Anda di halaman 1dari 3

KLASIFIKASI HAMA

Klasifikasi hama berdasarkan cara merusaknya antara lain:


1. Hama Penyebab Gejala Puru (gall)
Kelompok hama ini umumnya merusak dengan cara menggerek ke dalam
jaringan tanaman (akar, batang, daun, dan buah). Mula-mula hama masuk
melalui jaringan tanamna yang masih muda atau melalui titik tumbuh
kemudian tinggal dan makna di dalam jaringan tanaman inang. Beberapa
teori ada yang menyatakan bahwa sambil merusak/ memakan hama tersebut
juga mengeluarkan sekresi tertentu (semacam cairan) dari mulutnya. Sekresi
zat tesebut ternyata mampu merangsang (menstimulir) sel-sel jaringan
tanaman disekitar luka atau tempat dimana hama tersebut dirusak. Sebagai
akibatnya akan muncul pertumbuhan sel yang luar biasa (giant cell) dalm
jumlah banyak sehingga pada bagian tersebut terlihat seperti bengkak
membentuk puru(gall). Beberapa contoh hama penyebab gejala puru
tersebut anatara lain :
a. Nematoda puru akar (meloidogyne spp.) sebagai penyebab gejala puru
akar pada tanaman tomat, lombok, tembakau, terong dll.
b. Puru daun/batang padi (Orseolia oryzae Wood-Mason) atau lebih dikenal
dengan nama umum hama ganjur pada tanaman padi.
c. Puru batang pada tembakau (scrobipalpa (= phythorimaea) heliopa low),
atau sering jugadisebut dengan nama daerah omo menteng .

2. Hama pemakan
Hama golongan ini memiliki tipe alat mulut penggigit dan penguyah atau
penggigit saja. Penyebabnya antara lain adalah beberapa jenis( kebanyaknya)
hama dari bangsa (ortoptera), kumbang, (coleoptera) dan larva lepidoptera
(ulat). Gejala dari serangan hama ini antara lain adalah terbentuknya lubang,
robek atau hilangnya bagian tanaman yang diserang.
Beberapa contoh dari hama pemakan ini adalah:
a. Pemakan daun kedelai (phaedonia inclusa Stal)
b. Pemakan daun/batang/pucuk tembakau (agrotis sp.)
c. Pemakan akar (uret) leucopholis rorida F pada ketela pohon.

3. Hama penggerek
Hama golongan ini merusak dengan cara mengebor (menggerek) bagian
tanaman tertentu dan memakannya. Hama tersebut biasanya tinggal di dalam
jaringan batang, akar, buah, biji, maupun umbi sehingga dikenal hama-hama
penggerek batang, penggerak buah, buah dan lain-lain. Kebanyakan hama
penggerek memilik tipe alat mulut penggigit dan umumnya masuk kedalam
jaringan pada saat fase larva, namunada diantaranya pada fase dewasa. Hama
penggerek memiliki tipe alat mulut penggigit dan umumnya masuk ke Dallam
jaringan pada saat fase larva, namun ada diantaranya pada fase dewasa.
Hama penggerek tersebut umumnya adalah anggota Lepidoptera dan
coleoptera, namun ada diantaranya dari ordo dipteral.
Bebrapa jenis hama-hama penggerek tersebut antara lain:
a. Penggerek umbi ketela rambat( cylas formicarius F)
b. Penggerek batang tebu bergaris (chilo sacharipagus Boj.)
c. Penggerek pucuk jagung (ostrinia nubialis Hbn.)

4. Hama penghisap
Golongan hama penghisap menyerang tanaman dengan menggunakan alat
mulutnya yang bertipe pencucuk-penghisap atau pengisap saja. Hama
tersebut merusak dengan cara mengisap cairan sel jaringan tanaman,
sehingga akan mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan atau matinya
jaringan tanaman yang diserangnya.yang lebih parah lagi beberapa jenis
hama pengisap tersebut juga dapat bertindak sebagai vector penyebab
tanaman, sehingga dapat mengakibatkan kerusakan yang lebih parah.
Bebrapa jenis hama pengisap antara lain:
a. Pengisap buah coklat (helopeltis theobromae Mill.)
b. Walang sangit (leptocorisa oratorius F) pengisap butir padi pada saat
masak susu
c. Kutu daun kopi (coccus virridis green)
Dan diketahui sebagai penyebab vector penyakit antara lain:
a. Wereng coklat (nilaparvata lugen stall) sebagai vector penyebab
penyakit kerdil hampa pada tanaman padi.
b. Kutu daun jeruk (diaphorina citri Kuw) sebagai vektorpenyakit CVPD
pada tanaman daun jeruk.

5. Hama penggulung
Hama golongan ini merusak dengan cra yang khusus. Biasanya larva yang baru
menetas terus menggulung daun/ pucuk sedikit sambil makan. Hama tersebut
umumnya tinggal dan makan di dalam gulungan sampai membentuk pupa
dan pada fase dewasa akan keluar darai gulungan.
Beberapa contoh hama penggulung adalah:
a. Penggulung daun pisang (erionata trhax L)
b. Penggulung pucuk teh ( enarmonnia leucostoma Mayr)
c. Penggulung daun jambu ( adorethus sp.)

6. Hama penyebab busuk buah


Gejala serangan hama ini juga sangat spesifik dimana buah yang terserang
akan membusuk. Penyebab dari hama busuk buah adalah lalat buah (dacus
spp.) dan yang menyerang adalah larvanya. Begitu larva (magot) masuk ke
dalam jaringan buah, maka langsung terjadi pembusukan pad abuah sehingga
buah akan cepat gugu.
Beberapa jenis lalat buah antaranya :
a. Penyebab busuk buah belimbing/ jambu( dacus dorsalis Hend)
b. Penyebab busuk buah Lombok( dacus pedestris Bezzi)
c. Penyebab busuk buah semangka/waluh dll( dacus cucurbitae Cog)
d. Penyebab busuk buah nangka, cempedak ( dacus umbrosus F).

7. Hama penggorok miner


Hama ini merusak dengan cara menggorok (mining) pada jaringan daun.
Biasanya telur diletakkan di bawah permukaan jaringan daun (dengan
melobangi) kemudian setelah menetas larva muncuk tetap berada di dalam
jaringan ( daging daun) yaitu antara epidermis atas dan bawah. Bagian daun
yang diserang akan menggelembung dan akhirnya mongering. Salah satu jenis
hama ini adalah hamam penggorok daun kelapa (promecotheca cumingi baly)
dan liriomyza sp.( bawamg putih).

Kenapa klasifikasi hama perlu dilakukan ? karena klasifikasi hama dilakukan


untuk mempermudah mengidentifikasi gejala kerusakan yang disebabkan
hama tertentu, sehingga dapat mementukan tindakan pengendalian yang
sesuai. Klasifikasi dapat dilakukan berdasarkan morfologi binatang penyerang
atau cara merusaknya.

Anda mungkin juga menyukai