Anda di halaman 1dari 9

https://dhimaznanda.wordpress.

com/2014/03/14/metodologi-penelitian-desain-penelitian/

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Penelitian adalah suatu proses mencari sesuatu secara sistematik dalam waktu yang lama dengan
menggunakan metode ilmiah serta aturan-aturan yang berlaku untuk dapat menghasilkan suatu
penelitian yang baik. Untuk dapat menghasilkan penelitian yang baik, maka dibutuhkan desain
penelitian untuk menunjang dan menberikan hasil penelitian yang sistematik. Desain penelitian
adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian, yang
membantu penelitian dalam pengumpulan dan menganalisis data.

Manusia pada dasarnya selalu ingin tahu dan benar. Untuk memenuhi asa ingin tahu ini, maka
sejak zaman dahulu telah berusaha mengumpulkan pengetahuan. Pengetahuan pada dasarnya
terdiri dari sejumlah fakta dan teori yang memungkinkan seseorang untuk dapat memecahkan
masalah yang dihadapinya. Pengetahuan tersebut diperoleh dari pengalaman langsung maupun
melalui pengalaman orang lain.

Semenjak adanya sejarah kehidupan manusia di bumi ini, manusia telah mengumpulkan fakta.
Dari fakta-fakta ini kemudian disusun dan disimpulkan menjadi berbagai teori, sesuai dengan
fakta yang dikumpulkan tersebut. Teori-teori tersebut kemudian digunakan untuk memahami
gejala-gejala alam dan kemasyarakatan yang lain. Sejalan dengan perkembangan kebudayaan
umat manusia, teori-teori tersebut makin berkembang, baik kualitas maupun kuantitasnya.
Percobaan dari ppenelitian berupa perlakuan maupun intervensi terhadap suatu variabel yang
lain.

1. Tujuan
1. Untuk menjalaskan mengenai rancangan penelitian
2. Untuk mengetahui macam-macam rancangan penelitian

BAB II

ISI

1. Pengertian

Desain penelitian atau rancangan penelitian merupakan suatu rancangan yang dapat menuntun
peneliti untuk memperoleh jawaban terhadap petanyaan penelitian. Dalam pengertian yang luas
desain penelitian mencangkup pelbagai hal yang dilakukan peneliti, mulai dari identifikasi
masalah, rumusan hipotesis, operasionalisasi hipotesis, cara pengumpulan data, hingga analisis
data.
Pada hakekatnya desai penelitian merupakan suatu wahana untuk mencapai tujuan penelitian,
yang juga berperan sebagai rambu-rambu yang menuntun peneliti dalam seluruh proses
penelitian. Dalam gars besarnya, desain penelitian memiliki dua kegunaan yang amat penting
dalam suatu proses penelitian, yakni :

a) Sarana bagi peneliti untuk memperoleh jawaban terhadap pertanyaan penelitian.

b) Merupakan alat bagi peneliti untuk mengendalikan atau mengontrol variabel yang
berpengaruh dalam suatu penelitian.

Desain penelitian membantu penelitu untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan peneliti yang
sahih, objektif, akurat, serta hemat. Desain penelitian harus disusun dan dilaksanakan dengan
penuh perhitungan agar dapat memperhatikan bukti empiris yang kuat relevansinya dengan
pertanyaan penelitian. Desain yang direncanakan dengan baik sangat membantu peneliti untuk
mengandalkan observasi dan intervensi, serta untuk melakukan inferensi atau generalisasi hasil
penelitian.

1. Ruang Lingkup dari Desai Penelitian

Ruang lingkup design penelitian terdiri dari :

1. Penentuan Judul Penelitian

Penentuan judul penelitian sangat penting karena dapat mengetahui objek penelitian, subjek apa
yang akan diteliti, dimana lokasi penelitian, tujuan yang ingin di capai dan sasarannya.

Ada beberapa petunjuk bagi seorang peneliti yang akan melakukan penelitian dalam menentukan
judul, yaitu :

Keterjangkauan

Ketersedian Data

Signifikansi Judul yang dipilih

Beberapa syarat yang diperlukan untuk memilih judul penelitian, yaitu :

a) Judul ditetapkan setelah peneliti mengetahui permasalahan pokok objek yang akan diteliti

b) Judul penelitian mencerminkan keseluruhan isi penulisan

c) Judul harus mengemukakan kalimat singkat dan jelas

1. Penentuan masalah penelitian.


Masalah penelitian itu merupakan pedoman kegiatan penelitian. Dalam penelitian, masalah
berperan untuk mengarahkan kegiatan penelitian. Tanpa rumusan masalah, peneliti akan
kesulitan dalam pelaksanaan dan penulisan penelitiannya.

