Anda di halaman 1dari 4

STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Oleh : Ir. Bambang Sigit Subiyanto, MM.

Masyarakat pelaku utama dan pelaku usaha lokal-lah yang memiliki pengetahuan,
kearifan lokal dan keahlian. Peran Penyuluh Kehutanan sebagai fasilitator adalah
untuk mendampingi dan mendengar serta belajar dari masyarakat, bukan
mengajari masyarakat tentang problem dan kebutuhan mereka. Tetapi
memfasilitasi agar masyarakat mampu menyelesaikan sendiri permasalahannya.

PELUANG DAN TANTANGAN SKEMA PEMBERDAYAAN


PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MASYARAKAT.
Desa yang ada di dalam dan di sekitar Penyuluh Kehutanan melalui
kawasan hutan adalah identik dengan penyuluhannya harus mampu menjelaskan
masyarakat yang berekonomi lemah. manfaat dan fungsi hutan secara lestari,
Masyarakat sekarang ini cenderung lebih melalui 3 kelola lestari yaitu kelola
banyak memanfaatkan hutan daripada kawasan, kelola kelembagaan dan kelola
melestarikannya. Banyak program masuk usaha. Melalui pertemuan-pertemuan,
desa tapi pelaksanaannya berjalan sendiri- musyawarah secara intens dan partisipatif
sendiri. Banyak potensi hutan yang belum dari masyarakat yang difasilitasi oleh
tergarap dengan maksimal dengan basis Penyuluh Kehutanan membahas bersama
pelestarian di dalamnya seperti tumpang dan di analisis dengan metode
sari atau agroforestry atau hutan campuran. pemberdayaan rakyat yang partisipatif.
Lembaga-lembaga di tingkat bawah belum Dari sini muncullah Skema Pemberdayaan
bersinergi, partisipasi masyarakat dalam Masyarakat yang disepakati bersama
melestarikan hutan masih rendah, termasuk sekaligus merupakan strategi yang paling
kelompok perempuan. Untuk itu peluang baik menurut mereka. Skema
dan tantangan ini perlu di analisis guna Pemberdayaan Masyarakat itu adalah
menemukan strategi pemberdayaan rangkaian kegiatan yang harus dilalui dan
masyarakat yang efektif dan partisipatif. dilaksanakan.
Subyeknya adalah Pemberdayaan
Masyarakat di sekitar hutan yang kurang
mampu atau marjinal dan Pemerintahan
setempat yang terkait.

LANGKAH-LANGKAH/TAHAPAN
YANG DILAKUKAN.
1.SOSIALISASI PROGRAM
Mengenalkan tim fasilitator kepada
masyarakat, menjelaskan tujuan program
yang akan dilaksanakan beserta dengan
waktu pelaksanaan dan batas waktunya.
Membuka peluang partisipasi dan
partisipasi masyarakat beserta pemerintah
Desa yang ada di sekitar hutan. desa, kecamatan maupun kabupaten.
dasar dalam merumuskan program.
Perumusan Program secara partisipatif
akan meningkatkan keterlibatan
masyarakat dalam pelaksanaan program.
Pengintegrasian hasil kajian dan
pengetahuan masyarakat local mempunyai
peran penting.

4. MENJARING ASPIRASI
MASYARAKAT.
Mengakomodasi aspirasi masyarakat
pelaku utama dan pelaku usaha terhadap
Foto Penyuluhan/ sosialisasi yang program yang di jalankan. Menentukan
dilakukan secara massal di areal terbuka. skala prioritas program sesuai dengan hasil
kajian dan tujuan yang ingin dicapai.
2. KAJIAN SECARA PARTISIPATIF Prioritas program / kegiatan yang disetujui
Menggunakan metode yang tepat dalam oleh masyarakat merupakan suatu jawaban
pelaksanaan kajian seperti: pemetakan terhadap masalah-masalah yang dihadapi
social, transek, kalender musim, kajian oleh mereka. Inisiasi program harus
kebijakan, kajian pasar dll. Penekanan sensitive gender. Dukungan dari
penggunaan instrument tersebut berpangku pemerintah setempat desa / kabupaten di
pada upaya meningkatkan partisipasi tuangkan dalam Surat Keputusan atau
masyarakat dalam pelaksanaan program Perdes atau Perda.
pembangunan kehutanan. Pembuatan Perdes diawali dengan
mengadakan Rembug Desa yang
membahas : Perencanaan Program
Pembangunan Kehutanan lewat
Musyawarah Rencana Pembangunan Desa
(Musrenbangdes) dan Pembuatan
Peraturan Desa untuk mendukung Program
Kehutanan.

