Anda di halaman 1dari 4

RESUME AUDIT

Nama : Larasati Endah Sasanti

NIM : 2014017016

Akuntansi 3A1

AUDIT RESPONSIBILITIES AND OBJECTIVE

Tujuan Pelaksanaan Audit atas Laporan Keuangan

Tujuan dari audit biasa atas laporan keuangan oleh auditor independen adalah untuk
menyatakan pendapat tentang kewajaran, dalam semua hal yang material, posisi keuangan,
hasil operasi, serta arus kas sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang belaku umum
(GAAP). Untuk perusahaan publik, auditor juga menerbitkan suatu laporan tentang
pengendalian internal atas pelaporan keuangan. Auditor mengumpulkan bukti untuk membuat
kesimpulan tentang apakah laporan keuangan secara wajar dan untuk menentukan keefektifan
pengendalian internal, sesudah itu baru menerbitkan laporan audit yang tepat.

Tanggung Jawab Manajemen dalam Penyajian Laporan Keuangan

Tanggung jawab untuk mengadobsi kebijakan akuntansi yang baik,


menyelenggarakan pengendalian internal yang memadai, dan menyajikan laporan keuangan
yang wajar merupakan tanggung jawab menejemen. Laporan tahunan dari banyak perusahaan
publik memuat tentang tanggung jawab manajemen dan hubungannya dengan KAP.

Tanggung jawab manajemen atas kewajaran penyajian (asersi) laporan keuangan


berkaitan dengan privilage untuk menentukan penyajian dan pengungkapan apa yang
dianggap perlu. Sarbanes-Oxley Act memperberat tanggung jawab manajemen terhadap
laporan keuangan dengan mengharuskan CEO dan CFO perusahaan publik untuk
meyakinkan laporan keuangan kuartalan dan tahunan yang akan diserahkan kepada SEC.

Tanggung Jawab Auditor dalam Verifikasi Laporan Keuangan

Auditor bertanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit guna


memperoleh kepastian yang layak tentang apakah laporan keuangan yang telah bebas dari
salah saji yang material, apakah itu disebabkan oleh kekeliruan atau kecurangan. Karena sifat
bukti audit dan karakteristik kecurangan, auditor dapat memperoleh kepastian yang layak,
tetapi tidak absolut, bahwa salah saji yang material dapat dideteksi.auditor tidak bertanggung
jawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit guna memperoleh kepastian yang layak
bahwa salah saji, apakah yang disebabkan oleh kekeliruan ataupun kecurangan, yang tidak
material bagi laporan keuangan dapat dideteksi. Auditor juga bertanggung jawab untuk
menemukan tindakan ilegal.

Pendekatan Siklus Laporan Keuangan Untuk Segmentasi Audit

Audit dilaksanakan dengan membagi laporan keuangan menjadi segmen-segmen atau


komponen yang lebih kecil. Pembagian ini membuat audit lebih mudah dikelola dan
membantu pembebanan tugas kepada setiap anggota tim audit. Ada berbagai cara dalam
mensegmentasikan audit. Salah satu pendekatannya yaitu memperlakukan setiap saldo akun
dalam laporan keuangan sebagai segmen yang terpisah. Segmentasi dengan cara seperti itu
biasanya tidak efesien.

Pendekatan siklus adalah cara umum untuk membagi audit dengan tetap
mempertahankan hubungan yang erat anta jenis (atau kelas) transaksi dan saldo akun dalam
segmen yang sama. Logika dari penggunaan pendekatan siklus ini adalah bahwa hal itu
terkait dengan cara transaksi dicatat dalam jurnal dan diikhtisarkan dalam buku besar serta
laporan keuangan.

Kategori Asersi Manajemen Tentang Laporan Keuangan

Asersi manajemen adalah representasi pernyataan yang tersirat atau diekspresikan


oleh menejemen tentang kelas transaksi dan akun serta pengungkapan yang terkait dalam
laporan keuangan. Asersi manajemen berkaitan langsung dengan prinsip-prinsip akuntansi
yang berlaku umum, karena asersi ini merupakan bagian dari kriteria yang digunakan
manajemen untuk mencatat dan mengungkapkan informasi akuntansi dalam laporan
keuangan. SAS 106 (AU 326) mengklasifikasikan asersi ke dalam tiga kategori:

1. Asersi tentang kelas transaksi dan peristiwa selama periode yang diaudit.
Kejadian Asersi ini bersangkutan dengan apakah transaksi yang dicatat dalam
laporan keuangan benar-benar terjadi selama periode akuntansi itu.
Kelengkapan Asersi ini menyatakan apakah semua transaksi yang harus dimasukkan
dalam laporan keuangan sudah dimasukkan seleruhnya.
Keakuratan Asersi keakuratan menyatakan apakah transaksi telah dicatat pada
jumlah yang benar.
Klasifikasi Asersi klasifikasi menyatakan apakah transaksi telah dicatat pada akun
yang tepat.
Cutoff Asersi ini menyatakan apakah transaksi telah dicatat pada periode akuntansi
yang benar.

