Anda di halaman 1dari 9

Latihan Ujian Akhir Semester

Bedah Mulut II

1. Terapi yang paling tepat untuk gingival abses dengan fistula yang disebabkan oleh adalah
a. gigi penyebab langsung dicabut
b. pemberian obat dosis tinggi
c. menunda pencabutan gigi penyebab
d. Insisi dan drainage abses
e. Tunggu sampai fistel menutup

2. Pulpitis irreversible yang melanjut menjadi nekrosis pulpa disebabkan karena


a. Putusnya nerves yang melayani cavum pulpa karena proses keradangan
b. Tersumbatnya pembuluh darah pulpa karena edema proses keradangan
c. Invasi kuman yang memenuhi ruang pulpa pada proses keradangan
d. Toksin dari kuman yang meracuni ruang pulpa pada proses keradangan
e. Timbunan produk radang yang merusak jaringan pulpa pada proses keradangan

3. Keluhan gigi terasa menonjol dan sakit saat mengunyah menunjukkan


a. adanya gigi yang nekrotik
b. adanya gigi dengan keradangan apical
c. adanya gigi dengan gambaran radiolusen pada apical
d. adanya gigi dengan granuloma pada apical
e. adanya gigi dengan penebalan densitas tulang apical

4. Faktor penentu terjadinya abses pada buccal space kausa dentogen biasanya adalah
a. Apeks akar bukal gigi rahang atas yang terinfeksi terletak dibawah perlekatan m
b. Apeks akar gigi rahang bawah yang terinfeksi terletak dibawah perlekatan m. buccinator
c. Apeks akar gigi rahang bawah yang terinfeksi terletak dibawah perlekatan m. mylohyoid
d. Apeks akar gigi bukal rahang atas yang terinfeksi terletak dibawah perlekatan m
e. Apeks akar gigi bukal rahang atas yang terinfeksi terletak dibawah perlekatan m

5. Pemberian antibiotic pada kasus infeksi odontogen ditujukan sebagai


a. Bakterisidal
b. spectrum luas
c. bakteriostatik
d. waktu paruh pendek
e. waktu paruh panjang
6. Tanda cardinal radang berupa pembengkakan, kemerahn Ekstra oral, berarti infeksi apical gigi telah
melibatkan
a. Seluruh jaringan periodontal
b. Seluruh jaringan pulpa
c. Tulang sekitar apikal
d. Jaringan periosteum
e. tulang alveolar

7. Gambaran ekstra oral: pembengkakan, warna merah, batas , palpasi padat lunak. Rognten:
radiolusen pada periapikal merupakan
a. Nekrosis pulpa totalis akut
b. abses periapikal
c. Perikoronitis
d. Periostitis
e. Perikoronitis akut

8. Gejala/manifestasi trismus dapat terjadi pada kasus abses


a. submucous
b. submental
c. submaseterika
d. gingival
e. palatal

9. Gambaran ekstra oral: kemerahan, palpasi keras, pinggiran rahang tidak teraba merupakan gambaran
klinis penyakit abses
a. Submandibular
b. Sublingual
c. Bukal
d. Perimandibular
e. Submental

10. Abses yang mempunyai tanda-tanda klinis Ektra Oral: bengkak pada 1 sisi wajah, kadang-kadang
bengkak mencapai palpebra inferior, nasolabial fold mengalami pendangkalan adalah
a. Abses bukalis
b. abses fosa kanina
c. abses infraorbitalis
d. abses labialis
e. abses submukosa
11. Apabila gigi central incicivus rahang atas mengalami nekrotikpulpa maka abses yang akan dihasilkan
dari apical gigi tersebut pada umumnya menuju kea rah
a. Spasia fossa canina
b. Spasia bukal
c. Vestibulum oris
d. Palatinal
e. Cavum nasalis

12. Penyebaran infeksi odontogen yang berasal dari apikal gigi insisif lateral cenderung menjadi abses
a. Vestibular
b. Fossa kanina
c. Palatal
d. Bukal
e. Mental

