Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Alasan Pemilihan Judul


Alasan penyusun memilih judul laporan ke Museum Geologi dan Museum
Iptek Bandung sebagai berikut:
1. Obyek widya wisata yang kami kunjungi dan kami amati adalah Museum
Geologi Bandung.
2. Penyusun ingin lebih mengenal tentang Museum Geologi Bandung.
3. Penyusun ingin memperluas ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan
geologi.
4. Penysun ingin menambah wawasan tentang ilmu pengetahuan dan
teknologi.
1.2 Tujuan Penyusunan Laporan
1. Berlatih membuat laporan ilmiah.
2. Menambah pengalaman dan pengembangan bakat.
3. Membiasakan / menanamkan kebiasaan menulis dengan bahasa
Indonesia dengan baik dan benar.
4. Memenuhi syarat tugas kunjungan.
1.3 Metode Penyusunan Data
Dalam penyusunan laporan ini penulis / penyusun memperoleh data
dengan beberapa metode antara lain :
1. Metode Observasi
Artinya penyusun langsung datang ke Museum Geologi Bandung dan
memperoleh data dari karyawan Museum Geologi Bandung.
2. Metoda Kepustakaan
Yaitu memperoleh data dengan jalan membaca buku-buku tertulis
maupun e-book sebagai sumber acuan dalam penyusunan karya tulis.

1
1.4 Sistematika Laporan
Agar para pembaca mudah memahami setiap kalimat dalam laporan ini,
maka kami susun laporan ini dalam tiga bab. Masing-masing bab masih
terbagi dalam sub bab. Hal ini bertujuan agar laporan tersusun secara urut dan
rapi serta memudahkan dalam memahami isi laporan.
Ketiga bab tersebut adalah :
BAB I : Pendahuluan
1.1 Alasan Pemilihan Judul
1.2 Tujuan Penyusunan Laporan
1.3 Metode Penyusunan Data
1.4 Sistematika Laporan
1.5 Waktu Pelaksanaan
BAB II : Laporan
2.1 Museum Geologi
2.1.1 Sejarah Singkat Museum Geologi Bandung
2.1.2 Data Museum Geologi
2.1.3 Sejarah Singkat Kehidupan
2.1.4 Peragaan Gunung Berapi
2.1.5 Manfaat Gunung berapi
2.1.6 Pemanfaatan Mineral
2.2 Museum IPTEK
2.2.1 Sejarah Singkat Museum IPTEK
2.2.2 Alat-alat peraga yang ada

