Anda di halaman 1dari 14

JENIS-JENIS IKAN YANG BERADA

DI DAERAH GARIS WALLACE DAN WABER

RIDWAN ARIYO NUGROHO


230110140117

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PRODI PERIKANAN

2015
Jenis Ikan yang Berada di Daerah Wallace
Gabus (Channa Striata)

Tersebar : Jawa, Sumatera, Kalimantan dan di introduksi ke Sulawesi.


Nama dearah, gabus, kutuk, deleg, bado, bace, sepungkat, haruan, bakok, pior, ruting, dan
ruang.
Besar maksimal 4 kg.
Biologi : Ikan permukaan, pemakan ikan, segala musim, dipancing siang malam.
Baung (Mystus Nemurus)

Tersebar : Kosmopolit se Indonesia kecuali Sulawesi dan Papua.


Nama daerah, blukang, sogo, baung, jendil, gesso, baceman dan juaro.
Besar maksimal 70 cm / 5-6 kg.
Biologi : Ikan dasar, pemakan segala, musim hujan dominan dan dipancing malam lebih
mudah.

Patin (Pangasius sp)

Tersebar : Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.


Nama daerahnya jambal, patin dan pangasisus.
Besar maksimal jambal di Wonogiri pernah terjaring 25 kg.
Biologi : Ikan dasar, pemakan segala, musim hujan dominan, dipancing malam lebih
dominan.
Belida (Chitala sp)

Tersebar : Jawa bagian barat, Sumatera dan Kalimantan.


Nama daerah, pipih, blido dan belida.
Besar maksimal 5-20 kg tergantung jenis.
Biologi : Ikan dasar, pemakan ikan, musim hujan dominan, dipancing malam lebih
dominan.
Kini belida menyusut populasinya dan termasuk dilindungi. Bila mania mendapatnya saat
mancing, sebaiknya dilepas dan diharapkan bisa berkembang biak di alam.

Sapu-sapu (Hypostomus Plecostomus)

Tersebar : Asli Sungai Amazone, melimpah di Pulau Jawa.


Nama daerah, Sakarmut, sapu-sapu, dan ikan pembersih kaca.
Besar maksimal <50 cm.
Biologi : Ikan dasar, pemakan segala, musim apapun, siang dan malam.
Gurami (Osphronemous Gourami)

Tersebar : Jawa, Sumatera dan Kalimantan.


Nama daerah, kalui, gurameh dan gurami.
Besar maksimal 8 kg.
Biologi : Ikan permukaan, pemakan tumbuhan dan segala musim, siang dipancing lebih
dominan.

Betik (Anabas Testudineus)

Tersebar : Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.


Nama daerah, betik, papuyu, bato, betok, harfan, puyu, puyo-puyo, geteh, oseng, kusa,
kusong, hoseng dan useng.
Besar maksimal 30 cm.
Biologi : Semua masa air, omnivora, segala musim, siang hari lebih dominan. Merupakan
ikan khas rawa dan sungai yang menggenang.
Sili (Mastamcembelus Macrognatus)

Tersebar : Jawa, Sumatera dan Kalimantan.


Nama daerah, silli, sisili, deler, beros, silih, kesili, lengeo dan tilan.
Besar maksimal panjang 40-50 cm.
Biologi : Hidup di dasar sungai banjir, omnivora, musim hujan, siang dan malam sama
baik untuk memancingnya. Melimpah di sungai yang banjir (kecoklatan).

Palung (Hampala Macrolepidota)

Tersebar : di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Suka hidup di sungai berarus dan
danau.
Nama daerahnya : andungan, sebarau, barau, kakap hutan dan palung.
Ikan yang terpancing biasanya sekitar 30 cm, tetapi dapat mencapai berat 8 kg.
Biologi : Merupakan ikan dasar, pemakan ikan, musim kemarau lebih dominan, dapat
dipancing siang dan malam.
Ciri khas palung adalah bentuk mulut dan mata yang seram, menandakan sebagai ikan
predator.
Nilem (Osteochillus Hasselti)

Tersebar : Di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.


Nama daerah : milem, lehat, mangut, rengis, nilem, muntu, palong, palau, pawasa, puyau,
assang dan penopa. Biasa hidup di sungai, danau dan rawa yang banyak tumbuh lumut
dan tanaman air.
Besar maksimal : 30 cm.
Biologi : Semua masa air, herbivora, segala musim, siang hari lebih dominan. Ciri
khasnya adalah adanya sungut di mulutnya.

Kepras (Puntius Binotatus)

Tersebar : Di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.


Nama Daerah : Benteur, wader cakul, tanah, sepadak, tewaring, sunau, kepras. Hidup di
sungai, rawa dan danau. Terutama yang berwarna coklat.
Besar maksimal : 20 cm.
Biologi : Semua masa air, omnivora, segala musim, siang hari lebih dominan.
Lokas (Dangila Cuvieri)

Tersebar : Di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.