13. Perluasan infeksi periapikal gigi premolar rahang bawah pada umumnya akan menuju sisi bukal
a. Di atas perlekatan m. buccinator
b. Di bawah perlekatan m. buccinator
c. Di atas perlekatan m. mentalis
d. Di bawah perlekatan m. mentalis
e. Di bawah perlekatan m. mylohoid

14. Terapi utama untuk osteomyelitis akut adalah


a. Hyperbaric oxygenation
b. Pencabutan gigi penyebab
c. Insisi dan drainase abses
d. Dilakukan squesterectomy
e. Pemberian antibiotic dosis tinggi

15. Gambaran onion skin-like appearance terdapat pada


a. Condensing osteitis
b. Osteomyelitis akut
c. Garre osteomyelitis
d. Serous periostitis
e. Hypercementosis

16. Salah satu dibawah ini adalah bukan penyebab osteomilits rahang pasca pencabutan gigi
a. osteitis local (dry socket)
b. mikrosirkulasi yang buruk pada rahang
c. pemakaian antibiotika yang berlebihan setelah pencabutan
d. fraktur terbuka RB yang terkontaminasi
e. pencabutan gigi penderita pasca radiasi rahang

17. Sequestrectomy adalah


a. Pemotongan osteolyelitis dengan antibiotic dosis tinggi
b. Pemotongan dengan analgesic iv
c. Reseksi tulang tanpa melibatkan struktur sehat disekitarnya
d. Pemberian tindakan relief of pain pada penderita osteomyelitis
e. Pembedahan minor untuk mengangkat struktur tulang nekrotik

18. Syarat insisi dan drainase ekstra oral abses subkutan adalah
a. insisi seluas mungkin
b. insisi sedalam mungkin agar pus keluar
c. luka insisi dijahit kembali
d. insisi tidak pada daerah nekrotik
e. insisi dilakukan pada puncak abses

19. Kemungkinan terjadinya drainase spontan relative tinggi pada kasus


a. abses periapikal
b. abses subkutan
c. abses submasaterik
d. abses submental
e. abses subperimandibular

20. salah satu tujuan insisi dan drainage pada abses subkutan adalah
a. mencegah timbulnya perdarahan pada drainase spontan
b. menhindari terjadinya jaringan parut pada permukaan abses
c. mencegah perluasan abses ke jaringan yang lebih dalam
d. mencegah perluasan abses menjadi osteomyelitis
e. mencegah perluasan abses kea rah vestibulum oris

21. Perluasan infeksi periapikal gigi M RB ke submandibular space dapat terjadi apabila pus menembus
korteks
a. diatas perletakatan m. mylohioid
b. diatas perlekatan m. digastrikus
c. dibawah perlekatan m. mylohioid
d. dibawah perlekatan m. digastrigus
e. dibawah perlekatan m. pterigoideus medialis

22. Terangkatnya lidah karena plegmon dasar mulut terjadi karena


a. terlibatnya spasia submentalis
b. terlibatnya spasia sublingual
c. terlibatnya spasia submandibular
d. terlibatnya spasia pterigomandibular
e. terlibatnya spasia lateral faringeal

23. Komplikasi fatal dan akut dari flegmon dasar mulut adalah
a. penyebaran infeksi sistemik (sepsis)
b. perluasan infeksi ke mediastinum (mediastinitis)
c. perluasan infeksi ke basis kranii
d. obstruksi jalan nafas
e. sub acut bacterial endocarditis

24. Terapi utama pada ludwig angina terutama adalah


a. Mengeluarkan nanah sedini mungkin
b. Mencegah perluasan selulitis lebih lanjut
c. Membunuh kuman penyebab dengan antibiotic dosis tinggi parenteral
d. Pencabutan gigi penyebab sedini mungkin
e. Mencegah terjadinya obstruksi total jalan nafas

25. Osteoradionekrosis merupaka


a. Rusaknya jaringan penyangga gigi akibat trauma cabut
b. Kematian tulang akibat sinar ultraviolet
c. Kematian pada jaringan tulang akibat terapi radiasi sinar X
d. Kematian jaringan tulang akibat osteomyelitis odontogen
e. Kematian jaringan tulang rahang akibat usia lanjut

(Gambar pola perluasan perkontinuantum, menyerupai UTS lalu)


26.

