Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Potensi energi panas bumi di Indonesia yang mencapai 27 GWe sangat erat
kaitannya dengan posisi Indonesia dalam kerangka tektonik dunia. Ditinjau dari
munculnya panas bumi di permukaan per satuan luas, Indonesia menempati
urutan keempat dunia, bahkan dari segi temperatur yang tinggi, merupakan kedua
terbesar. Sebagian besar energi panas bumi yang telah dimanfaatkan di seluruh
dunia merupakan energi yang diekstrak dari sitem hidrotermal. Salah satu
provinsi yang memiliki cadangan panas bumi adalah Provinsi Aceh dengan
perkiraan menyimpan total panasbumi sekitar 1.310 Mve yang tersebar di
berbagai daerah di provinsi Aceh .
Potensi Panas bumi di Aceh diantaranya terdapat di daerah Sabang, Aceh
Besar, Pidie ,Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Timur dan Gayo luwes. Gunung
Seulawah dan gunung jaboi merupakan daerah potensial untuk eksplorasi sumber
daya panas Bumi. Panas bumi dapat di gunakan sebagai energy alternative
pengganti fosil dan terbarukan serta dapat mendukung Pembangkit Listrik Tenaga
Panas Bumi. Seperti di ketahui Aceh Sampai saat ini masih sangat tergantung
pada kekuatan energi listrik dari Sumatera Utara. Sedangkan disisi lain, Aceh
merupakan salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan potensi sumber daya
alam. Akan sangat baik apabila potensi enrgi panas bumi yang ada di Aceh
dimanfaatkan untuk PLTP sehingga Aceh akan memiliki sumber energi listrik
sendiri yang memadai untuk penyediaan listrik di setiap daerah yang ada di Aceh.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang maka didapat rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana potensi panas bumi di Aceh ?


2. Bagaiman pemanfaatan energi panas bumi dalam PLTP?
1.2 Tujuan
Adapun tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui potensi energi panas bumi yang ada di aceh
2. Mengetahui persebaran panas bumi di Aceh
3. Mengetahui pemanfaatan panas bumi dalam bidang PLTP

1
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Geologi Aceh

Indonesia kaya akan potensi panas bumi karena Indonesia terletak dalam jalur
busur Gunungapi (ring of fire). Hal ini dikarenakan panas bumi biasanya
berasosiasi dengan vulkanisme. Daerah panasbumi yang terkait dengan vulkanisme
Kuarter terdistribusi mulai dari pulau Weh, Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara,
hingga ke kepulauan Maluku. Panasbumi di daerah-daerah tersebut umumnya
mempunyai entalpi tinggi sehingga sangat baik untuk pembangkitan listrik. Selain
daerah panasbumi yang berkaitan dengan vulkanisme, Indonesia juga memiliki
daerah panasbumi yang tidak berasosiasi dengan vulkanisme, yaitu di Sulawesi
bagian tengah dan selatan, Kalimantan bagian barat, dan Papua (Kasbani et al.2008).
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) terletak di ujung barat wilayah
Indonesia yang menyimpan total panasbumi sekitar 1.310 Mve. Diantaranya berada
di Gunung Geurudong Aceh Tengah diperkirakan sekitar 120 MWe, gunung
Seulawah Agam Aceh Besar diperkirakan sekitar 185 MWe, dan Gunung Bur Ni
Telong Bener Meriah diperkirakan sekitar 104 MWe yang menjadi target penelitian
tugas akhir penulis (Badan Geologi, 2014).

Gambar 2.1 Potensi Panasbumi di Aceh (The Globel Jurnal, 2013).