Beberapa syarat yang harus diperhatikan dalam perumusan masalah yaitu:

Masih berhubungan dengan judul utama

Mendukumg tujuan penelitian

Mengembangkan atau memperluas cara-cara pengujian suatu teori

Memberikan sumbangan terhadap metodelogi penenelitian

Menunjukan variable-variabel yang diteliti.

1. Penentuan tujuan penelitian.

Tujuan penelitian dapat mengarahkan peneliti untuk mencapai sasaran dan target yang ingin
dicapai. Tujuan penelitian terdiri dari tujuan utam dan tujuan sekunder. Tujuan utama sangat erat
kaitannya dengan judul dan masalah penelitian, sedangkan tujuan sekunder sangat tergantung
pada keinginan pribadi seorang peneliti, dengan kata lain lebih bersifat subjektif bagi peneliti.

1. Penentuan hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap permasalahan namun perlu menguji kebenarannya.

Ada beberapa cara untuk merumuskan hipotesis anatara lain yaitu sebagai berikut:

Hipotesis yang baik harus searah dan mendukung Judul, Masalah, dan Tujuan Penelitian

Hipotesis harus dapat diuji dengan data empiris

Hipotesis harus bersifat spesifik

Dalam statistik dikenal ada dua macam hipotesis yaitu:

1. Hipotesis nol (H0): hipotesis yang menyatakan adanya kesamaan dan tidak ada perbedaan
atau tidak ada pengaruh antara variabel yang satu dengan variabel yang lain.
2. Hipotesis alternative (Ha): hipotesis yang menyatakan adannya ketidaksamaan atau
adanya perbedaan dan saling mempengaruhi anatara variabel satu dengan variable yang
lain.
3. Penentuan populasi dan sampel penelitian

Yang harus diperhatikan dalam menentukan sampel penelitian, adalah :


a) Tentukan populasi di daerah penelitian.

b) Tentukan jumlah sampel yang akan diteliti

c) Tentukan metode pengambilan sampel

1. Penentuan metode dan teknik pengumpulan data

Metode pengumpulan data terdiri atas beberapa cara yaitu :

a) Osevasi

b) Wawancara

c) Angket

d) Pengumpulan data skunder

e) Pengumpulan data melalui penginderaan jauh

1. Penentuan cara mengolah dan menganalisis data.

3. Desain Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Penelitian kualitatif adalah riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis
dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam
penelitian kualitatif. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian
kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari
teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan;
sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada
sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu teori.

Penelitian harus mempertimbangkan secara matang pendekatan yang tepat baik sintektik maupun
analitik, dan tujuan dari penelitian tersebut apakah bersifat heuristik maupun deduktif. Peneliti
dapat menggabungkan pendekatan-pendekatan ini. Sebagai contoh, hipotesis yang diturunkan
dari penelitian sintektik-heuristik kemudian dapat dipilih menjadi dasar penelitian dengan
menggunakan desain analitik-deduktif.

Perbedaan yang paling mendasar terletak pada sifat intrinsik subjek penelitian, peran peneliti,
dan apakah kebenaran diperoleh melalui fakta yang objektif atau persepsi subjektif. Hasil yang
ditunjukkan oleh perbaikan verbal pembelajar bahasa sebagai strategi pemerolehan berbeda
dengan hasil yang ditunjukkan oleh nilai kuantitatif pada judgment test yang dikontrol dalam
penelitian eksperimental.
Perbedaan Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif (Menurut Fraenkel dan Wallen,
1993)

