Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Status Perizinan


I.1.1 Identitas Perusahaan
Nama Perusahaan :PT Mutan X-Men
Alamat Perusahaan :Jalan Raya Belinyu Km 3 Sungailiat, Bangka
Penanunggung Jawab :Prof. Dr. Immanuel Pasaribu,ST,M.Eng
Jabatan :Direktur Utama
Lokasi Kegiatan :Desa Sinar Jaya, Kec Sungailiat, Kab Bangka,Provinsi Bangka Belitung.
Bidang Usaha :Pertambangan Timah

I.1.2 Perizinan Perusahaan


PT. Mutan X-Men adalah perusahaan yang bekerja di bidang pertambangan yaitu tambang
timah. PT Mutan X-Men merupakan salah satu perusahaan pertambangan yang telah melakukan
kegiatan explorasi baik pendahuluan maupun detail dan sedang menyusun studi kelayakan
Penambangan dengan area Izin Usaha Pertambangan Explorasi (IUP) seluas 1500 Hektar di Desa
Sinar Jaya, Kab Bangka, Prov Bangka Belitung. Adapun bentuk endapan timah di daerah tersebut
adalah endapan timah alluvial. Kegiatan ini telah mendapat persutujuan dari Bupati Bangka tentang
permberian Izin Usaha Pertambangan Explorasi bahan galian Timah Kepada PT Mutan X-Men pada
tanggal 31 Agustus 2014 dari hasil explorasi yang dilakukan maka PT Mutan X-Men juga
memperoleh peningkatan perizinan dari Izin Usaha Pertambangan Explorasi menjadi Izin Usaha
Pertambangan Operasi Produksi Dengan Luas area 1000 Hektar.

I.2 Luas Wilayah Kuasa Pertambangan


Berdasarkan surat keputusan Bupati Bangka tentang pemberian Izin Usaha Pertambangan
Explorasi (IUP) kepada PT Mutan X-Men adalah seluas 1500 Hektar dan berdasarkan surat keputusan
Bupati Bangka tentang pemberian Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi kepada PT Mutan X-
Men adalah seluas 1000 Hektar.

I.2.1 Rencana Kegiatan di Dalam IUP Operasi Produksi


Kegiatan penambangan yang berada di dalam IUP Operasi Produksi PT. Mutan X-Men adalah
sebagai berikut:
A. Bukaan Tambang
Berdasarkan hasil analisa kadar (COG), Stripping Ratio (SR), serta kondisi geologi maka PT
Mutan X-Men akan membuat bukaan tambang sebanyak 2 pit, yaitu:
Pit A (dengan luas akhir 164 Ha), dengan kadar rata-rata Sn 35 %
Pit B (dengan luas akhir 100 Ha), dengan kadar rata-rata Sn 45 %
Berdasarkan hasil perhitungan jumlah cadangan maka didapat cadangan terukur sebesar
5.300.000 BCM bijih timah.
B. Sump
Sump berlokasi di luar pit dengan luas sebesar 15 Ha dan masih berada dalam wilayah
konsesi PT Mutan X-Men.
C. PPBT (Pusat Pengolahan Bijih Timah)
PPBT berlokasi di luar pit dengan luas wilayah sebesar 5 Ha dan masih berada dalam wilayah
konsesi PT Mutan X-Men.
D. Waste Dump
Waste dump merupakan penampungan tailling berlokasi di luar pit dengan luas sebesar 200
Ha dan masih berada dalam wilayah konsesi PT Mutan X-Men.
E. Kolam Pengendap dan Sistem Drainase
Kolam pengendap limbah air kotor dari tailling berlokasi di samping waste dump dan
terhubung langsung dengan sistem drainase.
F. Area Penampungan Mineral Ikutan
Area penampungan mineral ikutan berlokasi di luar pit dengan luas area sebesar 5 Ha dan
masih berada dalam wilayah konsesi PT Mutan X-Men.
G. Smelter
Smelter berlokasi di luar pit dengan luas wilayah 3 Ha dan masih berada dalam wilayah
konsesi PT Mutan X-Men.
H. Fasilitas Penunjang
Fasilitas penunjang diadakan dengan maksud untuk mendukung kegiatan penambangan agar
tercipta suatu aktivitas penambangan yang efektif dan efisien sesuai yang telah direncanakan.
Lokasi penunjang ini sangat perlu dibuat pada daerah tertentu agar mudah dalam pengawasan
dan pengaturan yang masih berada dalam wilayah konsensi perusahaan. Adapun fasilitas yang
akan dibangun adalah:
Bangunan kantor administrasi tambang
Luas bangunan kantor yang akan dibangun adalah seluas 1 Ha.
Pos Keamanan
Masjid
Senior staff & staff building
Genset room
Area Parker
Jalan
Stockpile
Bengkel dan gudang
Fasilitas air bersih