2
2.2 Sistem Energi Panas Bumi

Berdasarkan pada jenis fluida produksi dan jenis kandungan fluida


utamanya, sistem hydrothermal dibedakan menjadi dua, yaitu sistem satu fasa
atau sistem dua fasa. Sistem dua fasa dapat merupakan sistem dominasi air
atau sistem dominasi uap. Sistem Dominasi Uap merupakan sistem yang
sangat jarang dijumpai dimana reservoir panas buminya mempunyai
kandungan fasa uap yang lebih dominan dibandingkan dengan fasa airnya.
Rekahan umumnya terisi oleh uap dan pori-pori batuan masih menyimpan air.
Reservoir air panasnya umumnya terletak jauh di kedalaman di bawah
reservoir dominasi uapnya. Sistem Dominasi Air merupakan sistem panas
bumi yang umum terdapat di dunia dimana reservoirnya mempunyai
kandungan air yang sangat dominan walaupun boiling sering terjadi pada
bagian atas reservoir membentuk lapisan penudung uap yang mempunyai
temperatur dan tekanan tinggi. Dibandingkan dengan temperatur reservoir
minyak, temperatur reservoir panasbumi relatif sangat tinggi, bisa mencapai
350C. Berdasarkan pada besarnya temperatur, Hochstein (1990)
membedakan sistem panas bumi menjadi tiga, yaitu:

Reservoir temperatur rendah, yaitu sistem yang reservoirnya mengandung


fluida dengan temperatur lebih kecil dari 125C.
Reservoir temperatur sedang, yaitu sistem yang reservoirnya mengandung
fluida bertemperatur antara 125-225C.
Reservoir temperatur tinggi, yaitu sistem yang reservoirnya mengandung
fluida bertemperatur

Gambar 2.2 Penampang vertikal sistem hydrothermal vulkanik.

2.3 Potensi Panas Bumi di Aceh

3
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) terletak di ujung barat
wilayah Indonesia menyimpan total potensi panas bumi sekitar 1.310 Mve.
Diantaranya berada di Gunung Geureudong , Aceh Tengah diperkirakan
sekitar 120 MWe dan Gunung Seulawah Agam sekitar 185 MWe Gunung
Seulawah Agam, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Propinsi
Nanggroe Aceh Darussalam dengan kapasitas 1 x 55 MW yang ternyata
menyimpan potensi cadangan panas bumi sebesar 160 MW.

Gambar 2.3 Potensi Geothermal di Provinsi Aceh

2.4 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) merupakan suatu


pembangkit listrik yang memanfaatkan tenaga panas dari perut bumi dalam
bentuk uap air dan merupakan energi terbarukan bila penggunaannya
menggunaan prinsip siklus dengan pompa injeksi. Di bawah ini akan
membahas mengenai jenis-jenis sumber energi panas bumi dan beberapa
jenis-jenis PLTP yang ada.
Prinsip kerja PLTP sebenarnya bergantung pada jenis sumber panas
bumi dan hal ini dibedakan berdasarkan cara mendapatkan sumber panas
bumi itu sendiri. Oleh karena itu, jenis-jenis ini identik dengan seberapa
dalam sumur-sumur produksi itu digali sebab kedalaman reservoir sumur
produksi akan mempengaruhi temperatur serta tekanan fluida kerja. PLTP
menggunakan energi panas (kalor)dari inti bumi atau magma yang panasnya
mengalir menuju permukaan bumi. Maka dari itu, jika kita menggali lapisan
demi lapisan bumi, maka kalor yang kita dapatkan akan semakin besar karena
semakin dekat dengan sumbernya. Prinsip sederhana itulah yang digunakan

4
dalam PLTP.Ditambah lagi, di dalam bumi ternyata terdapat rongga-rongga
yang volumenya relatif besar dan kebanyakan rongga itu terisi oleh air. Panas
dari perut bumi atau aliran magma oleh sebab adanya gunung berapi, akan
memanaskan air yang terjebak itu, sehingga air itu akan menjadi uap dan
memiliki tekanan serta enthalpy yang tinggi. Hal inilah yang dimanfaatkan
untuk dikonversikan kembali energinya menjadi energi listrik pada akhirnya

5
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Proses Energi Panas Bumi di Indonesia