No Penelitian Kuantitatif Penelitian Kualitatif


1 Menekankan hipotesis jadi yang Menekankan hipotesis yang
dirumuskan sebelumnya. berkembang dalam pelaksanaan
penelitian.
2 Menekankan definisi operasional Menekankan definisi dalam
yang dirumuskan sebelumnya. konteks atau perkembangan
penelitian.
3 Data diubah menjadi skor Menekankan deskripsi naratif.
numerik.
4 Menekankan pengukuran dan Menekankan pada asumsi bahwa
penyempurnaan keajegan skor keajegan inferensi cukup kuat.
yang diperoleh dari instrumen.
5 Pengukuran validitas melalui Pengukuran validitas melalui cek
rangkaian perhitungan statistik. silang dari sumber informasi.
6 Menekankan teknik acak untuk Menekankan informasi ekspert
mendapatkan sampel untuk mendapatkan sampel
representatif. purposif.
7 Menekankan prosedur penelitian Menekankan prosedur penelitian
yang baku. deskriptif naratif.
8 Menekankan desain untuk Menekankan analisis logis dalam
pengontrolan variabel ekstranus. pengontrolan variabel ekstranus.
9 Menekankan desain untuk Menekankan kejujuran peneliti
pengontrolan khusus untuk dalam pengontrolan prosedur bias.
menjaga bias dalam prosedur
penelitian.
10 Menekankan rangkuman statistik Menekankan rangkuman naratif
dalam hasil penelitian. dalam hasil penelitian.
11 Menekankan penguraian Menekankan deskripsi holistik.
fenomena.
1. Desain Penelitian Eksperimen

Rancangan penelitian eksperimental dikelompokan menjadi tiga, yakni :

a) Rancangan-rancangan praeksperimen (pre experimental designs)


1. Posttest Only Design

Dalam rancangan oni perlakuan atau intervesi telah dilakukan (X) kemudian dilakukan
pengukuran (observasi) atau posttest (02). Selama tidak ada kelompok kontrol, hasil 02 tidak
mungkin dibandingkan dengan yang lain. Rancangan ini sering disebut The One Shot Case
Study. Hasil observasi ini (02) hanya memberikan informasi yang bersifat deskriptif yang
digambarkan sbb :

Dalam rancangan ini sama sekali tidak ada kontrol dan tidak ada internal validitasnya. Sifatnya
yang cepat dan mudah, menyebabkan rancangan ini sering digunakan untuk meneliti suatu
program yang inovatif, misalnya dalam bidang pendidikan kesehatan.

Rancangan One Group Pretest Posttest

Rancangan ini juga tidak ada kelompok pembanding (kontrol), tetapi peling tidak sudah
dilakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan menguji perubahan yang terjadi
setelah adanya eksperimen (program).

Kelemahan dari rancangan ini antara lain tidak ada jaminan bahwa perubahan yang terjadi pada
variabel dependen karena intervensi atau perlakuan. Tetapi perlu dicatat bahwa rancangan ini
tidak terhindar dari berbagai macam (kelemahan) terhadap validitas, misalnya sejarah, testing,
maturasi, dan instrumen.

1. Perbandingan Kelompok Statis

Rancangan ini seperti rancangan pertama, hanya bedanya menambahkan kelompok kontrol atau
kelompok pembanding. Kelompok eksperimen menerima perlakuann (X) yang diikuti dengan
pengukuran kedua atau observasi (02). Hasil observasi kemudian dibandingkan dengan hasil
observasi pada kelompok kontrol, yang tidak menerima program atau intervensi

1. Rancangan-rancangan eksperimen sungguhan (true experimental designs).


1. Rancangan Pretest Posttest dengan Kelompok Kontrol

Rancangan ini menggunakan randomisasi maksudnya pengelompokan anggota kelompok kontrol


dan kelompok eksperimen dilakukan berdasarkan pengacakan. Kemudian dilakukan pretest (01)
pada kedua kelompok tersebut, dan diikuti intervensi (X) pada kelompok eksperimen. Setelah
beberapa waktu dilakukan posttest (02) pada kedua kelompok tersebut.

Rancangan ini sulit digunakan karena saat di lapangan biasanya sulit bahkan tidak mungkin
melakukan randomisasi. Disamping itu, dari sedi aspek lain, tidak mungkin melakukan intervensi
pada kelompok yang satu dan tidak melakukan intervensi pada kelompok yang lain. Rancangan
ini dapat diperluas, dengan melibatkan lebih dari satu variabel bebas. Dengan kata lain perlakuan
dilakukan lebih dari satu kelompok, dengan bentuk perlakuan yang berbeda.

1. Rancangan Randomized Salomon Four Group

Pada rancangan ini dapat mengatasi kelemahan eksternal validitas yang ada pada rancangan
randomized control group pretest posttest. Apabila pretest mungkin mempengaruhi subjek
sehingga menjadi sensitif terhadap perlakuan (X) dan bereaksi berbeda dari subjek yang tidak
mengalami pretest dengan perlakuan (X).

