Anda di halaman 1dari 12

Latihan Soal UTS Konservasi Gigi

2012
1. Menurut GV Black, klasifikasi karies yang mengenai bagian aproksimal gigi
anterior termasuk :
A. Klas I
B. Klas II
C. Klas III
D. Klas IV
E. Klas V
2. Unsur anorganik yang menyusun enamel dalah sebanyak :
A. 4 %
B. 14 %
C. 96 %
D. 99 %
E. 98 %
3. Lesi yang terjadi pada gigi yang telah direstorasi kemudian mengalami karies
kembali disebut dengan :
A. Karies primer
B. Karies sekunder
C. Karies tersier
D. Karie dentin
4. Karies dapat dideteksi dengan cara antara lain :
A. Topografi gigi
B. Transluminasi
C. Sementum
D. Karies dentin
E. Sklerosis
5. Berdasarkan kedalamannya karies yang mengenai selapis tipis dentin disebut
dengan :
A. Karies superfisial
B. Karies profunda
C. Karies sekunder
D. Karies profunda perforasi
E. Karies media
6. Menurut GV Black, klasifikasi karies yang mengenai bagian aproksimal gigi
anterior termasuk :
A. Klas I
B. Klas II
C. Klas III
D. Klas IV
E. Klas V
7. Sel-sel yang membentuk enamel disebut dengan :
A. Odontoblast
B. Ameloblast
C. Pigmen
D. Bahan organic
E. Cementoblast
8. Dentin yang terbentuk karena adanya rangsangan terhadap odontoblas pada
perawatan pulp capping adalah :
A. Primer dentin
B. Sekunder dentin
C. Tersier dentin
D. Tubulus dentin
E. Cementum
9. Cementodentin junction disebut juga dengan nama :
A. Sementum afibrilal
B. Sementum serabut campuran
C. Intermediate layer
D. Butt junction
10. Ketebalan email pada gigi molar adalah :
A. 0,5 1 mm
B. 2,5 3 mm
C. 4 5 mm
D. 3,5 4 mm
E. 1,5 2 mm
11. Bakteri utama penyebab kerusakan jaringan keras gigi karena karies adalah :
A. Streptococcus agalactiae
B. Streptococcus bovis
C. Streptococcus mutans
D. Streptococcus mitis
E. Streptococcus sanguinis
12. Unsur yang paling berpotensi menyebabkan karies :
A. Bacterial colony
B. Bacterial plaque
C. Biofilm
D. Pellicle
E. Saliva
13. Unsur yang mampu mengendalikan pH melalui proses remineralisasi karies
adalah :
A. Bacterial colony
B. Bacterial plaque
C. Biofilm
D. Pellicle
E. Saliva
14. White spots merupakan lesi karies yang reversible pada jaringan :
A. Cementum
B. Dentin
C. Enamel
D. Pulpa
E. Saluran akar
15. Berdasarkan kedalamannya, lesi karies yang meliputi enamel, dentin, dan
hampir mengenai pulpa disebut :
A. Karies akut
B. Karies media
C. Karies primer
D. Karies profunda
E. Karies terhenti
16. Berdasarkan kedalamannya, lesi karies yang hanya mengenai enamel disebut :
A. Karies akut
B. Karies media
C. Karies primer
D. Karies profunda
E. Karies superfisialis
17. Klasifikasi karies dalam hubungannya dengan preparasi kavitas ditemukan
oleh :
A. L. Baum
B. A.G. Bell
C. G.V. Black
D. L.G. Brown
E. M. Buonocore
18. Klasifikasi karies yang melibatkan daerah pit dan fisura gigi :
A. Kelas I
B. Kelas II
C. Kelas III
D. Kelas IV
E. Kelas V
19. Abrasi dapat disebabkan oleh penyebab berikut ini, kecuali :
A. Bulu sikat gigi yang kasar
B. Konsumsi minuman dengan pH rendah
C. Penggunaan pasta gigi dengan partikel keras
D. Penggunaan tusuk gigi yang berlebihan
E. Teknik menggosok gigi yang salah
20. Restorasi yang paling sesuai untuk fraktur mahkota pada gigi anterior dengan
patahan hingga mencapai daerah servikal gigi adalah :
A. Restorasi amalgam
B. Restorasi glass ionomer cement
C. Restorasi mahkota logam
D. Restorasi mahkota porselen
E. Restorasi resin komposit
21. Restorasi untuk memperbaiki estetika pada kasus erosi yang luas pada