BAB III : Penutup

3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

2
1.5 Waktu pelaksanaan

Hari : Kamis

Tanggal : 3 Januari 2013

Waktu : 02.00 s/d selesai

WAKTU KEGIATAN

02:00 Persiapan pemberangkatan di kampus 1

03:30-09:00 Perlajanan menuju ke Museum Geologi Bandung

09:00-11:30 Observasi di Museum Geologi Bandung

11:30-12:30 Perjalanan menuju Puspa Iptek Bandung

12:30-14:30 Observasi di Puspa Iptek Bandung

14:30-14:50 ISHOMA

14:50-15:00 Perjalanan menuju ke jalan Cihampelas

15:00-18:00 Wisata belanja di Ciwalk

18:00-19:00 Perjalanan pulang ke Indramayu

19:00-23:00 Tiba di kampus 1 Akamigas Balongan

3
BAB II
LAPORAN

2.1 Museum Geologi


2.1.1 Sejarah Singkat Museum Geologi Bandung
Berdirinya Museum Geologi sangat erat kaitannya dengan sejarah
penyelidikan Geologi di Indonesia yang telah dimulai sejak tahun 1850 oleh
"Dienst Van Het Mijnwezen", yang berkedudukan di Bogor (1852-1866).
Lembaga ini kemudian pindah ke Jakarta (1866-1924) dan pada tahun 1924
pindah lagi ke Bandung di Gedung Gouvernment Bedrijven.
Para ahli geologi sangat erat kaitannya dalam dalam melaksanakan
penyelidikan geologi diberbagai daerah selalu membawa contoh mineral,
batuan dan fosil untuk diteliti di Laboratorium. Mulai tahun 1922
penyelidikan geologi semakin meningkat, maka contoh batuan, mineral
dikumpulkan dari berbagai wilayah Indonesia semakin banyak. Berbagai
contoh tersebut memerlukan banyak tempat khusus untuk
mendokumentasikannya, kemudian timbul suatu gagasan untuk
memperlihatkan koleksi tersebut kepada masyarakat luas. Akhirnya pada
tahun 1928 dibangun gedung yang diperuntukkan bagi laboratorium dan
museum di Remrandt Staart Bandung yang sekarang disebut Jalan
Diponegoro Bandung gedung ini dirancang dengan gaya arsitek art deco
oleh arsitek Belanda Ir.H. Meralda Van Schouwenbrug. Pada 16 Mei 1929
bertepatan dengan Kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik yang ke IV Museum
Geologi diresmikan dengan nama Geologische Museum. Peragaan pada
waktu itu sangatlah sederhana, dimana berbagai koleksi disimpan dalam
lemari kaca. Setiap koleksi dilengkapi label yang menginformasikan nomor
dan nama koleksi serta ditemukannya, juga kolektornya. Sistem peragaan
seperti itu relative tidak berubah sampai tahun 1998 namun pengunjung
tetap banyak dan jumlahnya terus meningkat. Agar Museum Geologi
meningkat pelayanannya mulai tahun 1993 disusun rencana
pengembangan atas kerja sama dengan Pemerintah Indonesia dan

4
Pemerintah Jepang meliputi : renovasi gedung, pengembangan gedung
pada system dokumentasi , koleksi pengembangan sistem penerangan ,
pengembangan system edukasi dan pengembangan program penelitian.
Renovasi gedung dan pengembangan peragaan yang pekerjaan
fisiknya dimulai pada 2 November 1998 dapat diselesaikan pada
pertengahan Agustus 2000. Pada 22 Agustus 2000, Museum Geologi
diresmikan kembali pembukaannya oleh Megawati Soekarno Putri.
Dengan adanya pengembangan ini luas bangunan menjadi 6000 m dan
diharapkan Museum Geologi dapat memenuhi kebutuhan pengunjung dan
pengguna jasa Museum Geologi lainnya.
2.1.2 Data Museum Geologi
Dalam Museum Geologi terdapat beberapa ruangan peragaan yaitu 1
ruangan orientasi dan 3 ruangan peragaan dan orientasi.Ruangan peragaan
terdiri dari :
1. Ruangan Peragaan Geologi Indonesia
2. Ruangan Peragaan Sejarah Indonesia
3. Ruangan Peragaan Geologi untuk kehidupan manusia

Pengaturan dan rangkaian ruang peragaan disesuaikan dengan jenis


dan fungsi informasi Museum Geologi dimana setiap sudut peragaan
disusun menurut arah jarum jam.

1. Ruangan Peragaan Geologi Indonesia


Pada ruangan ini diperagakan informasi tentang Geologi
Indonesia, yang diawali dengan peragaan asal pembentukan bumi
sebagai dasar pembentukan Geologi, termasuk Geologi Indonesia :
tektonik lempeng, geologi lima pulau besar di Indonesia (Sumatera,
Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Irian Jaya) serta kepulauan Maluku. Dunia
batuan dan mineral, penyelidikan geologi dan gunung api di Indonesia.
Didalam Museum Geologi terdapat beberapa sudut peragaan yaitu :
Sudut Peragaan Asal Pembentukan Bumi
Sudut Peragaan Tektonik Lempeng

5
Sudut Peragaan Geologi Kalimantan
Sudut Peragaan Geologi Sulawesi
Sudut Peragaan Geologi Jawa
Sudut Peragaan Geologi Maluku
Sudut Peragaan Geologi Irian Jaya(Papua)
Sudut Peragaan Dunia minrral dan batuan meliputi :
Jenis Batuan
Batuan Sedimen
Batuan Malihan (metamorf)
Batuan sediment terdiri atas :
Batuan Seedimen Klastik
Batuan Sedimen Kimia
Batuan Sedimen Organik
2.1.3 Peragaan Gunung Berapi
Gunung api adalah bukit atau gunung yang mempunyai lubang
kepundan sebagai tempat keluarnya magma atau gas ke permukaan bumi.
Diseluruh wilayah Indonesia terdapat 129 gunung aktif ( 13% dari gunung
aktif dunia). Semua gunung api tersebut tersebut berada pada jalur tektonik
yang memanjang mulai dari Sumatera bagian utara menerus ke selatan
bagian Jawa,Nusa Tenggara sampai laut Banda (sesuai penyusupan
lempeng Indo Australia kebawah lempeng Eurasia). Deretan ini dikenal
sebagai jalur mediteran. Kelompok Lainya terdapat di Sulawesi Utara dan
Maluku (penyusupan lempeng Pasifik kebawah lempeng Eurasia). Dideretan
ini disebut jalur lingkar Pasifik (Circum Pasifik).
2.1.4 Manfaat dan Bahaya Gunung Berapi
Gunung berapi dapat membahayakan kehidupan manusia dan
makhluk hidup lainnya karena letusannya yang dapat memuntahkan
batuan aliran lahar dan lava dari dalam perut bumi. Selain dapat
menimbulkan malapetaka gunung api dapat menjadi sumber kehidupan
bagi umat manusia ditanah yang subur untuk pertanian dan perkebunan,
hutan lindung dan dapat menjadi panorama yang indah. Panas bumi di