27. Apabila A adalah gigi 16 atas maka jika ke nomor 2 terjadi


a. sinus submaksilaris
b. abses periapikal
c. abses vestibular
d. abses gibgiva
e. spasia bukal

28. Penyebaran kea rah no 3 (gmbar seperti di soal uts BN 2004 no 5) melalui
a. hematogen
b. limfogen
c. Perkontinuatum
d. Periodontal
e. periosteal

29.
30. Penyebaran infeksi gigi B ke arah no 5 akan mejadi
a. abses submental
b. abses sublingual
c. abses submaseter
d. abses submandibular
e. abses subperimandibular

31.
32.
33. Terapi yang tepat untuk kasus diatas adalah
34. Pembengkakan EO kasus diatas patogenesanya adalah
35.

Cocokkan pernyataan sebelah kiri dengan satu jawaban disebelah kanan yang paling tepat
36. Ditembus oleh penjalaran infeksi odontogen selanjutnya ke luar rahang (Periosteum)
37. Insisi dan drainage (Abses)
38. Gigi sakit pada saat menggigit dan terasa menonjol (Peridontitis akut)
39. Multiple fistule (Selulitis)
40. Berada dilokasi rongga anatomi (Sinus maksilaris)
41.
42.
43. Berikut tentang parastesia pada osteomyelitis supuratif
44. Berikut tentang Osteomielitis supuratif adalah
a. multiple fistel
b.
c.
d.
e.

45. Berikut tentang Pulpitis irreversible adalah


a. Multiple fistel
b. Keluhan spontan
c. Insisi dan drainase
d. Terletak pada potensial facial space
e. edema intranoduler

46.
47.
48. Perikoronitis akut pada rahang bawah ditandai dengan
1. sukar membuka mulut
2
3. adanya pembengkakan operculum
4

49. Penyebaran abses pada M2 RA dapat menjalar kearah:


1. Vestibular
2. Bukal
3. Palatal
4. Sinus maksilaris

50.
51.
52. Terapi osteomolitis akut supuratif kausa dentogen meliputi:
1. insisi drainase
2. Squesterctomi
3. pencabutan gigi yang bersangkutan
4. Antibiotik dosis tinggi

53. Ciri-ciri pada osteomilitis rahang meluas dan kronis


1. sakit hebat
2. Gambaran moth eaten appearance pada Ro
3. demam tinggi dan malaise
4. kadang-kadang multiple fistula

54. Yang berperan dengan terjadinya tulang nekrotik pada osteomyelitis


1. Terangkatnya periosteum oleh pus dari tulang rahang
2. Terjadinya thrombosis pada system vascular medulla tulang rahang
3. Peningkatan tekanan intra madula akibat akumulasi pus di dalam medulla
4. Adanya penurunan fungsi neurologis nerversalveolaris inferior

55.
56. Infeksi periapikal gigi M1 RA dapat menyebabkan
1. abses palatal
2. abses vestibular
3. bukal space abses
4. sinusitis maksilaris

57.
58. Dibawah ini merupakan factor penunjang terjadinya osteomilitis rahang:
1. malnutrisi
2. penderita dengan tekanan darah tinggi
3. D.M tidak terkontrol
4. fraktur tertutup tulang mandibular

59.
60.
61.
62.
63.
64.
65. Selulitis dasar mulut factor penyebab berasal dari infeksi
1. gigi anterior RB
2. gigi posterior RB
3. fraktur symphisis mandibula
4. impaksi total RB