1.3 Persetujuan Amdal


PT Mutan X-Men telah melakukan kegiatan mengenai kajian studi AMDAL yang telah disetujui
dan disepakati oleh Tim Teknis dan Komisi AMDAL Kabupaten Bangka serta oleh Bupati Kabupaten
Bangka.

1.4 Lokasi dan Kesampaian Daerah


Areal IUP PT Mutan X-Men dapat dilalui dari beberapa kota besar seperti Belinyu,
Sungailiat, dll. Sungailiat yang merupakan daerah dari provinsi Bangka Belitung dapat dijangkau dari
Sumatera Selatan menggunakan kapal sekitar 1 Jam ke Muntok dan dilanjutkan menuju Sungailiat
sekitar 3 jam untuk sampai di desa Sinar Jaya. Untuk menuju lokasi IUP PT Mutan X-Men
dibutuhkan waktu 8-10 menit dari desa Sinar Jaya dan 20 menit dari pusat kota Sungailiat
menggunakan kendaraan. Kabupaten Bangka terletak pada koordinat 154 LS 105 53 BT dengan
batas-batas wilayah sebagai berikut :
Utara : Laut Natuna
Selatan : Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah
Barat : Kabupaten Bangka Barat, Selat Bangka dan Teluk Kelabat
Timur : Laut Natuna
1.5 Keadaan Geologi dan Hidrologi
Secara morfologis daerah pulau Bangka sangat dipengaruhi oleh jenis batuan dan struktur
geologinya. Bentang umum pulau bangka pada umumnya relatif datar sampai hampir datar
( peneplain ) yang merupakan hasil proses pelapukan yang ditutupi endapan alluvial yang berumur
kuarter dan bukit sisa-sisa batuan beku ( granit ). Dengan stadia geomorfologi tahap lanjut, yang
dicirikan mulai tersingkapnya lapisan batuan dasar dan keadaan morfologi yang diukur atau hampir
datar dengan lembah. Lembah- lembah tersebut terisi material sedimen. Sistem aliran sungai antara
lain membentuk pola dendritik.
Berdasarkan analisis dilapangan tidak ditemukan adanya jenis struktur geologi patahan, lipatan,
maupun kekar di area IUP PT Mutan X-Men, sehingga mengindikasikan tidak terjadinya kegiatan
tektonisme dalam periode tertentu. Daerah tersebut memiliki topografi relatif datar, memiliki banyak
rawa, dan dilintasi langsung oleh sungai-sungai kecil dan besar dengan curah hujan yang relatif tinggi
sehingga ketersediaan air yang cukup melimpah di wilayah tersebut.
BAB II
TATA GUNA LAHAN

II.1 Kondisi Lahan Sebelum Ditambang


WIUP PT Mutan X-Men sebelumnya adalah berupa kawasan hutan produksi milik swasta
dengan jenis hutan sekunder dan kondisi vegetasi yaitu berupa pepohonan besar dan kecil, didominasi
semak belukar, serta terdapat banyak rawa dan sungai. Pada beberapa area kecil terdapat perkebunan
warga seperti karet, kelapa sawit, dan lada.