Terjadinya sumber energi panas bumi di Indonesia serta karakteristiknya
yaitu ada tiga lempengan yang berinteraksi di Indonesia, lempeng Pasifik, lempeng
India-Australia dan lempeng Eurasia. Tumbukan yang terjadi antara ketiga lempeng
tektonik tersebut telah memberikan peranan yang sangat penting bagi terbentuknya
sumber energi panas bumi di Indonesia. Hal ini menyebabkan proses magmatisasi di
bawah Pulau Sumatera lebih dangkal dibandingkan dengan dibawah Pulau Jawa atau
Nusa tenggara. Karena perbedaan kedalaman jenis magma yang dihasilkannya
berbeda. Pada kedalaman yang lebih besar jenis magma yang dihasilkan akan lebih
bersifat basa dan lebih cair dengan kandungan gas magmatik yang lebih tinggi
sehingga menghasilkan erupsi gunung api yang lebih kuat yang pada akhirnya akan
menghasilkan endapan vulkanik yang lebih tebal dan terhampar luas.
Sistem panas bumi di Pulau Sumatera umumnya berkaitan dengan kegiatan
gunung api andesitic - riolitis yang disebabkan oleh sumber magma yang bersifat
lebih asam dan lebih kental, sedangkan di Pulau Jawa, Nusatenggara dan Sulawesi
umumnya berasosiasi dengan kegiatan vulkanik bersifat andesitis-basaltis dengan
sumber magma yang lebih cair. Karakteristik geologi untuk daerah panas bumi
diujung utara Pulau Sulawesi memperlihatkan kesamaan karakteristikdengan di Pulau
Jawa. Reservoir panas bumi di Sumatera umumnya menempati batuan sedimen yang
telah mengalami beberapa kali deformasi tektonik atau pensesaran setidak-tidaknya
sejak Tersier sampai Resen.
Tabel 3.1 Potesni Panas Bumi NAD (sumber ESDM)
Lokasi Potensi Panas Bumi
Nanggroe Aceh Darussalam 1.310 MWe
Indonesia 27.601 MWe
Dunia 67.500 MWe

6
3.2 Potensi Panas Bumi di Aceh

Gambar 3.3 Persebaran Panas Bumi di Aceh


Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) terletak di ujung barat wilayah
Indonesia menyimpan total potensi panas bumi sekitar 1.310 Mve. Diantaranya
berada di Gunung Geureudong , Aceh Tengah diperkirakan sekitar 120 MWe,
Gunung Jaboi sabang 50 MWe dan Gunung Seulawah Agam sekitar 185 MWe
Gunung Seulawah Agam, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Propinsi
Nanggroe Aceh Darussalam dengan kapasitas 1 x 55 MW yang ternyata menyimpan
potensi cadangan panas bumi sebesar 160 MW. Persebaran panas bumi di Aceh
tersebar di seluruh aceh untuk melihat persebarannya dapat dilahat pada table berikut
Tabel 3.2 Sebaran Potensi Panas Bumi di Aceh (Sumber data Dinas Pertambangan
dan Energi Pemerintah Aceh

7
Dari data diatas terlihat berdasarkan hasil spekulasi dan hipotesis energy panas di
dapat pendugaan untuk cadangan energy panas .Daerah dengan cadangan panas bumi
tersebar pada daerah Sabang, Aceh Besar, Pidie ,Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh
Timur dan Gayo luwes. Dari data tersebut terlihat Pada daerah Aceh Besar yaitu pada
gunung Seulawah Agam memiliki cadangan panas bumi paling besar yaitu sekitar
165 Mwe. Potensi cadangan terbesar kedua terdapat pada gunung Janboi Sabang
sekitar 50 MWe. Total cadangan panas bumi yang terduga di provinsi Aceh sebesar
215 MWe.