Nama daerah : Umbu-umbu, lambah pasir, bandengan, wadon gunung, nilem tiworo,
kujam, pujau bemban. Hidup di sungai dan danau yang dalam (jarang di pinggir sungai),
tarikkan ikan termasuk kuat dibanding besar tubuhnya.
Besar maksimal 30 cm.
Biologi : Semua masa air, omnivora, segala musim, sinag hari lebih dominan.
Ciri khas ikan ini adalah bentuk tubuhnya yang memanjang seperti ikan bandeng.

Derbang (Puntius Pinnauratus)

Tersebar : Di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.


Nama daerah : Lalawak, lawak, wadon, genggehek, turub hawu, regis, derbang, wader
merah, baderbang, halab, iblap dan bihee. Ikan ini banyak terdapat di sungai yang
menggenang.
Besar maksimal : 20 cm.
Biologi : Semua masa air, omnivora, segala musim, siang hari lebih dominan.
Ciri khas ikan ini adalah adanya semburat merah di pipinya.
Wader (Puntius Brammoides)

Tersebar : Di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Melimpah di berbagai


macam habitat perairan. Ikan yang paling tahan banting dibanding ikan bersisik lainnya,
sehingga masih eksis di semua perairan. Biasa dipancing untuk digunakan sebagai umpan
ikan-ikan predator.
Besar maksimal hanya 10 cm.
Biologi : Ikan permukaan, omnivora, segala musim, siang dan malam.

Lampan (Barbodes Schwanenfeldi)

Tersebar : Di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Melimpah di sungai dan laku juga di pasar
akuarium.
Ikan ini dapat mencapai ukuran 30 cm.
Nama daerahnya : lempan, salap, lampan sungai, tenadak merah, dan lempem. Mirip ikan
tawes, tetapi mempunyai ciri khas dengan adanya 2 garis hitam tebal di sirip ekor, tidak
terdapat di Pulau Jawa.
Biologi : Ikan semua masa air, pemakan segala, segala musim siang dan malam.
Kafiat (Puntius Wandersii)

Tersebar : Di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Tidak ada di Pulau Jawa, tetapi banyak
dijual di toko-toko akuarium.
Dapat mencapai ukuran sampai 30 cm, dan mempunyai nama lain : Cipo.
Perangainya sama dengan ikan tawes.
Ciri khas tubuhnya lebih merah di bagian sirip-siripnya dibanding ikan tawes.
Biologi : Ikan semua permukaan, omnivora, segala musim dan dipancing siang dan
malam.

Seluang (Osteochillus Schlegeli)

Tersebar : Di Pulau Sumatera dan Kalimantan.


Dapat mencapai ukuran sampai 20 cm.
Ikan ini sekilas mirip wader dan cakul tetapi mulutnya persegi.
Mempunyai nama daerah diantaranya : Aralin, aralim, sebrok dan merah mata.
Biologi : Ikan semua masa air, banyak di perairan menggenang. Segala musim dan
dipancing siang hari.
Jenis Ikan yang Berada di Daerah Waber

Panyangka (Ophieleotoris aporos)

Tersebar : Di Pulau Sulawesi.


Dapat mencapai ukuran lebih dari 30 cm.
Memakan Fitoplankton dan Zooplankton.
Biologi : ikan yang hidup di danau Tondano.

Red-tailed Red Eye Puffer (Carinotetraodon irrubesco)

Daerah persebarannya tidak luas, hanya dapat ditemukan di sungai Sambas, Kalimantan
Barat dan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Nama lokal/daerah ikan buntal air tawar.
Habitat yang sering didiami oleh buntal ini adalah tepian sungai yang terdapat banyak
vegetasi terendam.
Rainbow (Melanotaenia maccullochi)

Tersebar : Di Pulau Papua.


Panjang tubuhnya mencapai 7 cm
Suhu optimal untuk pemeliharaannya sekitar 25-28 C
Di tubuhnya terdapat tujuh garis horisontal kemerahan yang diselingi warna hijau
kekuningan

Ikan pelangi merah ( Glossolepis incisus )

Ikan ini omnivora dan akan memakan makanan apa saja yang mudah dijumpai diperairan.
Glossolepis incisus hanya ditemukan di Danau Sentani.
Panjang ikan ini masksimal dapat mencapai 15 cm
Betina memiliki warna jauh lebih sedikit dan sirip transparan lebih memanjang dan
memiliki warna kuning zaitun.
Hiu gergaji (Pristis microdon)

Tersebar di daerah Papua.


Nama local Hiu Sentani.
Ikan ini termasuk ikan air tawar dan berkembak biak dengan cara ovovivipar.
Ikan ini senang memangsa ikan-ikan berukuran sedang atau yang berbadan lebih kecil.

Gardneri (Fundulopanchax gardneri)

Berasal dari daerah afrika. Tetapi banyak terdapat didaerah Papua.


Suhu air yang cocok sekitar 22-25 derajat celcius.
Ukuran tubuh sekitar 6,5cm.
Makanan utama berua serangga dan berbagai jenis cacing.
Gabus Danau Sentani ( Oxyeleotris heteredon )

Terdapat disekitar dananu sentani.


Memiliki warna yang gelap.
Nama lokal khahabel.
Ukuran maksimum sebesar kaki orang dewasa.