permukaan gigi anterior perlu dirawat dengan :
A. Restorasi amalgam
B. Restorasi glass ionomer cement
C. Restorasi mahkota logam
D. Restorasi mahkota porselen
E. Restorasi resin komposit
22. Pada preparasi kavitas kelas II amalgam perlu dibuat bevel :
A. Enamel cavo surface margin
B. Axial wall
C. Gingival wall
D. Axio pulpal line angle
E. Pulpal wall
23. Memperoleh jalan masuk yang mudah pada preparasi kavitas guna
penempatan bahan tumpatan pada kavitas disebut :
A. Extention for prevention
B. Retention form
C. Toilet of cavity
D. Convenience form
E. Resistance form
24. Preparasi kavitas klas I pada gigi premolar satu bawah dinding pulpanya :
A. Tegak lurus terhadap ruang pulpa
B. Sejajar terhadap ruang pulpa
C. Tegak lurus garis puncak cusp bukal dan puncak cusp lingual
D. Sejajar garis puncak cusp bukal dan puncak cusp lingual
E. Salah semua
25. Kerusakan jaringan keras gigi karena beban pada daerah oklusal disebut :
A. Abfraksi
B. Abrasi
C. Atrisi
D. Erosi
E. Fraktura
26. Daerah yang mudah terserang karias adalah :
1. Fissura
2. Email
3. Interproksimal gigi
4. Sementum
27. Zona karies enamel terdiri dari :
1. Zona translusen
2. Badan lesi
3. Zona gelap
4. Odontoblas
28. Reaksi pertahanan kompleks dentin-pulpa yang penting adalah :
1. Sklerosis tubuler di dalam dentin
2. Dentin reaksioner antara dentin dan pulpa
3. Peradangan pulpa
4. Destruksi matriks organic
29. Zona translusen yang menutupi badan lesi pada dentin dibagi menjadi
beberapa komponen antara lain :
1. Dead tract
2. Penetrasi
3. Odontoblas
4. Destruksi
30. Proses destruktif pada lesi karies dentin antara lain meliputi :
1. Destruksi matriks organik
2. White spot
3. Demineralisasi dentin
4. Sklerosis tubuler
31. Macam-macam pemeriksaan mikroskopik lesi dini karies enamel antara lain :
1. Mikroskop electron transmisi
2. SEM
3. Mikroskop cahaya
4. White spot
32. Fungsi sementum antara lain :
1. Melekatkan gigi pada periodontal
2. Tempat perlekatan collagen fibers
3. Pelindung dentin pada akar gigi
4. Bukan salah satu diatas
33. Jaringan keras gigi terdiri dari :
1. Enamel
2. Pulpa
3. Cementum
4. Kolagen
34. Odontoblas membentuk dentin dengan cara :
1. Sintesis dan sekresi matriks anorganik
2. Pengangkutan komponen anorganik ke matriks yang baru terbentuk
3. Menciptakan environment yang memungkinkan mineralisasi matriks
4. Sintesis dan sekresi matriks organic
35. Karies disebabkan oleh banyak faktor yang secara garis besar dibagi menjadi :
1. Host
2. Mikroorganisme
3. Substrat
4. Waktu
36. Lesi karies berupa kavitas kelas II dapat ditemukan pada :
1. Karies yang melibatkan daerah mesial gigi premolar rahang atas
2. Karies yang melibatkan daerah mesial gigi insisif rahang atas
3. Karies yang melibatkan daerah distal gigi molar rahang bawah
4. Karies yang melibatkan daerah servikal gigi caninus rahang bawah
37. Lesi karies berupa kavitas kelas V dapat ditemukan pada :
1. Karies yang melibatkan derah pit dan fisura gigi molar rahang atas
2. Karies yang melibatkan daerah bukal pada servikal gigi molar rahang
atas
3. Karies yang melibatkan daerah insisif rahang bawah
4. Karies yang melibatkan daerah labial pada servikal gigi caninus rahang
bawah
38. Lesi karies yang dapat kembali normal melalui proses remineralisasi CPP-
ACP :
1. Black spots
2. Brown spots
3. Pink spots
4. White spots