3.2.1 Potensi Panas Bumi Seulawah Agam


Berdasarkan data yang sudah di dapatkan bahwa gunung Seulawah Agam
memiliki potensi panas bumi terbesar di Provinsi Aceh sebesar 165 MWe. Proyek
panas bumi Seulawah Agam dengan potensi panas bumi terduga sebesar 185 MWe,
maka dimulai dengan mengkonversi energi panas bumi menjadi tenaga listrik
berkapasitas 55 MW. Daya sebesar ini cukup untuk memenuhi kebutuhan maksimal
listrik kota Banda Aceh yang mencapai 45 Megawatt (MW). Satuan Geomorfologi
Komplek Gunung Seulawah Agam dan sekitarnya ,berdasarkan genesa, proses serta
bentuk topografinya dapat dikelompokkan kedalam 4 kelompok yaitu ;
Satuan Morfologi Perbukitan Sedimen
Satuan Morfologi Perbukitan Tua
Satuan Morfologi Kerucut Gunung Seulawah Agam
Satuan Morfologi Pedataran
Karakteristik fluida Gunung Seulawah Agam yang akan dijadikan proyek
PLTP yaitu komposisi airpanas hasil uji menunjukkan bahwa tipe air panasnya
klorida, ada di lingkungan volcanic/ magmatic water, jauh dari Boron. Keduanya
berada di partial equilibrium. Karakteristik air panas yang ber pH netral = 7.02-7.16
dengan suhu permukaan 86-86,4 C, bertipe klorida, berada di partial equilibrium, di
lingkungan volcanic/ magmatic water jauh dari Boron. Diasumsikan ada di zona up-
flow dengan reservoar didominasi airpanas (water heated dominated) bersuhu antara
206-228 C. Artinya berasal langsung dari dalam (deep water).
Reservoir itu termasuk suhu reservoar berentalphi sedang (intermediate
entalphy). Hasil analisis pH, Hg tanah dan CO2 udara tanah di - 1 m menunjukkan
pH tanah bervariasi antara 4,98-6.7. Kandungan Hg tanah bervariasi 20-126,67 ppb,
nilai ambang batas (back-ground value) 80 ppb. Kandungan CO2 udara tanah
bervariasi antara 0.3-1,.38 %, dan nilai ambang batas 1 %. Anomali Hg
berkonsentrasi 70- > 80 ppb, berada di timur laut. Klosur kontur 70-80 ppb terdapat
di barat laut, barat tengah dan selatan tengah . Anomali C02 dengan konsentrasi 0.8
hingga > 1 % ada di timur laut dan klosur kontur nilai sama ada di tenggara tengah.

8
Kecenderungan yang sama terjadi pada sebaran pH tanah rendah dan pola sebaran
suhu udara tanah nilai tinggi di kedalaman - 1 m. Jadi Berdasarkan data diatas,
teknologi yang akan digunakan pada PLTP Seulawah Agam yaitu Flash Steam Power
Plants berupa fluida misalnya air panas alam (hot spring) di atas suhu 158 C. Fluida
panas tersebut dialirkan kedalam tangki flash yang tekanannya lebih rendah sehingga
terjadi uap panas secara cepat. Uap panas yang disebut dengan flash inilah yang
menggerakkan turbin untuk mengaktifkan generator yang kemudian menghasilkan
listrik. Sisa panas yang tidak terpakai masuk kembali ke reservoir melalui injection
well. Berdasarkan perhitungan suhu geotermometri T silika (SiO2) = 158C dan
geotermometri gas = 228C, luas areal prospek (A) dari penyebaran anomali
kelompok Gunung Seulawah Agam sekitar 7,2 km2 dengan persamaan :

Q = 0.11585 x A x (Tag Tcut-off)


Q = 0.11585 x 7,2 x (228-158) = 58,8 MWe

Didapatkan estimasi potensi energi kelompok Gunung Seulawah Agam


berkisar antara 56,76-58,83 MWe yang cukup besar bila dikembangkan sebagai
energi pembangkit listrik.

3.2.2 Potensi Panas Bumi Jaboi


Pulau Weh terletak di bagian paling ujung barat dari busur sunda yang
merupakan busur gunung api yang membentang sepanjang P. Sumatera dan Jawa.
Keberadaan jalur gunung api ini selain banyak terdapat gunung api aktif juga
menyimpan sumber energi panas bumi yang besar akibat post volcanic activity.
Daerah panas bumi jaboi termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Suka Jaya, Kota
Sabang, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Hasil penyelidikan terpadu
(geologi, geokimia, dan geofisika) panas bumi di daerah Jaboi dan sekitarnya pada
tahun anggaran 2005, diketahui adanya potensi panas bumi yang terkandung sebesar
50 MWe terletak di sekitar G Leumeu Mate-Seumeuregeh dengan luas daerah
prospek 6 Km2 dan temperatur reserervoir sekitar 255 C (geothermometer silika
dan gas)