6
daerah gunung api dapat dijadikan sumber daya energi yang sangat
bermanfaat untuk tenaga listrik. Begitu pula mineral / batuan yang
dihasilkan merupakan bahan galian untuk pengembangan industri.
2.1.5 Sejarah Singkat Kehidupan dan Perkembangan Kehidupan
Bumi tempat kehidupan segenap makhluk hidup termasuk didalamnya
manusia telah berumur sangat tua lebih kurang 4,6 milyar (4.600.000.000)
tahun lalu ,melalui proses kondensasi nebula (pemadatan kabut).
Lahirnya tata surya dimana matahari sebagai pusatnya dan bumi beserta
planet-planet lainnya sebagai anggota mengintarinya. Pada awal
pembentukan bumi masih berupa bola api yang seluruh permukaanya
diselimuti lautan api yang kita kenal sebagai magma.
Pada kurun 4,6-3,8 milyar tahun lalu, dapat dikatakan sebagai awal
persiapan bumi sebelum dihuni oleh makhluk hidup, karena pada kurun
tersebut secara bertahap bumi mengalami mengalami berbagai proses
dalam rangka pembentukan lapisan kulit bumi (litosfer), lapisan air
(hidrosfer) dan lapisan udara (atmosfer). Barulah pada sekitar 3,5 milyar
tahun lalu, kondisi belum siap menerima kehadiran kehidupan. Sejarah
kehidupan dimuka bumi diawali dengan kemunculan mikro-organisme
bersel tunggal yang sangat primitive dari dalam samudera yaitu sejenis
bakteri dan ganggang.
Kemudian 1 milyar tahun lalu, mulai muncul organisme bersel banyak
(eukaryotes can prokaryotes) yang terus mengalami perkembangan cari
masa ke masa. Selanjutnya kehidupan yang komplek dan nyata mulai
berkembang sejak 600 juta tahun lalu. Perkembangan tumbuhan dimulai
dari pterodophita (tumbuhan paku), gimnospermae (tumbuhan berujung)
dan terakhir angiospermae (tumbuhan berbunga), Sedangkan
perkembangan hewan dimulai dari invertebrata (hewan tak bertulang
belakang) yang disusul oleh vertebrata (hewan bertulang belakang) mulai
dari ikan, amphibi, reptilian, burung dan terakhir mamalia, sedangkan yang
paling akhir muncul dipermukaan bumi adalah manusia.

