Anda di halaman 1dari 6

SISTEM VENTILASI TAMBANG

Ventilasi adalah pengendalian pergerakan udara, arah, dan jumlahnya. Meskipun


tidak memberikan kontribusi langsung ke tahap operasi produksi, ventlasi yang kurang
tepat seringkali akan menyebabkan efisiensi yang lebih rendah dan produktivitas pekerja
menurun, tingkat kecelakaan meningkat, dan tingginya tingkat kehadiran. Ventilasi
adalah pengendalian pergerakan udara, arah, dan jumlahnya. Meskipun tidak memberikan
kontribusi langsung ke tahap operasi produksi, ventlasi yang kurang tepat seringkali akan
menyebabkan efisiensi yang lebih rendah dan produktivitas pekerja menurun, tingkat
kecelakaan meningkat, dan tingginya tingkat kehadiran.
Sistem ventilasi merupakan metode aplikasi dari prinsip fluida dinamik (dalam hal
ini udara) terhadap laju udara pada bukaan tambang bawah tanah. Sistem ventilasi ini
diperlukan tidak hanya untuk memberikan asupan udara bersih bagi pekerja tambang tapi
juga bagi alat-alat mekanis di lokasi tersebut. Pada dasarnya, sistem ventilasi tambang
bawah tanah ini memiliki tiga fungsi umum, yaitu :
1. Sebagai kontrol kualitas dan kuantitas udara, yaitu menyediakan dan mengalirkan
udara segar ke dalam tambang untuk kebutuhan pernafasan pekerja dan proses lain
yang ada di dalamnya, termasuk debit dan tekanan.
2. Melarutkan dan membuang gas-gas pengotor hingga mencapai
kondisi balance (equilibrium) terutama setelah aktivitas peledakan dan memenuhi
syarat bagi aktivitas penambangan.
3. Menyingkirkan debu dan partikuler hingga berada di bawah nilai ambang batas (NAB)
dan aman untuk melaksanakan aktivitas tambang.
4. Mengatur (adjustment) temperatur, kelembaban di dalam tambang sehingga
memberikan kondisi yang nyaman untuk bekerja.
Udara diperlukan tidak hanya untuk bernafas tetapi juga untuk membubarkan
kontaminasi kimia dan fisika (gas, debu, panas, dan kelembaban). Di seluruh dunia,
praktek ventilasi tambang sangat diatur, terutama pada tambang yang mengandung gas
(non coal) tambang batubara dan ketetapan lainnya terkait untuk jumlah udara yang
dibutuhkan untuk mencairkan emisi diesel, asap peledakan, radiasi, debu, emisi baterai,
dan banyak kontaminasi lainnya. Untuk menjaga ventilasi yang sesuai sepanjang
berlangsungnya tambang, perencanaan awal harus diperhitungkan karena sangat penting
untuk kedepannya. Jenis-jenis ventilasi dapat digolongkan berdasarkan beberapa hal
berikut ini antara lain :
Penggolongan berdasarkan metode pembangkitan daya ventilasi, terdiri dari
: ventilasi alami dan ventilasi mesin.
Penggolongan berdasarkan tekanan ventilasi pada ventilasi mesin, terdiri dari
: ventilasi tiup dan ventilasi sedot.
Penggolongan berdasarkan letak intake dan Outake airway, terdiri dari : ventilasi
terpusat dan ventilasi diagonal.
1. Ventilasi Alami (natural ventilation)
Jika suatu tambang memiliki dua shaft yang saling berhubungan pada kedalaman
tertentu, sejumlah udara akan mengalir masuk ke dalam tambang meskipun tanpa alat
mekanis. Ventilasi alam disebabkan udara pada downcast shaft lebih dingin dari udara
pada upcast shaft. Dan juga dipengaruhi oleh perbedaan tekanan dan densitas udara
antara dua shaft yang saling berhubungan tersebut.
Ventilasi alami terjadi karena perbedaan temperatur di dalam dan luar stope.
Temperatur di dalam stope akan mempengaruhi terjadinya ventilasi alami. Apabila
terdapat perbedaan temperatur intake airway dan return airway yang ketinggian
mulut pit intake dan Outakenya berbeda, akan timbul perbedaan kerapatan udara di dalam
dan di luar stope atau udara di intake airway dan return airway yang
berbeda temperaturnya, yang akan membangkitkan aliran udara.
2. Ventilasi Mekanis (artificial / mechanical ventilation)
Ventilasi mekanis adalah jenis ventilasi dimana aliran udara masuk ke dalam
tambang disebabkan oleh perbedaan tekanan yang ditimbulkan oleh alat mekanis. Yang
dimaksud peralatan ventilasi mekanis adalah semua jenis mesin penggerak yang
digunakan untuk memompa dan menekan udara segar agar mengalir ke dalam lubang
bawah tanah. Yang paling penting dan umum digunakan adalah fan atau mesin
angin. Mesin angin adalah pompa udara, yang menimbulkan adanya perbedaan tekanan