2. Asersi tentang saldo akun pada akhir periode.


Eksistensi Asersi ini bersangkutan apakah aktiva, kewajiban, dan kepentingan ekuitas
yang dicantumkan dalam neraca benar-benar ada pada tanggal neraca.
Kelengkapan semua akun harus disajikan
Penilaian atau alokasi apakah akun aktiva, kewajiban, dan kepentingan ekuitas telah
dimasukkan dalam laporan keuangan pada jumlah yang tepat.
Hak dan Kewajiban
3. Asersi tentang penyajian dan pengungkapan.
Ketersediaan serta hak dan kewajiban, kelengkapan, keakuratan dan penilaian,
klasifikasi dan dapat dipahami.

Tujuan Umum dan Khusus Audit Asersi Manajemen

1. Tujuan Audit yang Berkaitan dengan Transaksi


a. Tujuan Umum
Keterjadian-transaksi yang dicatat memang ada
Kelengkapan-transaksi yang terjadi telah dicatat
Keakuratan-transaksi yang dicatat dinyatakan pada jumlah yang benar
Posting dan Pengikhtisaran- transaksi yang dicatat dimasukkan ke dalam
file induk dan diikhtisarkan dengan benar
b. Tujuan Khusus
Untuk setiap kelas transaksi yang material dapat dikembangkan.
Sedikitnya satu tujuan audit spesifik yang berkaitan dengan transaksi harus
disertakan untuk masing-masing tujuan audit umum yang berkaitan dengan
transaksi, kecuali auditor yakin bahwa audit umum yang berkaitan dengan
transaksi tidak relevan atau tidak penting dalam situasi tersebut.
2. Tujuan Audit yang Berkaitan dengan Saldo
a. Tujuan Umum
Eksistensi-jumlah yang tercantum memang ada
Kelengkapan-jumlah yang ada telah dicantumkan
Keakuratan-jumlah yang tercantum telah dinyatakan dengan benar
Klasifikasi-jumlah yang tercantum dalam daftar klien telah
diklasifikasikan dengan tepat
Cutoff-transaksi yang mendekati tanggal neraca telah dicatat pada periode
yang tepat
Hubungan yang rinci-rincian saldo akun sesuai dengan jumlah pada file
induk yang berkaitan, sesuai dengan total saldo akun, dan sesuai dengan
total buku besar
Nilai yang dapat direalisasi-aktiva yang telah dicantumkan dalam jumlah
yang diestimasi akan direalisasi
Hak dan kewajiban
b. Tujuan hkusus
Untuk setiap saldo akun dalam laporan keuangan dapat dikembangkan.
Sedikitnya satu tujuan audit spesifik yang berkaitan dengan saldo harus
disertakan untuk masing-masing tujuan audit umum yang berkaitan dengan
saldo, kecuali auditor yakin bahwa audit umum yang berkaitan dengan
saldo tidak relevan atau tidak penting bagi saldo akun yang sedang
dipertimbangkan.
3. Tujuan Audit yang Berkaitan dengan Penyajian dan Pengungkapan
Tujuan audit yang berkaitan dengan penyajian dan pengungkapan biasanya identik
dengan asersi manajemen untuk penyajian dan pengungkapan yang telah dibahas
sebelumnya.

Bagaimana Tujuan Audit Dicapai

Ada empat fase untuk mencapai tujuan audit yaitu:


1) Merencanakan dan merancang pendekatan audit. Memperoleh pemahaman
tentang entitas dan lingkungannya, memahami pengendalian internal dan menilai
resiko pengendalian dan menilai resiko salah saji yang material.
2) Melaksanakan pengujian pengendalian dan pengujian substansif atas transaksi
3) Melaksanakan prosedur analitis dan pengujian rincian saldo
4) Menyelesaikan audit dan menerbitkan laporan audit.