7
Perkembangan Kehidupan Sejarah kehidupan dimuka bumi ini tidak
terlepas dari sejarah bumi itu sendiri. Para ahli telah membagi urutan
sejarah bumi dan kehidupannya dalam skala waktu geologi yang dibedakan
dalam pembagian skala besar hingga skala kecil, mulai dari kurun masa
jaman dan kala. Berdasarkan "ada" dan belum "adanya" kehidupan yang
nyata dibedakan menjadi dua kurun yaitu :
1. Kriptozoikum (kurun belum dijumpai kehidupan nyata)
2. Fanerozoikum (kurun sudah ada kehidupan nyata)
Kurun kriptozoikumdibedakan menjadi dua masa yaitu:
1. Arkeon / arkeozoikum (masa kehidupan purba )
2. Proterozoikum (masa kehidupan terdahulu)
Kurun fanerozoikum dibagi menjadi tiga masa yaitu :
1. Palezoikum (masa kehidupan nyata)
2. Mesozoikum (masa kehidupan tengah)
3. Kenozoikum (masa kehidupan baru)
Selanjutnya tiap-tiap masa dapat dibagi lagi menjadi beberapa zaman
dan tiap-tiap zaman dapat dibagi lagi menjadi beberapa kala secara umum,
kehidupan diawali oleh organisme yang sederhana kemudian berkembang
menjadi organisme yang lebih kompleks. Perkembangan kehidupan dari
zaman ke zaman ( terlampir ). Tahapan paleozoikum dan mesozoikum
dijelaskan dari masa ke masa. Pada masa yang terdiri dari zaman tersier
dan kuarter dari kala ke kala. Sudut Peragaan Prakambium dan
Paleozoikum
Pada masa arkeozoikum (masa kehidupan purba) 4.600.000.000-
2.500.000.000 tahun lalu. Masa ini dibedakan menjadi dua tahap yaitu :
1. Masa Priscoan atau Hadean (4,6-4 milyar tahun lalu) merupakan
masa persiapan bumi untuk dihuni oleh kehidupan dengan pembentukan
lapisan litosfer dan atmosfer.
2. Masa Arkeozoikum atau Arkean (4-2,5 milyar tahun lalu )
merupakan masa permunculan kehidupan paling primitive (purba) yang
bermula didalam samudera berupa mikro-organisme dari jenis bakteri dan

8
ganggang. Fosil tertua yang ditemukan adalah sromatolites dan ciano
bacteria.
Masa Proterozoikum (masa kehidupan awal)
2.500.000.000-540.000.000 tahun lalu masa proterozoikum / masa algon
adalah masa perkembangan kehidupan dari organisme bersel satu /
tunggal menjadi sel banyak (eukaryotes dan prokaryotes) seiring dengan
perkembangan hidrosfer dan atmosfer menjelang akhir masa ini.
Organisme yang lebih komplek sejenis inverterbra bertubuh lunak seperti
ubur-ubur, cacing dan koral mulai muncul di laut- laut dangkal dan bukti-
buktinya dijumpai sebagai fosil sejati pertama. Fosil-fosil yang terkenal
adalah stomatolit alga (jacuthopython), cacing beruas (spriggina), cacing
beludru (halluagenia), cacing giling (dickinsonia) dan ubur-ubur
(mawstonites). Pada akhir masa pra-kambium benua-benua yang semula
berpencar mulai menyatu menjadi satu daratan yang dinamakan dengan
samuderanya "Panthalassa".
Kehidupan Awal, Adanya kehidupan awal / purba dimuka bumi ini,
dapat diketahui dari penemuan bukti-bukti kehidupan masa lalu yang
dikenal sebagai fosil merupakan sisa, bekas atau jejak kehidupan masa
lampau baik pertumbuhan hewan maupun manusia yang telah terawetkan
secara alamiah dan pada umumnya telah berubah menjadi satu. Fosil tua
yang ditemukan didalam batuan berumur sekitar 600 juta tahun lalu, namun
sekarang diketahui bahwa kehidupan telah muncul sekitar 3,5 milyar tahun
lalu dan umur bumi masih cukup muda. Kehidupan sangat sederhana yang
muncul pertama kali di muka bumi adalah mikro organisme bersel tunggal
sejenis bakteri dan ganggang. Bukti adanya kehidupan sangat primitive ini
adalah ditemukannya fosil sejak stromatolit hingga saat ini masih dapat
dijumpai di pantai Laguna dan sekitar Pulau Karang (atol).
Kepunahan Masa kedua Pada Akhir Zaman Kapur
Peristiwa kepunahan besar-besaran tahap kedua yang terjadi pada akhir
zaman kapur (6,5 juta tahun lalu) merupakan tanda berakhinya masa
mesozoikum,sekaligus awal mula masa kenzoikum.Jenis-jenis kehidupan