Dialog Para Pihak

3. LOKAKARYA HASIL KAJIAN


Dialog dan sharing hasil kajian yang
sudah dilakukan secara partisipatif dan
yang telah disepakati serta mendapatkan
masukan dari masyarakat pelaku utama Rembug Desa melalui Musbangdes
dan pelaku usaha dapat dijadikan sebagai
Untuk mengakomodir aspirasi masyarakat dilaksanakan dirumuskan bersama dengan
tersebut harus taat asas perencanaan dalam masyarakat. Pengelolaan kegiatan dan
jaring aspirasi yaiyu : keberlanjutan program menjadi tanggung
Asas persamaan jawab bersama.
Semua orang yang terlibat selama dalam
perencanaan mempunyai kedudukan yang
sama dan sedrajat, tidak ada perbedaan
status. Semua disini berfungsi sebagai
team work.
Asas peran serta
Semua orang harus melibatkan dirinya
secara penuh baik fisik maupun
pikirannya. Hasil perencanaan ini akan
sangat tergantung kepada peran serta,
kemampuan, pengalaman, wawasan,
kesungguhan partisipan itu sendiri.
Asas demokratis Rencana Aksi dengan kelompok
Kedudukan semua orang sederajat. Setiap
pendapat didasarkan pada argument,
terbuka terhadap kritik, jujur dan teliti, Mediasi konflik penting untuk
sehingga akan terjadi komunikasi dialogis dipersiapkan sejak dini.
diantara partisipan. Hal ini baik untuk Mediasi konflik dalam pemberdayaan
kejelasan gambaran, kejelasan keberadaan masyarakat yang perlu kita perhatikan
dan kejelasan logika (rasionalitas). yaitu : Adanya manajemen untuk
menagani konflik. Karena adanya konflik
5. PERUMUSAN RENSTRA, TIM dapat menurunkankan tingkat partisipasi
PELAKSANA DAN BADAN masyarakat bahkan menghambat
PENGAWAS. partisipasi. Hindari bias kepentingan
Adanya Renstra merupakan jaminan personal dalam perumusan program.
keberlanjutan program pemberdayaan yang Mediasi konflik dapat dilakukan dengan
akan dilaksanakan oleh masyarakat. Tim menggunakan pendekatan cultural,
pelaksana dibentuk dari unsur masyarakat personal, hukum dan musyawarah untuk
yang intinya mendorong partisipasi. Badan mencapai mufakat. Pendekatan personal
pengawas bertugas untuk melakukan juga dapat ditempuh dengan
memonitoring dan evaluasi agar mengedepankan harmoni social.
pelaksanaan program dapat trasparan dan
akuntable. Pihak pemerintah memberikan 7. MONITORING DAN EVALUASI.
dukungannya delam pelaksanaan program. Kegiatan monitoring dan evaluasi
kadang masih dipandang sebelah mata,
6. PELAKSANAAN PROGRAM (AKSI) padahal kegiatan ini sangatlah penting
Bila program kerja sudah terumuskan untuk menunjang keberhasilan dan untuk
dan kelompok sudah terbentuk, maka mengetahui kekurangan dan kelebihan dari
rencana aksi komunitas harus sudah bisa program yang sedang dan telah
dilaksanakan. Mekanisme atau aturan- dilaksanakan. Monitoring dapat dilakukan
aturan terkait dengan kegiatan yang dengan dua cara yakni : monitoring
internal dan monitoring ekternal.
Monitoring internal dilakukan dengan Demikian strategi pemberdayaan
melibatkan tim pelaksana beserta mitra. masyarakat bila minimal Penyuluh
Sedangkan monitoring eksternal dilakukan Kehutanan dalam kegiatan pelaksanaan
dengan melibatkan tim dari luar atau tim pemberdayaan masyarakat, langkah-
independen dan tim ahli dalam bidang langkah tersebut dilakukan dengan cermat,
pemberdayaan yang dilakukan. Hal ini teliti, partisipatif dan demokratis akan
dilakukan bukan untuk mencari kesalahan menghasilkan program-program/ kegiatan
melainkan untuk pembelajaran program. pembangunan kehutanan yang dapat
dicapai dengan sukses efektif serta effisien.

Selamat berkarya dan salam. luar biasa.

Monitoring

8. LAPORAN DAN PENDOKUMENAN


Laporan dibuat berisi seluruh kegiatan
pelaksanaan kegiatan yang sudah
dilaksanakan dan laporan penggunaan
dananya. Dokumen laporan akhir
sebaiknya juga didesain untuk dokumen
pembelajaran proses pemberdayaan yang
sudah dilakukan sehingga dapat
dimanfaatkan oleh desa atau organisasi
lain yang memerlukan.

Hasil Produksi Empon-Empon