II.2 Tata Guna Lahan Setelah Ditambang


Target program reklamasi yang akan dilaksanakan PT Mutan X-Men adalah ingin menjadikan
lahan bekas tambang tersebut menjadi areal perkebunan kelapa sawit yang selanjutnya dimaksudkan
untuk membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar serta menambah pendapatan daerah.
BAB III
RENCANA PEMBUKAAN TAMBANG

III.1 Jenis dan Metode Penambangan


Berdasarkan jenis serta kedalaman dan dimensi endapan, maka metode penambangan yang
akan dilakukan adalah tambang terbuka dengan metode tambang semprot (Hydraulicking). Tahap
awal yang dilakukan adalah land clearing. Kemudian pengupasan tanah penutup (overburden). Setelah
itu pada front penambangan dilakukan instalasi dan pemasangan komponen mesin hisap, pompa,
selang monitor, dan pipa yang terhubung langsung dengan komponen pengolahan seperti screen dan
sluice box bertingkat yang berukuran besar. Selang monitor bertugas menyemprotkan air bertekanan
tinggi pada lapisan endapan bijih untuk memberai material yang kemudian dihisap oleh pompa mesin
dalam bentuk slurry dan dialirkan melalui pipa menuju komponen pengolahan. Setelah itu bijih
dibawa ke proses pengolahan lanjut pada Pusat Pengolahan Bijih Timah (PPBT) untuk meningkatkan
kadar Sn agar memenuhi syarat peleburan.

III.2 MPD (Mine Plan Design)

Keterangan: A= Smelter H= Sump


B= Stockpile I= Tempat penampungan
C= Pusat pengolahan bijih timah mineral ikutan
D= Mes,perkantoran, dan tempat ibadah J= Genset room
E= Fasilitas air bersih K= Waste Dump
F= Pos Keamanan L= KolamPengendap
G= Tempat parkir

III.3 Jumlah dan Letak Cadangan


Berdasarkan hasil perhitungan jumlah cadangan pada tahap eksplorasi rinci, maka didapat
cadangan terukur sebesar 5.300.000 BCM bijih dengan tebal lapisan rata-rata 2 meter. Tebal rata-rata
overburden yaitu 5 meter, sehingga kedalaman maksimal pit A dan B yaitu 7 meter. Kadar rata-rata
Sn pada area pit A adalah 35% dan pada pit B 45 %.
III.4 Penjadwalan Produksi (Schedulling)
Cadangan terukur = 5.300.000 BCM bijih
Pit A = Sn 35%, Luas 164 Ha ; Pit B = Sn 45%, Luas 100 Ha
Volume endapan bijih pada Pit A = cadangan yang tertambang di Pit A
= 1.640.000 m2 x 2 m
= 3.280.000 m3
Volume endapan bijih pada pit B = cadangan yang tertambang di Pit B
= 1.000.000 m2 x 2 m
= 2.000.000 m3
Volume total cadangan tertambang (Pit A + Pit B) = 3.280.000 m3 + 2.000.000 m3
= 5.280.000 m3 (BCM)
5.280.000 m3 (BCM)
Mining Recovery = x 100% = 99,62%
5.300.000 BCM bijih

Target umur produksi = 20 tahun


Cadangan 5.280.000 m3 5.280.000 m3
Produksi = = = = 30,14 m3/jam
Umur 20 175.200
Misalkan 1 front penambangan (terdiri dari 1 monitor dan 1 sluice box yang beroperasi)
memiliki produktivitas sebesar 0,125 m3/jam, maka banyaknya front penambangan adalah sbb:
3.280.000 m3 18,72 m3/jam
Pit A = = 18,72 m3/jam, maka = 149,76 (150) front
175.200 0,125 m3/jam
2.000.000 m3 11,41 m3/jam
Pit B = = 11,41 m3/jam, maka = 91,28 (92) front
175.200 0,125 m3/jam