66. Penberian antibiotika yang tepat dan dengan dosis yang adekuat pada periostitis akan mencegah
perluasan infeksi odontogen perkontinuantum SEBAB Perluasan infeksi odontogen kea rah potensial
facial space diawali terlibatnya periosteum
67. Pendangkalan buccal fold dan palpasi terdapat fluktuasi adalah tanda khas abses vestibular SEBAB
Abses vestibular bila tidak dirawat akan menjadi abses subkutan
68. Pinggira mandibular tidak teba merupakan tanda khas abses vestibular SEBAB Abses submandibular
lebih sering disebabkan karena perluasan infeksi perikorona dari pada perluasan infeksi periapikal
69. Arah perluasan perkontinuantum infeksi periapikal dipengaruhi oleh ketebalan tulang, tempat perlekatan
muskulus pada rahang serta letak apeks gigi penyebab SEBAB Letak perlekatan m. mylohyoid pada
mandibular menyebabkan perluasan infeksi apical dari gigi molar pertama rahang bawah cenderung
menjadi abses vestibular
70. Trismus pada parikorinitis akut dapat disebabkan karena otot pembuka mulut tidak bisa kontraksi
SEBAB Perikoronitis akut bila tidak segera ditangani dengan tepat akan menjadi lebih serius
71. Pemberian antibiotic secara empiris masih cukup efektif pada kasus perikoronitis SEBAB Secara
empiris bakteri penyebab perikoronitis peka terhadap antibiotic golongan penisilin
72. Pada osteomyelitis supuratif akut rahang bawah sering mengalami pembengkakan ekstra oral dan fistule
multiple SEBAB Pada osteomyelitis supuratif akut pus telah memenuhi rongga-rongga tulang
cancellous sehingga menyebabkan peningkatan tekanan intramedular
73. Terapi utama pada osteomyelitis supuratif akut adalah insisi drainase SEBAB Pada osteomyelitis
suuratif akut terapi antibiotic tidak efektif karena jeleknya vaskuler medulla akibat penumpukan pus
74. Terapi antibiotic osteomyelitis supuratif kronis diberikan setelah didapatkan hasil dari kultur mikroba
dan tes kepekaan antibiotic SEBAB Terapi antibiotic sering tidak efektif pada osteomyelitis supuratif
kronis apabila tidak disertai dengan tindakan bedah
75. Pada abses subkutan tindakan insisi dan drainase merupakan terapi utama SEBAB Pada abses subkutan
pus terakumulasi pada jaringan di bawah kulit
76. Abses periapikal akut gigi molar rahang bawah yang nonvital sering ditandai dengan adanya
pembengkakan ekstra oral tidak berbatas jelas SEBAB Pada abses periapikal akut gigi molar rahang
bawah yang nonvital telah terjadi keradangan pada periosteum dan jaringan lunak di daerah pinggiran
mandibular
77. Salah satu ciri khas abses periapikal akut adalah gigi terasa menonjol dan sakit bila digunakan
mengunyah SEBAB Pada abses periapikal akut keradangan yang terjadi pada daerah periapikal sifatnya
tidak terlokalisir dan telah melibatkan sumsum tulang
78. Penjalaran abses periapikal pada buccal space biasanya belum terjadi pembengkakan ekstra oral
SEBAB Pada abses buccal space pus masih terkumpul di jaringan lunak intra oral dan belum menembus
m. buccinators
79. Osteomyelitis rahang lebih sering terjadi pada mandibular dibandingkan maksila SEBAB Mandibula
mendapatkan vaskularisasi terutama dari pembuluh darah yang berasal dari periodontal
80. Phlegmon dasar mulut harus segera dilakukan insisi pada mukosa dasar mulut SEBAB Phlegmon dasar
mulut dapat menyebabkan obstruksi jalan nafas akibat terdorongnya pangkal lidah ke arah posterior.