9
yang punah meliputi : dinosurus, pterosaurus, ichthyosaurus, piesiosaurus
dan kelompok binatang moluska (amonit dan belemnite),serta sebagian
besar brakiopoda, teori yang menerangkan penyebab tentang kepunahan
missal ini banyak, diantaranya adalah teori tentang jatuhnya meteorit
raksasa yang membentur bumi dengan benturan dasyatnya. Benturan
meteorit itu menimbulkan panas dan kebakaran jadi ada penghasilan
penguapan besar-besaran yang mengakibatkan asap dan awan tebal.
Awan tebal ini menghalangi sinar matahari sehingga terjadi pendinginan
global dan penipisan oksigen yang mengakibatkan sebagian tumbuhan,
hewan pemakan tumbuhan dan hewan pemakan daging mati. Dinosaurus
yang merupakan hewan berdarah panas tidak mampu bertahan hidup pada
iklim seperti itu, akhirnya punah.
2.1.6 Pertambangan Mineral Dan Energi
Peragaan geologi untuk kehidupan manusia dapat di jumpai di lantai II
Museum Geologi, di ruang utama di peragakan berbagai miniatur (model)
penambangan, baik penambangan mineral maupun penambangan energi
minyak dan gas bumi, serta berbagai contoh batuan yang mengandung
mineral bijih dan batuan reservoir tempat terperangkapnya minyak bumi.
Untuk penambangan mineral di peragakan model pertambangan tembaga
dan emas di Grasbreg, Irian Jaya yang di kelolah oleh PT. Freeport
Indonesia. Untuk penambangan energy minyak dan gas bumi di peragakan
oleh pemboran, pendistribusian dan pemanfaatan migas serta panas bumi
yang di kelola oleh Pertamina. Peragaan lainya meliputi model pemboran
migas Peciko Tahap I di selatan Makasar yang di kelola Total Indonesia
alat transportasi atau kapal tanker pengikut gas alam cair (LNG) dan lain
sebagainya.

10
Gambar I

2.1.7 Pemanfaatan Mineral Dan Batuan


Batuan dan mineral telah di manfatkan oleh manusia sejak jaman
purba hingga jaman modern sekarang ini. Sebagai contoh di gambarkan
dalam ilustrasi di bawah manusia purba telah menggunakan batuan untuk
membuat api, di pakai sebagai alat atau senjata untuk melumpuhkan hewan
buruan dan menggunakan mineral oker untuk melukis di dinding gua.

Pemanfaatan batuan mineral terus meningkat hingga jaman modern


sekarang ini seiring dengan kemajuan teknologi Eksplorasi dan Eksploitasi.
Pemanfaatannya bagi kehidupan manusia meliputi berbagai aspek, mulai
dari industri peralatan rumah tangga, perhiasan, pemukiman, infrastruktur,
telekomunikasi, komputer, kedokteran, sains dan tekologi pesawat terbang
hingga satelit.

11
Gambar II

2.1.8 Eksplorasi Dan Eksploitasi


Eksplorasi adalah kegiatan penyelidikan lapangan untuk
mengumpulkan data atau informasi selengkap mungkin tentang keberadaan
sumber daya alam non hayati di suatu tempat. Kegiatan eksplorasi mineral
tahap awal dilakukan dengan penyelidikan geologi yang didukung dengan
metote geofisika dan geokimia. Untuk mengidentifikasikan potensi mineral
dan energi baik di permukan maupun di bawah permukaan perlu di lakukan
uji pemboran yang di kenal dengan pemboran eksplorasi . Pemboran
sering dilakukan hanya untuk memastikan keterdapatan endapan mineral
atau minyak dan gas bumi yang bernilai ekonomis.

Eksploitasi adalah kegiatan penambangan atau perusahaan sumber


daya alam yang telah di nyatakan prospek berdasarkan analisa potensi
mineral, minyak dan gas bumi, analisa kandungan dan besarnya
cadangan,analisa ekonomi, serta analisis mengenai dampak lingkungannya
(AMDAL).

Metode eksploitasi yang diterapkan sangat tergantung pada sifat


cadangan yang ditambang dan kepadatanya. Apabila bersifat cair atau gas
biasanya dilakukan dengan cara pemboran. Apabila padat dan terdapat di
bawah permukaan di lakukan dengan cara penambangan bawah

12
tanah(under grond mining). Apabila padat dan terdapat dipermukaan cukup
dilakukan dengan penambangan terbuka(open pit mining).

2.1.9 Mineral Dalam Kehidupan Sehari hari


Dalam kehidupan sehari hari, baik tradisional maupun modern,
manusia sangat tergantung pada batuan dan mineral. Pada peragaan
terlihat bahwa dalam kehidupan tradisional manusia telah menggunakan
batuan untuk menumbuk dan menghaluskan bahan makanan; sabit untuk
bercocok tanam; kampak untuk memotong kayu; setrika untuk merahpihkan
baju dan manik manik untuk perhiasan. sabit, kampak maupun setrika
bahan dasarnya berasal dari mineral besi, sedangkan manik manik
berasal dari batumulia.

