_KERTAS_KERJA#signup/close
ambarwijaksono.blogspot.co.id/2010/05/ringkasan-materi-kuliah-bab-3-kertas.html
flanbross.blogspot.co.id/2013/06/makalah-auditing-kertas-kerja.html