3.3 Panas Bumi Sebagai PLTP di Aceh

Konsumsi energi listrik di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam menunjukkan


pemakaian yang terus meningkat tiap tahunnya. Hal ini disebabkan jumlah penduduk
yang cenderung meningkat setiap tahunnya, semakin meningkatnya kemajuan daerah
di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam . Sektor Rumah Tangga merupakan sektor
yang paling banyak membutuhkan energi diikuti dengan sektor komersil (bisnis),

9
industri, dan publik. Permintaan energi listrik di Nanggroe Aceh Darussalam
mengalami peningkatan seiring pertumbuhan penduduk dan kondusifnya
perekonomian Aceh setelah diguncang Tsunami 2004. Pada saat beban puncak terjadi
seringkali terjadi pemadaman bergilir sehingga konuitas pelayanan PLN dinilai
kurang baik.

Tabel 3.3 Beban Puncak Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Energi panas bumi yang terdapat di Provinsi Aceh dapat dimanfaatkan untuk
pembangkit listrik tenaga panas bumi sehingga dapat mencukupi kebutuhan listrik
Provinsi Aceh. Potensi panas bumi Seulawah agam sudah mulai di bangun untuk
pemenuhan kebutuhan listrik, jika pemanfaatan panas bumi yang terdapat di Aceh
dikelola dengan bijak dan baik maka akan sangat membantu memenuhi kebutuhan
listrik dan pengembangan masarakat di sekitar PLP

10
BAB IV
KESIMPULAN
1. Potensi Panas bumi tersebar menyeluruh di Propinsi Nanggroe Aceh
Darussalam sekitar 1.310 MWe. Daerah dengan cadangan panas bumi tersebar
pada daerah Sabang, Aceh Besar, Pidie ,Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh
Timur dan Gayo luwes.
2. Dari potensi tersebut salah satunya terdapat di Gunung Seulawah Agam
Kabupaten Aceh Besar Sumber daya hipotesa sekitar 185 MWe dan sumber
cadangan terduga sekitar 165MWe. Berdasarkan data suhu permukaan 86-
86,4C, suhu kedalaman 206-228C, tipe reservoir air panas, entalphi sedang
dan PH 7,02-7,16 , maka didapatkan penentuan daya yang terbangkitkan
berkisar 54,67-56,23 MWe. Oleh karena potensi yang besar, maka di lokasi
tersebut akan dibangun PLTP Seulawh Agam 1x55MW.
3. Potensi panas bumi di Gunung Jaboi diketahui adanya potensi panas bumi
yang terkandung sebesar 50 MWe terletak di sekitar G Leumeu Mate-
Seumeuregeh dengan luas daerah prospek 6 Km2 dan temperatur reserervoir
sekitar 255 C.
4. Konsumsi listrik masyarakat aceh meningkat. Berdasarkan perhitungan,
proyeksi kebutuhan energi listrik Nanggroe Aceh Darussalam terus meningkat
seiring pertumbuhan penduduk tiap tahun sekitar 1,02% dan rehabilitasi
berbagai infrastruktur setelah bencana Tsunami 2004. Diprediksi konsumsi
energi listrik total Sistem Aceh pada tahun 2030 mencapai 5,520 GWh dengan
beban puncak sekitar 868,31 MW. PLTP sangat membantu dalam memenuhi
kebutuhan listrik masyarakat Aceh

11
Daftar Pustaka

Azwar, M., dkk, 1988, Pengantar Dasar Ilmu Gunung api, Bandung:
Penerbit Nova.
Fadhil,Muhammad.2014. INVESTIGASI ZONA DEMAGNETISASI
BERDASARKAN ANALISIS DATA GEOMAGNETIKDAERAH
PANASBUMI BUR NI TELONG, BENER MERIAH, Aceh: Universitas
Syiah Kuala
Geologi, Badan Geologi 2014, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral,
Bandung: 101.
Hochstein, M.P., dan Sudarman, S., 2008. History of Geothermal Exploration in
Indonesia from 1970 to 2000, Geothermics, 250 (37).
Saptadji, N. M., 2002, Teknik Panasbumi, Bandung: Institut Teknologi
Bandung.
Wakhid Ilham Kurniawan.http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-16557-
2208100633-Paper.pdf. 10 Juni 2017

12