Gambar IV

Dalam kehidupan modern, berbagai komponen peralatan bahan


dasarnya sebagaian besar juga berasal dari batuan atau mineral seperti :
komponen pesawat terbang, mobil, computer atau leptop, telepon genggam,
kamera, perhiasan, dan lainlain. Sebagai contoh, badan pesawat terbang
terbuat dari almunium yang berasal dari mineral bauksit, lensa kamera berasal
dari mineral kaursa, dan lain sebagainya.

13
2.1.10 Bahan Galian Komoditas Nasional
Dari berbagai contoh yang dikemukakan di atas jelas sekai bahwa
manusia dalam menjalani hidup dan kehidupannya sangat memerlukan
batu atau mineral. Dalam hal ini, ilmu geologi memegang peranan sangat
penting. Sudah tentu untuk mengolah suatu mineral menjadi logam murni di
perlukan tenaga ahli dan disiplin ilmu yang lain seperti ahli ilmu kimia., ahli
metalurgi,bahkan untuk mendirikan pabrik pengolahan di perlukan juga ahli
teknik sipil, arsitek, teknik industri, ahli ekonomi, ahli lingkungan dan lain
sebagainya. Pada ruang 4 di gambarkan beberapa contoh batuan yang
mengandung mineral bijih seperti emas, nikel tembaga yang diolah menjadi
logam murni kemudian lagi diolah menjadi barang siap pakai (barang jadi)
seperti emas untuk perhiasan; nikel untuk sendok dan garpu; tembaga
untuk kabel listrik; timah untuk solder dan lain sebagainya.

Gambar V

Seperti juga mineral, minyak dan gas bumi memerlukan pengolahan


secara khusus, contoh hasil proses destilasi (penyulingan) tersebut seperti
bensin, minyak pelumas mesin, minyak tanah, paraffin, lilin putih dan lain
sebagainya di peragakan di dalam lemari peragaan, berikut peta cekungan
yang memungkinkan terdapatnya minyak dan gas bumi di

14
Indonesia.Berbagai jenis batubara yang juga merupakan komoditi energy
alternatif diperagakan berikut proses pengolahan dan keterdapatanya di
Indonesia

2.2 Museum IPTEK


2.2.1 Sejarah Singkat Museum IPTEK
Gedung Puspa Iptek diresmikan Menristek Hatta Radjasa pada 11 Mei
2002, setelah setahun sebelumnya batu pertamanya diletakka Menristek
Muhammad AS Hikam. Gedung serupa, dengan ragam alat peraga iptek
yang berbeda, terdapat pula di Taman Mini Indonesia Indah. Peragaan di
PP IPTEK dibuat sangat menyenangkan dan menghibur. Momok mengenai
ilmu pengatahuan dan teknologi yang serius dan membosankan
terbantahkan. Pengunjung dapat mengembangkan motivasi dalam
memahami prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mudah
dan berkesan melalui 200 alat peraga yang bisa disentuh, dipegang, dan
dimainkan.
2.2.2 Alat-Alat Peraga
Museum IPTEK Bandung terdiri dari 200 macam alat peraga, disini
kami akan menjelaskan beberapa alat peraga yang ada di Museum IPTEK
Bandung, diantaranya :
1. Baskom Air Mancur

15
2. Tangga Yakub

3. Bejana Pascal

16
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dalam laporan makalah yang telah dilakukan, kita dapat memahami,
sehingga dapat menarik kesimpulannya, bahwa :
1. Bahwa kehidupan manusia tidak lepas dari berbagai manfaat sumber
daya alam yang bisa di olah oleh manusia itu sendiri.
2. Sumber daya alam adalah kebutuhan manusia yang tidak biala lepas
begitu saja semenjak jaman purba sudah di manfaat hasilnya.
3. Sumber daya alam mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.
4. Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang menuju ke
3.2 Saran
Sebaiknya dalam pembahasan laporan geologi ini terus dikembangkan,
agar diketahui dari berbagai kegunaannya. hingga seorang yang awam pun
dapat mengetahui sumber daya alam yang mempunyai nilai ekonomi tinggi ini
lebih baik dari sebelumnya.

17