1. Rancangan Posttest dengan kelompok kontrol

Perdedaan rancangan ini dengan rancangan yang lain yaitu tidak adanya pretest, karena kasus-
kasus telah dirandomisasi baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol.
Kelompok-kelompok tersebut dianggap sama sebelum dilakukan perlakuan. Dengan rancangan
ini, memungkinkan peneliti mengukur pengaruh perlakuan pada kelompok eksperimen dengan
cara membbandingkan kelompok tersebut dengan kelompok kontrol.

1. Rancangan-rancangan eksperimen semu (quasi experimental designs).

Rancangan eksperimen semu ini mempunyai pembatasan yang ketat terhadap randomisasi, dan
pada saat yang sama dapat mengontrol ancaman validitas. Perbedaan penelitian eksperimen
sungguhan dengan penelitian eksperimen semu terletak pada randomisasi, maka rancangan
penelitian eksperimen sungguhan dapat digunakan sebagai rancangan penelitian eksperimen
semu, tanpa menggunakan simbol Randomization.

1. Rancangan Rangkaian Waktu

Rancangan ini seperti rancangan pretest posttest, kecuali mempunyai keuntungan dengan
melakukan observasi (pengukuran yang berulang), sebelum dan sesudah perlakuan.

Pretest Perlakuan Posttest

1. Rancangan Rangkaian Waktu dengan Kelompok Pembanding

Rancangan ini menggunakan kelompok kontrol (pembanding). Rancangan ini lebih


memungkinkan adanya kontrol terhadap validitas internal sehingga keuntungan dari rancangan
ini lebih menjamin adanya validitas internal yang tinggi.
Pretest Perlakuan Posttest

Kel. Eksperimen

Kel. Kontrol

1. Rancangan Non Equivalent Control Group

Rancangan ini sangat baik digunakan untuk evaluasi program pendidikan kesehatan atau
pelatihan lainnya. Disamping itu rancangan ini baik juga digunakan untuk menbandingkan hasil
intervensi program kesehatan di suatu kecamatan atau desa, dengan kecamatan atau desa lainnya.
Dalam rancangan ini pengelompokan anggota sampel padda kelompok eksperimen dan
kelompok konterol tidak dilakukan secara random atau acak.

Pretest Perlakuan Posttest

(Kel. Eksperimen)

(Kel. Kontrol)

1. Rancangan Separate Sampel Pretest Posttest

Rancangan ini biasa digunakan dalam penelitian kesehatan dan keluarga berencana. Pengukuran
pertama (pretest) dilakukan terhadap sampel yang dipilih secara acak dari populasi tertentu.
Kemudian dilakukan intervensi pada seluruh populasi. Selanjutnya dilakukan pengukuran kedua
(posttest) pada kelompok sampel lain yang dipilih acak dari populasi yang sama.

Pretest Perlakuan Posttest

(Kel. Eksperimen)

(Kel. Kontrol)

BAB III

KESIMPULAN

1. A. Kesimpulan

Dari makalah diatas dapat disimpulkan :

1. Desain penelitian atau rancangan penelitian merupakan suatu rancangan yang dapat
menuntun peneliti untuk memperoleh jawaban terhadap petanyaan penelitian. Dalam
pengertian yang luas desain penelitian mencangkup pelbagai hal yang dilakukan peneliti,
mulai dari identifikasi masalah, rumusan hipotesis, operasionalisasi hipotesis, cara
pengumpulan data, hingga analisis data.
2. Perbedaan yang paling mendasar terletak pada sifat intrinsik subjek penelitian, peran
peneliti, dan apakah kebenaran diperoleh melalui fakta yang objektif atau persepsi
subjektif. Hasil yang ditunjukkan oleh perbaikan verbal pembelajar bahasa sebagai
strategi pemerolehan berbeda dengan hasil yang ditunjukkan oleh nilai kuantitatif pada
judgment test yang dikontrol dalam penelitian eksperimental.

1. B. Saran

Setelah mengetahui desain penelitian kita paham mengenai desai penelitian dan cara membuat
desain penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

http://meilyneman.wordpress.com/2013/07/04/desain-penelitian-penelitian-kualitatif-deskriptif/.
Diakses pada hari Jum,at tanggal 3 Januari 2013.

http://misterluthfi.corner.web.id/kepenulisan/membuat-rancangan-penelitian Diakses pada hari


Jum,at tanggal 3 Januari 2013.

http://akank-sutha.blogspot.com/2012/03/desain-penelitian.html. Diakses pada hari Jum,at


tanggal 3 Januari 2013.

Notoatmojo, Soekidjo. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rieneka Cipta. 2010.

Sastroasmoro, Sudigdo dan Sofyan I., Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta :
Sagung Seto. 2010.