antara kedua sisinya, sehingga udara akan bergerak dari tempat yang tekanannya lebih
tinggi ke tempat yang lebih rendah. Pada proses menerus dapat dilihat bahwa mesin
angin menerima udara pada tekanan tertentu dan dikeluarkan dengan tekanan yang lebih
besar.
Jadi mesin angin adalah perubah energi dari mekanis ke fluida, dengan memasok
tekanan untuk mengatasi kehilangan tekan (head losses) dalam aliran udara. Pergerakan
udara di tambang bawah tanah dibangkitkan dan diatur oleh pembangkit tekanan yang
disebut ventilator atau mesin angin. Mesin angin yang memasok kebutuhan udara untuk
seluruh tambang dinamakan mesin angin utama (main fan). Mesin angin yang digunakan
untuk mempercepat aliran udara pada percabangan atau suatu lokasi tertentu di dalam
tambang, tetapi tidak menambah volume total udara di dalam tambang disebut mesin
angin penguat (booster fans), sedangkan mesin angin yang digunakan pada lokasi
kemajuan atau saluran udara tertutup (lubang buntu) dinamakan mesin angin bantu
(auxiliary fans). Berdasarkan cara menimbulkan udaranya serta letak mesinnya,
ventilasi mekanis dibedakan menjadi tiga metode yaitu :
1. Metode hisap (exhaust system)
Sistem exhausting akan memberikan hembusan udara yang berkebalikan
dengan sistem forcing, yaitu bertekanan negatif ke front kerja. Tekanan negatif yang
dimaksud disini adalah tekanan yang dihasilkan oleh proses penghisapan udara.
Pada sistem exhausting, fan diletakkan dekat dengan front kerja, sehingga dapat
memudahkan kerjanya dalam menghisap udara dari front kerja tersebut.
2. Metode hembus (forcing sytem)
Sistem forcing akan memberikan hembusan udara bertekanan positif ke front kerja.
Tekanan positif berarti aliran udara ini mempunyai tekanan lebih besar dibanding udara
di atmosfer. Pipa/saluran ventilasi ini menghubungkan fan dengan front kerja
3. Metode hisap hembus (overlap system)
Sistem ini merupakan gabungan dari sistem exhausting dan forcing. Berbeda dengan
kedua sistem diatas, sistem ini menggunakan 2 fan yang memiliki tugas berbeda satu
sama lain. Ada fan yang bertugas menyuplai udara ke front (intake fan), ada fan yang
bertugas untuk menghisap udara dari front (exhausting fan). Tetapi exhaust fan dipasang
lebih mundur (lebih jauh) dari front penambangan. Sedangkan duct akhir
dari intake fan dipasang lebih dekat dengan front penambangan. Hal ini untuk mencegah
agar udara yang disuplai langsung dihisap oleh exhaust fan sehingga udara akan memiliki
waktu untuk bersirkulasi pada front penambangan.
4. Ventilasi Bantu (Auxiliary Ventilation)
Udara ventilasi yang disalurkan ke terowongan utama maupun ventilasi permuka
kerja penambangan biasanya dilakukan dengan membawa udara masuk (intake air)
secara langsung melalui jalan udara sepanjang penampang terowongan. Ventilasi juga
dapat dilaksanakan dengan mengirimkan angin/udara yang dibangkitkan oleh kipas angin
lokal, air jet dan lain-lain, dengan menggunakan saluran udara (air duct) ke lokasi yang
tidak dapat dipenuhi oleh ventilasi utama, seperti pada lokasi terowongan buntu (lokasi
pembuatan lubang maju). Dilihat dari segi fasilitas peralatan, ventilasi bantu dapat dibagi
menjadi ventilasi saluran udara, brattice, dan static air mover.

KESIMPULAN

Sistem ventilasi merupakan metode aplikasi dari prinsip fluida dinamik


(dalam hal ini udara) terhadap laju udara pada bukaan tambang bawah tanah.
Sistem ventilasi ini diperlukan tidak hanya untuk memberikan asupan udara bersih
bagi pekerja tambang tapi juga bagi alat-alat mekanis di lokasi tersebut. Pada
dasarnya,
Ventilasi tambang merupakan salah satu aspek penunjang bagi peningkatan
produktivitas para pekerja tambang bawah tanah. Pada tambang bawah tanah
sistem ventilasi sangat berperan penting guna memenuhi kebutuhan pernapasan
manusia (pekerja) dan juga untuk menetralkan gas-gas beracun,

REFERENSI
https://www.youtube.com/watch?v=Y5IrJ1-6C3U
http://www.geocities.com/kuliahgeologi/ventilasitambang.htm.
http://sasastem.blogspot.co.id/2014/12/ventilasi-tambang-bawah-tanah.html
TUGAS VENTILASI TAMBANG
Rangkuman Video Sistem Ventilasi Tambang

OLEH :

BAGUS RACHMAT RAYANTO


NIM: 1031411009

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG
2017