39. Macam fraktur jaringan keras gigi dilihat dari garis frakturnya :
1. Fraktur horizontal
2. Fraktur oblique
3. Fraktur vertikal
4. Fraktur zenith
40. Atrisi gigi pada umumnya terjadi pada permukaan gigi sebelah :
1. Bukal
2. Insisal
3. Lingual
4. Oklusal
41. Erosi pada umumnya dapat disebabkan oleh yang disebut dibawah ini, kecuali
:
1. Asam lambung yang keluar saat muntah
2. Konsumsi makanan ber pH netral
3. Konsumsi makanan ber pH rendah
4. Penggunaan sikat gigi tipe keras
42. Hal-hal yang dapat dilakukan dalam mendiagnosis kerusakan jaringan keras
gigi :
1. Pemeriksaan klinis
2. Pemeriksaan radiografis
3. Pemeriksaan transiluminasi cahaya
4. Anamnesis
43. Trauma pada umumnya menyebabkan kerusakan jaringan keras gigi yang
disebut :
1. Abrasi
2. Atrisi
3. Erosi
4. Fraktur
44. Retensi pada preparasi kavitas klas II amalgam adalah :
1. Dove tail
2. Isthmus
3. Box
4. Undercut
45. Perluasan preparasi untuk mencegah terjadinya sekunder karies dilakukan
pada daerah :
1. Pit yang dalam
2. Karies dengan enamel yang menggantung
3. Fissura yang dalam
4. Karies yang dalam
46. Untuk membuang seluruh jaringan karies yang terinfeksi pada jaringan dentin
yang lunak digunakan :
1. Fissure bur
2. Eskavator
3. Inverted bur
4. Round bur
47. Dentin tersier dapat disebut juga sebagai dentin :
1. Reaktif
2. Iritatif
3. Ireguler
4. Reparatif
48. Cell-poor zone adalah lapisan yang terletak dibawah lapisan odontoblas yang
mempunyai ciri sebagai berikut :
1. Memiliki lebar 40u
2. Menghilang selama pembentukan dentin reparatif
3. Serat saraf tak bermielin
4. Terdiri dari banyak sel
49. Warna enamel akan dipengaruhi oleh :
1. Perkembangan gigi
2. Stain ekstrinsik
3. Antibiotik
4. Fluor
50. Pembentukan enamel terbagi menjadi 2 tahapan besar yaitu :
1. Pembentukan matriks organik
2. Pembentukan matriks anorganik
3. Maturasi
4. Demineralisasi
51. Sementum terbagi menjadi 3 tipe berdasarkan letak dan jenisnya SEBAB
Cellular cementum adalah bagian dari sementum yang menutupi seluruh bagian
apical dari gigi E
52. Karies primer tahap awal masih bisa dihentikan apabila terjadi remineralisasi
SEBAB Karies primer ditandai adanya demineralisasi
53. Sukrosa dikenal mempunyai potensi kariogenik yang tinggi
dibandingkan fruktosa SEBAB Streptococcus mutans merupakan kuman
yang kariogenik B
54. Penurunan dari pH terus menerus dapat menyebabkan demineralisasi
pada permukaan gigi SEBAB Bakteri plak dapat memfermentasikan
karbohidrat sehingga menyebabkan pH turun
55. Sklerosis tubuler dapat menyebabkan hilangnya hubungan antara ujung luar
dentin dengan pulpa SEBAB Sklerosis tubuler menutup tubulus dentin
56. Kekerasan enamel tertinggi pada permukaan dan semakin berkurang pada
dentino enamel junction SEBAB Dentino enamel junction adalah pertautan
antara enamel dan dentin
57. Enamel adalah bagian tubuh yang paling keras SEBAB Enamel tersusun
dari 96% unsur anorganik
58. Dentin peritubuler mengalami kalsifikasi yang paling baik dari semua
komponen dentin SEBAB Dentin peritubular mempunyai matrik organic
dengan serabut kolagen yang lebih sedikit daripada dentin intertubuler
59. Sementum adalah jaringan yang menyerupai tulang yang tipis dank eras
yang menutupi akar SEBAB Sementum bersifat lebih permeable daripada
dentin
60. Odontoblas merupakan sel yang non spesifik dan dapat diferensiasikan
lagi SEBAB Odontoblas tidak begitu berperan dalam proses pembentukan
dentin C